”PENGARUH AKTIVITAS PERDAGANGAN TERHADAP STOCK RETURN”
(Studi Kasus Perusahaan Automotive Yang Go Public di BEI)
Oleh: Endang Muryati NIM: 205081000134
JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
ABSTRACT
This research has a purpose: (1) Analyze the effect of trading activity on stock return. (2) Analyze the Book to Market, Firm Size, exchange rate, and volatility trading volume. This study uses ordinary least square analysis using the software package Eviews 5.0, data used in this study uses secondary data obtained at the Indonesia stock exchange. Sample selection in this study were all automotive companies listed in Indonesia stock exchange from 2004 to 2008. Results showed that a significant effect on Stock Return is Firm Size, Exchange Rate and the Volatility of Ttrading Volume, Book to Market while no significant effect on stock return. The result of the most dominant influence on Stock Return is Firm Size, or who have a value greater than the regression equation with other independent variables. The coefficient determinant can be explain the effect by 31,8% to variabel Stock Return.
ABSTRAK
Penelitian ini memiliki tujuan : (1) Menganalisa pengaruh aktivitas
perdagangan terhadap stock return. (2) Menganalisa Book to Market, Firm Size,
Kurs Valas dan Volatilitas Volume Perdagangan. Penelitian ini menggunakan
analisis regresi Ordinary Least Square (analisis kuadrat terkecil) dengan menggunakan software Eviews 5.0, data yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan data sekunder yang diperoleh di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan
sampel pada penelitian ini adalah semua perusahaan Automotive yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia dari tahun 2004 sampai dengan 2008. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa yang berpengaruh signifikan terhadap stock return adalah
Firm Size, Kurs Valas dan Volatilitas Volume Perdagangan, sedangkan Book to Market tidak berpengaruh signifikan terhadap stock return. Hasil yang paling dominan berpengaruh terhadap stock return adalah firm size, atau yang memiliki nilai persamaan regresi lebih besar dibandingkan dengan variabel bebas lainnya.
Dalam koefisien determinan dapat dijelaskan bahwa variabel independen mampu
menjelaskan pengaruhnya sebesar 31,8% terhadap variabel stock return.
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulilahi Rabbil’ Alamin, Segala puji hanya bagi Allah SWT pemilik
segala sesuatu yang ada dibumi dan langit. Atas berkat rahmat dan ridha-Nya,
kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, karunia dan hidayahnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan tepat pada
waktunya. Shalawat dan salam senantiasa tercurah untuk Nabi Muhammad SAW
yang menjadi panutan umat dan telah membawa manusia dari alam jahiliyah
menuju jalan cahaya, beserta keluarga, para sahabat dan pengikut-pengikutnya
hingga akhir jaman.
Perjalanan panjang penulis dalam upaya menyelesaikan skripsi ini dihiasi
dengansegala kekurangan dan kelemahan penulis, dan diwarnai dengan berbagai
cobaan, tantangan, dan penuh perjuangan yang harus dihadapi. Karena itu skripsi
ini tidak akan mungkin selesai jika tanpa bantuan dari berbagai pihak, meskipun
pada akhirnya dalam skripsi ini masih terdapat banyak sekali kekurangan dan
belum mencapai kata sempurna. Maka sudah seharusnya peneliti mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM, selaku dosen Pudek 1 dan Dosen Pembimbing
I yang telah memberikan masukan dan bimbingan dengan kesabaran dan
ketabahannya. Terima kasih atas semua arahan dan saran yang telah diberikan
selama bimbingan hingga selesainya skripsi ini.
3. Indo Yama Nasarudin, SE., MBA, selaku Ketua Jurusan dan Dosen
Pembimbing II yang telah memberikan masukan dalam proses penyusunan
skripsi saya dengan sabar dan penuh keikhlasan. Terima kasih atas semua
arahan dan saran yang telah diberikan selama bimbingan hingga selesainya
4. Bapak dan ibu tercinta serta keluarga besar “ Kakek Trameja” yang selalu
memberikan kasih sayang, nasehat, do’a dan dukungan yang selalu menjadi
motivasi utama untuk terus berusaha.
5. Kepada Adikku Suci Anggraeni dan Sepupuku Dwi Juliyati yang selalu
memberikan semangat dan doanya. Terima kasih telah menjadi adik dan
sepupu yang selalu memberikan kebahagian dalam kehidupan.
6. Kepada Dian Maulana yang selalu memberikan semangat dari awal
pembuatan proposal sampai dengan selesainya skripsi, makasih untuk
semuanya dikau adalah sahabat terbaik.
7. Kepada Nia Kurniawati yang selalu memberikan semangat dan menemani
penulis dari ujian komprehensif sampai selesainya sidang skripsi, terima kasih
sahabatku.
8. Kepada teman-teman seperjuangan (Abie, Andri, Nova, Dian, Ruhiyat, Randy,
Imam, Iwan, Hafidz, Nia, Lilies, Leti, Ulfa, Mute).
9. Kepada sahabatku dirumah Arum Hidayati dan Hendra yang selalu
memberikan semangat dan motivasi .
10. Kepada Ka Dadi yang sudah meluangkan waktunya untuk membantu dan
mengajari penulis dalam pengolahan data.
11. Semua teman – teman manajemen dan akuntansi tahun 2005, Kalian semua
teman terbaik yang bisa aku dapatkan.
12. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah memberikan ilmunya
selama masa perkuliahan.
13. Seluruh Staf bagian akademik dan Perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, terima kasih atas keramahan
14. Terima kasih tidak lupa penulis sampaikan kepada seluruh pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian skripsi ini.
Demikian dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari masih banyak terdapat
kekurangan penulisan, penulis mengharapkan saran dan kritik membangun untuk
skripsi ini. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
penulis dan bagi pembaca pada umumnya. Terima kasih...
Wassalamu’alaikum wr.wb
Jakarta, 09 Juni 2010
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian ………. 1
B. Perumusan Masalah ………..……… 8
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ……… 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori ………..……… 10
1. Definisi Dan Tujuan Investasi ……… 10
2. Stock Return (Tingkat Pengembalian Saham) ………….... 13
B. Variabel-variabel yang mempengaruhi stock return ……. 16
1. Frim Size ………..………. 16
2. Book to Market ……… 17
3. Kurs Valas ……… 19
4. Volatilitas Volume Perdagangan ………….………… 22
D. Hipotesis ………..……… 28
E. Kerangka Pemikiran ……… 29
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian ……… 32
B. Metode Penentuan Sampel ……… 32
C. Metode Pengumpulan Data ………….……… 33
D. Metode Analisis ……… 34
1. Analisis Regresi Linier Berganda ……….... 34
2. Uji F ………..……… 35
3. Uji T ……….…………. 35
4. Koefisien determinasi (Adjusted R Square) ………. 36
5. Uji asumsi klasik ………. 36
E. Operasional Variabel Penelitian ………. 37
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan ………. 39
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ……….. 69
B. Implikasi ………. 70
DAFTAR PUSTAKA ……… 72
DAFTAR TABEL
No. Keterangan Hal
4.1 Perhitungan Book to Market per semester 54
4.2 Perhitungan Firm Size per semester 55
4.3 Perhitungan Volatilitas Volume Perdangan 56
4.4 Perhitungan Kurs Valas per smester 57
4.5 Perhitungan Stock Return per smester 58
DAFTAR GAMBAR
No Keterangan Hal
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tingkat keuntungan (return) adalah konsep penting dalam setiap keputusan investasi, karena merupakan tolak ukur investasi. Suatu investasi
dinyatakan berhasil apabila kekayaan investor meningkat. Sebaliknya
investasi itu rugi atau gagal apabila kekayaan investor menurun.
Pada dasarnya return memiliki dua komponen yang dapat menaikan
atau menurunkan, yaitu berdasarkan cash yang diterima dari cash dan
berdasarkan keuntungan atau kerugian dari suatu investasi “ This return will usually have two component. First, you may receive some cash directly while you own the investment. This called the income component of your return. Second, the value of the asset your purchase will often change inthis case. You have a capital gain or capital loss on your investment” (Ross, Westernfield, Jordan, 2008 : 382))
Investasi juga perlu memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dengan
dinamika return saham agar bisa mengambil keputusan tentang saham
perusahaan yang layak untuk dipilih. Informasi yang diperlukan bagi investor
diantaranya informasi yang berhubungan dengan kinerja ekonomi makro.
Peranan informasi kinerja ekonomi makro sangat penting bagi para investor
investor dapat memperoleh informasi tentang faktor-faktor ekonomi makro
yang dapat mempengaruhi return saham.
