DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Identitas Diri
Nama : Satinah
Temapat dan Tanggal Lahir : Subang, 28 Oktober 1988 Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Agama
Alamat Lengkap Ds. Compreng RT/RW. 09/04 Kec. Compreng. Kab. Subang
Telepon : 0896 6600 9550
Email : [email protected]
Pendidikan Formal
The Effect Of Return On Equity and Earnings Per Share On Stock
Price At Sector Property Llisted In Indonesia Stock Exchange
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Manajemen
Oleh :
SATINAH
21207005
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
vi
KATA PENGANTAR
Segala Puji serta syukur kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan Karunia- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul PENGARUH RENTABILITAS MODAL SENIRI (ROE) DAN LABA PER LEMBAR SAHAM (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN
SEKTOR PROPERTI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA (BEI).
Tidak lupa pula shalawat dan salam penulis tujukan kepada Nabi Besar Rasulullah Muhammad S.A.W yang telah berjuang membawa umat manusia kepada fitrah yang benar dan jalan yang lurus.
Skripsi ini sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar sarjana S1 pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.
Penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada: 1. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas
Komputer Indonesia.
2. Dr. Dedi Sulistiyo Soegoto, MT., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia
vii
5. Linna Ismawati, SE., M.Si., selaku Dosen Penguji satu dalam skripsi ini 6. Rizki Zulfikar, SE., M.Si., selaku Dosen Penguji dua dalam skripsi ini 7. Dr.Rahma Wahdiniwati selaku dosen wali, Prodi Manajemen yang tidak
hentinya banyak membantu dalam mengikuti perkuliahan di Unikom 8. Seluruh staf Fakultas Ekonomi Khususnya Prodi Manajemen terima kasih
untuk pengabdian serta ilmu yang telah diberikan kepada penulis, semoga ilmu yang di ajarkan bisa bermanfaat untuk kehidupan penulis dan lingkungan sekitar penulis.
9. Orang tuaku Tersayang Mimi Kanesih dan Mama Nur Salim, Terimakasih
atas segala do’a, pengorbanan baik materil maupun moril serta
dukungannya sampai saat ini, semoga penulis menjadi anak yang soleha, berbakti kepada kedua orang tua, sukses dalam hidup, dan bisa membalas budi baik kalian.
10. Kembaranku tersayang Satinih, Zuli Rahmat,dede Cakra Fabiyan dan K. Asep. S bersyukur dan bahagia bisa memiliki saudara seperti dirimu.
Terimakasih untuk do’a serta dukungannya.
11. Teman-teman Mn-1 angkatan 2007, terimakasih atas dukungannya semoga sukses selalu.
viii
Akhirnya penulis berharap, mudah-mudahan laporan ini dapat memberikan sumbangan buah pikiran, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi semua. Amin
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna serta memperhatikan keterbatasan penguasaan ilmu, segala ketidak telitian dan kesalahan dalam penulisan skripsi. Untuk itu penulis mengharapkan koreksi. Masukan atau saran serta tanggapan dari semua pihak. Penulis berharap semoga Skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis sebagai pengalaman dan bagi pembaca.
Bandung, Februari 2013 Penulis
ix
LEMAR PERNYATAAN KEASLIAN ... ii
MOTTO ... iii
ABSTRACT ... iv
ABSTRAK ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ... 6
1.2.1 Identifikasi Masalah ... 6
1.2.2 Rumusan Masalah ... 6
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 7
1.3.1 Maksud Penelitian ... 7
1.3.2 Tujuan Penelitian ... 7
1.4 Kegunaan Penelitian ... 8
1.4.1 Kegunaan Praktis ... 8
x
1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 9
1.5.1 Lokasi Penelitian ... 9
1.5.2 Waktu Penelitian ... 10
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka ... 11
2.1.1 Return On Equity (ROE) ... 11
2.1.1.1Pengertian Return On Equity (ROE) ... 11
2.1.1.2Kekurangan Return On Equity (ROE)... 12
2.1.1.3Rumus Return On Equity (ROE) ... 13
2.1.2 Earning Per Share (EPS) ... 13
2.1.2.1Pengertian Earning Per Share (EPS) ... 13
2.1.2.2Kegunaan Earning Per Share (EPS) ... 14
2.1.2.3Rumus Earning Per Share (EPS) ... 15
2.1.3 Harga Saham ... 15
2.1.3.1Pengertian Harga Saham ... 15
2.1.3.2Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham ... 16
2.1.3.3Analisis Harga Saham ... 18
2.1.3.4Rumus Harga saham ... 19
2.1.4 Keterkaitan antar variabel ... 20
2.1.4.1.Hubungan Return On Equity dengan Harga Saham ... 20
2.1.4.2.Hubungan Earning Per Share dengan Harga Saham .. 20
xi
2.3 Hipotesis ... 31
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 33
3.2 Metode Penelitian ... 33
3.2.1 Desain Penelitian ... 35
3.2.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian ... 37
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data ... 39
3.2.3.1 Sumber Data ... 39
3.2.3.2Teknik Penentuan Data ... 41
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data ... 43
3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 44
3.2.5.1 Rancangan Analisis ... 44
3.2.5.2 Pengujian Hipotesis ... 55
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 59
4.1.1 Sejarah Perusahaan Real Estate dan Property ... 59
4.1.2 Aktivitas Perusahaan Real Estate dan Property ... 60
xii
4.2.1 Perkembangan Return on Equity (ROE) Pada Perusahaan Properti Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Periode 2006-2011. ... 61
4.2.2 Perkembangan Earning per Share (EPS) Pada Perusahaan Properti Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Selama Periode 2006-2011. ... 63
4.2.3 Perkembangan Harga Saham Pada Perusahaan Properti Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2011. ... 66
4.2.4 Analisis Verifikatif ... 69
4.2.4.1Estimasi Persamaan Regressi ... 67
4.2.4.2Pengujian Asumsi Klasik ... 71
4.2.4.3Analisis Korelasi Parsial ... 76
4.2.4.4Koefisien Korelasi Berganda ... 77
4.2.4.5Koefisien Determinasi Berganda ... 78
4.2.4.6Pengujian Koefisien Regressi Secara Bersama-sama 80 4.2.4.7Pengujian Koefisien Regressi Secara Parsial ... 82
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 87
5.2 Saran ... 89
DAFTAR PUSTAKA ... 91 LAMPIRAN
xiii
Share (EPS) dan Harga Saham Perusahaan sector property Tahun
2006-2011... 4
Tabel 1.2 Waktu Kegiatan Penelitian ... 10
Tabel 2.1 Tabel Studi Empiris ... 26
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Penelitian ... 38
Tabel 3.2 Pedoman untuk Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi... 53
Tabel 4.1 Perkembangan Return on Equity (ROE) Periode 2006-2011 ... 61
Tabel 4.2 Perkembangan Earning per Share (EPS) Periode 2006-2011 ... 64
Tabel 4.3 Perkembangan Harga Saham Pada Sektor Property Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2011 ... 67
Tabel 4.4 Hasil Estimasi Model Regressi ... 70
Tabel 4.5 Hasil Pengujian Asumsi Normalitas ... 72
Tabel 4.6 Hasil Pengujian Asumsi Multikolinieritas ... 73
Tabel 4.7 Nilai Durbin-Watson Untuk Uji Autokorelasi ... 75
Tabel 4.8 Koefisien Korelasi Parsial Return on equity Dengan Harga saham .... 76
Tabel 4.9 Koefisien Korelasi Parsial Earning per share Dengan Harga saham . 77 Tabel 4.10 Koefisien Korelasi Berganda dan Koefisien Determinasi... 78
Tabel 4.11 Koefisien Determinasi Parsial ... 79
Tabel 4.12 Anova Untuk Pengujian Koefisien Regresi secara Bersama-sama ... 80
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Paradigma penelitian Pengaruh Return On Equity dan Earning Per Share terhadap harga saham ... 31 Gambar 3.1 Desain Penelitian ... 36 Gambar 3.2 Daerah Penerimaan dan Penolakan H0 ... 58
Gambar 4.1 Grafik Perkembangan Return on Equity Pada Perusahaan Properti Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode
Tahun 2006-2011 ... 62 Gambar 4.2 Grafik Perkembangan Earning Per Share Pada Perusahaan Properti
Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode
Tahun 2006-2011 ... 65 Gambar 4.3 Grafik Perkembangan Harga Saham Pada Perusahaan Properti Yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2006-2011 ... 68 Gambar 4.4 Hasil Pengujian Asumsi Heteroskedastisitas ... 74 Gambar 4.5 Daerah Kriteria Pengujian Autokorelasi ... 75 Gambar 4.6 Grafik Daerah penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Simultan ... 81 Gambar 4.7 Grafik Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Parsial
(Pengaruh Return on equity) ... 84 Gambar 4.8 Grafik Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Parsial
91
Brigham & Houston.(2010). Dasar-dasar manajemen keuangan. Edisi kesebelas. Penerbit salemba empat: Jakarta.
