60 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diambil
beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. Air direduksi sebesar 40,5% dari air yang dibutuhkan pada beton normal
dengan penambahan 1,2% Glenium terhadap berat semen.
2. Nilai kuat tekan rata-rata beton pada umur 38 hari untuk beton normal yang
dipanaskan pada suhu 27°C atau suhu ruangan, 200°C, 500°C dan 800°C berturut-turut adalah 33,69 MPa, 40,12 MPa, 32,86 MPa dan 13,04 MPa.
Sedangkan untuk beton Glenium yang dipanaskan pada suhu yang sama
dengan beton normal kuat tekannya berturut-turut sebesar 45,78 MPa,
38,53 MPa, 44,67 MPa dan 25,91 MPa
3. Nilai modulus elastisitas rata-rata beton pada umur 38 hari untuk beton
normal yang dipanaskan pada suhu 27°C atau suhu ruangan, 200°C, 500°C dan 800°C berturut-turut adalah 26607 MPa, 28235 MPa. 14151 MPa dan 2591 MPa. Sedangkan untuk beton Glenium yang dipanaskan pada suhu
yang sama dengan beton normal modulus elastisitasnya berturut-turut
sebesar 29008 MPa, 26428 MPa, 8653 MPa dan 2779 MPa
4. Nilai porositas rata-rata beton pada umur 38 hari untuk beton normal yang
dipanaskan pada suhu 27°C atau suhu ruangan, 200°C, 500°C dan 800°C berturut-turut adalah 2,30%, 1,37%, 11,51% dan 21,86%. Sedangkan untuk 6.1. Kesimpulann
Berdaaassasarkrkan hasil pennelelelitittiaiai nn n yayayangngng tteelelahah dilaksanaakakakan n dapat diambil
beberaaappapakkesimpup laan nn sesesebababagggai beriikkut.t
1
1. Aiir r dididirerereduksduduk i seseebebebesar 40,5% dari air yang dididibubub tuhkkkananan pppadadada a betoon n n normal de
de
dengngngananpppeneenambahan 1,2% Glenium terhadap berat semmemen.n
2. 2.
2 NNNilaai i i kuk at tekan rata-rata beton pada umur 38 hari untukbbbeteteononnnnororormamam l l yayanngng
di
diippap naskan pada suhu 27°C atau suhu ruangan, 200°C, 500°°°CC dadadannn 8880000°CC
b b
berturut-turut adalah 33,69 MPa, 40,12 MPa, 32,86 MPa dan 13,0044 MPPPaaa.
Sedangkan untuk beton Glenium yang dipanaskan pada suhu yay nggg sammaa a de
d
d ngan betononn nnnororormamalll kukukuat tekannyyya a a bebebertrturturututut-t-t-tururu ut sebesar 444555,78 MMMPaPPa,,,
38,53 MPa, 44,67 MPa dan 2225,5,5,9111MMMPa
3.
3. NiNiNlai modulus elastisitas rata-rata beton pada umur 38 hari i unununtutuukk k bebebettton
no
n rmmalal yanl ng g g dididipapapananaskskananppadadada a a sususuhuhuhu22277°°C Catatauausssuhuhuhuuu ruruana gan,n 2000°°C,C,C, 55500°C
da da
dannn 888000000°°CCC berturut-turut addad lah 262666607 MPa, 282355MMMPa.PaPa 1414141515151 MPa dan
2591 MPa. Sedangkan unnntuk beton n Glenium yang dipanaskan pada suhu
yang sama dengan betonnn normaal l modulus elastisitasnya berturut-turut
sebesar 29008 MPa, 26428 MPMPMPa,a 888653 MPa dan 2779 MPa
61 beton Glenium yang dipanaskan pada suhu yang sama dengan beton normal
nilai porositasnya berturut-turut sebesar 0,27%, 2,43%, 14% dan 16,84%.
5. Penggunaan Glenium Ace 8590 sebaiknya sesuai dengan dosis yang
dianjurkan yaitu sebesar 0,7% sampai 1,2% tiap 100 kg semen.
6.2. Saran
Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat diberikan saran yang
diharapkan dapat bermanfaat, antara lain adalah sebagai berikut ini.
1. Lingkup dari penelitian yang dilakukan hanya mencakup sifat mekanik saja
masih perlu penelitian lebih lanjut terutama mengenai reduksi optimum
pada adukan beton.
2. Pahami dengan baik terlebih dahulu sifat bahan yang akan digunakan pada
penelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pembuatan.
3. Perhatikan persiapan bahan material seperti agregat halus dan kasar yang
akan digunakan. Perlu terlebih dahulu dilakukan pengujian bahan di
laboratorium untuk mengetahui apakah agregat tersebut memenuhi
persyaratan atau perlu perbaikan mutu sebelum digunakan.
4. Faktor pengali volume penambahan bahan pada mix design lebih
diperhitungkan untuk faktor pengaman saat terjadi kesalahan dalam
pembuatan.
