• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pertambangan Batubara Di Bursa Efek Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pertambangan Batubara Di Bursa Efek Indonesia"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP KINERJA KEUANGAN

PERUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA DI BURSA EFEK INDONESIA

OLEH

SUCI RAHMADHANI 120521008

PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN EKSTENSI DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

ABSTRAK

Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Debt To Equity Ratio Terhadap Kinerja Keuangan

Perusahaan Pertambangan Batubara Di Bursa Efek Indonesia

Kinerja keuangan perusahaan merupakan faktor penting untuk menilai keseluruhan kinerja perusahaan itu sendiri. Tingkat profitabilitas digunakan sebagai dasar untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Indikator daya tarik bisnis dapat diukur dari profitabilitas usaha, yaitu Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik dapat mendorong para investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Seperti halnya likuiditas yang merupakan rasio keuangan yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya yang diukur berdasarkan Debt to Equity Ratio. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan juga berkaitan dengan berlangsungnya kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. CSR merupakan suatu komitmen perusahaan berupa tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Perusahaan harus meningkatkan kepatuhan perusahaan dengan hukum dan mengembangkan kebijakannya dalam rangka pelaksanaan aktivitas CSR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara

Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio terhadap kinerja keuangan perusahaan pada perusahaan pertambangan batubara di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda dengan tiga kali pengujian dikarenakan kinerja perusahaan di wakili oleh tiga rasio profitabilitas yaitu ROA, ROE dan NPM. Metode penentuan sampel yang digunakan dengan menggunakan beberapa karakteristik sehingga diperoleh sampel sebanyak 16 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan menganalisis data berupa laporan tahunan. Untuk membuktikan hipotesis maka dilakukan pengujian regresi linier berganda yang diawali uji asumsi klasik. Secara parsial bahwa Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap Return on Asset, Return on Equity,

dan Net profit Margin, sedangkan Debt to Equity Ratio berpengaruh positif terhadap Return on Equity dan memberikan pengaruh negatif terhadap Return on Asset dan Net Profit Margin.

(3)

ABSTRACT

The Influence of Corporate Social Responsibility and Debt to Equity Ratio in Financial Performance

on Coal Mining Companies in Indonesia Stock Exchange

The company’s financial performance is a important factor to assess the over all performance ot the company’s itself. The level of profitability was used as the basis to measure the financial performance of the company. An indicator ot the attractiveness of a business can be measured from the profitability of business, namely, Return on Asset, Return on Equity, and Net Profit Margin. Companies that have good financial performance could encourage investors to invest in the company. As of Liquidity is a financial ratio that measures the level of ability of the company in paying off short-term liabilities are measured based on the Debt to Equity Ratio. In addition, the company’s financial performace is also related to Corporate Social Responsibility activities the company’s. Corporate Social Responsibility is a commitment of the company in the form of social responsibility toward in the environment in which companies. Companies should increase the company's compliance with laws and develop policies for the implementation of CSR activities. This aims of the study is to know the influence of Corporate Social Responsibility and Debt to Equity Ratio of the companies financial performance on coal mining company on the Indonesia Stock Exchange in 2011-2013. The technique of analyzing data are used in this study is the method of multiple linear regression with three times the performance because the testing company was represented by three profitability ratios of ROA, ROE and NPM. The method of sample determination are used by using some of the characteristics and obtained a sample of 16 companies. The data used are secondary data to analyze the data in the form of annual reports. To prove the hypothesis of the multiple linear regression testing the assumptions of classical test begins. Partial test showed that the Corporate Social Responsibility give a positive influence in Return on Asset, Return on Equity, and Net Profit Margin, however the Debt to Equity Ratio, give a positive influence in Return on Equity and than give a negative influence for the Return on Asset and Net Profit Margin.

(4)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Departemen Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Penulis ingin menucapkan terima kasih terutama kepada orangtua tercinta yaitu Ayahanda H. Supriady dan Ibunda Hj. Masdiana Siregar yang senantiasa mendoakan dan mendukung, mencukupi segala kebutuhan dana dan material, nasehat-nasehat yang berharga, serta kasih sayang yang selalu menyertai perjalanan hidup penulis. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pertambangan Batubara Di Bursa Efek Indonesia”. Penulis telah banyak menerima bimbingan, saran, motivasi, dan doa dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec, Ac, Ak, CA., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, S.E, ME., selaku Ketua Departemen S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dra. Marhayanie, M.Si., selaku Sekretaris Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

(5)

5. Bapak Drs. Syahyunan, M.Si., selaku Dosen Pembimbing atas ketulusan hati dan kesabarannya dalam membimbing, mendukung dan mengarahkan penulis. 6. Ibu Bebi Kendida Hasibuan,SE , M.Si., selaku Dosen Pembanding yang telah

memberikan saran dalam penulisan maupun perbaikan skripsi ini.

7. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara untuk segala jasa-jasanya selama masa perkuliahan.

8. Kepada saudara-saudara penulis: Harry Ferdiansyah, SH. (Abang) dan Hera Ferlianda, SE. (Kakak) yang penulis cintai dan yang selalu mendoakan dan memberi dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini.

9. Kepada Sertu Muhammad Fachrurozi Siswanto, SH. yang selalu memberikan semangat, motivasi, dan selalu setia menemani sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

10.Kepada sahabat dan teman-teman penulis: Anggun, Supyanti, Friska, Hesty, Kak Ai, Kak Mitha, Kak Novita Barunea, Kak Dahlia Sumah, Bang Krismanto dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan peneliti lainnya.

Medan, April 2015 Penulis,

(6)
(7)
(8)

1. Uji Normalitas ... 74

1. Uji Hipotesis Secara Serempak (Uji F) pada Regresi yang Pertama ... 81

2. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t) pada Regresi yang Kedua ... 82

1. Uji Hipotesis Secara Serempak (Uji F) pada regresi yang Ketiga ... 91

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.7 Hasil Uji Kolmogorov Smirnov Setelah Transformasi Data ... 65

(10)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual ... 30

Gambar 4.1 Grafik Histogram ... 66

Gambar 4.2 Grafik Normal Plot ... 67

Gambar 4.3 Uji Heteroskedastisitas ... 68

Gambar 4.4 Grafik Histogram ... 76

Gambar 4.5 Grafik Normal Plot ... 77

Gambar 4.6 Uji Heteroskedastisitas ... 78

Gambar 4.7 Grafik Histogram ... 86

Gambar 4.8 Grafik Normal Plot ... 87

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

(12)

ABSTRAK

Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Debt To Equity Ratio Terhadap Kinerja Keuangan

Perusahaan Pertambangan Batubara Di Bursa Efek Indonesia

Kinerja keuangan perusahaan merupakan faktor penting untuk menilai keseluruhan kinerja perusahaan itu sendiri. Tingkat profitabilitas digunakan sebagai dasar untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Indikator daya tarik bisnis dapat diukur dari profitabilitas usaha, yaitu Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik dapat mendorong para investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Seperti halnya likuiditas yang merupakan rasio keuangan yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya yang diukur berdasarkan Debt to Equity Ratio. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan juga berkaitan dengan berlangsungnya kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. CSR merupakan suatu komitmen perusahaan berupa tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Perusahaan harus meningkatkan kepatuhan perusahaan dengan hukum dan mengembangkan kebijakannya dalam rangka pelaksanaan aktivitas CSR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara

Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio terhadap kinerja keuangan perusahaan pada perusahaan pertambangan batubara di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda dengan tiga kali pengujian dikarenakan kinerja perusahaan di wakili oleh tiga rasio profitabilitas yaitu ROA, ROE dan NPM. Metode penentuan sampel yang digunakan dengan menggunakan beberapa karakteristik sehingga diperoleh sampel sebanyak 16 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan menganalisis data berupa laporan tahunan. Untuk membuktikan hipotesis maka dilakukan pengujian regresi linier berganda yang diawali uji asumsi klasik. Secara parsial bahwa Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap Return on Asset, Return on Equity,

dan Net profit Margin, sedangkan Debt to Equity Ratio berpengaruh positif terhadap Return on Equity dan memberikan pengaruh negatif terhadap Return on Asset dan Net Profit Margin.

