RESUME BAB 20
AUDIT TERHADAP SIKLUS PRODUKSI : PENGUJIAN
SUBSTANTIF TERHADAP SALDO SEDIAAN
Tugas resum ini dibuat untuk memenuhi Mata Kuliah:
PENGAUDITAN II
Nama
: Indah Rahmawati
NIM
: 2014017035
Kelas
: 4A
2PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
BAB 20
AUDIT TERHADAP SIKLUS PRODUKSI : PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP SALDO SEDIAAN
DISKRIPSI SEDIAAN
Sediaan merupakan unsur aktiva yang disimpan dengan tujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis yang normal ataupun barang-barang yang akan dikonsumsi dalam pengolahan produk yang akan dikonsumsi dalam pengolahan produk yang akan dijual. Sediaan umumnya mendapat perhatian yang lebih besar dari auditor didalam proses auditnya karena berbagai alasan berikut :
Umumnya sediaan merupakan komponen aktiva lancar yang jumlahnya cukup
material dan merupakan objek manipulasi serta tepat terjadinya kesalahan-kesalahan besar.
Penentuan besarnya nilai sendiaan secara langsung mempengaruhi kos barang yang
dijual sehingga berpengaruh pula terhadap perhitungan laba tahun yang bersangkutan.
Vertifikasi kuantitas, kondisi dan nilai sediaan merupakan tugas yang lebih kompleks
dan sulit dibandingkan dengan vertifikasi sebagaian besar unsur laporan keuangan yang lain.
Seringkali sediaan disimpan di berbagai tempat sehingga menyulitkan pengawasan
dan penghitungan fisiknya.
Adanya berbagai macam sediaan menimbulkan kesulitan bagi auditor dalam
melaksanakan auditnya.
PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM DALAM PENYAJIAN SEDIAAN DALAM NERACA
1. Laporan keuangan harus menjelaskan bahwa sediaan dinilai dengan lower of cost or market dan harus menyebutkan metode yang digunakan dalam menentukan kos sediaan.
pasarnya, kosnya harus dicantumkan dalam tanda kurung juga. Kos pengganti ini (current replacement cost) harus dicantumkan dalam laporan keuangan untuk sediaan yang kosnya ditentukan berdasarkan metode masuk terakhir keluar pertama (MTKP/LIFO).
3. Akibat perubahan metode penilaian sediaan terhadap perhitungan rugi laba tahun yang diaudit harus dijelaskan dalam laporan keuangan dan auditor harus menyatakan pengecualian mengenai konsistensi penerapan prisip akuntansi berterima umum dalam laporan audit.
4. Penjelasan yang lengkap harus dibuat dalam laporan keuangan jika sediaan digadaikan sebagai jaminan utang yang ditarik oleh klien.
5. Jika jumlahnya material, sediaan dalam perusahaan manufaktur harus dikelompokkan dalam kelompok utama yaitu sediaan produk jadi, sediaan produk dalam proses, dan sediaan bahan baku. Penyajian kelompok sediaan tersebut dalam neraca berdasarkan urutan likuiditasnya.
6. Perjanjian pembelian harus dijelaskan dalam laporan keuangan, jika jumlahnya material ataupun bersifat luar biasa.
7. Cadangan untuk menghadapi kemungkinan turunnya harga sediaan setelah tanggal neraca harus dibentuk dengan menyelisihkan sebagian laba yang ditahan. Cadangan ini tidak boleh dikurangkan dari sediaan, namun harus disajikan sebagai pengurang akun Laba Ditahan.
TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP SEDIAAN
1. Memperoleh keyakinan tentang keadaan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan sediaan.
2. Membuktikan asersi keberadaan sediaan yang dicantumkan di neraca dan keterjadiaan transaksi yang berkaitan dengan sediaan.
4. Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas sediaan yang dicantumkan di neraca.
5. Membuktikan asersi penilaian sediaan yang dicantumkan di neraca.
6. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca.
PROGRAM PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP SALDO SEDIAAN Prosedur Audit Awal :
1. Usut saldo sediaan yang tercnatum dineraca ke saldo akun sediaan yang bersangkutan didalm buku besar
2. Hitung kembali saldo akun sediaan didalam buku besar
3. Usut pendebitan dan pengkreditan akun sediaan kedalam juranl yang bersangkutan 4. Usut saldo awal akun sediaan ke kertas kerja tahun yang lalu
5. Lakukan rekonsiliasi buku pembatu sediaan dengan akun control sediaan yang bersangkutan di dalam buku besar
Prosedur Analitik
Auditor menghitung berbagai ratio yang bersangkutan dengan sediaan, misalnya tingkat perputaran berbagai kelompok sediaan, dan jika terdapat fluktuasi ratio tertentu dari
ratio tahun sebelumnya, auditor berkewajiban mendapatkan penjelasan mengenai penyebab terjadinya fluktuasi ratio tersebut.
Pengujian terhadap Transaksi Rinci
1. Periksa sampel transaksi yang tercatat dalam akun sediaan ke dokumen yang mendukung timbulnya trnasaksi tersebut.
2. Periksa pendebitan akun sediaan ke dokumen pendukung: bukti kas keluar, faktur pembelian, laporan penerimaan barang, dan surat order pembelian.
3. Periksa pengkreditan akun sediaan ke dokumen pendukung : faktur penjualan, laporan pengiriman barang, bukti pemakaianbarang gudang, memo debet untuk retur pembelian.
5. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian dalam minggu terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.
6. Periksa dokumen yang mendukung berkurangnya sediaan (karena transaksi penjualan atau pemakaian sendiri) dalam minggu terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.
Pengujian terhadap Saldo Akun Rinci
a) Pengamatan terhadap perhitungan fisik sediaan
b) Periksa instruksi tertulis mengenai perhitungan fisik sediaan
c) Lakukan pengamatan terhadap perhitungan fisik sediaan yang dilakukan oleh klien d) Kirimkan surat konfirmasi sediaan yang disimpan di gudang pihak luar
e) Mintalah informasi mengenai barang-barang klien yang dijual secara konsinyasi dan barang-barang titipan yang ada di tangan klien
f) Mintalah informasi mengenai sediaan yang dijadikan jaminan penarikan utang g) Lakukan pengujian terhadap penilaian sediaan
h) Mintalah informasi mengenai metode penilaian sediaan yang digunakan oleh kilen i) Periksa kesesuaian kos per satuaan sediaan dengan prinsip akuntansi berterima umum j) Periksa catatan pendukung yang bersangkutan dengan data kos satuan sediaan
k) Bandingakan laba bruto tahun yang diaudit dengan laba bruto tahun sebelumnya l) Lakukan pengamatan terhadap sediaan yang rusak
m) Hitung tingkat perputaran sediaan dan bandingkan dengan tingkat perputaran sediaan tahun sebelumnya
n) Lakukan pengamatan terhadap sediaan yang lambat pemakaiannya atau penjualannya o) Mintalah surat representasi sediaan dari klien
Pemeriksaan Penyajian dan Pengungkapan Sediaan di Neraca
1. Periksa klasifikasi sediaan di neraca