• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWA T.P 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWA T.P 2015/2016."

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK

SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWA T.P 2015/2016

Oleh : Siti Annisa NIM 4123121071

Program Studi Pendidikan Fisika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

ii

RIWAYAT HIDUP

Siti Annisa dilahirkan di Tanjung Morawa pada tanggal 30 April 1994. Ayah

bernama Hafifuddin dan Ibu bernama Suriani, merupakan anak kelima dari lima

bersaudara. Pada tahun 2000, penulis masuk SD Negeri 101878 Tanjung Morawa dan

lulus pada tahun 2006. Pada tahun 2006, penulis melanjutkan sekolah di SMP Negeri

1 Tanjung Morawa dan lulus pada tahun 2009. Pada tahun 2009, penulis melanjutkan

sekolah di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dan lulus pada tahun 2012. Pada tahun

2012, penulis diterima di Universitas Negeri Medan Jurusan Fisika Program Studi

Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Penulis tercatat

(4)

iii

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK

SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWA T.P 2015/2016

Siti Annisa (NIM: 4123121071) ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada materi suhu dan kalor di kelas X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa T.P 2015/2016.

Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X Semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa yang terdiri dari 10 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 10 kelas secara acak yaitu kelas X-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-3 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen berjumlah 35 orang dan kelas kontrol berjumlah 35 orang. Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data hasil belajar siswa menggunakan tes pilihan berganda dengan jumlah 15 soal. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata (uji t dua pihak dan uji t satu pihak).

Setelah diberikan pretes diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 46,28 dan kelas kontrol adalah 47,24. Selanjutnya kedua kelas diberi perlakuan yang berbeda yaitu kelas eksperimen dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional selama empat kali pertemuan. Setelah pembelajaran pada pertemuan ke empat selesai, diberikan postes. Hasil rata-rata postes kelas eksperimen adalah 70,66 dan kelas kontrol adalah 60,19. Dari hasil uji t diperoleh thitung = 3,94 sedangkan ttabel = 1,67. Karena thitung > ttabel ( 3,94 > 1,67) maka Ha diterima. Dengan menggunakan uji t diperoleh bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X semester II SMAN 1 Tanjung Morawa T.P 2015/2016.

Kata kunci : quasi eksperimen, pembelajaran berbasis masalah, konvensional,

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, atas segala rahmat

dan nikmat yang dikaruniakan-Nya kepada penulis hingga penelitian ini dapat

selesai tepat pada waktunya.

Skripsi berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Suhu dan Kalor di Kelas X

Semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa T.P 2015/2016.” Adapun skripsi ini

disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika Fakultas Matematika

dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak

Drs. Ratelit Tarigan, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Skripsi. Beliau telah

banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal hingga

akhir penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Dr.

Derlina, M.Si, Ibu Dra. Ida Wahyuni, M.Pd, dan Ibu Dr. Rita Juliani, M.Si, selaku

dosen penguji yang telah memberikan masukan dan saran-saran mulai dari

rencana penelitian sampai penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga

disampaikan kepada Ibu Dra. Ratna Tanjung, M.Pd selaku dosen Pembimbing

Akademik yang telah membimbing dan memotivasi penulis selama perkuliahan,

dan Bapak Alkhafi Maas Siregar, M.Si selaku ketua jurusan Fisika, serta Bapak

Drs. Juru Bahasa Sinuraya, M.Pd selaku ketua prodi pendidikan Fisika, juga

kepada seluruh Bapak dan Ibu dosen beserta staf dan pegawai jurusan Fisika

FMIPA Unimed yang telah banyak membantu penulis. Ucapan terima kasih

disampaikan juga kepada Bapak Dr. Asrin Lubis, M.Pd selaku Dekan FMIPA

Unimed. Terima kasih juga kepada Bapak Drs. Ali Sarles Hutabarat selaku guru

bidang studi fisika yang telah banyak membantu dan membimbing penulis selama

penelitian, serta Bapak Drs. James, M.Pd selaku kepala sekolah SMA Negeri 1

Tanjung Morawa atas izin penelitian yang diberikan.

Teristimewa penulis ucapkan terimakasih kepada Ayahanda yang

senantiasa mendukung dengan segenap peluh perjuangannya lewat materi, doa,

(6)

-v

anaknya di setiap sujud-sujudnya. Dan juga buat abang dan kakak tercinta, Deni

Sufihar, S.H, Deno Fatahila, Dede Muhammad Nanda, dan Noni Permata Sari

yang senantiasa memotivasi lewat nasehat-nasehatnya. Penulis juga mengucapkan

terima kasih kepada “Geng Genduy” yang senantiasa menemani selama 4 tahun

Fitrah Yani Pasaribu, Nurhalimah Sirait, Rahma Khairani Putri, Ramadhani

Mulia, Retno Utami, Sitty Sugma Aldila, dan Utami Putri, serta teman-teman

seperjuangan Fisika Dik B 2012. Terimakasih juga teman-teman PPLT Unimed

2015 Dita Gurusinga, Ratna Dewi, Silvi Wulandika, dan Sri Asyanti yang selalu

membantu dan memberikan semangat serta canda tawa kepada penulis.