(13)

ABSTRACT

The Influence of Corporate Social Responsibility and Debt to Equity Ratio in Financial Performance

on Coal Mining Companies in Indonesia Stock Exchange

The company’s financial performance is a important factor to assess the over all performance ot the company’s itself. The level of profitability was used as the basis to measure the financial performance of the company. An indicator ot the attractiveness of a business can be measured from the profitability of business, namely, Return on Asset, Return on Equity, and Net Profit Margin. Companies that have good financial performance could encourage investors to invest in the company. As of Liquidity is a financial ratio that measures the level of ability of the company in paying off short-term liabilities are measured based on the Debt to Equity Ratio. In addition, the company’s financial performace is also related to Corporate Social Responsibility activities the company’s. Corporate Social Responsibility is a commitment of the company in the form of social responsibility toward in the environment in which companies. Companies should increase the company's compliance with laws and develop policies for the implementation of CSR activities. This aims of the study is to know the influence of Corporate Social Responsibility and Debt to Equity Ratio of the companies financial performance on coal mining company on the Indonesia Stock Exchange in 2011-2013. The technique of analyzing data are used in this study is the method of multiple linear regression with three times the performance because the testing company was represented by three profitability ratios of ROA, ROE and NPM. The method of sample determination are used by using some of the characteristics and obtained a sample of 16 companies. The data used are secondary data to analyze the data in the form of annual reports. To prove the hypothesis of the multiple linear regression testing the assumptions of classical test begins. Partial test showed that the Corporate Social Responsibility give a positive influence in Return on Asset, Return on Equity, and Net Profit Margin, however the Debt to Equity Ratio, give a positive influence in Return on Equity and than give a negative influence for the Return on Asset and Net Profit Margin.

(14)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dewasa ini topik mengenai Tanggung Jawab Sosial Korporat atau lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) semakin banyak di bahas di dunia, baik di media cetak dan elektronik, seminar atau konferensi. Perusahaan-perusahaan juga semakin banyak yang menyatakan bahwa mereka telah melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Semakin maraknya pembahasan CSR merupakan konsekuensi logis dari implementasi praktek Good Coorporate Governance (GCG), yang prinsipnya antara lain menyatakan perlunya perusahaan memperhatikan kepentingan stakeholders-nya sesuai dengan aturan yang ada dan adanya jalinan hubungan kerjasama yang aktif dengan stakeholders demi kelangsungan hidup jangka panjang perusahaan.

(15)

Program CSR merupakan investasi bagi perusahaan yang berkaitan erat dengan keberlanjutan atau sustainability perusahaaan dan bukan lagi dilihat sebagai sarana biaya melainkan sebagai sarana meraih keuntungan. Terjaminnya keberlanjutan perusahaan apabila perusahaan melakukan pemenuhan tanggung jawabnya tidak hanya terbatas kepada pemegang saham (shareholders) tetapi perusahaan juga wajib memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan yang menjadi tempat pendukung dari operasi perusahaan tersebut (Hartman, 2011:158). Masyarakat akan memberikan tanggapan yang negatif kepada perusahaan yang di anggap tidak memperhatikan keadaan ekonomi, sosial dan lingkungan sekitarnya. Respon negatif dari masyarakat inilah yang akan mengancam keberlangsungan dari perusahaan. Keberlanjutan perusahaan hanya akan terjamin apabila perusahaan memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup. Selain itu, memperhatikan bagaimana resistensi masyarakat sekitar di berbagai tempat dan waktu muncul ke permukaan terhadap perusahaan yang dianggap tidak memperhatikan aspek-aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan hidupnya.

(16)

baik di masyarakat karena semakin baiknya citra perusahaan, maka semakin tinggi juga loyalitas konsumen. Seiring meningkatnya loyalitas konsumen dalam waktu lama maka penjualan perusahaan akan membaik dan pada akhirnya diharapkan tingkat profitabilitas perusahaan juga meningkat.

Kegiatan CSR sendiri merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik. CSR diharapkan akan mampu menaikkan kinerja perusahaan karena kegiatan CSR merupakan keberpihakan perusahaan terhadap masyarakat sehingga masyarakat mampu memilih produk yang baik yang di nilai tidak hanya dari barangnya saja tetapi juga melalui tata kelola perusahaannya. Pada saat masyarakat yang menjadi pelanggan memiliki penilaian yang positif terhadap perusahaan, maka mereka akan loyal terhadap produk yang dihasilkan, hal ini akan mampu menaikkan citra perusahaan yang direfleksikan melalui kinerja perusahaan yang akan meningkat karena perusahaan melakukan perbuatan yang baik dan membangun dunia lebih baik (Hartman, 2011:163).

Secara teoritis, suatu perusahaan dikatakan mempunyai nilai yang baik jika kinerja keuangan perusahaan juga baik diikuti dengan melihat kebutuhan para pemegang sahamnya, karyawannya, dan masyarakat secara umum yang dilayaninya secara bersamaan. Laporan keuangan tahunan merupakan salah satu sarana yang digunakan oleh perusahaan untuk mengungkapkan informasi mengenai kegiatan sosial dan lingkungan yang dilakukannya (Hartman, 2011:168).

(17)

perusahaan atau yang dikenal dengan CSR di Indonesia mulai berkembang. Undang – undang ini menyatakan bahwa :

(1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. (2) Tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajiban. (3) Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan diatur dengan peraturan pemerintah. Salah satu jenis perusahaan yang dimaksud dalam undang-undang ini adalah perusahaan pertambangan batubara. Perusahaan pertambangan merupakan perusahaan yang operasi utamanya memiliki dampak sosial lingkungan yang signifikan terhadap sumber daya alam yang dalam kegiatannya sangat mungkin akan melakukan kerusakan terhadap lingkungan apabila tujuan kegiatan operasionalnya hanya mementingkan keuntungan saja (Alit, 2013).

Sebelum melakukan investasi, investor perlu memastikan apakah modal yang ditanamkan mampu memberikan tingkat pengembalian (rate of return) yang diharapkan atau tidak, yaitu dengan cara mengetahui kinerja perusahaan. Perusahaan yang berkinerja baik akan dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih diharapkan dari pada berinvestasi pada perusahaan yang berkinerja tidak baik. Untuk itu diperlukan suatu penilaian kinerja pada perusahaan yang akan dijadikan sebagai tempat investasi.

