• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS MANDIRI 1 KEPABEANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TUGAS MANDIRI 1 KEPABEANAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS MANDIRI

1

KEPABEANAN

STMT TRISAKTI

NAMA : DEVI ALVIANI

NIM : 2243.14.043

KELAS : S1 MTL-C

(2)

Sabu 100 Kg yang Ditemukan BNN di

Jepara Dikendalikan Sindikat Pakistan

Badan Narkotika Nasional (BNN) telah berhasil mengungkap penyelundupan 100 Kg sabu yang disembunyikan dalam mesin

genset di sebuah gudang milik CV Jepara Raya Internasional (JRI) di Dukuh Sorogen, Kecamatan Batealit, Jepara, Jawa Tengah. Sabu yang baru sampai ke Jepara ini dikendalikan oleh

sindikat narkoba jaringan Pakistan.

Informasi yang diperoleh, Kamis (28/1/2016), 8 orang ditangkap dalam penggerebekan yang berlangsung kemarin, Rabu (27/1).

Salah satu yang ditangkap adalah seorang pria berkebangsaan Pakistan.

Pria berkebangsaan Pakistan ini diduga sebagai anggota sindikat narkoba di Pakistan. Seluruh proses penyelundupan

sabu yang dimasukkan dalam genset itu dikendalikan dari Karachi, Pakistan.

"Petugas gabungan menemukan barang kiriman itu diduga berisi narkotika jenis sabu hampir mencapai 100 kg," kata

(3)

Jenderal Bea Cukai Haryo Limanseto.

"Turut diamankan tersangka inisial MR asal Pakistan. Kasus ini merupakan tangkapan terbesar aparat Bea Cukai di tahun

2016," ujarnya.

BNN memang menggandeng pihak bea cukai dalam pengungkapan kasus besar ini. Awal mula operasi itu ketika

pihak DEA (BNN Amerika Serikat) menyampaikan informasi kepada Bea Cukai dan BNN, terkait dugaan pengiriman berupa

bahan berbahaya seperti narkotika, psikotropika dan perkusor.

Selanjutnya petugas gabungan menindaklanjuti informasi itu. Petugas BNN berkoordinasi dengan Subdirektorat Narkotika P2KP Ditjen Bea Cukai guna memeriksa pengiriman barang berupa mesin genset dari Tiongkok menuju Pelabuhan Tanjung

Emas Jawa Tengah.

(genset yang digunakan untukn menyimpan sabu) Berikut rangkaian kegiatan penggerebekan gudang sabu di

Jepara menurut pihak Bea Cukai:

1. Sekitar akhir bulan Desember 2015, pihak DEA memberikan informasi kepada BNN bahwa akan terjadi pengiriman NPP yang

(4)

kemungkinan berupa gasoline engine, agriculture machinery atau diesel engine dari China ke Indonesia dengan pelabuhan

bongkar Tanjung Emas, Semarang. Berdasarkan informasi tersebut pihak BNN berkoordinasi dengan Subdit Narkotika Dit.

P2 KP DJBC

2. Tanggal 04-01-2016 tim dari Subdit Narkotika Dit. P2 KP DJBC dan BNN datang ke KPPBC TMP Tanjung Emas untuk melakukan

asistensi dan analisis penelusuran atas importasi barang dengan suspect barang yang diduga terdapat NPP di dalamnya

dengan bahan/data yang didapat dari pihak DEA

3. Tanggal 14-01-2016 berdasarkan pada hasil analisa dan pengembangan informasi didapat suspect party barang impor

dengan indikasi kuat sesuai dengan informasi yang dicurigai untuk selanjutnya dilakukan pemantauan atas proses

penyelesaian formalitas kepabeanannya:

a. Tanggal 15-01-2016 Pukul 09.35 WIB submit data PIB dengan nomor aju 060100-000875-20160113-003948, diterima di

Sistem Komputer Pelayanan KPPBC TMP Tanjung Emas, mendapat nomor pendaftaran 003011 tanggal 15 Januari 2016

dan Jalur Merah;

b. Tanggal 15-01-2016 Pukul 14.50 WIB, berkas PIB dan lampiran diterima;

c. Tanggal 19-01-2016 Pukul 10.11 WIB, pemeriksaan barang dinyatakan siap dilakukan;

d. Tanggal 19-01-2016 Pukul 11.03 WIB s.d 17.41 WIB, pemeriksaan fisik barang s.d selesai pengisian LHP;

e. Tanggal 20-01-2016 Pukul 09.00 WIB, dilakukan pelimpahan perkara dan serah terima barang impor kepada pihak BNN

dengan dibuatkan Berita Acara Serah Terima;

(5)

4. Tanggal 20-01-2016 Pukul 13.30 WIB dilakukan pengeluaran barang dari kawasan pabean TPKS dan dibongkar di gudang

MSA Cargo dengan alamat Komplek Industri Citra Blok 9 Jl. Arteri Tanjung Emas, Semarang

5. Tanggal 26-01-2016 Pukul 11.00 WIB s.d. pk. 14.00 WIB, dilakukan pengeluaran barang dengan menggunakan 2 truk dari gudang MSA Kargo yang kemudian dibongkar di sebuah

gudang furniture/meubel di daerah Jepara;

6. Tanggal 27-01-2016 pukul 13.00 WIB dilakukan penindakan oleh BNN di TKP gudang CV Jepara Raya Internasional dengan

(6)

*dasar hukum kasus

1. UU Kepabeanan pasal 102 karena termasuk tindakan penyeludupan.

2. UU no. 35/2009 tentang Narkotika pasal 113 ayat 1 dan 2

3. UU Kepabeanan No.17 tahun 2006 yaitu Bea & Cukai berwenang untuk menangkap pelaku penyeludupan, menyita barang seludupan sebagai barang bukti untuk diserahkan kepada pihak berwajib yaitu kepolisian untuk ditindak lanjuti.

*komentar

Menurut pendapat saya tentang kasus penangkapan ini sangat cerdik sekali dalam mengakali proses pengintaian dan

penangkapannya, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat di tuntaskan oleh pihak gabungan dari BNN dan pihak Bea & Cukai serta aparat dalam melakukan tindakan penangkapan.

Selain itu dengan bermodal informasi dari pihak DEA kepada BNN bahwa akan terjadi penyeludupan kiriman NPP yang diduga disembunyikan di dalam barang impor dengan

kemungkinan berupa gasoline engine, agriculture machinery atau diesel engine dari China ke Indonesia pihak pemeriksa tidak menahan barang tersebut melaikan dibiarkan untuk menyelesaikan formalitas kepabeanannya.

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan terhadap

(7)

Jepara. Dan itu tergolong pengakalan yang sangat baik

diberlakukan dalam kasus ini karena selain pihak BNN menyita barang haram tersebut, para pelaku penyeludupan pun yang terdiri dari 8 orang tersebut itu dapat tertangkap dan salah satunya adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan berinisial MR.

*Referensi

http://news.detik.com/berita/3129036/sabu-100-kg-yang-ditemukan-bnn-di-jepara-dikendalikan-sindikat-pakistan

Referensi

Dokumen terkait

Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul Analisis Iklan Layanan Kesehatan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengelolahan data dengan memakai prosedur statistik penelitian maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan

PROGRAM STUDI S1 EKONOMI ISLAM FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.. Fauji Sanusi,

27 Dani Yani (2018) likuiditas, profitabilita s, intensitas persediaan , dan ukuran perusahaan terhadap tingkat agresivitas wajib pajak badan pada perusahaan

b) Rekomendasi Working Group untuk mengundang Negara anggota IMO dan organisasi Internasional untuk memasukkan usulan terkait konsep dari verifikasi sistematik

Sementara itu, dilihat dari nilai nominal PDRB berdasarkan pengeluaran atau penggunaan yang menjelaskan bagaimana PDRB suatu wilayah (region) digunakan atau

Diharapkan bimbingan kelompok dijadikan wah- ana pemahaman nilai-nilai positif bagi siswa, khusus- nya sikap konsep diri positif dibentuk yang tidak hanya dengan

prasyarat dalam melaksanakan tugas kepengawasan atau supervisi pendidikan. Hal ini sejalan dengan peran dan fungsi pengawas sekolah dalam melaksanakan. tugas