TERHADAP DIVIDEN PADA PERUSAHAAN
PERTAMBANGAN BATUBARA YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2014
The Analysis Of Net Income and Operating Cash Flow To Dividend
On Coal Mining Company Listed In The Indonesian Stock Exchange
Period 2010-2014
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Jenjang S1 Pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Komputer Indonesia
Disusun oleh :
NUR FITRIYANA EKA PERTIWI 21212145
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
vi
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur bagi Allah SWT, Tuhan yang menguasai segala kekuasaan dan pemiliki segala ilmu. Dengan sifat Maha Pengasih dan Penyayang-Nya
memberikan keuasaan, ilmu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Atas Kehendak-Nya jualah Alhamdulillahirabbil‘alamin penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Skripsi dengan judul “Analisis Laba Bersih Dan Arus Kas Operasi Terhadap Dividen Pada Perusahaan Pertambangan Batubara Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014” disusun guna memenuhi syarat kelulusan dalam memperoleh gelar Sarjana (S1) pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung.
Selama penyusunan skripsi ini, tidak sedikit bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, khususnya kepada pembimbing Dr. Ir. H. Iman Santoso, SE.,
MM., MBA yang telah meluangkan waktu disela kesibukan beliau untuk memberikan bimbingan, arahan, dukungan dan motivasi untuk dapat menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan oleh orang lain, sehingga dapat
diselesaikannya skripsi ini dengan tepat waktu dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan UNIKOM. Selanjutnya dengan rasa tulus penulis ingin mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan dan semangat baik berupa material maupun spiritual.
1. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.Sc. selaku Rektor Universitas
vii
2. Prof. Dr. Hj. Dwi Kartini, SE., Spec.Lic. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia.
3. Ibu Dr. Raeni Dwi Santy, SE., M.Si, selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia.
4. Ibu Windi Novianti, SE., MM, selaku Dosen Wali kelas Manajemen 4. 5. Dr. Ir. H. Iman Santoso, SE., MM., MBA selaku Dosen Pembimbing yang
penuh keikhlasan berkenan memberikan bimbingan, membina dan
mengarahkan penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
6. Ibu Linna Ismawati, SE., M.Si dan Ibu Lita Wulantika, SE., M.Si, selaku
Dosen Penguji yang penuh keikhlasan berkenan memberikan pengarahan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
7. Pihak Bursa Efek Indonesia Cabang Bandung yang telah memberikan
informasi, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
8. Ibunda dan Ayahanda tercinta serta adik-adik ku tercinta Rafi, Ayudya dan
Rachma yang tanpa batas memberikan kasih sayang, doa, dukungan moril, material, nasehat, saran, semangat dan motivasi.
9. Ahmad Aulia Al Anshari, Anis Roiyatunisa, Julia Iriani, Nurwanto atas
dukungan moril, bantuan serta penyemangat selama menyusun skripsi ini. 10.Seluruh rekan-rekan Manajemen 4 (Classmate), yang telah membantu
memberikan semangat dan motivasi kepada penulis.
11.Teman – teman satu pembimbing atau seperjuangan Novianti Anggiani, Dhilla Aini Rufaidah AF, Firda Rizqin Aziz, Ari Septiana, Widya Karulina
viii
12.Serta semua pihak yang telah membantu penulis yang tidak dapat disebutkan satu-persatu terima kasih atas dorongan, do’a, serta motivasi yang sangat
berharga bagi penulis.
Akhir kata penulis sampaikan bahwa ilmu yang bermanfaat akan menjadi
penolong kita diakhirat. Meski jauh dari kesempurnaan, mudah-mudahan skripsi yang penulis susun ini dapat memberikan manfaat bagi diri penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya. Aamiin Allahumma Aamiin. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bandung, Agustus 2016 Penulis
Nama : Nur Fitriyana Eka Pertiwi
Tempat / Tanggal Lahir : Sawahlunto / 24 Juni 1993
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat : Jalan Raya Larangan RT. 22 / RW.04, Kec. Lohbener.
Indramayu. Jawa Barat. No. Hp : 085863766586
E-Mail : [email protected]
Riwayar Pendidikan
1998 - 2000 TK Tunas Melati Padang, Sumatera Barat
2000 – 2005 SD Negeri Rangda Malingkung 1 Rantau, Kalimantan Selatan 2005 - 2008 SMP Negeri 1 Rantau Rantau, Kalimantan Selatan 2008 - 2011 SMA Negeri 1 Indramayu Indramayu, Jawa Barat 2012 - 2016 Universitas Komputer Indonesia Bandung, Jawa Barat
Organisasi Formal
2005 - 2007 SMP Negeri 1 Rantau PRAMUKA
2008 - 2010 SMA Negeri 1 Indramayu PASKIBRA & OSIS
ix
DAFTAR ISI
Hal
LEMBAR PENGESAHAN ... i
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN ………... ii
MOTTO ………... iii
ABSTRAK ………... iv
ABSTRACT ………... v
KATA PENGANTAR …... vi
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xvi
DAFTAR GRAFIK ... xv
DAFTAR TABEL ... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... xix
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1
1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah ... 7
1.2.1 Identifikasi Masalah ... 7
1.2.2 Rumusan Masalah ... 7
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 8
1.3.1 Maksud Penelitan ... 8
1.3.2 Tujuan Penelitian ... 8
x
1.4.1 Kegunaan Praktis ………... 9
1.4.2 Kegunaan Akademis ………... 10
1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 10
1.5.1 Lokasi Penelitian ………... 10
1.5.2 Waktu Penelitian ………... 11
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka ... 12
2.1.1 Pengertian Laba ... 12
2.1.1.1 Klasifikasi Laba ... 13
2.1.1.2 Laba Bersih ... 14
2.1.2 Arus Kas Operasi ... 15
2.1.2.1 Pengertian Kas ... 15
2.1.2.2 Klasifikasi Arus Kas Operasi …………..…... 16
2.1.2.3 Arus Kas Operasi ………. 17
2.1.2.4 Metode Pelaporan dalam arus kas pada Aktivitas Operasi ………... 17
2.1.3 Dividen ... 18
2.1.3.1 Pengertian Dividen ………... 18
2.1.3.2 Jenis-jenis Dividen ……….. 18
2.1.3.3 Pengertian Dividen Kas/Tunai ……….. 20
2.1.4 Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 21
xi
2.2.1 Keterkaitan Antar Variabel ………... 25
2.2.1.1 Hubungan Laba Bersih terhadap Dividen ………. 25
2.2.1.2 Hubungan Arus Kas Operasi terhadap Dividen … 26 2.2.1.3 Hubungan Laba Bersih dan Arus Kas Operasi Terhadap Dividen ……….……… 26
2.2.2 Paradigma Penelitian ……… 28
2.3 Hipotesis ………... 29
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 30
3.2 Metode Penelitian ... 31
3.2.1 Desain Penelitian ………... 32
3.2.2 Operasionalisasi Variabel ... 38
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data ... 39
3.2.3.1 Sumber Data ... 39
3.2.3.2 Teknik Penentuan Data ... 40
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data ... 42
3.2.5 Rancangan Analisis Data dan Uji Hipotesis ... 43
3.2.5.1 Rancangan Analisis ……….…………... 43
3.2.5.2 PengujianHipotesis ………... 57
xii
4.1.1 Sejarah Perusahaan ……….... 63
4.1.2 Struktur Organisasi ……… 74
4.2 Analisis Deskriptif ……….. 81
4.2.1 Perkembangan Laba Bersih ……….. 81
4.2.2 Perkembangan Arus Kas Operasi ………. 87
4.2.3 Perkembangan Dividen Tunai ………... 93
4.3 Analisis Verifikatif ………... 99
4.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda ………. 99
4.3.2 Uji Asumsi Klasik ………. 114
a. Uji Normalitas ………... 114
b. Uji Multikolinieritas ………... 115
c. Uji Heterokedastisitas ………... 115
d. Uji Autokorelasi ………... 117
4.3.3 Analisis Korelasi ………... 118
4.3.4 Koefisien Determinasi ……… . 121 4.4 Uji Hipotesis ……… 125
4.4.1 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji-T) ……….. 125
4.4.1.1 Pengujian Hipotesis Laba Bersih Terhadap Dividen Tunai ……….. 125
4.4.1.2 Pengujian Hipotesis Arus Kas Operasi Terhadap Dividen Tunai ………. 127
xiii
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ……… 132
5.2 Saran ………... 134
DAFTAR PUSTAKA 137
LAMPIRAN-LAMPIRAN
137
Andi Supangat. 2007. Statistika dalam Kajian Deskriftif, Inferensi dan Nonparametrik. Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Amarjit Gill, Nahum Biger & Rajendra Tibrewala. Determinants of Dividend Payout Ratios: Evidence from United State. The Open Business Journal, Vol. 3 2010
Andre Stefano Wowor & Maryam Mangantar, Laba Bersih Dan Tingkat Risiko Harga Saham Pengaruhnya Terhadap Dividen Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal EMBA, Volume 2, Nomor 4, Desember 2014
Ardiyos. 2010. Kamus Besar Akuntansi, Jakarta : Citra Harta Prima.