Dahlan Siamat.(2004). Manajemen Lembaga Keuangan Kebijakan Moneter dan Perbankan. Edisi Kelima.Penerbit Lembaga Penerbitan FEUI : Jakarta. Eduardus Tandelilin.(2010).Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi.
EdisiPertama. Penerbit Kanisius: Yogyakarta.
Ekonomi Moneter : Kajian Kontekstual Indonesia. Penerbit FE UI:Jakarta Fahmi.(2006:60).Analisis Investasi. Penerbit Alfabeta :Bandung
Gujarati.(2005).Ekonometrika Dasar. Penerbit Erlangga : Jakarta.
Jogiyanto.(2003).Teory Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi Dua. Penerbit BPFE: Yogyakarta
Jonathan Sarwono.(2006). Analisis data penelitian menggunakan SPSS 13. Penerbit Andi: Yogyakarta.
Lukman Syamsuddin.(2004).Manajemen keuangan. Penerbit PT. Raja Granfindo Persada: Jakartamandala manurung dan prathama Rahardja.(2004).Uang, Perbankan Dan
Moh. Nazir.(2003). Metode Penelitian. Penerbit Ghalia Indonesia : Jakarta.
Mohamad Samsul.(2006).Pasar modal dan manajemen portofolio. Penerbit Erlangga: jakarta.
Muhtarudidin Desmoon King Romalo.(2007). pengaruh return on asset, return on equity, return on investment,debet to equity ratio dan book value(bv) per share terhadap harga saham properti di BEJ. Jurnal penelitian dan pengembangan akuntansi. Vol: 1 no.1
Mursidah Nurfadillah.(). Analisis Pengaruh Earning per share, Debet to equity ratio dan Return on equity terhadap Harga saham pt.unilever indonesia Tbk.Variabel dependenya harga saham dan variabel independenya adalah Earning per share, Debet to equity ratio dan Return on equity.
92
Puspasari.(2006). pengaruh current ratio, debt to equity ratio, net profit margin ratio, return on equity ratio, dan dividend payout ratio terhadap perubahan harga saham pada perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Surabaya (BES) untuk periode 2000-2004. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113), ISSN: 1978 – 3116
Rd.Neneng Rina Andriani & Aryati kusumaastuti.(2008). pengaruh Earning Per Share(EPS) terhadap harga pasar saham. Dalam penelitian ini variabel independen adalah Earning Per Share (EPS)dan variabel dependenya adalah harga pasar saham. Jurnal Akuntansi FE Unsil. 3, NO.2,2008 ISSN: 1907-9958
Riska.(2002). pengaruh earning per share, price earning ratio, dan return on equity terhadap harga saham emiten industri properti di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol 2, No. 2, Juli tahun 2008, ISSN: 1978-3116
Salma Saleh.(2009). Pengaruh return on asset. Return on equity, dan earning per share terhadap harga saham pada perusahaan industri pertambangan di bursaefek indonesia. Jurnal manajemen & kewirausahaan. Vol.1.No.1.(62-74)
Sawir (2003) Analisis Kinerja Keuangan dan Perencana KeuanganPerusahaan.Penerbit Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
Suad Husnan.(2005). Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Penerbit UPP STIM YKPN :Yogyakarta
Sugeng Mulyono.(2000).Pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Tingkat Bungaterhadap Harga Saham pada perusahaan industri yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta. Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol 1 No.2, Desember, tahun 2000, ISSN 1411-5794
Sugiyono (2007).Metode penelitian bisnis.Penerbit Alfabetis: Bandung
Sugiyono (2009)Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. PenerbitAlfabetis: Bandung
Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&d. Penerbit Alfabeta: Bandung.
Sugiyono.(2005).Metode penelitian.Penerbit Erlangga:Jakarta
Sutrisno .(2001).Informasi Laba Perusahaan Hubungannya dengan Dinamika Perubahan Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta Tahun 2001”, Jurnal Ilmiah BidangManajemen & Akuntansi, Vol. 1, No. 1:1-16.
Sutrisno.(2009). Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi. EdisiPertama, Cetakan Ketujuh. Penerbit Ekonisia : Yogyakarta.
Tjiptono dan Hendy.(2000). Manajemen keuangan. Penerbit UGM:Yogyakarta Widoatmojo (2005) Ekonometrika: Teori dan Aplikasi Untuk Ekonomi dan
Bisnis.Penerbit Ekonisia: Yogyakarta
1 BAB I PENDAHULIAN
1.1Latar Belakang
Pasar modal pada hakekatnya adalah pasar yang tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional, dimana ada pedagang, pembeli dan juga ada tawar menawar harga. Pasar modal dapat juga diartikan sebagai sebuah wahana yang mempertemukan pihak yang membantu dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditempatkan. Pasar modal diharapkan mampu menjadi alternatif pendanaan bagi perusahaan indonesia dan dapat juga dilihat sebagi alternatif dalam berinvestasi. (Jumayanti Indah Lestari,2004).
Investasi adalah suatu komitmen penetapan dana pada satu atau beberapa obyek investasi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Dua unsur yang melekat pada setiap modal atau dana yang diinvestasikan adalah hasil dan resiko.dua unsur ini selalu mempunyai hubungan timbal balik yang seban-ding. Umumnya semakin tinggi risiko,semakin besar hasil yang diperoleh dan semakin kecil risiko semakin kecil pula hasil yang akan diperoleh. (Jumayanti Indah Lestari,2004).
penghasilan yang berdasarkan pada keuntungan yang diperoleh perusahaan yang sahamnya kita miliki,maupun dalam bentuk capital gain yaitu kelebihan harga jual dari harga beli sebelumnya. (Salma Saleh,2009)
Dari sudut pandang calon investor, untuk menilai prospek perusahaan di masa datang adalah dari pertumbuhan profitabilitas perusahaan. Menurut fahmi (2006:60) rasio profitabilitas dapat dinyatakan sebagai rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen dilihat dari laba terhadap penjualan dan investasi. Indikator yang paling banyak dipakai adalah Return On Equity(ROE) yang menggambarkan kemampuan pengembalian keuntungan atas investasi pemegang saham.