5. Sebelum dilakukan pencampuran adukan beton sebaiknya diperhatikan
beberapa hal, antara lain kondisi agregat harus dalam keadaan SSD atau
kering permukaan, urutan pencampuran bahan dalam adukan beton,
pengurangan atau penambahan bahan harus dikondisikan seragam agar 5. Penggunaan Glenium AAAcece 8859900 seseebababaiki nya sesuai dengan dosis yang
dianjurkan yyyaiaiaitu sebesar 0,7% sampai 1,2% tiaptutu p1110000 kg semen.
6.2. Sarannn D D
Dari hasil peeneneneliliitiantitianan yang ttellah h didillakksannnakakakananan,,, dadadapat diberikakaan n n saran yang
diiihhaharapkananndddapapapatatatbbermamaanfaat,nfnf antara lain adalah sebababagagagai beriiikukukut t t ininini.i.i
1.. LiLiLingngngkkup kup dadadari penelitian yang dilakukan hanya mencakukukup psisiifafaat t t memekamekk nik kksas ja
m m
masisiihhh perlu penelitian lebih lanjut terutama mengenai rrereduduksksksiii oopoptitimumummm
pa
paadda adukan beton.
2.
2 PPPahami dengan baik terlebih dahulu sifat bahan yang akan diguuunakkanan padadadaaa
penelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pembuatan.
3.
3 PPeP rhatikan pppererrsisisiapapapananan bbbahahahan material sesesepepepertrtrtiii agagagrereregagg t halus dan n n kkakasar yaaangngng
akan digunakan. Perlu terlllebebebihhh dahulu dilakukan pengujian bahadd aannn dddi
la
l boratorium untuk mengetahui apakah agregat tersebut t memememememenununuhi
pe
p rssyayararattatan n atauatatauau pppeererllulu pperrbabaikbaikikanananmmmutututuuu sesebebelullummm dididigugugunanakkakann.
4. FaFaFaktktor pppenenengali volume pepp nambbahahahan bahan padadadaaa mix dededessign lebih
diperhitungkan untuk faakaktor penggaama an saat terjadi kesalahan dalam
pembuatan.
5. Sebelum dilakukan pencamppupuraannn adukan beton sebaiknya diperhatikan
62 tidak menambahkan variasi dalam penelitian, pengadukan harus dilakukan
63
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, L.A., 2009, Analisis Pengaruh Temperratur terhadap Kuat Tekan Beton, Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil, ISSN 0853-2982.
Bayuasri, T., 2006, Perubahan Perilaku Mekanis Beton Akibat Temperatur Tinggi, PILAR volume 15, Nomor 2, September 2006: halaman 117-126.
Corsika, Y., 2013, Analisis Perilaku Mekanis dan Fisis Beton Pasca Bakar, Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara.
Hansen, T.C., 1976, Text Book on Concrete Technology, Directorate Building Research, Bandung.
Lianasari, A.E., 2010, Pemanfaatan Limbah Fly Ash (Abu Terbang) Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen Dan Sikament LN Untuk Memperoleh Beton Hijau Mutu Tinggi, Proceeding National Conference on Green Technology for Better Future, ISBN 978-602-97320-1-6.
Munaf dan Siahaan, 2003, Diagnosa dan Perbaikan Tanah Untuk Peningkatan Kinerja Struktur Beton, Concrete Repair and Maintenance.
Murdock, L.J., Brook, K.M., dan Hindarko, S., 1986, Bahan dan Praktik Beton edisi keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta.
PBI 1971 N.1-2, Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.
SII (Standar Industri Indonesia) 0 13-1981 tentang Material Bahan Bangunan.
Ahmad, L.A., 2009, Analalalisisisiis Pengaruh Temperratututur trr erhadap Kuat Tekan Beton, Jurnal Teoretisissddad n Terapan Bidang Rekayasa Sipipipil,l,l,ISSN 0853-2982.
Bayuasri, TTT., 2006, PPPerrrububahubaa an PePePeririilalalakukuk MeMM kakakaninis Bni BBeteeon Akibat Tempmm eratur Tinggi, PI
PI
PILAR volume 1ee 5,5,5, NoNN mor 2, Septembbberr202020060606: h: h: halalalaaaman 117-126.6.6.
C Co
C rsika, Y.Y.Y., 2, 2, 2013,3,3, AAnA alisis Perilakuu Mekanis dan FiFiFisisss BBBetetetononon Pasca BBBakar, De
De
DepapapartemmmeenenTeknknik Sipil, Univerersitas Sumatera UUtara.
Ha Ha
Hansnsnseeen, TTT.C., 1976, Text BBook on CConcrete TTechnology, Direectccorate Be Be Buiuldinnggg Reeeseseararch, Bandung.
Lianasaraa i, A.E., 2010, PePemamanfnfaataan LLimbabah FFFlyFy AshAsh (A(Abu Terbang) Seeebagai Baaahaanan P
Pengganti Sebagian SSeme enen Dan SSikikamamenentt LN Untuk Mempeere oleh BBeB tooonnn H
Hijaj u MMututu Tu Tininggggii, PrPrococeee ding Nationonalal CoConfnfererenencece onon Greennn Teccchhhnologogogyyy f
fo
for Better FutFutururureee,ISISISBNBNBN9799 8-602-973200-111-666.
