• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Metanol Daun Jarak Kepyar (Ricinus Communis L.) Terhadap Aspergillus Niger

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Aktivitas Antimikroba Ekstrak Metanol Daun Jarak Kepyar (Ricinus Communis L.) Terhadap Aspergillus Niger"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK METANOL DAUN

JARAK KEPYAR (

Ricinus communis

L.) TERHADAP

Aspergillus niger

HENI SULASTRI

DEPARTEMEN HASIL HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)
(3)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA*

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) terhadap Aspergillus niger adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

(4)

ABSTRAK

HENI SULASTRI. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Metanol Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) terhadap Aspergillus niger. Dibimbing oleh ANNE CAROLINA dan ELIS NINA HERLIYANA.

Aspergillus niger dilaporkan merupakan salah satu jenis cendawan terbawa benih atau biji jagung dan kacang-kacangan di penyimpanan. Aspergillus niger dapat menurunkan viabilitas benih dan dapat menyebabkan timbulnya mikotoksin yang bersifat karsinogenik bagi manusia jika dikonsumsi. Daun jarak kepyar (Ricinus communis L) diketahui mempunyai aktivitas antimikroba. Aspergillus niger adalah jenis cendawan yang sangat cepat tumbuh dan sulit dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak metanol daun jarak kepyar terhadap pertumbuhan A. niger dalam media Potato Dextrose Broth (PDB) dan menganalisis senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak metanol daun jarak kepyar menggunakan Kromatografi Gas-Spektrofotometer Massa (GC-MS). Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode maserasi menggunakan metanol. Rendemen ekstrak metanol daun jarak kepyar yang diperoleh yaitu 10.64%. Aktivitas antimikroba ekstrak metanol daun jarak ditentukan melalui pengujian penghambatan pertumbuhan biomassa A. niger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf konsentrasi ekstrak K0.05% terjadi penghambatan sebesar 71.46%. Dengan demikian dapat diduga terdapat senyawa yang bersifat toksik pada ekstrak metanol daun jarak kepyar. Hasil analisis GC-MS menunjukkan adanya senyawa risinin, yang diduga bersifat toksik terhadap A. niger. Kata kunci: Analisis GC-MS, Aspergillus niger, ekstrak metanol, risinin, Ricinus communis L.

ABSTRACT

HENI SULASTRI. Antimicrobial Activity of Methanol Extract of Castor (Ricinus communis L.) Leaves to Aspergillus niger. Supervised by ANNE CAROLINA and ELIS NINA HERLIYANA.

Aspergillus niger was reported as one type of seed-borne fungi. It can lower the seed viability. The fungi produce mycotoxins that are carcinogenic to humans. This type of fungus is very fast growing and difficult to control. Leaves of castor (Ricinus communis L.) in methanol solvent are known showing an antimicrobial activity. This study aims to analyze the activity antimicrobe of methanol extract from castor leaves against A. niger and determine the active compounds by gas chromatography-mass spectroscopy analysis (GC-MS). Extraction of castor leaves was done by maceration method using methanol as a solvent. The yield of the extract was about 10.64%. The antimicrobial activity to A. niger was determined by biomass growth inhibition test. The results showed that the extract concentration level of 0.05% showed inhibition about of 71.46%. The presence of compounds on the methanol extract of castor leaves was assumed toxic to A. niger. According to the GC-MS analysis, ricinine was a main compound in methanol extract of castor leaves.

(5)

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan

pada

Departemen Hasil Hutan

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK METANOL DAUN

JARAK KEPYAR (

Ricinus communis

L.) TERHADAP

Aspergillus niger

HENI SULASTRI

DEPARTEMEN HASIL HUTAN

FAKULTAS KEHUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(6)
(7)
(8)

PRAKATA

Alhamdulillahirabbil alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya yang telah memberikan kelancaran dan kemudahan sehingga skripsi dapat diselesaikan. Skripsi ini berjudul Aktivitas Antimikroba Ekstrak Metanol Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) terhadap Aspergillus niger melalui Uji Penghambatan Pertumbuhan Biomassa.

Terima kasih penulis sampaikan kepada Ibu Anne Carolina, SSi, MSi dan Ibu Dr Ir Elis Nina Herliyana, MSi selaku pembimbing yang telah mencurahkan waktu, kebaikan, kesabaran, motivasi, dan ilmunya selama proses penelitian dan penyusunan skripsi. Penulis juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Ketua Laboratorium Kimia Hasil Hutan IPB beserta seluruh teknisi, Ketua Laboratorium Patologi Hutan IPB beserta seluruh teknisi, Ketua Laboratorium Nematologi beserta seluruh teknisi, dan Kepala Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Jakarta beserta seluruh teknisi yang telah memberikan izin serta bantuan untuk untuk penulis sehingga karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik.