Terimakasih juga penulis ucapkan kepada keluarga besar asisten laboratorium

fisika umum, terkhusus kepada Khoirul Ikhsan, Atikah, Inggit, Nurul, Kifin, Nida,

Ermin, Putri, dan Rafles, serta teman-teman seperjuangan satu PS yaitu Irene

Kristiani, Nita Pani, dan Sobar Novtri Harry yang senantiasa memberikan

semangat dan saling berbagi ilmu kepada penulis. Yang teristimewa penulis

ucapkan terima kasih kepada teman hidup yang paling tulus, teman yang selalu

ada di saat suka maupun duka, Taufan Fadilah yang telah memberikan semangat

dan motivasi kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi

ini, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari

pembaca untuk kesempurnaan skripsi ini. Kiranya skripsi ini bermanfaat bagi

pembaca dan dunia pendidikan.

.

Medan, Juni 2015

Penulis,

(7)

vi

DAFTAR ISI

Halaman

Lembaran Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vi

Daftar Gambar viii

Daftar Tabel ix

Daftar Lampiran x

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 4

1.3. Batasan Masalah 4

1.4. Rumusan Masalah 4

1.5. Tujuan Penelitian 5

1.6. Manfaat Penelitian 6

1.7. Defenisi Operasional 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7

2.1. Kerangka Teoritis 7

2.1.1. Pengertian Belajar 7

2.1.2. Hasil Belajar 8

2.1.3. Aktivitas Belajar 10

2.1.4. Model Pembelajaran 11

2.1.4.1.Pengertian Model Pembelajaran 11

2.1.4.2.Ciri – Ciri Model Pembelajaran 11

2.1.4.3.Dasar Pertimbangan Pemilihan Model Pembelajaran 12

2.1.5. Model Pembelajaran Berbasis Masalah 12

2.1.5.1.Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah 12

2.1.5.2.Ciri – Ciri Pembelajaran Berbasis Masalah 13

2.1.5.3.Tujuan Pembelajaran Berbasis Masalah 14

2.1.5.4.Manfaat Pembelajaran Berbasis Masalah 14 2.1.5.5.Sintaks Model Pembelajaran Berbasis Masalah 16

2.1.5.6.Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Berbasis Masalah 18

2.1.5.7.Teori Belajar yang Melandasi Model Pembelajaran Berbasis

Masalah 19

(8)

vii

2.1.7. Materi Pembelajaran Suhu dan Kalor 20

2.1.8. Penelitian Terdahulu 21

2.2. Kerangka Konseptual 22

2.3. Hipotesis Penelitian 24

BAB III METODE PENELITIAN 25

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 25

3.2. Populasi dan Sampel Penelitian 25

3.3. Jenis dan Desain Penelitian 25

3.3.1. Jenis Penelitian 25

3.3.2. Desain Penelitian 26

3.4. Prosedur Penelitian 26

3.5. Teknik Pengumpulan Data 29

3.6. Instrumen Penelitian 29 3.6.1. Tes Hasil Belajar Siswa 29 3.6.1.1.Validitas Isi 30

3.6.2. Lembar Observasi Aktivitas Siswa 31 3.7. Teknik Analisis Data 31 3.7.1. Uji Normalitas 32 3.7.2. Uji Homogenitas 32 3.7.3. Uji Hipotesis 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 36

4.1 Hasil Penelitian 36

4.1.1 Data Hasil Penelitian 36

4.1.2 Data Nilai Pretes Tes Hasil Belajar 36

4.1.3 Analisis Data Pretes 38

4.1.4 Data Nilai Postes Tes Hasil Belajar 38

4.1.5 Analisis Data Postes 40

4.1.6 Data Observasi Aktivitas Siswa 43

4.1.7 Analisis Data Lembar Kerja Siswa (LKS) 48

4.2 Pembahasan Penelitian 49

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 54

5.1 Kesimpulan 54

5.2 Saran 55

Daftar Pustaka 56

(9)

viii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Rancangan Pembelajaran Berbasis Masalah 14

