• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Belajar Bismillah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahan Belajar Bismillah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Risk Profile

1. Resiko Kredit (NPF)

Semakin tinggi resiko ini maka akan semakin buruk kualitas kredit bank, yang

menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar, maka kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin besar. Kredit dalam hal ini diberikan kepada DPK.

Rumus:

1. Karena Bank Syariah BUMN memiliki kredit bermasalah lebih tinggi dari pada Bank Syariah Non BUMN

2. Tidak terjadi keseimbangan antara kredit yang diberikan kepada nasabah terhadap tingkat pengembalian yang menimbulkan kredit bermasalah

3. Perekonomian nasional, pelemahan rupiah yang menyebabkan bahan baku mahal,

produksi mahal yang tidak simbang dengan pengembalian untuk bagi hasil

4. Kurang fokus mengontrol nasabah

5. Aturan yang ribet

Solusi:

1. Bank Syariah harus membentuk Devisi atau Bidang Penyelamatan dan

Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah. Bidang ini secara khusus menangani restruksi pembiayaan bermasalah.

2. Bank Syariah harus meningkatkan kompetensi SDM agar bisa mengatasi

(2)

3. Bank syariah harus memperketat sttandar underwritting dan secara proaktif memonitoring nasabah dalam sektor industri yang mudah terkena dampak pelambatan ekonomi secara umum.

4. Harus hati-hati dalam kebijakan pemberian pembiayaan, tidak boleh didesak oleh pengejaran target atau pengaruh lainnya.

Secara Teori:

- Peningkatan NPF akan meningkatkan jumlah Penyisihan Penghapusan Aset

Produktif (PPAP) yang perlu di bentuk oleh bank. Jika hal ini berlangsung terus, maka mengurangi modal bank.

2. Resiko Likuiditas (FDR)

FDR untuk menyatakan bahwa seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan, dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin besar kredit maka pendapatan yang

diperoleh akan naik, karena pendapatan naik maka secara otomatis laba akan juga mengalami kenaikan. Resiko likuiditas yang tinggi sangat berbahaya jika perbankan syariah tidak bisa mengelola dengan baik.

Rumus :

1. Pemberian kredit terlalu tinggi di banding dana masuk dari DPK

2. Perbandingan DPK dengan pemberian kredit tidak seimbang

3. Pemicu utama kebangkrutan sebuah bank besar/kecil bukanlah karena kerugian yang dideritanya, melainkan lebih pada ketidak mampuan bank tersebut

(3)

Secara Teori:

 Likuiditas yang kecil akan menganggu operasional sehari-hari

 Likuiditas yang besar akan menurunkan efisiensi, pada akhirnya akan berdampak pada rendahnya tingkat profitabilitas.

Solusi :

Apabila ingin menurunkan FDR maka pembiayaan juga harus diturunkan. Jika hal ini dilakukan (menurunkan penyaluran pembiayaan) maka perolehan laba pun juga akan

menurun. Penurunan FDR dapat dilakukan tanpa menurunkan penyaluran pembiayaan yaitu dengan cara meningkatkan pertumbuhan DPK. Diharapkan laba bisa meningkat sehingga tidak mengorbankan pertumbuhan pembiayaan, tetapi perlu juga diingat pembiayaan bermasalahnya.

2. Good Corpotare Governence 5 prinsip dasar :

1. Transparansi : keterbukaan dalam menyajika informasi

2. Akuntabilitas : pelaksanaan fungsi dan tanggungjawab, agar pengelolaan efektif

3. Pertanggungjawaban : kesesuaian pengelolaan bank dengan peraturan UU dan

prinsip syariah

4. Independensi : pengelolaan bank secara profesional tanpa ada pengaruh dari pihak manapun

5. Kewajaran : yaitu keadilan dan kesetaraan memenuhi hak-hak steakholders yang timbul berdasarkan perjanjian perundang-undangan

Dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan UU mulai dari pengurus, karyawan, komisaris, direksi yang memeriksa adalah Komisaris Independen dan Pihak Independen.

Fungsi:

1. Menciptakan check and balance

2. Menghindari benturan kepentingan

3. Melindungi kepentingan steakholder, pemilik dan pemegang saham

4. Untuk edukasi

(4)

Hasil :

 GCG Bank Syariah Non BUMN : 1,46% (sangat baik)

 GCG Bank Syariah BUMN : 1,56% (baik)

Penyebab :

1. Bank Mandiri syariah tidak menerapkan GCG sesuai dengan UU

2. Masalah SDM yang paham akan sistem syariah

3. Dual System bank, sistem pada bank konvensional masih terbawa pada penerapan

sistem syariah

Solusi :

1. Dilakukan secara berkala secara komprehensif, jika terjadi kekurngan maka bank akan segera melakukan action plan memalui tindak korektfi

2. Menerapkan mindset SDM tentang GCG agar sistem syariah juga akan berjalan denga

SOP.

