• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Nilai Tambah dan Keuntungan pada Kerajinan Kayu Desa Pulau Betung Provinsi Jambi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Nilai Tambah dan Keuntungan pada Kerajinan Kayu Desa Pulau Betung Provinsi Jambi"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2  Penggunaan alat pada produksi kerajinan kayu Toko Harapan Kita
Tabel 3  Penerimaan Toko Harapan Kita selama satu tahun
Tabel 4  Volume bahan baku kerajinan kayu selama satu tahun
Tabel 5  Biaya-biaya produksi kerajinan kayu setiap produk
+6

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan produk olahan ubi kayu yang dihasilkan UD Riang; (2) Menganalisis nilai tambah pada setiap produk olahan ubi kayu; (3)

costing untuk pola non musiman dan musiman berturut-turut sebesar Rp3.879,58 dan Rp4.362,86, dengan prosentase terbesar dalam penentuan harga pokok adalah biaya bahan baku ubi

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui nilai tambah yang diperoleh dan berapa besarnya dalam pengolahan opak dari bahan baku ubi kayu di daerah

Pengurangan nilai produk terhadap biaya bahan baku, penunjang dan biaya lain di luar tenaga kerja akan diperoleh satuan nilai tambah yang terdiri atas komponen imbalan ekonomi

Nilai tambah dalam penelitian ini adalah perbedaan nilai serta pertambahan nilai suatu produk setelah mengalami proses pengolahan dalam suatu proses produksi, dalam

Mengolah jamur tiram menjadi produk baru yang lebih tinggi nilai ekonomisnya dengan mengeluarkan biaya-biaya untuk produksi, maka akan dapat memberikan nilai tambah

put, biaya bahan baku, dan biaya bahan penunjang lainnya yang menjadi penentu besarnya nilai tambah yang dihasilkan, dan dari nilai tambah yang diperoleh ke empat produk tersebut

Berdasarkan pada Tabel 4., dapat diketahui rincian biaya yang digunakan pelaku usaha opak-opak ubi kayu dalam satu kali proses produksi meliputi biaya bahan baku ubi kayu sebanyak