Analisis Nilai Tambah dan Keuntungan pada Kerajinan Kayu Desa Pulau Betung Provinsi Jambi
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan produk olahan ubi kayu yang dihasilkan UD Riang; (2) Menganalisis nilai tambah pada setiap produk olahan ubi kayu; (3)
costing untuk pola non musiman dan musiman berturut-turut sebesar Rp3.879,58 dan Rp4.362,86, dengan prosentase terbesar dalam penentuan harga pokok adalah biaya bahan baku ubi
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui nilai tambah yang diperoleh dan berapa besarnya dalam pengolahan opak dari bahan baku ubi kayu di daerah
Pengurangan nilai produk terhadap biaya bahan baku, penunjang dan biaya lain di luar tenaga kerja akan diperoleh satuan nilai tambah yang terdiri atas komponen imbalan ekonomi
Nilai tambah dalam penelitian ini adalah perbedaan nilai serta pertambahan nilai suatu produk setelah mengalami proses pengolahan dalam suatu proses produksi, dalam
Mengolah jamur tiram menjadi produk baru yang lebih tinggi nilai ekonomisnya dengan mengeluarkan biaya-biaya untuk produksi, maka akan dapat memberikan nilai tambah
put, biaya bahan baku, dan biaya bahan penunjang lainnya yang menjadi penentu besarnya nilai tambah yang dihasilkan, dan dari nilai tambah yang diperoleh ke empat produk tersebut
Berdasarkan pada Tabel 4., dapat diketahui rincian biaya yang digunakan pelaku usaha opak-opak ubi kayu dalam satu kali proses produksi meliputi biaya bahan baku ubi kayu sebanyak