Teori:

3. Earning

 Untuk mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan keuntungan

 Untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank bersangkutan

 Return on Asset (ROA)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh profitabilitas dan mengelola tingkat efisiensi usaha bank secara

keseluruhan. Semakin besar nilia rasio ini menunjukkan tingkat rentabilitas usaha yang baik.

Rumus:

(5)

Hasil:

 ROA Bank Syariah Non BUMN : 1,25% (baik)

 ROA Bank Syariah BUMN : 1,16% (cukup baik)

Penyebab:

1. Lebih besar total aset dibandingkan dengan laba sebelum pajak.

2. Tidak terjadi keseimbangan antara total aset dengan laba sebelum pajak

3. Kurang bisa memanfaatka aset untuk mencari laba

Solusi:

1. Meningkatkan pembiayaan

2. Variasi produk

3. Meningkatkan DPK

4. Memberikan kenyamanan, jaminan dan perlindungan konsumen. Keamanan produk,

layanan pengaduan

5. Penyediaan dan pengembangan fasilitas kantor

Teori:

 Laba berasal dari (pembiyaan, investasi,DPK) maka ditingkatkan

 Analisis jaringan kator, sebelum membangun perkantoran

 Net Income Margin (NIM)

Menggambarkan tingkat jumlah pendapatan bersih yang diperoleh dengan

menggunakan aktiva produktif yang dimiliki oleh bank, artinya: seberapa besar bank bisa memanfaatkkan aktiva produktif dalam memperoleh laba.

Rumus:

= ℎ 100%

Hasil:

 NIM Bank Syariah Non BUMN : 5,90% (sangat baik)

(6)

Penyebab:

1. Pendapatan bersih Bank Syariah BUMN lebih besar dari pada Bank Syariah BUMN

2. Biaya operasional kurang efektif

3. NPF berpengaruh terhadap laba, sebab laba bearasal dari pembiayaan

4. Biaya Penghapusan

Solusi:

1. Memanfaatkan kondisi FDR

2. Rata-rata biaya operasional. Secara teori, bank harus tetap mempertahankan marjin positif untuk menutup biaya operasional nya. Makin tinggi biaya operasional, makin tinggi tingkat net interest marjin yang harus ditetapkan oleh bank. Sebaliknya, apabila bank dapat meningkatkan efisiensi operasional nya, maka spread atau marjin dapat juga ditekan atau dikurangi. Dengan demikian, pengaruh biaya (efisiensi) operasional terhadap tingkat net interest marjin adalah positif.

3. Tingkat resiko kredit tinggi, maka mempengaruhi NIM karena pendapatan macet.

4. Capital

Kekurangan modal merupakan gejala umum yang dialami bank-bank di negara-negara berkembang, kekurangan modal dapat bersumber dari 2 hal yaitu modal yang jumlahnya kecil dan kualitas modal yang buruk. Apabila CAR yang dimiliki rendah, maka berarti modal kecil dan kemungkinan besar bank akan mengalami kondisi bermasalah, karena modal yang dimiliki tidak cukup.

Rumus :

= ( ) 100%

Hasil:

 CAR Bank Syariah Non BUMN : 22, 44% (sangat baik)

(7)

Penyebab:

1. ATMR lebih besar dari pada Modal

2. Tidak terjadi keseimbangan antara ATMR dengan modal

3. Tingkat kepercayaan masyarakat

4. Investor

Solusi:

Tinggi nya nilai CAR menunjukkan bahwa modal bank semakin besar sehingga bank semakin leluasa dan memiliki peluang yang cukup besar untuk melakukan ekspansi

pembiayaan dengan lebih aman kedalam aktivitas investasi yang menguntungkan. Di sisi lain, tingginya CAR dapat menambah kepercayaan masyarakat terhadap bank, karena

Referensi

Dokumen terkait

3) dilaporkan dalam neraca dengan klasifikasi (classification) akun yang tepat dan periode akuntansi yang sesuai dengan terjadinya transaksi (cutoff). Bagian flowchart yang

Telkom menyediakan layanan SmS untuk telepon tidak bergerak kabel, telepon tidak bergerak nirkabel dan telepon seluler, layanan akses internet dial-up dan broadband, layanan

(b) informasi yang diwajibkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan

Pelaksanaan penyidikan mulai dilakukan setelah diketahui atau diduga telah terjadi suatu tindak pidana berdasarkan laporan atau pengaduan dari pihak Bank kepada

Mengenal pasti perbezaan yang signifikan antara prestasi praujian dengan pascaujian dengan menggunakan peta pemikiran i-Think bagi Kumpulan eksperimen dan Kumpulan

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi puree labu kuning yang ditambahkan maka nilai hardness semakin turun dan springiness kue

Berdasarkan paparan data tentang aktivitas dan prestasi belajar siswa Kelas X TPM A SMK Negeri 1 Jenangan Kabupaten Ponorogo, peneliti melakukan refleksi dari hasil

Melihat hasil penelitian yang menunjukkan sarana informasi yang dapat digunakan perusahaan untuk, mengetahui tingkat Faktor Kualitas Pelayanan dan Brand Image terhadap