Perkembangan Hukum Waris Adat Pada Masyarakat Adat Batak Karo (Studi Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa kedudukan janda dalam pewarisan menurut hukum waris adat Suku Sikep Samin, dapat digolongkan
Pengalihan harta waris sesudah pewaris meninggal dunia merupakan proses yang universal dalam setiap hukum waris, tetapi pengalihan harta sebelum pewaris meninggal dunia dan
Subekti, R, Kaitan Undang-undang Perkawinan Dengan Penyusunan Hukum Waris , dikutip dari Surini ahlan, Sjarif dan Nurul Elmiyah, Hukum Kewarisan Perdata Barat Pewarisan
Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 179/SIP/1961 tentang pembagian harta warisan pada anak perempuan menurut hukum adat Batak Karo sebagai suatu hukum yang positif berlaku
Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 179/SIP/1961 tentang pembagian harta warisan pada anak perempuan menurut hukum adat Batak Karo sebagai suatu hukum yang positif berlaku
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna nama orang pada masyarakat Batak Karo di Kecamatan Juhar Kabupaten Karo yang syarat-syarat pemberian nama, jenis nama
Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan dapat di katakan bahwa perkembangan hukum waris islam pada masyarakat suku karo muslim tidak dipengaruhi oleh pengetahuan
Sehingga berdasarkan penelitian, pada umumnya pelaksanaan Hukum Waris pada masyarakat Batak Toba di Kota Medan sebagian besar memakai Hukum Waris Islam, dengan terciptanya