Salah satu fungsi pasar modal adalah sebagai sarana untuk memobilisasi
dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melaksanakan
investasi. Syarat utama yang diinginkan oleh para investor untuk bersedia
menyalurkan dananya melalui pasar modal adalah perasaan aman akan
investasi dan tingkat return yang akan diperoleh dari investasi tersebut. Perasaan aman ini diantaranya diperoleh karena para investor memperoleh
informasi yang jelas, wajar, dan tepat waktu sebagai dasar dalam pengambilan
keputusan investasinya. Return memungkinkan investor untuk membandingkan keuntungan aktual ataupun keuntungan yang diharapkan
yang disediakan oleh berbagai investasi pada tingkat pengembalian yang
diinginkan. Disisi lain, return pun memiliki peran yang amat signifikan dalam
menentukan nilai dari suatu investasi (syarifah,2009:2).
Secara umum dikatakan bahwa nilai perusahaan yang meningkatkan
menunjukkan kinerja perusahaan yang tinggi. Sedangkan untuk shareholder
peningkatan nilai atau kinerja perusahaan tercermin dari return yang
dihasilkan oleh saham tersebut yang berupa deviden dancapital gain/lossatau dapat kita sebut sebagai stock return (Abdul Halim,2004:32). Deviden merupakan pendapatan yang diperoleh secara periodic dari suatu investasi
Kondisi pasar atau kondisi perekonomian nasional yang selalu
berubah-rubah membuat ketidakpastian bagi investor untuk mendapatkan return yang
terjadi penyimpangan yang besar terhadap return yang diharapkan. Dengan
kata lain apabila dari suatu kesempatan investasi yang tinggi, maka risiko
yang ditanggung akan semakin tinggi.
Perkembangan harga saham dan volume perdagangan saham di pasar modal merupakan suatu indikator penting untuk mempelajari tingkah laku
pasar, yaitu investor. Dalam menentukan apakah investor akan melakukan
transaksi di pasar modal, biasanya ia akan mendasarkan keputusannya pada
berbagai informasi yang dimilikinya, baik informasi yang tersedia di publik
maupun informasi pribadi. Informasi tersebut akan memiliki makna atau nilai
bagi investor jika keberadaan informasi tersebut menyebabkan melakukan
transaksi di pasar modal, dimana transaksi ini tercermin melalui perubahan
harga dan volume perdagangan saham. Dengan demikian, seberapa jauh
relevansi atau kegunaan suatu informasi dapat disimpulkan dengan
mempelajari kaitan antara pergerakan harga saham dan volume perdagangan
di pasar modal dengan keberadaan informasi tersebut.
Tingkat likuiditas pasar modal juga merupakan factor yang penting untuk
kesuksesan suatu pasar modal karena walaupun saham dan obligasi
merupakan instrument jangka panjang tetapi sekali saham obligasi itu
dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) berarti sifat jangka panjangnya dapat
berubah menjadi jangka pendek. Hal ini sangat tergantung dari prilaku
pendek. Dengan meningkat jumlah volume perdagangan, nilai perdagangan,
dan jumlah transaksi berarti saham merupakan investasi yang dapat
diperjualbelikan setiap saat.
Investor yang melakukan transaksi dipasar modal, biasanya mendasarkan
keputusan pada berbagai informasi pribadi yang dimiliki, baik informasi yang
tersedia di public maupun informasi pribadi. Informasi tersebut akan memiliki
makna atau nilai bagi investor. Jika keberadaan informasi tersebut
menyebabkan melakukan transaksi di pasar modal, dimana transaksi ini
tercermin melalui perubahan saham dan volume perdagangan saham.
Apabila pengumuman dividen mempunyai arti bagi investor maka akan
berpengaruh terhadap return dan volume perdagangan saham. Meningkatnya
volume perdagangan memberi petunjuk bahwa saham semakin liquid, sehingga dapat memberi manfaat bagi pemodal dalam bentuk peningkatan
likuiditas investasi.
Pengaruh perubahan lingkungan ekonomi makro yang terjadi seperti
perubahan suku bunga pemerintah, perubahan permintaan dan penawaran
uang, perubahan tingkat bunga obligasi jangka panjang pemerintah maupun
swasta, perubahan pada neraca perdagangan serta berbagai regulasi dan
deregulasi ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah, turut berpengaruh pada
fluktuasi harga saham dan volume perdagangan dipasar modal. Sementara itu,
Salomon Brothers menyatakan bahwa return sekuritas dipengaruhi oleh tujuh
panjang, suku bunga jangka pendek, inflasi, nilai tukar mata uang (kurs) dan
indeks pasar (Tuti Amalia 2008:3).
Hubungan Antara Size Perusahaan Dengan Return Saham(2006) yakni,
Ukuran (size) perusahaan bisa diukur dengan menggunakan total aktiva, penjualan, atau modal dari perusahaan tersebut. Salah satu tolak ukur yang
menunjukkan besar kecilnya perusahaan adalah ukuran aktiva dari perusahaan
tersebut. Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menunjukkan bahwa
perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dimana dalam tahap ini
arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki prospek yang baik
dalam jangka waktu yang relatif lama, selain itu juga mencerminkan bahwa
perusahaan relatif lebih stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibanding
perusahaan dengan total asset yang kecil (Indriani,2005).
Pasar modal yang ada di Indonesia merupakan pasar yang sedang
berkembang (emerging market) yang dalam perkembangannya sangat rentan terhadap kondisi makroekonomi secara umum. Krisis ekonomi yang dimulai
tahun 1998 merupakan awal runtuhnya pilar-pilar perekonomian nasional
Indonesia. Ini ditandai dengan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap
perbankan Indonesia dalam bentuk penarikan dana besar-besaran (rush) oleh
deposan untuk kemudian disimpan di luar negeri (capital flight). Tingkat suku
bunga yang mencapai 70% dan depresiasi nilai tukar rupiah (kurs) terhadap
dolar AS sebesar 500% mengakibatkan hampir semua kegiatan ekonomi
terganggu. Dampak lain dari menurunnya kepercayaan masyarakat berimbas
menimbulkan kerugian yang cukup signifikan bagi investor. Bagaimana
tidak, jika saham yang dijual dengan harga hanya Rp 10,- per lembar dan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pernah turun sampai di bawah 300.
FluktuasikursRupiah terhadap Dollar Amerika Serikat juga berpengaruh terhadap harga saham. Harga saham terpengaruh olehkurs mata uang melalui dampak perubahan kurs terhadap arus kas masuk ataupun arus kas keluar perusahaan (Guntari, 1998). Selain itu tindakan investor asing yang
menggunakan saham sebagai sarana untuk mengambil keuntungan dari
spekulasi mata uang turut mempengaruhi nilai dari saham tersebut. Sehingga
kondisi dimana nilai dan kinerja perusahaan terekspos (terpengaruh) terhadap
kurs valuta (Mudrajad Kuncoro, 2000: 242).
Penelitian Tarun Chordial, Avanidhar Subrahmanyam dan V. Ravi
Anshuman (2000), Analyzing the relationship between equity returns and volatility is expected and the level of trading activity, a proxy for liquidity. As a result the document contrary to initial hypothesis, namely, negative and surprisingly strong cross-sectional relationship between stock returns and the variability of dollar trading volume and share turnover, after controlling for size (firms), book to market ratio, momentum, and the level of dollar volume or share turnover . Statistically and economically significant. The analysis shows the importance of variables associated with trading activities in cross-section of stock returns with the Expected.
menunjukkan ketidaklaziman pasar modal. Return rata-rata dari perusahaan yangbersize kecil cenderung melebihireturn rata-rata dari perusahaanbersize besar, perusahaan yang equty outstandingnya besar, return yang didapat rendah, sedangkan perusahaan yangequity outstandingnya kecil, return yang diperoleh tinggi.
