Lampiran 1
Data Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita dan Angka Fertilitas Total di Indonesia
Tahun
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Wanita
Total Fertility Rate
1990 51.90 3.122
1991 51.00 3.023
1992 50.10 2.931
1993 51.40 2.844
1994 52.70 2.764
1995 52.80 2.691
1996 53.00 2.628
1997 51.00 2.575
1998 51.50 2.534
1999 52.70 2.503
2000 52.20 2.484
2001 51.70 2.475
2002 51.20 2.474
2003 51.50 2.479
2004 51.70 2.486
2005 52.00 2.493
2006 52.40 2.495
2008 53.20 2.479
2009 53.20 2.46
2010 53.20 2.434
2011 53.30 2.403
Lampiran 2
Hasil Uji Akar Unit Variabel Total Fertility Rate(TFR)
Null Hypothesis: TFR has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 4 (Automatic based on AIC, MAXLAG=4)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -4.405288 0.0033 Test critical values: 1% level -3.857386
5% level -3.040391
10% level -2.660551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Warning: Probabilities and critical values calculated for 20 observations and may not be accurate for a sample size of 18
Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(TFR)
Method: Least Squares Date: 09/30/14 Time: 23:19 Sample (adjusted): 1995 2012
Included observations: 18 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
D(TFR(-2)) 0.527664 0.336309 1.568983 0.1426 D(TFR(-3)) -0.199986 0.320996 -0.623017 0.5449 D(TFR(-4)) -0.364836 0.229890 -1.587005 0.1385
C 0.091443 0.020992 4.356182 0.0009
Lampiran 3
Hasil Uji Akar Unit Variabel Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita (TPAKW) pada Tingkat Level
Null Hypothesis: TPAKW has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic based on AIC, MAXLAG=4)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -1.810010 0.3661 Test critical values: 1% level -3.769597
5% level -3.004861
10% level -2.642242
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(TPAKW) Method: Least Squares
Date: 09/30/14 Time: 23:21 Sample (adjusted): 1991 2012
Included observations: 22 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
TPAKW(-1) -0.321514 0.177631 -1.810010 0.0853
C 16.82347 9.258293 1.817124 0.0842
Lampiran 4
Hasil Uji Akar Unit Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita pada Tingkat First Difference
Null Hypothesis: D(TPAKW) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 3 (Automatic based on AIC, MAXLAG=4)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -3.953756 0.0082 Test critical values: 1% level -3.857386
5% level -3.040391
10% level -2.660551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Warning: Probabilities and critical values calculated for 20 observations and may not be accurate for a sample size of 18
Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(TPAKW,2) Method: Least Squares
Date: 09/30/14 Time: 23:22 Sample (adjusted): 1995 2012
Included observations: 18 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
D(TPAKW(-2),2) 0.586343 0.303443 1.932303 0.0754 D(TPAKW(-3),2) 0.328474 0.212543 1.545452 0.1462
C 0.189926 0.160975 1.179847 0.2592
Lampiran 5
Hasil Uji Kointegrasi
Date: 09/30/14 Time: 23:24 Sample (adjusted): 1992 2012
Included observations: 21 after adjustments Trend assumption: Linear deterministic trend Series: TFR TPAKW
Lags interval (in first differences): 1 to 1
Unrestricted Cointegration Rank Test (Trace)
Hypothesized Trace 0.05
No. of CE(s) Eigenvalue Statistic Critical Value Prob.**
None * 0.800805 34.95191 15.49471 0.0000 At most 1 0.049634 1.069064 3.841466 0.3012
Trace test indicates 1 cointegrating eqn(s) at the 0.05 level * denotes rejection of the hypothesis at the 0.05 level **MacKinnon-Haug-Michelis (1999) p-values
Unrestricted Cointegration Rank Test (Maximum Eigenvalue)
Hypothesized Max-Eigen 0.05
No. of CE(s) Eigenvalue Statistic Critical Value Prob.**
None * 0.800805 33.88285 14.26460 0.0000 At most 1 0.049634 1.069064 3.841466 0.3012
**MacKinnon-Haug-Michelis (1999) p-values
Unrestricted Cointegrating Coefficients (normalized by b'*S11*b=I):
TFR TPAKW
11.44358 1.786881 12.18635 -0.050160
Unrestricted Adjustment Coefficients (alpha):
D(TFR) -0.003348 -0.000976 D(TPAKW) -0.398454 0.127715
1 Cointegrating Equation(s): Log likelihood 72.80361
Normalized cointegrating coefficients (standard error in parentheses)
TFR TPAKW
1.000000 0.156147 (0.01413)
Adjustment coefficients (standard error in parentheses) D(TFR) -0.038316
Lampiran 6
Hasil Uji Granger Causality
Pairwise Granger Causality Tests Date: 09/30/14 Time: 23:27 Sample: 1990 2012
Lags: 1
Null Hypothesis: Obs F-Statistic Prob.
TPAKW does not Granger Cause TFR 22 6.70212 0.0180 TFR does not Granger Cause TPAKW 2.23893 0.1510
Pairwise Granger Causality Tests Date: 09/30/14 Time: 23:28 Sample: 1990 2012
Lags: 2
Null Hypothesis: Obs F-Statistic Prob.
Lampiran 7
Hasil Estimasi Regresi Sederhana
Dependent Variable: TPAKW Method: Least Squares Date: 09/30/14 Time: 23:39 Sample: 1990 2012
Included observations: 23
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 57.82109 2.173689 26.60044 0.0000
TFR -2.179606 0.835809 -2.607780 0.0164
1. Terdapat hubungan negatif antara fertilitas dengan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita
di Indonesia. Peningkatan fertilitas akan mengurangi tingkat partisipasi angkatan kerja
wanita. Sebaliknya, penurunan fertilitas akan meningkatkan partisipasi angkatan kerja wanita
di Indonesia.
2. Hasil Cointegration Test menunjukkan bahwa antara fertilitas dengan tingkat partisipasi
angkatan kerja wanita di Indonesia memiliki hubungan keseimbangan jangka panjang.
3. Hasil Granger Causality Test menunjukkan bahwa antara Total Fertility Ratedan tingkat
partisipasi angkatan kerja wanita tidak memiliki hubungn timbale balik, hanya ditemukan
hubungan searah dari Total Fertility Rate ke tingkat partisipasi angkatan kerja wanita di
Indonesia.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diberikan saran atau masukan sebagai berikut:
1. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mencari dan menggunakan variabel-variabel bebas
lainnya yang lebih mampu menjelaskan variabel tingkat partisipasi angkatan kerja wanita
sebagai variabel terikat.
2. Memperluas penelitian dengan menambah periode tahun penelitian dari data yang
digunakan dalam penelitian sehingga hasil yang diperoleh akan lebih dapat digeneralisasi
dan akan lebih menggambarkan kondisi sesungguhnya selama jangka panjang.
Abdullah, Norehan. Nor’ Aznin Abu Bakar dan Hussin Abdullah. 2013. “Fertility Model and
Female Labour Force Participation in Selected ASEAN Countries”, Journal of
Economics, Business and Management, Volume 1 Nomor 4.
Hatmadji, Sri H. 2007. Dasar-dasar Demografi.Edisi 2007. Lembaga penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
He, Xiaobo dan Rong Zu. 2013. “Fertility and Female Labor Force Participation: Causal
Evidence from Urban China”, MPRA Paper, Nomor 44552.
Lee, Namchul dan Chung Ji-sun. 2008. “Interrelation Between Fertility and Female Labor Force
in Korea”, The Journal of Applied Business Research, Volume 4 Nomor 4.
Mammen, K. dan Paxson. 2000. “Women’s Work and Economic Development”, Journal of
Economic Perspective, Volume 14 Nomor 4 hal 141-164.
Mantra, Ida B. 2003.Demografi Umum. Edisi Kedua. Pustaka Pelajar, Jakarta.