Bagi para investor yang melakukan analisis perusahaan, informasi laporan keuangan yang di terbitkan perusahaan merupakan salah satu jenis informasi yang paling mudah dan paling murah didapatkan di banding alternatif informasi lainya. Di samping itu, informasi laporan keuangan akuntansi sudah cukup menggambarkan kepada kita sejauh mana perkembangan kondisi perusahaan selama ini dan apa saja yang telah di capainya. Dengan menggunakan laporan keuangan investor juga akan bisa menghitung berapa besarnya pertumbuhan
earning yang telah di capai perusahaan terhadap jumlah saham perusahaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan rasio keuangan yaitu rasio profitabilitas.
Komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam analisis perusahaan adalah Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS). Rasio
3
besar ROE maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan. ROE memberikan informasi pada para investor tentang seberapa besar tingkat pengembalian modal dari perusahaan yang berasal dari kinerja perusahaan menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROE maka perusahaan dianggap semakin menguntungkan,oleh sebab itu investor kemungkinan akan mencari saham ini sehingga menyebabkan permintaan bertambah dan harga penawaran di pasar sekunder terdorong naik. Rasio Return On Equity (ROE) ini digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam mengelola modal yang tersedia untuk menghasilkan laba setelah pajak, laba per lembar saham atau lebih dikenal sebagai
earning per share (EPS) adalah tingkat keuntungan bersih untuk tiap lembar sahamnya yang mampu diraih perusahaan pada saat menjalankan operasinya. Laba per lembar saham atau EPS di peroleh dari laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa dibagi dengan jumlah rata – rata saham biasa yang beredar.(Tandelilin,2010:373-374)
hal ini menaikkan nilai emiten. Sebaliknya jika harga saham mengalami penurunan terus menerus berarti pula akan menurunkan nilai emiten dimata
investor atau calon investor. Salah satu dalam menganalisis harga saham adalah dengan menganalisis ratio. Analisis ratio merupakan alat yang membantu kita untuk menganalisis laporan keuangan perusahaan sehingga kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan.
Di bawah ini adalah perkembangan rata-rata Return On Equity (ROE),
Earning Per Share (EPS) dan Harga Saham pada Perusahaan properti yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tabel 1.1
Perkembangan Rata-Rata Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS) dan Harga Saham Perusahaan sektor properti
Tahun 2006-2011
Sumber : laporan tahunan ICMD tahun 2006-2011,diolah
5
yang dikemukakan oleh Brigham dan Houston (2010: 133), “ jika ROE tinggi, maka harga saham juga cenderung akan tinggi dan tindakan yang meningkatkan ROE kemungkinan juga akan meningkatkan harga saham. Dan menurut Tjiptono dan Hendy (2000:98), semakin tinggi nilai EPS akan menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang di sediakan untuk pemegang saham. Dengan meningkatkan laba maka harga saham cenderung naik sedangkan ketika laba menurun maka harga saham juga ikut turun.
dan pada tahun 2008 terjadi penurunan harga saham yang cukup signifikan namun nilai ROE dan EPS nya mengalami kenaikan dikarenakan Krisis keuangan global yang salah satunya diakibatkan kebangkrutan bank investasi raksasa legendaris AS, Lehman Brothers menimbulkan reaksi negatif dari berbagai pihak. Sektor property merupakan salah satu sektor yang paling terpuruk sejak krisis ekonomi. harga bahan baku yang akan di produksi mengalami kenaikan sehingga banya investor asing yang menunda dan sejumlah proyek di hentikan kontrak kerja samanya, harga saham menurun menunjukan penurunan terhadap nilai perusahaan, dengan demikian para investor tidak akan tertarik untuk menanamkan modalnya di perusahaan,karena harga saham yang rendah akan menghasilkan tngkat pengembalian yang rendah.
HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTI YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)”.
1.2Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah
Dilihat dari uraian latar belakang penelitian, diidentifikasikan permasalahan di sektor properti. Adalah sebagai berikut :
1. Tingkat profitabilitas pada sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang ber fluktuasi sehingga mempengaruhi harga saham yang akan di terima investor.
2. Investor mengharapkan harga saham yang tinggi dari suatu perusahaan karena dengan saham yang tinggi akan meningkatkan keuntungan para investor dalam penyertaan modalnya ke perusahaan.
3. Terjadi penurunan Harga Saham pada tahun 2008
1.2.2 Rumusan Masalah
Beberapa masalah yang akan dirumuskan dalam penelitian tentang Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham ini adalah:
7
2. Bagaimana perkembangan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2011.
3. Bagaimana perkembangan harga saham pada perusahaan sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2011.
4. Seberapa besar pengaruh Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share
(EPS) secara simultan dan parsial terhadap harga saham pada perusahaan sektor properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2011.
1.3Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dan mengungkapkan mengenai pegaruh Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) terhadap Harga saham pada perusahaan sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2011
1.3.2 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian tentang pengaruh Return On Equity (ROE) dan
Earning Per Share (EPS) terhadap Harga saham adalah:
2. Untuk mengetahui perkembangan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2011.
3. Untuk mengetahui perkembangan harga saham pada perusahaan sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2011. 4. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Return On Equity (ROE) dan
Earning Per Share (EPS) secara simultan dan parsial terhadap harga saham pada perusahaan sektor properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2011.
1.4Kegunaan Penelitian 1.4.1 Kegunaan praktis
1. Perusahaan
Dapat mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang bekaitan dengan perubahan harga saham, agar kondisi perusahaan dan kemakmuran investor dapat terjaga dengan baik
2. Peneliti berikutnya
9
1.4.2 Kegunaan akademis 1. Penulis
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis mengenai Return On Equity (ROE) Laba Per Lembar Saham (EPS), dan Harga Saham melalui penerapan ilmu dan teori yang diperoleh dibangku perkuliahan serta mengaplikasikannya kedalam teori penelitian ini serta untuk menambah wawasan, pengetahuan sekaligus merupakan kesempatan untuk mengetahui masalah yang sebenarnya dihadapi oleh perusahaan.
2. Perkembangan ilmu manajemen
Diharapkan dapat dijadikan sebagai pembanding antara ilmu-ilmu menajemen dengan keadaan yang terjadi dilapangan sehingga dengan adanya pembanding tersebut akan dapat memajukan ilmu manajemen yang sudah ada untuk diterapkan pada dunia secara nyata
1.5Lokasi dan waktu Penelitian 1.5.1 Lokasi penelitian
Untuk memperoleh data dan informasi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti penulis mengadakan Penelitian di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perusahaan Properti periode 2006-2011. Pengambilan data melalui laporan
1.5.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Waktu penelitian ini terhitung sejak bulan oktober 2012 sampai dengan bulan februari 2013.
Tabel 1.2
Waktu Kegiatan Penelitian
No. Jadwal Kegiatan
Bulan Oktober 2012 - februari 2013
Oktober November Desember Januari Februari Minggu Ke Minggu Ke Minggu Ke Minggu Ke Minggu Ke 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Pra Survei
a. Persiapan judul b. Persiapan teori c. Pengajuan judul
penelitian d. Menentukan
tempat penelitian
2. Usulan penelitian 3. Pengumpulan data 4. Pengolahan data
5. Penyusunan laporan
11 BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
2.1 Kajian Pustaka
2.1.1 Return On Equity (ROE)
2.1.1.1 Pengertian Return On Equity (ROE)
Menurut Brigham & Houston (2010: 149) berpendapat bahwa:
Pengertian Return On Equity adalah menjelaskan bahwa “pengembalian atas ekuitas biasa (ROE) merupakan rasio laba bersih terhadap ekuitas biasa yang mengukur tingkat pengembalian atas investasi pemegang saham biasa.”