Ajayi dan Mougoue (1996) menggunakan variabel makro ekonomi nilai
tukar dan harga saham. Mereka meneliti hubungan dinamis antara harga
saham dan nilai tukar pada “Delapan Besar” pasar saham, yaitu Kanada,
Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat
dengan menggunakan bivariate error correction model. Hasil penelitian
mereka menunjukkan hubungan yang signifikan antara nilai tukar dan harga
saham (pasar modal dan pasar uang). Hasil ini kemudian didukung juga oleh
Sudjono (2002) serta Sitinjak dan Kurniasari (2003) bahwa nilai tukar rupiah
(kurs) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap IHSG. Selanjutnya
Gupta (2000) yang mengadakan penelitian di Indonesia dengan menggunakan
data periode 1993-1997 menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan kualitas
antara tingkat bunga, nilai tukar, dan harga saham. hasil ini bertolak belakang
dengan Sitinjak dan Kurniasari (2003) yang menemukan bahwa nilai tukar dan
tingkat bunga SBI berpengaruh terhadap IHSG. Namun Saadah dan Panjaitan
variabel independent tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga saham
Berdasarkan evaluasi permasalahan diatas, maka dapat dilakukan
penelitian dengan judul “PENGARUH AKTIVITAS PERDAGANGAN
TERHADAP STOCK RETURN”. Objek yang akan diteliti adalah perusahaan
automotif yang go publik di BEI yang dimempublikasikan harga sahamnya
untuk Januari 2004-Desember 2008. Perusahaan otomotif merupakan industri
manufaktur yang berarti memiliki heterogenitas penghasilan. Selain itu
perusahaan otomotif merupakan barang tersier, sehingga pendapatan yang
diperoleh perusahaan ini lebih besar dan menguntungkan, hal ini merupakan
daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya diperusahaan tersebut,
sehingga para investor akan dapat mengambil keputusan yang lebih baik dari
berinvestasi. Hal tersebut merupakan pertimbangan untuk memilih
perusahaan sebagai sampel. Kriteria yang digunakan untuk memilih sampel
adalah perusahaan yang mempublikasikan sahamnya dari bulan Januari
2004-Desember 2008.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang masalah diatas, maka dapat
ditentukan pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antaraBook to Market, Firm Size, Kurs Valas, dan Volatilitas Volume Perdagangan Saham terhadap
Stock Return.
2. Variabel independen manakah yang paling dominan mempengaruhi
3. Berapa besar variabel independen mampu menjelaskan pengaruhnya
terhadapStock Return. C. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan Penelitian
1. Menganalisis pengaruh yang signifikan Book to Market, Firm Size,
Kurs Valas, dan Volatilitas Volume Perdagangan Saham terhadap
Stock Return.
2. Menganalisis independen manakah yang paling dominan
mempengaruhiStock Return.
3. Menganalisis besarnya variabel independen mampu menjelaskan
pengaruhnya terhadapStock Return.
2. Manfaat Penelitian
1. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan akan menambah pengetahuan
dan wawasan tentang variabel yang mempengaruhi stock return dan dalam penelitian ini mengujibook to market, firm size, kurs valas, dan volatilitas volume perdagangan.
2. Bagi investor/calon investor dipasar modal, hasil penelitian ini dapat
memberikan sumbangan pemikiran faktor-faktor yang mempengaruhi
Stock Return.
3. Bagi perusahaan, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Definisi Investasi dan Tujuan Investasi
Investasi adalah menggunakan harta secara produktif melalui
berbagai sarana investasi. Akan tetapi, sebagai akibat dari ketidakpastian
dimasa depan, investasi yang dilakukan bisa untung dan bisa rugi. Jika
investasi tersebut menguntungkan, maka nilai harta yang diinvestasikan
akan bertambah, dan sebaliknya apabila mengalami kerugian, maka nilai
harta yang diinvestasikan akan turun. Investasi adalah setiap penggunaan
uang dengan maksud untuk memperoleh penghasilan (Suad Husnan,
2001:4).
Menurut Eduardus Tandelilin Investasi adalah komitmen atas
sejumlah dana atau sumberdaya lainya yang dilakukan pada saat ini,
dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Seorang
investor memiliki suatu saham saat ini memiliki harapan memperoleh
suatu keuntungan dari kenaikan harga saham ataupun deviden yang akan
meningkat di masa depan.
Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2006:13.1)
investasi adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk
investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti
manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.
Pengertian investasi :” Investment is commitment of current resources in the expectaction of deriving greater resources in the future.” (Z.Bodie, A. Kane, A. J. Marcus, 2003, hal. 4).
Menurut E.A Koetin (2002:16) investasi adalah penggunaan uang
untuk objek-objek tertentu dengan tujuan bahwa nilai objek tersebut
selama jangka waktu investasi akan meningkat, paling tidak bertahap dan
selama jangka waktu itu pula memberikan hasil secara teratur.
Pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi disebut dengan
investor . Investor pada umumnya digolongkan menjadi dua, yaitu : 1. Investor Individual (Individual/retail investor), individu-individu yang
langsung melakukan aktivitas investasi
2. Investor Institusional (Instittutional investor), terdiri dari perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga penyimpanan dana (bank dan lembaga
simpan-pinjam), lembaga dana pensiun, maupun perusahaan investasi.
Tujuan orang melakukan investasi adalah untuk menghasilkan
sejumlah uang, tujuan tersebut merupakan salah satunya. Tetapi tujuan
yang paling luas adalah untuk meningkatkan kesejahteraan investor.
Kesejahteraan dalam hal ini adalah kesejahteraan moneter, yang bisa
diukur dengan penjumlahan pendapatan saat ini ditambah nilai saat ini
Secara lebih khusus lagi, ada beberapa alasan mengapa seseorang
melakukan investasi, antara lain adalah :
1. Untuk mendapatkan kehidupan yang layak di masa datang
Seseorang yang bijaksana akan berpikir bagaimana meningkatkan taraf
hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana
mempertahankan tingkat pendapatanya yang ada sekarang agar tidak
berkurang di masa yang akan datang.
2. Mengurangi tekanan inflasi
Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau obyek
lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai
kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi.
3. Dorongan untuk menghemat pajak
Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang bersifat
mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian
fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada
bidang-bidang usaha tertentu.
Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana
pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa
mendatang. Umumnya investasi pada asset-asset finansial (financial
assets) dan investasi pada asset riil (real assets). Investasi pada
asset-asset finansial dilakukan dipasar uang, misalnya berupa sertifikat deposito,
dan lain-lain. Sedangkan investasi pada asset-asset riil dapat berbentuk
pembelian asset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan,
pembukaan perkebunan dan lainnya.(Abdul halim, 2004:4).
Investment is the commitment of a number of funds or other funding sources are done at this time, with the aim of obtaining a number of advantages in the future(Michell Suhardi, 2005:116).
2. Stock Return ( Tingkat Pengembalian Saham)
Return atau tingkat keuntungan merupakan persentase dari kekayaan pemegang saham untuk sesuatu jangka waktu. Peningkatan
dalam rupiah adalah sama dengan deviden tunai yang diterima dalam satu
jangka waktu ditambah dengan perubahan dalam nilai saham yang
berlaku dalam jangka waktu tersebut. (Ahmad Rodoni dan Othman Yong,
2002;11).
Menurut Irham Fahmi (2009:151) return adalah keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan
investasi yang dilakukannya. Adapun menurut RJ.Shook dalam Irham
Fahmi return merupakan laba investasi, baik melalui bunga ataupun deviden. Kelaziman yang sering dijumpai adalah bahwa semakin besar
return yang diharapkan (expected), semakin besar pula peluang risiko yang terjadi. Semakin besar risiko suatu sekuritas, semakin besar return yang
diharapkan. Sebaliknya juga semakin kecil return yang diharapkan,
Return (tingkat keuntungan) adalah tingkat keuntungan yang
dinikmati oleh pemodal atas suatu investasi yang dilakukan. Return dapat
berupa realisasi yang sudah terjadi ataupun return yang belum terjadi,akan
tetapi diharapkan akan terjadi dimasa yang akan datang. Return realisasi
dapat digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja perusahaan
dan dapat juga digunakan sebagai dasar penentu return ekspektasi dan
resiko dimasa yang akan datang (Widaryanti,2006:38).
Telah dikemukaan pada bagian sebelumnya bahwasanya antara
tingkat pengembalian (return) investasi dalam instrument saham dan risiko yang terkandung didalamnya terdapat suatu pengaruh yang searah. Artinya
semakin besar tingkat pengembalian (return) yang diharapkan akan diterimanya oleh seorang investor melalui investasi dalam instrument
saham yang dilakukannya, maka akan semakin besar pula resiko yang
umum dihadapinya.
Menurut Agus Sartono (2001:169), jenis risiko yang umum
dihadapi investor dapat dibedakan menjadi:
1. Risiko yang sistematis
Risiko yang terjadi karena factor perubahan secara keseluruhan,
seperti misalnya karena perubahan tingkat suku bunga yang
mengakibatkan meningkatnya tingkat keuntungan yang diisyaratkan
atas sekuritas secara keseluruhan, inflasi, resesi ekonomi, perubahan
perubahan secara ekonomi secara menyeluruh, perubahan
pengharapan investor terhadap perkembangan ekonomi.