Gambar 3.1. Skema Rancangan Penelitian 28

Gambar 4.1. Diagram Batang Nilai Pretes Kelas Eksperimen 37

Gambar 4.2. Diagram Batang Nilai Pretes Kelas Kontrol 37

Gambar 4.3. Diagram Batang Nilai Postes Kelas Eksperimen 39

Gambar 4.4. Diagram Batang Nilai Postes Kelas Kontrol 40

Gambar 4.5. Diagram Batang Hubungan Aktivitas dengan Hasil Belajar

(10)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Sintaks Pembelajaran Model Pembelajaran Berbasis Masalah 16

Tabel 2.2. Penelitian Terdahulu 21

Tabel 3.1. Desain Penelitian 26

Tabel 3.2. Kisi – Kisi Soal 30

Tabel 4.1. Hasil Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 36

Tabel 4.2. Data Hasil Perhitungan Uji t Pretes Hasil Belajar Siswa 38

Tabel 4.3. Tabel Postes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 39

Tabel 4.4. Data Hasil Perhitungan Nilai Rata-Rata, Standar Deviasi, dan

Varians Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas

Kontrol 40

Tabel 4.5. Data Hasil Uji Normalitas Postes Hasil Belajar Kelas

Eksperimen dan Kelas Kontrol 41

Tabel 4.6. Data Hasil Uji Homogenitas Postes Hasil Belajar Kelas

Eksperimen dan Kelas Kontrol 41

Tabel 4.7. Data Hasil Perhitungan Uji Beda t Postes Hasil Belajar Siswa 42

Tabel 4.8. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Kelas Eksperimen 43

Tabel 4.9. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Kelas Kontrol 44

Tabel 4.10. Nilai Pretes, Nilai Aktivitas Belajar Siswa, dan Nilai Postes 45

(11)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. RPP 1 58

Lampiran 2. RPP 2 68

Lampiran 3. RPP 3 77

Lampiran 4. RPP 4 87

Lampiran 5. LKS 1 98

Lampiran 6. LKS 2 103

Lampiran 7. LKS 3 107

Lampiran 8. LKS 4 112

Lampiran 9. Kisi-Kisi Tes Hasil Belajar 117

Lampiran 10. Instrumen Tes Hasil Belajar 133

Lampiran 11. Validitas Isi Perangkat Instrumen 141

Lampiran 12. Rekapitulasi Hasil Jawaban Pretes Kelas Eksperimen 147

Lampiran 13. Rekapitulasi Hasil Jawaban Pretes Kelas Kontrol 149

Lampiran 14. Rekapitulasi Hasil Jawaban Postes Kelas Eksperimen 151

Lampiran 15. Rekapitulasi Hasil Jawaban Postes Kelas Kontrol 153

Lampiran 16. Data Pretes 155

Lampiran 17. Uji Normalitas Pretes 156

Lampiran 18. Uji Homogenitas Pretes 160

Lampiran 19. Uji Hipotesis Pretes 162

Lampiran 20. Data Postes 164

Lampiran 21. Uji Normalitas Postes 165

Lampiran 22. Uji Homogenitas Postes 169

Lampiran 23. Uji Hipotesis Postes 171

Lampiran 24. Lembar Penilaian Aktivitas Siswa Kelas Eksperimen 174

Lampiran 25. Pedoman Penskoran Observasi Aktivitas Siswa Kelas

Eksperimen 186

(12)

xi

Lampiran 27. Pedoman Penskoran Observasi Aktivitas Siswa Kelas

Kontrol 199

Lampiran 28. Perhitungan Data Distribusi Frekuensi Pretes 200

Lampiran 29. Perhitungan Data Distribusi Frekuensi Postes 204

Lampiran 30. Daftar Nilai Kritis Untuk Uji Lilifors 208

Lampiran 31. Tabel Wilayah Luas Dibawah Kurva Normal 0-z 209

Lampiran 32. Daftar Nilai Persentil Untuk Distribusi F 210

Lampiran 33. Daftar Nilai Persentil Untuk Distribusi t 212

(13)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang peristiwa dan

fenomena alam. Pelajaran fisika termasuk salah satu pelajaran yang cukup

menarik karena langsung berkaitan dengan kejadian yang nyata dan juga dapat

diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu pelajaran fisika lebih banyak

memerlukan pemahaman dari pada penghafalan. Namun kenyataannya pada

pembelajaran di sekolah, fisika sering kali menjadi mata pelajaran yang

menakutkan bagi para siswa. Mereka masih menganggap bahwa fisika itu sulit

karena banyak menghitung dengan menggunakan rumus-rumus yang cukup rumit.

Siswa juga dituntut untuk menghafal rumus-rumus fisika. Hal ini menyebabkan

berkurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran fisika.