(18)

utang dalam membiayai investasinya. Perusahaan yang tidak mempunyai leverage

berarti menggunakan modal sendiri 100% (Saharul dan Nizar, 2000 dalam Arif, 37 : 2011). Semakin tinggi rasio ini berarti sebagian besar aset didanai dari hutang.

Likuiditas merupakan rasio keuangan yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek. Menurut Arifin (2005 dalam Susilowati & Sumarto, 2010) menyatakan bahwa kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendek mengindikasikan bahwa perusahaan dalam keadaan likuid. Hal tersebut dikarenakan aktiva lancar yang dimiliki mampu melunasi kewajiban jangka pendek perusahaan. Kemampuan pelunasan kewajiban jangka pendek perusahaan secara tidak langsung berpengaruh pada kewajiban jangka panjang yang baik. Oleh karena itu, tingkat likuiditas yang tinggi berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaan yang baik.

Kinerja keuangan perusahaan merupakan faktor penting untuk menilai keseluruhan kinerja perusahaan itu sendiri. Tingkat profitabilitas digunakan sebagai dasar untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Indikator daya tarik bisnis dapat diukur dari profitabilitas usaha, yaitu Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) (Hartman, 2011:169).

(19)

alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan pertambangan batubara merupakan perusahaan yang diwajibkan oleh Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Pasal 74 agar melaksanakan tanggung jawab sosial lingkungan. Tahun penelitian yang digunakan adalah tahun 2011, 2012 dan 2013 dengan mengambil dan menghitung 5 (lima) data perusahaan pertambangan batubara dari 16 sampel yang digunakan. Adapun datanya sebagai berikut:

Tabel 1.1

Data CSRDI DER, ROA, ROE, dan NPM Perusahaan Pertambangan Batubara Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2013

(20)

ROA, ROE, dan NPM mengalami kenaikan dari tahun 2011, 2012 ke tahun 2013, hal ini menunjukkan bahwa citra perusahaan mengalami peningkatan meskipun ada tingkat yang menunjukkan minus. Lain halnya dengan Petrosea Company tingkat CSRDI, DER, ROA, ROE, dan NPM perusahaan ini mengalami penurunan dari tahun 2011, 2012 ke tahun 2013. Terakhir pada PT. Toba Bara Sejahtera Tbk. tingkat CSRDI, DER, ROA, ROE, dan NPM mengalami kenaikan yang cukup drastis, dari tahun 2011, 2012 ke tahun 2013. Hal ini menjelaskan bahwa kemungkinan terdapat pengaruh antara Corporate Social Responsibility

dan Debt to Equity Ratio terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Berdasarkan hal tersebut maka penulis berminat untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul: “Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pertambangan Batubara Di Bursa Efek Indonesia (BEI)”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dilatar belakang masalah, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah:

1. “Apakah Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio

berpengaruh terhadap Return on Asset pada perusahaan pertambangan batubara di Bursa Efek Indonesia?”

2. “Apakah Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio

(21)

3. “Apakah Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio

berpengaruh terhadap Net Profit Margin pada perusahaan pertambangan batubara di Bursa Efek Indonesia?”

1.3 Tujuan Penelitian

Sehubungan dengan rumusan masalah tersebut, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk:

1. Mengetahui dan menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility dan

Debt to Equity Ratio terhadap Return on Asset pada perusahaan pertambangan batubara di Bursa Efek Indonesia.

2. Mengetahui dan menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility dan

Debt to Equity Ratio terhadap Return on Equity pada perusahaan pertambangan batubara di Bursa Efek Indonesia.

3. Mengetahui dan menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility dan

Debt to Equity Ratio terhadap Net Profit Margin pada perusahaan pertambangan batubara di Bursa Efek Indonesia.

1.4Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti

(22)

bagaimana perkembangan kinerja keuangan perusahaan pertambangan tersebut.

2. Bagi Perusahaan

Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajemen perusahaan mengenai keefektifan Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio dalam Laporan Tahunan serta manfaat yang dirasakan oleh perusahaan dan masyarakat khususnya.

3. Bagi Masyarakat

Dapat memberikan pengetahuan dan wawasan tentang penerapan

Corporate Social Responsibility dan kebijakan dalam mengelola modal suatu perusahaan untuk kemudian dijadikan tolak ukur kinerja suatu perusahaan dalam rangka mewujudkan bisnis yang ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang memberikan manfaat. 4. Bagi Pembaca

(23)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Corporate Social Responsibility

2.1.1 Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)

Menurut Sir. Adrian Cadbury dalam Hartman (2011:153) perusahaan harus bertanggung jawab kepada masyarakat atas keputusan yang diambilnya, namun masyarakat harus menerima tanggung jawabnya untuk menetapkan standar terhadap keputusan yang dibuat itu. Istilah tanggung jawab sosial merujuk pada perhatian yang tepat dan objektif bagi kesejahteraan masyarakat yang mengendalikan perilaku individu dan perusahaan dari aktivitas yang dapat merusak, dengan tidak mengharapkan keuntungan yang singkat, melainkan dapat menghasilkan kontribusi positif terhadap kemajuan manusia dengan cara yang bervariasi tergantung dari definisi kemajuan manusia itu (Hartman, 2011:153).

Pandangan Milton Friedman dalam Bertens (2000:292) tentang tanggung jawab sosial perusahaan yang dimaksudkan disini adalah tentang tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat. Tanggung jawab moral perusahaan tentu bisa diarahkan kepada banyak hal, kepada dirinya sendiri, kepada para karyawan, kepada perusahaan lain, dan seterusnya.

Secara umum, CSR mencakup berbagai tanggung jawab yang dimiliki perusahaan kepada masyarakat dimana perusahaan itu beroperasi. European Commision mendefinisikan CSR sebagai “suatu konsep di mana perusahaan

(24)

perusahaan megidentifisikasi kelompok pemegang kepentingan perusahaan dan memasukkan kebutuhan dan nilai-nilai mereka ke dalam proses pengambilan keputusan strategis dan operasional perusahaan (Hartman, 2011:154).

Para pendukung CSR memiliki beberapa dasar atas pendirian mereka bahwa sebuah perusahaan seharusnya berada di atas atau melebihi maksimalisasi keuntungan atau paling tidak aktivitas CSR berkontribusi pada tujuan tersebut. Argumen atas CSR didasarkan baik pada prinsip ekonomi yang tujuannya secara sederhana hanya untuk membantu dalam mendiskusikan wilayah perbedaan. Pertama, beberapa perusahaan terlibat dalam upaya tanggung jawab sosial perusahaan semata-mata bagi kepentingan umum dan tidak mengharapkan balasan yang komersil atas kontribusinya. Kedua, beberapa pendukung pandangan tanggung jawab sosial perusahaan berargumen bahwa perusahaan memetik keuntungan dari kegiatan melayani sebagai anggota komunitas dan karena itu memiliki kewajiban yang bersifat timbal balik kepada komunitas tersebut. Ketiga, model kepentingan pribadi yang tercerahkan dari Corporate Social Responsibility

menyatakan bahwa memasukkan tanggung jawab sosial perusahaan ke dalam budaya perusahaan dapat menghasilkan keunggulan pasar yang kompetitif bagi perusahaan yang bersangkutan yang dapat berkontribusi bagi merek perusahaan pada saat ini dan di masa depan (Hartman, 2011:156).

