Analisis Perubahan Penutupan dan Penggunaan Lahan di DAS Ciliwung dan Cisadane
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Masalah yang dijelaskan dalam penelitian adalah bagaimana pola perubahan penutupan lahan yang terjadi di Ciliwung Hulu dan apa akibatnya terhadap aliran langsung
Penutupan lahan pertanian mendapat pemeliharaan berupa pengolahan tanah intensif dengan dicangkul dan pemupukan kompos sebesar 10 ton/ha yang diberikan setiap musim
Hasil analisis SWAT menunjukkan Sub DAS Ciliwung Hulu menjadi 8 jenis tutupan lahan, yaitu hutan, perkebunan teh, sawah, tegalan/ladang, semak/belukar, tanah
Kesimpulan yang diperoleh adalah Perubahan penutupan lahan di DTA Cipopokol yang paling dominan terjadi dalam kurun waktu 9 tahun dari tahun 1995 sampai 2004 yaitu pemukiman
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengkaji perubahan penutupan lahan pada DAS Ciliwung hulu tahun 1989, 2000, 2010 dan 2014, serta pada masing-masing
2 Peta jenis tanah dan peta kelompok hidrologi tanah DAS Ciliwung Hulu 31 3 Bilangan kurva untuk berbagai tipe penggunaan lahan dan jenis tanah 32 4 Nilai curah hujan
Hasil analisis SWAT menunjukkan Sub DAS Ciliwung Hulu menjadi 8 jenis tutupan lahan, yaitu hutan, perkebunan teh, sawah, tegalan/ladang, semak/belukar, tanah
Nilai terbesar koefisien run off DAS Ciliwung hulu dan Cisadane hulu terjadi pada tahun 1997 dengan masing-masing sebesar 0,86 dan 0,66, artinya sebesar 86 % dan 66 % dari