Aria Darmadji Tjiptono dan M. Hendy Fakhruddin. 2011. Pasar Modal di Indonesia. Jakarta : Salemba Empat
Brigham & Houston. 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Jakarta : Salemba Empat,.
Einde Evana. Analisis Pengaruh Pengumuman Dividen Tunai Terhadap Harga Saham di PT Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi Keuangan dan Perpajakan Vol. 1 No. 2 Maret 2008.
Gujarati Damodar. 2003. Ekonometrika Dasar : Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.
Harrison Walter T et. al.2012. Akuntansi Keuangan : Jilid 1, Edisi 8. Erlangga
Handri Thiono. 2006. Perbandingan Keakuratan Model Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung Dalam Memprediksi Arus Kas dan Deviden Masa Depan, Simposium Nasional Akuntansi IX, Padang.
138
Hery. 2009. Teori Akuntansi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Horngren., 2005. Akuntansi Biaya, jilid1, Edisi ke sebelas, Jakarta : PT.indeks, Kelompok Gramedia.
Husein Umar. 2005. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis : Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Ifah Masrifah, Hubungan Laba Bersih, Arus Kas Operasi Dan Rups Dengan Dividen Tunai Pada Industri Manufaktur. Jurnal Organisasi dan Manajamen, volume 10, Nomor 2, September 2014
Indriyono dan Basri, 2002. Manajemen Keuangan, Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.
Irawan, Dafid dan Nurdhiawan. Pengaruh Laba bersih dan Arus Kas Operasi terhadap Kebijkan Dividen pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2010. Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Vol. 20, No. 03. 2012.
Ismaya, Sunjana. 2005. Kamus Akuntansi. Jakarta : CV. Pustaka Grafika.
Jen Surya. Pengaruh laba, arus kas operasi dan arus kas bebas terhadap dividen kas (Studi pada emiten manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Jurnak Investasi, Volume 6, Nomor , 2 Desember 2010
Jonathan, Sarwono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta :Graha Ilmu
Luluk Muhimatul Ifada dan Nia Kusumadewi. Pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas Operasional, Investment Opportunity Set dan Firm Size Terhadap Dividen Kas (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010 – 2012). Jurnal Dinamika Akuntansi. Volume 6 No. 2. September 2014. ISSN 2085-4277
Manurung, Indah Agustina, dan Hasan Sakti Siregar. Pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas Operasi terhadap Kebijakan Dividen. Jurnal Akuntansi 3, 2009.
Muhammad Ridha Ramli & Muhammad Arfan, Pengaruh Laba, Arus Kas Operasi, Arus Kas Bebas, Dan Pembayaran Dividen Kas Sebelumnya Terhadap Dividen Kas Yang Diterima Oleh Pemegang Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Telaah & Riset Akuntansi, Volume 4, Nomor 2, Juli 2011
Mohammad Ebrahim & Arezoo Agher Chadegani.. The relationship between earning, dividend, stock price and stock return: Evidence from Iranian Companies. International Conference on Humanities, Society and Culture IPEDR Vol.20, 2011 IACSIT Press, Singapore
Moh Nazir. 2011. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Niswonger, Rollin, C., Carl S. Warren, James M. Reeve, Philip E. Fess, 2000. Prinsip-Prinsip Akuntansi, Edisi 19, Cetakan 1, Jilid 2, Penerjemah Alfonsus Sirait dan Helda Gunawan, Erlangga, Jakarta
Pratt, Jamie 2011. Financial Accounting in an Economic context. United State of America: John Wiley & Sons Inc
Qodriyah, Riza Dwi Lailatul. 2012. Laba Atau Arus Kas Sebagai Parameter Kinerja Perusahaan Berdasarkan Siklus Hidup Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis, Vol. 1, No. 1.
S. Munawir, 2002. Akuntansi Keuangan Dan Manajemen. Edisi Revisi. Penerbit BPFE. Yogyakarta.
Sekaran, Uma. 2006. Research Methods For Business. Jakarta: Salemba Empat.
Singgih Santoso. 2002. SPSS Statistik Multivariat. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Soemarso S.R. 2005. Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: Salemba Empat.
140
Stice dan Skousen. 2009. Akuntansi Intermediate. Edisi Keenam Belas, Buku 1, Salemba Empat, Jakarta.
Subramanyam K.R dan John. J. Wild. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Sepuluh. Jakarta: Salemba Empat.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV Alfabeta.
Sugiyono 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suwardjono. 2008. Teori Akuntansi, Perekayasaan Pelaporan Keuangan, BPFE, Yogyakarta.
Umi, Narimawati. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif : Teori Dan Aplikasi. Bandung
Umi,Narimawati dkk. 2010. Penulisan Karya Ilmiah:Paduan Awal Menyusun Skripsi dan Tugas Akhir. Jakarta: Penerbit Genesis
Wild, John, K.R. Subramanyan, and Robert F. Hall, Daksey, 2005. Financial Statement Analysis, Alih Bahasa Yanivi Bachtiar, Analisis Laporan Keuangan, Edisi Delapan, Buku 1, PT. Salemba Empat, Jakarta.
Winarno, Wing Wahyu. 2015. Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews. Edisi 4. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
www.idx.co.id
www.bisnis.liputan6.com
12
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN & HIPOTESIS
2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pengertian Laba
Perusahaan dapat dipandang sebagai suatu sistem yang memproses masukan untuk menghasilkan sebuah keluaran. Perusahaan berusaha menghasilkan sebuah keluaran yang nilainya lebih tinggi daripada nilai
masukannya agar dapat menghasilkan suatu laba. Dengan laba yang diperoleh diharapkan perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mengembangkan dirinya.