Pratomo, Wahyu A. dan Paidi Hidayat.2010. Pedoman Praktis Penggunaan Eviews dalam
Ekonometrika.USU Press, Medan.
Rosadi, Dedi. 2010. Analisis Ekonometrika & Runtun Waktu Terapan. Yogyakarta: ANDI.
Simanjuntak, Payaman J. 1998. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Edisi 2001.
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Univrsitas Indonesia, Jakarta.
Wirosuhardjo, Kartomo. 1986. Kebijaksanaan Kependudukan dan Ketenagakerjaan di
Wirosuhardjo, Kartomo. 2004. Dasar-Dasar Demografi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, Jakarta.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif.Penelitian dilakukan dengan
pengujian hipotesis, yaitu untuk menjelaskan sifat dari suatu hubungan atau pengaruh
tertentu.Hipotesis yang dipakai, yaitu hipotesis kausalitas.Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara dua variable yaitu Angka Fertilitas Total (Total Fertility Rate)
danTingkat Partisipasi Angkatan Kerja wanita di Indonesia.
3.2 Batasan Operasional
Batasan operasional penelitian ini mencakup hubungan antara Total Fertility Rate dengan
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja wanita di Indonesia.
3.3Defenisi Operasional
1. Tingkat Fertilitas Total (Total Fertility Rate) adalah hasil reproduksi (dalam satuan
orang/jiwa) yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita selama kurun waktu
1990-2012.
2. Tingkat partisipasi angkatan kerja wanita adalah perbandingan antara jumlah angkatan kerja
wanita dengan penduduk wanita dalam usia kerja dalam kelompok yang sama selama kurun
waktu 1990-2012 yang dinyatakan dalam bentuk persentase.
3.4Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk time
diperoleh dari Badan Pusat Statistik, World Bank, jurnal-jurnal ilmiah, hasil penelitian, buku
panduan, dan sumber bacaan lainnya yang berkaitan dengan variable-variabel yang diperlukan
untuk penelitian ini.
3.5 Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan Library
Research yaitu penulisan yang dilakukan melalui bahan-bahan kepustakaan berupa
tulisan-tulisan ilmiah, jurnal, dan laporan-laporam penelitian ilmiah yang ada hubungan dengan topik
yang diteliti.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencatatan data
Total Fertility Rate (TFR) dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja wanita di Indonesia dari
Badan Pusat Statistik dan situs resmi World Bank.
3.6 Metode Analisis
Metode analisis dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi sederhana
menggunakan Least Square, Cointegration test dan Granger Causality Test menggunakan
program E-views 6.0. Analisis regresi sederhana digunakan untuk menguji pengaruh dua
variable yaitu Total Fertility Rate dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja wanita.
Analisis Cointegration test (Johansen test) adalah untuk melihat hubungan Total Fertility
Rate dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja wanita dalam jangka panjang. Sedangkan analisis
Granger Causality test untuk melihat hubungan timbal balik (causality) antara Total Fertility
Rate dengan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita. Namun sebelum Cointegration Test dan
Granger Causality Test dilakukan perlu dilakukan Unit Root Test terlebih dahulu untuk melihat
3.6.1 Metode Analisis Regresi Sederhana(Least Square)
Regresi sederhana dilakukan dengan mengestimasi regresi dua variable yang terdiri dari
1 (satu) variable terikat dan 1 (satu) variable bebas.
������ =�+����� +�
Dimana:
������ = Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita
���� = Total Fertility Rate
1. Uji-t
Uji t-statistik merupakan suatu pengujian secara parsial yang bertujuan untuk mengetahui
apakah masing-masing koefisien regresi signifikan atau tidak terhadap variabel dependen dengan
menganggap variabel lainnya konstan. Dalam uji ini digunakan hipotesis sebagai berikut:
H0 : bi = b ... b = 0 (tidak ada pengaruh)
Ha : bi ≠ b ... b ≠ 0 (ada pengaruh)
Uji-t digunakan untuk melihat signifikansi dari pengaruh variabel bebas secara individual
terhadap variabel terikat, dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.Tanda (+) dan minus
(-) menunjukkan arah hubungan yang terjadi, apakah perubahan variabel terikat searah (positif(-)
dengan perubahan variabel bebas atau berlawanan arah (negatif).
Untuk menentukan t-tabel ditentukan tingkat signifikansi 5% dengan derajat kebebasan
df = (n – k – 1) dimana n adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah variabel termasuk
intersep dengan kriteria uji sebagai berikut :
a. Jika t-hitung > t-tabel (α, n–k1), maka H0 ditolak atau menerima Ha.
b. Jika t-hitung < t-tabel (α, n–k–1), maka H0 diterima atau menolak Ha.
Untuk menentukan seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel
dependen, maka perlu diketahui nilai koefisien determinasi (Adjusted R2).Nilai koefisien
determinasi dapat menjelaskan kebaikan dari regresi dalam memprediksi variabel
dependen.Semakin tinggi nilai koefisien determinasi maka semakin baik kemampuan variabel
independen dalam menjelaskan perilaku variabel dependen.
3.6.2 Uji Akar Unit (Unit Root Test)
Uji akar unit dari Dickey Fuller maupun Phillips-Perron adalah untuk melihat
stasioneritas data time series yang diteliti dengan menggunakan Eviews versi 6.0. Adapun dari
uji Augmented Dickey Fuller (ADF) dapat dinyatakan sebagai berikut :
��� = �0+���−1+� �1���−1+1
�
�=1
+��
Sedangkan untuk uji Phillip-Perron (PP) adalah:
��� = ��+���−1 +��
Dimana:
D = perbedaan atau diferensi
Y = variabel yang diamati pada tingkat periode tertentu
β = operasi kelambanan waktu kedua
Kedua uji dilakukan dengan hipotesis null γ = 0 untuk ADF dan λ = 1 untuk PP.
Stasioner tidaknya data didasarkan pada perbandingan nilai statistik ADF dan PP yang diperoleh
dari nilai t hitung koefisien γ dan λ dengan nilai kritis statistik dari Mackinnon maka data
3.6.3 Uji Kointegrasi (Cointegration Test)
Uji kointegrasi bertujuan untuk mengetahui hubungan keseimbangan dalam jangka
panjang antara Total Fertility Rate dan nilai Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja wanita dengan
menggunakan Johansen test.Untuk menentukan jumlah arah kointegrasi tersebut maka Johansen
menyarankan untuk melakukan dua uji statistik.
Uji statistik pertama adalah uji trace (Trace test, λtrace) yaitu menguji hipotesis nol (null
hypothesis) yang mensyaratkan bahwa jumlah dari arah kointegrasi adalah kurang dari atau sama
dengan p dan uji ini dapat dilakukan sebagai berikut:
������(�) =−� � ��(1− ��) �
�=�+�
Dimana ��+1…………��adalah nilai egeinvectors terkecil (p-r).Null hypothesis yang
disepakati adalah jumlah dari arah kointegrasi sama dengan banyaknya r. Dengan kata lain,
jumlah vektor kointegrasi lebih kecil atau sama dengan r, dimana (r = 0,1,2 dan seterusnya).
Untuk uji statistik yang kedua adalah uji maksimum eigenvalue (max) yang dilakukan
dengan formula sebagai berikut :
����(�,�+ 1) = −��� (1− ��+1)
Uji berdasarkan pada uji null hypothesis bahwa terdapat r dari vektor kointegrasi yang
berlawanan (r+1) dengan vektor kointegrasi.Untuk melihat hubungan kointegrasi tersebut maka
dapat dilihat dari besarnya nilai Trace statistic dan Max-Eigen statistik dibandingkan dengan
nilai critical value pada tingkat kepercayaan 5 persen.
