Makna Kanji yang Terdapat di Stasiun

39  16  Download (1)

Teks penuh

(1)

MAKNA KANJI YANG TERDAPAT DI STASIUN

EKI NI KAITE ARU KANJI NO IMI

Kertas karya

Dikerjakan

Oleh :

082203028

Nurul Fazrian Sinaga

PROGRAM STUDI BAHASA JEPANG D-III

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2012

MAKNA KANJI YANG TERDAPAT DI STASIUN

(2)

EKI NI KAITE ARU KANJI NO IMI

Kertas karya ini diajukan kepada panitia ujian program pendidikan Non-Gelar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan, untuk melengkapi salah satu syarat ujian Diploma III dalam bidang studi Bahasa Jepang.

Dikerjakan

OLEH

NIM : 082203028 NURUL FAZRIAN SINAGA

Pembimbing, Pembaca,

Drs. Eman Kusdiyana. M. Hum

Nip : 196009191988031001 Nip:196008221988031002 Drs. Nandi, S

PROGRAM STUDI BAHASA JEPANG D-III

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN2012

(3)

PENGESAHAN

Diterima Oleh

Panitia Ujian Program Pendidikan Non- Gelar Sastra Budaya

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan,

Untuk melengkapi salah satu syarat ujian Diploma III dalam bidang

Studi Bahasa Jepang.

Pada :

Tanggal :

Hari :

Program Diploma Sastra Budaya

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Sumatera Utara

Dekan,

Nip. 195110131976031001 Dr. SyahronLubis, M.A.

Panitia Ujian :

No. Nama TandaTanggan

(4)

1. Zulnaidi, SS., M.Hum ( )

2. Drs. Eman Kusdiyana,M.Hum ( )

3. Drs. Nandi,S ( )

.

(5)

Disetujui Oleh:

Program Diploma Sastra dan Budaya

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Sumatera Utara

Medan

Program Studi D-III Bahasa Jepang

Ketua Program Studi

Nip. 196708072004011001 Zulnaidi, SS, M. Hum

Medan,……… …2012

(6)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbilalamin, saya mengucapkan puji dan syukur atas karunia

Allah SWT yang telah memberikan kesehatan serta kesempatan dalam keluangan

waktu sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan kertas karya ini .

Selesainya kertas karya ini guna melengkapi syarat untuk menyelesaikan pendidikan

dan program studi D-III Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatra

Utara. Adapun judul kertas karya ini adalah “Makna Kanji yang Terdapat di

Stasiun”.

Sebagai sifat manusia yang tidak luput dari kekurangan, penulis menyadari

bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, dan masih banyak kekurangan

dalam tata bahasa maupun isi pembahasan. Oleh karena itu penulis menerima keritik

dan saran dari pembaca demi kesempurnaan kertas karya ini.

Dalam penyelesaian kertas karya ini, penulis banyak menerima bantuan dari

berbagai pihak yang bersedia membantu, baik berupa bimbingan maupun

pengarahan,oleh sebab itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak

yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk membantu menyelesaikan kertas

karya ini. Untuk itu penulis sangat berterima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Syahron Lubis. MA, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Sumatera Utara

(7)

2. Bapak Zulnaidi,S.S.,M.Hum. selaku ketua program Studi DIII Bahasa

Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Drs.Eman Kusdiyana,M.Hum selaku dosen pembimbing yang

telah bersedia untuk meluangkan waktu dan fikirannya untuk

membimbing dan memberikan petunjuk kepada penulis untuk

menyelesaikan kertas karya ini.

4. Selaku dosen pembaca Drs. Nandi, S.

5. Drs.Amin Sihombing selaku dosen wali

6. Bapak dan Ibu dosen Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Sumatera Utara yang telah mendidik penulis selama

menjadi mahasiswa di jurusan Bahasa Jepang.

7. Kedua orang tua ayahanda Syamsul Sinaga dan ibunda Sarifah yang

senantiasa memberikan semangat,dukungan moril dan material juga

spiritual untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya.

8. Adinda Rian Sinaga, dan Putri Nadia Sinaga yang terus mendukung

pendidikan yang selama ini dijalani.

9. Keluarga besar HINODE, khususnya stambuk 08 kelas A dan B yang

telah berjuang dalam suka dan duka selama di kampus

10.Sheila yang telah banyak membantu dalam penyelesian kertas karya

ini teman-teman Debby, Yochi, Reza, Abduh, Nancy dan Azwin. Dan

semua teman-teman yang tidak mungkin di sebutkan satu persatu.

(8)

11.Semua rekan-rekan HINODE 2009,2010 juga 2011.menyenangkan

belajar bersama kalian

Terima kasih banyak untuk semua bantuan dan dukungan yang telah di

berikan, semoga kertas karya ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan,

Penulis,

NIM.082203028

NURUL FAZRIAN SINAGA

(9)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI iv

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Alasan Pemilihan Judul 1

1.2 Tujuan Penulisan 3

1.3 Pembatasan Masalah 3

1.4 Metode Penulisan 3

BAB II GAMBARAN UMUM MENGENAI HURUF KANJI 4

2.1 Sejarah Huruf Kanji 4

2.2 Jenis-jenis Huruf Kanji 7

BAB III MAKNA KANJI YANG TERDAPAT DI STASIUN 9

3.1 Makna Kanji di Stasiun Kereta Api 9

3.2 Makna Kanji di Stasiun Bus 16

3.3 Makna Kanji di Stasiun Taksi 20

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 24

4.1 Kesimpulan 24

4.2 Saran 25

DAFTAR PUSTAKA 26

(10)

“MAKNA KANJI YANG TERDAPAT DI STASIUN”

Salah satu aspek yang paling penting dalam kehidupan masyarakat Jepang adalah transportasi. Transportasi massa yang paling populer di Jepang adalah kereta, bus dan taksi. Jutaan masyarakat Jepang setiap harinya menggunakan alat transportasi ini.

Kita sebagai orang asing ingin menggunakan alat transportasi ini, kita akan menemukan banyak tanda kanji yang tidak kita kenal maknanya. Oleh sebab itu, jika tidak ingin terjadi kesalahan dalam menaikinya alangkah baiknya kita mengetahui makna dari aksara-aksara kanji tersebut.