Berdasarkan pengalaman peneliti saat melaksanakan Program Pengalaman

Lapangan (PPL) di SMP Negeri 1 Batang Kuis, masalah yang terdapat di sekolah

tersebut yaitu kurangnya minat dan keaktifan siswa pada saat proses

pembelajaran, terutama pada mata pelajaran IPA, khususnya fisika. Sedangkan

untuk sarana dan prasarana di sekolah tersebut sudah cukup memadai, namun

untuk laboratorium IPA, pemanfaatannya kurang baik dikarenakan alat-alat yang

terbatas.

Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 1 Tanjung

Morawa, berdasarkan hasil observasi melalui wawancara dengan guru fisika di

SMA Negeri 1 Tanjung Morawa, Bapak Drs. Ali Sarles Hutabarat, diperoleh

bahwa minat siswa terhadap pembelajaran fisika masih kurang. Indikator yang

menyatakan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran fisika masih kurang dapat

dilihat dari nilai rata-rata siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM). Nilai rata-rata yang diperoleh oleh siswa adalah 65, sedangkan

KKM di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa adalah 70. Selain itu siswa juga kurang

aktif dalam proses pembelajaran fisika. Ini terjadi karena siswa beranggapan

(14)

2

harus dihafal dan simbol-simbol yang tidak dimengerti siswa sehingga siswa

kurang berminat belajar fisika. Sementara itu untuk kondisi laboratorium di SMA

Negeri 1 Tanjung Morawa, alat-alat yang tersedia masih terbatas. Oleh sebab itu

siswa jarang melakukan praktikum.

Selain melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran fisika, peneliti

juga menyerahkan angket kepada 35 orang siswa. Berdasarkan hasil penyerahan

angket, diperoleh sebanyak 8,57% siswa menyukai pelajaran fisika, sedangkan

42,86% siswa tidak menyukai fisika. Dari angket tersebut dapat diperoleh akar

permasalahan kenapa siswa tidak menyukai fisika, antara lain siswa berpendapat

bahwa fisika itu sulit dan kurang menarik, kegiatan pembelajaran fisika yang

berlangsung di kelas dominan hanya mencatat dan mengerjakan soal saja, mereka

juga beranggapan bahwa kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran dikelas

sulit dipahami dan membosankan. Ini dikarenakan model pembelajaran yang

digunakan masih berpusat pada guru, sehingga siswa menjadi pasif dan tidak

dapat mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan mengatasi

masalah pembelajaran fisika. Hal tersebut juga dapat mengakibatkan rendahnya

hasil belajar siswa.

Berkaitan dengan permasalahan yang terjadi pada pembelajaran fisika di

sekolah, menurut peneliti perlu diterapkan suatu model pembelajaran yang sesuai

dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir, keterampilan mengatasi

masalah, serta dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Maka dari itu model

pembelajaran yang akan diterapkan peneliti yaitu model pembelajaran berbasis

masalah. Karena pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu

guru menyampaikan informasi dengan jumlah besar kepada siswa. Akan tetapi

pembelajaran berbasis masalah dirancang untuk membantu siswa

mengembangkan keterampilan berpikir, keterampilan menyelesaikan masalah,

dan keterampilan intelektualnya; mempelajari peran-peran orang dewasa dengan

mengalaminya secara riil atau situasi yang disimulasikan; dan menjadi pelajar

(15)

3

Menurut Tan (2003) pembelajaran berbasis masalah merupakan inovasi

dalam pembelajaran karena dalam pembelajaran berbasis masalah kemampuan

berpikir siswa betul-betul dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok atau

tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji,

dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan.

Dalam jurnal penelitian yang ditulis oleh Orhan Akinoglu dan Ruhan

Ozkardes Tandogan pada tahun 2007 Marmara Universitesi, Istanbul, Turkey

yang berjudul “The Effects of Problem-Based Active Learning in Science Education on Students’ Academic Achievement, Attitude and Concept Learning” hasil penelitiannya adalah dibandingkan dengan kurikulum teknik tradisional,

model pembelajaran berbasis masalah tampaknya menginspirasi lebih tinggi

tingkat keterlibatan dalam kegiatan belajar dan tingkat yang lebih tinggi dari

kompleks pemahaman’’. Kemudian berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh

peneliti Rajo Hasim Lubis dengan judul “Efek Model Pembelajaran Berbasis

Masalah Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Listrik Dinamis Di Kelas X

Semester II SMA N 1 Hinai Kabupaten Langkat T.A. 2013/2014” diperoleh hasil

belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan

nilai rata-rata 67,5 lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran

konvensional yang nilai rata-ratanya 58,67. Selanjutnya penelitian yang dilakukan

oleh peneliti Riski Hasanah dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran

Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Materi Fluida Dinamis Di

Kelas XI Semester II SMA Negeri 1 Kisaran T.A 2014/2015” hasil penelitiannya

yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil

belajar siswa pada materi Fluida Dinamis di kelas XI semester II SMA Negeri 1

Kisaran, hasil uji hipotesis thitung > ttabel yaitu 6,47 > 1,67.

