Konsumsi Pangan dan Gizi serta Skor Pola Pangan Harapan (PPH) pada Remaja Usia 13-18 Tahun di Indonesia
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Uji beda-t (independent samples t-test) digunakan untuk menganalisis perbandingan antar peubah pada penelitian ini yaitu konsumsi pangan, asupan dan tingkat
Tabel 7 menunjukkan bahwa proporsi sampel menurut mutu gizi konsumsi pangan berdasarkan sepuluh zat gizi dengan kategori sangat rendah lebih banyak terjadi pada
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai konsumsi pangan, mutu gizi konsumsi pangan dan skor pola pangan harapan (PPH) pada anak usia 2 - 6 tahun di Indonesia.. Hasil
Penelitian Asparian (2003) di Provinsi Jambi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara skor Pola Pangan Harapan (PPH) keluarga dengan status gizi balita
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk me - nilai konsumsi pangan, mutu gizi konsumsi pangan dan skor pola pangan harapan (PPH) pada anak usia 2—6 tahun di
Tabel 7 menunjukkan bahwa proporsi sampel menurut mutu gizi konsumsi pangan berdasarkan sepuluh zat gizi dengan kategori sangat rendah lebih banyak terjadi pada
Kebutuhan asupan gizi setiap individu berbeda tergantung pada usia, jenis kelamin, aktivitas, berat badan, dan tinggi badan.22 Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Zirva
Status gizi balita dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, penyebab langsung yang berhubungan dengan status gizi adalah riwayat penyakit infeksi dan pemenuhan asupan zat gizi, kedua