Penghormatan dan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis berikan kepada mama, bapak, kakak, adik dan seluruh keluarga tercinta yang telah mencurahkan cinta, doa, dan dukungannya baik moril maupun materil. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih atas doa, bantuan, dan dukungannya kepada Ersya Mulya Ningrum, Roisatuz Zakiyah, Karina Demastiti, THH 48, teman – teman di laboratorium patologi hutan Fauziyyah, Ade, Lukman, Ika, dan rekan-rekan serta semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas akhir penulis yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

(9)

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR vi

DAFTAR LAMPIRAN vi

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Perumusan Masalah 2

Tujuan Penelitian 2

Manfaat Penelitian 2

METODE 2

Bahan dan Alat 2

Prosedur dan Analisis Data 3

Pengamatan Visual Aspergillus niger 3

Rendemen Ekstrak 3

Persiapan Bahan Baku 3

Ekstraksi 3

Aktivitas Antimikroba 3

Pertumbuhan Biomassa Aspergillus niger pada Media PDB

dengan Berbagai Tingkat Konsentrasi Ekstrak Daun Jarak Kepyar 3

Persiapan Media 3

Persiapan Inokulum Aspergillus niger 4

Persiapan Stok Ekstrak 4

Penghambatan Biomassa Aspergillus niger pada Media PDB oleh Berbagai Tingkat Konsentrasi Ekstrak Daun Jarak Kepyar 4

Analisis Komponen Kimia menggunakan GC-MS 5

HASIL DAN PEMBAHASAN 5

Pengamatan Visual Aspergillus niger 5

Rendemen Ekstrak 6

Aktivitas Antimikroba 7

Pertumbuhan Biomassa Aspergillus niger pada Media PDB dengan

Berbagai Tingkat Konsentrasi Ekstrak Metanol Daun Jarak Kepyar 7 Penghambatan Biomassa Aspergillus niger pada Media PDB oleh

Berbagai Tingkat Konsentrasi Ekstrak Metanol Daun Jarak Kepyar 8

Analisis Komponen Kimia menggunakan GC-MS 9

SIMPULAN DAN SARAN 11

Simpulan 11

Saran 11

DAFTAR PUSTAKA 11

LAMPIRAN 14

(10)

DAFTAR GAMBAR

1 Isolat koloni A. niger secara makroskopis (A); miselia A. niger dengan septat (sekat) (tanda panah) (B); dan sebuah konidia A. niger (tanda

panah) (C). 6

2 Biomassa A. niger pada media PDB dengan berbagai tingkat konsentrasi ekstrak metanol daun jarak kepyar setelah inkubasi selama

tujuh hari 7

3 Biomassa miselia A. niger pada media PDB dengan berbagai tingkat konsentrasi ekstrak metanol daun jarak kepyar setelah dikeringkan dengan oven: (A) konsentrasi K0% (kontrol); (B) konsentrasi K0.05%; (C) konsentrasi K0.1%; (D) konsentrasi K0.5%; (E) konsentrasi

K0.75% 8

4 Penghambatan beberapa tingkat konsentrasi ekstrak metanol daun jarak kepyar terhadap biomassa A. niger dalam media PDB setelah inkubasi

selama tujuh hari 9

5 Hasil analisis GC-MS ekstrak daun jarak kepyar 10

DAFTAR LAMPIRAN

(11)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pemanfaatan jarak kepyar untuk diambil minyaknya sudah banyak dilakukan di Indonesia terutama diambil dari bagian buah dan biji untuk pembuatan minyak biodiesel (Setyadji et al. 2003). Sementara itu pemanfaatan bagian daun, akar, dan minyak biji tanaman ini untuk pengobatan peradangan dan gangguan hati, hipoglikemik, dan pencahar telah dikenal dalam dunia kesehatan. Beberapa penelitian telah menunjukkan potensi akar jarak kepyar sebagai agen antimikroba yang efektif. Ekstrak heksana dan metanol sebanyak 200 mg/ml dari akar jarak kepyar menunjukkan adanya aktivitas antimikroba minimum (p<0.0001) baik terhadap Aspergillus niger maupun Escherichia coli (Mathur et al. 2011). Jenis cendawan Aspergillus sp, Curvularia sp, Fusarium sp, Penicillium sp, dan Rhizopus sp adalah yang teridentifikasi sebagai penyebab penyakit benih pulai yang terbawa dari lapangan (Rustam et al. 2013). Beberapa jenis cendawan ini menghasilkan mikotoksin jenis aflatoksin dan fumonisin yang dapat mencemari biji-bijian (Maryam 2006).

Penyimpanan bahan pangan dalam waktu lama dapat menyebabkan timbulnya cendawan. Komoditas bahan pangan yang sering terkontaminasi aflatoksin yakni jagung dan kacang tanah yang kemudian terkonsumsi oleh hewan dan manusia dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan (Handajani dan Purwoko 2008). Keberadaan mikotoksin seperti aflatoksin dan fumonisin pada suatu komoditi yang sama dapat meningkatkan toksisitas karena adanya efek sinergis dari mikotoksin-mikotoksin tersebut (Maryam 2006).

Hasil pengamatan Budiarti et al. (2013) menunjukkan bahwa jenis cendawan terbawa benih jagung pada penyimpanan 6 bulan tercatat ada 2 spesies yaitu Aspergillus sp. dan A. niger. Aspergillus niger dilaporkan adalah salah satu jenis cendawan terbawa benih atau biji jagung dan kacang-kacangan di penyimpanan. Cendawan ini dapat menurunkan viabilitas benih dan jika dikonsumsi dapat menyebabkan timbulnya mikotoksin yang bersifat karsinogenik bagi manusia. Aspergillus niger adalah jenis cendawan yang sangat cepat tumbuh dan sulit dikendalikan.