Selain aksara 駅 (eki), kanji yang paling sering terlihat di stasiun kereta adalah kuchi(guchi), yang berarti “mulut”. Akasara ini berasal dari tulisan saling menggambarkan mulut. Kanji ini sering di kombinasikan dengan kanji yang lainnya :

- 入口 Iri-guchi, yang artinya “pintu masuk” - 出口 De-guchi, yang artinya “pintu keluar”

- 改札口 Kaisatsu-guchi, yang artinys “pintu pemeriksaan karcis”

- 東口 Higashi-guchi, yang artinya “pintu keluar atau pintu masuk timur” - 南口 Minami-guchi, yang artinya “pintu keluar atau pintu masuk selatan” - 北口 Kita-guchi, yang artinya “pintu keluar atau pintu masuk utara” - 西口 Nishi-guchi, yang artinya “pintu keluar atau pintu masuk barat” - 中央口Chuuou-guchi, yang artinya “pintu keluar atau pintuk masuk utama”

Disamping bentuk-bentuk 口 yang di bahas di atas, keterangan lain yang terapat di stasiun kereta :

- のぼり口 Nobori-guchi, biasanya di tuliskan dalam tanda panah keatas - おり口 Ori-guchi, biasanya dituliskan dalam tanda panah kebawah yang

artinya “pintu turun”.

(11)

Bagian yang paling sulit berpergian dengan bus ialah memahami tanda baca yang terdapat di halte, stasiun ataupun di dalam bus itu sendiri. Nama-nama tempat biasanya mempunyai peranan penting dan nama-nama lambang yang memiliki bacaan yang unik.

Ada beberapa tujuan akhir dalam perjalanan bus. Jenis perjalanan bus yang paling disukai sekarang ini ialan wan-man, bus dengan satu kondektur, yang lebih murah. Jadi, diatas bus metropolitan kota Tokyo anda memasukkan sejumlah ongkos ke dalam kotak ongkos pada saat anda naik. Pada bus-bus lain anda harus mengambil secarik kertas 整理券 (seiriken) dari mesik karcis pada saat anda naik. Di atas kertasnya tertulis tujuan perjalanan dan ketika turun, periksalah nomor meja biaya elektronik di bagian depan bus dan masukkan seiriken dengan jumlah uang secukupnya kedalam kotak ongkos dekat tempat duduk supir.

Pelayanan taksi di Jepang merupakan yang terbaik di dunia. Mereka juga membantu orang asing dan orang Jepang sendiri supaya tidak pusing mencari alamat yang baru.

Di kota-kota tertentu, kita dideri tiga pilihan jenis dan ukuran taksi;besar, sedang, kecil. Taksi besar, tentu saja makin tinggi ongkosnya, akan tetapi orang-orang Barat yang berbadan besar dan dibebani bawaan yang berat biasanya lebih mudah tergoda untuk naik taksi yang besar itu.

Aksara kanji yang pertama dalam Oo-gata, juga diucapkan tai dan dai, yang berarti “besar”. Aksara ini berasal dri ilustrasi seorang lelaki dengan lengan dan

betis yang direntangkan untuk menunjukkan rasa “ukuran” atau “besar”, Oo(kisa).

Aksara pertama dalam chuu-gata menunjukkan garis yang ditulis di tengah-tengah objek, jadi menggambarkan gagasan “di dalam”, “dalam waktu”, dan tengah-tengah.

Aksara kanji pertama kogata juga diucapkan shou atau chii(sai), berasal dari ilustrasi gambar tiga titik yang berarti “kecil”. Sehingga sampai sekarang ini, hampir semua benda di Jepang; tv, kulkas, truk dan sebagainya berbentuk dalam model ko-gata.

Pemakaian –gata yang berhubungan dengan ukuran hanya merujuk kepada benda-benda yang tidak bergerak. Pengucapan lain dari kanji ini adalah kata dan kei

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Alasan Pemilihan Judul

Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan oleh

masyarakat untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dengan bahasa kita dapat

memahami apa yang ingin disampaikan kepada kita dan begitu juga sebaliknya,

dengan bahasa kita dapat menyampaikan maksud hati kita kepada orang lain yang

menjadi lawan bicara kita.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa bahasa merupakan

alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari yang digunakan masyarakat untuk

bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri dengan individu lain. Selain

itu bahasa juga merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan

gagasan, opini, dan pikiran kepada orang lain dengan tujuan agar orang tersebut dapat

memahami maksud dan tujuan yang disampaikan kepadanya.

Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa asing yang telah dipelajari di

sekolah-sekolah di luar negeri, salah satunya di Indonesia. Pendidikan bahasa Jepang

sebagai bahasa asing yang diajarkan di sekolah-sekolah maupun di universitas di

(13)

Indonesia bertujuan untuk memperlancar komunikasi dalam bahasa Jepang, dan

untuk menambah pengetahuan tentang budaya Jepang.

Bagi pembelajar bahasa Jepang, mempelajari dan memahami bahasa Jepang

bukanlah hal yang mudah. Karena banyak nya huruf-huruf dalam bahasa Jepang

seperti huruf kanji, hiragana, dan katakana. Dalam hal ini yang akan dibahas adalah

mengenai huruf kanji. Di Jepang huruf kanji sangat banyak digunakan disetiap aspek

kehidupan baik dijumpai di surat kabar, majalah maupun tempat-tempat umum

seperti, Stasiun Kereta Api, Bandar Udara ataupun Kantor Pos semua menggunakan

huruf kanji.

Salah satu tempat umum di Jepang yang banyak terdapat aksara kanjinya

adalah stasiun kereta api. Dimulai dari memasuki stasiun kita akan menemukan kanji

seperti 入口 iri-guchi yang artinya pintu masuk, 出口deguchi yang artinya pintu

keluar, kemudian kanji 改札口kaisatsu guchi yang artinya pintu pemeriksaan karcis,

dan masih banyak lagi . Aksara kanji haruslah kita mengerti maknanya apabila tidak

ingin terjadi kesalahan dalam menggunakan transportasi ini.