Menurut Soemarso SR (2005:15) dalam buku Teori Akuntansi mengemukakan bahwa laba sebagai selisih lebih pendapatan atas biaya-biaya
yang terjadi sehubungan dengan usaha untuk memperoleh pendapatan tersebut. Laba atau rugi merupakan hasil perhitungan secara periodik.
Sedangkan menurut pendapat yang dikemukkan oleh J Wild, KR Subramanyan (2010:407), bahwa :
“Laba merupakan selisih pendapatan dan keuntungan setelah dikurangi
beban dan kerugian. Laba merupakan salah satu pengukuran aktivitas operasi dan dihitung berdasarkan atas dasar akuntansi akural”.
Menurut Suwardjono (2008:464) dikatakan bahwa “Laba dimaknai
13
dalam kegiatan produksi dan penyerahan barang/jasa)”. Dari kutipan diatas dapat
disimpulkan laba adalah selisih lebih dari pendapatan di atas beban-beban yang
dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan produksi yang terjadi dalam jangka waktu tertentu.
Sedangkan Martono dan Harjito (2005:2) menjelaskan bahwa konsep laba merupakan konsep yang menghubungkan antara pendapatan atau penghasilan yang diperoleh oleh perusahaan di satu pihak, dan biaya yang harus ditanggung
atau dikeluarkan oleh pihak lain.
2.1.1.1Klasifikasi Laba
Laba yang diperoleh oleh perusahaan akan bergantung kepada kemampuan
yang dimiliki perusahaan dalam memperoleh laba serta kemampuan dalam mengelola
modal yang kecil untuk menghasilkan laba yang besar. Didalam laporan laba rugi,
terdapat jeni-jenis laba yang dicantumkan, seperti laba bersih, laba kotor, laba
operasi, laba sebelum pajak, dan lain - lain.
Laba menurut Stice dan Skousen (2004 : 241), dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :
1. Laba Kotor
Yang dimaksud dengan laba kotor adalah selisih antara hasil penjualan dengan harga pokok persediaan.
2. Laba Operasional
Laba operasional merupakan hasil dari aktivitas yang termasuk
3. Laba sebelum dikurangi pajak
Laba sebelum dikurangi pajak merupakan laba operasi ditambah hasil usaha
dan dikurangi biaya diluar operasi biasa. Bagi pihak-pihak tertentu dalam hal pajak, angka itu adalah yang terpenting kerena jumlah ini menyatakan laba
yang pada akhirnya dicapai perusahaan. 4. Laba sesudah pajak atau laba bersih
Laba sesudah pajak atau laba bersih merupakan laba setelah dikurangi dengan
pajak. Laba bersih dipindahkan kedalam perkiraan laba ditahan (retainer earning). Dalam perkiraan ini akan diambil suatu jumlah tertentu untuk
dibagikan sebagai deviden kepada para pemegang saham.
2.1.1.2Laba Bersih
Laba bersih merupakan laba dari bisnis perusahaan yang sedang berjalan
setelah bunga dan pajak (Wild, Subramanyam, & Halsey, 2005:25). Menurut
Soemarso (2005:235) menjelaskan bahwa laba bersih (net income) merupakan selisih lebih semua pendapatan dan keuntungan terhadap semua biaya-biaya kerugian.
Manurung dan Siregar (2009 : 4) mengemukakan bahwa laba bersih adalah kelebihan seluruh pendapatan atas seluruh biaya untuk seluruh periode tertentu setelah dikurangi pajak penghasilan yang disajikan dalam laporan laba
rugi.
15
atau penurunan kewajiban) yang menghasilkan peningkatan ekuitas selain yang menyangkut transaksi dengan pemegang saham.
Laba bersih adalah laba operasi ditambah pendapatan nonoperasi (seperti
pendapatan bunga) dikurangi biaya nonoperasi (seperti biaya bunga) dikurangi pajak
(Hongren (2005:73)).
Adapun Rumus laba bersih yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
Sumber : Hongren (2005:73)
2.1.2 Arus Kas 2.1.2.1Pengertian Kas
Perusahaan memerlukan kas untuk menjaga kelancaran operasi usahanya dan kas harus diatur secara seksama, sehingga tidak terlalu banyak atau terlalu
sedikit yang tersedia setiap waktu. Menurut Harahap (2010) pengertian kas adalah uang dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat serta surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi syarat sebagai berikut :
1) Setiap saat dapat diukur menjadi kas, 2) Tanggal jatuh temponya sangat dekat,
3) Kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat harga.
Dapat disimpulkan bahwa suatu perusahaan harus memiliki anggaran kas untuk menjaga posisi likuiditas dan untuk mengetahui defisit dan surplus kas.
Perusahaan yang memiliki kelebihan kas dapat dibelikan surat-surat berharga (efek atau marketable securities atau temporary) yaitu obligasi, saham biasa, dan
hakikatnya efek tersebut ialah uang tunai, artinya mudah djual di pasar bursa dan untuk tujuan investasi sementara untuk memperoleh keuntungan atas dasar
pembedaan harga jual dan harga beli.
2.1.2.2Klasifikasi Arus Kas
Menurut S. Munawir (2002:117-121) pengelompokkan arus kas dibagi menjadi tiga kategori yaitu:
1. Aktivitas Operasi
Seluruh transaksi penerimaan kas yang berkaitan dengan pendapatan penjualan dan kas keluar yang berkaitan dengan biaya operasi, termasuk pembayaran
kepada pemasok barang atau jasa, pembayaran upah, bunga dan pajak. 2. Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi meliputi perolehan aktiva jangka panjang termasuk
pembelian surat berharga yang tidak setara dengan kas dan pinjaman uang serta kebalikannya yaitu penjualan aktiva jangka panjang dan pelunasan pinjaman.
3. Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan meliputi aktivitas peminjaman uang yang meliputi utang hipotik, utang obligasi dan bentuk utang jangka panjang lainnya dan emisi
saham baru, pembayaran kembali pinjaman jangka panjang, pembayaran dividen kepada pemegang saham dan penggunaan kas untuk penarikan kembali
17
2.1.2.3Arus Kas Operasi
Arus kas dari kegiatan operasi (cash flow from operating activities) adalah
arus kas yang berasal dari transaksi yang mempengaruhi laba bersih. Menurut
Ardiyos (2010:654), arus kas operasi adalah laba sebelum bunga dan penyusutan dikurangi pajak. Merupakan suatu ukuran atas kas/uang tunai yang dihasilkan dari operasi, namun tidak menghitung belanja modal atau kebutuhan modal kerja. Arus kas operasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
Sumber : Ardiyos (2010 : 654)
2.1.2.4Metode Pelaporan dalam arus kas pada Aktivitas Operasi
Adapun Metode Pelaporan dalam arus kas pada aktivitas operasi, Menurut
Resume PSAK No.2 (Revisi 2009) yaitu :
a) Metode langsung, dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapkan; atau
b) Metode tidak langsung, dengan metode ini laba disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi nonkas penangguhan atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan di masa yang
akan datang, dan unsur penghasilan atau beban yang terkait dengan arus kas investasi atau pendanaan.
Entitas dianjurkan untuk melaporkan arus kas dan aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung. Metode ini menghasilkan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan
oleh metode tidak langsung. Dengan metode langsung informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh
a. Dari catatan akuntansi entitas; atau
b. Dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan, dan pos-pos dalam
laporan laba rugi komprehensif untuk :
1. Untuk perubahan persediaan, piutang usaha dan utang usaha selama periode berjalan,
2. Untuk pos bukan kas lain, dan
3. Untuk pos lain berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.
2.1.3 Dividen
2.1.3.1Pengertian Dividen
Menurut Jamie Pratt (2011:561) Dividen adalah distribusi uang tunai, properti, atau saham kepada pemegang saham sebuah perusahaan. Mereka dinyatakan oleh resolusi resmi dewan direksi korporasi (biasanya triwulan), dan
jumlahnya biasanya diumumkan pada basis per-saham. Menurut Halim (2005)
mengemukakan bahwa dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan emiten kepada pemegang sahamnya.