Metode yang paling penting untuk melindungi tanaman terhadap serangan cendawan adalah penggunaan fungisida. Namun, banyak fungisida yang beredar di masyarakat adalah jenis fungisida beracun dan memiliki efek yang tidak diinginkan pada organisme lain di lingkungan. Selanjutnya, hidrokarbon terhalogenasi seperti metil bromida (Albritton dan Watson 1992) dan beberapa fungisida sintetik yang tidak dapat diperbaharui dapat terakumulasi dalam tanah, tanaman, dan air, dapat berakibat negatif kepada manusia melalui rantai makanan. Pemanfaatan minyak atsiri dan tanaman obat sebagai fungitoxicants yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan memungkinkan eksploitasi senyawa aktif dari alam sebagai fungisida alami (Shahi et al. 2012).

(12)

2

kepyar sebagai agen antimikroba terhadap A. niger karena daun jarak kepyar dalam pelarut metanol mempunyai aktivitas sebagai senyawa antimikroba.

Perumusan Masalah

Beberapa bagian tanaman jarak kepyar secara ilmiah terbukti mengandung beberapa senyawa kimia aktif, salah satunya dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan mikroba. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol daun jarak kepyar terhadap penghambatan pertumbuhan cendawan A. niger, suatu jenis cendawan yang teridentifikasi sebagai penyebab penyakit pada tanaman.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak metanol daun jarak kepyar terhadap pertumbuhan A. niger dalam media potato dextrose broth (PDB) dan menganalisis senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak metanol daun jarak kepyar dengan menggunakan analisis gas kromatografi-mass spektrofotometer (GC-MS).

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai potensi pemanfaatan ekstrak daun jarak kepyar sebagai fungisida alami. Dengan demikian, daun jarak kepyar dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam meningkatkan nilai tambah dan efisiensi pemanfaatan daun dari tanaman hutan.

METODE

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Hutan Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Laboratorium Penyakit Hutan Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB, dan Laboratorium Nematologi Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB. Analisis komponen kimia dilakukan di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Jakarta.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan daun jarak kepyar yang diperoleh dari daerah Sukamantri, Ciapus Bogor. Isolat A. niger diperoleh dari Laboratorium Patologi Hutan Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB. Bahan – bahan lainnya adalah aquades, media potato dextrose agar (PDA), media PDB, kloramfenikol, tetrasiklin, dan alkohol.

(13)

3 foil, korek api, pembakar bunsen, sprayer, laminar air flow (LAF), plastic warp, shaker, alat tulis, mikroskop, dan kamera digital.

Prosedur dan Analisis Data

Pengamatan Visual Aspergillus niger

Aspergillus niger yang berumur lima hari diidentifikasi mengacu kepada Barnett dan Hunter 1998. Biakan A. niger diidentifikasi menggunakan mikroskop optilab dengan mengambil spora A. niger yang telah berwarna hitam secukupnya untuk dilihat di bawah mikroskop cahaya. Selanjutnya pengamatan hifa dengan mengambil miselia A. niger secukupnya dan diamati dibawah mikroskop cahaya.

Rendemen Ekstrak Persiapan Bahan Baku

Sampel daun jarak kepyar seberat 6kg dikeringudarakan sampai mencapai kadar air ±10%. Sampel kering kemudian digiling menggunakan willey mill hingga menjadi serbuk. Berikutnya serbuk kering daun dilakukan penentuan kadar air. Kadar air serbuk diukur dengan mengambil sampel sebanyak ±2g dan dikeringkan dalam oven 103±2ºC hingga mencapai bobot kering tanur (BKT) yang konstan.

Ekstraksi

Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan perbandingan 1:4 (Handayani dan Nurcahyanti 2014). Sebanyak 100g serbuk kering diekstraksi dengan pelarut metanol sebanyak 400 ml. Serbuk dimaserasi dalam pelarut selama 48 jam pada suhu kamar, kemudian larutan ekstrak disaring dan ampasnya direndam kembali dengan pelarut metanol 400 ml selama 48 jam. Maserat tersebut dipekatkan dengan vacuum rotary evaporator pada suhu 65C dengan tekanan 400 mmHg untuk memisahkan pelarut metanol dengan ekstrak daun jarak kepyar hingga mencapai larutan pekat sebanyak 100 ml.

Aktivitas Antimikroba

Pertumbuhan Biomassa Aspergillus niger pada Media PDB dengan Berbagai Tingkat Konsentrasi Ekstrak Daun Jarak Kepyar

(14)

4

Persiapan Inokulum Aspergillus niger. Aspergillus niger yang berasal dari biakan murninya di potong dengan cork borer diameter 6 mm masing-masing sebanyak 1 potong cork borer kemudian ditumbuhkan atau diinokulasikan pada media PDB. Inokulum pada masing-masing media PDB diinkubasi pada suhu ruangan selama 5 hari dengan penggoyangan media menggunakan alat shaker berkecepatan 100 rpm.

Persiapan Stok Ekstrak. Ekstrak metanol daun jarak kepyar disiapkan dengan prosedur berikut. Ekstrak metanol daun jarak kepyar yang telah dikeringkan kemudian dilakukan variasi konsentrasi. Penelitian ini menggunakan lima taraf konsentrasi dengan konsentrasi masing-masing K0%, K0.05%, K0.1%, K0.5%, dan K0.75%. Pembuatan larutan ekstrak metanol daun jarak kepyar berbagai konsentrasi dilakukan dengan mencampurkan ekstrak dan air steril sebanyak 100 ml.