Oleh karena itu, huruf kanji mempunyai peran yang sangat penting dalam

kehidupan masyarakat Jepang. Kita dapat mengambil manfaat positif dari

penggunaan huruf-huruf kanji, terlebih bagi orang asing yang tidak memiliki latar

belakang budaya kanji. Berdasarkan hal tersebut, penulis merasa tertarik untuk

membahas masalah tersebut, kemudia menuangkannya kedalam kertas karya yang

berjudul “Makna Kanji yang Terdapat di Stasiun”.

(14)

1.2 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulis mengangkat “Makna Huruf Kanji yang Ada

Ditempat-tempat Umum Di Jepang” sebagai judul Kertas Karya adalah sebagai berikut :

1. Untuk lebih memahami makna dari huruf kanji yang ada di tempat-tempat

umum di Jepang khususnya Stasiun Kereta api, Stasiun Bus dan Stasiun

taksi.

2. Mempermudah bagi yang tidak mempunyai latar belakang Budaya Kanji

ketika mereka berada di Jepang.

1.3 Pembatasan Masalah

Dalam kertas kaya ini penulis membahas mengenari Makna Huruf Kanji yang

terdapat ditempat-tempat umum di Jepang, seperti makna huruf kanji pada Stasiun

Kereta Api, Stasiun Bus dan Stasiun Taksi. Disinilah perlu diuraikan apa makna

huruf kanji di tempat-tempat tersebut.

1.4 Metode Penulisan

Dalam Kertas Karya ini penulis menggunakan metode kepustakaan yaitu

mengumpulkan ada atau informasi dengan membaca buku atau mencari di internet.

Selanjutnya data analisa dan dirangkum untuk kemudian dideskripsikan ke dalam

kertas karya ini.

(15)

BAB II

GAMBARAN UMUM MENGENAI HURUF KANJI

2.1 Sejarah Huruf Kanji

Huruf kanji lahir kira-kira pada 1500 tahun SM di kalangan suku Kan di Cina

(Hamzon, 2007:82). Huruf kanji merupakan huruf yang mengutarakan arti yang

dibentuk meniru bentuk bendanya atau tanda-tanda yang diberikan dalam

menunjukkan arti sesuatu benda atau sifat atau pekerjaan atau tanda-tanda lainnya.

Huruf kanji adalah sistem aksara dengan aksara piktografis sebagai dasarnya.

Jumlahnya tercatat 10.000 lebih, diantaranya 3000 huruf yang sering dipakai. Dengan

3000 huruf itu, terbentuklah kata-kata dan kalimat bahasa Kan.

Menurut para sarjana, huruf kanji terbentuk pada Dinasti Shang abad ke XVI

SM. Menurut hasil survei arkeologis, jauh pada masa awal Dinasti Shang, peradaban

Tiongkok telah berkembang sampai taraf yang cukup tinggi dengan salah satu

lambangnya ialah munculnya Jiaguwen atau aksara di batok kura-kura dan tulang

binatang, yang merupakan huruf zaman kuno Tiongkok

(http//ms.wikipedia.org/Wiki/Tulisan kanji).

Menurut catatan sejarah, pada Dinasti Shang, raja mengadakan upacara

tenung sebelum melakukan sesuatu hal yang penting. Batok kura-kura dan tulang

binatang adalah alat yang digunakan dalam upacara penenungan. Sebelum dipakai

sebagai alat untuk ditulisi, batok kura-kura harus diproses terlebih dahulu, yaitu

pertama dibersihkan dan kemudian dipepat halus. Setelah itu, di atas permukaan

(16)

batok itu akan dipahat tanda huruf yang diatur rapi. Biasanya, penenung memahat

namanya serta tanggal penenungan, dan hal yang hendak diramalkan semuanya

dipahat di atas batok. Seusai pemahatan, batok itu akan dipanggang dimana pahatan

akan memunculkan celah-celah.

Berdasarkan arah dan bentuk celah-celah itulah, si penenung akan

mendapatkan hasil ramalan. Benar atau tidaknya ramalan itu kemudian juga akan

dipahat di atas batok. Apabila ramalan yang dipahat dalam batok itu terbukti benar,

maka batok kura-kura itu akan disimpan sebagai arsip.

Dewasa ini, arkeolog seluruhnya menemukan 160 ribu keping batok kura-kura.

Diantaranya ada beberapa batok yang utuh. Namun, ada juga keping-keping tanpa

aksara. Menurut statistik, jumlah huruf yang terdapat di atas batok kura-kura dan

tulang bintang itu melebihi 4000, tetapi hanya 3000 yang pernah dipelajari. Di antara

3000 aksara itu, hanya 1000 lebih yang dapat dibaca oleh sarjana. Adapun huruf yang

lain tak bisa dimengerti atau terdapat perselisihan serius mengenai artinya. Walaupun

demikian, melalui 1000 lebih aksara itu dapat kita ketahui secara kasar keadaan

politik, ekonomi dan kebudayaan Dinasti Shang. Huruf yang tertulis di batok

kura-kura dan tulang binatang merupakan huruf yang sistematis dan merupakan dasar

huruf kanji kemudian.

Menurut Indra (2002:15), bahwa sampai abad ke-3 SM bangsa Jepang tidak

mempunyai bahasa tulisan sama sekali. Namun, bangsa Jepang telah memiliki bahasa

lisan dan ketika mereka menemukan bahwa bangsa Cina yang menjadi tetangga

mereka sudah memiliki bahasa lisan dan tulisan, mereka lalu meminjam sistem

(17)

penulisan bangsa Cina. Huruf kanji didatangkan ke Jepang pada abad ke-4 atau awal

abad ke-5 yang juga disertai pengucapannya dalam bahasa Kan, yang kemudian di

Jepang disebut dengan on-yomi (cara baca on). Tetapi, arti huruf tersebut juga bisa

diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang asli, sehingga huruf kanji tersebut juga dibaca

dengan bahasa Jepang asli yang disebut kun-yomi (cara baca kun). Walaupun, bangsa

Jepang dapat menggunakan huruf-huruf kanji Cina yang dipinjamnya itu untuk

menuliskan akar kata bahasa mereka, namun huruf-huruf tersebut tidak bisa dipakai

untuk menuliskan akhiran gramatikal, karena tata bahasa dan morfologi bahasa Cina

tidak ada akhiran gramatikal yang memperlihatkan kedudukan kata dalam kalimat seperti

halnya dalam bahasa Jepang.