2.1.3.2Jenis-Jenis Dividen
Terdapat beberapa jenis dividen yang dapat dibayarkan kepada para
pemegang saham, tergantung pada posisi dan kemampuan perusahaan bersangkutan. Berikut ini adalah jenis-jenis dividen menurut Brigham (2006), yaitu :
19
Cash Devidend adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai. Pada umumnya cash dividend lebih disukai oleh para pemegang saham dan
lebih sering dipakai perseroan jika dibandingkan dengan jenis dividen yang lain.
b. Stock Devidend (Deviden Saham)
Stock dividend adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham, bukan dalam bentuk uang tunai. Pembayaran stock dividend juga harus disarankan
adanya laba atau surplus yang tersedia, dengan adanya pembayaran dividen saham ini maka jumlah saham yang beredar meningkat, namun pembayaran
dividen saham ini tidak akan merubah posisi likuiditas perusahaan karena yang dibayarkan oleh perusahaan bukan merupakan bagian arus kas perusahaan.
c. Property dividend (Dividen Barang)
Property dividend adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk barang
(aktivitas selain kas). Property dividend yang dibagikan ini haruslah merupakan barang yang dapat dibagi-bagi atau bagian-bagian yang homogeny serta penyerahannya kepada pemegang saham tidak akan mengganggu
kontinuitas perusahaan.
d. Scrip Dividend
dalam bentuk ini akan menyebabkan perseroan mempunyai hutang jangka pendek kepada pemegang script.
e. Liquidating dividend
Liquidating dividend adalah dividen yang dibagikan berdasarkan pengurangan
modal perusahaan, bukan berdasarkan keuntungan yang diperoleh perusahaan.
2.1.3.3Pengertian Dividen Kas/Tunai
Menurut Wild et.al.(2005) menyatakan bahwa “Dividen tunai (Cash dividend) merupakan distribusi kas kepada pemegang saham. Dividen ini merupakan jenis dividen yang paling umum dan pada saat diumumkan akan menjadi kewajiban bagi perusahaan”.
Menurut Ismaya (2005) menyatakan bahwa pengertian dividen kas adalah sebagai berikut :
“Dividen kas adalah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham
dalam bentuk uang tunai (kas)”.
Dividen kas/tunai dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
Dimana :
Divt : Dividen Tunai
NPt : Net Profit (Laba bersih tahun sekarang)
REt : Retained Earning (Laba ditahan tahun sekarang)
REt-1 : Retained Earning (Laba ditahan tahun sebelumnya)
21
2.1.4 Tinjauan Penelitian Terdahulu
1. Penelitian Amarjit Gill, Nahum Biger dan Rajendra Tibrewala (2010)
The Open Business Journal, Volume 3 ini dikemukakan oleh Amarjit Gill, Nahum Biger Dan Rajendra Tibrewala (2010). Penelitian ini berjudul Determinants of Dividend Payout Ratios: Evidence from United States. Variabel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Operating Cash Flow dan Dividend. Hasil penelitian ini adalah arus kas berpengaruh positif terhadap dividen.
2. Penelitian Muhammad Ridha Ramli & Muhammad Arfan (2011)
Dalam penelitian Ridha dan Arfan (2011) yang berjudul “Pengaruh Laba,
Arus Kas Operasi, Arus Kas Bebas, dan Pembayaran Dividen Kas sebelumnya terhadap Dividen Kas yang diterima oleh Pemegang Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)” mengatakan
secara simultan laba bersih, arus kas operasi, arus kas bebas, dan dividen kas tahun sebelumnya secara simultan berpengaruh terhadap dividen kas. Secara
parsial laba bersih, arus kas bebas berpengaruh signifikan terhadap dividen kas sedangkan arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap dividen kas.
3. Penelitian Mohammad Ebrahim & Arezoo Agher Chadegani (2011)
International Conference on Humanities, Society and Culkture, Volume 20. ini dikemukakan oleh Mohammad Ebrahim & Arezoo Agher Chadegani (2011).
Penelitian ini berjudul The relationship between earning, dividend, stock price and stock return: Evidence from Iranian Companies. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Earning dan Dividend. Hasil penelitian ini adalah
4. Penelitian Ifah Masrifah (2014)
Menurut penelitian Ifah Masrifah (2014) yang berjudul “Analisis Hubungan
Laba Bersih, Arus Kas Operasi dan Rups terhadap Dividen Tunai pada Industri Manufaktur”, mengatakan laba bersih, arus kas operasi dan Rups berpengaruh
positif dan signifikan terhadap dividen tunai. Secara parsial dan simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel laba bersih bersih dan arus kas operasi dan hasil keputusan RUPS terhadap dividen tunai. Laba atau keuntungan bersih
merupakan alat analisis investor untuk melihat kemampuan perusahaan dalam pengelolaan sistem dan keuangan perusahaan. Dan hasil keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham mempunyai pengaruh atas dikeluarkan atau tidaknya dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Begitu juga dengan arus kas operasi, jika perusahaan memiliki arus kas operasi yang positif dalam hal ini
setelah adanya persetujuan RUPS maka perusahaan harus menyediakan dana untuk dividen, dengan demikian karena arus kas operasi positif maka perusahaan
mampu membagikan dividen baik kepada pemegang saham biasa maupun pemilik saham umum.
5. Penelitian Luluk Muhimatul Ifada dan Nia Kusumadewi (2014)
Menurut penelitian Luluk Muhimatul Ifada dan Nia Kusumadewi (2014) yang berjudul “Pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas Operasional, Investment
Opportunity Set dan Firm Size Terhadap Dividen Kas (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010 – 2012)”, mengatakan bahwa arus kas operasi menunjukkan pengaruh terhadap dividen kas.
23
6. Andre Stefano Wowor & Maryam Mangantar (2014)
Menurut penelitian Andre Stefano Wowor & Maryam Mangantar (2014) yang berjudul “Laba bersih dan Tingkat Risiko Harga Saham pengaruhnya terhadap
Dividen pada perusahaan otomotif yang terdaftar di bursa efek Indonesia”,
mengatakan laba bersih dan tingkat risiko harga saham secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividen pada Perusahaan Otomotif yang terdaftar di BEI tahun 2007 sampai dengan 2012, secara parsial laba bersih
berpengaruh terhadap dividen karena semakin tinggi tingkat laba bersih dari perusahaan maka akan semakin tinggi nilai dividen yang dibagikan kepada para
pemegang sahamnya.
Adapun hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan laba bersih, arus kas operasi dan dividen dapat dilihat dalam bentuk tabel dibawah ini.
