• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS, KOMITE AUDIT, DAN INTERNAL AUDIT TERHADA PFEE AUDIT EKSTERNAL Pengaruh Independensi Dewan Komisaris, Komite Audit, dan Internal Audit Terhadap Fee Audit Eksternal (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS, KOMITE AUDIT, DAN INTERNAL AUDIT TERHADA PFEE AUDIT EKSTERNAL Pengaruh Independensi Dewan Komisaris, Komite Audit, dan Internal Audit Terhadap Fee Audit Eksternal (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terda"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS, KOMITE AUDIT, DAN INTERNAL AUDIT TERHADA PFEE AUDIT EKSTERNAL (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI

Periode 2012-2014)

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat – syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Progam Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Oleh:

ARLINIA WILIASTI B 200130326

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

(2)
(3)
(4)
(5)

1

PENGARUH INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS, KOMITE AUDIT DAN INTERNAL AUDIT TERHADAP FEE AUDIT EKSTERNAL

(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2012-2014)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris pengaruh: faktor Good Corporate Governance (Independendi Dewan Komisaris, Independensi Komite Audit, Ukuran Komite Audit, Intensitas Pertemuan Komite Audit dan Internal Audit) terhadap Fee Audit Eksternal pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2012-2014. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel independensi dewan komisaris dan internal audit berpengaruh terhadap fee audit eksternal, sedangkan variabel independensi komite audit, ukuran komite audit dan intensitas pertemuan komite audit tidak berpengaruh terhadap fee audit eksternalpada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2012-2014.

Kata kunci : Independensi dewan komisaris, independensi komite audit, ukuran komite audit, intensitas pertemuan komite audit, internal audit, fee audit

Abstract

This study aims to provide empirical evidence of influence: Good Corporate Governance factorsm(the Independence Board of Commissioners, the Independence Audit Committee, the Size of Audit Committee, the Meeting Intensity of Audit Committee, and Internal Audit) for the External Audit Fees on the company’s Manufacturing registered BEI in 2012-2014. This Study was conducted using secondary data. The population in this study were 30 companies listed on the BEI during the period 2012-2014. The analytical method used is multiple linear regression analysis by first doing a description of the data, a classic assumption test including normality test, multicollinearity test, heterocedasticity test, autocorrelation test, and hypothesis testing are used is partial significance test (Uji-t), significant test simultaneous (Uji-F), and adjusted R Square. The result of this study prove that variable independence board of commissioners and the internal audit function did influence the external audit fees, while variable independence audit committee, size of audit committee, meeting intensity of audit committee did not influence the external audit fees.

(6)

2 1. PENDAHULUAN

Di dalam masyarakat yang sudah maju perekonomiannya, sangat diperlukan adanya komunikasi data keuangan dan data ekonomi lainnya. Perekonomian masyarakat tersebut dicerminkan dalam bentuk organisasi badan usaha yang besar dimana para pemilik atau penanam modalnya sudah menyebar ke segala pelosok daerah dan operasinya yang sudah mejangkau secara luas bahkan sampai ke luar negeri. Para stakeholder atau pemangku kepentingan menghendaki diadakan pengawasan atau pengendalian terhadap perusahaan agar mereka dapat menggunakan laporan keuangan yang dapat dipercaya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan audit terhadap laporan keuangan oleh pihak ketiga yang independen (KAP) sehingga dapat meningkatkan kualitas dari laporan keuangan seperti yang dilaporkan oleh pihak manajemen dan dapat meningkatkan kualitas dari informasi keuangan tersebut sehingga investor akan mendapatkan nilai dari perdagangan sekuritas yang dilakukannya. (Hazmi dan Sudarno, 2013)

(7)

3

Fee audit sendiri ditentukan melalui proses negosiasi antara pihak stakeholder

dengan KAP yang menaungi auditor tersebut dengan memperhatikan berbagai faktor. Salah satunya adalah keberadan komisaris independen. Independensi dewan komisaris yang semakin kuat menuntut akuntan publik untuk menhasilkan kualitas audit yang lebih tinggi demi meningkatkan penilaian perusahaan di mata para pemegang saham. (Sukaniasih dan Tenaya, 2016)

Selain komisaris independen fee audit juga dapat dipengaruhi oleh komite audit dan internal audit. Goodwin-Stewart & Kent (2006) menemukan bahwa terdapat di antara internal audit dan fee audit. Menurut Aryani (2011) terjadi perkembangan dalam peran internal audit yaitu dari sekedar unit yang mengecek kepatuhan, menjadi sebuah fungsi yang berperan aktif sebagai mitra bagi manajemen dalam mendukung penerapan Good Corporate Governance.