Menurut Sawir (2003: 20) berpendapat bahwa:
”ROE merupakan analisis profitabilitas yang memperlihatkan sejauh mana perusahaan mengelola modal sendiri secara efektif, dan mengukur keuntungan dari investasi yang telah dilakukan pemilik modal atau pemegang saham”.
Menurut Lukman Syamsuddin (2004: 64):
“Return On Equity (ROE) merupakan suatu pengukuran dari penghasilan (income) yang tersedia bagi pemilik perusahaan (baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham prefern) atas modal yang mereka investasikan didalam perusahaan. Secara umum tentu saja semakin tinggi return atau penghasilan yang di peroleh semakin abik kedudukan pemilik perusahaan.”
Menurut Sutrisno (2009: 223):
Menurut Mandala Manurung dan Prathama Rahardja (2004:156):
“ROE adalah rasio yang menunjukan berapa persen laba bersih setelah pajak terhadap ekuitas (modal). Roe merupakan indikator penting bagi pemilik bank, karena menunjukan tingkat pengembalian modal atau investasi yang ditanamkan dalam industri perbankan.”
Dari pengertian-pengertian diatas maka dapat disimpulkan Return On Equity adalah rasio profitabilitas yang menunjukan suatu pengukuran dari penghasilan (Income) yang tersedia bagi para pemilik perusahaan (baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham preferen) atas modal yang mereka investasikan didalam perusahan. Rasio ini juga dapat menunjukan berapa persen laba setelah pajak terhadap ekuitas (modal).
2.1.1.2 Kekurangan Return On Equity (ROE)
Kegunaan return on equity dalam menggambarkan tingkat pengembalian atas modal yang ditanamkan investor memiliki sisi negatif lain, menurut Brigham & Houston (2010: 163) return on equity memiliki beberapa kekurangan dalam menentukan kinerja keuangan suatu perusahaan yaitu:
1. Return on equity tidak mempertimbangkan risiko;
13
pajak dan menyisakan laba operasi yang lebih besar bagi investor perusahaan. (2) Jika laba operasi sebagai persentase terhadap aset melebihi tingkat bunga atas utang seperti yang umumnya diharapkan, maka perusahaan dapat menggunakan utang untuk membeli aset, membayar bunga atas utang, dan mendapatkan sisanya bagi pemegang saham sehingga mendorong tingkat pengembalian atas ekuitas.
2. Return on equity tidak mempertimbangkan jumlah modal yang diinvestasikan; Tingkat ROE suatu perusahaan belum tentu memberikan nilai tambah yang besar pula terhadap investor, karena nilai pengembalian investasi tergantung pada besar modal yang diinvestasikan oleh para investor.
2.1.1.3Rumus Return On Equity (ROE)
(Brigham & Houston (2010: 149) 2.1.2 Earning Per Share (EPS)
2.1.2.1Pengertian Earning Per Share (EPS)
Menurut Eduardus Tandelilin (2010:365), juga mengungkapkan bahwa:
“Earnings Per Share (EPS ) adalah laba bersih yang siap dibagikan bagi pemegang saham dibagi dengan jumlah lembar saham perusahaan.”
Menurut Sutrisno (2009:223), mengemukakan bahwa:
sham merupakan ukuran kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan per lembar saham pemilik.
Menurut Dahlan Siamat (2004:279), mengemukakan bahwa:
“Earning Pr Share adalah rasio yang menunjukan laba baersih yang
berhasil diperoleh perusahaan untuk setiap unit selama suatu periode tertentu”.
Berasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa earning per share adalah rasio yang menunjukan seberapa besar keuntungan yang diperoleh investor atau pemegang saham untuk setiap per lembar saham yang beredar selama suatu periode tertentu. rasio ini di hitung dari pembagian laba bersih dengan jumlah saham yang beredar.
2.1.2.2Kegunaan Earning Per Share (EPS)
Earning per share merupakan alat untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi para pemilik perusahaan. EPS menunjukan tingkat keuntungan bersih untuk tiap lembar sahamnya yang mampu diraih perusahaan pada saat menjalankan operasinya. Laba perlembar saham biasanya merupakan indikator laba yang diperhatikan oleh para investor yang umumnya terhadap korelasi yang kuat antara pertumbuhan laba dan pertumbuhan harga saham.
Bagi para investor informasi EPS dapat menggambarkan prospek earning
15
digunakan untuk mengevaluasi kinerja operasi dan profitabilitas suatu perusahaan (Wild,2008:472).
2.1.2.3Rumus Earning Per Share (EPS)
Earning Per Share dapat ddi rumuskan sebagai berikut:
2.1.3 Harga Saham
2.1.3.1Pengertian Harga Saham
Menurut Sutrisno (2001:355) mengenai definisi harga saham adalah nilai saham yang terjadi akibat diperjualbelikan saham tersebut dipasar sekunder.
Menurut Widoatmojo (2005: 239) pengertian harga saham adalah harga di bursa yang ditentukan oleh kekuatan pasar, dalam artian tergantung kekuatan permintaan (penawar beli) dan penawaran (penawar jual).
Menurut Jogiyanto (2003: 201) harga saham dihitung dari harga saham penutupan (closing price) pada setiap akhir transaksi yang dikalkulasikan menjadi rata-rata harga bulanan hingga rata-rata harga tahunan. Harga saham per tahun dapat diperoleh dengan merata-ratakan harga saham penutupan per hari menjadi rata-rata harga per bulan. Nilai tersebut kemudian dirata-ratakan menjadi rata-rata harga per tahun.
2.1.3.2Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham
Menurut Mohamad Samsul (2006:210), mengemukakan bahwa “harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor, baik makro ekonomi maupun mikro ekonomi. Suatu faktor atau variabel memiliki pengaruh yang tidak sama terhadap jenis saham, yaitu dapat positif atau negatif. Harga saham juga dipengaruhi oleh siklus ekonomi yang sedang berlangsung”.
1. Faktor Makro
Faktor makro merupakan faktor yang berada di luar perusahaan, tetapi mempunyai pengaruh terhadap kenaikan atau penurunan kinerja perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Faktor makro terdiri dari makro ekonomi dan makro nonekonomi. Faktor ekonomi yang secara langsung dapat mempengaruhi kinerja saham maupun kinerja perusahaan antara lain :
a. Tingkat bunga umum domestik b. Tingkat inflasi
c. Peraturan perpajakan
d. Kebijakan khusus pemerintah yang terkait dengan perusahaan tertentu e. Kurs valuta asing
f. Tingkat bunga pinjaman luar negeri g. Kondisi perekonomian internasional h. Siklus ekonomi
17
Sedangkan faktor non-ekonomi dapat mempengaruhi kinerja perusahaan secara tidak langsung dan lebih sukar diprediksi. Contoh faktor makro non-ekonomi adalah peristiwa politik dalam negeri, peristiwa politik di luar negeri, peperangan, demonstrasi masa, kasus lingkungan hidup, dan perubahan perlakuan hukum. Faktor non-ekonomi lebih sulit dianalisis karena datanya bersifat kualitatif.