Satuan percobaan berupa biakan A. niger dalam botol selai dan perlakuannya berupa pemberian ekstrak metanol daun jarak pada media PDB. Sebanyak 3 buah spora A. niger diambil menggunakan spatula kemudian dimasukkan ke dalam botol selai berisi media PDB dengan lima tingkat konsentrasi ekstrak metanol daun jarak kepyar yaitu K0%, K0.05%, K0.1%, K0.5%, dan K0.75%. Percobaan disusun dalam alat shaker untuk penggoyangan media dengan kecepatan 100 rpm selama tujuh hari pada suhu ruangan. Setelah tujuh hari, miselia A. niger dipisahkan dari media PDB dengan menyaring miselia dari media tumbuhnya. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan kertas saring yang telah dikeringkan dengan oven selama 24 jam pada suhu 60C dan telah diketahui berat keringnya. Miselia A. niger pada kertas saring dioven selama 24 jam pada suhu 60C, sehingga akan didapatkan bobot kering miselia A. niger dan kertas saring. Biomassa miselia dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

Biomassa miselia = BK kertas saring + BK miselia − BK kertas saring

Keterangan: BK = berat kering (g)

Penghambatan Biomassa Aspergillus niger pada Media PDB oleh Berbagai Tingkat Konsentrasi Ekstrak Daun Jarak Kepyar

Uji penghambatan dilakukan dengan menggunakan metode peracunan media PDB di dalam botol selai. Tingkat hambatan relatif (HR) dari perlakuan

(15)

5 Analisis Komponen Kimia menggunakan GC-MS

Analisis komponen kimia fraksi teraktif menggunakan alat GC-MS Agilent Technologies 6890N series. Sampel diambil sebanyak 6 μL dan dimasukkan pada inlet. Pengolahan data menggunakan GC-MS data analysis. Pemisahan senyawa dan analisis kuantitatif komponen dilakukan pada GC oleh kolom kapiler dengan diameter 0.25 mm dan panjang 60 m dengan suhu awal 70C, kenaikan suhu 15C/menit hingga suhu 290C dan waktu akhir 30 menit. Identifikasi komponen dilakukan pada MS. Identifikasi senyawa dilakukan dengan mencocokkan data pada spektrum massa dengan data yang ada dalam WILEY 9th library.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengamatan Visual Aspergillus niger

Aspergilllus niger merupakan cendawan yang termasuk ke dalam klasifikasi filum buatan Deuteromycota/cendawan aseksual/anamorphic fungi. Deuteromycota merupakan Imperfect Fungi atau cendawan yang tidak sempurna karena hanya diketahui fase anamorfnya atau fase aseksualnya saja. Hifa kelas ini sudah berkermbang baik dan mempunyai septat atau sekat. Kelas ini mempunyai spora aseksual yang disebut konidia. Aspergillus niger termasuk ke dalam kelas buatan Hyphomycetes, dan ordo buatan Moniliales (Alexopoulus et al. 1996; Barnett dan Hunter 1998; Herliyana 2014).

Pengamatan A. niger dilakukan secara makroskopik dan mikroskopik. Koloni A. niger mula-mula berwarna putih kekuningan kemudian akan berubah warna menjadi hitam setelah umur 3–7 hari setelah isolasi (Gambar 1a). Hifa yang diamati berdiameter ±7.66 μm–12.53 μm (Gambar 1b), sedangkan konidianya berukuran ±4.31–5.8 μm (Gambar 1c). Pengamatan secara makroskopis koloni A. niger menunjukkan bahwa koloni A. niger memiliki bentuk bulat dan warna hitam gelap sedangkan pada permukaan bawah menampakkan koloni kompak berwarna putih dan kuning, sesuai dengan pernyataan Fajri (2008). Aspergillus niger mempunyai kepala yang besar, dipak secara padat, bulat dan berwarna hitam coklat atau ungu coklat, selain itu A. niger mempunyai bagian yang khas yaitu hifanya berseptat, spora yang bersifat aseksual dan konidia tumbuh memasang di atas stigma, mempunyai sifat aerobik, sehingga dalam pertumbuhannya memerlukan oksigen dalam jumlah yang cukup (Fajri 2008). Secara mikroskopis bentuk badan buah A. niger dicirikan dengan vesikula berbentuk bulat hingga semi bulat (Wangge et al. 2012). Konidia berwarna cokelat dan berbentuk bulat dan semi bulat.

(16)

6

Gambar 1 Isolat koloni A. niger secara makroskopis (A); miselia A. niger dengan septat (sekat) (tanda panah) (B); dan sebuah konidia A. niger (tanda panah) (C).

Rendemen Ekstrak

Kadar air bahan baku sangat penting diketahui karena akan mempengaruhi mutu hasil ekstraksi. Nilai kadar air pada penelitian ini adalah sebesar 5.94%, nilai tersebut telah sesuai dengan kadar air yang disyaratkan agar proses ekstraksi dapat berjalan lancar yaitu maksimum sebesar 11% (Setyowati 2009 dalam Perwatasari 2011). Adapun jika dibandingkan dengan penelitian Tayade et al. (2015) kadar air serbuk daun R. communis adalah sebesar 5.57%. Perbedaan nilai kadar air diduga dipengaruhi oleh perbedaan teknik pengeringan simplisia yang digunakan, selain itu dapat dipengaruhi oleh suhu pengeringan, kelembaban udara, dan aliran udara.. Menurut Kaleemurrahaman dan Gowri (1982), Basaiah (1988), Sannappa dan Jayaramaiah (1999), Govindan et al. (2003a dan 2003b), dan Chandrappa et al. (2005) dalam Chandrashekhar et al. (2013) variasi kadar air daun jarak kepyar bisa disebabkan oleh perbedaan genotipe tanaman.