Pada mulanya, bangsa Jepang mencoba menggunakan huruf-huruf Cina untuk

menuliskan baik akar kata maupun akhiran gramatikalnya. Tetapi, setelah beberapa

ratus tahun kemudian, mereka menemukan bahwa cara ini tidak berhasil dengan baik,

sehingga mereka mencoba meringkas beberapa huruf menjadi sistem fonetik, yang

menyerupai sistem abjad latin dan dengan demikian mereka bisa menggunakannya

untuk menuliskan akhiran gramatikal dalam bahasa mereka. Mereka berhasil dengan

cara ini dan menanamkan huruf-huruf fonetik tersebut dengan nama Kana.

Huruf kanji Jepang keseluruhannya berjumlah berkisar sekitar 50.000 huruf

dan dipergunakan berjumlah sekitar 10.000 huruf. Tetapi yang dipergunakan

sehari-sehari yang telah ditetapkan oleh kementerian pendidikan Jepang sebanyak 1850

huruf yang disebut jouyou kanji (Hamzon, 2007:82).

(18)

2.2 Jenis-jenis Huruf Kanji

1. Kanji kōkotsu (甲骨)

Kanji kōkotsu adalah huruf kanji yang paling kuno yang pernah ditemukan di

Cina. Huruf ini digunakan pada zaman In (殷) sekitar abad ke-14 SM sampai abad

ke-11 SM. Di dalam tempat penyembahan terdapat kulit kura-kura dan tulang-tulang

binatang yang dimasukkan ke dalam lubang, kemudian dibakar. Dan arang tersebut

dipakai untuk menulis huruf-huruf yang mereka ciptakan pada saat itu. Huruf ini

ditemukan di Cina 3500 tahun yang lalu.

2. Kanji kinbun (金文)

Huruf kanji kinbun digunakan pada zaman dinasti Chou (周) sekitar abad

ke-11 SM sampai abad ke-7 SM. Huruf ini ditemukan terukir di peralatan perunggu yang

telah dibuatnya.

3. Kanji Tenbun (篆文)

Huruf kanji tenbun digunakan pada awal kekaisaran dinasti Chin (秦) pada

waktu negeri Cina bersatu, sekitar abad ke-3 SM. Pada saat itu setiap tempat di dalam

negeri Cina kesulitan menggunakan huruf kanji yang bermacam-macam. Karena

kesulitan dalam menggunakan huruf kanji kinbun, akhirnya pemerintah menetapkan

huruf kanji tenbun.

(19)

4. Kanji Kaisho (楷書)

Huruf kanji kaisho yaitu huruf kanji yang digunakan secara umum sampai

sekarang. Setelah dinasti Chin (秦) kemudian berganti menjadi dinasti Han (漢)

sekitar abad ke-3 SM sampai abad ke-3 M. Pada masa ini huruf kanji berubah

menjadi berbentuk garis lurus, huruf ini biasa disebut reisho (隷書) atau karakter

persegi.

Contoh :

(20)

BAB III

MAKNA KANJI YANG TERDAPAT DI STASIUN

3.1. Makna Kanji di Stasiun Kereta Api

Salah satu aspek yang paling penting dalam kehidupan masyarakat Jepang

adalah transportasi. Trasnportasi massa yang paling populer di Jepang adalah kereta,

jutaan masyarakat Jepang setiap harinya bergantian menggunakan moda transportasi

ini.

Jika kita sebagai orang asing ingin menggunakan moda transportasi ini, kita

akan menemukan banyak tanda baca kanji yang tidak kita kenal maknanya. Oleh

sebab itu, jika tidak ingin terjadi kesalahan dalam menaiki kereta alangkah baiknya

kita mengetahui makna dari aksara-aksara kanji tersebut. Aksara-aksara kanji tersebut

antara lain:

-

Aksara ini dibaca Eki “stasiun”, dipakai untuk menyebutkan stasiun bus

sekaligus stasiun kereta. Aksara dasar di sebelah kiri adalah aksara uma, “kuda”,

sementara bagian sebelah kanannya telah ditafsirkan dalam beberapa cara. Secara

imajinatif dapat digambarkan sebagai lelaki yang sedang bersandar di sekop. Yang

pasti adalah aksara itu untuk shaku, tongkat pengukur satuan panjang lama. Dan arti

lain dari kanji ini, “mengukur tongkat” menunjukkan jarak. Pada zaman dahulu jarak

(21)

antara shukuba (desa yang ramai) ditempuh dengan menunggang kuda sebagai satu

alternatif lain dari berjalan kaki. (Harus dicatat bahwa di bagian kanan aksara ini

dulunya ditulis berupa unsur yang rumit lagi yang berarti “penggantian” atau

“perubahan”).

-

Kanji ini paling sering terlihat di stasiun dibaca Kuchi(guchi), yang berarti

“mulut”. Aksara ini berasal dari tulisan silang menggambarkan mulut. Kanji ini

sering dikombinasikan dengan kanji lainnya :

- 入口Iri-guchi, yang artinya “pintu masuk”.

- 出口De-guchi, yang artinya “pintu keluar”.

- 改札口Kaisatsu-guchi, yang artinya “pintu pemerikasaan karcis”.

- 東口Higashi-guchi, artinya “pintu keluar atau pintu masuk timur”.

- 南口Minami-guchi, artinya “pintu keluar atau pintu masuk selatan”.

- 北口Kita-guchi, artinya “pintu keluar atau pintu masuk utara”.

- 西口Nishi-guchi, artinya “pintu keluar atau pintu masuk barat”.

(22)

- 中央口Chuuou-guchi, artinya “pintu keluar atau pintu masuk utama”.

Disamping bentuk-bentuk 口 yang dibahas di atas, keterangan lain yang

terdapat di stasiun kereta:

- のぼり口 Nobori-guchi, biasanya di tuliskan dalam tanda panah ke atas

yang artinya “pintu naik”.

- おり口 Ori-guchi, biasanya dituliskan dalam tanda panah ke bawah yang

artinya “pintu turun”.