Berdasarkan uraian di atas penulis berkeinginan melakukan penelitian dengan

judul: “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil

(16)

4

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, peneliti

mengidentifikasi masalah sebagai berikut :

1. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika masih rendah.

2. Kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran fisika.

3. Kurangnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika.

4. Tidak pernah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah.

5. Pembelajaran yang digunakan cenderung masih berpusat pada guru (teacher

centered).

1.3. Batasan Masalah

Mengingat luasnya ruang lingkup masalah dan keterbatasan waktu serta

kemampuan penulis, maka perlu adanya pembatasan masalah yaitu :

1. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dan subjek yang

diteliti adalah siswa kelas X semester II T.P 2015/2016.

2. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu dan kalor.

3. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran berbasis

masalah untuk kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional untuk

kelas kontrol.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah :

1. Bagaimanakah hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di kelas

X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dengan menggunakan

pembelajaran konvensional?

2. Bagaimanakah hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di kelas

X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dengan menggunakan model

pembelajaran berbasis masalah?

3. Bagaimana aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Morawa

(17)

5

dengan aspek aktivitas yang dinilai yaitu memberikan jawaban,

mendengarkan penjelasan guru, memberikan pertanyaan, melakukan

diskusi, menjawab soal, dan memberikan kesimpulan materi pelajaran?

4. Bagaimana aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Morawa

selama mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis

masalah dengan aspek aktivitas yang dinilai yaitu merumuskan hipotesis,

melakukan diskusi, melakukan percobaan, memecahkan masalah,

melakukan presentasi, dan membuat kesimpulan?

5. Apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran berbasis

masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan menggunakan

pembelajaran konvensional pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X

semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa?

1.5. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di

kelas X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dengan menggunakan

pembelajaran konvensional.

2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di

kelas X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dengan menggunakan

model pembelajaran berbasis masalah.

3. Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung

Morawa selama mengikuti pembelajaran menggunakan pembelajaran

konvensional dengan aspek aktivitas yang dinilai yaitu memberikan

jawaban, mendengarkan penjelasan guru, memberikan pertanyaan,

melakukan diskusi, menjawab soal, dan memberikan kesimpulan materi

pelajaran

4. Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung

Morawa selama mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran

(18)

6

hipotesis, melakukan diskusi, melakukan percobaan, memecahkan masalah,

melakukan presentasi, dan membuat kesimpulan

5. Untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model

pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa

dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada materi pokok suhu

dan kalor di kelas X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa.

1.6. Manfaat Penelitian

Setelah penelitian ini selesai dilaksanakan maka manfaat yang diharapkan

dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Siswa

Sebagai bahan informasi hasil belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa

khususnya nilai pelajaran fisika.

2. Bagi Guru

Sebagai bahan informasi alternatif bagi guru fisika untuk memilih model

pembelajaran fisika dalam upaya meningkatkan hasil belajar fisika siswa.

1.7. Definisi Operasional

Definisi operasional dari kata atau istilah dalam kegiatan penelitian ini

adalah :

1. Model pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang

dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan

keterampilan mengatasi masalah, mempelajari peran-peran orang dewasa dan

menjadi pelajar yang mandiri.

2. Hasil belajar adalah hasil yang dicapai dari proses belajar mengajar sesuai

denagn tujuan pendidikan.

3. Aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental dalam

(19)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang peristiwa dan

fenomena alam. Pelajaran fisika termasuk salah satu pelajaran yang cukup

menarik karena langsung berkaitan dengan kejadian yang nyata dan juga dapat

diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu pelajaran fisika lebih banyak

memerlukan pemahaman dari pada penghafalan. Namun kenyataannya pada

pembelajaran di sekolah, fisika sering kali menjadi mata pelajaran yang

menakutkan bagi para siswa. Mereka masih menganggap bahwa fisika itu sulit

karena banyak menghitung dengan menggunakan rumus-rumus yang cukup rumit.

Siswa juga dituntut untuk menghafal rumus-rumus fisika. Hal ini menyebabkan

berkurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran fisika.

Berdasarkan pengalaman peneliti saat melaksanakan Program Pengalaman

Lapangan (PPL) di SMP Negeri 1 Batang Kuis, masalah yang terdapat di sekolah

tersebut yaitu kurangnya minat dan keaktifan siswa pada saat proses

pembelajaran, terutama pada mata pelajaran IPA, khususnya fisika. Sedangkan

untuk sarana dan prasarana di sekolah tersebut sudah cukup memadai, namun

untuk laboratorium IPA, pemanfaatannya kurang baik dikarenakan alat-alat yang

terbatas.

Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 1 Tanjung

Morawa, berdasarkan hasil observasi melalui wawancara dengan guru fisika di

SMA Negeri 1 Tanjung Morawa, Bapak Drs. Ali Sarles Hutabarat, diperoleh

bahwa minat siswa terhadap pembelajaran fisika masih kurang. Indikator yang

menyatakan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran fisika masih kurang dapat

dilihat dari nilai rata-rata siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM). Nilai rata-rata yang diperoleh oleh siswa adalah 65, sedangkan

KKM di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa adalah 70. Selain itu siswa juga kurang

aktif dalam proses pembelajaran fisika. Ini terjadi karena siswa beranggapan

(20)

2

harus dihafal dan simbol-simbol yang tidak dimengerti siswa sehingga siswa

kurang berminat belajar fisika. Sementara itu untuk kondisi laboratorium di SMA

Negeri 1 Tanjung Morawa, alat-alat yang tersedia masih terbatas. Oleh sebab itu

siswa jarang melakukan praktikum.

Selain melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran fisika, peneliti

juga menyerahkan angket kepada 35 orang siswa. Berdasarkan hasil penyerahan

angket, diperoleh sebanyak 8,57% siswa menyukai pelajaran fisika, sedangkan

42,86% siswa tidak menyukai fisika. Dari angket tersebut dapat diperoleh akar

permasalahan kenapa siswa tidak menyukai fisika, antara lain siswa berpendapat

bahwa fisika itu sulit dan kurang menarik, kegiatan pembelajaran fisika yang

berlangsung di kelas dominan hanya mencatat dan mengerjakan soal saja, mereka

juga beranggapan bahwa kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran dikelas

sulit dipahami dan membosankan. Ini dikarenakan model pembelajaran yang

digunakan masih berpusat pada guru, sehingga siswa menjadi pasif dan tidak

dapat mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan mengatasi

masalah pembelajaran fisika. Hal tersebut juga dapat mengakibatkan rendahnya

hasil belajar siswa.

Berkaitan dengan permasalahan yang terjadi pada pembelajaran fisika di

sekolah, menurut peneliti perlu diterapkan suatu model pembelajaran yang sesuai

dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir, keterampilan mengatasi

masalah, serta dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Maka dari itu model

pembelajaran yang akan diterapkan peneliti yaitu model pembelajaran berbasis

masalah. Karena pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu

guru menyampaikan informasi dengan jumlah besar kepada siswa. Akan tetapi

pembelajaran berbasis masalah dirancang untuk membantu siswa

mengembangkan keterampilan berpikir, keterampilan menyelesaikan masalah,

dan keterampilan intelektualnya; mempelajari peran-peran orang dewasa dengan

mengalaminya secara riil atau situasi yang disimulasikan; dan menjadi pelajar

(21)

3

Menurut Tan (2003) pembelajaran berbasis masalah merupakan inovasi

dalam pembelajaran karena dalam pembelajaran berbasis masalah kemampuan

berpikir siswa betul-betul dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok atau

tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji,

dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan.

Dalam jurnal penelitian yang ditulis oleh Orhan Akinoglu dan Ruhan

Ozkardes Tandogan pada tahun 2007 Marmara Universitesi, Istanbul, Turkey

yang berjudul “The Effects of Problem-Based Active Learning in Science Education on Students’ Academic Achievement, Attitude and Concept Learning” hasil penelitiannya adalah dibandingkan dengan kurikulum teknik tradisional,

model pembelajaran berbasis masalah tampaknya menginspirasi lebih tinggi

tingkat keterlibatan dalam kegiatan belajar dan tingkat yang lebih tinggi dari

kompleks pemahaman’’. Kemudian berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh

peneliti Rajo Hasim Lubis dengan judul “Efek Model Pembelajaran Berbasis

Masalah Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Listrik Dinamis Di Kelas X

Semester II SMA N 1 Hinai Kabupaten Langkat T.A. 2013/2014” diperoleh hasil

belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan

nilai rata-rata 67,5 lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran

konvensional yang nilai rata-ratanya 58,67. Selanjutnya penelitian yang dilakukan

oleh peneliti Riski Hasanah dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran

Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Materi Fluida Dinamis Di

Kelas XI Semester II SMA Negeri 1 Kisaran T.A 2014/2015” hasil penelitiannya

yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil

belajar siswa pada materi Fluida Dinamis di kelas XI semester II SMA Negeri 1

Kisaran, hasil uji hipotesis thitung > ttabel yaitu 6,47 > 1,67.