Teknik ekstraksi yang digunakan adalah maserasi yang dilakukan dua kali selama 4 × 24 jam. Pelarut yang umum digunakan yaitu etanol, metanol, n-heksan, etil asetat, dan lain-lain. Pelarut yang digunakan pada penelitian ini adalah metanol teknis yang sebelumnya dimurnikan dengan menggunakan vacuum rotary evaporator. Metanol diyakini dapat melarutkan komponen yang terkandung pada daun yang bersifat polar sampai semi polar (Houghton dan Raman 1998). Metanol digunakan berdasarkan pertimbangan bahwa pelarut ini adalah pelarut yang umum digunakan dalam menganalisis bahan tumbuhan (Rumape 2013). Gamse (2002) menjelaskan bahwa salah satu faktor yang dapat menentukan rendemen yang dihasilkan adalah pemilihan pelarut. Pelarut yang digunakan pada proses ekstraksi harus dapat menarik komponen aktif dari bahan yang diekstraksi.

Ekstrak metanol daun jarak kepyar berwarna hijau kehitaman dan berbau khas, ekstrak berbentuk kental dan tidak dapat dituang dalam keadaan dingin. Menurut Harborne (1987) sebagian klorofil dalam daun dapat larut dengan pelarut organik seperti etanol, aseton, eter, kloroform, dan metanol. Rendemen ekstrak metanol daun jarak kepyar adalah sebesar 10.64%. Penelitian dari Rumape (2013) menunjukkan bahwa berat ekstrak metanol-air daun jarak kepyar adalah sebesar 9.01 g. Penelitian lain dari ekstrak metanol daun surian didapat rendemen sebesar 25.96% (Yuhernita dan Juniarti 2011), dan rendemen ekstrak metanol daun kedondong bangkok sebesar 37.59% (Inayati 2007). Rendemen yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh perbedaan jenis tanaman dan teknik yang digunakan

C B

A

(17)

7 (Pradono et al. 2005). Teknik maserasi dalam penelitian Yuhernita dan Juniarti (2008) melakukan tiga kali maserasi, sedangkan pada penelitian ini dilakukan dua kali maserasi. Perbedaan juga dapat disebabkan oleh perbandingan serbuk dengan pelarut, pada penelitian Inayati (2007) perbandingan yang digunakan adalah 1:10 dengan metode maserasi.

Aktivitas Antimikroba

Pertumbuhan Biomassa Aspergillus niger pada Media PDB dengan Berbagai Tingkat Konsentrasi Ekstrak Metanol Daun Jarak Kepyar

Biomassa miselia A. niger pada media PDB dalam beberapa tingkat konsentrasi ekstrak metanol daun jarak kepyar menunjukkan pertumbuhan yang berbeda. Pertumbuhan tertinggi pada tingkat konsentrasi K0% (kontrol) yaitu sebesar 0.313g. Sementara itu pada media PDB yang mengandung ekstrak metanol daun jarak dengan tingkat konsentrasi K0.05%, K0.1%, K0.5%, dan K0.75%, pertumbuhannya secara berturut-turut yaitu sebesar 0.089g, 0.089g, 0.057g, dan 0.054g (Gambar 2). Penelitian Nurafida (2014) menunjukkan pertumbuhan biomassa miselia Botryodiplodia sp. pada konsentrasi larutan kitosan K0.5%, 1.0%, dan 1.5% secara berturut-turut yaitu 0.202g, 0.172g, dan 0.124g. Beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan biomassa miselia dalam ekstrak senyawa aktif, yaitu: jenis cendawan yang menyebabkan sifat resistensi berbeda, konsentrasi ekstrak yang digunakan yang memiliki keaktifan berbeda, dan perlakuan terhadap media pada saat pengujian. Menurut Octaviani (2013) perlakuan penggoyangan media dapat meningkatkan kadar oksigen bagi pertumbuhan cendawan, dan kecepatan 100 rpm menghasilkan miselia yang optimum. Achmad et al. (2013) juga menjelaskan bahwa cendawan merupakan spesies aerobik sehingga memerlukan oksigen yang cukup untuk pertumbuhan miselia. Oleh karena itu oksigen memiliki peranan penting dalam respirasi sel.

Gambar 2 Biomassa A. niger pada media PDB dengan berbagai tingkat konsentrasi ekstrak metanol daun jarak kepyar setelah inkubasi selama tujuh hari.

Selama inkubasi tujuh hari dengan penggoyangan media 100 rpm terjadi pertumbuhan cendawan. Hasil pengamatan selama tujuh hari menunjukkan bahwa

(18)

8

A. niger yang mendapat perlakuan ekstrak metanol daun jarak kepyar memperlihatkan adanya pengurangan dalam bobot keringnya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan tanpa penambahan ekstrak metanol daun jarak kepyar (K0%) menghasilkan bobot kering miselia terbesar. Sementara itu perlakuan dengan penambahan ekstrak K0.05%, K0.1%, K0.5%, dan K0.75% menghasilkan penurunan bobot kering miselia (Gambar 2). Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa penambahan ekstrak metanol daun jarak kepyar mampu menghambat pertumbuhan A. niger. Pertumbuhan miselia A. niger setelah tujuh hari dapat diketahui dengan cara menimbang miselia setelah dikeringovenkan pada suhu 60 C (Gambar 3).

