Pembentukan Portofolio Reksadana Saham yang Optimal Menggunakan Algoritma Genetika Multi Objektif
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Berdasarkan Tabel 5, dapat dilihat bahwa portofolio yang paling optimal dari semua kombinasi saham yang ada adalah portofolio dengan kombinasi 2 saham yaitu
Parameter yang paling berpengaruh pada penerapan algoritme genetika terdistribusi untuk penentuan portofolio saham optimal adalah jumlah sub populasi karena terjadinya
Hasil dari penelitian ini adalah terdapat delapan portofolio saham dari JII dan sepuluh portofolio saham dari indeks LQ45 yang dihasilkan dengan Constant Correlation
Hasil dari pengukuran kinerja reksadana saham syariah menggunakan metode Sharpe, Treynor Jensen rasio informasi, dan sortino menunjukkan ada 4 reksadana saham
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membentuk portofolio optimal berdasarkan kinerja saham-saham perbankan yang masuk dalam LQ45 dengan menggunakan model
Berdasarkan hasil analisis, Algoritma Genetika lebih optimal dibandingkan dengan perhitungan manual menggunakan Single Index Model dalam menentukan portofolio saham
Dari hasil optimasi 6 saham pada bulan April 2015 sampai Mei 2017 dengan metode Compromise Programming dan Nadir Compromise Programming diperoleh proporsi dana untuk saham
Algoritma genetika berfungsi sebagai pembentuk koefisien dengan memilih periode saham keberapa saja yang saling berkaitan sehingga bentuk koefisien yang didapatkan