3.6.4 Uji Kausalitas (Granger Causality Test)
Pengujian ini dilakukan untuk melihat hubungan kausalitas antara fertilitas dengan
secara statistik saling mempengaruhi (hubungan dua arah), memiliki hubungan searah atau sama
sekali tidak saling mempengaruhi. Berikut ini adalah metode Granger Causality Test:
���� =� �� �
�=1 ����−�
+� ��
�
�=1 ������−� +��
����� = � �� �
�=1 ������−�
+� ��
�
�=1 ����−� +��
Dimana :
TFR = Total Fertility Rate
TPAKW = tingkat partisipasi angkatan kerja wanita
µ, v = error terms
Dimana µ� dan vt adalah error terms yang diasumsikan tidak mengandung korelasi
parsial dan m = n = r = s. Berdasarkan hasil regresi linear diatas akan menghasilkan empat
kemungkinan mengenai nilai koefisien-koefisien regresi dari persamaan adalah sebagai berikut :
1. Jika ∑��=1�� ≠ �dan ∑��=1�� = 0
Maka terdapat kausalitas satu arah dari TFR ke TPAK wanita.
2. Jika ∑��=1�� = � dan ∑��=1�� ≠ 0
Maka terdapat kausalitas satu arah dari TPAK wanita ke TFR.
3. Jika ∑��=1�� = � dan ∑��=1�� = 0
Maka TFR dan TPAK wanita bebas antara satu dengan yang lainnya.
4. Jika ∑��=1�� ≠ � dan ∑��=1�� ≠ 0
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1Gambaran Umum Fertilitas dan Tenaga Kerja Wanita di Indonesia
Tingkat partisipasi kerja wanita pada umumnya memang masih rendah bila dibandingkan
dengan pria.Hal ini dapat dibandingkan dari tabel angkatan kerja menurut jenis kelamin di
bawah.Di mana jumlah tenaga kerja perempuan yang terlibat dalam pasar kerja hanya sekitar
separuh dari jumlah pria.Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor misalnya tanggung
jawab wanita untuk mengurus rumah tangga dan mengasuh anak.
Tabel 4.1
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Indonesia Berdasarkan Jenis Kelamin
Tahun
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Pria
1990 51.90 82.60
1992 50.10 83.30
1994 52.70 83.70
1996 53.00 86.10
1998 51.50 82.80
2000 52.20 86.70
2002 51.20 86.80
2004 51.70 87.20
2006 52.40 87.20
2008 53.20 86.30
2010 53.20 86.50
Tingkat fertilitas yang masih cukup tinggi di suatu negara cenderung mempengaruhi
partisipasi kaum wanita dalam pasar kerja, hal ini dialami oleh beberapa negara, salah satunya di
Korea.Penelitian yang dilakukan oleh Lee dan Chung (2008) menemukan bahwa terdapat
hubungan negatif antara fertilitas dengan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita di
Korea.Fertilitas memegang peranan penting sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi
partisipasi kerja wanita.Partisipasi tenaga kerja wanita dari waktu ke waktu semakin
menunjukkan bentuk yang mirip dengan tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki berdasarkan
bidang pekerjaan yang ditekuni.Semakin banyak wanita yang juga mengerjakan pekerjaan yang
pada umumnya dilakukan oleh laki-laki.Namun meskipun demikian wanita tetap cenderung
memprioritaskan tanggung jawabnya dalam rumah tangga dan mengasuh anak.
Pembahasan tentang fertilitas selalu dibicarakan saat sebuah negara sedang dalam proses
menuju pembangunan yang stabil dan berkelanjutan, karena salah satu faktor yang sangat
berpengaruh dalam pembangunan suatu negara adalah sumber daya manusianya. Indonesia
dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 246 juta jiwa, telah mengalami ledakan jumlah
penduduk pada tahun 1950-an dengan tingkat fertilitas mencapai 48,9 kelahiran per 1000
penduduk pada periode 1951-1956.
Jumlah penduduk yang besar sebenarnya sangat menguntungkan bagi negara yang saat
ini industrinya sedang berkembang. Kawasan industri yang semakin luas, perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju dan berkembangnya sektor finansial
yang pesat akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih besar.
Namun pada kenyataannya hanya 7,85 persen dari angkatan kerja wanita Indonesia yang
sebesar 0,51 persen pada sektor finansial dan lembaga keuangan, jumlah paling besar adalah
pada bidang pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan, peternakan yaitu 47,58 persen.
Tabel 4.2
Tabel Perbandingan Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan dan Laki-laki pada Beberapa Jenis Lapangan Usaha di Indonesia.
Lapangan Usaha
Laki-laki
Male
Perempuan
Female
Laki-laki + Perempuan
Male+Female
1. Pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan, peternakan/Agriculture,
forestry, plantation, fishery, livestock
46,53 47,58 46,94
2. Pertambangan dan Penggalian
Mining and Quarrying
0,64 0,09 0,43
3. Industri
Pengolahan/Manufacture
7,16 7,85 7,43
4. Listrik, Gas dan Air Minum
Electricity, Gas and Water Supply
0,31 0,04 0,20
5. Bangunan/Construction 8,12 0,17 5,00
6. Perdagangan, Hotel dan Rstoran/Trade, Hotel and
Restaurant
16,32 24,47 19,52
7. Pengangkutan dan
Komunikasi Transportation
and Communication
7,80 0,77 5,04
8. Bank dan Lembaga Keuangan/Bank and
OtherFinancial Institutions
1,31 0,51 1,00
9. Jasa Kemasyarakatan/Public
Service
11,81 18,53 14,45
10. Lainnya/Tak
Terjawab/Others/Un answered
Sumber/Source : BPS- Survei Angkatan Kerja Nasional, Agustus 2010/BPS- National
LabourForce Survey, August 2010.
4.2Hasil Uji Akar Unit
Uji akar unit (Unit Root Test) dilakukan untuk melihat apakah data runtun waktu (time
series) yang digunakan dalam penelitian ini sudah stasioner atau sudah tidak memiliki masalah
akar unit. Berikut adalah hasil akar unit untuk variabel yang digunakan dalam penelitian ini:
1. Hasil Uji Akar Unit Variabel TFR (Total Fertility Rate) Tabel 4.3
Null Hypothesis: TFR has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 4 (Automatic based on AIC, MAXLAG=4)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -4.405288 0.0033 Test critical values: 1% level -3.857386
5% level -3.040391
10% level -2.660551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Tabel di atas menunjukkan bahwa berdasarkan hasil ADF statistik diperoleh nilai sebesar
-4,405288, sedangkan nilai kritis untuk tingkat signifikansi 1% sebesar -3,857386, untuk tingkat
signifikasi 5% sebesar -3,040391 dan untuk tingkat signifikansi 10% sebesar -2,660551.
Hasil ini menunjukkan bahwa nilai ADF statistik lebih besar dari nilai kritisnya pada
tingkat signifikansi 1%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data tidak mengalami
2. Hasil Uji Akar Unit Variabel TPAKW (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita) Tabel 4.4
Null Hypothesis: D(TPAKW) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 3 (Automatic based on AIC, MAXLAG=4)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -3.953756 0.0082 Test critical values: 1% level -3.857386
5% level -3.040391
10% level -2.660551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Tabel di atas adalah hasil uji akar unit pada tingkat first difference yangmenunjukkan
bahwa berdasarkan hasil ADF statistik diperoleh nilai sebesar -3,953756, sedangkan nilai kritis
untuk tingkat signifikansi 1% sebesar 3,857386, untuk tingkat signifikasi 5% sebesar
-3,040391, dan untuk tingkat signifikansi 10% sebesar -2,660551. Hasil ini menunjukkan bahwa
nilai ADF statistik lebih besar dari nilai kritisnya pada tingkat signifikansi 1%.Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa data stasioner atau tidak mengalami masalah akar unit pada derajat
integrasi satu.
Dari hasil uji akar unit kedua variabel menunjukkan bahwa data yang digunakan dalam
penelitian ini stasioner atau tidak mengalami masalah akar unit.
