• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Sapaan Dalam Bahasa Karo : Analisis Sosiolinguistik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Kata Sapaan Dalam Bahasa Karo : Analisis Sosiolinguistik"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

KATA SAPAN DALAM BAHASA KARO :

ANALISIS SOSIOLINGUISTIK

TESIS

OLEH

LUSIANNA MELIALA

002109013 / LNG

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2002

Lusianna Meliala : Kata Sapaan Dalam Bahasa Karo : Analisis Sosiolinguistik, 2002

(2)

Lusianna Meliala : Kata Sapaan Dalam Bahasa Karo : Analisis Sosiolinguistik, 2002

USU Repository © 2007

ABSTRAK

Tesis ini membicarakan kata sapaan dalam bahasa Karo. Masalah penelitian mencakup dua hal, yakni apakah kata sapaan dalam bahasa Karo dan bagaimanakah kata sapaan itu digunakan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsi kata sapaan bahasa Karo dan penggunaan kata sapaan. Kajian ini merupakan kajian sosiolinguistik yang secara spesifik merujuk teori Ervin Tripp (1976). Kajian dilakukan dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di Kabanjahe, Ketaren dan Nangbelawan yang dikenal sebagai bahasa Karo dialek Urung Julu dalam ranah adat perkawinan, pesta adat memasuki rumah baru, dan acara kematian. Teknik pengumpulan data mencakup teknik bebas libat cakap dan libat cakap. Temuan penelitian adalah bahasa Karo dialek Urung Julu menggunakan 25 kata sapaan, diantaranya kam, engko, bapa, nandai, bulang, nini,

mama, mami, bibi, bengkila, permain, kaila, berai-berai, impal, turang, turangku, turangnguda, agi, we, amai/buted, silih, kaka, aida, nak, dan senina. Pemakaian kata sapaan

tersebut terikat kepada konteks sosial dan situasi yang mencakup berbagai unsur, seperti umur,

status dalam adat, status sosial, status urutan kelahiran, dikenal atau tidak dikenal, situasi, jenis kelamin, dan keakraban. Ke salah an pemakaian kata sapaan

(3)

Lusianna Meliala : Kata Sapaan Dalam Bahasa Karo : Analisis Sosiolinguistik, 2002

USU Repository © 2007

ABSTRACT

This thesis deals with references and terms of endearments in Karonese. The problems investigated are what are references and terms of endearments in Karonese and how they are used by the speakers of Karonese. The objectives of the study are to describe the references and terms of endearments and their uses in the social contexts of Karonese. This is a descriptive one. The study was conducted in three areas of Kabanjahe, Ketaren, and Nangbelawan in which Karonese of Urung Julu dialect is used. The domains of language use are marriage ceremonies, occupying new dwellings and condolence. The techniques used to collect the date are free conversation-involved and conversation-involved techniques. The findings indicate that the Karonese of Urung Julu dialect employs 23 references and terms of endearment : kam, engko, bapa, nandai, bulang, nini, mama, mami, bibi, bengkila,

permain, kaila, beraiberai, impal, turang, turangku, turangnguda, agi, we, amai/huted, silih, kaka, aida, nak, dan senina. Their uses are contextually based which is specifically determined by

parameters of age, status in ritual ceremony, social status, status in order of birth, familiar

or unfamiliar, situations, sex, and familiarity. Misuse of references and terms of endearments in

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran bahasa Karo dalam keluarga yang mengalami perkawinan campuran, (2)

INTERFERENSI CAKAP KARO DALAM PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA LISAN SISWA KELAS.. XI IPS SMA KATOLIK 2 KABANJAHE TAHUN

Berikut ini merupakan akibat hukum dari perkawinan yang dilakukan secara adat Karo yang tidak dicatat di Desa Juhar Kabupaten Karo ditinjau dari Undang-Undang No.1 Tahun

ANALISIS MUSIK VOKAL PADA PERTUNJUKAN MAENA DALAM PESTA ADAT FALÖWA (PERKAWINAN) MASYARAKAT NIAS DI KOTA

Peranan Tari Simalungen Rayat Dalam Upacara Adat Pada Masyarakat Karo di Desa Rumah Berastagi Kecamatan Berastagi Kabuapaten Karo.. Dinamika orang

Dari uraian tersebut maka penulis mencoba meneliti tentang permasalahan "Bagaimana Pelestarian Adat Dalam Upacara Upacara Perkawinan Masyarakat Batak Karo Sebagai

pelestarian tradisi jambar uang dalam pesta perkawinan adat suku lembak di desa kem- bang seri kecamatan Talang empat kabupaten bengkulu Tengah Seperti yang dijelaskan oleh bapak

Analisis semiotik makna dalam kain uis beka buluh pakaian adat suku Batak