Tabel 2.1
Hasil Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti Judul Panelitian Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
1. Amarjit Gill, Nahum Biger Dan Rajendra Tibrewala (2010)
Determinants of Dividend Payout Ratios: Evidence from pembayaran dividen kas sebelumnya terhadap dividen kas yang diterima oleh pemegang saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di Bursa Efek
The relationship between earning, dividend, stock price
Analisis Hubungan Laba Bersih, Arus Kas Operasi dan Rups terhadap Dividen Tunai pada industri manufaktur. Arus Kas Operasional, Investment Opportunity Set dan Firm Size Terhadap Dividen Kas (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia
Dividen pada perusahaan otomotif yang terdaftar di
Dalam pembagian dividen sebelumnya perusahaan harus memperhatikan
jumlah laba bersih dan arus kas yang didapat oleh perusahaan tersebut. Karena pengertian dividen sendiri adalah pembagian sisa laba bersih perusahaan yang
25
suatu laporan yang menyediakan informasi mengenai penerimaan kas dan pengeluaran kas selama periode tertentu serta menjelaskan dampak aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan perusahaan terhadap arus kas selama satu periode.
Hal yang mempengaruhi dividen ditentukan dari jumlah laba bersih dan arus kas yang diperoleh. Jika laba yang diperoleh suatu perusahaan sangat tinggi maka dividen yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham juga akan
sangat tinggi dan perlu diketahui dalam pembagian dividen ini juga dilihat apakah kas suatu perusahaan memadai untuk membayar dividen. Dari penjelasan diatas
dapat disimpulkan adanya keterkaitan antara laba bersih dan arus kas dalam membagikan dividen kepada pemegang saham.
2.2.1 Keterkaitan Antar Variabel
2.2.1.1Hubungan Laba Bersih terhadap Dividen
Menurut jurnal penelitian Andre Stefano Wowor & Maryam Mangantar (2014 : 21) mengatakan laba bersih memiliki pengaruh positif terhadap dividen kas. Hal ini bermakna bahwa semakin tinggi laba bersih yang diperoleh pada pada
suatu periode semakin tinggi pula jumlah dividen kas yang diterima oleh pemegang saham. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Surya
(2010). Hasil penelitian ini juga terdukung oleh penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Irawan dan Nurdhiana (2010 : 16), yang memperoleh hasil bahwa variabel laba bersih berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan
perusahaan dalam suatu periode. Dalam kinerja tersebut terangkum bagaimana strategi dan kebijakan perusahaan dalam memanfaatkan dana investasi para
penanam modal, serta merangkum kinerja marketing, kinerja operasi, dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.
2.2.1.2Hubungan Arus Kas Operasi terhadap Dividen
Menurut jurnal penelitian Luluk Muhimatul Ifada dan Nia Kusumadewi (2014 : 185) mengatakan arus kas operasional menunjukkan pengaruh terhadap
dividen kas dengan nilai t hitung sebesar 5,634 dan signifikan sebesar 0,000. Oleh karena nilai t hitung positif dan signifikasi yang dihasilkan adalah < 0,05 maka
dapat disimpulkan arus kas operasional memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap dividen kas. Hal ini berarti bahwa ketika arus kas operasional perusahaan naik maka pembayaran dividen kas akan ikut naik, dan sebaliknya bila arus kas
operasional perusahaan menurun maka dividen kas yang dibagikan menurun. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya Hery (2009). Penelitian
lebih spesifik yang meneliti mengenai hubungan antara arus kas operasi dengan dividen dilakukan Hermi (2004) yang menemukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara arus kas operasi dengan dividen. Dimana nilai dividen
merupakan gambaran dari nilai arus kas yang dimiliki perusahaan.
2.2.1.3Hubungan Laba Bersih dan Arus Kas Operasi terhadap Dividen
Menurut jurnal penelitian Ifah Masrifah (2014 : 122) mengatakan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel laba bersih dan arus kas operasi dan hasil keputusan RUPS terhadap dividen tunai. Secara parsial
27
Laba atau keuntungan bersih merupakan alat analisis investor untuk melihat kemampuan perusahaan dalam pengelolaan sistem dan keuangan
perusahaan. Dan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham mempunyai pengaruh atas dikeluarkan atau tidaknya dividen tunai yang akan dibagikan
kepada pemegang saham. Begitu juga dengan arus kas operasi, jika perusahaan memiliki arus kas operasi yang positif dalam hal ini setelah adanya persetujuan RUPS maka perusahaan harus menyediakan dana untuk dividen, dengan demikian
karena arus kas operasi positif maka perusahaan mampu membagikan dividen baik kepada pemegang saham biasa maupun pemilik saham umum.
Menurut penelitian jurnal Jen Surya (2010 : 120) mengatakan kenaikan laba akan meningkatkan dividen kas sebaliknya, bila terjadi penurunan laba maka akan menurunkan dividen kas. Dan juga setiap kenaikan arus kas operasi akan
meningkatkan dividen kas sebaliknya, bila terjadi penurunan arus kas operasi maka akan menurunkan dividen kas.
Kemudian menurut Brigham dan Houston (2009 : 53) menyatakan bahwa: “Nilai dari suatu aktiva (atau perusahaan secara keseluruhan) ditentukan oleh arus
kas yang dihasilkan. Laba bersih perusahaan memang penting, tetapi arus kas
2.2.2 Paradigma Penelitian
Untuk lebih memahami kerangka pemikiran dalam penelitian ini, maka
dapat digambarkan paradigma penelitian yang memperlihatkan hubungan antara variabel dalam penelitian ini sebagai berikut:
Andre Stefano Wowor & Maryam Mangantar (2014)
Ifah Masrifah (2014)
Luluk Muhimatul Ifada & Nia K (2014)
Gambar 2.1 Paradigma Penelitian Laba Bersih
X1 Laba Operasi Pajak Penghasilan
Horngren (2005)
Arus Kas Operasi X2
Arus Kas Masuk Arus Kas Keluar
Ardiyos (2010)
Dividen Y
Dividen Tunai
Laba Bersih Tahun Sekarang Laba Ditahan Tahun
Sekarang
Laba Ditahan Tahun Sebelumnya
29
2.3 Hipotesis
Menurut Sugiyono (2011:64), hipotesis penelitian adalah “Penelitian yang
menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu data statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang
telah terkumpul sebagai mana adanya. Pada penelitian kualitatif, tidak dirumuskan hipotesis, tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif”.
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas maka penulis mencoba
merumuskan hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara (tidak ada notasi hipotesis statistik) dari penelitian sebagai berikut :
H1 : Laba Bersih berpengaruh signifikan terhadap Dividen (Dividen Tunai)
pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014,
H2 : Arus Kas Operasi berpengaruh signifikan terhadap Dividen (Dividen Tunai) pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014,
H3 : Laba Bersih dan Arus Kas Operasi berpengaruh signifikan terhadap Dividen (Dividen Tunai) pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang
30
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan tujuan tertentu
mengenai suatu hal yang akan dibuktikan secara objektif. Objek penelitian menurut Husein Umar (2005:303) dalam Umi Narimawati (2010:29), mengemukakan bahwa :
“Objek penelitian menjelaskan tentang apa dan atau siapa yang menjadi
objek penelitian, juga dimana dan kapan penelitian akan dilakukan”.
Menurut Sugiyono (2011:41), Sebelum peneliti memilih variabel apa yang akan diteliti perlu melakukan studi pendahuluan terlebih dahulu pada objek yang akan yang diteliti. Jangan sampai pembuatan rancangan penelitian dilakukan
tanpa mengetahui terlebih dahulu permasalahan yang ada di objek penelitian. Objek penelitian yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah analisis ketiga variabel sesuai dengan judul yang akan diangkat oleh penulis yaitu Analisis
Laba Bersih dan Arus Kas Operasi terhadap Dividen (Dividen Tunai) Pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode 2010-2014. Maka objek penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
31
3.2 Metode Penelitian
Penelitian yang bersifat ilmiah menghendaki dipergunakannya metode
yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan demikian metode penelitian merupakan suatu hal yang mendasar dan harus ada dalam penyusunan
karya ilmiah sekaligus merupakan kegiatan untuk mengembangkan dan mengkaji suatu data kebenaran pengetahuan secara ilmiah.
