• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancangan Perbaikan Produk Saklar Dengan Integrasi Metode QFD dan DFMA di PT Voltama Vista Megah Electric Industry

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Rancangan Perbaikan Produk Saklar Dengan Integrasi Metode QFD dan DFMA di PT Voltama Vista Megah Electric Industry"

Copied!
245
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN PERBAIKAN PRODUK SAKLAR DENGAN

INTEGRASI METODE QFD DAN DFMA DI PT VOLTAMA

VISTA MEGAH ELECTRIC INDUSTRY

TUGAS SARJANA

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Oleh

AKHMAD BAJORA NASUTION

080403001

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I

F A K U L T A S T E K N I K

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat

menyelesaikan tugas sarjana ini.

Tugas sarjana ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar

sarjana teknik di Departemen Teknik Industri, khususnya program studi reguler

strata satu, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Adapun judul untuk tugas

sarjana ini adalah “Rancangan Perbaikan Produk Saklar Dengan Integrasi Metode

QFD dan DFMA di PT Voltama Vista Megah Electric Industry”.

Sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan, maka penulis menyadari

masih banyak kekurangan dalam penulisan tugas sarjana ini. Oleh karena itu,

penulis sangat mengharapkan saran dan masukan yang sifatnya membangun demi

kesempurnaan laporan tugas sarjana ini. Semoga tugas sarjana ini dapat

bermanfaat bagi penulis sendiri, perpustakaan Universitas Sumatera Utara, dan

pembaca lainnya.

Medan, Januari 2013

Penulis,

(6)

UCAPAN TERIMAKASIH

Syukur dan terimakasih penulis ucapkan yang sebesar-besarnya kepada

Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk merasakan

dan mengikuti pendidikan di Departemen Teknik Industri USU serta telah

membimbing penulis selama masa kuliah dan penulisan laporan tugas sarjana ini.

Dalam penulisan tugas sarjana ini penulis telah mendapatkan bimbingan

dan bantuan dari berbagai pihak, baik berupa materil, spiritual, informasi maupun

administrasi. Oleh karena itu sudah selayaknya penulis mengucapkan terima kasih

kepada:

1. Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT. selaku Ketua Departemen Teknik Industri

Universitas Sumatera Utara, yang telah memberi izin pelaksanaan Tugas

Sarjana ini.

2. Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT. selaku Sekretaris Departemen Teknik Industri

Universitas Sumatera Utara dan Dosen Pembanding II, yang telah

memberikan masukan, koreksi dan penilaian terhadap Tugas Sarjana ini.

3. Ibu Ir. Rosnani Ginting, MT selaku Dosen Pembimbing I dan kepala

Laboratorium Sistem Produksi atas waktu, bimbingan, pengarahan, dan

masukan yang diberikan kepada penulis dalam penyelesaian Tugas Sarjana

ini.

4. Bapak Ikhsan Siregar ST, M.Eng selaku Dosen Pembimbing II dan staf

(7)

masukan yang diberikan kepada penulis dalam penyelesaian Tugas Sarjana

ini.

5. Bapak Dr.Ir.H. A. Jabbar M. Rambe, M.Eng. selaku Dosen Pembanding I,

yang telah memberikan masukan, koreksi dan penilaian terhadap Tugas

Sarjana ini.

6. Ayahanda Drs.H. Ruslan Nasution,Ak, QIA dan Ibunda Hj. Hafni Mutiara

yang tiada hentinya mendukung penulis baik secara moril maupun materil

sehingga laporan ini dapat diselesaikan. Penulis menyadari tidak dapat

membalas segala kebaikan dan kasih sayang dari keduanya, oleh karena itu

izinkanlah penulis memberikan karya ini sebagai ungkapan rasa terima kasih

kepada Ayahanda dan Ibunda tercinta. Semoga Ayah lekas sembuh.

7. Kedua kakakku tercinta Dian Fadillah S.S, M.Hum dan Dewina Ulfah

Nasution, S.Psi , adikku Fauziah Nami Nasution dan abangku Angga

Ikranegara S.IP yang selalu membantu dan mendukung penulis untuk

secepatnya menyelesaikan laporan ini. Keponakanku tercinta Kienara Sabina

Nauli, engkau adalah pelita saat gelapku.

8. Ira Rumiris Hutagalung, yang selalu setia dalam suka dan duka perjuangan

hidup.

9. Ibu Pogy Kurniawan selaku pimpinan pabrik PT Voltama Vista Megah

Electric Industry yang telah mengizinkan serta membantu penulis melakukan

(8)

10.Bapak Yanto dan Ibu Roslina selaku pembimbing lapangan di PT Voltama

Vista Megah Electric Industry yang telah membantu dan membimbing penulis

dalam penelitian dan pengumpulan data di lantai produksi

11.Staf pegawai Teknik Industri, Bang Ridho, Bang Mijo, Kak Dina, Bang

Nurmansyah, Bang Kumis, Kak Rahma dan Ibu Ani, terimakasih atas

bantuannya dalam masalah administrasi untuk melaksanakan tugas sarjana ini.

12.Rekan-rekan asisten Laboratorium Sistem Produksi (LSP) Bang Awaludin,

Yogi, Wendi, Matius, Arief, Yose, Amanah, Hendra dan adik-adik asisten

2009 Arsyad, Alfin, Ridho, Hadi, Nico, Sadikin, Lia dan Maysarah.

13. Teman-teman seperjuangan Andria a.k.a pak tung, Hendra Novirza a.k.a

chani, Erin a.k.a gudel, Surya a.k.a telor, Akhmad Bakrie a.k.a keramba,

Fahmi Sulaiman dan keseluruhan rekan-rekan stambuk 2008 yang tidak dapat

disebutkan satu-persatu, atas dukungan dan kerjasama yang baik atas bantuan

dan masukan serta motivasi yang diberikan kepada penulis.

14.Teman-teman Beswan Djarum di seluruh Indonesia.

15.Dan seluruh pihak yang telah membantu penulis yang tidak mungkin

disebutkan satu per satu, hanya Allah SWT yang dapat membalas kalian

(9)

DAFTAR ISI

BAB HALAMAN

LEMBAR JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

SERTIFIKAT EVALUASI TUGAS SARJANA ... iii

KEPUTUSAN SIDANG KOLOKIUM ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xviii

DAFTAR GAMBAR ... xxii

DAFTAR LAMPIRAN ... xxiii

ABSTRAK ... xxiv

I PENDAHULUAN ... I-1

1.1. Latar Belakang ... I-1

1.2. Rumusan Masalah ... I-5

1.3. Tujuan Penelitian ... I-6

1.4. Manfaat Penelitian ... I-6

1.5. Batasan dan Asumsi Penelitian ... I-7

(10)

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN

II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... II-1

2.1. Sejarah Singkat Perusahaan ... II-1

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha ... II-2

2.3. Struktur Organisasi ... II-6

2.3.1. Struktur Organisasi ... II-6

2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab ... II-8

2.4. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan ... II-8

2.5. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan ... II-9

2.6. Proses Produksi ... II-11

2.6.1. Bahan yang Digunakan ... II-12

2.6.1.1. Bahan Baku ... II-13

2.6.1.2. Bahan Tambahan ... II-14

2.6.1.3. Bahan Penolong ... II-14

2.6.2. Uraian Proses ... II-15

2.6.2.1. Bagian Pressing ... II-16

2.6.2.2. Bagian Compression ... II-19

2.6.2.3. Perakitan ... II-19

2.6.2.4. Pengepakan ... II-20

(11)

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN

2.6.3.1. Mesin Produksi ... II-20

2.6.3.2. Peralatan (Equipment) ... II-25

III LANDASAN TEORI ... III-1

3.1. Perancangan Produk ... III-1

3.2. QFD (Quality Function Deployment) ... III-2

3.3. DFMA (Design for Manufacturing and Assembly) ... III-5

3.3.1. Design for Manufacturing Sebagai Metodologi yang

Paling Umum ... III-5

3.3.2. Design for Assembly (DFA) ... III-8

3.3.3. Memperkirakan Biaya Perakitan ... III-11

3.3.4. Mengintegrasikan Komponen ... III-12

3.3.5. Memaksimumkan Kemudahan Perakitan ... III-13

3.3.6. Mempertimbangkan Perakitan Oleh Pelanggan ... III-16

3.3.7. Metode Boothroyd-Dewhrust ... III-16

3.3.8. Prosedur untuk Analisis Produk yang Dirakit Secara

Manual ... III-17

3.4. Perancangan Snap-Fit (Penambat) ... III-19

3.5. Kuesioner ... III-21

(12)