2. Risiko yang tidak sistematis atau risiko yang unik
Risiko yang terjadi karena karakteristik perusahaan atau institusi
keuangan yang mengeluarkan sekuritas, berbeda satu dengan lain
seperti misalnya dalam hal kemampuan manajemen, kebijakan
investasi, kondisi dan lingkungan kerja. Karena perbedaan atau
keunikan itu maka masing-masing sekuritas memiliki kepekaan yang
berbeda terhadap setiap perubahan pasar.
Menurut Zidny Rahmawati (2005:37) return saham adalah keuntungan dari hasil investasi baik itu berupa dividen tunai atau
berbentuk saham maupun capital gain.
Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagikan kepada
pemegang saham, tetapi ada bagian yang diinvestasikan kembali. Besarnya
deviden yang dibagikan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) perusahaan tersebut. Dari pengertian diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa tingkat pengembalian keuntungan yang berasal dari
investasi selama beberapa periode adalah perubahan harga pasar ditambah
dengan kas yang diterima karena hak kepemilikan, dibagi dengan harga
pasar awal investasi.
Tujuan suatu investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan.
Usaha untuk memaksimumkan keuntungan dapat mewujudkan dengan
perusahaan yang meningkat menunjukkan kinerja perusahaan yang tinggi.
Sedangkan untuk pemegang saham, peningkatan nilai/ kinerja perusahaan
tercermin dari tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh saham atau
disebut dengan stock return (Abdul Halim,2004:45).
B. Variabel-variabel yang mempengaruhi stock return saham 1. Frim Size
Firm Size (ukuran perusahaan) adalah ukuran besarnya perusahaan. Umur dan besaran perusahaan tergantung dari kemudahan aksesnya ke
pasar-pasar modal. Perusahaan besar yang sudah eksis akan memiliki
akses yang mudah menuju pasar modal, karena kemudahan tersebut
fleksibilitas dan kemampuannya untuk memperoleh dana yang lebih besar
dianggap lebih aman dari pada perusahaan yang masih baru sehingga
perusahaan mampu memiliki rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi
dari pada perusahaan kecil. Ukuran perusahaan diwakili oleh Log natural
dan Total Asset. (Alli et al.,1993, dalam Sutrisno, 2003:03).
Berdasarkan penelitian tersebut penelitian ini menggunakan total
aktiva sebagai indikator pengukuran besar atau kecilnya perusahaan,
Semakin besar suatu perustakaan berarti semakin banyak dana yang
digunakan untuk menjalankan operasi perusahaan, dengan demikian
perusahaan dapat menghasilkan laba yang besar pula.
Jumlah asset dapat dikatakan sebagai salah satu alat ukuran
mencerminkan kekayaan yang merupakan hasil penggunaan dalam
berbagai bentuk. Sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan
yang dinilai dari jumlah assets yang dimiliki perusahaan tersebut besar
atau kecil, maka hal ini dapat mempengaruhi laba yang akan diperoleh
perusahaan.
The firm size was calculated at the beginning of each month as the natural log of the total number of shares outstanding multiplied by the closing share price of the previous day s trading. It is important to note, however, that De Bondt and Thaler believe that firm size measured by assets gives a more permanent measure of size (Ed Vos and Byron Pepper, 1997: 35)
Menurut Lisa Linawati Utomo (1999) dalam Eka setiawati
(2009:49) Hubungan atau pengaruh ukuran perusahaan terhadap struktur
keuangan perusahaan berdasarkan kenyataan bahwa apabila perusahaan
semakin besar menanamkan modalnya pada berbagai jenis usaha, lebih
mudah memasuki pasar modal, memperoleh penilaian kredit yang tinggi
dan membayar bunga yang lebih rendah untuk dana yang dipinjamnya.
Jadi ada petunjuk bahwa ukuran perusahaan mempunyai hubungan dan
berpengaruh secara positif terhadap struktur financial perusahaan.
2. Book to Market
Fama dan French (1992) dalam Damodaran (2002:511-512) setelah
melakukan penelitian tentang tingkat pengembalialn yang diterima oleh
bahwa Excess return yang terjadi terus-menerus pada perusahaan dengan
rasio book to market yang tinggi dapat mengindikasikan adanya pasar yang tidak efisien ataurasio book to market dapat mewakili resiko ekuitas. Dengan kata lain, pasar akan memandang perusahaan denganrasio book to market yang tinggi, lebih beresiko dibandingkan perusahaan dengan rasio
book to market yang rendah. Dengan demikian tingkat pengembalian perusahaan dengan rasio book to market yang tinggi, lebih sesuai dengan resiko yang ada pada perusahaan tersebut. Rumus yang digunakan untuk
menghitungratio book to market adalah: (Damodaran, 2002:511-512).
Nilai Buku Ekuitas per lembar B/M=
Harga Saham per lembar
Book to Market ratio adalah rasio keuangan digunakan untuk membandingkan perusahaan nilai buku terhadap harga pasar saat ini. Nilai
buku adalah sebuah istilah akuntansi yang menunjukkan bagian dari
perusahaan yang dimiliki oleh para pemegang saham, dalam kata lain,
perusahaan total aset berwujud kurang total kewajiban. Perhitungan dapat
dilakukan dengan dua cara, tetapi hasilnya harus sama dengan cara
masing-masing. Pada cara pertama, perusahaan kapitalisasi pasar dapat
dibagi dengan total perusahaan nilai buku dari neraca. Cara kedua,
menggunakan nilai-nilai per saham, adalah untuk membagi perusahaan
saat ini harga saham dengan nilai buku per saham (nilai buku yaitu dibagi
dengan jumlah saham yang beredar). (http://wikipedia.com)
Book to market merupakan faktor resiko yang harus diperhatikan oleh para investor, karena ratio book to market yang tinggi dapat dijadikan sebagai indikator bahwa perusahaan tersebut masihundervalue. Apabila para investor tidak memperhatikan hal ini maka biasa menjadi
boomerang bagi dirinya sendiri, sebab dengan dinilainya perusahaan
sebagai perusahaan yang undervalue maka biasa dikatakan kondisi perusahaan tersebut kurang bagus sehingga kurang menguntungkan pula
bagi para investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut
3. Kurs Valas
Menurut Fabozzi dan Franco (1996) dalam Ana Ocktavia (2007:8)
an exchange rate is defined as the amount of one currency that can be exchange per unit of another currency, or the price of one currency in items of another currency .
Menurut Sadono Sukirno (Makro Ekonomi Modern, 2000: 197)
Kurs Valas Asing (Nilai Tukar) adalah suatu nilai yang menunjukkan mata uang dalam negeri yang diperlukan untuk mendapatkan satu unit mata
uang asing. Sedangkan menurut Suad Husnan (1998) menyatakan bahwa
kurs valuta asing di Indonesia biasanya dinyatakan sebagai berapa rupiah yang diperlukan oleh bank untuk membeli satu unit mata uang (kurs beli)
dan berapa rupiah yang akan diterima kalau menjual satu unit mata uang
asing (kurs jual).
Kurs inilah sebagai salah satu indikator yang mempengaruhi aktivitas
di pasar saham maupun pasar uang karena investor cenderung akan
berhati-hati untuk melakukan investasi. Menurunnya kurs Rupiah terhadap
mata uang asing khususnya Dolar AS memiliki pengaruh negatif terhadap
ekonomi dan pasar modal (Ana Ocktavia 2007:8).
Menurut kuncoro (2001) dalam Ana Ocktavia (2007:9), ada beberapa
system kurs mata uang yang berlaku di perekonomian internasional, yaitu:
1. Sistem kurs mengambang (Floating exchange rate), system kurs ini
ditentukan oleh mekanisme pasar dengan atau tanpa upaya stabilisasi
Di dalam system kurs mengambang dikenal dua macam kurs
mengambang, yaitu:
a. Mengambang bebas atau sistem ini sering disebut clean floating exchange rate (murni) dimana kurs mata uang ditentukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar tanpa ada campur tangan
pemerintah.
b. Mengambang terkendali (managed or dirty floating exchange rate)
dimana otoritas moneter berperan aktif dalam menstabilkan kurs
pada tingkat tertentu. Oleh karena itu, cadangan devisa biasanya
dibutuhkan karena otoritas moneter perlu membeli atau menjual
valas untuk mempengaruhi pergerakan kurs.
2. Sistem kurs tertambat (peged exchange rate). Dalam sistem ini, suatu Negara Mengkaitkan nilai mata uangnya dengan suatu mata uang
negara lain atau sekelompok mata uang, yang biasanya merupakan mata
uang negara partner dagang yang utama “Menambatkan“ ke suatu mata
uang berarti nilai mata uang tersebut bergerak mengikuti mata uang
yang menjadi tambatannya.
