• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perubahan Penutupan dan Penggunaan Lahan di DAS Ciliwung dan Cisadane

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Perubahan Penutupan dan Penggunaan Lahan di DAS Ciliwung dan Cisadane"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 5 Peta kecamatan DAS Cisadane
gambar grafik curah hujan dari tahun 1983 hingga 2012 (Gambar 6).
Gambar 7 Peta rata-rata curah hujan tahunan periode 1981-2010 DAS Ciliwung
Gambar 8 Peta rata-rata curah hujan tahunan periode 1981-2010 DAS
+7

Referensi

Dokumen terkait

Masalah yang dijelaskan dalam penelitian adalah bagaimana pola perubahan penutupan lahan yang terjadi di Ciliwung Hulu dan apa akibatnya terhadap aliran langsung

Penutupan lahan pertanian mendapat pemeliharaan berupa pengolahan tanah intensif dengan dicangkul dan pemupukan kompos sebesar 10 ton/ha yang diberikan setiap musim

Hasil analisis SWAT menunjukkan Sub DAS Ciliwung Hulu menjadi 8 jenis tutupan lahan, yaitu hutan, perkebunan teh, sawah, tegalan/ladang, semak/belukar, tanah

Kesimpulan yang diperoleh adalah Perubahan penutupan lahan di DTA Cipopokol yang paling dominan terjadi dalam kurun waktu 9 tahun dari tahun 1995 sampai 2004 yaitu pemukiman

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengkaji perubahan penutupan lahan pada DAS Ciliwung hulu tahun 1989, 2000, 2010 dan 2014, serta pada masing-masing

2 Peta jenis tanah dan peta kelompok hidrologi tanah DAS Ciliwung Hulu 31 3 Bilangan kurva untuk berbagai tipe penggunaan lahan dan jenis tanah 32 4 Nilai curah hujan

Hasil analisis SWAT menunjukkan Sub DAS Ciliwung Hulu menjadi 8 jenis tutupan lahan, yaitu hutan, perkebunan teh, sawah, tegalan/ladang, semak/belukar, tanah

Nilai terbesar koefisien run off DAS Ciliwung hulu dan Cisadane hulu terjadi pada tahun 1997 dengan masing-masing sebesar 0,86 dan 0,66, artinya sebesar 86 % dan 66 % dari