2. Faktor Mikro
Baik buruknya perusahaan tercermin dari rasio-rasio keuangan yang secara rutin diterbitkan oleh emiten. Pada umumnya, perusahaan yang sudah go public
diwajibkan oleh peraturan yang dilaporkan oleh Bapepam untuk menerbitkan laporan keuangan triwulan, tengah tahunan, dan tahunan baik yang sudah diaudit maupun yang belum diaudit. Faktor mikro ekonomi yang mempunyai pengaruh terhadap harga saham suatu perusahaan berada dalam perusahaan itu sendiri, yaitu variabelvariabel seperti :
a. Laba bersih per saham b. Laba usaha per saham c. Nilai buku per saham
2.1.3.3Analisis Harga Saham
Dalam penutupan harga saham, prakteknya mengacu pada beberapa pendekatan teori penilaian. Menurut Husnan (2005: 307), mengemukakan bahwa, Terdapat 2 (dua) model dan teknik analisis dalam penilaian harga saham yaitu analisis fundamental dan analisis tekhnikal.
1. Analisis Fundamental
“Analisis fundamental mencoba memperkirakan harga saham dimasa yang akan datang dengan mengestimate nilai factor – factor fundamental yang mempengaruhi harga saham dimsa yang akan datang dan menerapkan hubungan variable – variable tersebut sehingga diperoleh takdiran harga saham “.
Analisis fundamental bermula dari anggapan dasar bahwa setiap investor adalah makhluk rasional. Keputusan investasi saham sari seorang pemodal yang rasional didahului oleh suatu proses analisis terhadap variable yang secara fundamental diperkirakan akan memepngaruhi harga suatu efek. Terargumentasi dasarnya jelas bahwa nilai saham mewakili nilai perusahaan, tidak hanya nilai intrinsic pada suatu saat, tetapi juga dan bahkan lebih penting bagi harapan akan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan nilainya dekemudian hari.
Informasi – informasi fundamental diantaranya : a. Kemampuan manajemen perusahaan
b. Prospek perusahaan c. Prospek pemasaran d. Perkembangan teknologi
19
g. Hak – hak yang diterima investor
2. Analisis Tekhnikal
“Analisis teknikal mencoba memperkirakan harga saham (kondisi pasar) dengan mengamati perusabahan harga saham tersebut (kondisi pasar) diwaktu yang lalu. Pemikiran yang mendasari analisis tersebut adalah bahwa harga saham mencerminkan informasi yang relevan, bahwa analisis tersebut ditunjukkan oleh perubahan harga diwaktu yang lalu dan karenaya perubahan harga saham akan mempunyai pola tertentu dan pola tersebut akan berulang “.
Analisis teknikal menyatakan bahwa investor adalah makhluk yang rasional. Bursa pada dasarnya adalah cerminan mass behavior. Seorang individu yang bergabung ke dalam suatu masa, bukan hanya sekedar kehilangan rasionalitasnya, tapi sering juga melebur identitas pribadi ke dalam identitas kolektif. Harga saham sebagai penawaran yang merupakan manivestasi dari kondisi psikologis pemodal. Model ini pada intinya menggambrkan bahwa harga saham selalu berfluktuasi naik turun, namun naik dan turunnya harga saham tersebut ada batasnya yaitu batas ats dan batas bawah.
Data yang digunakan dalam analisis teknikal biasanya berupa grafik atau program computer. Dari grafik atau program computer dapat diketahui bagaimana kecenderungan pasar, sekuritas atau future komoditas yang akan dipilih dalam berinvestasi, teknik ini mengabaikan hal – hal yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan.
2.1.3.4Rumus Harga saham
2.1.4 Keter kaitan antar variabel
2.1.4.1. Hubungan Return On Equity dengan Harga Saham
Rasio return on equity menggambarkan tingkat pengembalian yang akan diterima investor atas investasi yang mereka tanamkan, sehingga para penanam modal dapat melihat besar return yang akan mereka dapatkan dari perusahaan. Menurut Brigham & Houston (2010: 133) jika ROE tinggi, maka harga saham juga cenderung akan tinggi dan tindakan yang meningkatkan ROE kemungkinan juga akan meningkatkan harga saham.
2.1.4.2. Hubungan Earning Per Share dengan Harga Saham
Salah satu penyebab Laba Per Lembar saham sangat terkenal adalah karena adanya anggapan bahwa Laba Per Lembar Saham mengandung informasi yang penting untuk melakukan prediksi mengenai besarnya dividend an tingkat harga saham di kemudian hari. Besarnya Earning Per Share yang di harapkan akan mempengaruhi tingkat kepercayaan investor terhadap investasi pada perusahaan tersebut, sehingga dapat dikatakan bahwa saham dipengaruhi oleh informasi laba yang dalam hal ini di wakili oleh laba per lembar saham sebagai cerminan kinerja perusahaan selama periode tertentu.
21
Menurut Lukman Syamsudin (2004:66-67) menyatakan bahwa :
“Pada umumnya manajemen perusahaan, pemegang saham biasa dan calon pemegang saham sangat tertarik dengan EPS.Karena hal ini menggambarkan jumlah rupiah yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa. Para calon pemegang saham tertarik dengan EPS yang besar, karena hal itu merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu perusahaan.EPS yang besar menandakan kemampuan perusahaan yang lebih besar dalam menghasilkan keuntungan bersih dari setiap lembar saham.Dengan harapan investor memperoleh tingkat return yang tinggi pula.”
Dari teori-teori yang dikemukakan diatas maka dapat dsimpulkan bahwa
earning per share (EPS) merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan per lembar saham bagi pemiliknya. Dengan menggunakan rasio EPS, investor dapat mengetahui besarnya pertumbuhan
earning yang telah dicapai perusahaan terhadap jumlah saham perusahaan. Semakin besar tingkat kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan per lembar saham maka perusahaan semakin baik kinerja perusahaannya.
Dengan semakin membaiknya kinerja perusahaan yang diakibatkan dari tingginya tingkat EPS hal itu dapat mempengaruhi perubahan hargasaham.
2.1.4.3. Hubungan Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) dengan Harga Saham
2.1.5 Jurnal dan Penelitian terdahulu
Dibawah ini Jurnal dan Penelitian Terdahulu yang menggambarkan persamaan dan perbedaan dengan penelitian sebelumnya untuk mempermudah penulis dalam membandingkan dengan penelitian yang akan diteliti, dapat dilihat sebagai berikut:
1. Riska (2002), dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh earning per share, price earning ratio, dan return on equity terhadap harga saham emiten industri properti di Bursa Efek Jakarta. Dalam penelitian ini variabel independen adalah earning per share, price earning ratio, dan
return on equity. variabel dependennya adalah harga saham. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa secara simultan dan parsial, tidak satupun variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol 2, No. 2, Juli tahun 2008, ISSN: 1978-3116
2. Puspasari (2006), Dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh current ratio, debt to equity ratio, net profit margin ratio, return on equity ratio, dan dividend payout ratio terhadap perubahan harga saham pada perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Surabaya (BES) untuk periode 2000-2004. Dalam penelitian ini variabel independen adalah
curren ratio, debt to equity ratio, net prifit margin ratio, retun on equity
23
independen tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham dan secara parsial, hanya variabel DER yang berpengaruh terhadap harga saham. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113), ISSN: 1978 – 3116
3. Sugeng Mulyono (2000), dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh
Earning Per Share (EPS) dan Tingkat Bunga terhadap Harga Saham pada perusahaan industri yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta. Dalam penelitian ini variabel independen adalah Earning Per Share (EPS) dan Tingkat Bunga. variabel dependennya adalah harga saham. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa EPS dan tingkat bunga adalah acuan dalam pengambilan keputusan. Tingkat bunga memiliki hubungan yang berlawanan terhadap harga saham. EPS memiliki pengaruh yang kuat terhadap harga saham. Ketika EPS meningkat, harga saham akan meningkat, dan sebaliknya.