Pengertian metode penelitian menurut Sugiyono (2011:2) adalah sebagai berikut :
“Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti
kegiatan penelitian ini didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris
dan sistematis”.
Sedangkan metode penelitian menurut Umi Narimawati (2008:127)
menjelaskan bahwa:
“Metode Penelitian merupakan cara penelitian yang digunakan untuk
mendapatkan data untuk mencapai tujuan tertentu”.
Menurut Sugiyono (2005:21) : “Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi
tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas”.
Adapun tujuan metode deskriptif yang menjadi fokus penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk menjelaskan perkembangan Laba Bersih 2. Untuk menjelaskan perkembangan Arus Kas Operasi
Sedangkan metode penelitian verifikatif menurut Masyhuri (2008:45)
adalah: ”Memeriksa benar tidaknya apabila dijelaskan untuk menguji suatu cara
dengan atau tanpa perbaikan yang telah dilaksanakan di tempat lain dengan mengatasi masalah yang serupa dengan kehidupan”.
Metode verifikatif pada penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas Operasi terhadap Dividen (Dividen Tunai) pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Periode 2010-2014 baik secara parsial maupun simultan serta menguji teori dengan pengujian suatu hipotesis apakah diterima atau ditolak.
Dari penjelasan metode-metode yang telah dijelaskan diatas, kesimpulan metode yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif.
3.2.1 Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rancangan penelitian yang digunakan sebagai
pedoman dalam melakukan proses penelitian. Desain penelitian akan berguna bagi semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian.
Menurut Jonathan Sarwono (2006:27) desain penelitian adalah :
“Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan
proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sampel, koleksi data
dan analisisnya”.
33
“Desain penelitian adalah Desain penelitian merupakan rancangan utama
penelitian yang menyatakan metode dan prosedur-prosedur yang digunakan oleh
peneliti dalam pemilihan, pengumpulan, dan analisis data.”
Langkah-langkah desain penelitian menurut Sugiyono (2009:13) adalah : 1. Sumber masalah, Peneliti menentukan masalah. Masalah sebagai fenomena
untuk dasar penelitian.
2. Rumusan masalah, Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan
dicari jawabannya melalui pengumpulan data.
3. Konsep dan teori yang relevan dan penemuan yang relevan, Untuk menjawab
rumusan masalah yang sifatnya sementara (berhipotesis) maka peneliti dapat membaca reverensi teoritis yang relevan dengan masalah dan berfikir.
4. Pengajuan hipotesis, Jawaban terhadap rumusan masalah yang baru
didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum ada pembuktian secara empiris (faktual) maka jawaban itu disebut hipotesis.
5. Metode penelitian, Untuk menguji hipotesis tersebut, peneliti dapat memilih metode penelitian yang sesuai, pertimbangan ideal untuk memilih metode itu adalah tingkat penelitian data yang diharapkan dan konsisten yang
dikehendaki.
6. Menyusun instrumen penelitian, Setelah metode penelitian yang sesuai dipilih
maka peneliti dapat menyusun instumen penelitian. Instrumen ini digunakan sebagai alat pengumpul data.
7. Kesimpulan, Kesimpulan adalah langkah terakhir suatu periode penelitian
Berdasarkan proses penelitian yang dijelaskan di atas, maka desain pada penelitian ini dijelaskan sebagai berikut:
1. Menetapkan Permasalahan dan Judul Penelitian
Permasalahan yang dicari berdasarkan fenomena yang ditemukan, baik itu
berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Setelah itu menetapkan
judul penelitian. Adapun judul dalam penelitian ini adalah “Analisis Laba
Bersih dan Arus Kas Operasi terhadap Dividen (Dividen Tunai) pada
Perusahaan Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2010-2014.
2. Mengidentifikasi Masalah
Dalam penelitian ini permasalahan yang berhasil diidentifikasi adalah menurunnya dividen tunai ketika laba bersih mengalami penurunan dan
menurunnya dividen tunai ketika arus kas operasi mengalami peningkatan. 3. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicari jawabannya melalui pengumpulan data. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan laba bersih, arus kas operasi, dan dividen (dividen
tunai) serta seberapa besar pengaruh laba bersih dan arus kas operasi terhadap dividen (dividen tunai) pada perusahaan pertambangan batubara yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. 4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan laba bersih, arus kas
35
arus kas operasi terhadap dividen (dividen tunai) baik secara parsial dan simultan pada perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia periode 2010-2014. 5. Hipotesis Penelitian
Penulis menetapkan hipotesis dalam penelitian ini adalah laba bersih dan arus kas operasi terhadap dividen (dividen tunai) pada perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014.
6. Konsep dan Pengukuran Variabel
Konsep variabel diperoleh dengan cara membaca referensi teoritis yang
relevan dengan setiap variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini konsep laba bersih adalah menurut Niswonger (2000), konsep arus kas operasi menurut Ardiyos (2010) dan konsep dividen kas/tunai menurut Ismaya (2005).
Pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala rasio. 7. Sumber Data, dan Metode Pengumpulan Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. Teknik penentuan sampel yang digunakan
yaitu nonprobability sampling dengan menggunakan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data yaitu melalui dokumentasi.
8. Analisis Data
Setelah data terkumpul maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu.
berganda dengan data panel, uji asumsi klasik yang diantaranya yaitu uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi,
koefisien determinasi, uji hipotesis dan juga menggunakan bantuan program aplikasi Eviews 7.0 for windows.
9. Pelaporan Hasil Penelitian
Pelaporan hasil penelitian dilakukan secara tertulis yang digunakan untuk mengkomunikasikan temuan-temuan riset yang sudah dilakukan. Didalamnya
terdapat kesimpulan yang berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Adapun model dari desain penelitian yang digunakan oleh penulis adalah
sebagai berikut :
Gambar 3.1 Desain Penelitian
Keterangan :
X1 : Laba Bersih
X2 : Arus Kas Operasi
Y : Dividen (Dividen Tunai)
(X1)
(X2)
37
Tabel 3.1 Desain Penelitian
No
Desain Penelitian
Tujuan Penelitian Metode yang
digunakan
Time
Horizon
Jenis
Data
1 Untuk mengetahui perkembangan
Laba Bersih pada perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar 2 Untuk mengetahui perkembangan
Arus Kas Operasi pada perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
2010-2014
Deskriptif Data Pool
3 Untuk mengetahui perkembangan Dividen (Dividen Tunai) pada
terhadap Dividen (Dividen Tunai) secara parsial dan simultan.
3.2.2 Operasionalisasi Variabel
Sugiyono (2013:60), “Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala
sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik
kesimpulannya.”
Operasional Variabel diperlukan untuk menentukan jenis, indikator,serta
skala dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian, sehingga pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan dengan benar. Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu:
1. Variabel bebas atau variabel independen (X)
Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab berubahnya variabel terikat (variabel dependen). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas (variabel independen) adalah Laba Bersih (variabel X1) dan Arus Kas Operasi (variabel X2).
