• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kue anti flu burung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kue anti flu burung"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Judul Populer: Kue anti flu burung

Judul Inggris : Cookies Anti Avian Influenza

Judul Riset: Kue Berbahan Dasar Kuning Telur Mengandung IgY anti Avian Influenza H5N1 Sebagai Pangan Berkhasiat anti Flu Burung

Deskripsi Singkat

Dari data kasus dan kematian pada manusia, jelas bahwa penyakit AI pada manusia bersifat probabalistik, sehingga pendekatan imunisasi pasif ini sangat menjanjikan karena hingga saat ini pengebalan secara aktif belum mungkin dilakukan karena vaksin AI untuk manusia belum tersedia. Pada invensi ini diproduksi IgY anti AI H5N1 dari ayam petelur. Selanjutnya dari kuning telur yang mengandung IgY anti H5N1 ini diformulasikan menjadi bahan pangan yang berkhasiat anti flu burung atau anti AI H5N1.

From the data of cases and deaths in humans, it is clear that the disease is probabalistik AI in humans, so the passive immunization approach is very promising due to the current active immunization has not been possible because of AI vaccines for humans are not yet available. In the present invention produced IgY anti-AI H5N1 of laying hens. Furthermore, from egg yolk IgY containing anti-H5N1 is formulated into a nutritious food that anti-anti-bird flu or H5N1 AI.

Keunggulan

Kue ini telah teruji dan aman, berpeluang sebagai industri biologik, tidak menimbulkan resistensi serta bahan bakunya mudah didapat dan murah

Inovator: Retno D. Soejoedono, IWT Wibawan, Sri Murtini, Okti N. Poetri

(2)
[image:2.595.74.360.313.608.2]

Retno Damajanti Soejoedono, lahir di Magelang pada tanggal 7 Mei 1952. Dosen aktif di Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Penulis buku ajar dengan judul Pemahaman IMUNOLOGI PRAKTIS Bahasan Khusus Imunoglobulin - Y ( sebagai penulis pertama ) dan Intisari Imunologi Medis ( sebagai penulis kedua) ini menempuh pendidikan S1 Dokter Hewan dan S2 serta S3 di bidang Sains Veteriner . Beliau aktif dalam penelitian penyakit infeksius pada unggas dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian tentang ANTIGEN AI H5NI STANDAR SEBAGAI RUJUKAN UNTUK MONITORING TITER ANTI BODY HASIL VAKSINASI AI DI INDUSTRI PETERNAKAN AYAM, menjadi salah satu inovator dalam 103 dan KUE BERBAHAN DASAR KUNING TELUR MENGANDUNG IgY ANTI AVIAN INFLUENZA H5N1 SEBAGAI PANGAN BERKHASIAT ANTI FLU BURUNG menjadi salah satu inovator dalam dalam 106 inovasi Indonesia versi Business innovation center (BIC) pada tahun 2011 dan 2014. Beberapa penelitian lakukan didanai oleh hibah penelitian DIKTI dan Hibah Kompetensi saat ini fokus pada penelitian penyakit infeksius pada hewan.

Gambar

Gambar

Referensi

Dokumen terkait

Isolasi dan identifikasi virus Avian Influenza (AI) subtipe H5N1 dari unggas air (itik lokal, itik Pitalah, itik Bayang) pada peternakan skala rumah tangga ( backyard farming system

Produksi antibodi poliklonal dalam serum kuda, serum ayam petelur, kuning telur dan pada serum marmot telah dapat dilakukan dengan menyuntikkan antigen virus H5N1 dan H5N2 yang

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi deteksi keberadaan antibodi anti diare ( Escherichia coli dan Salmonella Enteritidis) dan anti flu burung (H5N1) pada kuning telur ayam

Pada minggu ke-3 pascavaksinasi kedua vaksin yang digunakan mampu merangsang terbentuknya titer antibodi ayam petelur yang protektif terhadap penyakit AI pada peternakan

Rataan titer antibodi ayam pedaging pada minggu ke 2 pascavaksinasi dan penambahan tepung temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) dalam pakan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,

Sedangkan pada manusia kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang) yaitu mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis kerja, hindari kontak langsung dengan

Apabila mengikuti standar yang dikeluarkan oleh OIE yang menyatakan titer protektif sebesar 2 4 maka syarat pedoman pengujian vaksin AI inaktif yang dikeluarkan oleh

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (i) virus AI masih endemik pada peternakan ayam komersial serta menyebabkan kerugian ekonomi, (ii) kerjasama penelitian