(25)

transparansi dan konsistensi yang diperlukan untuk membuat informasi yang disampaikan menjadi berguna dan dapat dipercaya oleh pasar dan masyarakat. Fitur yang ada di GRI-G4 menjadikan pedoman ini lebih mudah digunakan, baik bagi pelapor yang berpengalaman dan bagi mereka yang baru dalam pelaporan keberlanjutan dari sektor apapun dan didukung oleh bahan-bahan dan layanan GRI lainnya. (Sumber : www.globalreporting.org).

(26)

Tabel 2.1

91 Indikator Berdasarkan GRI-G4

KATEGORI EKONOMI

-Kinerja Ekonomi EC1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan

EC2 Implikasi finansial dan risiko serta peluang lainnya kepada kegiatan organisasi karena perubahan iklim EC3 Cakupan kewajiban organisasi atas program

imbalan pasti

EC4 Bantuan financial yang diterima dari pemerintah -Keberadaan Pasar EC5 Rasio upah standar pegawai pemula (entry

level)menurut gender dibandingkan dengan upah minimum regional di lokasi-lokasi operasional yang signifikan

EC6 Perbandingan manajemen senior yang dipekerjakan dari masyarakat local di lokasi operasi yang signifikan

-Dampak Ekonomi Tidak Langsung

EC7 Pembangunan dan dampak dari investasi infrastruktur dan jasa yang diberikan

EC8 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan, termasuk besarnya dampak

-Praktek Pengadaan EC9 Perbandingan dari pembelian pemasok lokal di operasional yang signifikan

KATEGORI LINGKUNGAN

-Bahan EN1 Bahan yang digunakan berdasarkan berat atau volume

EN2 Persentase bahan yang digunakan yang merupakan bahan input daur ulang

-Energi EN3 Konsumsi energi dalam organisasi EN4 Konsumsi energi diluar organisasi EN5 Intensitas Energi

EN6 Pengurangan konsumsi energi -Air EN7 Konsumsi energi diluar organisasi

EN8 Total pengambilan air berdasarkan sumber EN9 Sumber air yang secara signifikan dipengaruhi

oleh pengambilan air

EN10 Persentase dan total volume air yang didaur ulang dan digunakan kembali

-Keanekaragaman Hayati EN11 Lokasi-lokasi operasional yang dimiliki, disewa, dikelola didalam, atau yang berdekatan dengan, kawasan lindung dan kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi diluar kawasan lindung

(27)

Lanjutan Tabel 2.1

91 Indikator Berdasarkan GRI-G4

EN13 Habitat yang dilindungi dan dipulihkan

EN14 Jumlah total spesies dalam iucn red list dan spesies dalam daftar spesies yang dilindungi nasional dengan habitat di tempat yang dipengaruhi operasional, berdasarkan tingkat risiko kepunahan

-Emisi EN15 Emisi gas rumah kaca (GRK) langsung (Cakupan 1)

EN16 Emisi gas rumah kaca (GRK) energi tidak langsung (Cakupan 2)

EN17 Emisi gas rumah kaca (GRK) tidak langsung lainnya (Cakupan 3)

EN18 Intensitas emisi gas rumah kaca (GRK)

EN19 Pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK)

EN20 Emisi bahan perusak ozon (BPO)

EN21 NOX, SOX, dan emisi udara signifikan lainnya

-Efluen dan Limbah EN22 Total air yang dibuang berdasarkan kualitas dan tujuan

EN23 Bobot total limbah berdasarkan jenis dan metode pembuangan

EN24 Jumlah dan volume total tumpahan signifikan

EN25 Bobot limbah yang dianggap berbahaya menurut ketentuan konvensi Basel2 Lampiran I, II, III, dan VIII yang diangkut, diimpor, diekspor, atau diolah, dan persentase limbah yang diangkut untuk pengiriman internasional

EN26 Identitas, ukuran, status lindung, dan nilai keanekaragaman hayati dari badan air dan habitat terkait yang secara signifikan terkena dampak dari pembuangan dan air limpasan dari organisasi

-Produk dan Jasa EN27 Tingkat mitigasi dampak terhadap dampak lingungan produk dan jasa

EN28 Persentase produk yang terjual dan kemasannya yang direklamasi menurut kategori

-Kepatuhan EN29 Nilai moneter denda signifikan dan jumlah total sanksi non-moneter atas ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan lingkungan

-Transportasi EN30 Dampak lingkungan signifikan dari pengangkutan produk dan barang lain serta bahan untuk operasional organisasi, dan pengangkutan tenaga kerja

-Lain-lain EN31 Total pengeluaran dan investasi perlindungan

(28)

Lanjutan Tabel 2.1

91 Indikator Berdasarkan GRI-G4 -Asesmen Pemasok Atas

Lingkungan

EN32 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria lingkungan

EN33 Dampak lingkungan negatif signifikan aktual dan potensial dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil

-Mekanisme Pengaduan Masalah Lingkungan

EN34 Jumlah pengaduan tentang dampak lingkungan yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi

KATEGORI SOSIAL

SUB-KATEGORI: PRAKTEK KETENAGAKERJAAN DAN KENYAMANAN BEKERJA

-Kepegawaian LA1 Jumlah total dan tingkat perekrutan karyawan baru dan turnover karyawan menurut kelompok umur, gender, dan wilayah

LA2 Tunjangan yang diberikan bagi karyawan purnawaktu yang tidak diberikan bagi karyawan sementara atau paruh waktu, berdasarkan lokasi operasi yang signifikan

LA3 Tingkat kembali bekerja dan tingkat retensi setelah cuti melahirkan, menurut gender

-Hubungan Industrial LA4 Jangka waktu minimum pemberitahuan mengenai perubahan operasional, termasuk apakah hal tersebut tercantum dalam perjanjian bersama

-Kesehatan dan

Keselamatan Kerja VV

LA5 Persentase total tenaga kerja yang diwakili dalam komite bersama formal manajemen-pekerja yang membantu mengawasi dan memberikan saran program kesehatan dan keselamatan kerja

LA6 Jenis dan tingkat cedera, penyakit akibat kerja, hari hilang, dan kemangkiran, serta jumlah total kematian akibat kerja, menurut daerah dan gender

LA7 Pekerja yang sering terkena atau berisiko tinggi terkena penyakit yang terkait dengan pekerjaan mereka

LA8 Topik kesehatan dan keselamatan yang tercakup dalam perjanjian formal dengan serikat pekerja

-Pelatihan dan Pendidikan LA9 Jam pelatihan rata-rata per tahun per karyawan menurut gender, dan menurut kategori karyawan

LA10 Program untuk manajemen keterampilan dan pembelajaran seumur hidup yang mendukung keberkelanjutan kerja karyawan dan membantu mereka mengelola purna bakti

(29)

Lanjutan Tabel 2.1

91 Indikator Berdasarkan GRI-G4 -Keberagaman dan

Kesetaraan Peluang

LA12 Komposisi badan tata kelola dan pembagian karyawan per kategori karyawan menurut gender, kelompok usia, keanggotaan kelompok minoritas, dan indikator keberagaman lainnya