Penelitian ini merujuk pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Desi dkk (2014). Perbedaan penelitian ini dengan sebelumnya adalah : penelitian ini menambahkan dua variabel independen yaitu, independensi dewan komisaris dan internal audit. Alasan ditambahkannya variabel independensi dewan komisaris dan internal audit karena dalam struktur Good Corporate Governance, selain komite audit, dewan komisaris dan internal audit juga memiliki tanggung jawab terhadap pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik. Dari uraian diatas penulis termotivasi untuk melakukan penelitian ini karena cukup penting untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi fee audit dan bagaimana pengaruh setiap faktor terhadap fee audit. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis melakukan penelitian mengenai “PENGARUH INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS, KOMITE AUDIT DAN INTERNAL AUDIT TERHADAP FEE AUDIT EKSTERNAL (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI 2012–2014)”.

(8)

4 2. METODE PENELITIAN

2.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif merupakan jenis penelitian yang bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi bentuk yang mudah dipahami dalam bentuk informasi yang ringkas.

2.2 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan manufaktur yang terdapat di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengakses www.idx.co.id. Dalam penentuan sampel penelitian yaitu berdasarkan metode

purposive sampling. Adapun beberapa kriteria sampel penelitian ini, antara lain:

a. Perusahaan telah listing di BEI sejak tanggal 01 Januari 2009 sampai 31 Desember 2011 dan tidak delisting selama periode penelitian.

b. Emiten menyertakan laporan tahunan beserta laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen.

c. Mencantumkan professional fee dan jumlah rapat komite audit dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

d. Laporan keuangan tahunan dalam bentuk rupiah. 2.3 Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan adalah data sekunder dengan melihat laporan tahunan perushaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data penelitian ini diperoleh dari Annual Report perusahaan selama tahun 2012 sampai 2014 yang meliputi laporan auditor independen dan laporan keuangan perusahaan. Data tersebut diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu

www.idx.co.id.

2.4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 2.4.1 Variabel Dependen

(9)

5

laporan keuangan. Penggunaan professional fees disebabkan karena pengungkapan data tentang fee audit di Indonesia masih berupa voluntary disclosures sehingga belum banyak perusahaan yang mencantumkan data tersebut

di dalam annual report. Selanjutnya variabel akan diukur dengan menggunakan logaritma natural dari professional fees. Variabel akan disimbolkan dengan Ln.FA di dalam persamaan. (Wibowo dan Rohman, 2013)

2.5 Variabel Independen

2.5.1 Independensi Dewan Komisaris

Komisaris independen dipandang dapat melakukan pengawasan secara signifikan terhadap kegiatan dan pengendalian dalam perusahaan sehingga memerlukan informasi yang independen yang berasal dari auditor eksternal (Hay et al., 2008 dalam Rizqiasih, 2013). Independensi dewan komisaris diukur melalui

jumlah total komisaris independen yang ada dalam dewan komisaris. Independensi dewan komisaris akan dilambangkan dengan IDK. (Boo et al., 2008)

2.5.2 Independensi Komite Audit

Hay et al. (2008) dalam Desi et al., (2014) menyatakan bahwa komite audit bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap pelaporan keuangan dan pengendalian internal perusahaan serta sebagai penengah antara auditor internal dan eksternal. Independensi komite audit diukur melalui jumlah total komisaris independen yang ada dalam komite audit dan dilambangkan dengan IKA. (Boo et al., 2008)

2.5.3 Ukuran Komite Audit

(10)

6 2.5.4 Intensitas Pertemuan

The Blue Ribbon Company (1999) merekomendasikan komite audit setidaknya melaksanakan pertemuan sebanyak 4 (empat) kali dalam setahun atau lebih sesuai dengan keadaan untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Pertemuan komite audit diselenggaran untuk membahas jumlah pertemuan komite audit yang diukur melalui jumlah total pertemuan yang dilakukan komite audit selama periode akuntansi dan dilambangkan dengan PKA. (Desi et al., 2014).