2. Variabel terikat atau variabel dependen (Y)
Variabel terikat adalah variabel yang memberikan reaksi (respon) jika
dihubungkan dengan variabel bebas. Variabel terikat adalah variabel yang variabelnya diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan
variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Dividen Tunai (variabel Y) yang dipengaruhi Laba Bersih (variabel X1) dan Arus Kas Operasi
39
Operasionalisasi variabel dalam penelitian ini secara lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.2
Operasionalisasi Variabel
Variabel Konsep Indikator Ukuran Sumber
Data Skala
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data 3.2.3.1Sumber Data
Data merupakan sejumlah informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan. Pada umumnya informasi ini diperoleh melalui observasi
(pengamatan) yang dilakukan terhadap sekumpulan individu (orang, barang, jasa, dan sebagainya).
Menurut Jonathan Sarwono (2006:123), memaparkan bahwa “Data
mengumpulkan, sedangkan data primer adalah data yang hanya dapat kita peroleh
dari sumber asli atau pertama”.
Data dalam penelitian ini terdiri dari Laba Bersih, Arus Kas Operasi dan Dividen (Dividen Tunai) Periode yang digunakan dari periode 2010 sampai
dengan tahun 2014. Data-data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan telah diolah oleh pihak lain, atau dalam bentuk
publikasi yang bersumber dari laporan instansi atau lembaga yang terkait pada perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
3.2.3.2Teknik Penentuan Data
Adapun Teknik Penentuan data terbagi menjadi dua bagian, yaitu populasi dan sampel. Pengertian dari populasi dan sampel itu sendiri adalah sebagai
berikut:
1. Populasi
Menurut Umi Narimawati (2008:161) “Populasi adalah objek atau subjek
yang memiliki karakteristik tertentu sesuai informasi yang ditetapkan oleh
peneliti, sebagai unit analisis penelitian.”
Pengertian populasi menurut Sugiyono (2011:80) adalah :
“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”.
Berdasarkan pengertian di atas, populasi merupakan obyek atau subyek
41
dengan masalah dalam penelitian maka yang menjadi populasi sasaran dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan pertambangan batubaradi BEI
yang dipublikasikan dari mulai tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.
2. Sampel
Pengertian sampel menurut Andi Supangat (2007; 4), menyatakan bahwa:
“Sampel adalah bagian dari populasi (contoh), untuk dijadikan sebagai
bahan penelaahan dengan harapan contoh yang diambil dari populasi tersebut
dapat mewakili (representative) terhadap populasinya.”
Menurut Umi Narimawati (2008) “Sampel adalah sebagian dari populasi
yang terpilih untuk menjadi unit pengamatan dalam penelitian.”
Dalam metode ini besarnya sampel ditentukan dengan mempertimbangkan tujuan penelitian berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan terlebih dahulu.
Dimana besarnya sampel yang akan digunakan dihitung dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut :
Dimana :
n : jumlah sampel N : jumlah populasi
e : persentase toleransi ketidaktelitian (presesi) karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir.
n =
�Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi :
1. Perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan-perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010 –
2014.
2. Perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menyampaikan datanya secara lengkap sesuai dengan informasi yang
diperlukan, yaitu laporan keuangan per 31 Desembar, dengan alasan laporan tersebut telah diaudit sehingga informasi yang dilaporkan lebih dapat
dipercaya.
3. Perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia membagikan dividen (dividen tunai) berturut-turut mulai dari tahun 2010
sampai dengan tahun 2014.
Dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah berupa
laporan keuangan selama 5 periode (Times Series) dari tahun 2010-2014 dan di ambil 6 Perusahaan (Cross Section) sektor Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, jumlah sampel yang diambil 30 buah (pooled data)
sehingga cukup untuk melakukan penelitian tersebut.
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dimulai dengan tahap penelitian pendahulu yaitu melakukan studi kepustakaan dengan mempelajari buku-buku, jurnal dan bacaan-bacaan lain yang berhubungan dengan pokok bahasan dalam penelitian ini. Pada
43
memperoleh data, dan gambaran cara memperoleh data. Tahapan selanjutnya adalah penelitian untuk mengumpulkan keseluruhan data yang dibutuhkan guna
menjawab persoalan penelitian, memperbanyak literature untuk menunjang data kuantitatif yang diperoleh. Dalam hal ini peneliti juga menggunakan media
internet sebagai penelusuran informasi mengenai teori maupun data-data penelitian yang dilakukan.
3.2.5 Rancangan Analisis dan Uji Hipotesis 3.2.5.1Rancangan Analisis
Rancangan analisis adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis
data yang telah diperoleh dari hasil observasi lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang lebih penting
dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Peneliti melakukan analisa terhadap data
yang telah diuraikan dengan menggunakan metode deskriptif (kualitatif) dan verifikatif (kuantitatif).
A. Analisis Deskriptif (Kualitatif)
Menurut Sugiyono (2005:21) penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang menggambarkan apa yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan
Untuk mengukur Laba Bersih, Arus Kas Operasi dan Dividen adalah sebagai berikut :
1. Laba Bersih
2. Arus Kas Operasi
3. Dividen (Dividen Tunai)
Sedangkan untuk menghitung rumus perkembangan dari Laba bersih, Arus Kas Operasi dan Dividen adalah sebagai berikut :
Keterangan : : Perkembangang Tahun Sekarang
: Perkembangan Tahun Sebelumnya
Hasil-hasil dari rumus tersebut nantinya akan dimasukan pada sebuah tabel perhitungan, sehingga kita bisa melihat bagaimana perkembangan laba bersih, arus kas operasi, dan dividen (dividen tunai) pada perusahaan pertambangan
batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2010-2014.
B. Analisis Verifikatif (Kuantitatif)
Menurut Sugiyono (2008:31), analisis verifikatif adalah sebagai berikut :
“Dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunakan statistik. Statistik
yang digunakan dapat berupa statistik deskriptif dan inferensial/induktif. Arus Kas Operasi = Arus Kas Masuk − Arus Kas Keluar
�� �� � = ���−��
� � %
Laba Bersih = Laba Operasi – Pajak Penghasilan
45
Statistik inferensial dapat berupa statistik parametris dan statistik
nonparametris.”
Adapun langkah-langkah analisis kuantitatif yang digunakan penulis adalah sebagai berikut :
1. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi adalah studi mengenai ketergantungan antara satu variable (terikat) dengan satu atau lebih variabel independent (variabel penjelas atau
bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependent berdasarkan nilai variabel yang diketahui.
Sedangkan menurut Jonathan Sarwono (2006:65) menjelaskan “Analisis
regresi adalah teknik analisis yang meliputi metode-metode yang digunakan untuk memprediksi nilai-nilai dari satu atau lebih variabel tergantung dari yang
dihasilkan adanya pengaruh satu atu lebih variabel bebas”.
Analisis regresi ganda adalah suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh
dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau hubungan kausal antara dua variabel bebas atau lebih dengan satu variabel terikat. Dengan kata lain analisis regresi berganda
membantu dalam memahami berapa banyak varians dalam variabel terikat yang dijelaskan oleh kelompok prediktor (Sekaran, 2006).
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independen sebagai indikator. Dalam Eviews juga dapat digunakan untuk
independen (X1 dan X2). Bentuk umum persamaan regresinya ialah sebagai
berikut:
Dimana:
Y = Variabel Terikat (Dividen Tunai)
= Bilangan Berkonstanta
1 = Angka arah atau koefisien regresi Laba Bersih yang menunjukan angka
peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan variabel independent. Bila b+ (positif) maka naik sedangkan b- (negatif) maka terjadi
penurunan.
