Minyak Bumi
X-4
P e n y u s u n :
Devi Rusilawati
[08]
Minyak bumi . Minyak bumi disebut petroleum ( petro = batuan, oleum = minyak ). dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Minyak Bumi merupakan bahan bakar yang dihasilkan oleh alam dari fosil-fosil yang terpendam berjuta-juta tahun. Fosil adalah sisa tulang-belulang binatang atau sisa tumbuhan zaman purba yang telah membatu dan tertanam di bawah lapisan tanah. Minyak mentah (petroleum) adalah campuran yang kompleks, terutama terdiri dari hidrokarbon bersama-sama dengan sejumlah kecil komponen yang mengandung sulfur, oksigen, dan nitrogen dan sangat sedikit komponen yang mengandung logam.
Struktur hidrokarbon yang ditemukan dalam minyak mentah adalah alkana (parafin), sikloalkana (napten), dan aromatik.
Untuk memisahkan fraksi-fraksi dalam minyak bumi dapat dilakukan dengan cara distilasi bertingkat. Setelah melalui distilasi bertingkat minyak bumi akan terpisah menjadi gas, bensin, kerosin, solar dan lain-lain. Hasil distilasi tersebut digunakan untuk menggerakan berbagai mesin, seperti: mobil, pesawat, mesin diesel dan lain-lain, untuk keperluan industri, aspal dan sebagainya.
1.1 Pembentukan Minyak Bumi
Minyak bumi hasil pengeboran masih berupa minyak mentah (crude oil) yang kental dan hitam. Crude oil ini terdiri dari campuran hidrokarbon yaitu:
Alkana merupakan merupakan fraksi yang terbesar di dalam minyak mentah. Senyawa alkana yang paling banyak ditemukan adalah n-oktana dan
isooktana (2,2,4-trimetil pentana)
Hidrokarbon aromatis CnH2n-6 diantaranya adalah etil benzene yang memiliki cincin 6 (enam).
Sikloalkana (napten) CnH2n antara lain siklopentana dan etil sikloheksana
Belerang (0,01-0,7%)
Nitrogen (0,01-0,9%)
Oksigen (0,06-0,4%)
Karbondioksida [CO2]
Hidrogen sulfida [H2S]
1.3 Pengolahan Minyak Bumi
Minyak bumi mentah tidak dapat digunakan secara langsung oleh manusia,
sehingga harus diolah terlebih dahulu. Pengolahan bumi dilakukan melalui 2 tahap :
a. Proses Distilasi
Bertingkat
Berikut ini adalah tahapan-tahapan yang dilalui dalam proses distilasi bertingkat
1. Minyak mentah dipanaskan dalam boiler menggunakan uap air ± 350 ˚C. Uap minyak mentah yang di hasilkan kemudian diarlirkan ke bagian bawah menara distilasi.
2. Dalam menara distilasi, uap minyak mentah bergerak ke atas melewati plat-plat (tray). Setiap pelat memiliki banyak lubang yg dilengkapi dengan tutup gelembung (BUBLE CAP) yang memungkinkan uap lewat.
3. Dalam pengerakannya, uap minyak mentah akan menjadi dingin. Sebagian uap akan mencapai ketinggian di mana uap tersebut akan terkondensasi membentuk zat cair. Zat cair yang di peroleh dalam suatu kisaran suhu tertentu inilah yang disebut dengan fraksi.
4. Fraksi yang mengandung senyawa-senyawa dengan titik didih tinggi akan
terkondensasi di bagian bawah menara distilasi. Sedangkan fraksi senyawa-senyawa dengan titik didih rendah akan terkondensasi di bagian atas menara.
5. Selanjutnya, sebagian fraksi dari menara distilasi dialirkan ke bagian kilang minyak lainnya untuk proses konversi.
Pada proses ini dilakukan berbagai proses lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap pertama. Proses ini meliputi :
a) Proses Cracking (Perengkangan ),
pada proses ini dilakukan perubahan struktur kimia senyawa-senyawa karbonn. Meliputi :
Perengkahan (pemecahan rantai)
Alkilasi (pembentukan alkil / cabang )
Polimerisasi (penggabungan rantai karbon)
Reformasi (perubahan struktur)
Isomerisasi (pembentukan isomer)
b) Proses Ekstraksi,
Yaitu pembersihan produk dengan penggunaan pelarut sehingga diperoleh hasil dengan mutu yang lebih baik
c) Proses Kristalisasi
Yaitu proses pemisahan produk-produk melalui perbedan titik cairnya.
Misalnya dari pemurnian solar melalui proses pendinginan, penekanan , dan penyaringan akan diperoleh hasil samping berupa lilin
d) Proses Treating ( pembersihan dari kontaminasi )
Yaitu dibersihkan dengan cara hidrogennasi, desulfurisasi ( penghilangan belerang ) atau dengan menambahkan NaOH
1.4 Kegunaan Fraksi Minyak bumi
Gas
C
1- C
4< 20
Sebagai bahan bakar elpiji
(LPG-Liquefied Petroleum Gas), bahan
baku pembuatan berbagai produk
petrokimia.
Eter Petroleum
C
5-C
740-70
Pelarut nonpolar yang digunakan
sebagai cairan pembersih.
Bensin
(gasoline)
C
5– C
1070-180
Sebagai bahan bakar bermotor.
Nafta
C
6– C
10140-180
Untuk pembuatan plastic, karet
sintesis, deterjen, obat dan cat.
Kerosin
(Minyak tanah)
C
11- C
14180-250
Sebagai bahan bakar persawat
udara dan bahan bakar kompor
parafin.
Minyak solar
(diesel)
C
15- C
17250-300
Sebagai bahan bakar kendaraan
bermesin diesel
Minyak
pelumas
C
18– C
20300-350
Sebagai minyak pelumas
Lilin
> C
20> 350
Sebagai lilin parafin untuk
membuat lilin, kertas pembungkus,
lilin batik, dan bahan pengkilap
seperti semir sepatu.
Minyak bakar
> C
20> 350
Sebagai bahan bakar di kapal,
industri pemanas (boiler plant), dan
pembangkit listrik.
bitumen
>C
20>350
Sebagai materi aspal jalan dan
atap bangunan. Aspal juga sebagai
lapisan anti korosi, isolasi listik dan
pengedap suara pada lantai.
Kokas
>30
Tidak bias
menguap
Metalurgi, elektroda karbon
Beberapa kegunaan fraksi-fraksi minyak bumi dalam tabel sebagai berikut :
1.5 Mutu Bensin
Bensin adalah campuran antara heptana (C6H14 ) dengan isooktana (C8H18). Bensin yang langsung diperoleh dari hasil penyulingan membpunyai kualitas dan kuantitas yang rendah.
Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas bensin, maka bensin harus diolah lebih lanjut, yaitu melalaui proses perengkahan (Cracking). Cracking adalah proses pemutusan hidrokarbon rantai panjang serta reformasi terhafap fraki-fraksi minyak bumi yang membunyai titik didih lebih tinggi.
aus. Hidrokarbon dalam bensin mempunyai caabang paling banyak adalah Isooktana (2,2,4-Trimetil Pentana). Angka efisiensi pembakaran disebut
Angka
Oktan atau Bilangan Oktan
.Menurut perjanjian bilangan oktan n-heptana sama dengan nol dan isooktana sama dengan 100. Jadi bilangan oktan pada bensin menyatakan perbandingan antara iso oktana dan n-heptana.
Misalkan bensin premium dengan bilangan oktan 80, artinya bensin itu setara dengan campuran 80 % volum isooktana dan 20 % volum n-heptana. Bilangan oktan dapat dihitung menggunakan rumus :
Bilangan Oktan =
Ket :
Vi = Volume isooktana Vb = Volume bensin
Jenis-jenis bensin yang diproduksi pertamina
yaitu:
Keunggulan Pertamax dan Pertamax Plus
dibandingkan Premium, yaitu:
Mempunyai bilangan oktan yang tinggi
Meningkatkan kinerja mesin sehingga semakin bertenaga Bersifat ramah lingkungan
Lebih ekonomis dari segi perawatan
Dampak Pembakaran Bensin
Zat
pencemar
Sumber
Dampak terhadap
lingkungan
CO
2Pembakaran bahan
bakar
Pemanasan global/efek
rumah kaca
CO
Pembakaran bahan
bakar tidak sempurna
Bersifat racun dan
menyebabkan kematian
Nox (NO,
NO
2)
Pembakaran bahan
bakar pada suhu tinggi
Hujan asam
Pb
Penggunaan
bensindengan zat aditif
Timbal bersifat racun
Jenis bensin
Bilangan oktan
timbal
Upaya Mengurangi Dampak Penggunaan Bahan Bakar
Beberapa upaya untuk mengurangi dampak negative penggunaan bahan bakar,khususnya bensin adalah sebagai berikut.
1. Mencari alternative penggunaan bahan bakar lain yang sedikit menimbulkan pencermaran, misalnya penggunaan tenaga surya.
2. Menggunakan bensin yang ramah lingkungan, yaitu bensin yang bebas TEL. 3. Menggunakan EFI (Electronic Fuel Injection) pada system bahan bakar.
4. Pada knalpot kendaraan harus dilengkapi dengan converter katalitik (alat yang mengandung katalis padat untuk mempermudahkan cepat pengubahan CO dan hidrokarbon menjadi CO2 dan H2O).