Uji kointegrasi dengan Johansen Test digunakan untuk mengetahui apakah variabel TFR
dan TPAKW memiliki hubungan keseimbangan jangka panjang atau tidak. Hasil uji kointegrasi
untuk kedua variabel tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.5
Hypothesized Trace 0.05
No. of CE(s) Eigenvalue Statistic Critical Value Prob.**
None * 0.800805 34.95191 15.49471 0.0000 At most 1 0.049634 1.069064 3.841466 0.3012
Trace test indicates 1 cointegrating eqn(s) at the 0.05 level * denotes rejection of the hypothesis at the 0.05 level **MacKinnon-Haug-Michelis (1999) p-values
Dari hasil uji Kointegrasi pada table di atas dapat dilihat bahwa nilai trace statistic lebih
besar dari critical value pada α = 5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua variable TFR
(Total Fertility Rate) dan TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita) yang digunakan
dalam penelitian ini memiliki hubungan jangka panjang.Dengan demikian dapat disimpulkan
adanya hubungan keseimbangan dalam jangka panjang antara fertilitas dan tingkatpartisipasi
angkatan kerja wanita di Indonesiaselama kurun waktu penelitian.
4.4Hasil Uji Kausalitas (Granger Causality Test)
1. Hasil Granger Causality Testpada Lag 1
Tabel 4.6
Date: 09/30/14 Time: 23:27 Sample: 1990 2012
Lags: 1
Null Hypothesis: Obs F-Statistic Prob.
TPAKW does not Granger Cause TFR 22 6.70212 0.0180 TFR does not Granger Cause TPAKW 2.23893 0.1510
Dari tabel di atas dapat dilihat dari hasil pengujian Granger diketahui bahwa :
1. �0 : TPAKW tidak mempengaruhi TFR
�1 : TPAKW mempengaruhi TFR
Nilai probabilitas F-Statistic lebih kecil dari α=5%, (0.0180 > 0.05), �1 ditolak(Tingkat
Partisipasi Angkatan Kerja wanita tidak mempengaruhi Total Fertility Rate).
2. �0: TFR tidak mempengaruhi TPAKW
�1: TFR mempengaruhi TPAKW
Nilai probabilitas F-Statistic lebih besar dari α=5%, (0.1510 > 0.05), �0ditolak(Total
Fertility Rate mempengaruhi Tingkat Partisipasi Angkaan Kerja Wanita).
Maka pada Lag 1 hasil Granger Causality Test menunjukkan tidak terdapat hubungan
timbal balik antara Total Fertility Rate dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja wanita, hanya
terdapat hubungan searah dari Total Fertility Rate ke Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja wanita
di Indonesia.
Tabel 4.7
Pairwise Granger Causality Tests Date: 09/30/14 Time: 23:28 Sample: 1990 2012
Lags: 2
Null Hypothesis: Obs F-Statistic Prob.
TPAKW does not Granger Cause TFR 21 4.61267 0.0262 TFR does not Granger Cause TPAKW 0.91785 0.4194
Dari tabel di atas dapat dilihat dari hasil pengujian Granger diketahui bahwa :
3. �0 : TPAKW tidak mempengaruhi TFR
�1 : TPAKW mempengaruhi TFR
Nilai probabilitas F-Statistic lebih kecil dari α=5%, (0.0262 > 0.05), �1 ditolak(Tingkat
Partisipasi Angkatan Kerja wanita tidak mempengaruhi Total Fertility Rate).
4. �0: TFR tidak mempengaruhi TPAKW
�1: TFR mempengaruhi TPAKW
Nilai probabilitas F-Statistic lebih besar dari α=5%, (0.4194 > 0.05), �0ditolak(Total
Fertility Rate mempengaruhi Tingkat Partisipasi Angkaan Kerja Wanita).
Maka pada Lag 2 hasil Granger Causality Test menunjukkan hubungan timbal balik
Hasil pengujian dengan Granger Causality Test adalah bahwa antara Total Fertility Rate
dan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita di Indonesia tidak terdapat hubungan timbal balik.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Norehan Abdullah, Nor’ Aznin Abu
Bakar, dan Husin Abdullah di lima negara ASEAN yang juga hanya menemukan hubungan
searah dari fertilitas ke tingkat partisipasi angkatan kerja wanita.
[image:30.612.72.401.394.648.2]4.4Hasil Estimasi Regresi Sederhana (Least Square) Tabel 4.8
Dependent Variable: TPAKW Method: Least Squares Sample: 1990 2012 Included observations: 23
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 57.82109 2.173689 26.60044 0.0000
TFR -2.179606 0.835809 -2.607780 0.0164
Dari hasil estimasi di atas dapat dillihat nilai koefisien determinasi (�2) adalah sebesar
0,2446. Artinya variabel TFR dapat menjelaskan variabel TPAKW sebesar 24,46% sedangkan
75,54% dapat dijelaskan oleh variabel lainnya.
Nilai t-statistik dari variabel TFR adalah -2,607780 dengan probabilitas sebesar 0,0164,
artinya nilai probabilitas di bawah 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel TFR secara
signifikan mempengaruhi variabel TPAKW pada tingkat signifikansi 5%.
Koefisien TFR adalah negatif, artinya ada pengaruh negatif antara TFR dengan
TPAKW.Semakin besar TFR (Total Fertility Rate) maka semakin kecil Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja wanita dan sebaliknya, semakin rendah TFR maka semakin besar Tingkat
Partisipasi Angkatan Kerja wanita di Indonesia. Koefisien dari variabel TFR adalah -2,179606
artinya setiap pertambahan kelahiran 1 orang anak per seorang ibu akan mengurangi 2,18%
partisipasi angkatan kerja wanita di Indonesia. Sebaliknya, setiap penurunan kelahiran seorang
anak per seorang ibu akan menambah 2,18% partisipasi angkatan kerja wanita di Indonesia.
Hasil di atas sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lee Namchul (2008) yang
juga menemukan adanya hubungan negatif antara fertilitas dan tingkat partisipasi angkatan kerja
wanita di Korea.
Namun hasil regresi di atas bertolak belakang dengan hasil penelitian Xiaobo He dan
Rong Zhu (2013), mereka menemukan bahwa kelahiran satu orang anak lagi atau pertambahan
jumlah anak yang dilahirkan di wilayah perkotaan di China justru meningkatkan partisipasi
angkatan kerja wanita, dengan kata lain antara fertilitas dan tingkat partisipasi angkatan kerja
memiliki hubungan positif.
Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa pengendalian partisipasi angkatan kerja
wanita ingin ditingkatkan maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menekan
tingkat fertilitas, misalnya dengan kebijakan meningkatkan pelaksanaan program Keluarga
Berencana.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
1. Terdapat hubungan negatif antara fertilitas dengan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita
di Indonesia. Peningkatan fertilitas akan mengurangi tingkat partisipasi angkatan kerja
wanita. Sebaliknya, penurunan fertilitas akan meningkatkan partisipasi angkatan kerja wanita
di Indonesia.
2. Hasil Cointegration Test menunjukkan bahwa antara fertilitas dengan tingkat partisipasi
angkatan kerja wanita di Indonesia memiliki hubungan keseimbangan jangka panjang.
3. Hasil Granger Causality Test menunjukkan bahwa antara Total Fertility Ratedan tingkat
partisipasi angkatan kerja wanita tidak memiliki hubungn timbale balik, hanya ditemukan
hubungan searah dari Total Fertility Rate ke tingkat partisipasi angkatan kerja wanita di
Indonesia.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diberikan saran atau masukan sebagai berikut:
1. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mencari dan menggunakan variabel-variabel bebas
lainnya yang lebih mampu menjelaskan variabel tingkat partisipasi angkatan kerja wanita
sebagai variabel terikat.
2. Memperluas penelitian dengan menambah periode tahun penelitian dari data yang
digunakan dalam penelitian sehingga hasil yang diperoleh akan lebih dapat digeneralisasi
dan akan lebih menggambarkan kondisi sesungguhnya selama jangka panjang.