-Kesetaraan Remunerasi Perempuan dan Laki-laki

LA13 Rasio gaji pokok dan remunerasi bagi perempuan terhadap laki-laki menurut kategori karyawan, berdasarkanlokasi operasional yang signifikan

-Asesmen Pemasok Terkait Praktik Ketenagakerjaan

LA14 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria praktik ketenagakerjaan

LA15 Dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap praktik ketenagakerjaandalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil

SUB-KATEGORI: HAK ASASI MANUSIA

-Investasi HR1 Jumlah total dan persentase perjanjian dan kontrak investasi yang signifikan yang menyertakan klausul terkait hak asasi manusia atau penapisan berdasarkan hak asasi manusia

HR2 Jumlah waktu pelatihan karyawan tentang kebijakan atau prosedur hak asasi manusia terkait dengan Aspek hak asasi manusia yang relevan dengan operasi, termasuk persentase karyawan yang dilatih

-Non-Diskriminasi HR3 Jumlah total insiden diskriminasi dan tindakan korektif yang diambil

-Kebebasan Berserikat dan Perjanjian Kerja Bersama

HR4 Operasi pemasok teridentifikasi yang mungkin melanggar atau berisiko tinggi melanggar hak untuk melaksanakan kebebasan berserikat dan perjanjian kerja bersama, dan tindakan yang diambil untuk mendukung hak-hak tersebut -Pekerja Anak HR5 Operasi dan pemasok yang diidentifikasi berisiko

tinggi melakukan eksploitasi pekerja anak dan tindakan yang diambil untuk berkontribusi dalam penghapusan pekerja anak yang efektif

-Pekerja Paksa Atau Wajib Kerja

HR6 Operasi dan pemasok yang diidentifikasi berisiko tinggi melakukan pekerja paksa atau wajib kerja dan tindakan untuk berkontribusi dalam penghapusan segala bentuk pekerja paksa atau wajib kerja

-Praktik Pengamanan HR7 Persentase petugas pengamanan yang dilatih dalam kebijakan atau prosedur hak asasi manusia di organisasi yang relevan dengan operasi

-Hak Adat HR8 Jumlah total insiden pelanggaran yang melibatkan hak-hak masyarakat adat dan tindakan yang diambil

(30)

Lanjutan Tabel 2.1

91 Indikator Berdasarkan GRI-G4 -Asesmen Pemasok Atas

Hak Asasi Manusia

HR10 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria hak asasi manusia

HR11 Dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap hak asasi manusia dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil

-Mekanisme Pengaduan Masalah Hak Asasi Manusia

HR12 Jumlah pengaduan tentang dampak terhadap hak asasi manusia yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan formal

SUB-KATEGORI: MASYARAKAT

-Masyarakat Lokal SO1 Persentase operasi dengan pelibatan masyarakat lokal, asesmen dampak, dan program pengembangan yang diterapkan

SO2 Operasi dengan dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap masyarakat lokal

-Anti-Korupsi SO3 Jumlah total dan persentase operasi yang dinilai terhadap risiko terkait dengan korupsi dan risiko signifikan yang teridentifikasi

SO4 Komunikasi dan pelatihan mengenai kebijakan dan prosedur anti-korupsi

SO5 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil

-Kebijakan Publik SO6 Nilai total kontribusi politik berdasarkan negara dan penerima/penerima manfaat

-Anti Persaingan SO7 Jumlah total tindakan hukum terkait Anti Persaingan, anti-trust, serta praktik monopoli dan hasilnya

-Kepatuhan SO8 Nilai moneter denda yang signifikan dan jumlah total sanksi non-moneter atas ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan

-Asesmen Pemasok Atas Dampak Terhadap Masyarakat

S09 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria untuk dampak terhadap masyarakat

SO10 Dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap masyarakat dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil

-Mekanisme Pengaduan Dampak Terhadap Masyakat

SO11 Jumlah pengaduan tentang dampak terhadap masyarakat yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi

SUB-KATEGORI: TANGGUNGJAWAB ATAS PRODUK -Kesehatan Keselamatan

Pelanggan

PR1 Persentase kategori produk dan jasa yang signifikan dampaknya terhadap kesehatan dan keselamatan yang dinilai untuk peningkatan

(31)

Lanjutan Tabel 2.1

91 Indikator Berdasarkan GRI-G4 -Pelabelan Produk dan

Jasa

PR3 Jenis informasi produk dan jasa yang diharuskan oleh prosedur organisasi terkait dengan informasi dan pelabelan produk dan jasa, serta persentase kategori produk dan jasa yang signifikan harus mengikuti persyaratan informasi sejenis

PR4 Jumlah total Insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan dan koda sukarela terkait dengan informasi dan pelabelan produk dan jasa, menurut jenis hasil

PR5 Hasil survei untuk mengukur kepuasan pelanggan

-Komunikasi Pemasaran PR6 Penjualan produk yang dilarang atau disengketakan

PR7 Jumlah total Insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan dan koda sukarela tentang komunikasi pemasaran, termasuk iklan, promosi, dan sponsor, menurut jenis hasil

-Privasi Pelanggan PR8 Jumlah total keluhan yang terbukti terkait dengan pelanggaran privasi pelanggan dan hilangnya data pelanggan

-Kepatuhan PR9 Nilai moneter denda yang signifikan atas ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan terkait penyediaan dan penggunaan produk dan jasa

Sumber: www.globalreporting.org. (Data Diolah)

GRI-G4 dirancang agar dapat diterapkan secara universal untuk semua organisasi, besar dan kecil, di seluruh dunia. Pengukuran dilakukan berdasarkan indeks pengungkapan masing-masing perusahaan yang dihitung melalui pembagian antara jumlah pendapatan bersih perusahaan dengan jumlah item yang diharapkan diungkapkan perusahaan, yang dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan:

(32)

nj : Jumlah kriteria pengungkapan Corporate Social Responsibility

(CSR) untuk perusahaan j, nj ≤ 91

Xij : 1 = Jika kriteria diungkapkan; 0 = Jika kriteria tidak diungkapkan Ide yang muncul dari pengintegrasian informasi terkait keberlanjutan strategis dengan informasi keuangan material lainnya adalah pengembangan yang positif dan signifikan. Keberlanjutan kini dan seterusnya akan berkembang menjadi pusat bagi perubahan yang akan dilalui oleh perusahaan, pasar, dan masyarakat. Oleh karena itu, informasi keberlanjutan yang relevan bagi prospek nilai perusahaan harus menjadi inti dari laporan terintegrasi (Sumber : www.globalreporting.org).