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN

3.7. Reliabilitas Data ... III-23

3.8. Pengukuran Waktu ... III-25

3.8.1. Langkah-langkah Sebelum Melakukan Pengukuran

Waktu ... III-25

3.8.2. Tahapan Penentuan Waktu Normal ... III-27

3.8.3. Allowance ... III-30

3.8.3.1. Kelonggaran Waktu untuk Kebutuhan Pribadi

(Personal Allowance) ... III-30

3.8.3.2. Kelonggaran Waktu untuk Melepaskan Lelah

(Fatique Allowance) ... III-31

3.8.3.3. Kelonggaran Waktu untuk Keterlambatan-

Keterlambatan (Delay Allowance) ... III-31

3.8.4. Tahapan Penentuan Waktu Baku ... III-32

3.9. Uji Keseragaman dan Kecukupan Data ... III-33

3.9.1. Pengujian Keseragaman Data ... III-33

3.9.1. Perhitungan Jumlah Pengamatan yang Diperlukan ... III-34

3.10. Peta Kerja ... III-35

3.10.1. Definisi Peta Kerja ... III-35

(13)

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN

3.10.2. Assembly Process Chart ... III-36

3.10.3. Work Methods Design – Mengembangkan Metode Lebih

Baik ... III-37

IV METODOLOGI PENELITIAN ... IV-1

4.1. Tempat dan Waktu Penelitian ... IV-1

4.2. Jenis Penelitian ... IV-1

4.3. Objek Penelitian ... IV-1

4.4. Variabel Penelitian ... IV-2

4.5. Kerangka Konseptual Penelitian ... IV-3

4.6. Definisi Variabel Operasional ... IV-5

4.7. Rancangan Penelitian ... IV-6

4.8. Pengumpulan Data ... IV-9

4.8.1. Sumber Data ... IV-9

4.8.2. Metode Pengumpulan Data ... IV-10

4.8.3. Instrumen Penelitian ... IV-11

4.8.3.1. Stopwatch ... IV-11

4.8.3.2. Kuesioner ... IV-12

4.8.4. Populasi dan Sampel Penelitian ... IV-15

(14)

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN

4.9.1. Data Kuesioner ... IV-16

4.9.2. Data Waktu ... IV-18

4.9.3. Pembangunan Matriks House of Quality ... IV-20

4.9.4. Perancangan Produk dengan DFMA ... IV-22

4.9.5. Perbaikan Assembly Process Chart ... IV-24

4.10. Analsis Pemecahan Masalah ... IV-27

4.11. Kesimpulan dan Saran ... IV-27

V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ... V-1

5.1. Pengumpulan Data ... V-1

5.1.1. Kuesioner Terbuka ... V-1

5.1.2. Kuesioner Tertutup ... V-6

5.1.3. Data Desain Produk Awal ... V-6

5.1.3.1. Komponen Penyusun Produk ... V-6

5.1.3.2. Proses Perakitan Saklar ... V-8

5.1.4. Data Waktu ... V-9

5.1.4.1. Penentuan Rating Factor ... V-9

5.1.4.2. Pengukuran Waktu Proses Tiap Stasiun Kerja V-10

(15)

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN

5.2. Pengolahan Data ... V-12

5.2.1. Uji validitas dan Reliabilitas ... V-12

5.2.1.1. Uji Validitas Data ... V-13

5.2.1.1. Uji Reliabilitas Data ... V-17

5.2.2. Membangun Quality Function Deployment ... V-19

5.2.2.1. Penentuan Kebutuhan Responden/ Customer

Requirement (CR) ... V-19

5.2.2.2. Penentuan Tingkat Kepentingan/ Customer

Importance (CI) ... V-21

5.2.2.3. Penentuan Karakteristik Teknis Produk ... V-21

5.2.2.4. Menetapkan Hubungan antara Karakteristik

Teknis ... V-21

5.2.2.5. Menetapkan Tingkat Hubungan Antara

Karakteristik Teknis Produk Dengan

Keinginan Responden ... V-24

5.2.2.6. Menyusun Matriks Perencanaan/ Planning

Matriks ... V-25

5.2.2.7. Membangun Matriks House Of Quality

(HoQ) Produk Saklar Tipe 805 ... V-28

(16)

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN

5.2.3. Pengukuran Waktu ... V-32

5.2.3.1. Uji Keseragaman Data ... V-32

5.2.3.2. Uji Kecukupan Data ... V-35

5.2.3.3. Perhitungan Waktu Normal dan Waktu Baku V-37

5.2.4. Perbaikan Rancangan dengan Metode DFMA ... V-38

5.2.4.1. Struktur Produk ... V-39

5.2.4.2. Evaluasi Komponen Penyusun Produk Serta

Pengembangan DFMA Worksheet dari

Desain Awal Produk ... V-41

5.2.4.3. Identifikasi Part yang dapat di Kembangkan

, kombinasi dan Eliminasi ... V-45

5.2.4.4. Perbaikan Assambly Process Chart ... V-50

5.2.4.4.1. Assambly Process Chart Desain

Awal ... V-50

5.2.4.4.2. Analisis Proses Perakitan dengan

Menggunakan 5W dan 1H ... V-52

5.2.4.4.3. Menggambarkan Assambly

Process Chart Usulan ... V-55

5.2.4.5. Pengembangan Lembar Kerja DFMA dari

(17)

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN

5.2.4.6. Effisiensi Desain dan Jumlah Produk

Standar ... V-59

5.2.4.7. Rancangan Akhir Produk DFMA ... V-62

VI ANALISIS DAN EVALUASI ... VI-1

6.1. Analisis Data Kuesioner ... VI-1

6.2. Analisis Pengukuran Waktu ... VI-2

6.3. Analisis QFD ... VI-2

6.3.1. Analisis Matriks Variabel Proses Perakitan Terhadap

Tingkat Kepentingan ... VI-3

6.3.2. Analisis Matriks Variabel Proses Perakitan Terhadap

Tingkat Kepentingan ... VI-4

6.3.3. Analisis Matriks Variabel Produk Terhadap Sales

Point ... VI-6

6.3.4. Analisis Matriks Ukuran Kinerja Proses Perakitan ... VI-8

(18)

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN

VII KESIMPULAN DAN SARAN ... VII-1

7.1. Kesimpulan ... VII-1

7.2. Saran ... VII-2

(19)

DAFTAR TABEL

TABEL HALAMAN

2.1. Jenis Produk yang Diproduksi PT Voltama Vista Megah Electric

Industry ... II-4

2.2. Jumlah Tenaga Kerja Perusahaan di PT Voltama Vista Megah

Electric Industry ... II-8

2.3. Pembagian Jam Kerja di PT Voltama Vista Megah Electric

Industry ... II-8

3.2. Westinghouse Factor ... III-29

5.1. Rekapitulasi Kuesioner Terbuka ... V-2

5.2. Rekapitulasi Kuesioner Terbuka ... V-2

5.3. Komponen Penyusun Saklar Tipe 805 ... V-7

5.4. Uraian Proses Perakitan Saklar Tipe 805 ... V-8

5.5. Penilaian Rating Factor ... V-9

5.6. Data Pengukuran Waktu Operasi (menit) Perakitan Saklar

Tipe 805 ... V-11

5.7. Perhitungan Allowance Masing-masing Stasiun Kerja ... V-12

5.8. Tabulasi Frekuensi Jawaban Responden ... V-13

5.9. Perhitungan Skala Baru ... V-13

5.10. Hasil Perhitungan Validitas Variabel ... V-16

(20)

DAFTAR TABEL (Lanjutan)

TABEL HALAMAN

5.12. Customer Requirement (CR) terhadap Proses Perakitan Produk

Saklar Tipe 805 ... V-20

5.13. Customer Importance (CI) terhadap Proses Perakitan Saklar Tipe

805 ... V-21

5.14. Karakteristik Teknis Produk Saklar Tipe 805 ... V-23

5.15. Nilai Sales Point Proses Perakitan Saklar Tipe 805... V-26

5.16. Nilai Importance dan Relative Weight ... V-27

5.17. Rekapitulasi Uji Keseragaman Data Waktu Elemen Kegiatan

Perakitan Saklar Tipe 805 (Menit) ... V-34

5.18. Uji Kecukupan Data Elemen Kegiatan 1 ... V-36

5.19. Rekapitulasi Uji Kecukupan Data Waktu Elemen Kegiatan Perakitan

Saklar Tipe 805 ... V-37

5.20. Perhitungan Waktu Normal dan Waktu Baku (menit) Proses

Perakitan Saklar Tipe 805 ... V-38

5.21. Komponen Penyusun Produk Saklar Tipe 805 ... V-41

5.22. Lembar Kerja DFMA dari Desain Awal Produk ... V-45

5.23. Identifikasi Komponen Penyusun Produk Saklar Tipe 805 ... V-46

5.24. Urutan Proses Perakitan Produk Saklar Tipe 805 Usulan ... V-56

5.25. Lembar Kerja DFMA dari Desain Perbaikan... V-58

(21)

