• Tidak ada hasil yang ditemukan

The concept of community empowerment in Kerinci Seblat National Park (KSNP), Musi Rawas Regency, South Sumatera - Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "The concept of community empowerment in Kerinci Seblat National Park (KSNP), Musi Rawas Regency, South Sumatera - Indonesia"

Copied!
678
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Nanti Kasih
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Ir. Hadi Sukadi Alikodra
    • Dr. Ir. Aris Munandar
    • Prof. Dr. Ir. Sambas Basuni
  • Sekolah: Institut Pertanian Bogor
  • Mata Pelajaran: Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan
  • Topik: Konsep Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan
  • Tipe: disertasi
  • Tahun: 2012
  • Kota: Bogor

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya pemberdayaan masyarakat di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan ketidakberdayaan masyarakat dan merumuskan konsep pemberdayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan sumber daya alam. Penelitian ini penting karena banyak masyarakat di kawasan TNKS yang hidup dalam kemiskinan meskipun mereka tinggal di daerah yang kaya akan sumber daya alam.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk keanekaragaman hayati, yang perlu dikelola dengan baik. Namun, banyak masyarakat di sekitar TNKS masih terjebak dalam kemiskinan. Penelitian ini berupaya untuk menemukan cara-cara pemberdayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung konservasi lingkungan.

1.2. Perumusan Masalah

Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana proses pemberdayaan masyarakat di kawasan TNKS dapat dilakukan dengan efektif. Penelitian ini merumuskan dua pertanyaan utama: faktor-faktor apa yang mempengaruhi ketidakberdayaan masyarakat dan bagaimana konsep pemberdayaan yang tepat untuk kawasan TNKS.

1.3. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran dalam penelitian ini mencakup pemahaman tentang kemiskinan yang disebabkan oleh faktor natural, kultural, dan struktural. Analisis faktor akan dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh faktor-faktor ini terhadap ketidakberdayaan masyarakat dan merumuskan strategi pemberdayaan yang tepat.

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan konsep pemberdayaan masyarakat di kawasan TNKS. Tujuan operasionalnya termasuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi ketidakberdayaan masyarakat serta menyusun konsep pemberdayaan yang dapat diimplementasikan.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini mencakup kontribusi bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pemberdayaan, sebagai referensi bagi peneliti dan pendidik, serta memberikan informasi bagi masyarakat dan dunia usaha untuk pengembangan investasi yang berkelanjutan.

1.6. Novelty

Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengembangan konsep pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dan kolaboratif, yang menggabungkan konservasi dengan pemberdayaan masyarakat di TNKS. Ini adalah pendekatan baru yang diharapkan dapat mengatasi masalah ketidakberdayaan masyarakat di kawasan tersebut.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini membahas teori dan konsep yang relevan dengan pemberdayaan masyarakat. Tinjauan pustaka mencakup definisi pemberdayaan, tujuan, proses, serta faktor-faktor yang menyebabkan ketidakberdayaan masyarakat. Ini juga menjelaskan konteks kebijakan pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia.

2.1. Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat adalah proses yang bertujuan untuk meningkatkan kekuasaan dan kemandirian individu atau kelompok yang terpinggirkan. Berbagai definisi dan pendekatan terhadap pemberdayaan mencakup aspek sosial, ekonomi, dan politik yang perlu dipahami untuk mengimplementasikan strategi pemberdayaan yang efektif.

2.1.1. Konsep Pemberdayaan Masyarakat

Konsep pemberdayaan mencakup pemberian kekuasaan kepada masyarakat yang lemah. Ini melibatkan pengubahan struktur sosial agar masyarakat dapat mengontrol kehidupan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka.

2.1.2. Tujuan Pemberdayaan Masyarakat

Tujuan utama dari pemberdayaan masyarakat adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat. Ini meliputi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

2.1.3. Proses Pemberdayaan Masyarakat

Proses pemberdayaan masyarakat melibatkan beberapa tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga implementasi program yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat. Setiap tahap perlu dilakukan secara partisipatif agar masyarakat merasa terlibat dan memiliki tanggung jawab terhadap program tersebut.

2.1.4. Kelompok Miskin, Lemah dan Tidak Berdaya

Penelitian ini juga menyoroti kelompok masyarakat yang paling rentan, termasuk mereka yang hidup dalam kemiskinan. Pemahaman tentang karakteristik dan tantangan yang dihadapi oleh kelompok ini sangat penting dalam merumuskan strategi pemberdayaan yang efektif.