Abdullah, Norehan. Nor’ Aznin Abu Bakar dan Hussin Abdullah. 2013. “Fertility Model and
Female Labour Force Participation in Selected ASEAN Countries”, Journal of
Economics, Business and Management, Volume 1 Nomor 4.
Hatmadji, Sri H. 2007. Dasar-dasar Demografi.Edisi 2007. Lembaga penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
He, Xiaobo dan Rong Zu. 2013. “Fertility and Female Labor Force Participation: Causal
Evidence from Urban China”, MPRA Paper, Nomor 44552.
Lee, Namchul dan Chung Ji-sun. 2008. “Interrelation Between Fertility and Female Labor Force
in Korea”, The Journal of Applied Business Research, Volume 4 Nomor 4.
Mammen, K. dan Paxson. 2000. “Women’s Work and Economic Development”, Journal of
Economic Perspective, Volume 14 Nomor 4 hal 141-164.
Mantra, Ida B. 2003.Demografi Umum. Edisi Kedua. Pustaka Pelajar, Jakarta.
Pratomo, Wahyu A. dan Paidi Hidayat.2010. Pedoman Praktis Penggunaan Eviews dalam
Ekonometrika.USU Press, Medan.
Rosadi, Dedi. 2010. Analisis Ekonometrika & Runtun Waktu Terapan. Yogyakarta: ANDI.
Simanjuntak, Payaman J. 1998. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Edisi 2001.
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Univrsitas Indonesia, Jakarta.
Wirosuhardjo, Kartomo. 1986. Kebijaksanaan Kependudukan dan Ketenagakerjaan di
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1Fertilitas
Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari
seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya
bayi yang lahir hidup. Istilah fertilitas adalah sama dengan kelahiran hidup (live birth), yaitu
terlepasnya bayi dari rahim seorang perempuan dengan ada tanda-tanda kehidupan; misalnya
berteriak, bernafas, jantung berdenyut, dan sebagainya (Mantra, 2003:145).
Seorang perempuan yang secara biologis subur (fecund) tidak selalu melahirkan anak-anak
yang banyak, misalnya dia mengatur fertilitas dengan abstinensi atau menggunakan alat-alat
kontrasepsi.Kemampuan biologis seorang perempuan unuk melahirkan sangat sulit untuk
diukur.Ahli demografi hanya menggunakan pengukuran terhadap kelahiran hidup (live birth).
Pengukuran fertilitas lebih kompleks dibandingkan dengan pengukuran mortalitas, karena
seorang perempuan hanya meninggal satu kali, tetapi ia dapat melahirkan lebih dari seorang
bayi. Disamping itu seorang yang meninggal pada hari dan waktu tertentu, berarti mulai saat itu
orang tersebut tidak mempunyai resiko kematian lagi.Sebaliknya seorang perempuan yang telah
melahirkan seorang anak tidak berarti resiko melahirkan dari perempuan tersebut menurun.
Memperhatikan kompleksnya pengukuran terhadap fertilitas tersebut, maka
memungkinkan pengukuran terhadap fertilitas ini dilakukan dengan dua macam pendekatan
:pertama, Pengukuran Fertilitas Tahunan (Yearly Performance) dan kedua, Pengukuran Fertilitas
1. Yearly Performance (current fertility)
Mencerminkan fertilitas dari suatu kelompok penduduk/berbagai kelompok penduduk
untuk jangka waktu satu tahun.Yearly Performance terdiri dari :
a. Angka Kelahiran Kasar atau Crude Birth Ratio (CBR)
Angka Kelahiran Kasar dapat diartikan sebagai banyaknya kelahiran hidup pada suatu
tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun. Atau dengan rumus dapat ditulis
sebagai berikut :
��� = �
���
Dimana :
CBR : Crude Birth Rate atau Angka Kelahiran Kasar
Pm : Penduduk pertengahan tahun
K : Bilangan konstan yang biasanya 1.000
B : Jumlah kelahiran pada tahun tertentu
b. Angka Kelahiran Umum atau General Fertility Rate (GFR)
Angka Kelahiran Umum adalah banyaknya kelahiran tiap seribu wanita yang berumur 15-49
tahun atau 15-44 tahun. Dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut :
��� = �
��(15−49)×�
Dimana :
GFR : Tingkat Fertilitas Umum
B : Jumlah kelahiran
c. Angka Kelahiran menurut Kelompok Umur atau Age Spesific Fertility Rate (ASFR)
Terdapat variasi mengenai besar kecilnya kelahiran antar kelompok penduduk tertentu,
karena tingkat fertilitas penduduk ini dapat pula dibedakan menurut: jenis kelamin, umur, status
perkawinan, atau kelompok-kelompok penduduk yang lain.
Diantara kelompok perempuan usia reproduksi (15-49) terdapat variasi kemampuan
melahirkan, karena itu perlu dihitung tingkat fertilitas perempuan pada tiap-tiap kelompok umur
Age Specific Fertility Rate (ASFR). Sehingga, ASFR dapat diartikan sebagai banyaknya
kelahiran tiap seribu wanita pada kelompok umur tertentu, dengan rumus sebagai berikut:
����� = ���
� �
ASFR : Age Specific Fertility Rate
Bi : Jumlah kelahiran bayi pada kelompok umur i
Pfi : Jumlah perempuan kelompok umur i pada pertengahan tahun
k : Angka konstanta 1.000
d. Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR)
Tingkat Fertilitas Total didefenisikan sebagai jumlah kelahiran hidup laki-laki dan
perempuan tiap 1.000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan:
1. Tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya .
2. Tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah pada periode waktu tertentu.
Tingkat Fertilitas Total menggambarkan riwayat fertilitas dari sejumlah perempuan
hipotesis selama masa reproduksinya. Dalam praktek Tingkat Fertilitas Total dikerjakan dengan
menjumlahkan tingkat fertilitas perempuan menurut umur, apabila umur tersebut berjenjang lima
tingkat fertilitas kelompok umur lima tahunan. Maka rumus dari Tingkat Fertilitas Total atau
TFR adalah sebagai berikut :
��� = 5� ���� (�= 1,2, … . . )
7
�=1
Dimana:
ASFR = Angka kelahiran menurut kelompok umur.
I = Kelompok umur 5 tahunan, dimulai dari 15-19.
Kebaikan dari perhitungan TFR ini adalah TFR merupakan ukuran untuk seluruh wanita
usia 15-49 tahun, yang dihitung berdasarkan angka kelahiran menurut kelompok umur
(Hatmadji, 2004 :63).
2. Reproductive History (cummulative fertility)
a. Children Ever Born (CEB) atau jumlah anak yang pernah dilahirkan
CEB mencerminkan banyaknya kelahiran sekelompok atau beberapa wanita selama
reproduksinya dan disebut juga paritas.Kebaikan dari perhitungan CEB ini adalah mudah
didapatkan informasinya (di sensus dan survey) dan tidak ada referensi waktu.
b. Child Woman Ratio (CWR)
CWR adalah hubungan dalam bentuk ratio antara jumlah anak di bawah 5 tahun dan
jumlah penduduk wanita usia reproduksi. Kebaikan dari perhitungan CWR ini adalah untuk
mendapatkan data yang diperlukan tidak usah membuat pertanyaan khusus dan berguna untuk
indikasi fertilitas di daerah kecil sebab di negara yang registrasinya cukup baik pun, statistik
2.2 Teori Ekonomi tentang Fertilitas
Leibenstein dapat dikatakan sebagai peletak dasar dari apa yang dikenal dengan “teori
ekonomi tentang fertilitas”. Menurut Leibenstein tujuan teori ekonomi fertilitas adalah:
“untuk merumuskan suatu teori yang menjelaskan faktor-faktor yang menentukan jumlah
kelahiran anak yang dinginkan per keluarga. Tentunya, besarnya juga tergantung pada
berapa banyak kelahiran yang dapat bertahan hidup (survive). Tekanan yang utama
adalah bahwa cara bertingkah laku itu sesuai dengan yang dikehendaki apabila orang
melaksanakan perhitungan-perhitungan kasar mengenai jumlah kelahiran anak yang
diinginkannya. Dan perhitungan-perhitungan yang demikian ini tergantung pada
keseimbangan antara kepuasan atau kegunaan (utility) yang diperoleh dari biaya
tambahan kelahiran anak, baik berupa uang maupun psikis. Ada tiga macam tipe
kegunaan yaitu (a) kegunaan yang diperoleh dari anak sebagai suatu ‘barang konsumsi’
misalnya sebagai sumber hiburan bagi orang tua; (b) kegunaan yang diperoleh dari
anak sebagai suatu sarana produksi, yakni, dalam beberapa hal tertentu anak
diharapkan untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu dan menambah pendapatan
keluarga; dan (c) kegunaan yang diperoleh dari anak sebagai sumber ketentraman, baik
pada hari tua maupun sebaliknya”.