3. Sistem kurs tertambat merangkak (crawling pegs). Dalam sistem ini, suatu negara melakukan sedikit perubahan dalam nilai mata uangnya
secara periodic dengan tujuan untuk bergerak menuju nilai tertentu pada
rentang waktu tertentu. Keuntungan utama sistem ini adalah suatu
negara dapat mengatur penyesuaian kursnya dalam periode yang lebih
menghindari kejutan-kejutan terhadap perekonomian akibat revaluasi
atau devaluasi yang tiba-tiba dan tajam.
4. Sistem sekeranjang mata uang (basket of currencies). Banyak negara terutama negara sedang berkembang menetapkan nilai mata uangnya
berdasarkan sekeranjang mata uang. Keuntungan dari sistem ini adalah
menawarkan stabilitas mata uang suatu negara karena pergerakan mata
uang disebar dalam sekeranjang mata uang.
5. Sistem kurs tetap (fixed exchange rate). Dalam sistem ini, suatu Negara mengumumkan suatu kurs tertentu atas nama uangnya dan menjaga
kurs ini dengan menyetujui untuk menjual atau membeli valas dalam
jumlah tidak terbatas pada kurs tersebut. Kurs biasanya tetap atau
diperbolehkan berfluktuasi dalam batas yang sangat sempit.
Exchange rate adalah tingkat dimana Negara-negara melakukan pertukaran di pasar dunia ( Mankiw, 2005:492 ). Kurs adalah harga sebuah
mata uang dari suatu Negara yang diukur/ dinyatakan dalam satuan mata
uang lainnya. Kurs memainkan peranan yang amat penting dalam
keputusan-keputusan pembelanjaan, karena kurs memungkinkan bagi kita
untuk menerjemahkan harga-harga dari berbagai Negara kedalam satu
bahasa yang sama (Krugman,2000:40).
4. Volatilitas Volume Perdagangan Saham
Volume perdagangan saham merupakan bagian yang diterima
dalam analisis teknikal dipenilaian harga saham. Kegiatan perdagangan
tanda pasar akan membaik (bullish). Peningkatan volume perdagangan dibarengi dengan peningkatan harga merupakan gejala yang makin kuat
atau kondisi yang membaik (bullish)(Suad Husnan, 2002;354).
Volume perdagangan saham adalah jumlah lembar saham yang
diperdagangkan pada periode tertentu. Volume perdagangan saham adalah
jumlah lembar saham yang diperdagangkan secara harian (Magdalena,
2004:26). Sedangkan menurut Abdul Halim dan Nasuhi Hidayat (2000:78)
mendefinisikan bahwa volume perdagangan (Vt) sebagai lembar saham
yang diperdagangkan pada hari t. Volume perdagangan saham yang besar
mengindikasikan bahwa saham tersebut aktif diperdagangkan. Apabila
suatu saham aktif diperdagangkan maka dealer tidak akan lama
menyimpan saham tersebut sebelum diperdagangkan. (Magdalena,
2004:25).
Menurut Margaretha (2004) volume perdagangan saham adalah
beberapa kali transaksi jual beli terjadi pada saham yang bersangkutan
pada waktu tertentu. Dengan frekuensi transaksi dapat diketahui saham
tersebut diminati tidak oleh investor. Hal ini berkaitan dengan tingkat
return yang diharapkan dapat dilihat dari aktivitas perdagangan saham itu
ditransaksikan di lantai bursa. Semakin tinggi volume perdagangan suatu
saham, maka akan semakin tinggi kemungkinan return yang akan didapat.
Volume perdagangan saham itu sendiri dapat dipengaruhi oleh harga
semakin tinggi kemungkinan volume perdagangan saham itu akan
meningkat (Rahman Kurniawan, 2009:26).
Menurut Gunawan (2004), aktivitas volume perdagangan (Trading
Volume Activity) merupakan instrument yang dapat digunakan untuk
melihat reaksi pasar modal terhadap suatu informasi melalui parameter
pergerakan volume perdagangan saham. Perubahan volume perdagangan
saham di pasar modal menunjukkan aktivitas perdagangan saham dibursa
dan mencerminkan keputusan investasi investor.
Volatilitas adalah kecepatan naik turunnya volume perdagangan.
Volatilitas meliputi instrumen investasi, baik saham, emas, obligasi atau
instrumen-instrumen lainnya. Semakin tinggi volatilitasnya, maka
’kepastian’ volume perdagangan suatu saham semakin rendah. Biasanya
yang digunakan untuk mengukur volatilitas adalah standar deviasi.
C. Penelitian terdahulu
Neni Astuti (2005:17) dalam penelitiannya yang berjudul Analisa
pengaruh perubahan suku bunga, perubahan inflasi, perubahan kurs valas dan
volume perdagangan saham terhadap perubahan stock return di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen
mempunyai hubungan yang negatif dengan variabel dependen, namun
hubungan tersebut tidak signifikan. Implikasi dari penelitian ini adalah
investor perlu menganalisa perubahan suku bunga, perubahan inflasi,
mengevaluasi saham di Bursa Efek Indonesia, karena mengandung risiko
yang hampir setengah dari risiko yang diharapkan.
Melissa Herman dan Kim Sung Suk (2007:193) dalam penelitian
berjudul pengaruhbeta, size dan book to market equity ratio terhadap return
di Bursa Efek Jakarta Tahun 2003-2005. Hasil penelitiannya bertujuan untuk
meneliti apakah beta merupakan factor resiko satu-satunya atau berlaku Fama
and French model berlaku di Indonesia sebagai salah satu emerging maket. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa beta tidak berpengaruh positif
terhadap return, sedangkan book to market ratio dan size perusahaan berpengaruh negatif.
Penelitian Tarun Chordial, Avanidhar Subrahmanyam dan V. Ravi
Anshuman (2000), Analyzing the relationship between equity returns and volatility is expected and the level of trading activity, a proxy for liquidity. As a result the document contrary to initial hypothesis, namely, negative and surprisingly strong cross-sectional relationship between stock returns and the variability of dollar trading volume and share turnover, after controlling for size (firms), book to market ratio, momentum, and the level of dollar volume or share turnover . Statistically and economically significant. The analysis shows the importance of variables associated with trading activities in cross-section of stock returns with the Expected.
Bram Hadianto dan Roni Setiawan (2007:81) hasil penelitain ini
menunjukkan volume perdagangan berpengaruh positif secara signifikan
laba (PER) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap harga
saham. Secara simultan ketuganya berpengaruh secara signifikan terhadap
harga saham.
Penelitian lain dilakukan oleh Bandi dan Hartono(2000:205), Perubahan
harga merefleksikan perubahan kepercayaan rata-rata pasar secara agregat,
sebaliknya volume perdagangan harga saham merupakan jumlah tindakan
atau perdagangan investor individual. Reaksi harga atas informasi publik
merefleksikan revisi kepercayaan dalam pasar agregat yang merupakan akibat
dari adanya informasi tersebut.
Penelitian yang dilakukan oleh R. Hidayat, dkk (2003) tentang
penggunaan Multi Indeks Model dalam Estimasi Tingkat Pengembalian
Investasi Saham Di Indonesia tahun 1997-2000 dengan menggunakan analisis
regresi berganda hasilnya menunjukkan adanya pengaruh bersama secara
signifikan yaitu variabel tingkat pengembalian pasar, tingkat inflasi, suku
bunga SBI, dan variabel kurs US dollar, dan harga emas terhadap
pengembalian saham.
Ajayi dan Mougoue (1996) menggunakan variabel makroekonomi nilai
tukar dan harga saham. Mereka meneliti hubungan dinamis antara harga
saham dan nilai tukar pada “Delapan Besar” pasar saham, yaitu Kanada,
Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat
dengan menggunakan bivariate error correction model. Hasil penelitian
mereka menunjukkan hubungan yang signifikan antara nilai tukar dan harga
Sudjono (2002) serta Sitinjak dan Kurniasari (2003) bahwa nilai tukar rupiah
(kurs) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap IHSG. Selanjutnya
Gupta (2000) yang mengadakan penelitian di Indonesia dengan menggunakan
data periode 1993-1997 menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan kualitas
antara tingkat bunga, nilai tukar, dan harga saham. hasil ini bertolak belakang
dengan Sitinjak dan Kurniasari (2003) yang menemukan bahwa nilai tukar
dan tingkat bunga SBI berpengaruh terhadap IHSG. Namun Saadah dan
Panjaitan (2006) kembali menunjukkan bahwa tidak ada interaksi dinamis
yang signifikan antara harga saham dan nilai tukar.