Di kebanyakan stasiun anda akan melihat tanda baca:

- きっぷをはっきりお見せください Kippu o hakkiri omise kudasai, yang

secara kasar dapat diartikan sebagai “tolong perlihatkan karcis anda dengan jelas”,

biasa tertulis di pintu pemerikasaan karcis. Anda harus mengerti untuk membaca

semua Hiragana dalam kalimat ini. Hanya ada satu aksara kanji untuk mi(seru),

“memperlihatkan” yang sama dengan aksara verba mi(ru), “melihat”.

- 左側通行 Hidari gawa tsuukou, artinya “belok ke kiri”. Dituliskan dalam

simbol panah yang mengarah ke kiri.

-右側通行 Migi gawa tsuukou, artinya “belok ke kana”. Dituliskan dalam

simbol panah yang mengarah ke kanan.

(23)

- 山手線 Yamanote sen, artinya “jalur yamanote”. Merupakan jalur yang

paling sibuk di Jepang dengan jarak tempuh kurang lebih 34,5 km pulang pergi di

sekeliling pusat kota. Meliputi 550 kereta yang bekerja setiap harinya di jalur ini.

- 方面Houmen, artinya “arah”. Aksara ini biasa terlihat di atas peron.

- 新 宿 Shinjuku, merupakan sebuah distrik di Tokyo yang memiliki

pemandangan malam yang paling indah, juga merupakan rute kereta yang ramai.

- 渋谷Shibuya, daerah pemberhentian kereta yang merupakan sebuah distrik

di Tokyo yang juga merupakan pusat perbelanjaan dan pergaulan kawula muda

Tokyo.

- 品川Shinagawa, merupakan titik awal salah satu rute utama yang mengarah

dari Tokyo ke Kyoto.

- 上野 Ueno, merupakan rute kereta yang terdapat di puncak bukit kecil,

pernah disebut juga Gunung Ueno atau Hutan Ueno.

- 池 袋 Ikebukuro, merupakan stasiun kereta terbesar di Jepang setelah

Shinjuku.

- 線 Sen, artinya “jalur”. Aksara ini biasanya berada di belakang nama jalur

kereta dan kereta bawah tanah. Seperti 山手線yamanote sen, 地下鉄線 chikatetsu

(24)

sen, 銀座線ginza sen, 丸の内線marunouchi sen, 千代田線chiyoda sen, 日比谷線

hibiya sen.

- のりば Noriba, artinya “tempat perpindahan penumpang kereta”.

- のりかえNorikae, artinya “tempat pergantian penumpang”.

- こんどの電車は東京行きKondo no densha wa Tokyo yuki, artinya “kereta

ini menuju stasiun Tokyo”. Kalimat ini selalu terlihat di atas peron.

- 次の電車は中野行き, Tsugi no densha wa nakano yuki, artinya “kereta

berikut ini menuju Nakano”. Kalimat ini juga selalu terlihat di atas peron.

- 特 急 Tokkyuu, artinya “ekspres khusus”. Tertulis di depan, belakang,

samping kereta dan di atas peron.

- 急 行 Kyuukou, artinya “ekspres”. Tertulis di depan, belakang, samping

kereta dan di atas peron.

- 快速 Kaisoku, artinya “kereta cepat”. Tertulis di depan, belakang, samping

kereta dan di atas peron.

- 準急Junkyuu, artinya “semi ekspres”. Tertulis di depan, belakang, samping

kereta dan di atas peron.

- 各駅停車(普通)Kaku eki teisha (futsuu), artinya “kereta lokal biasa”.

Tertulis di depan, belakang, samping kereta dan di atas peron.

(25)

- こんどの発車 Kondo no hassha, artinya “berangkat sekarang”. Tertulis

tepat di atas kerumunan orang pada tanda baca ‘keberangkatan’.

- つぎの発車Tsugi no hassha, artinya “berangkat berikutnya”. Tertulis tepat

pada tanda baca ‘keberangkatan’.

- お手洗い Otearai, artinya “toilet”. Toilet di stasiun kereta Jepang biasanya

dituliskan tebal-tebal di atas pintu masuk ruang rehat umum.

- 男Otoko, artinya “laki-laki”. Aksara ini terdapat di pintu toilet, menandakan

diperuntukkan bagi laki-laki.

- 女 Onna, artinya “wanita". Aksara ini juga terdapat di pintu toilet,

menandakan diperuntukkan bagi wanita.

- 精算所seisanjo, artinya“tempa penyesuain ongkos”. Aksara ini terdapat di

dekat pintu pemeriksaan karcis.

Aksara kanji yang lebih kompleks di stasiun kereta terdapat pada mesin

penyalur karcis. Kita dapat membeli karcis yang tepat tanpa mengalami

kesulitan apabila kita mengerti apa kata-kata instruksi dalam mesin pembelian karcis

otomatis. Sebaliknya bila kita tidak mengerti kita akan mengalami kesulitan, seperti

kesalahan jurusan kereta ataupun kesalahan-kesalahan lain.

(26)

Keterangan :

5. 入場券 Nyuujouken, artinya “karcis untuk masuk ke suatu tempat”. Karcis

ini berguna untuk mengantar orang atau menjemput orang yang memerlukan bantuan,

misalnya orang cacat.

6. こどものきっぷも買えます Kodomo no kippu mo kaemasu, artinya

“karcis khusus untuk anak-anak”. Terdapat di mesin penjualan karcis otomatis

dengan tulisan tombol “kodomo”. Seorang anak dapat membeli karcis tersebut

apabila memenuhi syarat yaitu telah berumur di atas 12 tahun atau setelah lulus dari

sekolah dasar. Harga karcis ini setengah harga dari karcis penumpang dewasa.

(27)

7. 千円札も使えます Sen en satsu mo tsukaemasu, “dapat menggunakan

uang kertas 1000 Yen”. Jika kita tidak mempunyai uang receh, kita dapat

memasukkan uang kertas 1000 Yen ke dalam mesin. Kemudian kembaliannya akan

keluar di bagian bawah mesin beserta karcisnya.

8. 投入金額 Tounyuu kingaku, artinya “jumlah uang yang dimasukkan ke

dalam mesin”. Jumlah uang yang telah dimasukkan akan terlihat di layar yang

dibawahnya tertuliskan aksara ini.