Gambar 3 Biomassa miselia A. niger pada media PDB dengan berbagai tingkat konsentrasi ekstrak metanol daun jarak kepyar setelah dikeringkan dengan oven: (A) konsentrasi K0% (kontrol); (B) konsentrasi K0.05%; (C) konsentrasi K0.1%; (D) konsentrasi K0.5%; (E) konsentrasi K0.75%.

Penghambatan Biomassa Aspergillus niger pada Media PDB oleh Berbagai Tingkat Konsentrasi Ekstrak Metanol Daun Jarak Kepyar

(19)

9 Penghambatan pertumbuhan cendawan sudah mulai terlihat pada konsentrasi K0.05%. Penghambatan ekstrak metanol daun jarak kepyar terlihat jelas pada konsentrasi K0.5% dan K0.75%. Pada Gambar 4 juga terlihat bahwa grafik yang menghubungkan hambatan dalam tingkat konsentrasi ekstrak metanol daun jarak kepyar K0.05% dan K0.1% landai. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua tingkat konsentrasi tersebut memberikan pengaruh yang sama terhadap bobot kering miselia.

Gambar 4 Penghambatan beberapa tingkat konsentrasi ekstrak metanol daun jarak kepyar terhadap biomassa A. niger dalam media PDB setelah inkubasi selama tujuh hari.

Analisis Komponen Kimia menggunakan GC-MS

Analisis GC-MS ekstrak metanol daun jarak kepyar memperlihatkan kromatogram yang menampilkan adanya satu puncak yaitu risinin (Gambar 5). Beberapa penelitian terhadap daun kering dari daun jarak kepyar menunjukkan adanya alkaloid, risinin (0.55%) dan N-demetil risinin flavon glikosida, kaempferol-3-Okaempferol-3-O-β-D-glukopiranosida, kuersetinsilopiranosida, kuersetin-3-O-β-Dglukopiranosida, kaempferol-O-β-rutinosida dan kuersetin-3-O-β-monoterpenoid 1, 8-sineol, kamper dan α-sesquiterpenoid (β-kariofilen), asam galat, kuersetin, asam gentisat, rutin, epikatekin dan asam elagat (Kang et al., Darmanin et al., Singh et al. dalam Jena dan Gupta 2012). Penelitian dari Hussein et al. (2015) menyebutkan bahwa hasil analisis GC-MS dari ekstrak etanol daun jarak kepyar menunjukkan adanya senyawa asam n-heksadekanoat, asam oktadekanoat, asam 1-heksadekanoat, 2,4a.7 trihidroksi-1-metil-8metilen, 1,4- -lakton-10-metil, L-valin, etil ester, heksadekametil, tetradekametil, oktadekametil, asam butanadioat, hidroksil, dietil ester. Perbedaan hasil kromatogram dengan penelitian sebelumnya diduga karena kondisi alat yang digunakan berbeda. Selain itu perbedaan suhu awal pada penelitian Hussein et al. (2015) yaitu 110oC dengan kenaikan suhu 5oC/menit hingga suhu 280oC dan waktu akhir 9 menit.

Spektrum kromatografi ekstrak metanol daun jarak menunjukkan adanya cincin alkaloid yang bersifat toksik dalam risinin. Toksisitas ini diduga karena gugus sianida dalam molekul. Sementara itu hasil penelitian in vitro menyebutkan

(20)

10

bahwa risinin bukan inhibitor sitokrom oksidase tetapi berperan dalam penghambatan rantai enzim pernafasan (Farah et al. 1988).

Peng et al. (2014) menjelaskan bahwa risinin adalah alkaloid beracun yang berasal dari daun, biji, dan tanaman jarak. Risinin dapat menyebabkan muntah dan berbagai reaksi beracun lainnya. Adapun menurut Sandam dan Su (2015) analisis GC-MS ekstrak metanol daun jarak kepyar telah menghasilkan 8 senyawa yang memiliki potensi menjadi agen antimikroba terhadap Klebsiella pneumonia dan Pseudomonas aeruginosa.

Gambar 5 Hasil analisis GC-MS ekstrak metanol daun jarak kepyar.

Berdasarkan hasil, maka penelitian ini dapat memperkuat hasil penelitan sebelumnya yang menunjukkan bahwa risinin pada tanaman jarak kepyar merupakan senyawa yang berperan sebagai antimikroba.

(21)

11

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Ekstrak metanol daun jarak kepyar memiliki aktivitas antimikroba yang ditunjukkan dengan adanya penghambatan pertumbuhan biomassa A. niger.Pada taraf konsentrasi ekstrak K0.05% menunjukkan penghambatan sebesar 71.46%, Analisis GC-MS memperlihatkan adanya senyawa risinin yang dapat bersifat toksik terhadap A. niger.

Saran

Diperlukan penelitian lanjutan dengan konsentrasi ekstrak yang lebih kecil yaitu di bawah 0.05 %.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Herliyana EN, Octaviani EA. 2013. Pengaruh pH, penggoyangan media, dan penambahan serbuk gergaji terhadap pertumbuhan jamur Xylaria sp.. J Silvikultur Tropika. 4(2): 57-61.

Albritton DL, Watson RT. 1992. Methyl bromide and the ozone layer: A summary of current understanding. In: Montreal Protocol Assessment Supplement. Nairobi (KE): United Nations Environment Program. Pp. 1-19.

Alexopoulus CJ, Mims CW, Blackwell M. 1996. Introductory Mycology. Ed ke-4. New York (US): John Wiley and Sons, Inc.

