• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Hukum Terhadap Dissenting Opinion Hakim dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Hukum Terhadap Dissenting Opinion Hakim dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi..."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS HUKUM TERHADAP DISSENTING OPINION

HAKIM DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI

(STUDI KASUS ATAS NAMA TERDAKWA Ir. AKBAR TANJUNG )

T E S I S

Oleh

BERLIN NAINGGOLAN

027005006 / Hk

SEKOLAH PASCASARJANA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

Analisis Hukum Terhadap Dissenting Opinion Hakim dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi (Studi Kasus Atas Nama Terdakwa Ir. Akbar Tandjung)

Tesis

Praktik korupsi di Indonesia sudah menjamur. Meluasnya praktek korupsi dalam berbagai sendi pemerintahan telah mengganggu roda pemerintahan dan melahirkan kerugian yang sangat besar terhadap keuangan dan perekonomian negara. Salah satu kasus tindak pidana korupsi yang terkenal adalah kasus mantan Mensesneg Akbar Tanjung yang didakwakan telah menggelapkan uang Negara sebesar Rp. 40.000.000.000.000,- (empat puluh milyar rupiah) atau yang dikenal dengan Kasus Bulog (Bulog Gate II). Namun pada tingkat Kasasi, Mahkamah Agung membebaskan In Akbar Tandjung dengan pertimbangan antara lain bahwa Presiden Habibie berdasarkan kewenangan diskresioner dan dalam keadaan darurat memerintahkan In Akbar Tandjung sebagai Mensesneg untuk melakukan koordinasi pelaksanaan pengadan sembako ke rakyat miskin. Namun dalam putusan tersebut ada pendapat hukum yang berbeda oleh salah satu majelis kasasi yang disebut dissenting opinion, yakni Abdul Rachman Saleh, yang sebaliknya, menolak kasasi Tandjung dan membenarkan putusan pengadilan sebelumnya. Untuk itu perlu adanya suatu kajian dalam hal apakah pengembalian uang Bulog oleh Akbar Tanjung kepada Negara dapat menghapuskan pidana, pertimbangan hukum Majelis Hakim Mahkamah Agung sehingga membebaskan Akbar Tanjung, serta analisis atas dissenting opinion terhadap kasus Akbar Tanjung.

Untuk mengkaji permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian yang bersifat yuridis normatif dengan cara melihat dari segi peraturan perundang-undangan yang berlaku, dokumen-dokumen dan berbagai teori. Sumber data diperoleh melalui bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan (library research). Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif.

Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa Pengembalian uang Bulog oleh Ir. Akbar Tanjung kepada Negara tidak dapat menghapuskan pidana, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 3 Tahun 1971 tentang Tindak Pidana Korupsi. Pertimbangan hukum Majelis Hakim Mahkamah Agung sehingga membebaskan Akbar Tanjung adalah melaksanakan instruksi tidak tertulis dari Presiden, tidak ada aturan yang tegas yang menentukan apakah penggunaan dana non budgeter harus dilakukan berdasarkan KEPPRES Nomor 16 Tahun 1999 atau KEPPRES Nomor 18 Tahun 2000, melaksanakan kewenangan diskresioner, dan Ir.

* Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Ilmu Hukum USU Medan ** Dosen Sekolah Pascasarjana Ilmu Hukum USU Medan

Berlin Nainggolan : Analisis Hukum Terhadap Dissenting Opinion Hakim dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi…, 2006

(3)

Akbar Tandjung telah menunjuk Ir. Machdar untuk memonitor pelaksanaan pengadaan dan penyaluran sembako dan melaporkan kepadanya. Analisis atas Dissenting Opinion terhadap kasus Ir. Akbar Tanjung ini bahwa Noodtoestand sebagai suatu dasar penghapus pemidanaan sebenarnya tidak harus serta merta dapat diterima begitu saja oleh hakim karena noodtoestand sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 48 KUH Pidana tidak termasuk dalam keadaan di kasus ini, Ir Akbar Tandjung juga telah terbukti memperkaya terdakwa II dan III, Ir Akbar Tandjung juga telah menyalahgunakan kewenangannya dengan hanya pemaparan seadanya, begitu saja menyerahkan proyek berpuluh miliar kepada Terdakwa II dan III dan adanya unsur kesengajaan karena ia menghendaki dan mengetahui (met willens en wetens) bahwa perbuatan itu dilarang, tapi tetap dilakukannya. Pendapat hakim yang tidak menggunakan ketentuan Pasal 55 KUHPidana dalam kasus ini adalah tidak tepat karena dalam memori penjelasan Pasal 55 KUH Pidana, dikatakan bahwa yang harus dipandang sebagai dader bukan saja mereka yang telah menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana, melainkan juga mereka yang telah menyuruh melakukan dan mereka yang telah turut melakukan suatu tindak pidana. Dengan demikian Akbar Tadjung adalah dader and Dadang Sukandar dan Winfried Simatupang adalah medeplegen.