Beberapa peneliti telah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
return saham. Solnik (1984), Solnik (1983), Gultekin (1983), melakukan
penelitian mengenai hubungan inflasi, tingkat suku bunga, exchange rate, dan
harga saham. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa korelasi perubahan
tingkat harga dan stock return adalah besar dan signifikan untuk setiap
Negara. Akhmad Sakhowi (2004), melakukan penelitian mengenai analisis
pengaruh perubahan nilai tukar rupiah, inflasi dan tingkat bunga terhadap
kinerja saham di BEJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa factor moneter ( exchange rate, inflasi dan tingkat bunga) dapat menjelaskan perubahan return saham yang dicerminkan dalam IHSG secara signifikan. Untuk factor
perubahan nilai tukar dan perubahan M2 sebagai indikator inflasi
menunjukkan pengaruh yang signifikan sedangkan perubahan tingkat suku
bunga berpengaruh tidak signifikan. Jorion(1990) menguji return saham
dari tahun 1971 sampai tahun 1987, yang menemukan bahwa antara return
saham dan nilai dolar berhubungan secara positif terhadap persentase
kegiatan asing. Jack Basamuli (2003), melakukan penelitian mengenai
pengaruh suku bunga SBI, kurs dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah, dan
inflasi terhadap harga saham di BEJ pada masa krisis ekonomi (studi kasus
PT. Indosat, Tbk). Hasil penelitian mengenai hubungan ini menunjukkan
bahwa secara simultan variabel independent tersebut berpengaruh signifikan
terhadap harga saham indosat, Tbk.
D. Hipotesis
Berdasarkan kajian pustaka dan beberapa penjelasan diatas , hipotesis
penelitian sebagai berikut:
1. Ho: µi =0, Tidak ada hubungan linier antarabook to market, firm size, kurs valas, dan volatilitas volume perdagangan terhadap stock return secara simultan.
Ha:µ i 0, Ada hubungan linier antara book to market, firm size, kurs valas, dan volatilitas volume perdagangan terhadap stock return secara simultan.
Adapun hipotesa secara parsial adalah sebagai berikut :
1. H0 : Tidak terdapat hubungan linier (searah) antara variablebook to
market terhadap variabel stock return.
2. H0 : Tidak terdapat hubungan linier (searah) antara variablefirm size terhadap variabelstock return.
Ha2 : Ada hubungan linier (searah) antara variablefirm sizeterhadap variabelstock return.
3. H0 : Tidak terdapat hubungan linier (searah) antara variabel kurs valas
terhadapstock return.
Ha3 : Ada hubungan linier (searah) antara variabel kurs valas terhadap
stock return.
4. H0 : Tidak terdapat hubungan linier (searah) antara variabel volatilitas
volume perdagangan saham terhadapstock return.
Ha4 : Ada hubungan linier (searah) antara variabel volatilitas volume
Perdagangan saham terhadapstock return.
E. Kerangka Pemikiran
Berdasarkan teori-teori, kaitan antar variabel penelitian dan data yang
berhasil dihimpun, kerangka penelitian adalah sebagai berikut:
Langkah awal dalam penelitian adalah menentukan jumlah sampel yang
akan dimasukkan dalam penelitian yaitu perusahaan yang go public selama
berdistribusi normal atau tidak. Uji Autokorelasi untuk menguji apakah dalam
model regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t
dengan t-1. Pengujian hipotesis menggunakan uji koefisien determinasi,
digunakan untuk melihat seberapa besar kemampuan variabel independent
menjelaskan variabel dependent. Uji signifikan simultan (uji f) untuk melihat
kemaknaan dari hasil model regresi, sedangkan uji signifikan secara parsial
(uji t) untuk menganalisis pengaruh variabel independent terhadap variabel
dependent. Setelah serangkaian diuji, tahap akhir adalah melakukan
interprestasi terhadap hasil uji yang telah diperoleh guna melengkapi
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Perusahaan Otomotif
Variabel dependen
Stock Return
Variable Independen • Book to Market • Frim Size • Kurs Valas
• Voliatilitas Volume Perdagangan Saham
Ordinary Least Square
Normalitas
Autokorelasi
Uji F secara Simultan
Uji T secara Parsial Koefisien
Determinasi
Persamaan Regresi EVIEWS Bursa Efek Indonesia
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian
Populasi dalam penelitian adalah perusahaan yang melakukan go public
yang terdaftar diBursa Efek Indonesia dari tahun 2004 sampai dengan tahun
2008. Dengan mengacu pada tujuan penelitian maka variable yang diteliti
adalahstock return dan variable-variabel yang mempengaruhi adalahBook to Market, Firm Size,Kurs Valas dan Volatilitas Volume Perdagangan saham.
B. Metode Penentuan Sampel
Pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan Ordinary Least Square (analisis kuadrat terkecil) dengan menggunakan software Eviews 5.0 dimana populasi yang memenuhi kriteria sample tertentu sesuai dengan yang
dikehendaki oleh peneliti. Kriteria perusahaan yang akan dijadikan sampel
dalam penelitian ini adalah:
1. Perusahaan yang telah go public pada periode 2004-2008.
2. Data yang digunakan adalah data sekunder yang mencakup stock return,
Book to Market, Firm Size, Kurs Valas dan Volatilitas Volume Perdagangan Saham.
3. Memiliki Laporan Keuangan yang lengkap dan sejarah yang dapat
C. Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan suatu alat yang digunakan untuk
mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian. Dalam penelitian ini
metode pengumpulan data yang digunakan berasal dari;
1. Data
Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari Bursa Efek
Indonesia (BEI) dan media yang dipublikasikan oleh Bursa Efek
Indonesia (JSX Monthly Statistic, Fact Book) dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian ini.
2. Studi Kepustakaan (Library Research)
Untuk dapat memperoleh landasan dan konsep yang kuat agar dapat
memecahkan permasalahan yang ada, maka peneliti mengadakan
penelitian kepustakaan dengan membaca literatur-literatur berupa text
book, surat kabar, majalah, dll yang berhubungan dengan tema skripsi.
3. Pencarian Melalui Internet (Internet Research)
Terkadang buku referensi atau literatur yang kita miliki atau pinjam
diperpustakaan tertinggal selama beberapa waktu atau tidak up to date, karena ilmu yang selalu berkembang, penulis melakukan penelitian
dengan teknologi yang berkembang, yaitu dengan internet sehingga data
yang diperoleh up to date seperti www.idx.go.id, www.bi.go.id,
D. Metode Analisis
Apabila seluruh data yang digunakan dalam penelitian ini telah lengkap
maka data-data tersebut diolah dan dianalisis sesuai dengan permasalahan
yang akan diteliti oleh penulis. Analisis yang digunakan adalah Analisis
Regresi Berganda dan Analisis Statistik Deskriptif diolah dengan bantuan
Eviews versi 5.0.
1. Analisis Regresi Linier Berganda
Untuk mengetahui variabel independent terhadap variable dependen, maka
Analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda dan diolah dengan
bantuan Eviews Versi 5.0 dengan persamaan sebagai berberikut:
Formula yang digunakan adalah sbb:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4+ i
Dimana:
Y = Stock Return suatu perusahaan dari bulan sebelumnya (t-1) ke bulan berikutnya(t).
X1= Book to Market, adalah rasio keuangan digunakan untuk membandingkan perusahaan nilai buku terhadap harga pasar saat ini.
X2= Firm Size, Ditentukan melalui Log natural dari Total Asset (Ln TA) tiap tahunnya. Firm Size adalah ukuran besarnya perusahaan. Perusahaan yang besar mudah memperoleh dana yang lebih besar
sehingga perusahaan mampu memiliki rasio pembayaran dividend
yang lebih tinggi dari pada perusahaan kecil.
X3= Nilai Tukar dollar yang berlaku pada akhir bulan dari bulan
sebelumnya (t-1) ke bulan berikutnya (t).
X4= Volatilitas Volume perdagangan saham adalah kecepatan naik
turunnya return. Semakin tinggi volatilitasnya, maka ’kepastian’
return suatu saham semakin rendah. Biasanya yang digunakan untuk
mengukur volatilitas adalah standar deviasi volume perdagangan.
B = Koefesien regresi dari variabel independen
= Faktor Pengganggu
2. Uji F (Simultan)
Uji ini digunakan untuk menilai kemaknaan atau keartian dari hasil model
regresi tersebut. Jika F hitung >F table atau tingkat signifikannya 5% (0.05),
maka hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara
variable independent terhadap variable dependen secara simultan.