9. こどものとき押してください Kodomo no toki oshite kudasai, kaliamat

ini berbunyi apabila anda membeli karcis anak-anak, pertama-tama anda harus

menekan tombol yang terletak di situ sampai keluar kata kodomo di atasnya.

Selesaikan dengan tombol yang bersangkutan sesuai dengan ongkos untuk sampai ke

tujuan anda.

12. 1枚,2枚,3枚,4枚 Mai, aksara kanji ini berarti “lembar”. Tombol yang

menawarkan pilihan jumlah karcis.

14. 両替はできません Ryougae wa dekimasen, artinya mesin tidak akan

memberikan penukaran kecuali harga sebuah karcisnya dibayar dulu. Namun

kebanyakan stasiun kereta menyediakan mesin penukaran di samping mesin penyalur

karcis.

(28)

3.2. Makna Kanji di Stasiun Bus

Tidak banyak rute bus antar kota yang berjarak jauh di Jepang, karena

jaringan kereta yang panjang telah dahulu dibangun sebelum jalan raya. Dewasa ini

orang Jepang lebih memilih bepergian dengan pesawat udara karena lebih efisien

waktu. Sebaliknya bus carteran sangat terkenal di dalam kota dan juga di daerah

pinggiran pantai. Bus bisa menjadi pilihan utama bagi masyarakat golongan bawah

dan menengah karena selain sangat murah, juga merupakan cara satu-satunya untuk

bisa mencapai tempat-tempat tertentu yang tidak bisa dicapai pesawat maupun kereta.

Bagian yang paling sulit bepergian dengan bus ialah memahami tanda baca

yang terdapat di halte, stasiun ataupun di dalam bus itu sendiri. Nama-nama tempat

biasanya memainkan peranan penting, tidak hanya baris-barisnya semata, akan tetapi

nama-nama lambang yang memiliki bacaan yang unik.

(29)

Gambar : 1

Aksara yang paling atas dalam lingkaran tanda baca menyatakan perusahaan

bus---dalam hal ini, 都営バス Toei basu---dan memastikan kita bahwa ini benar-benar

停留所teiryuujo, “halte bus”. Toei sama seperti dalam Toei sen untuk kereta bawah

tanah, jadi kalimat penuhnya, 都営バス停留所 Toei Basu Teiryuujo, berarti “Halte

Bus Metropolitan Tokyo” (A dalam gambar 1). Memeriksa bagian lambang ini

bukanlah merupakan latihan asal-asalan, karena bus-bus swasta jalur kota mungkin

saja berhenti sangat dekat antara satu sama lain.

B dalam gambar 1 adalah nama halte bus. Di bawahnya dengan tulisan

vertikal adalah nomor-nomor rute dan tujuan akhir dari bus-bus yang berhenti di situ.

Lambang empat persegi panjang di bagian bawah gambar 1 ialah contoh dari

jam berangkat di setiap rutenya. Jadwal untuk hari minggu dan hari-hari libur ditulis

(30)

setengah (biasanya dalam lambang bewarna merah), di bawah kepala 休日kyuujitsu ,

“hari libur”. (Lihat gambar 2 dan 4). 平 日 Heijitsu, yakni jadwal “hari kerja”

(biasanya dalam aksara bewarna hitam) ditulis di bagian lain dari jadwal tersebut.

(Gambar 2)

(Gambar 3)

(Gambar 4)

Lambang-lambang yang pasti kita pelajari sekarang ialah salah satunya dalam

gambar 2, 3, dan 4. Yang pertama, diucapkan 実 jitsunichihi yang berarti

“matahari” atau “hari” secara alamiah sudah cukup sebagai gambar “matahari”.

Lambang yang berikutnya, yang biasanya diucapkan ji atau toki, “jam” atau

“waktu” ialah gambar matahari di sebelah kiri, di sebelah kanan, kaki dan tangan

(gambar 3). (Bayangkan akan gerakan tangan dan kaki ketika melakukan pekerjaan!)

(31)

sebelah kanan memiliki asal usul kata yang rumit. Pengertian “kerja” menjadi

“pegawai pemerintah”, yang kemudian berpindah menjadi “kuil”. Artinya yang

terakhir berasal dari gabungan biksu Budha dari India, yang ketika mengembara

melewati daratan Cina, sering diberi akomodasi di kantor-kantor pemerintah.

Aksara yang ketiga dapat dikatakan tidak terlalu sulit untuk diingat.

Diucapkan yasu (mu) atau kyuu yang berarti “rehat” atau “peristirahatan”, ia berasal

usul dari sketsa orang yang sedang rehat di bawah keteduhan sebuah pohon (Gambar

4).

Ada beberapa tujuan akhir dalam perjalanan bus. Jenis perjalanan bus yang

paling disukai sekarang ini ialah wan-man, bus dengan satu kondektur, yang lebih

murah. Jadi, di atas bus Metropolitan kota Tokyo anda memasukkan sejumlah ongkos

ke dalam kotak ongkos pada saat anda naik. Pada bus-bus lain mungkin anda harus

mengambil secarik kertas整理券 (seiriken) dari mesin karcis pada saat anda naik. Di

atas kertasnya tertulis zona daerah, dan apabila kita siap turun, periksalah nomor meja

biaya elektronik di bagian depan bus dan masukkan seiriken dengan jumlah uang

secukupnya ke dalam kotak ongkos dekat tempat duduk supir.

3.3. Makna Kanji di Stasiun Taksi

Pelayanan taksi di Jepang, tidak hanya merupakan yang terbaik di dunia, akan

tetapi mereka juga terus membantu orang asing dan orang Jepang sendiri supaya tidak

pusing mencari alamat yang jelas.

(32)

Lambang dalam gambar 1 dipajang di pinggir depan hotel, stasiun kereta,

bandar udara serta tempat-tempat tertentu lainnya dan terlihat cukup jelas, itulah cara

menulis “pangkalan taksi” dalam bahasa Jepang. Di kota-kota tertentu, kita diberi tiga

pilihan jenis dan ukuran taksi; besar, sedang, kecil (Nomor 2-4). Taksi besar, tentu

saja makin tinggi ongkosnya, akan tetapi orang-orang Barat yang berbadan besar dan

dibebani bawaan yang berat biasanya lebih mudah tergoda untuk beroyal-royalan

dengan sedan yang besar itu.

