• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan sistem home automation menggunakan arduino berbasis android terhadap lighting control

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembangunan sistem home automation menggunakan arduino berbasis android terhadap lighting control"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis ini membahas latar belakang pemilihan topik, yaitu pengembangan sistem home automation berbasis Android untuk kontrol pencahayaan. Latar belakang ini menekankan relevansi praktis dan akademis dari proyek ini, menggarisbawahi kebutuhan akan solusi yang efisien dan modern untuk manajemen energi di rumah. Identifikasi masalah menjabarkan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam mengelola pencahayaan rumah tangga, seperti kesulitan dalam pengaturan waktu dan jarak kendali. Tujuan penelitian didefinisikan dengan jelas, yaitu membangun sistem home automation yang terintegrasi dengan aplikasi Android untuk mengontrol pencahayaan dengan efisien dan efektif. Batasan masalah menspesifikasikan ruang lingkup penelitian, mencakup jenis perangkat keras dan lunak yang digunakan serta fitur-fitur aplikasi yang akan dikembangkan. Metodologi penelitian, meliputi metode pengumpulan data dan pembangunan perangkat lunak, dijelaskan secara rinci, termasuk pilihan metodologi pengembangan perangkat lunak yang digunakan (misalnya, waterfall, agile). Sistematika penulisan menjabarkan struktur tesis secara sistematis, memudahkan pembaca untuk memahami alur pemikiran dan isi penelitian.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian tinjauan pustaka memberikan landasan teori yang komprehensif untuk penelitian. Tinjauan ini mencakup teori-teori terkait home automation, mikrokontroler Arduino, web service, sistem operasi Android, kontrol pencahayaan (lighting control), relay, dan rekayasa perangkat lunak. Setiap teori dijelaskan secara detail, disertai dengan referensi ilmiah yang relevan. Relevansi teori-teori ini dengan pengembangan sistem dijelaskan secara eksplisit, misalnya bagaimana prinsip kerja mikrokontroler Arduino diterapkan dalam mengontrol relay untuk mengendalikan lampu. Penggunaan web service sebagai jembatan komunikasi antara aplikasi Android dan mikrokontroler Arduino juga dijelaskan secara detail, termasuk protokol komunikasi yang digunakan (misalnya, JSON). Tinjauan pustaka ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep dasar yang mendukung pengembangan sistem.

III. Analisis dan Perancangan Sistem

Bab ini memberikan gambaran rinci mengenai analisis dan perancangan sistem home automation. Analisis sistem mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan non-fungsional dari sistem, termasuk analisis masalah, arsitektur sistem, miniatur rumah, web service, kebutuhan non-fungsional (perangkat keras dan lunak), kebutuhan pengguna, basis data, dan kebutuhan fungsional. Bagian ini menjelaskan secara detail bagaimana sistem bekerja, interaksi antara komponen-komponen sistem, serta alur data dan informasi. Perancangan sistem mencakup perancangan antarmuka pengguna (UI) pada aplikasi Android, yang menjelaskan desain visual dan fungsionalitas aplikasi. Bagian ini juga menggambarkan desain database, yang menunjukkan bagaimana data pengguna, perangkat, dan log disimpan dan dikelola. Model-model UML (misalnya, use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram) digunakan untuk memvisualisasikan dan mendokumentasikan proses dan interaksi dalam sistem. Penggunaan model UML ini menunjukkan kemampuan analisis dan perancangan sistem yang sistematis dan terstruktur.

IV. Implementasi Sistem dan Pengujian

Bagian ini menjabarkan proses implementasi sistem home automation, mulai dari implementasi perangkat keras hingga implementasi perangkat lunak, termasuk basis data. Implementasi perangkat keras menjelaskan spesifikasi dan konfigurasi perangkat keras yang digunakan, seperti Arduino Uno, Ethernet Shield, relay, dan sensor arus. Implementasi perangkat lunak menjelaskan proses pemrograman mikrokontroler Arduino dan pengembangan aplikasi Android menggunakan bahasa pemrograman yang relevan (misalnya, C++ untuk Arduino dan Java/Kotlin untuk Android). Detail implementasi basis data menjelaskan struktur database, tabel yang digunakan, dan relasi antar tabel. Pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan metode black box dan beta testing. Pengujian black box mencakup skenario pengujian untuk memvalidasi fungsionalitas sistem, sedangkan pengujian beta melibatkan pengguna untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan dan kepuasan pengguna. Hasil pengujian dipaparkan secara detail, termasuk deskripsi kasus uji, hasil uji, dan analisis hasil uji. Penggunaan metode pengujian yang komprehensif menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan validitas sistem yang dibangun.

V. Kesimpulan dan Saran

Bab kesimpulan merangkum temuan-temuan penelitian, menekankan keberhasilan pembangunan sistem home automation berbasis Android untuk kontrol pencahayaan. Kesimpulan ini disusun berdasarkan hasil analisis data dan pengujian sistem. Bagian saran memberikan rekomendasi untuk pengembangan sistem di masa mendatang, mencakup penambahan fitur, peningkatan performa, dan penyempurnaan aspek-aspek tertentu dari sistem. Rekomendasi ini bersifat konstruktif dan memberikan arah pengembangan sistem yang lebih baik. Secara keseluruhan, bagian ini menyimpulkan kontribusi penelitian dan memberikan perspektif untuk penelitian selanjutnya. Relevansi akademis dari penelitian ini ditekankan, meliputi kontribusi pada bidang home automation, pengembangan aplikasi Android, dan manajemen energi. Saran untuk penelitian lebih lanjut membuka peluang untuk eksplorasi lebih mendalam pada topik terkait.

Gambar

Tabel 4. 14 Pengujian data salah KWH
Gambar 3. 1 Arsitektur perancangan sistem
Gambar 3. 2 Sketsa Miniatur Rumah
Gambar 3. 9 Skema Relasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari pendefenisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.. Kelas memiliki apa yang dimaksud dengan

Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa

Class Diagram merupakan diagram yang menggambarkan struktur dari sistem pada segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Class diagram

Gbr 2 merupakan class diagram dimana menggambarkan struktur program yang dibuat dan menggambarkan objek secara keseluruhan yang ada pada aplikasi drone

Sequence Diagram Aplikasi Rossa dan Shalaluddin (2013), mengatakan Class diagram atau diagram kelas menggambarkan stuktur sistem dari segi pendefinisian kelas kelas

segi pendefenisian kelas-kelas yang akan di buat untuk membangun sistem. Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class. Rancangan tabel terdiri dari 9 tabel

Class diagram atau diagram kelas merupakan suatu diagram yang menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun

3.3.1 Class Diagram Class diagram menampilkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat pada aplikasi ini yang terdiri dari user, karyawan, perkembangan,