DAFTAR TABEL (Lanjutan)

TABEL HALAMAN

5.27. Hasil Rancangan Perbaikan Komponen Penyusun Saklar ... V-64

6.1. Customer Importance (CI) terhadap Proses Perakitan Saklar Tipe

805 ... VI-4

6.2. Nilai Sales Point Proses Perakitan Saklar Tipe 805 ... VI-5

6.3. Nilai Importance dan Relative Weight ... VI-7

6.4. Efisiensi Desain Setelah Tahap DFMA ... VI-9

(22)

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR HALAMAN

2.1. Struktur Organisasi Bagian Pabrik PT Voltama Vista Megah

Electric Industry ... II-7

2.2. Blok Diagram Pembuatan Saklar Tipe 805 ... II-16

2.3. Produk Saklar Tipe 805 ... II-20

3.1. House Of Quality ... III-5

3.2. Perbandingan Antara Teknik Tradisional dan Teknik DFA ... III-9

3.3. Fitur Penambat (Snap-Fit) ... III-21

4.1. Kerangka Konseptual Penelitian ... IV-4

4.2. Langkah-langkah Proses Penelitian ... IV-8

4.3. Stopwatch Merek ROX Tipe SW8-2008 ... IV-11

4.4. Diagram Alir Pembuatan Kuesioner ... IV-15

4.5. Langkah-langkah Penyebaran Kuesioner ... IV-18

4.6. Langkah-langkah Pengukuran Waktu ... IV-20

4.7. Diagram Alir Pembangunan House Of Quality ... IV-22

4.8. Block Diagram Perancangan dan Perbaikan Produk ... IV-24

4.9. Langkah-langkah Perbaikan Assembly Process Chart ... IV-25

4.10. Flow Chart Perancangan dan Perbaikan Produk Metode QFD dan

DFMA ... IV-26

5.1. Saklar Tipe 805 ... V-7

(23)

DAFTAR GAMBAR (Lanjutan)

GAMBAR HALAMAN

5.3. Matriks Antara CR dengan Karakteristik Teknis Produk Saklar

Tipe 805 ... V-25

5.4. Penentuan Tingkat Kesulitan, Derajat Kepentingan dan Perkiraan

Biaya ... V-30

5.5. QFD Saklar Tipe 805 ... V-31

5.6. Peta Kontrol Waktu Siklus Elemen Kegiatan 1 ... V-33

5.7. Struktur Produk Saklar Tipe 805 ... V-40

5.8. Assembly Process Chart Desain Awal ... V-51

5.9. Assembly Process Chart Usulan ... V-57

5.10. Hasil Rancangan Pengembangan Body Atas 805-A ... V-66

5.11. Hasil Rancangan Pengembangan Body Bawah 805-B ... V-67

5.12. Hasil Rancangan Kombinasi Besi Pengait 8433 N ... V-67

5.13. Hasil Rancangan Pengganti Baut 3314 ... V-67

5.14. Hasil Rancangan Akhir DFMA ... V-70

5.15. Gambar 3D Atas Produk ... V-71

(24)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN HALAMAN

1. Tugas dan Tanggung Jawab Perusahaan ... L-1

2. Dokumentasi Kegiatan Penyebaran Kuesioner Terbuka ... L-2

3. Dokumentasi Kegiatan Penyebaran Kuesioner Tertutup ... L-3

4. Kuesioner Terbuka ... L-4

5. Kuesioner Tertutup ... L-5

6. Kuesioner Karakteristik Teknis ... L-6

7. Rekapitulasi Hasil Kuesioner Karakteristik Teknis ... L-7

8. Tabel R Product Moment ... L-8

9. Form Tugas Akhir ... L-9

10. Surat Penjajakan ... L-10

11. Surat Balasan ... L-11

12. Surat Keputusan Tugas Akhir ... L-12

(25)

ABSTRAK

Tahap desain memegang peranan penting dalam proses produksi produk saklar, hal ini dikarenakan desain berhubungan dengan proses manufaktur, waktu perakitan dan biaya produksi produk. Desain yang lebih mudah dirakit akan meningkatkan efisiensi penggunaan waktu yang berujung pada penurunan biaya produksi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi desain produk yang ada dengan menggunakan konsep integrasi QFD (Quality Function Deployment) dan DFMA (Design for Manufacture and Assembly). DFMA adalah metode yang menekankan pada perkembangan desain kearah bentuk yang paling sederhana tanpa meninggalkan keinginan pasar dan fungsionalitas produk.

Desain produk awal mengandung komponen yang tidak memberikan nilai tambah sehingga komponen tersebut dapat dihilangkan atau digabungkan dengan komponen lainnya tetapi dengan tidak mengurangi fungsi produk. Penelitian diawali dengan identifikasi pada desain awal produk saklar dengan menggunakan metode QFD. Berdasarkan metode QFD didapatkan dua atribut proses perakitan yang berpengaruh signifikan terhadap waktu perakitan produk. Kemudian dilakukan perhitungan waktu dengan metode stopwatch time study untuk mengetahui waktu perakitan. Selanjutnya dilakukan perbaikan rancangan produk untuk mereduksi waktu perakitan serta biaya komponen pembentuk produk.

Perbaikan rancangan dilakukan dengan mengurangi atau menghilangkan komponen yang tidak memberikan nilai tambah pada produk seperti fasteners atau connectors. Selanjutnya dari hasil perbaikan rancangan dicari urutan perakitan yang paling optimal dengan penggambaran Assembly Process Chart perbaikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu perakitan berkurang hingga 17,83 %, jumlah komponen berkurang hingga 11,43%, serta biaya perakitan berkurang hingga 17,82 %.

(26)

ABSTRAK

Tahap desain memegang peranan penting dalam proses produksi produk saklar, hal ini dikarenakan desain berhubungan dengan proses manufaktur, waktu perakitan dan biaya produksi produk. Desain yang lebih mudah dirakit akan meningkatkan efisiensi penggunaan waktu yang berujung pada penurunan biaya produksi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi desain produk yang ada dengan menggunakan konsep integrasi QFD (Quality Function Deployment) dan DFMA (Design for Manufacture and Assembly). DFMA adalah metode yang menekankan pada perkembangan desain kearah bentuk yang paling sederhana tanpa meninggalkan keinginan pasar dan fungsionalitas produk.

Desain produk awal mengandung komponen yang tidak memberikan nilai tambah sehingga komponen tersebut dapat dihilangkan atau digabungkan dengan komponen lainnya tetapi dengan tidak mengurangi fungsi produk. Penelitian diawali dengan identifikasi pada desain awal produk saklar dengan menggunakan metode QFD. Berdasarkan metode QFD didapatkan dua atribut proses perakitan yang berpengaruh signifikan terhadap waktu perakitan produk. Kemudian dilakukan perhitungan waktu dengan metode stopwatch time study untuk mengetahui waktu perakitan. Selanjutnya dilakukan perbaikan rancangan produk untuk mereduksi waktu perakitan serta biaya komponen pembentuk produk.

Perbaikan rancangan dilakukan dengan mengurangi atau menghilangkan komponen yang tidak memberikan nilai tambah pada produk seperti fasteners atau connectors. Selanjutnya dari hasil perbaikan rancangan dicari urutan perakitan yang paling optimal dengan penggambaran Assembly Process Chart perbaikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu perakitan berkurang hingga 17,83 %, jumlah komponen berkurang hingga 11,43%, serta biaya perakitan berkurang hingga 17,82 %.

(27)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi yang pesat di dunia industri menyebabkan

terjadinya perubahan dunia usaha secara cepat. Untuk dapat mengikuti arus

persaingan, perusahaan dituntut untuk terus berinovasi dan menciptakan produk

yang berkualitas. Keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya ditentukan

oleh berbagai faktor, salah satunya yang terpenting adalah kemampuan

mendapatkan order dari pelanggan. Istilah mutu dan pelayanan diartikan sebagai

kemauan dan kemampuan manajemen perusahaan merespon secara cepat

permintaan pelanggan dan mengirimkan produk yang diminta sesuai dengan mutu

dan jadwal yang dijanjikan. Ketiga faktor yaitu pengiriman tepat waktu

(timeliness of delivery), mutu yang sesuai dengan harapan (expected product

quality), dan harga yang wajar (reasonable price) mungkin dapat dikatakan

sebagai determinan persaingan karena setiap pelanggan selalu menilai mutu

vendornya paling tidak dalam ketiga hal tersebut (Sinulingga S, 2009).