Menurut Leibenstein anak dilihat dari dua aspek yaitu aspek kegunaannya (utility) dan
aspek biaya (cost). Kegunaannya adalah memberikan kepuasaan, dapat memberikan balas jasa
ekonomi atau membantu dalam kegiatan berproduksi serta merupakan sumber yang dapat
menghidupi orang tua di masa depan. Sedangkan pengeluaran untuk membesarkan anak adalah
Biaya memiliki tambahan seoarang anak dapat dibedakan atas biaya langsung dan biaya
tidak langsung. Yang dimaksud biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan dalam
memelihara anak seperti memenuhi kebutuhan sandang dan pangan anak sampai ia dapat berdiri
sendiri. Yang dimaksud biaya tidak langsung adalah kesempatan yang hilang karena adanya
tambahan seoarang anak.Misalnya, seoarang ibu tidak dapat bekerja lagi karena harus merawat
anak, kehilangan penghasilan selama masa hamil, atau berkurangnya mobilitas orang tua yang
mempunyai tanggungan keluarga besar (Leibenstein, 1958).
Menurut Kingsley Davis dan Judith Blake terdapat tiga tahap penting dalam proses
reproduksi yaitu tahap hubungan kelamin (intercourse), tahap konsepsi (conception) dan tahap
kehamilan (gestation).
Faktor-faktor sosial, ekonomi dan dan budaya yang mempengaruhi fertilitas akan melalui
faktor-faktor yang ada kaitannya dengan ketiga tahap reproduksi di atas. Faktor-faktor yang
langsung mempunyai kaitan dengan ketiga tahap tersebut disebut variabel antara.
Menurut Ronald Freedman, intermediate variable sangat erat hubungannya dengan
norma-norma sosial/masyarakat. Jadi pada akhirnya perilaku seseorang akan dipengaruhi oleh
Gambar 2.1
Skema Fertilitas dan Intermediate Variable
Menurut Gary Becker, ia mengganggap anak sebagai barang konsumsi tahan lama
(durable goods). Orang tua mempunyai pilihan antara kuantitas dan kualitas anak. Kualitas
diartikan pengeluaran (biaya) rata-rata untuk anak oleh suatu keluarga yang didasarkan atas 2
asumsi:
1. Selera orang tua tidak berubah.
2. Harga anak dan barang-barang konsumsi lainnya tidak dipengaruhi keputusan rumah tangga
untuk berkonsumsi.
Becker berpendapat bahwa apabila pendapatan naik maka banyaknya anak yang dimiliki
2.3 Tenaga Kerja Wanita
Menurut Sumitro Djojohadikusumo (1987), tenaga kerja adalah semua orang yang
bersedia dan sanggup bekerja, termasuk mereka yang menganggur meskipun bersedia dan
sanggup bekerja dan mereka yang menganggur terpaksa akibat tidak ada kesempatan kerja.
Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja maupun
yang sementara tidak sedang bekerja karena suatu sebab, seperti petani yang sedang menunggu
panen/hujan, pegawai yang sedang cuti, sakit, dan sebagainya.
Pada dasarnya angkatan kerja dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu angkatan kerja
anak-anak, angkatan kerja tua, dan angkatan kerja di antara kedua kelompok umur tersebut.Ketiga
kelompok ini terbagi pula pada kelamin lelaki dan perempuan.Khusus untuk perempuan dapat
pula dikelompokkan menjadi yang berstatus kawin dan yang berstatus belum kawin. Kedua
kelompok angkatan kerja perempuan yang dibagi atas status ini mempunyai pola yang berbeda
satu sama lain (Syahruddin, 1980).
Jumlah angkatan kerja dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang bersekolah dan mengurus
rumah tangga.Semakin banyak penduduk yang bersekolah dan mengurus rumah tangga, semakin
sedikit jumlah penduduk yang tergolong angkatan kerja dan semakin rendah tingkat partisipasi
angkatan kerja (Simanjuntak, 1998:46).
Beberapa ukuran dasar dalam angkatan kerja:
1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Labor Force Participation Rate)
TPAK menggambarkan jumlah angkatan kerja dalam suatu kelompok umur sebagai
persentase penduduk dalam kelompok umur itu. Ini dapat juga merupakan tingkat partisipasi
total dari seluruh penduduk dalam usia kerja.
Rumus: �������������
2. Tingkat Partisipasi Menurut Umur dan Jenis Kelamin (Age-Sex-Specific Activity Rate)
Biasanya disebut dengan tingkat partisipasi angkatan kerja menurut umur dan jenis
kelamin. Merupakan basic ratesyang dipelajari dan diproyeksikan dalam analisa economically
active population.
Rumus untuk perempuan : �������� ����� ��������� ���� ��������
����� ℎ������ ℎ��������� ���� �������� × 100%
3. Tingkat Partisipasi Menurut Jenis Kelamin
Tingkat partisipasi menurut kelamin adalah jika tingkat tingkat partisipasi ini disajikan
terpisah antara laki dan wanita.Dilihat dari polanya biasanya tingkat partisipasi untuk
laki-laki lebih tinggi dibanding wanita.
Rumus untuk wanita: �������� ����� ������
������ ����� ������ × 100%
4. Tingkat Partisipasi Kasar (Crude Activity Rate)
Tingkat Partisipasi kasar adalah jumlah economically active population dibagi jumlah
seluruh penduduk dan dinyatakan dalam persentase.Crude Activity Rate ini sangat dipengaruhi
oleh komposisi umur dari penduduk.Ini digunakan untuk perbandingan dimana penganalisa
ingin menunjukkan jumlah relative orang dalam angkatan kerja tanpa memperhatikan
faktor-faktor yang mempengaruhi.Ini juga berguna dalam perbandingan dimana ingin ditunjukkan
pengaruh berbagai tingkat kenaikan alamiah dan migrasi terhadap aktifitas ekonomi.
2.4 Penelitian terdahulu:
1. Lee Namchul dan Chung Ji-Sun (2008) dalam studinya “Interrelation between Fertility and
Female Labor Force in Korea” menemukan bahwa antara fertilitas dan tingkat partisipasi
angkatan kerja wanita di Korea memiliki hubungan negatif. Tingkat kesuburan total Korea
2006, partisipasi angkatan kerja wanita meningkat 42.8 persen pada 1980 menjadi 50,3
persen pada tahun 2006.
2. Xiaobo He dan Rong Zhu (2013) dalam penelitiannya “Fertility and Female Labour Force
Participation: Causal Evidence from Urban China” meneliti hubungan antara fertilitas dan
partisipasi angkatan kerja wanita wilayah perkotaan di Cina. Hasil penelitian mereka
menunjukkan bukti bahwa memiliki satu anak lagi bukan merupakan penghalang untuk
meningkatnya partisipasi angkatan kerja wanita, menyiratkan bahwa penghentian Kebijakan
Satu Anak (One Child Policy) atau kenaikan tingkat fertilitas secara signifikan tidak
mengurangi tingkat partisipasi angkatan kerja wanita wilayah perkotaan di Cina.