Aksara kanji yang pertama dalam Oo-gata, juga diucapkan tai dan dai, yang

berarti “besar”. Aksara ini berasal dari ilustrasi seorang lelaki dengan lengan dan

betis yang direntangkan untuk menunjukkan rasa “ukuran” atau “besar”, Oo(kisa).

Aksara pertama dalam chuu-gata menunjukkan garis yang ditulis di

tengah-tengah objek, jadi menggambarkan gagasan “di dalam”, “dalam waktu”, dan tengah-tengah.

Sedangkan Ko dalam aksara (Nomor 4), juga diucapkan shou atau chii(sai),

berasal dari ilustrasi gambar tiga titik yang berarti “kecil”. Sehingga sampai sekarang

ini, hampir semua benda di Jepang; TV, kulkas, truk dan sebagainya berbentuk dalam

model ko-gata.

(33)

Pemakaian –gata yang berhubungan dengan ukuran hanya merujuk kepada

benda-benda yang tidak bergerak. Pengucapan lain dari kanji ini adalah kata dan kei

yang berarti “bentuk”, ‘model”, “tipe”, atau “pola”.

5. 空車kuusha

6. 回送kaisou

Aksara pada “Nomor 5” secara harafiah berarti “mobil kosong”. Jika ingin

menaiki taksi yang kosong, kita dapat menandainya dengan melihat aksara kuusha

tertulis dengan warna lampu merah di atas latar yang hitam.

Aksara kanji “Nomor 6” sebaliknya menandakan di dalam taksi ada

penumpangnya. Selain itu, taksi-taksi yang menunjukkan tanda kaisou menandakan

taksi itu sedang menuju ke pompa bensin, tempat makan, menunjukkan akhir jam

kerja atau ke tempat-tempat tujuan yang pribadi.

7. 個人タクシーkojin takushi

Aksara kanji “Nomor 7” di atas menandakan bahwa pengemudinya juga

adalah pemiliknya. Kebanyakan orang Jepang menyukai taksi ini sebagai taksi-milik.

Karena pelayanannya lebih baik, dan mungkin pembicaraannya agak lebih menarik.

Untuk orang asing yang baru tiba di Jepang ada beberapa hal yang harus

diperhatikan apabila ingin menggunakan transportasi umum taksi. 1. Hati-hatilah

dengan bagian pintu belakang kiri, yang secara otomatis dibuka dan ditutup oleh

(34)

pengemudinya. Ia akan menghargai anda apabila anda membiarkan ia mengawasi

pintu itu (daripada anda kesal dengan mesin penutupnya). 2. Bayarlah ongkos sesuai

dengan harga yang muncul di argometer. 3. Pemberian tip tidaklah diperlukan, namun

sebaliknya apabila pengemudi banyak memberikan pertolongan misalnya dengan

membantu mengangkatkan koper atau menemukan tempat-tempat tertentu yang sulit

dicari, selayaknya anda memberikan tip.

8. 目黒へおねがいします Meguro e onegaishimasu, artinya “saya ingin pergi ke

meguro”.

9. ここでおろしてください Koko de oroshite kudasai, artinya “tolong turunkan

saya di sini”.

Jika anda ingin pergi ke tempat yang tidak begitu dikenal, merupakan suatu

gagasan yang baik untuk membawa lembaran kertas yang bertuliskan alamat tujuan

anda dalam bahasa Jepang. Kemudian jika anda mengetahui dua kalimat di atas

nomor 8 dan 9, anda akan selamat.

(35)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Setelah membahas tentang Makna Kanji yang Terdadapat di Stasiun maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Salah satu aspek yang paling penting dalam kehidupan masyarakat Jepang

adalah transportasi. Transportasi massa yang paling populer di Jepang adalah

kereta, bus dan taksi.

2. Jika kita sebagai orang asing ingin menggunakan moda transportasi kereta,

bus dan taksi, kita akan menemukan banyak tanda baca kanji yang tidak kita

kenal maknanya. Oleh sebab itu, jika tidak ingin terjadi kesalahan dalam

menaikinya alangkah baiknya kita mengetahui makna dari aksara-aksara kanji

tersebut, bila kita tidak mengerti kita akan mengalami kesulitan, seperti

kesalahan jurusan kereta ataupun kesalahan-kesalahan lain.

3. Salah menaiki jurusan kereta merupakan kesalahan yang paling fatal, biasanya

terjadi karena kesalahan pada pembelian tiket di mesin pembelian otomatis.

Di mesin pembelian tiket otomatis terdapat banyak aksara kanji yang sangat

kompleks yang menunjukkan kota atau jurusan tertentu. Oleh sebab itu

apabila kita tidak mengetahui arti dari kanji-kanji tersebut tidak tertutup

kemungkinan terjadi kesalahan seperti di atas.

(36)

4. Salah mengambil seiriken(secarik kertas tipis) di bus berarti salah

menentukan tujuan kemana kita berhenti. Di atas kertas seiriken terdapat

aksara kanji yang menunjukkan jurusan atau zona daerah.

5. Apabila terdapat taksi yang ada tanda lampu hijau di dalam kaca depan mobil

yang bertuliskan kanji kaisou janganlah anda stop karena menandakan

terdapat penumpang di dalamnya ataupun sedang menandakan taksi itu

sedang menuju ke pompa bensin, tempat makan, menunjukkan akhir jam kerja

atau ke tempat-tempat tujuan pribadi.

4.2 Saran

1. Sebagai negara dengan transportasi yang kurang baik, pengusaha transportasi

Indonesia maupun negara hendaknya menyontoh dan mengambil pelajaran

dari sistem transportasi Jepang yang merupakan negara dengan kemajuan

transportasi terdepan di dunia.

2. Bagi yang ingin melakukan perjalana ke Jepang hendaknya lebih teliti

memahami tanda baca kanji di tempat-tempat umu transportasi dan selalu

banyak bertanya pada masyarakat asli. Agar tidak terjadi kesalahan dalam

menaiki moda transportasi yang akan merugikan kita sendiri.