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol 1 No.2, Desember, tahun 2000, ISSN 1411-5794
Jurnal penelitian dan pengembangan akuntansi. Vol: 1 no.1 januari 2007 5. Salima saleh (2009) dalam penelitian nya yang berjudul Pengaruh return on
asset, Return on equity, dan earning per share terhadap harga saham pada perusahaan industri pertambangan di bursaefek indonesia. Dalam penelitian nya variabel dependenya harga saham dan variabel independenya adalah
return on asset. Return on equity, dan earning per share. Hasil penelitiannya menyebutkan Secara silmultan variabel return on asset,return on equity dan earning per share mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham pada perusahaan Industri pertambangan di bursa efek di bursa efek indonesia. Selanjutnya pengujian secara parsial ROE tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan industri pertambangandi bursaefek indonesi.
Jurnal manajemen & kewirausahaan. Vol.1.No.1. januari 2009 (62-74) 6. Rd. Neneng Rina Andriani & Aryati kusumaastuti (2008). Dalam
penelitiannya yang berjudul pengaruh Earning Per Share(EPS) terhadap harga pasar saham. Dalam penelitian ini variabel independen adalah
Earning Per Share (EPS) dan variabel dependenya adalah harga pasar saham. Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa earning per share
mempunyai korelasi positif terhadap harga saham. Artinya,bila nilai EPS naik, maka akan berdampak pada naiknya harga pasar saham.
Jurnal Akuntansi FE Unsil. 3, NO.2,2008 ISSN: 1907-9958
25
saham pt.unilever indonesia Tbk.Variabel dependenya harga saham dan variabel independenya adalah Earning per share, Debet to equity ratio dan
Return on equity. Dalam penelitiannya menyebutkan bahwa secara simultan EPS,DER dan ROE, berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara parsial yang berpengaruh terhadap harga saham hanya
earning per share dan return on equity, sedangkan debet to equity ratio
tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT.Unilever Indonesia Tbk.
8. A.Seetharaman and John Rudolph Raj (2011) judul penelitiannya : An Empirical Study on the Impact of Eraning Per Share on Stock Prices Of a
Listed Bank in malaysia. variabel dependen nya harga saham dan variabel independennya Earning Per Share. Dalam penelitiannya menyebutkan bahwa ada hubungan positif EPS terhadap harga saham.
9. Atika Jauharia Hatta & Bambang Sugeng Dwiyanto (2012) judul penelitiannya: the company fundamental factors and systematic risk in increasing stock price. Variabel independennya variabel fundamental (EPS,PER,DER, Current Ratio,NPM, Devidend payout Ratio, ROA, variabel dependennya Harga Saham. Dalam penelitiannya menyebutkan bahwa EPS,PER dan Variabel HSM memiliki efek positif dan signifikan.
Journal of Economics,Busines, and Accountancy Ventura Volume 15,No.2,
2.1.5.1.Studi Empiris
Dari uraian mengenai penelitian terdahulu diatas penulis akan menggambarkan tabel studi empiris dalam penelitian ini untuk mempermudah memahami persamaan dan perbedaan dengan penelitian sebelumnya, dapat dilihat sebagai berikut
Tabel 2.1 Tabel Studi Empiris
No Peneliti variabel kesimpulan persamaan perbedaan
indonesia Tbk.
EPS merupakan variabel
yang dominan dengan
Profitabilitas merupakan salah satu cara dalam analisis rasio keuangan dimana profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Salah satu cara pengukuran profitabilitas adalah dengan menggunakan rasio return on equity dan earning per share.
Return on equity (ROE) merupakan rasio yang berperan penting bagi para pemegang saham (investor) untuk mengambil keputusan dalam menentukan penanaman investasinya, karena rasio ini menunjukkan tingkat keuntungan atas modal yang mereka investasikan.
29
diharapkan investor juga besar. Semakin besar nilai ROE maka perusahaan dianggap semakin menguntungkan oleh sebab itu investor kemungkinan akan mencari saham ini sehingga menyebabkan permintaan bertambah dan harga penawaran di pasar sekunder terdorong naik.
Menurut Brigham & Houston (2010: 149) berpendapat bahwa:
Pengertian Return On Equity adalah rasio laba bersih terhadap ekuitas biasa mengukur ingkat pengembalian atas investasi pemegang saham biasa. Dan ROE dapat dirumuskan sebagai berikut:
Laba Per Lembar Saham (EPS) merupakan informasi yang dianggap paling mendasar dan berguna karena bisa menggambarkan prospek earnings di masa mendatang. Laba Per Lembar Saham (EPS) suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan. Besarnya Laba Per Lembar Saham (EPS) suatu perusahaan bisa diketahui dari informasi laporan keuangannya. walaupun beberapa perusahaan tidak mencantumkan besarnya Laba Per Lembar Saham perusahaan bersangkutan dalam laporan keuangannya, tetapi besarnya Laba Per Lembar Saham (EPS) suatu perusahaan bisa kita hitung berdasarkan informasi laporan neraca dan laporan laba rugi perusahaan.
Harga saham mencerminkan indikator adanya keberhasilan dalam mengelola perusahaan. Jika harga saham suatu perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka investor atau calon investor menilai bahwa perusahaan berhasil mengelola usahanya. Kepercayaan investor atau calon investor sangat bermanfaat bagi emiten, karena semakin banyak orang yang percaya terhadap emiten maka keinginan untuk berinvestasi pada emiten semakin kuat. Semakin banyak permintaan terhadap saham suatu emiten maka dapat menaikkan harga saham tersebut. Jika harga saham yang sangat tinggi dapat dipertahankan maka kepercayaan investor atau calon investor terhadap emiten juga semakin tinggi dan hal ini menaikkan nilai emiten. Sebaliknya jika harga saham mengalami penurunan terus menerus berarti pula akan menurunkan nilai emiten dimata
investor atau calon investor.
Menurut (Jogiyanto 2003: 201)harga saham dihitung dari harga saham penutupan (closing price) pada setiap akhir transaksi yang dikalkulasikan menjadi rata-rata harga bulanan hingga rata-rata harga tahunan. Harga saham per tahun dapat diperoleh dengan merata-ratakan harga saham penutupan per hari menjadi rata-rata harga per bulan. Nilai tersebut kemudian dirata-ratakan menjadi rata-rata harga per tahun, Harga saham dihitung dengan rumus sebagai berikut:
31
mempengaruhi harga saham. Jika tingkat profitabilitas meningkat maka akan mengakibatkan harga saham meningkat dan. Sebaliknya, jika tingkat profitabilitas rendah, maka akan menurunkan tingkat profitabilitas meningkat.
Dari uraian diatas penulis akan menggambarkan bagan paradigma penelitian dalam penelitian ini untuk mempermudah pemahaman terhadap permasalahan pokok yang akan dianalisis sebagai berikut :
Gambar 2.1 Paradigma penelitian
Pengaruh Return On Equity dan Earning Per Share terhadap harga saham
2.3 Hipotesis
Menurut Sugiyono (2010:84) di katakan bahwa :
“ hipotesis adalh alternatif dugaan jawaban yang dibuat oleh peneliti bagi problematika yang digunakan dalam penelitian.”
