• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Nilai Tambah Kacang Sangrai pada Ud. Tarsius di Desa Kinnali Kecamatan Kawangkoan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Nilai Tambah Kacang Sangrai pada Ud. Tarsius di Desa Kinnali Kecamatan Kawangkoan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3.  Rincian Pengeluaran Biaya Bahan Baku & Bahan Penolong  dalam pengelolahan Kacang Sangrai perbulan
Tabel  4  menunjukan  biaya-biaya  yang  ada  dalam  pengolahan  kacang  tanah  (mentah)  menjadi  kacang  sangrai,  jumlah  biaya  tetap  adalah  Rp

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan salak sampai menjadi produk olahan, untuk menganalisis besarnya nilai tambah yang diperoleh dari

Untuk hipotesis 1 digunakan pengukuran nilai tambah metode Hayami untuk melihat seberapa besar nilai tambah yang dihasilkan akibat proses pengolahan produk makanan

Hasil rasio nilai tambah yang dihasilkan dari produksi kerupuk termasuk tinggi, karena menurut Hubeis dalam Nabilah, dkk (2015:14), jika besarnya rasio nilai tambah

Masalah yang diteliti dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian yaitu berapa besarnya Nilai Tambah dan keuntungan yang diterima dari usaha pengolahan buah

Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan gula aren di daerah penelitian adalah sebesar Rp 77,53, dengan rasio nilai tambah sebesar 3,23%, artinya nilai tambah yang diperoleh

Untuk hipotesis 1 digunakan pengukuran nilai tambah metode Hayami untuk melihat seberapa besar nilai tambah yang dihasilkan akibat proses pengolahan produk makanan

produksi sebagai dasar penentuan harga jual tapioka; (3) nilai tambah pada proses pembuatan tapioka untuk mengetahui balasan terhadap faktor produksi yang dihasilkan serta kesempatan

Besarnya nilai tambah karena proses pengolahan adalah didapat dari pengurangan bahan baku dan input lainnya dari nilai produk yang dihasilkan, tidak termasuk tenaga kerja, dengan kata