PT Voltama Vista Megah Electrik Industry merupakan perusahaan yang

bergerak dibidang manufacturing komponen-komponen atau alat-alat listrik.

Perusahaan berproduksi dengan sistem make to stock yang dibuat berdasarkan

kebutuhan atau tren pasar. Agar perusahaan dapat bersaing dan mampu memenuhi

permintaan pelanggan maka mutu produk harus selalu ditingkatkan begitu juga

(28)

Salah satu produk unggulan dari perusahaan adalah produk saklar. Saklar

pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Saklar

memanfaatkan fungsi konduktor dalam hal ini kuningan sebagai pengahantar arus

listrik. Saklar yang dijadikan objek penelitian adalah saklar kotak tipe 805.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak perusahaan diketahui produk saklar

tipe 805 memiliki daya saing yang relatif tangguh di pasaran. ]

Pemanfaatan saklar secara sederhana ditunjukan pada proses

menghidupkan dan mematikan lampu. Produk saklar yang dimaksud, secara garis

besar dibagi atas dua bagian utama, yaitu casing utama dan rangkaian kotak

hitam.

Dalam pemenuhan permintaan terhadap saklar, perusahaan menghadapi

beberapa masalah dalam proses perakitan produk. Masalah tersebut adalah proses

assembly yang rumit akibat komponen penyusun produk yang sebenarnya tidak

diperlukan atau komponen yang tidak memiliki nilai tambah, komponen yang

digunakan berukuran kecil dan komponen yang mudah rusak. Hal ini

berhubungan dengan waktu assembly pengerjaan produk yang panjang. Waktu

assembly yang relatif panjang menyebabkan unit cost produk menjadi tinggi.

Untuk mengantisipasi hal ini, perusahaan mengeluarkan kebijakan

subkontrak dalam perakitan komponen rangkaian kotak hitam saklar. Penggunaan

kebijakan sub kontrak bagi masyarakat sekitar perusahaan dipandang sebagai

kegiatan yang tidak optimum dalam penggunaan tenaga kerja perusahaan. Situasi

ini menyebabkan volume produksi tidak optimum. Jika situasi ini terus

(29)

perakitan yang lebih optimal melalui eliminasi atau kombinasi kegiatan atau

komponen yang tidak mengandung nilai tambah, maka waktu yang dibutuhkan

pada proses perakitan menjadi lebih minimum dan permintaan dapat dipenuhi,

sehingga kebijakan subkontrak tidak perlu digunakan.

Dengan kondisi tersebut, rancangan produk awal dipandang sudah tidak

optimum saat ini. Hal ini karena desain produk awal mengandung komponen yang

tidak perlu yang seharusnya komponen tersebut dapat dihilangkan atau

digabungkan dengan komponen lainnya tetapi dengan tidak mengurangi fungsi

produk.

Rancangan produk yang lebih sederhana, komponen yang lebih sedikit dan

waktu perakitan yang lebih cepat, merupakan alternatif solusi pemecahan

masalah. Desain yang lebih mudah dirakit akan meningkatkan efisiensi

penggunaan waktu yang berujung pada penurunan biaya produksi. Salah satu yang

paling berpengaruh terhadap biaya total manufaktur adalah faktor desain.

Identifikasi permasalahan pada penelitian ini dilakukan dengan

menggunakan metode quality function deployment (QFD), yaitu suatu metodologi

yang terkenal untuk desain dan pengembangan produk berorientasi pelanggan.

Analisis masalah menggunakan QFD mendapatkan suatu matriks yang

menghubungkan karakteristik teknis produk dan keinginan responden akan

produk dan masalah yang dihadapai selama proses pengerjaan produk. House of

quality (HOQ), sebuah alat dari QFD, membantu untuk menentukan batas-batas

desain, menunjukkan hubungan antara kebutuhan responden dan matriks yang

(30)

tim perancang untuk menghasilkan produk yang berkualitas (Boppana dan Azizi,

2009).

Hasil analisis dengan QFD dikembangkan lebih lanjut dengan teknik

DFMA. Design for manufacture and assembly (DFMA) adalah pendekatan yang

digunakan untuk merancang produk yang berkualitas maksimum dan berbiaya

minimum. DFMA adalah metode yang menekankan pada perkembangan desain

kearah bentuk yang paling sederhana tanpa meninggalkan keinginan pasar dan

fungsionalitas produk. Bentuk desain yang paling sederhana berarti waktu

pengerjaan yang paling singkat sehingga biaya bisa minimum. DFMA adalah

metode yang baik untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi waktu perakitan

dan biaya pembuatan produk (Xie, 2003).

Dengan penerapan metode DFMA, desain yang digunakan dikatagorikan

efektif dan efisien dari sisi waktu dan biaya komponen. Kedua karakteristik ini

dapat diminimumkan dengan memperbaiki desain yang ada sehingga waktu

proses perakitan menjadi lebih cepat, kesalahan perakitan dapat dihindari dan

komponen yang tidak bernilai tambah dapat dihilangkan. Integrasi metode QFD

dan DFMA ini termotivasi oleh kebutuhan untuk membangun sebuah metodologi

yang menghasilkan desain produk fungsional yang kompatibel dengan proses

perakitan dan pembuatannya (Mendoza, Neyra et al, 2003).

Konsep perancangan ini akan bermanfaat pada produk-produk lain di

perusahaan dan diharapkan dapat mendorong perusahaan bersaing dengan

(31)

dapat memberikan solusi untuk perbaikan rancangan produk khususnya produk

saklar tipe 805 produksi PT Voltama Vista Megah Electric Industry.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka permasalahan yang

terdapat pada perusahaan adalah desain produk saklar yang mengandung

komponen-komponen yang tidak bernilai tambah, sehingga biaya produksi

meningkat. Untuk itu, diperlukan evaluasi dari desain yang sudah ada serta

membuat alternatif desain baru dengan konsep dari DFMA.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan umum penelitian adalah mendapatkan rancangan produk saklar

yang lebih sederhana agar proses perakitan lebih mudah dan waktu penyelesaian

lebih singkat.

Tujuan khusus penelitian adalah:

1. Mengidentifikasi variabel proses perakitan dengan metode QFD.

2. Memperbaiki urutan pengerjaan produk hasil rancangan dengan

menggunakan assembly process chart untuk mendapatkan urutan proses

pengerjaan paling optimal.

3. Menganalisis biaya assembly.

(32)

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penelitian ini adalah:

a. Bagi Mahasiswa

Meningkatkan kemampuan bagi mahasiswa dalam menerapkan teori dan

metode ilmiah yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan khususnya

mengenai konsep perancangan produk dan analisis engineering dan cost

pengerjaan produk.

b. Bagi Perusahaan

Sebagai masukan dan sumbangan pemikiran bagi pihak perusahaan untuk

rancangan produk saklar baru yang lebih efektif dan efisien dari sisi jumlah

komponen, penggunaan waktu, dan biaya perakitan. Rancangan baru ini

diharapkan membantu perusahaan bersaing dalam kompetisi global.

c. Bagi Departemen Taknik Industri

Mempererat kerjasama antara perusahaan dengan Departemen Teknik

Industri, Fakultas Teknik USU dan untuk menambah literatur perpustakaan.

1.5. Batasan dan Asumsi Penelitian

Adapun batasan dalam penelitian ini adalah :

1. Penelitian hanya dilakukan untuk desain produk saklar tipe 805 produksi oleh

PT Voltama Vista Megah Electric Industry.

2. Waktu perakitan yang digunakan adalah waktu standar yang dihitung

(33)

3. Analisis yang dilakukan hanya pada analisis rekayasa (engineering) dan

analisis biaya (cost).

4. Analisis rekayasa (engineering) yang dilakukan hanya pada desain produk

saklar.

5. Analisis biaya (cost) yang dilakukan hanya pada biaya assembly.

Adapun yang menjadi asumsi dalam penelitian yang dilakukan adalah :

1. Produk saklar tipe 805 dengan desain saat ini masih tetap digemari pasar.

2. Semua fasilitas yang digunakan, pada proses produksi berada dalam kondisi

tidak rusak dan bekerja normal.

3. Operator dianggap telah menguasai pekerjaannya dalam proses produksi

produk.

1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Sistematika yang digunakan dalam penulisan tugas sarjana ini sebagai

berikut :

Bab I Pendahuluan, menguraikan latar belakang permasalahan yang

mendasari penelitian dilakukan, rumusan permasalahan, tujuan penelitian,

manfaat penelitian, batasan dan asumsi yang digunakan dalam penelitian, dan

sistematika penulisan tugas sarjana.