3. Norehan Abdullah, Nor’ Aznin Abu Bakar, dan Husin Abdullah (2013) dalam penelitiannya
“Fertility Model and Female Labour Force Participation in Selected ASEAN Countries”
menemukan adanya hubungan searah dari fertilitas ke tingkat pendidikan, angka harapan
hidup saat lahir dan tingkat partisipasi tenaga kerja wanita.
[image:44.612.74.458.464.588.2]2.5Kerangka Konseptual
Gambar 2.2 Kerangka Konseptual
2.6Hipotesis
1. Fertilitas berpengaruh negatif terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja wanita di Indonesia.
2. Terdapat hubungan kointegrasi antara fertilitas dan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita
di Indonesia.
Fertilitas Tingkat Partisipasi
3. Terdapat hubungan kausalitas antara fertilitas dan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita di
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sumber daya manusia merupakan komponen pembangunan yang penting disamping
sumber daya alam dan teknologi. Pesatnya pembangunan ekonomi di Jepang dan Eropa Barat
yang dahulu pernah mengalami kehancuran total pada Perang Dunia II, terutama disebabkan
oleh karena negara-negara tersebut telah memiliki sumber daya manusia yang memadai, tidak
hanya dari segi kuantitas tetapi juga kualitas.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.Di
antara negara-negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Indonesia menempati posisi ke
empat setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2012
adalah sebanyak 246.864.191 jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25.
Besar kecilnya laju pertumbuhan penduduk suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh besar
kecilnya komponen pertumbuhan penduduk.Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah
dipengaruhi oleh besarnya kelahiran (birth), kematian (death), migrasi masuk (in migration) dan
migrasi keluar (out migration).Penduduk akan bertambah jumlahnya kalau ada bayi lahir (birth)
dan penduduk yang datang (in migration) dan penduduk akan berkurang jumlahnya jika ada
kematian (death) dan jika ada penduduk yang meninggalkan wilayah tersebut (out migration)
(Mantra, 2003 : 82).
Salah satu komponen yang akan dibahas penulis dalam penelitian ini adalah fertilitas
(kelahiran). Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari
Tabel 1.1
Taksiran Tingkat Fertilitas Kasar di Indonesia Tahun 1930-1971 Periode Tingkat Fertilitas Kasar
1930 47,4
1931-1936 47,2
1936-1941 47,1
1941-1946 42,8
1946-1951 43,8
1951-1956 48,9
1956-1961 47,7
1961-1966 45,5
1966-1971 43,8
Sumber: Alden Speare (1976) dalam Mantra (2003)
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Tingkat Fertilitas Kasar di Indonesia sebelum
PD II besarnya sekitar 47, kemudian pada masa PD II dan perang kemerdekaan tingkat fertilitas
menurun menjadi sekitar 43. Pada saat itu suasana perang terasa sekali sehingga orang takut
untuk menambah kelahiran. Setelah tahun 1950-an suasana menjadi aman kembali , terjadilah
ledakan penduduk (baby boom). Periode 1951-1956 ditandai dengan angka Tingkat Fertilitas
Kasar tertinggi yaitu sebesar 48,9 kelahiran per 1000 penduduk.
Setelah tahun 1967 pemerintah menyadari perlunya dilaksanakan program Keluarga
Berencana dalam usaha mengurangi laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Lembaga
Keluarga Berencana Nasional (semi pemerintah) didirikan untuk mengkoordinasikan
perkumpulan-perkumpulan keluarga berencana yang telah ada.Pada tahun 1970, lembaga ini
Akibat pelaksanaan program ini terjadi penurunan angka kelahiran kasar, dari 39,9 persen
kelahiran per 1000 penduduk tahun 1970 menurun menjadi 35,9 pada tahun 1976. Disamping
penurunan angka kelahiran kasar, juga terjadi penurunan angka kematian kasar , maka mulai
[image:48.612.67.491.242.396.2]periode tahun 1980-1990 laju pertumbuhan penduduk menurun (kecuali di pulau Kalimantan).
Tabel 1.2
Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Tahun 1930-2000 (%) Pulau 1930-1961 1961-1971 1971-1980 1980-1990 1990-2000
Jawa dan Madura 1,3 1,9 2,0 1,3 1,0
Sumatera 2,1 2,9 3,3 2,6 1,8
Kalimantan 2,1 2,4 2,8 3,0 2,3
Sulawesi 1,7 1,8 2,2 1,4 1,6
Pulau-pulau lain 1,8 2,0 2,8 2,0 1,6
Sumber: Badan Pusat Statistik, 1982, 1991, 2001.
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia terus meningkat setiap tahun, hal ini juga diikuti
dengan meningkatnya total jumlah tenaga kerja, namun sebaliknya tingkat fertilitas di Indonesia
semakin menurun hingga mencapai 2,48 pada tahun 2008. Partisipasi tenaga kerja wanita pada
tahun 1990 adalah 51,6 % dari total jumlah penduduk perempuan di Indonesia berusia diatas 15
Tabel 1.3
Laju Pertumbuhan, Tingkat Fertilitas Total, Tenaga Kerja Wanita, Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Wanita di Indonesia.
Year Population Growth Total Fertility Rate Female Labor Force
Female Labor Force Participation Rate
1990 1.79 3.12 38.64 51.6
1993 1.66 2.84 37.98 51.4
1996 1.53 2.62 38.08 53
1999 1.44 2.5 37.86 52.7
2002 1.43 2.47 37.09 51.2
2005 1.42 2.49 37.08 52
2008 1.4 2.48 37.95 52.8
Sumber : Diolah oleh peneliti, 2014.
Mammen and Paxson (2000) menemukan bahwa partisipasi angkatan kerja wanita
dipengaruhi oleh tingkat fertilitas dan tingkat upah.Fertilitas adalah kunci dalam strategi
pembangunan dalam meningkatkan jumlah tenaga kerja wanita.Penelitian Chung dan Lee (2008)
di Korea menemukan bahwa fertilitas dan tingkat partisipasi angkatan kerja wanita memiliki
hubungan negatif.Mereka menyebutkan bahwa fertilitas adalah faktor penting yang
mempengaruhi keinginan wanita untuk meningkatkan partisipasinya dalam dunia kerja.
Banyak penelitian telah dilakukan untuk menganalisis hubungan antara fertilitas dan
tingkat partisipasi angkatan kerja wanita.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa negara dengan
negara dengan tingkat fertilitas yang tinggi lebih berpeluang memiliki tingkat partisipasi
angkatan kerja wanita yang tinggi pula.
Dari uraian diatas penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul “Analisis
Pengaruh Fertilitas terhadap Tenaga Kerja Wanita di Indonesia”.
1.2Rumusan Masalah
1. Apakah fertilitas mempengaruhi tingkat partisipasi angkatan kerja wanita di Indonesia.
2. Apakah terdapat hubungan kointegrasi antara fertilitas dan tingkat partisipasi angkatan
kerja wanita di Indonesia.
3. Apakah terdapat hubungan kausalitas antara tingkat fertilitas dengan partisipasi angkatan
kerja wanita di Indonesia.
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah fertilitas mempengaruhi tingkat partisipasi angkatan kerja
wanita di Indonesia.
2. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kointegrasi antara fertilitas dan tingkat
partisipasi angkatan kerja wanita di Indonesia.
3. Untuk mengetahui apakah terdapat kausalitas antara fertilitas dengan tingkat partisipasi
angkatan kerja wanita di Indonesia.