Mu Mu
Munan f dan Siahaan, 2003, Diagnosa dannPerbaikan Tanah Untuk PeningkatanannKiKiKinenenerrjra St
S
Struktur Beton, Concrete Repair and Maintenance.
Mu Mu
Murdrdrdococock,k,k, LL.L.JJ.J.,, BroBrBrooook,,, K.MK.KMM., ddananan Hindddarararkkko, SS..,11986, BahBBaha annndan Pdadan Pn Prararaktktktikikik BeBeBettton edisi ke
ke
keempapp t,t,t,PePePenerbit Erlangga, J, J, akarta.
PBI 1971 N.1-2, Yayasan Lembaaaga Penyeliididikan Masalah Bangunan, Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.g
64
Simbolon, D.P., 2012, Pengaruh Lamanya Pembakaran Beton Terhadap Kuat Tekan Beton K-250 (umur 28 hari), Jurnal Ilmiah Mahasiswa Volume 1, No 1, Des 2012 hlmn 128-142
SNI 15-2049-2004, 2004, Semen Portland, Badan Standar Nasional.
Sumardi, P.C., 2000, Aspek Kimia Beton Pasca Bakar, Yogyakarta: Kursus Singkat Evaluasi dan Penanganan Struktur Beton yang Rusak Akibat Kebakaran dan Gempa, 24-25 Maret.
Surahman, A., 1998, Evolusi Bangunan yang Mengalami Kebakaran, Majalah Konstruksi, Desember, Jakarta.
Tjokrodimulyo, K., 2000, Pengujian Mekanik Laboratorium Beton Pasca Bakar, Yogyakarta.
Tjokrodimulyo, K., Teknologi Beton, KMTS FT UGM, Yogyakarta.
Triwiyono, A. Kerusakan Struktur Gedung Psca Kebkaran. Disampaikan Dalam Kursus Singkat Evaluasi Dan Penanganan Struktur Beton Yang Rusak Akibat Kebakaran Dan Gempa. Pusat Antar Universitas Ilmu Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Yogyakarta, 24-25 Maret 2000.
Nababan, B.A., 2015, Pengaruh Komposisi Glenium Ace 8590 terhadap Sifat Mekanik Beton, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Setiawan, Y.A., 2015, Pengaruh Komposisi Glenium Ace 8590 dengan Fly Ash dan Filler Pasir Kuarsa Terhadap Sifat Mekanik Beton Mutu Tinggi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Rochman, A. 2006. Gedung Pasca Bakar Estimasi Kekuatan Sisa dan Teknologi Perbaikannya. Dinamika Teknik Sipil. Saba, A.
Beton K-250 (umur 28 hari),),), JuJuJurnrnrnalalal Ilmiah Mahasiswa Volume 1, No 1, Des 2012 hlmn 128-142
SNI 15-2049-20000040 , 2004, Semen Pnn ortland, Badan Standar Nasiiionononal.
Sumardrdrdi, P.C., 222000,AsAA pepp kkk Kimia Beton Pasca Bakakakar,r,r, Yogyyyakaa arta: Kururursus Singkat Evaluauauasisisi dadadan Penangagaganananan Sn Struktut r BB tetononn yayayang Rusak AAAkikikbat Kebakakakaran dan Gempmpmpa,a,a,242424-25MaMaMaret.
Suraaahmhmhmaaan, AAA., 1998, EEvovolusi Bangununan yang MeMengalami KKebKee akarararananan,, M, ajalalalaha Konsnsnsttruksi, Desembeber,r Jakarta.
Tj Tj
Tjokokokrodididimulyo, KK., 2, 2000, Pengngujujian MMekananikk Laboratooririumum Beton PPascacaa BaBB kaaarr, Y
Y
Yogyakarta.
Tjokokokrorr ddidimumulylyoo, K.K., T, Teknologigg Beton, KMTS FT UGM,,Yogygyakakarartata.
Tr Tr
Triwiyono, A. Kerusakan Struktur GGGedededung Psca Kebkaran. Disampaikan DDDalalalaaam Kursus Singkat Evaluasi Dan Penanganan Struktur Beton Yang Rusususakakak AkAkAkibibibat Ke
Ke
Kebababakakakarararan Dn Dn Dananan GempGempmpa.a.a. Pusat Antar UnUnUniiiveversrsititasasas IlIlIlmumumu TeTeTeknknikknikik UnUnUniviviverererssistas Ga
Ga
GadjdjdjahahahMaMaMadadaaYogyYoYogygyakakakarartatata, Y, Y, Yogogogyayakayakakartrtrta,a,a,22424-252525MareMaMareret 2t 2t 20000000.0.0.
Nababan, BBB.AAA., 2015, Pengaruh KoKK mposossisi Glenium Ace 8e 8e 8595959000 ttterhadap Sifat Mekanik Beton, Universitasasas Atma Jayayaya Yogyakarta.