Berdasarkan uraian di atas penulis berkeinginan melakukan penelitian dengan

judul: “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil

(22)

4

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, peneliti

mengidentifikasi masalah sebagai berikut :

1. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika masih rendah.

2. Kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran fisika.

3. Kurangnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika.

4. Tidak pernah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah.

5. Pembelajaran yang digunakan cenderung masih berpusat pada guru (teacher

centered).

1.3. Batasan Masalah

Mengingat luasnya ruang lingkup masalah dan keterbatasan waktu serta

kemampuan penulis, maka perlu adanya pembatasan masalah yaitu :

1. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dan subjek yang

diteliti adalah siswa kelas X semester II T.P 2015/2016.

2. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu dan kalor.

3. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran berbasis

masalah untuk kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional untuk

kelas kontrol.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah :

1. Bagaimanakah hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di kelas

X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dengan menggunakan

pembelajaran konvensional?

2. Bagaimanakah hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di kelas

X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dengan menggunakan model

pembelajaran berbasis masalah?

3. Bagaimana aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Morawa

(23)

5

dengan aspek aktivitas yang dinilai yaitu memberikan jawaban,

mendengarkan penjelasan guru, memberikan pertanyaan, melakukan

diskusi, menjawab soal, dan memberikan kesimpulan materi pelajaran?

4. Bagaimana aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Morawa

selama mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis

masalah dengan aspek aktivitas yang dinilai yaitu merumuskan hipotesis,

melakukan diskusi, melakukan percobaan, memecahkan masalah,

melakukan presentasi, dan membuat kesimpulan?

5. Apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran berbasis

masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan menggunakan

pembelajaran konvensional pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X

semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa?

1.5. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di

kelas X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dengan menggunakan

pembelajaran konvensional.

2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di

kelas X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dengan menggunakan

model pembelajaran berbasis masalah.

3. Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung

Morawa selama mengikuti pembelajaran menggunakan pembelajaran

konvensional dengan aspek aktivitas yang dinilai yaitu memberikan

jawaban, mendengarkan penjelasan guru, memberikan pertanyaan,

melakukan diskusi, menjawab soal, dan memberikan kesimpulan materi

pelajaran

4. Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung

Morawa selama mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran

(24)

6

hipotesis, melakukan diskusi, melakukan percobaan, memecahkan masalah,

melakukan presentasi, dan membuat kesimpulan

5. Untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model

pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa

dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada materi pokok suhu

dan kalor di kelas X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa.

1.6. Manfaat Penelitian

Setelah penelitian ini selesai dilaksanakan maka manfaat yang diharapkan

dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Siswa

Sebagai bahan informasi hasil belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa

khususnya nilai pelajaran fisika.

2. Bagi Guru

Sebagai bahan informasi alternatif bagi guru fisika untuk memilih model

pembelajaran fisika dalam upaya meningkatkan hasil belajar fisika siswa.

1.7. Definisi Operasional

Definisi operasional dari kata atau istilah dalam kegiatan penelitian ini

adalah :

1. Model pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang

dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan

keterampilan mengatasi masalah, mempelajari peran-peran orang dewasa dan

menjadi pelajar yang mandiri.

2. Hasil belajar adalah hasil yang dicapai dari proses belajar mengajar sesuai

denagn tujuan pendidikan.

3. Aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental dalam

(25)

54

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan uji statistik serta pembahasan maka

disimpulkan sebagai berikut :

1. Hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X semester II

SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dengan menggunakan pembelajaran

konvensional hanya 8 orang yang tuntas dari 35 siswa. Dimana sebelum

diberikan perlakuan rata-rata pretes sebesar 47,24 dan setelah diberikan

perlakuan rata-rata postes siswa sebesar 60,19.

2. Hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X semester II

SMA Negeri 1 Tanjung Morawa dengan menggunakan pembelajaran berbasis

masalah tergolong tuntas, yaitu 25 orang yang tuntas dari 35 siswa. Dimana

sebelum diberikan perlakuan rata-rata pretes sebesar 46,28 dan setelah

diberikan perlakuan rata-rata postes siswa sebesar 70,66.

3. Aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Morawa selama

mengikuti pembelajaran menggunakan pembelajaran konvensional dengan

aspek aktivitas yang dinilai yaitu memberikan jawaban, mendengarkan

penjelasan guru, memberikan pertanyaan, melakukan diskusi, menjawab soal,

dan memberikan kesimpulan materi pelajaran tergolong aktif. Dimana

diperoleh %N-gain aktivitas pada pertemuan I-II, pertemuan II-III, dan

pertemuan III-IV masing-masing 23,1%, 11,1%, dan 7,1%.