Bab II Gambaran umum perusahaan, menguraikan tentang sejarah PT

Voltama Vista Megah Electric Industry, ruang lingkup bidang usaha, stuktur

(34)

produksi produk saklar, serta mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses

produksi.

Bab III Landasan Teori, berisi teori mengenai perancangan produk, konsep

dasar quality function deployment (QFD), design for manufacture and assembly

(DFMA), pengukuran waktu, pembuatan dan penyebaran kuesioner, uji

keseragaman dan kecukupan data, validitas data, reliabilitas data dan assembly

process chart.

Bab IV Metodologi Penelitian, menguraikan tahap-tahap yang dilakukan

dalam penelitian yaitu persiapan penelitian meliputi penentuan lokasi penelitian,

jenis penelitian, objek penelitian, kerangka konseptual, defenisi operasional,

identifikasi variabel penelitian, instrumen pengumpulan, populasi, teknik

sampling, sumber data, metode pengolahan data, blok diagram prosedur

penelitian, pengolahan data, analisis pemecahan masalah sampai kesimpulan dan

saran.

Bab V Pengumpulan dan Pengolahan Data, berisi perhitungan waktu

standar perakitan produk saklar, pengujian kecukupan dan keseragaman data,

pengumpulan data-data kuesioner, yang kemudian dilakukan pengolahan data

yaitu validitas dan reliabilitas data, membangun quality function deploymet

(QFD), perancangan produk dengan design for manufacture and assembly

(DFMA), dan perbaikan urutan pengerjaan produk dengan assembly process chart.

Bab VI Analisis Pemecahan Masalah, meliputi analisis pengolahan

(35)

function deployment), analisis produk hasil rancangan dengan design for

manufacture and assembly (DFMA), perhitungan efisiensi desain, efisiensi waktu

dan biaya.

Bab VII Kesimpulan dan Saran, berisi kesimpulan yang diperoleh dari

rancangan produk baru, variabel proses perakitan dari QFD, perbaikan APC

(assembly process chart), hasil pemecahan masalah, dan saran-saran yang

(36)

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Singkat Perusahaan

PT Voltama Vista Megah Electric Industry didirikan pada tanggal 13

Februari 1981, setelah mendapat surat izin dari Dirjen Perindustrian Pusat

No.614/DJAI/IUT-4/NONFFAS/VI/1982. Surat izin tersebut dikeluarkan pada

tanggal 21 Desember 1982. Pembangunan perusahan ini selesai pada akhir tahun

1981 dan dilanjutkan dengan pemasangan alat–alat instalasi serta melengkapi

sebagian dari alat–alat produksi. Pada tahun 1982 seluruh mesin produksi

dilengkapi dan tahun tersebut adalah tahun pertama dilakukan kegiatanproduksi.

PT Voltama Vista Megah Electric Industry merupakan perusahan yang

bergerak dibidang manufacturing komponen-komponen atau alat-alat listrik.

Perusahaan ini dinilai sangat membantu dalam hal pemenuhan kebutuhan akan

alat-alat listrik yang digunakan di rumah-rumah, perkantoran, dan tempatlainnya

yang sangat umum digunakan di dalam kehidupan masyarakat.PT Voltama Vista

Megah Electrik Industry berlokasi di Jalan Medan – Binjai km.10,5 Gg Mesjid,

Desa Paya Geli, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi

Sumatera Utara.

Pada awal kegiatan produksi jumlah pekerja perusahaan sekitar 40 orang.

Seiring dengan perkembangan perusahaan dan semakin meningkatnya permintaan

pasar terhadap produk yang diproduksi, maka jumlah karyawan yang dibutuhkan

(37)

perusahaan mencapai 150 orang dan hingga tahun 2007 sudah mencapai kurang

lebih 428 orang, namun pada tahun 2012 jumlah pekerja menurun menjadi 343

orang. Dari seluruh total jumlah pekerja sekitar 65% adalah tenaga kerja wanita

dan 35% adalah tenaga kerja pria.

Hampir keseluruhan pekerja yang ada saat ini adalah pekerja yang telah

bekerja selama 20 tahun di perusahaan. Hal inilah yang menyebabkan hampir

secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa karyawan perusahaan telah terlatih dan

sudah sangat memahami setiap pekerjaan yang mereka lakukan sehingga

perusahaan tidak perlu melakukan pelatihan-pelatihan khusus bagi para pekerja.

Dalam proses rekrutmen tenaga kerja terutama untuk karyawan pabrik tidak

mengutamakan latar belakang pendidikan. Yang menjadi bahan pertimbangan

utama perusahaan adalah tingkat kerajinan serius dalam melaksanakan tugas,

memiliki minat belajar yang tinggi terhadap pekerjaan yang dilakukan dan loyal

terhadap perusahaan.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

PT Voltama Vista Megah Electric Industry bergerak dalam bidang

manufacturing berbagai jenis komponen atau alat-alat listrik yang banyak

digunakan masyarakat dari berbagai kalangan. Tipe produksinya adalah produksi

masal (mass production) dimana kegiatan produksi tidak dilakukan berdasarkan

pesanan melainkan dengan selalu membuat persediaan yang disesuaikan juga

(38)

Secara umum perusahaan ini memproduksi 5 jenis produk dengan berbagai

macam tipe dan variasi ukuran yang dapat disesuaikan dengan keinginan

konsumen. Perusahaan juga setiap periode tertentu merancang dan memproduksi

jenis atau tipe-tipe baru yang bervariasi dan berbeda dengan produk sebelumnya.

Adapun produk dengan variasi dan tipe yang diproduksi sampai tahun 2012 dapat

dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1. Jenis Produk yang Diproduksi PT Voltama Vista Megah ElectricIndustry

No Jenis Artikel Nama Produk Kapasitas

1 Saklar

808 Saklar Engkel Single Switch For Surface Mounting 6 A – 250 V 809 Saklar Seri Double Switch For Surface Mounting 6 A – 250 V

826 Operation Push Button Switch 250V5A/500V1

A

811 Saklar Engkel Opbouw Tumbler Switch One Way

Surface Mounting 6 A – 250 V

812 Saklar Serie Opbouw Tumbler Switch Two Way

Surface Mounting 6 A – 250 V

803 Saklar Engkel Inbouw Tumbler Switch One Way

Flushed Flat Surface 6 A – 250 V

804 Saklar Serie Inbouw Tumbler Switch Two Way

Flushed Flat Surface 6 A – 250 V

805 Saklar Triple Inbouw Tumbler Switch Three Way

Flushed Flat Surface 6 A – 250 V

806 Saklar Engkel Inbouw Tumbler Switch One Way

Flushed Curved Surface 3A – 250 V

807 Saklar Seriel Inbouw Tumbler Switch Two Ways

Flushed Curved Surface 3 A – 250 V

833 Saklar Engkel Inbouw Coloured Switch One Way

Flushed 6 A – 250 V

834 Saklar Serie Inbouw Coloured Switch Two Ways

Flushed 6 A – 250 V

823 Saklar Engkel One Way Switch Module 16 A – 250 V

2 Fitting

101 Fitting Roset Ceiling Rose 10 A - 250 V

201 Fitting Gantung Lampholder 300 W - 250 V

201

[image:38.595.71.557.331.739.2]
(39)
[image:39.595.78.547.169.758.2]

Tabel 2.1. Jenis Produk yang Diproduksi PT Voltama Vista Megah ElectricIndustry (Lanjutan)

No Jenis Artikel Nama Produk Kapasitas

2 Fitting

202 Fitting Plafon Ceiling Lampholder 300 W - 250 V 203 Fitting Plafon Miring Wall Lampholder 300 W - 250 V 204 Fitting Colok Lampholder Plug 100 W - 250 V 212 Fitting Plafon Baru Ceiling Lampholder 300 W - 250 V 218 Fitting Plafon Besar Ceiling Lampholder 300 W - 250 V 304/5/

6 Fitting Armatur Glassbowl Lampholder

40/60/100W - 250 V

401 Fitting Kombinasi Lampholder With 2 Sockets 6A - 300 W - 250 V

3 Steker

501 B Steker Biasa Plug With 4 Mm Round Pins 6 A – 250 V 504 Kontra Steker Kopling 4mm Round Pin Plugs 6 A – 250 V 502 Over Steker Gepeng Plug Adaptor 6 A – 250 V