- laba bersih setelah pajak - Jumlah saham beredar
Dugaan jawaban tersebut merupakan kebenaran yang signifikan sementara yang akan di uji kebenaranya dengan data yang di kumpulkan melalui penelitian.
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas maka penulis mengambil hipotesis sementara dalam memecahkan masalah tersebut, bahwa terdapat pengaruh positif baik secara simultan maupun parsial antara Return On Equity
33 BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian yang menjadi fokus penelitian penulis adalah sebagai berikut:
1. Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) sebagai variabel bebas (Independent Varable ).
2. HargaSaham sebagai variableterikat (Dependent Variable).
Penelitian dilakukan pada Perusahaan Sektor Properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006 sampai dengan tahun 2011.
3.2 Metode Penelitian
Pengertian metode penelitan menurut Sugiyono(2007:4) adalah Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memcahkan dan mengantisipasi masalah.
Adapun metode yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ini adalahmenggunakan metode penelitian deskriptif (kualitatif) dan penelitian verifikatif (kuantitatif)yang dijelaskan melalui pengumpulan data di lapangan.
mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya.
Dalam penelitian ini metode deskriptif digunakan untuk melihat perkembangan Return On Equity, laba per lembar saham, harga saham pada sektor propertiyang terdaftar di BEI.
Menurut Masyhuri (2008:45) metode verifikatif yaitu memeriksa benar tidaknya apabila dijelaskan untuk menguji suatu cara dengan atau tanpa perbaikan yang telah dilaksanakan ditempat lain dengan mengatasi masalah yang serupa dengan kehidupan.
Sedangkan Menurut Sugiyono (2007:13), menerangkan bahwa Metode Kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari objek yang akan diteliti
(preliminary study) untuk mendapatkan yang betul-betul masalah. Menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data atau mengukur status variabel yang diteliti, dapat digali fakta-fakta yang bersifat empiris dan terukur.Tujuan dari metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif adalah membuat suatu uraian secara sistematis mengenai fakta–fakta dan sifat–sifat dari objek yang diteliti kemudian menggabungkan antara variabel yang terlibat didalamnya.
35
menggambarkan secara sistematis dan faktual tentang fakta-fakta serta hubungan antar variabel yang diteliti dengan cara mengumpulkan data, mengolah, menganalisis, dan menginterpretasi data dalam pengujian hipotesis.
3.2.1 Desain Penelitian
Dalam melaksanakan suatu penelitian sangat perlu dilakukan perencanaan dan perancangan penelitian agar penelitian dapat dilakukan dapat berjalan dengan baik dan sistematis.
Menurut Moh. Nazir (2003:84) menyatakan bahwa :
“Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam
perencanaan dan pelaksanaan penelitian”.
Dari pemaparan diatas maka dapat dikatakan bahwa desain penelitian merupakan semua proses penelitian yang dilakukan untuk penulis dalam melaksanakan penelitian mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan penelitian yang dilakukan pada waktu tertentu.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mencari dan menetapkan fenomena yang terjadi pada perusahaan Sektor Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2006-2011. 2. Menetapkan judul dari fenomena yang terjadi pada perusahaan Sektor
Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2006-2011, 3. sehingga dapat diketahui apa yang akan diteliti kemudian menentukan
4. Menetapkan variabel penelitian yaitu Return On Equity, Earning Per Share, dan HargaSaham.
5. Menetapkan indikator yaitu Return On Equity, Earning Per Share, dan HargaSaham.
6. Melihat dan menganalisis data-data mengenai yaitu Return On Equity ,Earning Per Share, dan HargaSaham.
7. Melakukan pembahasan terhadap masalah melalui data dan info yang diperoleh. kemudian data tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda,korelasi pearson,koefisien determinasi dan Thitung.
8. Menyimpulkan penelitian, sehingga akan diperoleh penyelesaian dan jawaban atas identifikasi masalah dalam penelitian.
9. Menyusun laporan penelitian.
Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan :
X1 = Return On Equity
X2 =Earning Per Share
Y = Harga Saham
X1
Variabel independen
Y
Variabel dependen X2
37
3.2.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Orasionalisai variabel menurut Nur Indriantoro (2002:69) dalam Umi Narimawati adalah sebagai berikut:
“penentuan construct sehingga menjadi variabel yang dapat diukur.
Definisi Operasional manajemen cara tertentu dapat digunakan oleh peneliti dalam mengoperasionalisasikan bagi peneliti yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau pengembangan cara pengukuran construct yang lebih baik.”
Menurut Jonathan Sarwono (2006:67),mengemukakan bahwa: “Variabel harus didefinisikan secara operasional agar lebih mudah dicari hubungannya antara satu variabel dengan lainnya dan pengukurannya.”
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis, indikator, serta skala dari variabelvariabel yang terkait dalam penelitian, sehingga pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara benar.
Dalam penelitian ini, sesuai dengan judul yang diambil penulis yaitu “ Pengaruh Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) tehadap HargaSaham pada perusahaan Sektor Properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2006-2011“ maka variabel-variabel yang diteliti dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Variabel Bebas/Independent Variable(variabel X)
suatu gejala yang diobservasi dalam hal ini variabel bebas yang berkaitan dengan masalah yang diteliti adalah Return On Equity dan Earning Per Sahre
b. Variabel Terikat/Dependent Variable(variabel Y)
Menurut Sugiyono (2012:59) variabel terikat sebagai berikut: “Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas, dalam hal ini variabel yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti adalah Harga Saham.
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Konsep Variabel Indikator Skala
Return On Equity
(ROE) (X1)
Return On Equity adalah rasio laba bersih terhadap ekuitas biasa; mengukur tingkat pengembalian atas investasi pemegang saham biasa.
Brigham & Houston (2010: 149)
- Laba bersih - Ekuitas biasa
Brigham & Houston (2010: 149)
39 adalah laba bersih yang siap dibagikan bagi pemegang saham dibagi dengan harga saham penutupan (closing price) pada setiap akhir transaksi yang dikalkulasikan menjadi rata-rata harga bulanan hingga rata-rata harga tahunan. Harga saham per tahun dapat diperoleh dengan merata-ratakan harga saham penutupan per hari menjadi rata-rata harga per bulan. Nilai tersebut kemudian diratakan menjadi
rata-3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data 3.2.3.1 Sumber Data
Sumber data dalam penelitian dibagi dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut:
1) Data Primer
Menurut Sugiyono(2009:137) sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti baik dari pribadi (responden) maupun dari suatu instansi yang mengolah data untuk keperluan penelitian, seperti dengan cara melakukan wawancara secara langsung dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Data primer umumnya berupa data kualitatif dan digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya.Data primer diperoleh dengan mengadakan penelitian dan kuesioner.
2) Data Sekunder
41
Berdasarkan penjelasan di atas, maka sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.Data ICMD. Data yang digunakan selama 6 tahun dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2011 pada 12 perusahaan Properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
3.2.3.2Teknik Penentuan Data 1. Populasi Penelitian
Populasi merupakan sekumpulan objek yang ditentukan melalui kriteria-kriteria tertentu, antara lain yang dapat di kategorikan ke dalam objek adalah manusia (SDM), file-file atau dokumen-dokumen yang dipandang sebagai sasaran penelitian.
Menurut Sugiyono (2012:115), pengertian populasi yaitu :
2. Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan objek dalam melakukan penelitian dan pengujian data. Seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:116).
Sample adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Menurut iqbal Hasan (2003:45) mengemukakan bahwa:
“sempel adalah bagian dari sebuah populasi yang dianggap dapat
mewakili populasi tersebut.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat di simpulkan bahwa sampel adalah bagian dari populasi. Dari populasi tersebut, dipilih dengan menggunakan teknik sampling.
