OTONOMI DAERAH DI INDONESIA
Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah yang diatur dalam UU No 22/1999 tentang pemerintah daerah yang telah diluncurkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sejak Januari 2000, adalah semangat dalam kerangka reformasi total di seluruh aspek kehidupan Indonesia bangsa dan rakyat. Reformasi lebih ditekankan untuk mewujudkan terciptanya masyarakat sipil dalam administrasi, sosial dan negara yang memiliki "Good Governance" nilai-nilai yang menciptakan nilai demokrasi dan transparansi, kejujuran dan keadilan sikap yang memiliki karakter minat masyarakat yang berorientasi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
Latar belakang filosofis, pembahasan tentang desentralisasi dan otonomi daerah
didasarkan pada asumsi bahwa hubungan antara pemerintah dan yang diperintah, juga hubungan antara Pemerintah Pusat, yang merupakan masalah klasik dalam ilmu politik.
Sudah dampak positif dari reformasi total ini dilihat dari konteks politik dan administrasi, yang ada telah bergeser dari paradigma dari "pemerintahan yang sentralistik menuju
pemerintahan yang terdesentralisasi" dengan memberikan kesempatan kepada daerah dalam hal otonomi daerah yang luas dan bertanggung jawab untuk mengatur dan mengelola kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan inisiatif sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat, partisipasi masyarakat dan kepedulian demokrasi.