3. Uji T (Parsial)
Uji ini digunakan untuk melihat pengaruh antara variable independent
terhadap variable dependen secara parsial. Jika t hitung> t table atau tingkat
signifikannya 5%(0.05), maka hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh
4. Koefisien determinasi (Adjusted R Square)
Uji koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa besar variable
independent menjelaskan variable yang dilihat melalui Adjusted R Square
karena variable independennya lebih dari dua.
5. Uji asumsi klasik
Suatu model regresi yang menghasilkan estimator tidak biasa, harus
memenuhi asumsi klasik diantaranya: tidak terjadi multikolonieritas, tidak ada
autokorelasi, tidak ada heteroskedastisitas, dan normalitas. Untuk
mengidentifikasikan pemenuhan asumsi klasik , maka penelitian ini akan
melakukan uji normalitas data, uji autokorelasi secara multivariate. Berikut ini
pengujian asumsi klasik:
a. Uji Normalitas
Menurut Wing Wahyu Winarno (2009:5.37), uji normalitas bertujuan
untuk menguji apakah dalam model regresi variable dependen (terkait) dan
variable independent (bebas) keduanya mempunyai kontribusi normal atau
tidak.
b. Uji Autokorelasi
Menurut Wing Wahyu Winarno (2009:5.26) Autokorelasi adalah
hubungan antara residual satu observasi dengan residual observasi lainnya.
Autokorelasi dapat didefinisikan sebagai korelasi antara serangkaian
variabel dependen pada tahun amatan dipengaruhi oleh variabel dependen
sebelum tahun amatan. Model regresi yang baik adalah model yang bebas dari
autokerelasi. Untuk mengetahui apakah dalam model persamaan regresi
terdapat autokorelasi, maka dilakukan uji Durbin-Watson (uji D-W) dengan
ketentuan (Jogiyanto, 2003) :
• Jika angka D-W di antara 1.54 – 2.46, berarti model persamaan regresi
bebas dari autokorelasi.
E. Operasional variabel penelitian
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat keuntungan saham
yang ditentukan berdasarkan rasio perubahan harga saham individual dengan
jangka waktu bulanan. Tingkat keuntungan adalah selisih antara harga saham
pada saat t dan harga saham pada waktu t-1 dibagi dengan harga saham pada
waktu t-1.
Rumus return saham :
Ri = Pt – (Pt-1)
Pt-1
Keterangan: Ri = Return Saham
Pt = Harga Saham Pada Periode Tertentu
Pt-1 = Harga Saham Pada Periode Sebelum
1. Book to Market (X1)
adalah rasio keuangan digunakan untuk membandingkan perusahaan nilai
buku terhadap harga pasar saat ini.
2. Firm Size (X2)
Firm Size adalah ukuran besarnya perusahaan. Perusahaan yang besar mudah memperoleh dana yang lebih besar karena dianggap lebih aman
dari pada perusahaan yang masih baru sehingga perusahaan mampu
memiliki rasio pembayaran dividend yang lebih tinggi dari pada
perusahaan kecil.
3. Kurs Valas (X3)
Salvatore (1997:49), nilai tukar kurs (Exchange Rate) didefinisikan sebagai harga mata uang luar negeri dalam satuan mata uang dari suatu
Negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lain. Kurs
merupakan harga suatu mata uang terhadap mata uang yang lain. Data kurs
yang dipakai adalah data persentase pertumbuhan kurs rupiah terhadap
Dolar Amerika Serikat. Nilai tukar adalah selisih antar nilai tukar pada
periode t dan nilai tukar pada periode sebelum t dibagi dengan nilai tukar
pada periode sebelum t.
4. Volatilitas Volume Perdagangan Saham (X4)
Volatilitas adalah kecepatan naik turunnya return. Semakin tinggi
volatilitasnya, maka ’kepastian’ return suatu saham semakin rendah.
Biasanya yang digunakan untuk mengukur volatilitas adalah standar
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel perusahaan-perusahaan
Automotif yang terdaftar dalam bursa efek Indonesia. Adapun profile
perusahaan-perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :
1. PT.Andhi Chandra Tbk
ADR Group adalah kelompok perusahaan memfokuskan kegiatannya
dalam pembuatan dan distribusi komponen otomotif. Didirikan pada tahun
1973 dengan pembentukan itu pertama perusahaan CV Auto Diesel
radiator Co, di mana nama berasal dari ADR.
a. Saat ini ADR Group memiliki empat divisi usaha:
Otomotif (Industri Komponen Otomotif dan Distributor Truck)
b. Agro (Kelapa Sawit dan Hutan Tanaman)
c. Properti (Langsung atau bersama-sama dikembangkan dan dikelola
proyek properti di Jakarta dan Batam misalnya Office Tower,
Kondominium, Shopping Mall dan Industrial Estate)
d. Investasi
Adapun visi dari ADR adalah Untuk menjadi perusahaan kelas dunia
di industri komponen otomotif. Sedangkan Misi ADR Group adalah :
a. Perbaikan terus-menerus dalam memenuhi semua persyaratan dengan
b. Tumbuh Bersama Dengan Pemangku Kepentingan
c. Berjuang Untuk Terbaik
d. Menghargai Setiap Lainnya Sebagai Anggota Of Tim
e. Responsif Terhadap Perubahan
2. PT. Selamat Sempurna Tbk
PT Selamat Sempurna Tbk. adalah unggulan ADR Group (Otomotif
Divisi) dan saat ini salah satu filter radiator terbesar dan produsen di
daerah. Perusahaan memproduksi filter, radiator, kondensor, rem & pipa
bahan bakar, tangki bahan bakar, knalpot sistem dan bagian tekan. PT
Selamat Sempurna Tbk. menjadi perusahaan publik pada tahun 1996, dan
sekarang listing di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2006 Perseroan
melakukan penggabungan usaha dengan PT Andhi Chandra Automotive
Products Tbk, anak perusahaan dari Perusahaan. Saat ini, PT Selamat
Sempurna Tbk memiliki 70% saham di PT Panata Jaya Mandiri, dan
Perusahaan juga memiliki 40% saham di PT International Steel Indonesia,
perusahaan patungan dengan Daewoo International Corporation.
3. PT. Astra internasional. Tbk
Untuk kali ketiga berturut-turut, PT Astra International Tbk telah diberikan
pengakuan dari AsiaMoney Majalah dalam hal Tata Kelola Perusahaan
melalui Corporate Governance Poll 2008. Astra memenangkan beberapa
kategori, yaitu Terbaik untuk Keterbukaan dan Transparansi di Indonesia;
Indonesia, dan keseluruhan Perusahaan Terbaik di Indonesia untuk Tata
Kelola Perusahaan.
4. Astra otoparts Tbk
Pada tahun 1976 Didirikan sebagai PT Alfa Delta Motor dengan bisnis di
perdagangan industri otomotif, perakitan mesin, dan konstruksi.. PT Alfa
Delta Motor dimiliki oleh William Soeryadjaja dan PT Djaya Pirusa.
Tahun 1977 PT Alfa Delta Motor berubah nama menjadi PT Pasifik Barat.
Tahun 1981 PT Pasifik Barat berubah nama menjadi PT Menara Alam
Tehnik dan mengubah pemilik untuk PT Summa Surya, PT Windu Tri
Nusantara dan PT Multivest. Pada tahun 1983 PT Astra International Inc
mengambil alih saham PT Summa Surya di Di PT Menara Alam Tehnik.
Tahun 1993 PT Astra International Inc mengambil alih seluruh saham, dan
mengubah nama PT Menara Alam Tehnik, menjadi PT Menara Alam
Pradipta. Tahun 1996 Awal tahun, PT Menara Alam Pradipta berubah
nama menjadi PT Astra Pradipta Internusa.. Pada bulan Juli 1996,
digabung dengan beberapa kelompok Astra's perusahaan dan berubah
nama menjadi PT Federal Adiwira Serasi.. bisnis PT Federal Adiwira
Serasi adalah di bidang manufaktur dan perdagangan logam dan plastik..
Pada Desember 1996, PT Federal Adiwira Serasi berubah nama menjadi
PT Astra Dian Lestari, yang 97% dimiliki oleh PT Astra International Tbk.
Tahun 1997 PT Astra Dian Lestari berubah nama menjadi PT Astra
Otoparts. Tahun 1998 PT Astra Otoparts yang terdaftar di Bursa Efek
Adapun visi dari perusahaan ini adalah Menjadi supplier komponen
otomotif kelas dunia, sebagai mitra usaha pilihan utama di Indonesia.
Menjadi pemasok komponen otomotif sebagai Kelas Dunia, mitra usaha
pilihan utama Di Indonesia.