2.5.5 Internal Audit

Nurika Restuningdiah (2010:359) dalam Prastuti (2013), menyatakan bahwa keberadaan internal audit diharapkan dapat memfasilitasi keefektifan fungsi komite audit, sesuai dengan tujuan fungsi audit adalah pemantauan terhadap pelaporan keuangan yang merupakan tanggungjawab dari komite audit. Variabel internal audit menggunakan variabel dummy, yaitu angka 1 untuk mengindikasikan adanya keberadaan fungsi internal audit yang tercantum dalam laporan tahunanan serta angka 0 untuk mengindikasikan tidak adanya fungsi internal audit. Variabel disimbolkan dengan lambang D.IA dalam persamaan. 2.6 Metode Analisis Data

Dikarenakan variabel independennya lebih dari satu,maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis Regresi Berganda (Multiple Regression). Analisis ini digunakan untuk menentukan hubungan antara fee audit

dengan variabel-variabel independen. Persamaan regresinya adalah sebagai berikut :

Ln.FA =  + β1IDK + β2IKA+ β3UKA + β4PKA + β5 D.IA + e

Keterangan:

 = Konstanta

β = Koefisien Regresi

Ln.FA = Logaritma Natural Fee Audit IDK = Independensi Dewan Komisaris IKA = Independensi Komite Audit UKA = Ukuran Komite Audit PKA = Pertemuan Komite Audit

(11)

7

1 : Mengindikasikan Adanya Fungsi Internal Audit 0 : Mengindikasikan Tidak Adanya Fungsi Internal Audit e = Error

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Pengujian Asumsi Klasik

Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,620 yang berarti lebih besar dari 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa seluruh data berdistribusi normal. Hasil uji multikolinieritas menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki VIF ≤ 10 dan nilai tollerance ≥ 0,10 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas. Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan P > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji autokorelasi dengan menggunakan Run Rest menunjukkan hasil bahwa nilai tes -0,03956 dengan probablitias 0,525. Karena nilai probabilitas lebih besar dari nilai signifikansi yang telah ditetapkan sebesar 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tersebut tidak terjadi autokorelasi antar nilai residual. 3.2 Pembahsan Hasil Penelitian

3.2.1 Pengaruh Independensi Dewan Komisaris (IDK) terhadap Fee Audit (FA)

(12)

8

3.2.2 Pengaruh Independensi Komite Audit (IKA) terhadap Fee Audit (FA) Berdasarkan uji t diketahui bahwa independensi komite audit (IKA) mempunyai nilai thitung sebesar -0,175 lebih kecil dibandingkan dengan nilai ttabel sebesar -1,990 dan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,862 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa independensi komite audit (IKA) tidak berpengaruh terhadap fee audit (FA). Hasil penelitian mereka menemukan bahwa independensi komite audit tidak berpengaruh terhadap fee audit eksternal. Hal ini disebabkan adanya surat edaran dari Bursa Efek Indonesia perihal keanggotaan komite audit yang mengatur bahwa anggota komite audit yang berasal dari komisaris maksimum hanya satu orang dan harus merupakan komisaris independen perusahaan, sehingga tidak terdapat variasi.

3.2.3 Pengaruh Ukuran Komite Audit (UKA) terhadap Fee Audit (FA)

Berdasarkan uji t diketahui bahwa ukuran komite audit (UKA) mempunyai nilai thitung sebesar 0,568 lebih kecil dibandingkan dengan nilai ttabel sebesar 1,990 dan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,571 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ukuran komite audit (UKA) tidak berpengaruh terhadap fee audit (FA). Hal ini disebabkan karena adanya regulasi yang dikeluarkan oleh BAPEPAM melalui Surat Edaran BAPEPAM SE-03/PM/2000 tanggal 5 Mei 2000 serta peraturan yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Jakarta melalui peraturan KEP-339/BEJ/07-2001 yang mengharuskan perusahaanperusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk memiliki komite audit.

3.2.4 Pengaruh Pertemuan Komite Audit (PKA) terhadap fee audit (FA) Berdasarkan uji t diketahui bahwa pertemuan komite audit (PKA) mempunyai nilai thitung sebesar 0,330 lebih kecil dibandingkan dengan nilai ttabel sebesar 1,990 dan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,742 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pertemuan komite audit (PKA) tidak berpengaruh terhadap fee audit (FA). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada pengaruh antara

(13)

9

3.2.5 Pengaruh Internal Audit (IA) terhadap Fee Audit (FA)

Berdasarkan uji t diketahui bahwa internal audit audit (IA) mempunyai nilai thitung sebesar nilai thitung sebesar 2,595 lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel sebesar 1,990 dan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,004 < 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa internal audit audit (IA) berpengaruh terhadap fee audit (FA) Fungsi audit internal dan eksternal saling melengkapi sebagai sebuah sarana untuk meningkatkan tingkat pengawasan. Perusahaan-perusahaan yang memiliki komitmen tinggi terhadap penerapan Good Corporate Governance dan kondisi internal yang baik akan memiliki tuntutan terhadap kualitas audit eksternal yang lebih baik, sehingga mengarah pada fee audit yang lebih tinggi.

4. KESIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi dewan komisaris dan internal audit berpengaruh terhadap fee audit eksternal. Sedangkan independensi komite audit, ukuran komite audit dan intensitas pertemuan tidak berpengaruh terhadap fee audit eksternal.

4.2 Implikasi

(14)

10

Oleh karena itu, diharapkan bahwa proporsi independen dalam dewan komisaris yang lebih tinggi dan keberadan internal audit akan dijadikan pertimbangan dalam menentukan besarnya fee audit eksternal perusahaan.

4.3 Keterbatasan

Adapun keterbatasan penelitian yang ada yaitu sebagai berikut:

1. Karena keterbatasan data tentang fee audit, maka dalam penelitian ini diterapkan penggunaan data professional fees untuk memberikan nilai pada variabel fee audit.

2. Jumlah perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian hanya dari satu jenis industri saja (perusahaan manufaktur) dan periode observasi yang digunakan hanya menggunakan tahun 2012- 2014.

4.4 Saran

Penelitian ini memberikan saran untuk penelitian berikutnya:

1. Penelitian mendatang sebaiknya menggunakan perusahaan-perusahaan yang mencantumkan data tentang fee audit daripada data mengenai professional fees dalam laporan keuangannya sehingga lebih menggambarkan data fee audit. 2. Memperpanjang periode pengamatan dan menambahkan populasi perusahaan

dari semua jenis kategori industri dengan tetap memperhatikan perbedaan pada faktor perbankan dan non perbankan supaya hasil penelitian dapat digeneralisir.

DAFTAR PUSTAKA

Chandra, Macella O. 2015. “Pengaruh Good Corporate Governance, Karakteristik Perusahaan dan Ukuran KAP terhadap Fee Audit Eksternal”. Jurnal Akuntansi Bisnis, Vol. XIII No. 26.

(15)

11

FCGI. 2001. “Peranan Dewan Komisaris dan Komite Audit dalam Pelaksanaan Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan)”, Jilid II, FCGI, Edisi ke-2.

Halim, Abdul. 2008. “Dasar-Dasar Audit Laporan Keuangan”. AUDITING Edisi Keempat: Sekolah Tinggi Ilmu YKPN, Yogyakarta.

Hazmi, Al M dan Sudarno. 2013. “Pengaruh Struktur Governance dan Internal Audit Terhadap Fee Audit Eksternal Pada Perusahaan-Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI”. Diponegoro Jurnal Accounting. Volume2, Nomor 3, ISSN (Online): 2337-3806.

KNKG. 2006. “Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia”. Jakarta: Komite Nasional Kebijakan Governance.

Prastuti, Deviana Dewi. 2013. ”Analisis Pengaruh Struktur Governance dan Internal Control terhadap Fee Audit Eksternal (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-1011)”. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Rizqiasih, Putri Diah. 2010. “Pengaruh Struktur Governance Terhadap Fee Audit Eksternal”. Skripsi. Universitas Diponegoro.

Rushtam, Sehrish., Kashif Rashid., And Khalid Zaman. 2013. “The Realitionship Beetwen Audit Committees, Compensation Incentives and

Corporate Audit Fees in Pakistan”. Economic Modelling, Vol.31 No. 1, pp. 697-716

Wibowo, Rahmat Haryo. 2012. “Pengaruh Struktur Governance dan Entitas Terhadap Fee Audit (Studi Pada Perusahaan yang Listing di Indeks Kompas 100). Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika. Vol 2 No 1. ISSN 2089-3310.

Referensi

Dokumen terkait

adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fungsi pedagang besar yang meliputi: promosi dan penjualan, pembelian dan penyediaan produk yang beranekaragam,

Perkem- bangan tari topeng gaya Indramayu tidak terlepas dari perilaku individu dalang topéng , baik dalam hal kreativitas untuk menciptakan kreasi-kreasi baru maupun

Fungsi enjambemen disini, yaitu untuk menarik perhatian pembaca. Pada lirik lagu pada bait ke-2 ini enjambemen terjadi pada baris pertama sampai baris kedua. Jadi,

Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh latihan percaya diri terhadap peningkatan percaya diri pada remaja yang mengalami obesitas di MAN Kabupaten Banyumas tahun 2017.. Metode :

The analysis intends to study current efficiency in parts delivery using Arena simulation software that would then be used to propose additional improvement for

Agar suatu jaringan LAN atau Workgroup dapat terbentuk, selain harus memiliki komputer Server dan Workstation, juga diperlukan perangkat keras lain yang mendukung jaringan

Menurut UU No.32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Kajian Lingkungan Hidup Strategis, yang selanjutnya disingkat KLHS, adalah rangkaian analisis

Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan