• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kisi kisi kisi perdata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kisi kisi kisi perdata"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1. Hubungan hukum perdata dan hukum acara perdata

Hukum perdata adalah hukum yang mengatur hak dan kewajiban perseorangan dalam lalu lintas antar hubungan antar manusia. Begitu terjadi benturan hukum perdata tidak mengatur bagaimana memulihkan hak hak perdata dimuka pengadilan dan hukum perdata mengatur itu. Karena hukum acara perdsta bertujuan mempertahankan hukum perdata materil sehingga apabila ada hak yang dirugikan dapat dipulihkan.

2. Dasar hukum acara perdata

1. Rv atau BRv (Reglement op de burgerlijke rechtvordering) 2. Pasal 1 amandemen ke 4 uud 1945

3. HIR ( HERZIENE INLANDSCH REGLEMENT ) stb 1941 no,44 untuk jawa dan madura

4. RBG (RECHTREGLEMENT VOOR DE BUITENGEWESTEN) stb 1927 no.227 untuk luar jawa dan madura

3. SEJARAH KUHAPER

Rv Atau Reglement Burgerlijke Op De Rect Vordering Dirubah Oleh Gubernur Jendral Berlanda Yang Memerintahkan Hakim Agung Bernama J.H.R. Mr.Hl. Wichers Untuk Menyusun Hir ( Herziene Inlandsch Reglement) Yang Dimaksudkan Untuk Menggantikan Rv. Dimana Ternyata Dalam Praktek Hir Tidak Mengatur Masalah Vrijwaring,Voeging, Intervensi Atau Tussenkomst Sehingga Mau Tidak Mau Berlaku Lagi Rv.

4. Pengertian Hukum perdata 

Hukum yang mengatur hak dan kewajiban perseorangan dalam lalu lintas hubungan antar manusia.

Pengertian hukum acara perdata 

Hukum yang mengatur bagaimana memperthanakan hak-hak perdata dimuka pengadilan.

5. Tujuan hukum acara perdata 

Untuk mempertahankan hukum perdata materil yaitu bw dan kuh perdata

6. PERBEDAAN HUKUM ACARA PERDATA DENGAN HUKUM ACARA PIDANA

PERBEDAAN PENGERTIAN

(2)

Hukum yang mengatur bagaimana mempertahanakan hak-hak perdata dimuka pengadilan.

Hukum acara pidana Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata cara beracara (berperkara di badan peradilan) dalam lingkup hukum pidana.

PERBEDAAN PELAKSANAAN

HUKUM ACARA PERDATA HUKUM ACARA PIDANA

Pada Acara Perdata inisiatif datang dari pihak yang berkepentingan/ yang dirugikan.

Pada Acara Pidana inisiatif datang dari jaksa (penuntut umum).

PERBEDAAN DALAM PENUNTUTAN

HUKUM ACARA PERDATA HUKUM ACARA PIDANA

Pada Acara Perdata yang menuntut tergugat adalah pihak yang dirugikan. Penggugat berhadapan dengan tergugat. Tidak ada jaksa/ penuntut umum.

Timbulnya gugatan atau perkara karena terjadi pelanggaran hak yang diatur dalam hukum perdata.

Pada Acara Pidana, jaksa sebagai penuntut umum yang mewakili negara menjadi penuntut terhadap terdakwa.

Timbulnya gugatan atau perkara karena terjadi pelanggaran terhadap perintah atau larangan yang diatur dalam hukum pidana.

PERBEDAAN ALAT-ALAT BUKTI

HUKUM ACARA PERDATA HUKUM ACARA PIDANA

Pada Acara Perdata ada 5 alat bukti, surat, saksi, persangkaan, pengakuan dan sumpah.

Pada Acara Pidana hanya 4 saja (surat, saksi, persangkaan, pengakuan), sumpah tidak menjadi alat bukti.

PERBEDAAN PENARIKAN KEMBALI DALAM SUATU PERKARA

(3)

Pada Acara Perdata, sebelum ada putusan hakim, pihak yang bersangkutan dapat menarik kembali perkaranya.

Pada Acara Pidana tidak dapat ditarik kembali.

PERBEDAAN KEDUDUKAN PARA PIHAK

HUKUM ACARA PERDATA HUKUM ACARA PIDANA

Pihak-pihak mempunyai kedudukan yang shama. Hakim bertindak sebagai wasit dan bersifat pasif.

Jaksa kedudukannya lebih tinggi dari terdakwa dan hakim turut aktif.

PERBEDAAN DALAM DASAR KEPUTUSAN HAKIM

HUKUM ACARA PERDATA HUKUM ACARA PIDANA

Lebih menekankan pada pembuktian formil

Lebih menekankan pada pembuktian materil.

PERBEDAAN MACAMNYA HUKUMAN

HUKUM ACARA PERDATA HUKUM ACARA PIDANA

Tergugat yang terbukti kesalahannya dihukum denda atau hukuman kurungan sebagai pengganti denda.

( lebih berupa tuntutan ganti rugi)

Terdakwa yang terbukti kesalahannya, dihukum pidana mati, penjara, kurungan atau denda, atau mungkin ditambah pidana tambahan seperti dicabut hak-hak tertentu, dll. ( lebih berupa sanksi fisik)

PERBEDAAN DALAM BANDINGAN (PEMERIKSAAN TINGKAT BANDING)

HUKUM ACARA PERDATA HUKUM ACARA PIDANA

Bandingan perkara perdata dari Pengadilan Negeri ke pengadilan

(4)

Tinggi disebut Appel. Tinggi disebut Revisi.

PERBEDAAN DALAM HAL PERDAMAIAN

HUKUM ACARA PERDATA HUKUM ACARA PIDANA

Perdamaian selalu

menyelesaikan masalah dan tidak mengenal pemaksaan.

tidak bisa diselesaikan secara damai karena perbuatannya yang tidak boleh,dan hukumannya bersifat memaksa.

7. siapa yang dapat berperkara dimuka pengadilan manusia

pada dasarnya manusia mempunyai hak sejak ia dalam kandungan ( bila kepentingannya menghendaki sampai ia lahir ( kecuali ia dilahirkan meninggal) sampai ia mati. Namun bw mengatur orang orang yang tidak mempunyai kewenangan hukum sehingga tidak berhak berperkara dimuka pengadilan pasa pasal 1320 bw :

1. belum dewasa ( ukuran dewasa bw :21 tahun, dan harus diwakili wali)

2. orang dibawah pengampuan (karena boros, harus diwakili pengampu)

3. orang gila yang ingatannya kadang kadang pulih.

8. Perbedaan Perbuatan melawan hukum dan wan prestasi dalam kuhper :

Perbuatan melawan hukum :

- Salahnya seseorang yang menimbulkan kerugian pada orang lain dan harus mengganti kerugian itu

Wan prestasi : Tidak melakukan sesuatu dalam perjanjian atau cedera janji

(5)

Perkara yang diajukan ke pangadilan karena terdapat sengketa atau konflik didalamnya.

b. Perkara permohonan :

Perkara yang diajukan ke pengadilan tidak karena terdapat sengketa atau konflik didalamnya namun karena ada permasalahan yang dimohon penyelesaian kepada pengadilan.

10. Badan hukum Publik :

- Pemerintahan :diwakili oleh bagian hukum di departemennya masing masing

- Negara : diwakili oleh jaksa. Privat

- Pt : biasanya diwakili oleh direksi - Koperasi : diwakili ketua koperasi - Firma/cv : pemilik

{ Yang disebutkan tadi harus menunjukan anggaran dasar bahwa ia berhakl mewakili didalam atau luar pengadilan.

{ Kalau staffnya yang mewakili harus memakai surat kuasa

{ Kalau orang lain maka orang itu harus seorang advokat atau punya izin advokat

11. surat kuasa

definisi : suatu persetujuan dengan mana seseorang memberikan kuasanya (wewenang) kepada orang lain , yang menerimanya untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan”.

12. Bentuk dan macam surat kuasa : Bentuk : lisan dan tertulis

13. Macam :

- Khusus : pemberi kuasa hanya mengenai hal pertentu

- Umum : pemberi kuasa memberi kuasa mengenai lebih dari 1 perbuatan

- Istimewa : -

(6)

a. Berakhirnya dengan selesainya urusan yang diberikan b. Apabila dalah satu pihak meninggal dunia

c. Apabila ditentukan kapan berakhirnya d. Berakhir karena putusan pengadilan.

15. Hak substitusi dan hak retensi dalam surat kuasa

a. Hak substitusi : bisa dilimpahkan dari kuasa lama ke kuasa baru

b. Hak retensi : hak menuntut pembayaran. 16. Contoh khusus dalam surat kuasa

Khusus dalam surat kuasa khusus (penggugat ) ---khusus

---Untuk mewakili dan bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa/penggugat sdr... untuk mengajukan gugatan dan menandatangani gugatan ...(contoh: wanprestasi) atas nama tergugat/ sdr... bertempat tinggal di ...,jakarta... di pengadilan negeri ... sebagaimana yang diatur dalam perjanjian hutang piutang pada tanggal ... bahwa tergugat tidak membayar hutangnya sebesar... dan seharusnya dibayarkan pada tanggal... oleh tergugat.

Khusus dalam surat kuasa khusus (tergugat ) ---khusus

---Untuk mewakili dan bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa/tergugat sdr... sehubungan dengan adanya gugatan penggugat tertanggal... dalam perkara ... di pengadilan negeri... register No.150 g dan atas nama pemberi kuasa menyampaikan dan menandatangani jawaban dan mengajukan gugat balik.

Khusus dalam surat kuasa limpahan sebagian tergugat Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :

(7)

Dengan ini menerangkan melimpahkan kuasa tersebut kepada Didit,S.H., Advokat, berkantor di jalan ...,jakarta ---khusus

---Untuk dan atas nama pemberi kuasa tersebut menghadap dan menghadiri di muka persidangan hanya untuk memberikan / menyerahkan konklusi/ kesimpulan... dalam perkara ... ( no.150 g) di pengadilan negeri ...

..., ... .

Pemberi kuasa ( gideon S.H.)

Khusus dalam surat kuasa limpahan seluruhnya tergugat ---khusus

---Untuk dan atas nama pemberi kuasa tersebut menghadap dan menghadiri di muka persidangan hanya untuk memberikan / menyerahkan konklusi/ kesimpulan... dalam perkara ... ( no.150 g) di pengadilan negeri ...

Penerima kuasa limpahan pemberi kuasa

( )

(..., S.H.) 17. Eksepsi

Tangkisan tergugat sehubungan dengan gugatan penggugat yang tidak langsung pada pokok perkara.

18. Macam-macam eksepsi : - Tentang kompetensi

- Tentang ketidak lengkapan para pihak dalam berperkara - Tentang ketidakjelasan gugatan/ Obscuur Libel

19. Akibat hukum dan upaya hukum jika eksepsi - Akibat hukum eksepsi : tidak memutus pokok perkara - Upaya hukum eksepsi : bisa dibanding atau gugat balik.

(8)

Penggugat  orang yang merasa dirugikann oleh tergugat yang tidak secara sukarela memenuhi tuntutan penggugat.

Tergugat  orang yang dirasa merugikan penggugat yang tidk secara sukarela memenuhi tuntutan penggugat

Turut tergugat  orang yang ditarik masuk dalam perkara untuk melengkapi perkara dan agar tergugat taat pada putusan walaupun tidak menguasai barang sengketa.

21. Tahap berperkara dimuka pengadilan 1. Tahap administrasi :

menyiapkan surat gugatan 7 rangkap ( untuk majelis,panitera dan lawan), surat kuasa 3 rangkap,alat bukti asli dan fotokopi bukti asli di kantor pos lalu dilegalisasi.

Mendaftarkan perkara di bagian perdata

Berkas diserahkan ke bagian kepaniteraan perdata

Membayar biaya perkara/ tanpa biaya ( prodeo) dengan melampirkan keterangan surat miskin dari rt,rw,kelurahan,kecamatan

Mendapatkan kuitasni dengan disertai berkas yang sudah dicap dan diberi nomor perkara. Surat kuasa asidensil yang sudah dicap dan fotocopy surat kuasa advokat untuk anda . pulang dan menunggu panggilan sidang.

Pengadilan akan menunjuk panitera, juru sita .

Ketua pengadilan mendistribusikan ke hakim ketua dan 2 hakim anggota

Panitera menetapkan tanggal sidang

Hakim memerintahkan juru sita untuk pemanggilan sidang I ( panggilan sah/ patut)

Dalam surat panggilan secara tertulis harus disebutkan nomor perkara, para pihak yang berperkara,diharapkan kedatangannya pada hari apa ( jadwal sidang ) ttd para panitera. Dan surat panggilan harus diserahkan secara langsung.

Dilakukan pemanggilan ke tempat tinggal penggugat dan tergugat.

Apabila tidak ada di alamat yang tertera oleh penggugat, surat panggilan dititipkan ke lurah/ kepala desa/ walikota/ bupati / ditaruh disurat kabar dengan biaya penggugat.

Apabila penggugat meninggal dunia maka ditanyakan ke ahli warisnya mau dilanjutkan atau tidak, apabila ingin dilanjutkan ,maka penggugatnya dirubah menjadi para ahli waris.

(9)

ke ahli waris yang telah menerima hrata warisan dan hartanya dilaporkan ke balai harta peninggalan.

2. Tahap yudisial ( tahap jawab menjawab )

1. Pada sidang pertama dibacakan surat gugatan dari penggugat ( apabila diinginkan)

2. Etikanya hakim harus mengupayakan mediasi terlebih dahulu dengan menanyakan para pihak apakah ingin menunjuk hakin mediator dari pengadilan negeri atau luar pengadilan negeri. 3. Diberikan wakti 40 hari untuk mediasi

4. Bila terjadi perdamaian maka dituangkan dalam putusan perdamaian

5. Apabila 2 minggu tidak terjadi perdamaian hakim melaporkan bahwa tidak terjadi perdamaian dan dilakukan eksekusi terhadap isi akta

6. Perkara dilanjutkan dengan penyampaian jawaban tergugat 7. Penggugat menyampaikan replik

8. Tergugat meyampaikan duplik

9. Penggugat mengajukan bukti surat dan saksi 10. Pembuktian

11. Kesimpulan penggugat dan tergugat 12. Putusan hakim

13. Upaya hukum

22. Perdamaian di dalam dan diluar pengadilan

- Perdamaian di dalam pengadilan : isi surat perjanjian bisa dipersengketakan lagi

- Perdamaian dalam pengadilan : mempunyai kekuatan hukum yang tetap yang tidak bisa dibanding,kasasi,dan yang tidak melalukan isi perjanjian bisa dimintai eksekusi.

23. Kompetensi

 Relatif : mempertanyakan badan peradilan yang setingkat yaitu pengadilan negeri mana yang berwenang mengadili suatu perkara.

Contoh : PN jakarta barat, PN yogya

 Absolut : mempertanyakan badan peradilan manakah yang berwenang mengadili perkara

Contoh : pengadilan negeri, pengadilan hubungan industrial

24. Asas actor sequitor forum rei

Gugatan diajukan di pengadilan negeri di wilayah temapt tinggal tergugat.

(10)

- Apabila tempat tinggal tergugat tidak diketahui,gugatan harus diajukan di domisili terakhir tergugat.

- Apabila tempat tinggal dan domisili terakhir tidak diketahui, gugatan diajukan di tempat tinggal penggugat/ tempat benda tetap tersebut dipersengketakan berada.

- Apabila tergugat lebih dari 1 orang dan bertempat tinggal berbeda diajukan dengan dan bertempat tinggal dan bertempat tinggal berbeda diajukan dengan memilih salah satu dari tempat tinggal tergugat.

- Apabila dalam suatu persetujuan para pihak yang melakukan perjanjian memilih tempat penyelesaian perselisihan maka boleh memilih tempat yang sudah disepakati.

- Apabila gugatan ditujukan pada si berhutang dan si penjamin maka gugatan harus diajukan di pengadilan tempat si berhutang.

Pengecualian lain :

. - Menyangkut permohonan permbatalan perkawinan, diajukan kepada PN dalam daerah hukum di mana perkawinan dilangsungkan atau di tempat tinggal kedua suami-isteri, suami atau isteri

- Yang menyangkut pegawai negeri, yang berhak mengadilinya adalah PN didaerah mana ia bekerja (pasal 29 BW)

- Buruh yang menginap di tempat majikannya, maka yang berwenang mengadilinya adalah PN tempat tinggal majikan (pasal 22 BW).

- Hal kepailitan, yang berwenang yaitu PN yang menyatakan tergugat pailit (pasal 99 (15) RV)

- Tentang penjaminan (vrijwaring) yang berwenang adalah PN yang pertama di mana pemeriksaan dilakukan.

25. Garis besar surat gugatan a. Kop surat ( nama advokat )

Tanggal Nomor Lampiran Perihal

b. Menyebutkan identitas pengadilan negeri.

c. Menyebutkan persona stand in judicio ( identitas para pihak yang berperkara)

d. menyebutkan bagian posita/ fundamentum petendre, alasan-alasan dasar gugatan itu diajukan

e. Menyebutkan petitum ( tuntutan apa yang anda tuntut,minta,harapkan)

f. Ttd ( penggugat, diatas materai 6000)

(11)

1. Keduanya tidak hadir, dipanggil lagi tidak hadir. Dianggap perkara tidak pernah ada.

2. Keduanya hadir ( etika majelis hakim melakukan mediasi dengan mediator hakim pengadilan atau independen selama 40 hari ) 3. Tergugat hadir, penggugat tidak hadir. Menurut pasal 124 hir :

“ apabila pada sidang penggugat tidak hadir meskipun telah dipanggil secara sah dan patut serta tidak mengirimkan wakilnya maka hguatan dinyatakan gugur.” ( tidak berlaku secara serta merta karena )

Pasal 126 hir

“dipanggil sekali lagi ( sesuai kebijakan hakim) apabila dipanggil lagi tidak hadir gugatan dinyatakan gugur dan penggugat harus membuat gugatan baru, setelah gugatan baru apabila tidak datang lagi maka gugur lagi dan harus membuat gugatan baru lagi.

4. Penggugat hadir tergugat tidak hadir, akan terjadi acara peristiwa ( veerstaak) berdasarkan pasal 125 hir

´apabila pada sidang yang ditentukan tergugat tidak hadir, tidak mengirimkan wakilnya meskipun telah dipanggil secara sah dan patut maka gugatan dikabulkan dengan veerstaak. Terkecuali tuntutan melawan hak atau tidak beralasan (namun pasal ini tidak berlaku secara serta merta karena diikuti pula pasal 126 hir )

“ dilakukan pemanggilan lagi oleh juru sita dan tidak hadir serta tidak mengirimkan kuasanya, majelis hakim memberikan putusan veerstaak”

27. 125 hir  dasar hukum gugatan dikabulkan dengan veerstaak 126 hir  dilakukan pemanggilan sekali lagi oleh hakim

129 hir  upaya hukum dari perlawanan veerstaak

28. Sesuai pasal 124 hir gugatan dinyatakan gugur apabila

“ apabila pada sidng penggugat tidak hadir meskipun telah dipanggil secara sah dan patut serta tidak mengirimkan wakilnya maka gugatan dinyatakan gugur”

Upaya hukum : apabila penggugat mengajukan banding tergugat harus ikut mengajukan banding.

29. Tergugat tidak hadir tapi mengajukan jawaban eksepsi, bagaimana proses perkaranya?

(12)

30. Upaya I : perlawanan, apabila penggugat banding tergugat harus ikut banding.

Upaya II : tergugat banding dan tidak bisa ada perlawanan.

31. Apakah putusan veerstaak selalu memenangkan penggugat? Pada pasal 125 hir apabila tergugat tidak hadir meskipun telah dipanggil secara sah dan patut maka gugatan telah dipanggil secara sah dan patut maka gugatan dikabulkan dengan patut maka gugatan dikabulkan dengan veerstaak ( kecuali tuntutan melawan hak dan tidak beralasan ) tjadi tidak semua putusan vererstaak selalu memenangkan penggugat.

32. Lawan dari putusan veerstaak adalah putusan kontraditoir pada pasal 127 hir yaitu yang tidak hadir dianggap melakukan perlawanan.

33. Macam macam sita jaminan :

Sita marital  terjadi dalam perkara perceraian, dimohonkan si istri karena ketakutan harta bersama mereka ( selama proses perceraian dijual . pada dasarnya barang yang diperjual belikan saat dilakukan sita batal demi hukum. ( harus disebutkan jelas perkara nomor berapa, posisi tanah,,no. bpkb, merek,warna,tahun ,no.mesin, atas nama siapa mobilnya) ( kalau tidak jelas ditolak)

Sita revindicator beslag  sita jaminan terhadap harta kekayaan yang berupa benda milik penggugat yang ada di tangan tergugat.

Sita conservatoir beslag  sita jaminan terhadap harta kekayaan baik bergerak dan tidak bergerak milik tergugat atau benda tetap milik penggugat yang berada di tangan tergugat.

34. Uit voerbaar bij voorad

(13)

a. Adanya akta otentik atau tulisan tangan yang menurut Undang-undang mempunyai kekuatan bukti.

b. Ada putusan lain yang sudah ada dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

c. Ada gugatan provisionil yang dikabulkan.

d. Menyangkut masalah bezitsrecht,

menguasai,menduduki, dengan itikad baik.

35. Pro kontra di lingkungan uit voerbaar bij voorad

- Pro : mempertahankan agar lembaga uit voerbaar bij voorad tetap berlaku

- Kontra : meminta lembaga itu tidak usah diadakan. Karena bahaya bila tergugat menang dan hartanya sudah dilelang.. dan tidak mungkin meminta lagi dari orang yang sudah membeli lelangan karena lelangan itu sah.

- Independen : tetap dipertahankan namun dengan syarat ketat sesuai pasal 180 hir.

36. Uang som  uang paksa yang dikenakan segai denda atas keterlambatan pembayaran tergugat.

---

---37. Surat gugatan No. Surat :

Lampiran : 1

Perihal : gugatan cerai

Kepada yth.

Ketua pengadilan negeri jakarta barat Jl. Letjen s. Parman jakarta barat

Dengan hormat yang bertanda tangan dibawah ini ... bertempat tinggal di jl. ... dalam hal ini diwakili oleh kuasa hukumnya ... berkedudukan di ...

(14)

Adapun yang menjadi dasar alsan gugat cerai dari penggugat adalah sebagai berikut :

1. Antara penggugat dan tergugat telah melangsungkan pernikahan di kantor kependudukan dan catatan sipil pada tanggal ... (p-1bukti 1)

2. Kehidupan rumah tangga penggugat dan tergugat hidup bahagia sesuai dengan tujuan perkawinan.

3. Penggugat dan tergugat dikaruniai seorang anak laki-laki bernama ... lahir di ... pada tanggal... (p-2) 4. Penggugat dan tergugat bertempat tinggal bersama

di ... sebagai harta bersama.

5. Telah terjadi pertengkaran yang tidak dapat didamaikan lagi terhitung tanggal ...

6. Baik keluarga penggugat dan tergugat dalam kehidupan rumah tangganya tidak tercapai tujuan penikahan yaitu bahagia, kekal, abadi sesuai ketuhanan YME.

7. Antara penggugat dan tergugat dalam kehidupan rumah tangganya tidak tercapai tujuan pernikahan yaitu bahagia,kekal,abadi sesuai ketuhanan yme.

8. Sangat wajar menurut hukum pernikahan antara penggugat dan tergugat diputus dmi hukum dengan segala akibatnya.

9. Dengan perilaku tergugat yang tidak baik. Yang dapat mempengaruhi psikologis anak, maka penggugat memohon menjadi wali dari anak tsb.

10. Apabila perkawinan ini diputus karena perceraian maka wajar pula tegugat dihukum untuk membayar biaya nafkah pada penggugat sebesar... ditambah biaya pemeliharaan... dan pendidikan anak sebesar... ditambah biaya pemeliharaan dan pendidikan anak sebesar... hingaa penggugat menikah lagi

11. Bahwa karena adanya kekhawatiran terhadap harta berama yang diperoleh selama perkawinan antara pengguagt dan tergugat berupa tanah dan bangunan di jalan... dimohon agar dilakukan sta marital terhadap harta tersebut.

( petitum ) berdasarkan alasan –alasan yang telah penggugat sampaikan diatas maka dimohon dengan hormat majelis hakim yang memeriksa, memutuskan sebagai berikut.

(primer )

(15)

2. Mengabulkan gugatan cerai penggugat seluruhnya 3. Memutuskan perkawinan antara penggugat dan

tergugat karena cerai menurut hukum dengan segala akibatnya

4. Memutuskan pengguat dari wali anak hasil perkawinan penggugat dan tergugat.

(subsidiar)

Ex quo et bono : mohon putusan menurut keadilan dan kepatutan

Kuasa hukum

tergugat

Materai 6000 Ttd

38. Beban pembuktian

- Barang siapa mengemukakan suatu hak/ barang,membantah hak orang lain/ mendalilkan suastu ,maka ia wajib membuktikan.

Kelemahan pasal 163 hir :

- Si pemilik yang sebenarnya pemilik bisa saja kalah karena tidak bisa menunjukan bukti.

39. Tujuan pembuktian dalam perkara perdata

1. Untuk mengetahui adanya hubungan hukum antara pengguagat dan tergugat

2. Untuk memenangkan perkara/ permohonan dikabulkan. 40. Pembuktian formil

Ia tidak melihat apa yang menjadi latar terbitnya surat itu. 41.

- Surat

a. Biasa  suatu surat yang sejak awal tidak dimaksudkan untuk dijadikan bukti surat suatu perkara perdata

b. Akta bawah tangan

c. Akta otentik  akta yang dibuat oleh / didepan pejabat yang berwenang yang mempunyai kekuaatan baik formil dan materil dan mengikat ahli waris maupun pihak ke III

- Saksi

Ditujukan pada apa yang ia lihat, ketahui dan rasakan sendiri. Memberatkan dan meringankan.

- Persangkaan

(16)

Uu : contoh : kadaluarsa  ekstingtif dan akuisatif.

- Pengakuan

Dalam sidang : merupakan bukti sempurna, karena dimuka sidang dan tidak terbantahkan.

Luar sidang : kekuatan bukti bebas dan tidak mengikat hukum.

- Sumpah

Penambah : dumpah yang dibebankan hakim kepada penggugat karena buktinya masih kurang ( bisa pada tingkat pn dan pt )

Penaksir : sumpah yang dibebankan hakim kepada pengguagt dalam gugatan ganti kerugian dimana penggugat menaksir kerugian yang didapatnya

Penentu : sumpah yang terjadi karena pembuktian dalam perkara minim sekali dan para pihak menghendaki perkara itu diputuskan oleh putusan pengadilan.

42. Bukti yang tidak diatur dalam haper - Pengetahuan hakim diluar sidang

- Hasil Produk elektronik 43.

a. Referte :

Tidak menolak,tidak menerima dan menyerahkan kebiajksaan pada hakim

b. Tuntutan primer : tuntutan pokok

Tuntutan subsidiair : tuntutan tambahan

c. Ex agio et bono : mohon putusan menurt keadilan dan kepatutan.

d. Unus testis ulus testis : 1 saksi bukan kesaksian

e. Testimonium de auditum : saksi berdasarkan pendengaran. f. Amar  diktum putusan  isi suatu putusan yang berupa

tuntutan primer dan sekunder 44. 4 macam buku haper

- Dr. djamanat samosir,S.H., M.H  hukum acara perdata dan tahap tahap penyelesaian perkara perdata

(17)

- Prof.dr. soedikno mertokusumo  hukum acara perdata indonesia - Prof. Abdul kadar muhamad,S.H.  hukum acara perdata

45. Jawaban tergugat

- Eksepsi – tangkisan tergugat sehubungan dengan adanya gugatan penggugat yang tidak langsung pada pokok perkara.

- Jawaban tergugat terhadap pokok perkara

46. Gugat balik :

gugatan balasan yang diajukan oleh tergugat asli (penggugat dalam rekonvensi) yang digugat adalah penggugat asli (tergugat dalam rekonvensi) dalam sengketa yang sedang berjalan antara mereka.

Manfaat gugat balik diajukan bersama dengan jawaban ; 1. Manfaat waktu dan biaya

2. Menyederhanakan putusan

47.Pengecualian gugat balik : 1. Pada tingkat banding 2. Mempersoalkan putusan 3. Mengenai kompetensi

Referensi

Dokumen terkait

Terhadap seluruh dalil-dalil gugatan yang diajukan oleh para Pemohon Kasasi, hingga saat ini sama sekali tidak pernah dihadiri (meskipun sudah dipanggil secara sah dan

Menimbang, bahwa Pengadilan Tinggi sependapat dengan Majelis Hakim Tingkat Pertama yang menyatakan bahwa Tergugat walaupun telah dipanggil secara patut dengan

Pasal 125 HIR/149 R.Bg, menentukan bahwa apabila pada hari sidang yang telah ditentukan, Tergugat tidak hadir dan lagi pula tidak menyuruh orang lain untuk hadir sebagai

Pengguguran gugatan diatur dalam Pasal 124 HIR, “jika penggugat datang tidak datang menghadap pengadilan negeri pada hari yang ditentukan itu, meskipun ia

Sebaliknya, dalam hal pihak penggugat yang tidak datang pada hari sidang yang telah ditentukan tanpa alasan yang sah meskipun dipanggil secara patut maka Hakim pengadilan

Bahwa, perkara ini tidak dapat di mediasi karena Tergugat tidak pernah datang menghadap meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut, selanjutnya dimulai pemeriksaan

9/1964 bahwa Putusan verstek dapat dijatuhkan apabila telah terpenuhi syarat-syarat 1 Tergugat telah dipanggil secara resmi dan patut, 2 Tergugat tidak hadir dalam sidang dan tidak

• Hal tersebut hampir serupa dengan penjelasan Pasal 79 UU TPPU: • Dalam hal terdakwa telah dipanggil secara sah dan patut tidak hadir di sidang pengadilan tanpa alasan yang sah,