2.2 Debt to Equity Ratio

Leverage adalah penggunaan sumber dana (sources of funds) oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap dengan maksud agar meningkatkan keuntungan potensial perusahaan dan pemegang saham. Sartono (2010) menyatakan bahwa leverage menunjukkan proporsi atas penggunaan utang untuk mebiayai investasinya. Rasio leverage yang di gunakan dalam penelitian ini adalah debt to equity ratio. Debt equity ratio menunjukkan proporsi penggunaan utang untuk membiayai investasi terhadap modal yang dimiliki dan besarnya proporsi utang dibanding ekuitas dapat meningkatkan risiko terkait kesulitan keuangan. Secara sistematis DER dapat dirumuskan sebagai berikut:

(33)

2.3 Kinerja Keuangan Perusahaan

2.3.1 Pengertian Kinerja Keuangan Perusahaan

Manajemen keuangan mempunyai peran yang penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan, sehingga manajemen keuangan dituntut untuk menjalankan fungsinya secara efektif. Pihak manajemen perusahaan dalam melaksanakan usahanya memerlukan suatu alat pengukur kinerja keuangan untuk mengevaluasi perusahaannya. Menurut Munawir (2002:50), kinerja keuangan adalah “Kemampuan dari suatu perusahaan dalam menggunakan modal yang dimiliki

secara efektif dan efisien guna mendapatkan hasil yang maksimal”. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan timbul sebagai akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen. Hal ini merupakan pekerjaan yang lebih kompleks karena akan menyangkut efektivitas pemanfaatan modal, efisiensi dan rentabilitas dari perusahaan.

Dalam melakukan pengukuran kinerja keuangan, setiap perusahaan memiliki ukuran yang bervariasi sehingga antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lainnya berbeda. Ukuran yang sering digunakan dalam mengukur kinerja perusahaan adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Menurut Munawir (2007:64), rasio keuangan adalah “suatu hubungan

(34)

1. ROA (Return nn Asset)

Return on Asset digunakan digunakan untuk meegtahui tingkat profitabilitas perusahaan. Selain merupakan sebagai tolak ukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan aktiva yang digunakan, rasio Return on Asset juga menunjukkan tingkat efisiensi investasi yang nampak pada perputaran aktiva. Secara sistematis ROA dapat dirumuskan sebagai berikut:

ROA =

x 100%

2. ROE (Return on Equity)

Penelitian ini menggunakan rasio tingkat pengembalian modal usaha sendiri (ekuitas) yang merupakan rasio keuntungan bersih sesudah pajak terhadap modal sendiri, yang mengukur tingkat hasil pengembalian dari modal pemegang saham (modal sendiri) yang diinvestasikan ke dalam perusahaan. Secara sistematis ROE dapat dirumuskan sebagai berikut:

ROE =

3. NPM (Net Profit Margin)

(35)

merupakan suatu gambaran kompetisi yang terjadi di perusahaan. Secara sistematis NPM dapat dirumuskan sebagai berikut:

NPM =

Dari pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja keuangan perusahaan merupakan faktor terpenting untuk menilai keseluruhan kinerja perusahaan itu sendiri dan hasil keputusan yang dibuat secara terus-menerus oleh pihak manajemen perusahaan untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Mulai dari penilaian aset, utang, likuidasi, dan lain sebagainya (Munawir, 2002:50).

2.3.2 Manfaat Penilaian Kinerja

Adapun manfaat dari penilaian kinerja menurut Wirnani dan Sugiyarso (2005:111) adalah sebagai berikut:

1) Untuk mengukur prestasi yang dicapai oleh suatu organisasi dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan perusahaan.

2) Selain digunakan untuk melihat kinerja organisasi secara menyeluruh, maka pengukuran kinerja juga dapat digunakan untuk menilai kontribusi suatu bagian dalam pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan. 3) Dapat digunakan sebagai dasar penentuan strategi perusahaan untuk masa

(36)

4) Memberikan petunjuk dalam pembuatan keputusan dan kegiatan organisasi pada umunya dan divisi atau bagian organisasi pada khususnya. 5) Sebagai dasar penentuan kebijaksanaan penanaman modal agar dapat

meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.

2.2.3 Tujuan Penilaian Kinerja

Adapun tujuan penilaian kinerja perusahaan menurut Munawir (2002:31) adalah sebagai berikut:

1) Untuk mengetahui tingkat likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memperoleh kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi keuangannya pada saat ditagih. 2) Untuk mengetahui tingkat solvabilitas, yaitu kemampuan perusahaan

untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.

3) Untuk mengetahui tingkat rentabilitas atau profitabilitas, yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu

(37)

secara teratur kepada para pemegang saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan dituntut untuk selalu melakukan evaluasi dan tindakan perbaikan atas kinerja keuangan perusahaan yang kurang sehat. Apabila kinerja keuangan perusahaan baik maka nilai usaha juga akan tinggi sehingga target dapat dicapai sesuai dengan tujuan tertentu secara efektif dan efisien (Munawir, 2002:50).

2.4 Laporan Keuangan

Untuk membahas manajemen keuangan tidak bisa terlepas dari laporan keuangan. Kondisi keuangan suatu perusahaan akan dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan, oleh karena itu perlu pembahasan singkat mengenai laporan keuangan. Kasmir (2008:7) berpendapat bahwa “Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu”. Menurut Munawir

(2002:50), dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan adalah bersifat historis dan menyeluruh sebagai suatu laporan kemajuan

(38)

”Berdasarkan uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja

keuangan perusahaan merupakan faktor penting untuk menilai keseluruhan kinerja perusahaan itu sendiri. Kinerja keuangan perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan merupakan informasi yang penting bagi berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan yang bersangkutan, dan merupakan suatu produk akhir dari proses kegiatan-kegiatan akuntansi dalam suatu usaha serta dapat dijadikan sebagai bahan penguji dalam pengerjaan menganalisis pembukuan dan menilai posisi keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu, karena berisi semua informasi tentang keadaan keuangan serta hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan melalui Annual Report” (Kasmir,

2008:7). Annual report digunakan sebagai salah satu media untuk mengungkapkan penerapan tanggung jawab sosial perusahaan. Annual report

merupakan sarana komunikasi perusahaan dengan pihak eksternal.

2.5 Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik ini adalah sebagai berikut :

Chandrayanthi dan Saputra (2013) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja

Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Di Bursa Efek Indonesia)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Corporate Social

(39)

diukur dengan ROA dan ROE akan meningkat. Sedangkan terhadap NPM hasil penelitian menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility berpengaruh negatif terhadap NPM perusahaan pertambangan yang menjadi sampel penelitian di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2011. Ini berarti dengan mengungkapkan CSR kinerja perusahaan yang diukur dengan NPM akan mengalami penurunan.

Ekadjaja dan Bunadi (2012) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh

Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Perusahaan (Terhadap Perusahaan Manufaktur Yang Telah Go Public dan Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2011)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibilty Index (CSRI) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dan ROE perusahaan manufaktur yang menjadi sampel penelitian di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2011.

Yaparto, et.al (2013) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Pada Sektor Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2010-2011”.

Hasil penelitiannya adalah penelitian ini mencoba untuk menguji pengaruh signifikan antara Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan yang diproksikan melalui rasio keuangan ROA, ROE, dan EPS. Berdasarkan hasil penelitian, analisa serta pembahasan yang dilakukan, maka kesimpulan dari hasil penelitian dari hasil uji t menunjukkan bahwa CSR tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap semua rasio keuangan yang digunakan.