1.4Manfaat Penelitian
1. Bagi peneliti sendiri, untuk mengetahui apakah fertilitas dan tingkat partisipasi angkatan
kerja wanita di Indonesia saling mempengaruhi, dan untuk menganalisis apakah terdapat
hubungan kointegrasi dan kausalitas antara fertilitas dengan tingkat partisipasi angkatan
2. Sebagai bahan studi dan tambahan literatur khususnya bagi mahasiswa/i Departemen
Ekonomi Pembangunan serta sebagai referensi dan informasi bagi mahasiswa dan
masyarakat untuk melakukan penelitian selanjutnya.
3. Memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan sebagai masukan bagi
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fertilitas terhadap tingkat partisipasi
angkatan kerja wanita di Indonesia selama kurun waktu 1990-2012. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data sekunderTotal Fertility Rate(TFR) dan Tingkat Partisipasi Angkatan
Kerja Wanita(TPAKW) yang diperoleh dari World Bank dan Badan Pusat Statistik
(BPS)..Metode Pengerjaan yang dilakukan adalah analisis regresi sederhana Least Square,
Cointegration Test dan Granger Causality Testmenggunakan program Eviews 6.0.Hasil estimasi
Least Square menunjukkan adanya hubungan negatif antara TFR dan TPAKW.Hasil uji
kointegrasi menunjukkan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antara TFR dan
TPAKW dan hasil uji kausalitas menunjukkan terdapat hubungan searah dari TFR ke TPAKW.
ABSTRACT
The purpose of this research is to analyze the effect of fertility to female labor force
participation in Indonesia (1990-2012). This research use secondary data of Total Fertility Rate
and female labor force participation from World Bank and BPS. The analysis method of this
research is simple regretion model, Least Square, Cointegration Test and Granger Causality Test
on Eviews 6.0. This research found that Total Fertility Rate and female labor force participation
are negatively related. The Cointegration Test show that there is a long term relationship
between Total Fertility Rate and female labor force participation. The result of Granger Causality
Test show that there is one way causality runs from Total Fertility Rate to female labor force
participation in Indonesia.
SKRIPSI
ANALISIS PENGARUH FERTILITAS TERHADAP TENAGA KERJA WANITA DI INDONESIA
OLEH
INDAH MISTIKA PRATIWI 100501043
PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN DEPARTEMEN EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fertilitas terhadap tingkat partisipasi
angkatan kerja wanita di Indonesia selama kurun waktu 1990-2012. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data sekunderTotal Fertility Rate(TFR) dan Tingkat Partisipasi Angkatan
Kerja Wanita(TPAKW) yang diperoleh dari World Bank dan Badan Pusat Statistik
(BPS)..Metode Pengerjaan yang dilakukan adalah analisis regresi sederhana Least Square,
Cointegration Test dan Granger Causality Testmenggunakan program Eviews 6.0.Hasil estimasi
Least Square menunjukkan adanya hubungan negatif antara TFR dan TPAKW.Hasil uji
kointegrasi menunjukkan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antara TFR dan
TPAKW dan hasil uji kausalitas menunjukkan terdapat hubungan searah dari TFR ke TPAKW.
ABSTRACT
The purpose of this research is to analyze the effect of fertility to female labor force
participation in Indonesia (1990-2012). This research use secondary data of Total Fertility Rate
and female labor force participation from World Bank and BPS. The analysis method of this
research is simple regretion model, Least Square, Cointegration Test and Granger Causality Test
on Eviews 6.0. This research found that Total Fertility Rate and female labor force participation
are negatively related. The Cointegration Test show that there is a long term relationship
between Total Fertility Rate and female labor force participation. The result of Granger Causality
Test show that there is one way causality runs from Total Fertility Rate to female labor force
participation in Indonesia.
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya yang diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Pengaruh Fertilitas Terhadap Tenaga Kerja Wanita di Indonesia “.
Dalam penulisan skripsi ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah ikut membantu di dalam memberikan bimbingan, motivasi dan saran kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Azar Maksum, M.Ec., Ac., Ak., CA sebagai Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec sebagai Ketua Departemenn Ekonomi
Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Dr. Rujiman, MA sebagai Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan
arahan dan bimbingan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
4. Ibu Dra. Raina Linda Sari, Msi dan Bapak Walad Altsani, SE, M.Ec sebagai Dosen
Pembanding yang telah banyak memberikan petunjuk, saran dan kritik yang membangun
pada penulis.
5. Seluruh Staff Pengajar dan Staff Administrasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU yang
selama ini telah mendidik dan membimbing penulis dengan baik.
6. Kedua orangtua penulis,Ayahanda Julius N dan Ibunda Mistina,saya ingin mengucapkan
terima kasih banyak atas dukungan, semangat, perhatian, dan bantuan materi yang
diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan perkuliahandan skripsi ini.
7. Seluruh teman-teman di Program Studi Ekonomi Pembangunanangkatan 2010 dan
Penulis menyadari sepenuhnya skripsi ini masih memiliki kekurangan maupun
keterbatasan dalam penyusunannya.Oleh karena itu, saran dan kritik diharapakan oleh penulis
guna memperbaiki kekurangan yang ada.Semoga skripsi ini bisa bermanfaat, serta dapat
menambah ilmu pengetahuan kita semua.
Medan, 09-10-2014
Penulis,
Indah Mistika Pratiwi
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
ABSTRACT... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Masalah ... 1
1.2 RumusanMasalah ... 5
1.3 TujuanPenelitian ... 5
1.4 ManfaatPenelitian ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Fertilitas ... 7
2.2 Teori Ekono mi Tentang Fertilitas ... 12
2.3 Tenaga Kerja Wanita ... 14
2.4 Penelitian Terdahulu ... 17
2.5 Kerangka Konseptual ... 18
2.6 Hipotesis Penelitian ... 18
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 19
3.2 Batasan Operasional ... 19
3.3 Defenisi Operasional ... 19
3.4 Jenis dan Sumber Data ... 20
3.6 Metode Analisis ... 20
3.6.1 Metode Analisis Regresi Sederhana (Least Square) ... 21
3.6.2 Uji Akar Unit (Unit Root Test) ... 22
3.6.3 Uji Kointegrasi (Cointegration Test) ... 23
3.6.4 Uji Kausalitas (Granger Causality Test) ... 24
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Fertilitas dan Tenaga Kerja Wanita di Indonesia 26
4.2 Hasil Uji Akar Unit. ... 29
4.3 Hasil Hasil Uji Kointegrasi. ... 31
4.4 Hasil Uji Kausalitas ... 32
4.5 Hasil Estimasi Regresi Sederhana ... 34
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 37
5.2 Saran ... 37
DAFTAR PUSTAKA ... 39
DAFTAR TABEL No. Tabel
1.1 Taksiran Tingkat Fertilitas Kasar di Indonesia Tahun 1930-197...12
1.2 Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Tahun 1930-2000... 3
1.3 Laju Pertumbuhan, TFR, Tenaga Kerja Wanita, TPAK wanita di Indonesia ... 4
4.1 TPAK Indonesia Berdasarkan Jenis Kelamin. ... 26
4.2 Perbandingan Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan dan Laki-laki pada Beberapa Jenis Lapangan Usaha di Indonesia ... 28
4.3 Hasil Uji Akar Unit Variabel TFR ... 29
4.4 Hasil Uji Akar Unit Variabel TPAKW ... 30
4.5 Hasil Uji Kointegrasi ... 31
4.6 Hasil Uji Kausalitas Lag 1 ... 32
4.7 Hasil Uji Kausalitas Lag 2 ... 33
DAFTAR GAMBAR No. Gambar
1.1 Skema Fertilitas dan IntermediateVariable ... 14
DAFTAR LAMPIRAN No. Lampiran
1 Data TFR dan TPAK Wanita di Indonesia ... 40
2 Hasil Uji Akar Unit TFR ... 41
3 Hasil Uji Akar Unit TPAKW pada Tingkat Level ... 42
4 Hasil Uji Akar Unit TPAKW pada Tingkat First Difference ... 43
5 Hasil Uji Kointegrasi ... 44
6 Hasil Uji Kausalitas ... 46