• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pert V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pert V"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL PENGEMBANGAN DAN

ORGANISASI KURIKULUM

HIM

PU

NAN

MAHSISWA JU RU SA N PE N DID

IKAN LUAR BIA

SA Pendidikan Luar Biasa

(2)

MODEL PENGEMBANGAN DAN

ORGANISASI KURIKULUM

Model Pengembangan

Kurikulum

Organisasi

Kurikulum

Mendesain

Menerapkan

Mengevaluasi

Ruang Lingkup

Urutan Bahan

Kontinuitas

Keseimbangan

(3)

Model Pengembangan Kurikulum

Model

Pengembangan

Kurikulum

Model Tyler

Model Beauchamp

Model Taba

Model Seller

Administratif

(4)

Ralph Tyler

Siller Miller

Mendesain

Menerapkan

Evaluasi Tujuan

Proses Pembelajaran

Organisasi Pengalaman

Evaluasi

Klarifikasi Kurikulum

Menetapkan Tujuan

Identifikasi

(5)

Model Taba

Mengadakan unit eksperimen

Menguji unit eksperimen

(6)

Model Administratif

Tim Pelaksana

Ide awal pengembangan Tim Pengarah

Tim pengembang kurikulum

(7)

Model Grass Roots

Guru-guru

Pemerintah

(8)

Model Demonstrasi

Kurikulum

Pihak KONTRA Eksperimen

Mengembangkan

Menerapkan

(9)

Organisasi Kurikulum

Subject Curriculum

Integrated Curriculum

Separated Curriculum

Correlated Curriculum

Broadfield Curriculum

Core Curriculum

Social Function

(10)

Mata Pelajaran Terpisah

(Separated Subject Curriculum)

Kelebihan

- Sistematis, logis, sederhana,

mudah dipelajari

- Pewarisan nilai dan budaya

- Mudah diubah, dikembangkan

dan dipola

Kekurangan

-Mata pelajaran tidak berhubungan

-Tidak bersifat aktual

-Tidak berdasar pada kebutuhan masyarakat

(11)

Mata Pelajaran Terhubung

(Correlated Curriculum)

Materi pelajaran terhubung walau hanya sebatas mata pelajaran tertentu

Kurang sistematis dan kurang mendalam

Memberikan wawasan yang lebih luas dalam satu bidang studi

Bahan pelajaran terlampau abstrak , karena prinsip

penggabungan belum dipahami

Menambah minat siswa untuk mempelajari mata pelajaran yang terkolerasi

(12)

Fusi Mata Pelajaran

(Broadfields Curriculum)

Mata pelajaran akan semakin dirasakan kegunaannya, sehingga memungkinkan penggadaan mata pelajaran yang kaya akan

pengertian dan mementingkan prinsip dasar generalisasi

(13)

Integrated Curriculum

Core Curriculum

Social Function

Activity Curriculum

Kelebihan :

-Pemecahan masalah secara

komprehensif,

-Memperhatikan bakat, minat

-potensi

-Praktek demokrasi

Kekurangan:

-memerlukan kesiapan guru

-tidak disusun secara logis

-tidak bersifat sederhana

-perbedaan kemampuan yang

dicapai

(14)

Kurikulum Inti

(Core Curriculum)

Direncanakan secara berkelanjutan dan terus menerus

Merupakan rangkaian yang saling berkaitan

Mengambil atas dasar problema yang aktual

Mengangkat subtansi yg bersifat pribadi maupun sosial

(15)

Social Function

Persistent Situation

Analisis kegiatan Manusia dlm

masyarakat

Perkembangan individu manusia:

Kesehatan, Intelektual, Moral, keindahan

Perkembangan partisipasi sosial: Hub. Antar pribadi dan kelompok

(16)

Experience Curriculum

Activity Curriculum

Pendidikan

Keterampilan Akademik

Intelektual

Siswa berpartisipasi penuh

Mengoptimalkan Kemampuan siswa

(17)

Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan Kurikulum SekolahInklusi

Model Taba

Mengadakan unit eksperimen

Menguji unit eksperimen

Mengadakan revisi

Pengembangan kurikulum

Implementasi

(18)
(19)

Thank’s for your attention

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

2) Kompetensi profesional tercermin dari tingkat penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di

Kalau untuk mata pelajaran tertentu kita hanya disuruh baca LKS terus menjawab soal-soal dan bertanya jika ada yang kurang dimengerti tapi siapa mi yang mau

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran pada tahap pra siklus bahwa penyajian materi kurang variatif hanya berpusat pada guru (teacher

materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; (4) kompetensi dasar dapat di kembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi

Tugas seorang pengajar tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran kepada para anak didik saja,akan tetapi bagaimana metode pengajaran dalam pendidikan islam.Agar

2) Kompetensi profesional tercermin dari tingkat penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran

Selanjutnya, siswa mungkin hanya menerima materi pelajaran sebatas yang diberikan oleh guru, dan dalam beberapa kasus siswa cenderung bersikap pasif dan melambat dalam memahami materi

Kompetensi guru professional Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di