Lindrawati, et.al (2008) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh

(40)

Terdaftar Sebagai 100 Best Corporate Citizens Oleh KLD Research And Analytics, serta Business Ethics Magazine 2000-2006”. Berdasarkan analisis dan pembahasan ditemukan bukti empiris bahwa CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, namun CSR berpengaruh secara signifikan terhadap ROI. Ini menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan CSR tetap dapat menampilkan kinerja keuangannya (ROI) dengan baik, meskipun dilihat dari ROE tidak signifikan. Hal ini dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan bagi investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan yang memiliki komitmen CSR dan mengurangi anggapan bahwa penerapan CSR yang berbiaya besar justru mengurangi return yang diharapkan investor.

Almar, et.al (2012) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh

Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Profitabilitas Perusahaan Periode 2008 –2010”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan yang diukur dengan Return on Asset (ROA) dan Net Profit Margin (NPM) dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keduanya.

(41)

Lanjutan Tabel 2.2

(42)

2.6 Kerangka Konseptual

Aktivitas CSR dan DER semata-mata bertujuan untuk mempengaruhi reputasi perusahaan yang baik sesuai dengan etika di perusahaan mengenai tingkat ROA, ROE, dan NPM (Hartman, 2011:169). David Vogel seorang professor ilmu politik di Berkeley mengatakan bahwa suatu perusahaan akan dikatakan buruk jika perusahaan tidak memenuhi janji-janji CSR-nya terutama menyangkut tingkat ROA, ROE, dan NPM secara keseluruhan bagi perusahaan (Hartman, 2011:169). Selain itu tingkat hutang perusahaan yang terlalu tinggi dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan dalam hal pengembalian kewajiban perusahaan tersebut.

(43)

Sehingga dapat dikembangkan kerangka konseptual sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

2.7 Hipotesis

Berdasarkan kerangka konseptual, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:

H1: Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Return on Asset pada Perusahaan Pertambangan Batubara di Bursa Efek Indonesia.

H2: Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Return on Equity pada Perusahaan Pertambangan Batubara di Bursa Efek Indonesia..

H3: Corporate Social Responsibility dan Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Net Profit Margin pada Perusahaan Pertambangan Batubara di Bursa Efek Indonesia..

ROA

Corporate Social Responsibility

Debt to Equity Ratio

ROE

(44)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan situs www.idx.com dan www.sahamok.com Waktu penelitian dimulai pada bulan Januari 2015 sampai dengan bulan Maret 2015.

3.3 Batasan Operasional

Batasan operasional variabel dalam penelitian ini adalah :

1. Variabel Dependen (Y) yaitu variabel yang menjadi perhatian utama dalam pengamatan yang disebut juga dengan variabel terikat atau variabel terpengaruh, dimana: Return on Asset (Y1), Return on Equity (Y2), dan Net Profit Margin (Y3).

(45)

3.4 Definisi Operasional

Definisi operasional variabel pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Corporate Social Responsibility (X1)

Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan adalah salah satu bentuk kepedulian sebuah perusahaan terhadap lingkungan. Saat ini CSR bertujuan untuk memaksimalkan laba tetapi juga dituntut untuk lebih mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan stakeholder-nya. Untuk mengukur pengungkapan Corporate Social Responsibility penulis menggunakan alat ukur Skor Penerapan CSR, yaitu menggunakan indikator-indikator variabelnya yang mengacu pada instrument GRI-G4. GRI-G4 dirancang agar dapat diterapkan secara universal untuk semua organisasi, besar dan kecil, di seluruh dunia.

2. Debt to Equity Ratio (X2)

Debt to Equity Ratio adalah merupakan kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh kewajiban melalui modal sendiri yang dimiliki perusahaan. Variabel ini dinyatakan dalam kali (X) dan data yang diambil adalah Debt to Equity Ratio dari tahun 2011, 2012, dan 2013 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia.

3. Return on Asset (Y1)

(46)

4. Return on Equity (Y2)

Return on Equity adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen. 5. Net Profit Margin (Y3)

Net Profit Margin adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih yang dihasilkan dari perbandingan antara laba bersih dengan penjualan.

Indikator variabel, skala pengukuran, dan instrument yang digunakan baik untuk variabel independen maupun variabel dependen dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

No Variabel Definisi Pengukuran Skala Ukur

(47)

Lanjutan Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel

No Variabel Definisi Pengukuran Skala

Ukur

Menurut Sugiyono (2010:115) populasi dapat didefinisikan sebagai berikut: “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. ”Dari pengertian di atas, dapat

disimpulkan bahwa populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011, 2012 dan 2013 yaitu sebanyak 21 perusahaan.

Tabel 3.2 Populasi Penelitian

No Kode Saham Nama Emiten

1 ADRO Adaro Energy Tbk 2 ARII Atlas Resources Tbk 3 ATPK ATPK Resources Tbk

4 BORN Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk 5 BRAU Berau Coal Energy Tbk

(48)

Lanjutan Tabel 3.2 Populasi Penelitian

No Kode Saham Nama Emiten

8 BYAN Bayan Resources Tbk 9 DEWA Darma Henwa Tbk 10 DOID Delta Dunia Makmur Tbk 11 GEMS Golden Energy Mines Tbk 12 GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 13 HRUM Harum Energy Tbk

14 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 15 KKGI Resource Alam Indonesia Tbk 16 MYOH Samindo Resources Tbk 17 PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk

18 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk 19 PTRO Petrosea Tbk

20 SMMT Golden Eagle Energy Tbk 21 TOBA Toba Bara Sejahtra Tbk Sumber: www.idx.com (Data Diolah)

Menurut Sugiyono (2011:81) menyatakan bahwa : “Sampel adalah bagian

dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sedangkan ukuran sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan suatu penelitian. Adapun pertimbanganpengambilan sampel tersebut adalah :

1. Perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di BEI dengan pengamatan

tahun 2011, 2012 dan 2013

2. Perusahaan pertambangan batubara yang mengungkapkan Laporan Tanggung

Jawab Sosial tahun 2011, 2012 dan 2013

(49)

Tabel 3.3

Kriteria Pemilihaan Sampel

No Kriteria Pemilihan Sampel Jumlah Perusahaan

1 Seluruh perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012 dan 2013

21 2 Perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia tahun 2012 dan 2013 yang tidak mempublikasikan laporan keuangan dan melaporkan CSR

(5)

3 Sehingga sampel yang diambil adalah perusahaan pertambangan batubara yang mempublikasikan laporan keuangan dan melaporkan CSR tahun 2012 dan 2013

16

(Sumber: Data Diolah)

Dari 21 populasi perusahaan yang memenuhi kriteria diatas diperoleh 16 perusahaan sebagai sampel penelitian. Adapun beberapa emiten perusahaan pertambangan batubara yang akan menjadi sampel dalam penelitian ini adalah:

Tabel 3.4 Sampel Penelitian

No Kode Saham Nama Emiten

1 ADRO Adaro Energy Tbk

2 ARII Atlas Resources Tbk 3 ATPK ATPK Resources Tbk 4 BRAU Berau Coal Energy Tbk 5 BSSR Baramulti Suksessarana Tbk 6 BUMI Bumi Resources Tbk 7 BYAN Bayan Resources Tbk

8 DEWA Darma Henwa Tbk

9 GEMS Golden Energy Mines Tbk 10 HRUM Harum Energy Tbk

11 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 12 KKGI Resource Alam Indonesia Tbk 13 MYOH Samindo Resources Tbk

14 PTRO Petrosea Tbk

15 SMMT Golden Eagle Energy Tbk 16 TOBA Toba Bara Sejahtra Tbk

Sumber: www.idx.com (Data Diolah)

3.5 Metode Analisis Data

(50)

3.5.1 Analisis Data

Menurut Sugiyono (2010:206), mengemukakan bahwa: ”Analisis Data

merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.”