2.1.5. Faktor-faktor penyebab ketidakberdayaan masyarakat

Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakberdayaan masyarakat dapat dibagi menjadi dua kategori: faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup pendidikan, kesehatan, dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor eksternal mencakup kebijakan pemerintah dan dukungan lembaga keuangan.

III. METODE PENELITIAN

Bagian ini menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini, termasuk lokasi penelitian, pendekatan yang diambil, jenis data yang dikumpulkan, serta analisis data yang dilakukan. Metode yang digunakan diharapkan dapat memberikan hasil yang valid dan dapat diandalkan.

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, khususnya di Kabupaten Musi Rawas. Lokasi ini dipilih karena memiliki tantangan yang signifikan terkait dengan kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

3.2. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif, yang memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kondisi masyarakat serta mengumpulkan data yang dapat diukur secara statistik.

3.3. Jenis Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan survei, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen dan laporan yang relevan.

3.4. Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data dilakukan melalui berbagai metode, termasuk wawancara mendalam dengan masyarakat lokal, observasi langsung, dan pengisian kuesioner. Semua metode ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang komprehensif tentang kondisi masyarakat.

3.5. Unit Penelitian dan Responden

Unit penelitian mencakup masyarakat yang tinggal di sekitar TNKS, dengan fokus pada kelompok yang paling rentan. Responden dipilih secara acak untuk memastikan representativitas data yang dikumpulkan.

3.6. Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode statistik dan analisis kualitatif. Ini termasuk analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi masyarakat dalam upaya pemberdayaan.

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Bagian ini memberikan deskripsi tentang lokasi penelitian, termasuk karakteristik geografis, lingkungan biologi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar TNKS. Pemahaman tentang konteks lokal sangat penting untuk merumuskan strategi pemberdayaan yang relevan.

4.1. Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)

TNKS adalah kawasan konservasi yang luas dan kaya akan keanekaragaman hayati. Kawasan ini memiliki ekosistem yang unik dan berperan penting dalam pelestarian lingkungan di Indonesia.

4.1.1. Letak dan luas TNKS

TNKS terletak di empat provinsi dan mencakup area seluas 1.372.000 hektar. Letak geografis yang strategis menjadikan kawasan ini penting untuk konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.

4.1.2. Lingkungan Biologi

Kawasan TNKS memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk berbagai jenis tumbuhan dan satwa langka. Lingkungan biologi yang sehat sangat penting untuk keberlanjutan ekosistem.

4.1.3. Manfaat Kawasan

Manfaat yang diberikan oleh TNKS kepada masyarakat sekitar sangat besar, termasuk penyediaan sumber daya alam, jasa lingkungan, dan peluang ekonomi. Namun, masyarakat sering kali tidak mendapatkan akses yang memadai.

4.2. Karakteristik Pedesaan Lokasi Penelitian

Karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar TNKS menunjukkan tingkat kemiskinan yang tinggi. Kondisi ini mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan dan upaya konservasi.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menyajikan hasil analisis yang dilakukan selama penelitian, termasuk identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakberdayaan masyarakat. Hasil ini menjadi dasar untuk merumuskan konsep pemberdayaan yang akan diusulkan.

5.1. Analisis Faktor

Analisis faktor dilakukan untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berkontribusi terhadap ketidakberdayaan masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal saling mempengaruhi.

5.2. Faktor-Faktor Ketidakberdayaan

Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakberdayaan masyarakat diidentifikasi sebagai faktor internal seperti pendidikan dan kesehatan, serta faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah dan dukungan lembaga.

5.3. Perumusan Konsep Pemberdayaan Masyarakat

Berdasarkan hasil analisis, konsep pemberdayaan masyarakat dirumuskan dengan pendekatan terpadu dan kolaboratif, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pemberdayaan.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi untuk implementasi konsep pemberdayaan masyarakat di kawasan TNKS. Rekomendasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan lingkungan.

6.1. Kesimpulan

Kesimpulan menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan dan ketidakberdayaan. Konsep pemberdayaan yang dirumuskan diharapkan dapat diimplementasikan secara efektif.

6.2. Saran

Saran diberikan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat, termasuk peningkatan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan sumber daya ekonomi.

Gambar

Tabel 3. Pergeseran Paradigma Pengelolaan Kawasan Lindung
Tabel 4. Dasar Hukum Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Hutan
Tabel 5. Jenis Data dan Aspek yang diamati
Tabel 8. Skala Perbandingan Berpasangan
+7

Referensi

Dokumen terkait