(4)

Legal Analysis of Judge's Dissenting Opinion in The Case of The Criminal Act

of Corrupotion (A Case Study of Akbar Tandjung)

Thesis

Corruption has widely spread in Indonesia. The practice of corruption in the every element pf the government has disturbed the smoothness of administration and has inflicted a great loss to the state finance and economy. On of the well-known criminal acts of corruption is the case of the former Minister of State Secretary, Akbar Tandjung, who was accused of embezzling Rp. 40,000,000,000.00 (forty billions rupiahs) belongs to the government known as Bulog Gate II. Yet, the jurisdiction of the highest court, the Supreme Court freed Akbar Tandjung under the consideration that President Habibie based on his capacity as a Minister of State Secretary to coordinate the implementation of the provision of nine kinds of staple supplies for the poor people of Indonesia. But, Abdul Rachman Saleh, on of the members of the jurisdiction of the highest court, had a different opinion known as dissenting opinion, therefore, he refused decision to free Akbar Tandjung made by the Supreme Court and approved the previous decision of court. Based on this, it is necessary to carry on a study on whether or not the action of Akbar Tandjung returning the mon the government can eliminate the criminal act, the legal consideration ma y the Judges of the Supreme Court to free Akbar Tandjung, and the analysis of dissenting opinion in the case of Akbar Tandjung.

This is a normative juridical study to examine the problems based to the existing regulations, legal documents, and several theories. The data were obtained from the primary and secondary legal materials through library research. Then the data were analyzed through qualitative approach.

The result of study reveals that the Bulog's money returned to the government by Akbar Tandjung can not eliminate the criminal act like what stated in Article 2 and 3 of Law No. 31/1999 on Criminal Act of Corruption. The consideration made by the Supreme Court to free Akbar Tandjung who carried out the unwritten instruction of the President is not based on the strict regulation that regulates whether the use of a nonbudgeter fund should be carried out based on Presidential Decree No. 16/1999 or Presidential Decree No. 18/1999, performing his discretionary authority, and Akbar Tandjung appointed Ir. Machdar to monitor the implementation of the provision and distribution of the nine staple supplies and reported it to him. The analysis of dissenting opinion in the case of Akbar Tandjung is that Noodtoestand as a basis to eliminate the process of criminal act can just be approved by the judges because the Noodtoestand as meant in Article 48 of the Criminal Code is not included in this case. Akbar Tandjung has been proven to enrich the defendant II and III, Akbar Tandjung and abused his

* Student Magister of Legal Science Study Program, School of Postgraduate Studies, University of Sumatera Utara

* *Lecturer Magister of Legal Science Study Program, School of Postgraduate Studies, University of Sumatera Utara

Berlin Nainggolan : Analisis Hukum Terhadap Dissenting Opinion Hakim dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi…, 2006

(5)

authority with giving simple explanation just purposely handed the ten billion project to the defendant II and III this is not regarded as a not coincidence because he wanted it and knew it and knew that it was forbidden (met willens en wetens). The opinion of judges which is not based on Article 55 of the Criminal Code in this case is regarded inappropriate because in the memory of the explanation of Article 55 of the Criminal Code it is stated that daders not only those who organize other people to do criminal act but also those who asked them to do it and those who participate in doing a criminal act. Therefore, Akbar Tandjung is a dader and Dadang Sukandar and Winfried Simatupang are medepelegen.

Key words: Dissenting Opinion

Referensi

Dokumen terkait

Demikian disampaikan atas per hatian dan partisipasi Saudar a diucapkan ter ima kasih. Panitia Pengadaan Bar ang dan Jasa DINAS

Penelitian dilakukan dengan mencari nilai bobot untuk setiap kriteria, kemudian dilakukan proses perangkingan yang akan menentukan alternatif optimal yaitu calon

Yang dimaksud dengan suara adalah sesuatu yang kita dengar yang dikeluarkan oleh mulut satwa. Sedangkan yang dimaksud dengan bunyi adalah sesuatu yang kita dengar

10 Dengan demikian meskipun perjanjian kredit dengan jaminan Hak Tanggungan yang telah dilakukan oleh bank selaku kreditur kepada debitur pemegang Hak Tanggungan

Se- bagai contoh adalah penggunaan ensam- bel gondang sabangunan yang masih selalu dianggap memiliki afi liasi terhadap keper- cayaan lama, khususnya di dalam tata cara atau

Dalam rangka penataan dan penyampaian informasi kegiatan pelayanan yang lengkap dan tepat waktu dalam WARTA JEMAAT, dihimbau kepada Koordinator dan Wakil Koordinator Sektor

Manajemen Sumber Daya Manusia Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia (pendekatan Administratif

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu dan lama waktu pengasapan yang berbeda terhadap kualitas (ketersediaan lisin, kadar air, lemak,