2 = Angka arah atau koefisien regresi Arus Kas Operasi yang menunjukan
angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan variabel
independen. Bila b+ (positif) maka naik sedangkan b- (negatif) maka terjadi penurunan.
X1 = Variabel Bebas X1 (Laba Bersih)
X2 = Variabel Bebas X2 (Arus Kas Operasi)
= Kesalahan Residual (error)
Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat pada regresi berganda, maka perlu
dilakukan pengujian asumsi klasik.
2. Pengujian Data Uji Asumsi Klasik
Terdapat beberapa asumsi yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum menggunakan Multiple Linear Regression sebagai alat untuk menganalisis
47
pengaruh variabel-variabel yang diteliti, agar terhindar dari karakteristik-karakteristik BLUE (Best Linier Unbiased Estimate). Beberapa asumsi itu
diantaranya adalah:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Asumsi normalitas merupakan persyaratan yang sangat penting pada pengujian kebermaknaan (signifikansi) koefisien regresi.
Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara statistik.
Menurut Wing Wahyu Winarno (2015:5.41), untuk pengujian lebih akurat diperlukan alat analisis dan Eviews menggunakan dua cara, yaitu dengan histogram dan uji Jarque-bera.
Jarque-bera adalaha uji statistik untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal. Uji ini mengukur perbedaan skewness dan kurtosis data dan dibandingkan
dengan apabila datanya bersifat normal. Rumus yang digunakan adalah :
(5.34)
S adalah skewness, K adalah kurtosis, dan k menggambarkan banyaknya koefisien yang digunakan di dalam persamaan. Dengan Ho pada data berdistribusi
normal, uji Jarque-Bera didistribusi dengan dengan derajat bebas (degree of freedom) sebesar 2. Probability menunjukan kemungkinan nilai Jarque-bera melebihi (dalam nilai absolut) nilai terobservasi dibawah hipotesis nol. Nilai
berdistribusi normal. Pada angka Jarque-bera diatas sebesar 0,8637 (lebih besar daripada 5%), Ho tidak dapat ditolak bahwa data berdistribusi normal.
Selain itu uji normalitas digunakan untuk mengetahui bahwa data yang diambil berasal dari populasi berdistribusi normal. Uji yang digunakan untuk
menguji kenormalan adalah uji Kolmogorov-Smirnov.
Berdasarkan sampel ini akan diuji hipotesis nol bahwa sampel tersebut berasal dari populasi berdistribusi normal melawan hipotesis tandingan bahwa
populasi berdistribusi tidak normal. Jika residual tidak normal tetapi dekat dengan nilai kritis maka dapat dicoba dengan metode lain yang mungkin memberikan
justifikasi normal. Tetapi jika jauh dari nilai normal, maka dapat dilakukan beberapa langkah yaitu : melakukan transformasi data, melakukan trimming data outliers atau menambah data observasi. Transformasi dapat dilakukan ke dalam
bentuk logaritma natural, akar kuadrat, inverse, atau bentuk yang lain tergantung dari bentuk kurva normalnya, apakah condong ke kiri, ke kanan, mengumpul di
tengah atau menyebar kesamping kanan dan kiri.
Karena ada beberapa hasil dengan menggunakan E-views mengalami masalah atau error maka penulis juga menggunakan pengolahan data menggunakan SPSS.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk melihat normalitas data dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunakan alat uji sebagai berikut:
1. Uji Kolmogrov Smirnov, dalam uji ini pedoman yang digunakan dalam pengambilan keputusan yaitu:
a. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka distribusi data tidak normal.
49
Hipotesis yang digunakan:
a. : Data residual berdistribusi normal.
b. : Data residual tidak berdistribusi normal.
2. Grafik Normality Probability Plot, ketentuan yang digunakan adalah:
a. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Jika data menyebar jauh dari diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Menurut Wing Wahyu Winarno (2015:5.1) uji multikolinieritas adalah kondisi adanya hubungan linier antarvariabel independen. Karena melibatkan beberapa variabel independen, maka multikolinieritas tidak akan terjadi pada persamaan regresi sederhana (yang terdiri atas satu variabel dependen dan satu
variabel independen). Kondisi terjadinya multikolinieritas ditunjukan dengan berbagai informasi berikut:
1. Nilai R2 tinggi, tetapi variabel independen banyak yang tidak signifikan. 2. Dengan menghitung koefisien korelasi antar variabel independen. Apabila
koefisiennya rendah, maka tidak terdapat multikolinieritas.
3. Dengan melakukan regresi auxiliary. Regresi jenis ini dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua (atau lebih) variabel independen yang
secara bersama-sama (misalnya x2 dan x3) mempengaruhi satu variabel
independen yang lain (misalnya x1). Kita harus menjalankan beberapa regresi,
x1) sebagai variabel dependen dan variabel indpenden lainnya tetap
diperlakukan sebagai variabel independen. Masing – masing persamaan akan
dihitung nilai F-nya dengan rumus sebagai berikut:
Dimana n adalah banyaknya observasi, k adalah banyaknya variabel independen (termasuk konstanta), dan R adalah koefisien determinasi
masing-masing model. Nilai kritis F dihitung dengan derajat kebebasan k-2 dan n-k-1. Jika
nilai F hitung > F kritis pada α dan derajat kebeasan tertentu, maka model kita
mengandung multikolinieritas.
Apabila model prediksi kita memiliki multikolinieritas, maka akan memunculkan akibat-akibat sebagai berikut :
a. Estimator masih bisa bersifat BLUE (Best Linier Unbiased Estimate), tetapi meiliki varian dan kovarian yang besar, sehingga sulit dipakai sebagai alat
estimasi.
b. Interval estimasi cenderung lebar dan nilai statistik uji t akan kecil, sehingga menyebabkan variabel independen tidak signifikan secara statistik dalam
mempengaruhi variabel independen.
Ada beberapa alternatif dalam menghadapi msalah multikolinieritas. Alternatif
tersebut adalah sebagai berikut:
a. Biarkan saja model yang mengandung multikolinieritas, karena estimatornya masih dapat bersifat BLUE. Sifat BLUE tidak terpengaruh oleh ada tidaknya
�= −�� / �−
51
otokorelasi antarvariabel independen. Namun harus diketahui bahwa multikolinieritas akan menyebabkan standard error yang besar.
b. Mengganti atau mengeluarkan variabel yang mempunyai korelasi tinggi. c. Menambah jumlah observasi. Apabila datanya tidak dapat ditambah, teruskan
dengan model yang digunakan.
d. Mentransformasikan data ke dalam bentuk lain, misalnya logaritma natural, akar kuadrat atau bentuk first difference delta.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan
varians dari residual satu ke pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang memenuhi persyaratan adalah di mana terdapat kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap atau disebut
homokedastisitas. Jika terdapat heterokedastisitas akan menyebabkan penaksiran koefisien-koefisien regresi menjadi tidak efisien dan hasil taksiran dapat menjadi
kurang atau melebihi dari yang semestinya. Dengan demikian, agar koefisien-koefisien regresi tidak menyesatkan, maka situasi heteroskedastisitas tersebut harus diuji dari model regresi.
Untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan metode scatter plot dengan memplotkan ZPRED (nilai prediksi) dengan SRESID
(nilai residualnya). Model yang baik didapatkan jika tidak terdapat pola tertentu pada grafik, seperti mengumpul ditengah, menyempit kemudian melebar atau sebaliknya melebar kemudian menyempit. Uji statistik yang dapat digunakan