Ayu A, Suryanto D, Nurwahyuni I. 2012. Potensi bakteri kitinolitik dalam pengendalian Aspergillus niger penyebab penyakit busuk pangkal akar pada tanaman kacang tanah. Saintia Biologi 1(1): 59-65.

Barnett HL, Hunter BB. 1998. Illustrated Genera of Imperfect Fungi. Fouth edition. St. Paul, Minnesota (US): APS (The American Phytopathological Society) Press.

Budiarti SW, Purwaningsih H, Suwarti. 2013. Kontaminasi cendawan Aspergillus sp. pada biji jagung di tempat penyimpanan dengan kadar air yang berbeda. Seminar Nasional Serelia. Pp. 482-487.

Chandrashekhar S, Sannappa B, Manjunath KG, Govindan R. 2013. Nutrive value of leaves in different genotypes of castor (Ricinus communis L.). Ind J Plant Sci. 2(2): 22-27.

Eloff JN, Mdee LK, Masoko P. 2009. The activity of extracts of seven common invasive plant species on fungal phytopathogens. J Botany. (397): 1-5.

Fajri F. 2008. Kajian fermentabilitas dan kecernaan in vitro kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) yang difermentasi dengan Aspergillus niger. [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Farah MO, Hassan AB, Hashim MM, Atta AH. 1988. Phytochemical and pharmacological studies on the leaves of Ricinus communis L. Egypt J Vet Sci. 24: 169-180.

(22)

12

Gupta RK, Gupta D, Bhardwaj R. 2011. In vitro antioxidant activity of extracts from the leaves of Abies pindrow Royle. J Trad Compl Alt Med. 8(4): 391-397. Handajani, Purwoko. 2008. Aktivitas ekstrak lengkuas (Alpinia galanga) terhadap

pertumbuhan jamur Aspergillus spp. penghasil aflatoksin dan Fusarium moniliforme. Biodiversitas. 9(3):161-164.

Handayani PA, Nurcahyanti H. 2014. Ekstraksi minyak atsiri daun zodiac (Evodia suaveolens) dengan metode maserasi dan distilasi air. J Bahan Alam Terbarukan. 3 (1): 1-8.

Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. Padmawinata K, penerjemah. Bandung (ID): Penerbit ITB. Terjemahan dari: Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis.

Herliyana EN. 2014. Biodiversitas dan Potensi Cendawan di Indonesia. Bogor (ID): Penerbit IPB Press.

Houghton PJ, Raman A. 1998. Laboratory Handbook for the Fractionation of Natural Extracts. London (GB): Springer. Pp. 154-162.

Hussein AO, Hameed IH, Jasim H, Kareem MA. 2015. Determination of alkaloid compounds of Ricinus communis by using gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS). J Med Plants Res. 9(10): 349-359.

Inayati H. 2007. Potensi antibakteri ekstrak daun kedondong Bangkok (Spondias dulcis Forts.) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Jena J, Gupta AK. 2012. Ricinus communis Linn: a phytopharmacological review. J Pharm and Pharmac Sci. 4: 25-29.

Maryam R. 2006. Pengendalian terpadu kontaminasi mikotoksin. Balai Penelitian Veteriner. 16(1):21-30.

Mathur A, Verma SK, Yousuf S, Singh SK, Prasad GBKS, Dua VK. 2011. Antimicrobial potential of roots of Ricinus communis against pathogenic microorganisms. J Pharm Bio Sci. 2(1): 545 –547.

Naqvi SH, Dahot MU, Rafiq M, Khan MY, Ibrahim I, Lashari KH, Ali A, Korai AL. 2011. Anti-microbial efficacy and biochemical analysis from different part of Acacia nilotica L. and Ricinus communis L. extracts. J Med Plants Res. 5 (27): 6299-6308.

Naz R, Bano A. 2012. Antimicrobial potential of Ricinus communis leaf extract in different solvent against pathogenic bacterial and fungal strains. Asian Pac J Trop Biomed. 2(12): 944-947.

Nurafida D. 2014. Keefektifan kitosan dalam mengendalikan Botryodiplodia sp. pada jabon (Anthocephalus cadamba) secara in vitro. [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Octaviani EA. 2013. Pengaruh pH, penggoyangan media, dan penambahan serbuk gergaji kayu terhadap pertumbuhan Xylaria sp. [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Oskoueian A, Haghighi RS, Ebrahimi M, Oskoueian E. 2011. Bioactive compounds, antioxidant, tyrosinase inhibition, xanthine oxidase inhibition, anticholinesterase and anti inflammatory activities of Prunus mahaleb L. seed. J Med Plants Res. 6(2): 225-233.

(23)

13 performance liquid chromatography coupled with mass spectrometry. Study on Metabonomics of Ricinine by Using UPLC/MS. 9(3): 1-11.

Perwatasari DD. 2011. Aktivitas antioksidan dan antimikroba fraksi ekstrak daun dan ranting jarak pagar (Jatropha curcas L.) serta pemanfaatannya pada produk personal hygiene. [skripsi]. Bogor(ID): Institut Pertanian Bogor.

Pradono DI, Darusman LK, Febriany S. 2005. Pengaruh ekstrak tunggal dan gabungan dari bangle terhadap aktivitas enzim lipase dalam kajian sebagai pelangsing. Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XXIV; 2003 Sept 19-20; Bogor, Indonesia.Bogor (ID). Pp 276-282.

Rumape O. 2013. Isolasi dan identifikasi senyawa antifeedant dari daun jarak kepyar (Ricinus communis L.) terhadap kumbang (Epilachna varivestis Mulsant.). [disertasi]. Gorontalo (ID): Universitas Negeri Gorontalo.