(37)

DAFTAR PUSTAKA

Moriyama, Tae. 1994. Petunjuk Praktis Memahami Tanda Huruf Kanji. Jakarta ;

Kesaint Blanc.

Nishio, Minoru; Etsutarou Iwabuchi & Shizuo Mizutani eds. 1975. Iwanami Kokugo

Jiten. Tokyo: Iwanami Shoten.

Nelson, Andrew N. 1974. The Modern Reader’s Japanese-English Character

Dictionary, 2nd rev. Ed. Tokyo: Charles E. Tuttle Co

Onoe, Kanehide ed. 1977. Shougakusei no tame no Kanji o Oboeru Jiten. Tokyo,

Obunsha.

Situmorang, Hamzon. 2007. Pengantar Linguistik Umum. Medan ; USU Press.

(38)

“MAKNA KANJI YANG TERDAPAT DI STASIUN”

Salah satu aspek yang paling penting dalam kehidupan masyarakat Jepang adalah transportasi. Transportasi massa yang paling populer di Jepang adalah kereta, bus dan taksi. Jutaan masyarakat Jepang setiap harinya menggunakan alat transportasi ini.

Kita sebagai orang asing ingin menggunakan alat transportasi ini, kita akan menemukan banyak tanda kanji yang tidak kita kenal maknanya. Oleh sebab itu, jika tidak ingin terjadi kesalahan dalam menaikinya alangkah baiknya kita mengetahui makna dari aksara-aksara kanji tersebut.

Selain aksara 駅 (eki), kanji yang paling sering terlihat di stasiun kereta adalah kuchi(guchi), yang berarti “mulut”. Akasara ini berasal dari tulisan saling menggambarkan mulut. Kanji ini sering di kombinasikan dengan kanji yang lainnya :

- 入口 Iri-guchi, yang artinya “pintu masuk” - 出口 De-guchi, yang artinya “pintu keluar”

- 改札口 Kaisatsu-guchi, yang artinys “pintu pemeriksaan karcis”

- 東口 Higashi-guchi, yang artinya “pintu keluar atau pintu masuk timur” - 南口 Minami-guchi, yang artinya “pintu keluar atau pintu masuk selatan” - 北口 Kita-guchi, yang artinya “pintu keluar atau pintu masuk utara” - 西口 Nishi-guchi, yang artinya “pintu keluar atau pintu masuk barat” - 中央口Chuuou-guchi, yang artinya “pintu keluar atau pintuk masuk utama”

Disamping bentuk-bentuk 口 yang di bahas di atas, keterangan lain yang terapat di stasiun kereta :

- のぼり口 Nobori-guchi, biasanya di tuliskan dalam tanda panah keatas - おり口 Ori-guchi, biasanya dituliskan dalam tanda panah kebawah yang

artinya “pintu turun”.

Aksara kanji yang kebih kompleks di stasiun kereta terdapat pada mesin penyalur karcis. Kita dapat membeli karcis yang tepat tanpa mengalami kesulitan apabila kita mengerti apa kata-kata instruksi dalam mesin pembelian karcis otomatis. Sebaliknya bila kita tidak mengerti kita akan mengalami kesulitan, seperti kesalahan jurusan kereta ataupun kesalahan-kesalahan lain.

(39)

Bagian yang paling sulit berpergian dengan bus ialah memahami tanda baca yang terdapat di halte, stasiun ataupun di dalam bus itu sendiri. Nama-nama tempat biasanya mempunyai peranan penting dan nama-nama lambang yang memiliki bacaan yang unik.

Ada beberapa tujuan akhir dalam perjalanan bus. Jenis perjalanan bus yang paling disukai sekarang ini ialan wan-man, bus dengan satu kondektur, yang lebih murah. Jadi, diatas bus metropolitan kota Tokyo anda memasukkan sejumlah ongkos ke dalam kotak ongkos pada saat anda naik. Pada bus-bus lain anda harus mengambil secarik kertas 整理券 (seiriken) dari mesik karcis pada saat anda naik. Di atas kertasnya tertulis tujuan perjalanan dan ketika turun, periksalah nomor meja biaya elektronik di bagian depan bus dan masukkan seiriken dengan jumlah uang secukupnya kedalam kotak ongkos dekat tempat duduk supir.

Pelayanan taksi di Jepang merupakan yang terbaik di dunia. Mereka juga membantu orang asing dan orang Jepang sendiri supaya tidak pusing mencari alamat yang baru.

Di kota-kota tertentu, kita dideri tiga pilihan jenis dan ukuran taksi;besar, sedang, kecil. Taksi besar, tentu saja makin tinggi ongkosnya, akan tetapi orang-orang Barat yang berbadan besar dan dibebani bawaan yang berat biasanya lebih mudah tergoda untuk naik taksi yang besar itu.

Aksara kanji yang pertama dalam Oo-gata, juga diucapkan tai dan dai, yang berarti “besar”. Aksara ini berasal dri ilustrasi seorang lelaki dengan lengan dan

betis yang direntangkan untuk menunjukkan rasa “ukuran” atau “besar”, Oo(kisa).

Aksara pertama dalam chuu-gata menunjukkan garis yang ditulis di tengah-tengah objek, jadi menggambarkan gagasan “di dalam”, “dalam waktu”, dan tengah-tengah.

Aksara kanji pertama kogata juga diucapkan shou atau chii(sai), berasal dari ilustrasi gambar tiga titik yang berarti “kecil”. Sehingga sampai sekarang ini, hampir semua benda di Jepang; tv, kulkas, truk dan sebagainya berbentuk dalam model ko-gata.

Pemakaian –gata yang berhubungan dengan ukuran hanya merujuk kepada benda-benda yang tidak bergerak. Pengucapan lain dari kanji ini adalah kata dan kei

yang berarti “bentuk”, “model”, “tipe”, atau “pola”.

Figur

gambar 2, 3, dan 4. Yang pertama, diucapkan 実 jitsu 日 nichi 日 hi yang berarti

gambar 2,

3, dan 4. Yang pertama, diucapkan 実 jitsu 日 nichi 日 hi yang berarti p.30

Referensi

Memperbarui...