3.5.2 Analisis Deskriptif

Menurut Sugiyono (2011 : 142) menyatakan bahwa : “Analisa Deskriptif adalah menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi.” Dalam penelitian, analisis deskriptif

digunakan untuk menganalisis kinerja keuangan dan Corporate Social Responsibility (Sugiyono, 2010:207).

3.5.3 Uji Asumsi Klasik

Untuk memenuhi asumsi-asumsi diatas, maka diperlukan uji asumsi klasik yang terdiri dari serangkaian uji asumsi yaitu, sebagai berikut :

1. Uji Normalitas

(51)

normal atau tidak. Uji normalitas digunakan juga untuk menentukan teknik statistik yang akan digunakan. Jika asumsi ini dilanggar atau tidak dipenuhi maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil (Erlina, 2008:102). Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini nantinya akan diolah menggunakan SPSS 18.0 for windows.

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen (Ghozali, 2009). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas didalam model regresi antara lain dapat dilakukan dengan melihat (1) nilai tolerance dan lawannya (2) varians factor (VIF). Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10 (Ghozali, 2009).

3. Uji Heteroskedastisitas

(52)

4. Uji Autokorelasi

Uji ini bertujuan untuk melihat apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang tahun yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Hal ini sering ditemukan pada time series. Pada data crossection, masalah autokorelasi relatif tidak terjadi (Erlina, 2008:106).

3.5.4 Analisis Regresi Berganda

(53)

Persamaan regresi tersebut adalah sebagai berikut : Y1 = a + b1X1 + b2X2 + €

Y2 = a + b1X1 + b2X2 + € Y3 = a + b1X1 + b2X2 + € Dimana :

Y1 = ROA

Y2 = ROE

Y3 = NPM

a = Konstanta

b1,b2 = Koefisien Regresi Variabel Bebas X1 = Corporate Sosial Responsibility X2 = Debt to Equity Ratio

€ = Standard Error

3.5.5 Pengujian Hipotesis

1. Uji Hipotesis Secara Serempak (Uji F)

Uji F pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara serempak terhadap variabel dependen.

1.1Uji Hipotesis Secara Serempak (Uji F) pada Regresi yang Pertama

H0 : b1 = b2 = 0, artinya variabel Corporate Social Responsibility, dan Debt to

Equity Ratio secara serempak berpengaruh tidak signifikan terhadap Return on Asset pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

(54)

signifikan terhadap Return on Asset pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

Kriteria pengambilan keputusan pada pengujian hipotesis secara serempak adalah sebagai berikut:

1. Jika Sig < 0,05 dan Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima 2. Jika Sig > 0,05 dan Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

1.2Uji Hipotesis Secara Serempak (Uji F) pada Regresi yang Kedua

H0 : b1 = b2 = 0, artinya variabel Corporate Social Responsibility, dan Debt to

Equity Ratio secara serempak berpengaruh tidak signifikan terhadap Return on Equity pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

H2 : Minimal satu bi ≠ 0, artinya minimal ada satu pengaruh variabel independen (Corporate Social Responsibility, dan Debt to Equity Ratio) berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

Kriteria pengambilan keputusan pada pengujian hipotesis secara serempak adalah sebagai berikut:

1. Jika Sig < 0,05 dan Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan H2 diterima 2. Jika Sig > 0,05 dan Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima dan H2 ditolak

1.3Uji Hipotesis Secara Serempak (Uji F) pada Regresi yang Ketiga

H0 : b1 = b2 = 0, artinya variabel Corporate Social Responsibility, dan Debt to

(55)

Margin pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

H3 : Minimal satu bi ≠ 0, artinya minimal ada satu pengaruh variabel independen (Corporate Social Responsibility, dan Debt to Equity Ratio) berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

Kriteria pengambilan keputusan pada pengujian hipotesis secara serempak adalah sebagai berikut:

1. Jika Sig < 0,05 dan Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan H3 diterima 2. Jika Sig > 0,05 dan Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima dan H3 ditolak

2. Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)

Uji statistik t untuk menguji pengaruh variabel independen (Corporate Social Responsibility, dan Debt to Equity Ratio) secara parsial terhadap variabel dependen (Return on Asset, Return on Equity, dan Net Profit Margin) atau untuk melihat variabel apa yang memberikan pengaruh yang paling dominan diantara variabel yang ada.

2.1 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t) pada Regresi yang Pertama

(56)

2. H1 : bi ≠ 0, artinya Corporate Social Responsibility, dan Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut:

1. Jika Sig < 0,05 dan thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima 2. Jika Sig > 0,05 dan thitung< ttabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

2.2Uji Signifikansi Parsial (Uji-t) pada Regresi yang Kedua

1. H0 : bi = 0, artinya Corporate Social Responsibility, dan Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap Return on Equity pada

Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2. H2 : bi ≠ 0, artinya Corporate Social Responsibility, dan Debt to Equity Ratio

secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut:

1. Jika Sig < 0,05 dan thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H2 diterima 2. Jika Sig > 0,05 dan thitung< ttabel, maka H0 diterima dan H2 ditolak

2.3Uji Signifikansi Parsial (Uji-t) pada Regresi yang Ketiga

1. H0 : bi = 0, artinya Corporate Social Responsibility, dan Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap Return on Equity pada

(57)

2. H3 : bi ≠ 0, artinya Corporate Social Responsibility, dan Debt to Equity Ratio

secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut:

1. Jika Sig < 0,05 dan thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H3 diterima 2. Jika Sig > 0,05 dan thitung< ttabel, maka H0 diterima dan H3 ditolak

3. Koefisien Determinasi (R2)

(58)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan hasil pengolahan data dan pembahasan dari hasil pengolahan data tersebut. Adapun pembahasan yang dimaksud meliputi: deskripsi hasil penelitian, pengujian variabel independen secara parsial dengan model regresi, pengujian asumsi klasik, dan pembahasan.

4.1 Profil Perusahaan 1. PT. Adaro Energy Tbk

Gambar

Tabel 2.2 Ringkasan Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel
Tabel 3.3 Kriteria Pemilihaan Sampel
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tingginya tingkat Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tambang tidak dapat meningkatkan besanya return on

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek

Abstrak : Penelitian ini berjudul “Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility Lingkungan terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan

Sehubungan dengan rumusan masalah, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, ada pengaruh signifikan atau tidak antara Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR)

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan tentang pengaruh corporate social responsibility dan struktur modal terhadap nilai perusahaan pada perusahaan

Berdasarkan hasil penguji dan pembahasan mengenai pengaruh corporate social responsibility dari ketiga indikator Kinerja Ekonomi (KE), Kinerja Lingkungan (KE), Kinerja

PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG DIUKUR DENGAN RETURN ON ASSET DAN RETURN ON EQUITY (Studi pada Perusahaan Pertambangan Batubara