3. Teknik sampling
Penentuan jumlah sampel yang akan di olah dari jumlah populasi yang banyak maka harus dilakukan teknik pengambilan sampling yang tepat.
Pengertian teknik sampling menurut sugiyono (2012:116 yaitu:
“Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel.”
Untuk menentukan sampel yang akan di teliti terdapat berbagai teknik sampling yang dapat digunakan. Teknik yang akan digunkan oleh penulis sesuai dengan judul adalah nonprobability sampling.
43
memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi
untuk dipilih menjadi sampel.”
Jenis nonprobability sampling yang digunakan adalah sampling purposive. Pengertian purposive sampling menurut Sugiyono (2010:85)yaitu:
“Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan
tertentu.”
Sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah hasil data ICMD dari tahun 2006-2011. Dalam penelitian ini, untuk menentukan sampel adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan sektor property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
2. Perusahaan sektor property harus tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode penelitian tahun 2006-2011.
3. Aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia
4. Memiliki laporan keuangan lengkap selama lima tahun terakhir dari tahun 2006 sampai 2011.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 72 data Perusahaan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 sampai 2011.
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan penulis untuk melengkapi data yang dibutuhkan dalam penelitian. Teknik-teknik pengumpulan data sebagai berikut:
Yaitu mempelajari dukumen-dokumen yang ada di perusahaan yang berkenaan dengan masalah yang diteliti, seperti data harga saham penutupan pada perusahaan sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), data perkembangan Return On Equity dan earning per share (EPS)pada bursa efek Indonesia.
2. Observasi (observation)
Observasi ini dilakukan secara nonpartisipan yaitu penelitian yang dilakukan secara tidak langsung ke perusahaan tetapi melalui penelitian dari website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) untuk mendapatkan data tahunan perusahaan guna memperoleh data sekunder berupa harga saham penutupan perusahaan sektor properti yang terdaftar di BEI, perkembangan Return On Equity dan earning per share (EPS) dan yang dibutuhkan yang berhubungan dengan masalah penelitian.
3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis 3.2.5.1 Rancangan Analisis
1. Analisis Kualitatif (Deskriptif )
Menurut Sugiyono(2005:21)berpendapat bahwa Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang menggambarkan apa yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan fakta-fakta yang ada untuk selanjutnya diolah menjadi data.
45
ketiga yaitu bagaimana perkembangan tingkat Return On Equity, laba per lembar saham yaitu dengan cara membandingkan selisih perkembangan tahun dasar dengan tahun berikutnya di bandingkan dengan tahun berikutnya di bandingkan dengan perkembangan tahun dasar kemudian dikalikan 100%, lalu diuraikan ke dalam grafik.tabel atau diagram untuk perhitungan masing-masing besaran Return
On Equity, Earning Per Share, dan Harga saham. Rumusnya adalah :
Keterangan:
2. Analisis Kuantitatif (Verifikatif)
Menurut Sugiyono (2005:21) menjelaskan bahwa “Penelitian Verifikatif pada dasarnya untuk menguji teori dengan pengujian hipotesis.Pengujian hipotesis dilakukan dengan mengunakan perhitungan statistik yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel X terhadap variabel Y yang di teliti”. Penulis melakukan analisis pada data ICMD dan laporan keuangan pada perusahaan Propertiyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2011.metode kuantitatif ini digunakan untuk menjawab tujuan penelitian keempat, yaitu mengetahui pengaruh Retun On Equity, Earning Per Share,dan harga saham yang ada pada perusahaan Sektor Properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2011.
Analisis regresi berganda digunakan peneliti dengan maksud untuk menganalisis hubungan linear antara dua variabel independen atau lebih dengan satu variabel dependen.mengetahui hubungan variabel Return On Equity dan Earning Per Sahe terhadap hargasaham dan meramalkan nilai Y.
Persamaan yang menyatakan bentuk hubungan antar variabel independent
(X) dan variable dependent (Y) disebut dengan persamaan regresi.
Menurut Jonathan Sarwono (2006:79), pengertian regresi linear berganda adalah :
“Regresi linier berganda mengestimasi besarnya koefisien-koefisien
yang dihasilkan dari persamaan yang bersifat linier yang melibatkan dua variabel bebas untuk digunakan sebagai alat prediksi besarnya
nilaivariabel tergantung”.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dampak daripenggunaan analisis regresi, adalah untuk memutuskan apakah naik dan menurunnya variabel independen yaitu Return On Equity dan Earning Per Sahedapat dilakukan melalui menaikkan dan menurunkan variabel dependen (hargasaham).Bentuk persamaan dari regresi linier berganda ini yaitu :
Sumber:nazir (2006:463)
Dimana :
Y = Harga Saham
α = Konstanta intersepsi
β1 =Koefisien Regresi Variabel Return On Equity
β2 =Koefisien Regresi Variabel Earning Per Share
X1 = Return On Equity
47
Regresi linier berganda dengan dua variabel bebas X1 dan X2, metode
kuadrat kecil memberikan hasil bahwa koefisien-koefisien a, b1 dan b2 dapat
dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Sumber: Sugiyono (2010:262)
Jika b1 dan b2 positif, maka hal ini menunjukkan hubungan yang
searah antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan kata lain peningkatan atau penurunan besarnya variabel bebas akan diikuti oleh peningkatan atau penurunan besarnya variabel terikat. Sedangkan jika nilai b1
dan b2 negatif berarti menunjukkan hubungan yang berlawanan antara
variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan kata lain setiap peningkatan besarnya nilai variabel bebas akan diikuti oleh penurunan besarnya nilai variabel terikat, dan sebaliknya.
B. Uji Asumsi Klasik
Pengujian mengenai ada tidaknya pelanggaran asumsi-asumsi klasik yang merupakan dasar dalam model regresi linier berganda.Hal ini dilakukan sebelum dilakukan pengujian terhadap hipotesis. Pengujian asumsi klasik meliputi :
1. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi mempunyai distribusi normal ataukah tidak.Asumsi normalitas merupakan persyaratan yang sangat penting pada pengujian
Σy = na+ b1ΣX1 + b2ΣX2
ΣX1Y = aΣX1 + b1ΣX12 +b2ΣX1X2
kebermaknaan (signifikansi) koefisien regresi.Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara statistik. Dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significance), yaitu:
Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal. Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi secara normal.
Pengujian secara visual dapat juga dilakukan dengan metode gambar normalProbability Plots dalam program SPSS. Dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut :
Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresitidak memenuhi asumsi normalitas.
49
2. Uji Multikoliniearitas
Multikolinieritas merupakan suatu situasi dimana beberapa atau semua variabel bebas berkorelasi kuat. Jika terdapat korelasi yang kuat di antara sesama variabel independen maka konsekuensinya adalah:
1. Koefisien-koefisien regresi menjadi tidak dapat ditaksir.
2. Nilai standar error setiap koefisien regresi menjadi tidak terhingga. Dengan demikian berarti semakin besar korelasi diantara sesama variabel independen, maka tingkat kesalahan dari koefisien regresi semakin besar yang mengakibatkan standar errornya semakin besar pula.Cara yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya multikoliniearitas adalah dengan menggunakan Variance Inflation Factors (VIF). Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
Sumber : Gujarati (2005: 362)
Keterangan :
VIF = Variance Inflation Factor
r2ij = besarnya korelasi antar variabel i dan variable 3. Uji Heteroskedastisitas