• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsumsi Pangan dan Gizi serta Skor Pola Pangan Harapan (PPH) pada Remaja Usia 13-18 Tahun di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Konsumsi Pangan dan Gizi serta Skor Pola Pangan Harapan (PPH) pada Remaja Usia 13-18 Tahun di Indonesia"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1 Kerangka pemikiran mutu gizi pangan dan skor Pola Pangan Harapan
Gambar 2 Alur memperoleh jumlah subjek yang digunakan
Tabel 2 Perhitungan kebutuhan energi  menurut usia dan  jenis kelamin
Tabel 4 Angka kecukupan gizi remaja usia 13-18 tahun
+7

Referensi

Dokumen terkait

Uji beda-t (independent samples t-test) digunakan untuk menganalisis perbandingan antar peubah pada penelitian ini yaitu konsumsi pangan, asupan dan tingkat

Tabel 7 menunjukkan bahwa proporsi sampel menurut mutu gizi konsumsi pangan berdasarkan sepuluh zat gizi dengan kategori sangat rendah lebih banyak terjadi pada

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai konsumsi pangan, mutu gizi konsumsi pangan dan skor pola pangan harapan (PPH) pada anak usia 2 - 6 tahun di Indonesia.. Hasil

Penelitian Asparian (2003) di Provinsi Jambi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara skor Pola Pangan Harapan (PPH) keluarga dengan status gizi balita

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk me - nilai konsumsi pangan, mutu gizi konsumsi pangan dan skor pola pangan harapan (PPH) pada anak usia 2—6 tahun di

Tabel 7 menunjukkan bahwa proporsi sampel menurut mutu gizi konsumsi pangan berdasarkan sepuluh zat gizi dengan kategori sangat rendah lebih banyak terjadi pada

Kebutuhan asupan gizi setiap individu berbeda tergantung pada usia, jenis kelamin, aktivitas, berat badan, dan tinggi badan.22 Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Zirva

Status gizi balita dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, penyebab langsung yang berhubungan dengan status gizi adalah riwayat penyakit infeksi dan pemenuhan asupan zat gizi, kedua