Rustam E, Yuniarti N, Suharti T. 2013. Identifikasi dan teknik pengendalian hama dan penyakit benih pulai (Alstonia scholaris). J Perb Tan Hut. 1(2): 111-120. Sandam N, Su P. 2015. TLC-bioautography guided screening of the methanolic

extract of Ricinus communis. Int J Pharm Bio Sci. 6(1B): 427-432.

Setyadji M, Mashudi, Susiantini E. 2003. Studi pembuatan minyak bio-diesel dari biji jarak. Prosiding Pertemuan dan Presentasi IImiah Penelitian Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir; 2003 Jul 8; Yogyakarta. Yogyakarta (ID): [P3TM-BATAN]. Pp. 226-233.

Shahi SK, Sharma PK, Kumar S, Sharma PK. 2012. Evaluation of antifungal activity of the extracts of wild fruiting bodies and cultured Basidimycete macrofungiPleurotus sapidus and Pleurotus flabellatus on several azole-resistant Candida spp. J Micr Res Technol. 1(1): 5-10.

Tayade DT, Padhen SS, Wadekar AB, Waghmare SA. 2015. Proximate analysis of leaves of Ricinus communis from Chandur (RLY) Amravati district. Int J Nat Prod Res. 5(1): 15-16.

Wangge ESA, Suprapta DN, Wirya GNAS. 2012. Isolasi dan identifikasi jamur penghasil mikotoksin pada biji kakao kering yang dihasilkan di Flores. J Agric Sci and Biotechnol.1(1):39-47.

(24)

14

Lampiran 1 Hasil Uji Analisis GC-MS

Library Search Report

Data Path : C:\msdchem\1\data\

Data File : SAMPEL 3.D Acq On : 26 Oct 2015 12:47

Operator : HENI

Sample : DAUN JARAK KEPYAR Misc : IPB

ALS Vial : 1 Sample Multiplier: 1

Search Libraries: C:\Database\WILLEY09TH.L Minimum Quality: 0

Unknown Spectrum: Apex

Integration Events: ChemStation Integrator - EVENTS.E

Pk# RT Area% Library/ID Ref# CAS# Qual

_______________________________________________________________ ______________

1 15.711 100.00 C:\Database\WILLEY09TH.L

3-Pyridinecarbonitrile, 1,2-dihydr 93056 000524-40-3 93

o-4-methoxy-1-methyl-2-oxo- (CAS) $$ Ricinine

3-Pyridinecarbonitrile, 1,2-dihydr 93057 000524-40-3 87

o-4-methoxy-1-methyl-2-oxo- $$ Ric idine

(25)

15

RIWAYAT HIDUP

Penulis merupakan anak kedua dari empat bersaudara yang lahir di Sumedang pada tanggal 3 April 1994 dari pasangan Bapak Asep Hisam Alimudin dan Ibu Dede Saadah. Pendidikan formal yang ditempuh di SD Negeri Sukanagara (2005), SMP Negeri 1 Darmaraja (2008), SMA Negeri Situraja (2011) di kota Sumedang dan diterima di Departemen Hasil Hutan Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI).

Selama menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan IPB, penulis telah mengikuti Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH) di Sancang Timur dan Papandayan pada tahun 2013, Praktek Pengolahan Hutan (P2H) di Hutan Pendidikan Gunung Walat pada tahun 2014, serta Praktek Kerja Lapang (PKL) di PT Toba Pulp Lestari di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara pada tahun 2015. Penulis juga pernah menjadi asisten praktikum Perlindungan Hutan pada tahun 2015.

Penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi di kampus, antara lain panitia Bina Corps Rimbawan tahun 2013, anggota divisi Kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Hasil Hutan tahun 2012-2013, anggota divisi Internal Himpunan Mahasiswa Hasil Hutan tahun 2013-2014, dan anggota Persatuan Tenis Meja IPB tahun 2012-2014. Penulis juga pernah mengikuti kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2013.

Gambar

Gambar 3  Biomassa miselia A. niger pada media PDB dengan berbagai tingkat
Gambar 4  Penghambatan beberapa tingkat konsentrasi ekstrak metanol daun jarak

Referensi

Dokumen terkait

Diantara 14 genotipe jarak kepyar yang diamati, genotipe THAI-101,CIB-1, PON-2, dan PRO memiliki karakter morfologi kuantitatif pada batang dan daun, lebih baik daripada 10

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan tekanan kempa terhadap sifat fisik dan mekanik papan partikel dari bungkil jarak kepyar dengan

Diantara 14 genotipe jarak kepyar yang diamati, genotipe THAI-101,CIB-1, PON-2, dan PRO memiliki karakter morfologi kuantitatif pada batang dan daun, lebih baik daripada 10

Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak daun pegagan ( Centella asiatica (L.) Urban) berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus dengan Konsentrasi

Dari hasil penelitian daya hambat ekstrak daun sirih merah terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih merah dengan

Ekstrak metanol daun pegagan merah dan daun pegagan hijau mampu mengambat pertumbuhan bakteri mycobacterium tuberculosis secara optimal pada konsentrasi 80% dan 100%

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan tekanan kempa terhadap sifat fisik dan mekanik papan partikel dari bungkil jarak kepyar dengan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari kondisi optimum proses pembuatan biodiesel dari minyak jarak kepyar dengan menggunakan software design