503 Steker “T” 6 A – 250 V

506 Steker Karet Flexible Plug 10 A - 250 V

508 Kontra Steker Karet Flexible Coupling 10 A - 250 V 506 P Steker Karet Putih Flexible Plug 10 A - 250 V

505 Steker “T” Arde Three Way Socket Plug With Earth

Conteck 16 A - 250 V

507 Steker “T” Mini Three Socket Plug For 3 Mm

Round And Flat Pin Plug 3 A – 250 V

508 P Kontra Steker Karet Putih Flexible Coupling 10 A - 250 V 603 Steker Aparat Electric Iron Plug 6 A – 250 V 611 Steker Arde Plg With Earth Contact 16 A - 250 V 615 Steker Arde Bulat Plug With Earth Contact 16 A - 250 V

4. Stop Kontak

701 Stop Kontak O/B Arde Socket Outlet For Round

And Flat Pin Plugs 6 A – 250 V

702 Stop Kontak O/B Biasa Socket Outlet With Earth

Contact 16 A - 250 V

702 P Stop Kontak O/B Arde Socket Outlet With Earth

Contact 16 A - 250 V

703 Stop Kontak Inbouw Arde Socket Outlet,Flushed

With Earth Contact, Flat Surface 16 A - 250 V

704 Stop Kontak Inbouw Arde Baru Socket

Outlet,Flushed With Earth Contact, Flat Surface 16 A - 250 V

709 Stop Kontak Opbouw Socket Outlet, Surface

Mounting 16 A - 250 V

711 Stopkontak O/B Persegi Socket Outlet, Surface

(40)

Tabel 2.1. Jenis Produk yang Diproduksi PT Voltama Vista Megah ElectricIndustry (Lanjutan)

No Jenis Artikel Nama Produk Kapasitas

4. Stop Kontak

712 Stop Kontak O/B Orde 2-Lobang 2-Gang Socket

Outlet 16 A - 250 V

713 Stop Kontak O/P Orde 3-Lobang 3-Gang Socket

Outlet 16 A - 250 V

754 Stop Kontak O/B Orde 4-Lobang 4-Gang Socket

Outlet 16 A - 250 V

5. Fuse Box

1001 Fuse Box 1 Group One Gang, One Way 16 A - 250 V 1002 Fuse Box 1 Group One Gang, Two Way 16 A - 250 V 1003 Fuse Box 3 Group One Gang, Three Way 25 A - 250 V 1011 Fuse Box 1 Group One Gang, One Way 10 A - 250 V Sumber: PT Voltama Vista Megah Electric Industrry

Perusahaan tidak memiliki departemen khusus R&D (Research &

Development), namun selalu terus menerus mencari inovasi-inovasi baru sehingga

dapat memproduksi produk dengan berbagai variasi dan kelebihan. Ini juga

sebagai salah satu cara untuk mempertahankan pasar dan menarik pasar baru.

Pimpinan tertinggi perusahaan selalu mencari ide-ide baru yang sebagian juga

distimulus dengan adanya jenis-jenis baru dari perusahaan luar negeri yang

sejenis. Setelah mendapat ide lalu dikomunikasikan dengan pihak pabrik untuk

menilai apakah dapat diproduksi atau tidak. Lalu pihak pabrik mulai mempelajari

dan mencoba untuk produksi beberapa unit, jika layak maka produksi secara

(41)

2.3. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Sebelum menjalankan suatu aktivitas dalam perusahaan, sangat penting

untuk mencantumkan suatu stuktur organisasi dan uraian tugas dan tanggung

jawab bagi seluruh pegawai yang ada dalam perusahaan.

2.3.1. Struktur Organisasi

Struktur organisasi perusahaan di PT Voltama Vista Megah Electric

Industry memiliki bentuk hubungan garis dan hubungan fungsional, yang dapat

(42)

Kepala Pabrik Kepala Pabrik Wakil Kepala Pabrik Wakil Kepala Pabrik Pergudangan Pergudangan

Bahan Baku dan Suku Cadang Bahan Baku dan

Suku Cadang

Pengawasan Proses Pengawasan

Proses UmumUmum KeuanganKeuangan

Keamanan Keamanan Humas Humas Personil Personil Pengangkutan Pengangkutan Kebersihan Kebersihan Perbengkelan Perbengkelan Produksi Produksi Pengolahan Plastik Pengolahan Plastik Pembersihan Bram Pembersihan Bram Pengolahan Logam Pengolahan Logam Perakitan Perakitan Listrik/Alat-alat Listrik/Alat-alat Mal-mal Plastik Mal-mal Plastik Mal-mal Mesin Pon Mal-mal Mesin Pon

Mal-mal Pon dan Top Mal-mal Pon dan

[image:42.842.118.747.74.493.2]

Top Mesin Hydraulic Mesin Hydraulic Mesin Injection Mesin Injection Perencanaa dan Quality control Perencanaa dan Quality control Laboratorium Laboratorium Komponen Komponen Komponen Setengah Jadi Komponen Setengah Jadi Barang Jadi Barang Jadi

(43)

2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Untuk menjalankan suatu organisasi diperlukan personil-personil yang

menduduki jabatan tertentu di dalam organisasi tersebut, dimana masing-masing

personil diberi tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jabatannya. Adapun tugas

dan tanggung jawab perusahaan dapat dilihat pada Lampiran 1.

2.4. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan

Adapun jumlah tenaga kerja yang terdapat di PT Voltama Vista Megah

Electric Industry dapat dilihat pada Tabel 2.2. Sementara untuk pembagian jam

kerja di PT Voltama Vista Megah Electric Industry dapat dilihat pada Tabel 2.3.

Tabel 2.2. Jumlah Tenaga Kerja Perusahaan di PT Voltama Vista Megah Electric Industry

No. Jenis Kelamin Jumlah Tenaga Kerja

1 Pria 119 Orang

2 Wanita 224 Orang

Total 343 Orang

Sumber: PT Voltama Vista Megah Electric Industrry

Tabel 2.3. Pembagian Jam Kerja di PT Voltama Vista Megah Electric Industry

No Bagian Hari Jam Kerja Istirahat

1 Umum Senin – Jum’at 08:00 – 15:30 12:00 – 12:30 Sabtu 08:00 – 13:30 12:00 – 12:30

2 Compressor Senin – Jum’at 08:00 – 15:30 12:00 – 12:30 Sabtu 08:00 – 13:30 12:00 – 12:30

(44)
[image:44.595.130.495.167.437.2]

Tabel 2.3. Pembagian Jam Kerja di PT.Voltama Vista Megah Electric Industry (Lanjutan)

No Bagian Hari Jam Kerja Istirahat

3

Injek Plastik

Shift Pagi Senin – Jum’at 08:00 – 15:30 12:00 – 12:30

Sabtu 08:00 – 13:30 12:00 – 12:30

Shift Sore Senin – Jum’at 15:30 – 23:00 18:30 – 19:00

Sabtu 13:30 – 19:00 16:30 – 17:00

4

Injek Phenol

Shift Pagi Senin – Jum’at 08:00 – 15:00 Tidak Ada

Sabtu 08:00 – 13:00 Tidak Ada

Shift Sore Senin – Jum’at 15:00 – 22:00 Tidak Ada

Sabtu 13:00 – 18:00 Tidak Ada

Shift Malam Senin – Jum’at 24:00 – 08:00 Tidak Ada

Sabtu 24:00 – 08:00 Tidak Ada

Sumber: PT Voltama Vista Megah Electric Industrry

Secara normal, jam kerja dilakukan selama 7 jam kerja produktif dan

setengah jam istirahat, yaitu dari pukul 12.00 – 12.30 WIB.

2.5. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan

Sistem pengupahan di PT Voltama Vista Megah Electric Industry

dibedakan menurut status karyawan perusahaan, yaitu:

1. Pegawai tetap, menerima gaji bulanan dan fasilitas–fasilitas lain dari pihak

perusahaan.

2. Pegawai harian, diberi upah sesuai dengan hasil kerjanya setiap hari. Namun

(45)

PT Voltama Vista Megah Electric Industry melakukan kegiatan produksi

setiap hari, kecuali hari minggu dan hari–hari besar. Pelaksanaan kerja pada hari

libur dan di luar ketentuan diatas dikategorikan ke dalam kerja lembur.

Perusahaan juga memberikan upah lembur kepada karyawan yang bekerja di atas

waktu kerja normal dengan perhitungan sebagai berikut:

1. Pada hari biasa:

a.Perhitungan upah lembur untuk 1 jam pertama adalah 1 ½ x upah per jam.

b.Perhitungan upah lembur untuk 2 jam berikutnya adalah 2 x upah per jam.

2. Untuk hari besar/ hari libur:

Perhitungan upah lembur untuk karyawan yang bekerja pada hari besar atau

libur (minggu) adalah 2 x upah per hari biasa.