4. Aktivitas belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Morawa selama

mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah

dengan aspek aktivitas yang dinilai yaitu merumuskan hipotesis, melakukan

diskusi, melakukan percobaan, memecahkan masalah, melakukan presentasi,

dan membuat kesimpulan tergolong aktif dan mengalami peningkatan pada

setiap pertemuannya. Dimana diperoleh %N-gain aktivitas pada pertemuan

I-II, pertemuan II-II-II, dan pertemuan III-IV masing-masing 38,5%, 43,6%, dan

(26)

55

5. Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis

masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan menggunakan

pembelajaran konvensional pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X

semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, maka sebagai tindak

lanjut dari penelitian ini disarankan beberapa hal sebagai berikut :

1. Bagi siswa hendaknya lebih aktif lagi dalam pembelajaran berbasis masalah

yang diterapkan sehingga dapat menyelesaikan masalah yang diberikan

dengan baik.

2. Bagi guru hendaknya lebih memahami penerapan model pembelajaran

berbasis masalah sebagai salah satu upaya untuk mengaktifkan siswa dalam

belajar, menambah kreativitas dan semangat belajar siswa.

3. Bagi sekolah sebaiknya melengkapi sarana dan prasarana untuk mendukung

proses belajar mengajar disekolah.

4. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menguasai penerapan model pembelajaran

(27)

56

DAFTAR PUSTAKA

Akinoglu, O., dan Ruhan., (2007), The Effects of Problem Based Active Learning in Science Education on Students’ Academic Achievement, Attitude and Concept Learning, Eurasia Journal of Mathematics, Eurasia Journal of MathematicsScience & Technology Education 3:71-81

Arends, R.I., (2008), Learning To Teach, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Hamalik, O., (2011), Kurikulum dan Pembelajaran, Bumi Aksara, Jakarta.

Istarani., (2012), 58 Model Pembelajaran Inovatif, Media Persada, Medan.

Joyce,B ,Weil,M & Calhoun,E., (2011), Models Of Teaching, Percetakan Pustaka Belajar, Yogyakarta.

Lubis, R.H. (2013), Efek Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Listrik Dinamis Di Kelas X Semester II SMA N 1 Hinai Kabupaten Langkat T.A 2013/2014., Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA, Unimed, Medan.

Milfayetty, dkk., (2015), Psikologi Pendidikan, Program Pasca Sarjana Unimed, Medan.

Purwanto., (2011), Evaluasi Hasil Belajar, Pustaka Belajar, Yogyakarta.

Rusman., (2012), Model-Model Pembelajaran, Rajawali Press, Jakarta.

Sanjaya, W., (2006), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Sardiman., (2009), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Slameto., (2013), Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Sudjana., (2005), Metode Statistika, Tarsito, Bandung.

Supiyanto., (2007), Fisika Untuk SMA kelas X, Phibeta, Jakarta.

(28)

57

Tanjung, R., dan Betty., (2013), Evaluasi Hasil Belajar Fisika, Unimed Press, Medan.

Tika, I.K., (2008), Penerapan Problem Based Learning Berorientasi Penilaian Kinerja Dalam Pembelajaran Fisika Untuk meningkatkan Kompetensi Kerja Ilmiah Siswa, Jurnal Pendidikan dan Pengajaran UNDIKSHA 3:648-700

Gambar

Gambar 2.1. Rancangan Pembelajaran Berbasis Masalah

Referensi

Dokumen terkait

Pengujian karakteristik aspal pada hasil ekstraksi asbuton emulsi dengan kadar kelarutan aspal optimum, menghasilkan benda uji yang bertekstur kaku dan keras

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan atas limpahan rahmat dan berkatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir dengan judul ” Penjadwalan Waktu

Alat dan bahan : Foto gerbang sekolah /kunjungan langsung, foto kendaraan roda 6, air, botol, gayung, sendok Tujuan : - Anak mampu melakukan ibadah sehari-hari.. - Anak

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA DENGAN KEKAMBUHAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH.. KERJA UPTD PUSKESMAS

1) Guru dapat menerapkan pendekatan SAVI pada pembelajaran Bahasa Indonesia pada aspek kemampuan membaca pemahaman. 2) Guru dapat memahami dengan tepat langkah-langkah

Polimer biodegradabel seperti kopolimer poli(asam laktat)-poli(asam glikolat) (PLGA) biasanya dibuat melalui kopolimerisasi pembukaan cincin D,L-laktida dan glikolida

The problem faced by teacher of SMP N 2 Simo Boyolali in teaching reading to the second year students are that the student feels bored in learning English, because they have

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel tanah terhadap stabilitas lereng pada model tanggul dengan menggunakan software Geo Slope , sehingga