Adapun misi dari perusahaan ini adalah :
a. Mengembangkan Industri komponen otomotif yang handal dan
kompetitif, serta menjadi mitra strategis bagi para pemain industri
otomotif di Indonesia dan Regional. Mengembangkan Industri
komponen otomotif kompetitif Dan Yang Handal, Permasalahan
menjadi mitra strategis bagi para pemain industri otomotif Di
Indonesia Dan Daerah.
b. Menjadi warga usaha yang bertanggungjawab dan memberikan
kontribusi positif kepada stakeholders. Warga Yang Menjadi usaha
bertanggungjawab memberikan kontribusi positif Dan kepada
stakeholder.
5. Branta Mulia Tbk
Perusahaan manufaktur pembuat nylon, benang untuk ban, PT Branta
Mulia Tbk berganti nama perusahaan menjadi PT Indo Kordsa Tbk.
Perusahaan sudah mendapat persetujuan pemegang saham 28 Juni 2007
serta pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia 29 Agustus
2008. Demikian disampaikan oleh Corporate Secretary perseroan, Vonny
(17/9/2007). Perubahan nama ini seiring dengan masuknya investor baru
asal Turki, Kordsa Global Endustriyel Iplik VE Kord Bezi Sanayi VE
Ticaret A.S. Kordsa adalah satu perusahaan nylon polyester terbesar di dunia, yang kini menguasai 57,40 persen saham PT Branta Mulia Tbk
(BRAM). Penawaran tender dilakukan sehubungan dengan
pengambilalihan perusahaan sasaran dari pemegang saham Branta Mulia
yang telah dilakukan Kordsa seharga Rp 1.900 per saham. Pemegang
saham perseroan lainnya adalah Robby Sumampow yang memiliki 23,92
persen, dan PT Risjadson Suryatama sebesar 5,61 persen.
6. Goodyear Indonesia Tbk
Sejak awal kendaraan mulai massal, Goodyear telah bekerjasama dengan
berbagai perusahaan mobil terkemuka di seluruh dunia untuk menyuplai
ban Original Equipment. Sampai saat ini hubungan kerjasama itu terus
terjalin dengan pabrik-pabrik mobil terkemuka di seluruh dunia seperti;
Toyota, Honda, Nissan, Suzuki, Volkswagen, Audi, Mercedes Benz,
BMW, Citroen, Ford, dan General Motor. Para profesional Goodyear di
seluruh dunia secara terus-menerus mengembangkan berbagai teknologi
yang unik dan telah mematenkan ban-ban tercanggih keluaran Goodyear.
berkualitas tinggi. Kantor pusat dan pabrik berlokasi di Bogor, Jawa Barat,
di atas area tanah seluas 172.000 meter persegi.
PT. Goodyear Indonesia Tbk mendapatkan dukungan penuh dari pusat
penelitian dan pengembangan produk yang terletak di Jepang, Eropa, dan
Amerika Serikat. Dukungan inilah yang tetap menjadikan PT Goodyear
Indonesia Tbk selalu terdepan dalam menghasilkan produk ban berkualitas
tinggi serta pelayanan yang baik bagi pelanggan. Pada bulan Februari
1994, PT Goodyear Indonesia Tbk menjadi perusahaan ban pertama di
Indonesia yang mendapatkan sertifikat ISO 9002. Beberapa tahun
kemudian mendapat sertifikat ISO 14001. Dilanjutkan pada Februari 2006,
PT Goodyear Indonesia memperoleh sertifikat ISO/TS 16949:2002.
Dalam usahanya, PT Goodyear Indonesia Tbk telah meraih berbagai
pengakuan dan prestasi yang membanggakan. Di tahun 1999, PT
Goodyear Indonesia Tbk mendapatkan sertifikat SNI dan di tahun 2002
mendapatkan Philippine Standard, dan Sertifikat CCC di tahun 2003.
Sementara meninjau kembali dalam tiga tahun terakhir, PT Goodyear
Indonesia juga telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya
Penghargaan Original Equipment - 25 Tahun sebagai Toyota Supplier;
Penghargaan Kalpataru sebagai Perusahaan Terbaik dalam Kategori
Pembina Lingkungan; Superbrand Award sebagai satu-satunya perusahaan
ban yang mendapatkan penghargaan tersebut di Indonesia dengan melalui
proses seleksi yang sangat ketat oleh perwakilan Superbrand di Indonesia.
Toyota, yaitu untuk Target Kualitas dan Pengiriman dan Zero Defect
Achievement.
7. Indomobil Tbk
Visi perusahaan ini adalah Menjadi perusahaan otomotif terhandal dan
terpercaya di dalam negeri. Adapun misi perusahaan ini adalah :
a. Mengembangkan seluruh sumber daya yang dimiliki secara
berkesinambungan untuk meningkatkan profesionalisme bagi
kepuasan pelanggan.
b. Memberikan konstribusi dan berupaya sepenuhnya bagi
pengembangan usaha Indomobil.
c. Memberikan komitmen dan nilai terbaik bagi seluruh pihak yang
berkepentingan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.
PT. INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk (Perseroan)
merupakan suatu kelompok usaha terpadu dengan menerapkan konsep
layanan satu atap yang memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak
di bidang otomotif yang terkemuka di Indonesia. Perseroan didirikan pada
tahun 1976 dengan nama PT. Indomobil Investment Corporation dan pada
tahun 1997 dilakukan penggabungan usaha (merger) dengan PT. Indomulti
Inti Industri Tbk. Sejak saat itulah status Perseroan berubah menjadi
perusahaan terbuka dengan nama PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk,
dengan kantor pusatnya di Wisma Indomobil I, lantai 6, Jl. MT. Haryono
Bidang Usaha utama Perseroan dan anak perusahaan meliputi: pemegang
lisensi merek, distributor penjualan kendaraan, layanan purna jual,
perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif, dan
distributor spare part. Selain itu, untuk membantu konsumen dalam
memenuhi kebutuhan kendaraannya, Perseroan dan anak perusahaan juga
menawarkan layanan jasa pembiayaan kendaraan bermotor, distribusi
minyak pelumas serta kelompok usaha pendukung lainnya.
8. Indospring Tbk
PT. INDOSPRING Tbk. merupakan perusahaan publik Indonesia yang
mengkhususkan diri dalam pembuatan, pengembangan dan desain daun
dan coil spring untuk Original Equipment Manufacturer (OEM) di
transportasi, Setelah Pasar (AM) dan sektor industri Peralatan. PT.
INDOSPRING Tbk. yang telah diakui sebagai pemimpin pasar di
Indonesia dan AM OEM untuk daun dan per pegas tidak puas dengan
keberhasilan-nya. Dengan tren globalisasi industri terhadap pasar, kami
telah berkomitmen diri untuk mengembangkan kemampuan kita di
panggung kata.
Manajemen PT. INDOSPRING Tbk. sangat prihatin dengan visi
perusahaan motto "Hasrat Untuk Kualitas dan Komitmen Terhadap
Pelanggan", yang berarti bahwa misi perusahaan secara konsisten
Penyediaan Produk Dengan Kualitas, yang dibutuhkan oleh pelanggan
Kepuasan pelanggan fokus pelaksanaan program kami, Direksi dan Tim
Manajemen Senior PT. INDOSPRING Tbk. berkomitmen penuh bagi
keberhasilan pelaksanaan, pemeliharaan dan perbaikan terus-menerus dari
sistem mutu yang merupakan jendela ke pelanggan, di bawah kendali
langsung Direktur Produksi.
Tanggung jawab dan wewenang dalam kualitas manufaktur didelegasikan
kepada Direktur Produksi, namun saya menganggapnya serius pada diri
bahwa semua kewajiban produk masih minat saya & perhatian. Untuk
memperkuat struktur-struktur, memastikan kepuasan pelanggan dan
harmonisasi persyaratan sistem mutu, QS 9000 / ISO 9002 sistem mutu
harus diterapkan.
9. Nippers Tbk.
Nipress didirikan pada November 1970. Kami memproduksi dari kalangan
luas produk baterai mobil, sepeda motor baterai, baterai golf cart, dan
baterai motif kekuasaan. Dan sampai hari ini kita adalah satu-satunya
perusahaan publik untuk baterai asam produsen utama di Indonesia sejak
tahun 1991 pada perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta. Adapun Visi
perusahaan ini adalah Untuk menjadi pemain global dalam solusi energi
yang tersimpan.
Adapun misi dari perusahaan ini adalah: Untuk memberikan kontribusi
terhadap lingkungan yang lebih hijau, Untuk menyediakan solusi energi
yang dapat diandalkan dan terjangkau dan Untuk menyediakan lingkungan