Disamping upah pokok dan upah lembur di atas, perusahaan juga

memberikan beberapa jenis tunjangan, yaitu seperti:

1. Tunjangan Hari Raya (THR)

Besarnya THR yang diberikan adalah tambahan satu bulan gaji bagi karyawan

yang mempunyai masa kerja lebih dari satu tahun.

2. Tunjangan selama sakit

Diberikan kepada karyawan jika dalam perawatan sakit atau tidak bekerja

yang dapat dinyatakan dengan surat keterangan dari dokter. Pekerja harian

(46)

3. Tunjangan insentif

Tunjangan ini diberikan kepada karyawan dengan cara menambahkannya ke

dalam upah karyawan setiap bulannya sesuai dengan prestasi kerja masing –

masing.

Fasilitas – fasilitas lainnya yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada

karyawannya adalah sebagai berikut:

1. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)

Jamsostek adalah suatu bentuk asuransi untuk melindungi tenaga kerja atau

yang dikenal dengan nama Asuransi Tenaga Kerja (Astek).

2. Cuti

PT Voltama Vista Megah Electric Industry memberikan cuti kepada

karyawannya untuk menghilangkan rasa jenuh selama bekerja. Lamanya

waktu cuti yang diberikan kepada karyawan adalah maksimal 12 hari setiap

tahunnya. Pelaksanaan cuti ini dilakukan secara massal atau serentak kepada

seluruh karyawan maupun pekerja harian. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan

produksi di perusahaan dapat berjalan dengan baik dan optimal. Tenaga kerja

disarankan untuk mengambil cutinya, dan jika tidak digunakan, maka cuti

tersebut dianggap telah digunakan dengan sendirinya.

2.6. Proses Produksi

Produksi merupakan fungsi pokok dalam setiap organisasi, yang

merupakan aktivitas yang bertanggung jawab untuk menciptakan nilai tambah

(47)

merupakan bagian yang sangat penting di dalam suatu perusahaan. Dimulai dari

keinginan untuk dapat memproduksi suatu rancangan produk tertentu, proses

produksi membantu perusahaan untuk menemukan teknik-teknik pengerjaan

maupun pengolahan material yang efektif dan efisien untuk menghasilkan produk

yang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Selanjutnya dari keinginan untuk mencari suatu teknik dalam membuat

produk yang efektif dan efisien, kemudian sampai pada permasalahan tentang

langkah-langkah perencanaan dan pengendalian semua langkah produksi tersebut

yang lebih efisien. Tentunya hal ini juga dilakukan oleh PT Voltama Vista Megah

Electric Industry untuk dapat menghasilkan peralatan atau perangkat listrik yang

berkualitas dan juga sesuai dengan kebutuhan konsumen. PT Voltama Vista

Megah Electric Industry memproduksi beraneka ragam produk, seperti saklar,

fitting, stekker, dan lain-lain, dimana tiap jenis produk ini diberi kode oleh

perusahaan dengan tujuan untuk mempermudah membedakan antara satu produk

dengan produk lainnya. Namun dalam pembahasan bab ini, hanya dibahas

mengenai proses produksi produk saklar tipe 805. Saklar tipe 805 ini memiliki 3

buah pin cut off, saklar tipe ini digunakan untuk tiga buah lampu.

2.6.1. Bahan yang Digunakan

Bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi saklar tipe 805 pada

PT Voltama Vista Megah Electric Industry dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis,

(48)

2.6.1.1.Bahan Baku

Bahan baku merupakan bahan utama yang digunakan dalam kegiatan

produksi. Dalam membuat produk saklar tipe 805 ini terdiri dari bahan baku untuk

pembuatan atau pencetakan plastik dan bahan baku untuk pembuatan

komponen-komponen di bagian dalam saklar. Bahan baku untuk pencetakan plastik terdiri

dari bahan berbahan termosetting, dengan bahan baku adalah tepung urea. Bahan

baku untuk pembuatan komponen-komponen di bagian dalam saklar terdiri dari

plat besi koil dengan lebar 12 inchi atau 304.8 mm dan ketebalan 0.6 mm

digunakan sebagai bahan untuk membuat part 8031 dan 8050. Plat besi koil

dengan lebar 12 inchi atau 304.8 mm dan ketebalan 0.8 mm digunakan sebagai

bahan untuk membuat part 8433 dan ketebalan 1 mm untuk membuat part 8433N.

Aluminium koil dengan lebar 12 inchi atau 304.8 mm dan ketebalan 0.3

mm digunakan sebagai bahan untuk membuat part 803 ZL yang berupa kelingan.

Kawat baja berdiameter 0.6 mm digunakan sebagai bahan untuk membuat per

atau yang dinamakan dengan part 8034. Kawat lichin berdiameter 2 mm

digunakan sebagai bahan membuat komponen 8038. Kuningan digunakan sebagai

komponen yang mengatur resistansi yaitu artikel 8033. Baut tipe 3303, 3307,

3315, 3316, untuk mengikat part–part dalam saklar dan baut tipe 3314 untuk

mengikat kotak hitam.

2.6.1.2.Bahan Tambahan

Bahan tambahan adalah semua bahan yang digunakan pada proses

(49)

digunakan dalam membuat produk saklar tipe 805 ini adalah kardus/kotak

berfungsi untuk pengepakan produk akhir yang telah siap untuk dipasarkan.

Kardus yang digunakan terdiri dari 2 jenis, yaitu kardus kecil digunakan untuk

mengemas saklar dan kardus besar digunakan untuk mengemas saklar yang telah

dikemas di dalam kotak kecil.

2.6.1.3.Bahan Penolong

Bahan penolong adalah bahan-bahan yang diperlukan dalam

memperlancar penyelesaian suatu produk dimana keberadaan bahan penolong ini

tidak mengurangi nilai tambah produk yang dihasilkan tersebut, dan bahan

penolong ini tidak terdapat pada produk akhir.

Bahan penolong yang digunakan dalam kegiatan memproduksi saklar yaitu :

a. Minyak glumus yang berfungsi untuk mencegah gesekan antar sesama bahan

logam

b. Air untuk mencuci besi pada proses penyepuhan

c. Larutan unizinc 784 yang berfungsi memberikan warna kuningan pada bahan

yang telah disepuh

d. Bahan–bahan kimia untuk membantu proses penyepuhan, seperti Udiprave,

HCl, HNO2, K2SO4, ZnCl2, untuk penyepuhan seperti zinc atau galvanis.

K2SO4, ZnCl2, merupakan zat kimia yang digunakan sebagai larutan elektrolit

pada proses penyepuhan zinc. MAP 2000 make up dan MAP 2000

maintenance merupakan bahan yang dicampurkan dengan larutan elektrolit

(50)

digunakan untuk melakukan penyepuhan nikel adalah Udiprave, HBrO3,

NiSO4, NiCl2. Zat kimia HBrO3, NiSO4, NiCl2 digunakan sebagai larutan

elektrolit pada proses penyepuhan nikel. Larutan Udiprave digunakan untuk

membantu menghilangkan minyak yang terdapat pada permukaan bahan logam

dan membantu melepaskan lapisan kulit luar yang ada pada permukaan bahan

logam tersebut.

2.6.2. Uraian Proses

Blok diagram uraian proses pembuatan saklar tipe 805 ditunjukan Gambar

2.2.

BAG. PRESSING

Pengolahan Logam

BAG. COMPRESSION

Pengolahan Logam

Lembaran Rol Kawat Urea

Pemotongan Pembentukan Per

Pengepresan Pemanggangan

Pendinginan Penekukan

Rol Ulir

Penyepuhan

Baut, Tembaga, Kardus dan Karton

Perakitan

Termosetting Moulding

Buang Bram

[image:50.595.128.497.387.708.2]

Pengepakan

(51)

2.6.2.1.Bagian Pressing

Adapun uraian proses produksi dari bagian pressing, bahan baku yang

digunakan adalah lembaran rol, yaitu plat besi koil dan plat aluminium koil dan

kawat. Adapun proses dari tiap bahan-bahan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Proses pengolahan plat besi koil dan plat aluminium koil.

a. Proses Pemotongan

Plat besi koil dan plat aluminium koil yang dibeli oleh perusahaan berbentuk

lembaran-lembaran gulung dengan ukuran lebar 12 inchi atau 304.8 mm.

