• Tidak ada hasil yang ditemukan

A I PENGANTAR STUDI ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "A I PENGANTAR STUDI ISLAM"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR STUDI ISLAM

MATA KULIAH

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

(2)

DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah ini diberikan dalam rangka untuk membentuk

kepribadian seorang muslim yang

kaffah

yang

mempunyai bekal

iptek

dan

imtaq

yang seimbang

sehingga menjadi tenaga-tenaga yang profesional. Mata

Kuliah Pendidikan Agama Islam bertujuan memberikan

wawasan dan pemahaman terhadap mahasiswa yang

beragama Islam. Penekanan diberikan pada dasar yuridis

dan tujuan PAI, kondisi umat Islam kontemporer, konsep

ketuhanan dan alam semesta, sumber hukum Islam,

(3)

METODE PEMBELAJARAN

Perkuliahan ini terdiri dari 18 kali pertemuan, 16 kali

pertemuan perkulihan dan 2 kali pertemuan ujian. Selain

diberikan wawasan dan pemahaman konsep-konsep dasar

PAI, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk diskusi

(tanya jawab) dan presentasi. Semua mahasiswa

diharapkan dapat hadir dalam perkuliahan dan

berpartisipasi aktif dalam setiap kali pertemuan. Oleh

karena itu, mahasiswa dianjurkan sudah membaca

materi-materi yang akan dibahas terlebih dahulu.

Adapun Metode pembelajaran yang digunakan antara lain :

Ceramah.

Penelitian.

(4)

Sistem Penilaian

Kehadiran mentoring

: 20 %

Keaktifan di kelas

: 10 %

Tugas ( makalah dan presentasi )

: 20%

U T S

: 25%

(5)

TINGKATAN ILMU DAN

KEDUDUKANNYA

SECARA GARIS BESAR DI BAGI MENJADI DUA BAGIAN : ILMU

AKHIRAT DAN ILMU DUNIA

ILMU AKHIRAT ADALAH ILMU YANG MENGAJARKAN TATA CARA KITA

UNTUK MENGESAKAN ALLAH DAN BERIBADAH KEPADANYA SERTA MELAKSANAKAN AJARAN RASULULLAH SAW. CONTOH ILMU AQIDAH DAN SYARIAH ISLAM, HUKUM MEMPELAJARINYA FARDU ‘AIN DALAM HAL YANG WAJIB DIKETAHUI DALAM KEISLAMAN SESEORANG.

UNTUK JENJANG SELEBIHNYA FARDU KIFAYAH

ILMU DUNYAWIYAH ADALAH ILMU YANG BERURUSAN DENGAN

PERKARA DUNIA SEORANG HAMBA . CONTOH ILMU KEDOKTERAN, PERTANIAN, TEKNOLOGI DLL. HUKUM MEMPELAJARINYA ADALAH FARDU KIFAYAH

CATATAN, SEMUA ILMU YANG KITA PELAJARI AKAN BERNILAI IBADAH

(6)

6 FAKTOR UNTUK MENDAPATKAN ILMU

ملعلا ليصحتل بابسأ ةتس

:

هللا همحر يعفاشلا لاق

...

نايبب اهنونكم نع كيبنأس

ةتسب لإ ملعلا لانت نل ؛يخأ

...

نامز لوطو ذاتسأ داشرإو

ةغلبو داهتجاو صرحو ءاكذ

Ada 6 perkara yang menjadi sebab untuk menghasilkan

sebuah ilmu menurut Imam Syafi’i.

1.

Kecerdasan.

2.

Semangat yang kuat dalam mendapatkan ilmu.

3.

Perjuangan.

4.

Biaya.

5.

Petunjuk Seorang Guru.

(7)

ADAB PARA PENUNTUT

ILMU

ADAB PARA PENUNTUT ILMU TERHADAP PARA

ULAMA ( GURU )

ADAB PARA PENUNTUT ILMU TERHADAP

DIRINYA SENDIRI

ADAB PARA PENUNTUT ILMU TERHADAP ILMU

(8)

SIAPAKAH ALIM ULAMA ITU?

SIAPAKAH GURU ITU ? SIAPA

MURABBI ITU ?

ALIM ADALAH ORANG YANG MEMPUNYAI

PENGETAHUAN MENDALAM DALAM SEBUAH

DISIPLIN ILMU TERTENTU,

ULAMA ADALAH SEORANG ALIM YANG

MEMPUNYAI SIFAT TAKUT KEPADA ALLAH

GURU ADALAH SEORANG YANG MENGAJARKAN

KITA SEBUAH PENGETAHUAN

MURABBI ADALAH GURU YANG MEMBIMBING KITA

(9)

ADAB PARA PENUNTUT ILMU TERHADAP PARA ULAMA ( GURU )

BAGI MEREKA YANG TELAH MENINGGAL

DUNIA

1.

MENGENANG KEBAIKAN-KEBAIKANNYA

2.

MEMBERI GELAR MEREKA DENGAN JULUKAN

YANG BAIK

3.

TETAP MENTAULADANINYA

(10)

KEUTAMAAN ORANG YANG ‘ALIM

:ةلداجملا] ((تت اجج رجدج مجللععللا اوتتوأت نجيذعللاوج ملكتنلمع اونتمجآ نجيذعللا هتلللا ععفجرليج)) 11

[

ALLAH MENGANGKAT DERAJAT ORANG – ORANG YANG BER ILMU.

Referensi

Dokumen terkait

Mereka para ulama wajib di perlakukan sesuai dengan haknya. Akhlak serta adab yang baik merupakan kewajiban yang tak boleh dilupakan bagi seorang murid. Jika seorang murid

suatu faham yang berbeda dengan mereka. Menurut seorang informan lain, pada tahun l 9SO'an, para ulama tradisional. D) menganggap bahwa para pembaharu (J\1uhammadiyah ),

Dalam menetapkan status bagi mafqud (apakah ia masih hidup atau meninggal dunia), para ulama fikih cenderung memandangnya dari segi positif, yaitu dengan menganggap orang yang

Kata sebahagian ulama’ salaf rahimahumullah: ‘Berdebatlah dengan golongan Qadariah (orang yang menafikan qadar) dengan ilmu. Sekiranya mereka mengingkarinya, maka

Oleh sebab itu, penting kiranya bagi penuntut ilmu untuk dapat menyeimbangkan keilmuwan dan adab terhadap pendidik maupun teman sejawat, demi menciptakan generasi

bagi para Pelacur yang mana mereka telah berbuat zina maka pelakunya dihukum dengan hukuman rajam (dilempari batu sampai meninggal dengan disaksikan banyak orang),

yaitu orang yang menanamkan nilai atau adab kepada peserta didik; (2) Kedudukan guru PAI dalam pandangan Hasan Langgulung adalah sejajar dengan ulama atau satu tingkat di bawah

ULAMA DAN SUMBANGAN MEREKA Bagi mengembangkan lagi bidang berkaitan pertanian dan ilmu berkaitan dengan tumbuh- tumbuhan, ulama-ulama yang datang terkemudian turut menjalankan kajian