Didalam melakukan kegiatan produksi, lembaran-lembaran tersebut harus

dipotong-potong terlebih dahulu menjadi beberapa gulungan dengan

menggunakan slitting cut machine. Ukuran lebar lembaran tersebut dapat

disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu dengan menukar ukuran pisau pada

slitting cut machine yang hendak digunakan. Tujuan dilakukannya pemotongan

tersebut adalah untuk mempermudah proses pencetakan atau pengepressan

bahan dengan mesin press. Mesin yang digunakan untuk proses pemotongan

bahan menjadi lembaran yang lebih kecil adalah dengan menggunakan slitting

cut machine. Keuntungan lain selain memperoleh kemudahan, adalah

mengefisienkan penggunaan bahan.

Selain plat besi koil dan aluminium koil, juga dilakukan pemotongan

terhadap bahan logam berupa kawat lichin. Kawat licin berdiameter 2 mm yang

semula masih panjang dan tergulung dipotong hingga berukuran panjang 1,5 –

5 cm. Kawat licin inilah yang akan menjadi artikel 8038 pada saklar. Mesin

(52)

koil besi ini selanjutnya akan digunakan untuk membuat part-part yaitu 8030

dan 8031.

b. Proses Pengepressan

Setelah plat besi koil dan aluminium koil dipotong menjadi beberapa lembar

dengan lebar yang lebih kecil, selanjutnya plat-plat ini dibawa ke mesin press

untuk dibentuk sesuai yang diinginkan. Untuk plat besi, dibentuk pada mesin

Auto power press 14 ton untuk membentuk artikel 8433 dan 8433 N,

sedangkan plat aluminium dipress dengan menggunakan mesin Auto power

press 10 ton untuk membentuk artikel 803 Zl atau yang dinamakan dengan

kelingan. Untuk pembentukan artikel 8030, 8031 dan 8050, pada dasarnya

memiliki prinsip kerja yang sama, namun yang membedakan dari tiap artikel

adalah perbedaan mal atau cetakan pada mesin, yang disesuaikan dengan

artikel yang hendak dibuat.

c. Proses Penekukan

Proses penekukan dilakukan pada komponen/artikel. Setelah dibentuk dengan

mesin auto power press, kemudian artikel ini mengalami proses penekukan

yang dilakukan secara manual dengan bantuan handpress.

d. Rol Ulir

Proses membuat ulir dilakukan pada artikel 8433 N dan 8033 sebagai tempat

ikatan baut. Rol ulir dilakukan dengan menggunakan mesin tap matic. Untuk

8433 N rol ulir yang dikerjakan hanya 1 bagian, dimana nantinya akan

dipergunakan sebagai tempat baut untuk mengikat artikel 8433 dan 804 A agar

(53)

Sedangkan pada artikel 8033, pembuatan ulir dilakukan pada dua bagian, yaitu

pada bagian atas dan bagian tengah dari komponen tersebut. Tujuan dari

pembuatan ini juga untuk tempat baut dimana 8033 adalah sebagai tempat

artikel 3307 agar dapat melekat dengan baik.

e. Proses Penyepuhan

Proses penyepuhan menggunakan larutan unizinc 784 yang berfungsi

memberikan warna kuningan pada bahan yang telah disepuh.

2.6.2.2.Bagian Compression

Pada bagian compression ada beberapa langkah yang dilakukan untuk

membentuk part-part atau komponen-komponen dari produk saklar, antara lain:

Pengolahan plastik jenis termosetting moulding dikerjakan untuk menghasilkan

artikel 805 A dan 805 B yaitu kutub saklar. Pencetakan dilakukan dengan

menggunakan mesin injection jenis termosetting. Bahan baku yang digunakan

adalah tepung urea berwarna putih. Tepung urea dimasukkan ke dalam mesin

injection dan kemudian mesin akan mencetak produk sesuai dengan bentuk mal

yang telah ditentukan. Pada mesin injection jenis termosetting, tepung urea yang

diinject pada mal, tidak dalam keadaan cair seutuhnya, melainkan dalam bentuk

kental, yang kemudian dipanaskan dalam suhu yang sangat tinggi di dalam

cetakan mal. Jika terjadi kerusakan atau cacat pada hasil cetakan, maka plastik ini

tidak dapat didaur ulang kembali. Untuk plastik termosetting, hasil cetakan masih

memiliki bram–bram sehingga hasil cetakan ini masih harus dibawa ke mesin

(54)

2.6.2.3.Perakitan

Setelah semua artikel selesai diproduksi, kegiatan selanjutnya adalah

merakitnya menjadi komponen saklar yang utuh. Pada saat perakitan, juga

dilakukan pemeriksaan–pemeriksaan, yaitu pemeriksaan terhadap berfungsi atau

tidaknya saklar yang telah dirakit dan pemeriksaan ketepatan rakitan.

2.6.2.4.Pengepakan

Setelah saklar selesai dirakit, langkah terakhir adalah mengemasnya. saklar

dikemas ke dalam kotak kecil, dimana setiap kemasan dapat diisi 1 unit saklar.

Lalu kemudian kemasan–kemasan kecil ini dikemas ke dalam kardus besar yang

bermuatan 50 kemasan kecil. Produk saklar yang sudah selesai dirakit dapat

dilihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3. Produk Saklar Tipe 805

2.6.3. Mesin dan Peralatan

Dalam proses produksinya, PT Voltama Vista Megah Electric Industry

menggunakan mesin-mesin dan juga peralatan-peralatan produksi yang sangat

(55)

2.6.3.1.Mesin Produksi

Adapun mesin–mesin dan spesifikasinya yang dipergunakan dalam

melakukan kegiatan produksi, adalah sebagai berikut:

1. Auto Power Press Machine

Kode No. : JG21 – 10, JG21 - 14

Buatan : RRC

Jumlah : 44 unit

Ukuran : 1050 mm × 900 mm × 1700 mm

Kapasitas : 10 ton dan 14 ton

Daya : 1.1 KW

Putaran : 940 rpm

Arus : 3.2 A

Frekuensi : 50 Hz

Tegangan : 380 V

Cos ρ : 0.8

Fungsi : Untuk membentuk plat koil menjadi bentuk komponen atau

artikel dalam alat listrik yang diinginkan.

2. Mesin Injection Termoplastik

Kode No. : PYI – 180 POR No. 9525

Buatan : Po Yuen Machine Fty Ltd., RRC

Jumlah : 20 unit

Ukuran : 4000 mm × 1200 mm × 1800 mm

(56)

Tegangan : 380 V

Frekuensi : 50 Hz

Cos ρ : 0.8

Fungsi : Untuk mencetak plastik berbahan baku tepung abs

(termoplastik).

3. Mesin Injection Termosetting

Kode No. : RJ – 140 B

Buatan : Meiki Co. Ltd., RRC

Jumlah : 9 unit

Ukuran : 4000 mm × 1200 mm × 1800 mm

Kapasitas tembakan : 500 gr

Tegangan : 380 V

Frekunsi : 50 Hz

Cos ρ : 0.8

Fungsi : Untuk mencetak plastik berbahan baku tepung urea (termosetting)

4. Slitting Cut Machine

Merk : The Kinetic Machinery

Buatan : Hongkong

Jumlah : 1 unit

Ukuran : 1000 mm × 1800 mm × 1000 mm

Tegangan : 380 V

(57)

Fungsi : Untuk memotong plat koil selebar 12 inchi menjadi plat dengan lebar

sesuai yang diinginkan.

5. Tap Matic Machine

Kode No. : Accu 412

Merk : Big Accu Tapper

Buatan : Daishowa Seiki Co. Ltd., Jepang

Jumlah : 23 unit

Ukuran : 460 mm × 300 mm × 500 mm

Fungsi : Untuk membuat ulir pada komponen alat listrik

6. Mesin Per

Buatan : RRC

Jumlah : 1 unit

Ukuran : 800 mm × 800 mm × 1000 mm

Fungsi : Untuk membentuk kawat menjadi per sesuai dengan kebutuhan.

7. Electric Drying Oven with Forced Convection

Kode No. : 101 – 2 Series no : 03910249

Buatan : RRC

Jumlah : 1 unit

Ukuran : 1000 mm 3 650 mm 3 1450 mm

Kapasitas : 550 mm 3 550 mm 3 450 mm

Tegangan : 220 V

Frekuensi : 50 Hz

(58)

8. Mesin Kawat

Buatan : RRC1 unit

Ukuran : 1600 mm × 600 mm × 1000 mm

Fungsi : Untuk memotong kawat lichen menjadi ukuran yang sesuai.

9. Mesin Molen

Buatan : PT. Voltama Vista Megah Electric Industry

Jumlah : 5 unit

Ukuran : 1000 mm × 600 mm × 600 mm

Fungsi : untuk membuang bram pada cetakan thermosetting

10.Mesin Penggiling

Merk : Thread Rolling Machine

Buatan : RRC

Jumlah : 2 unit

Ukuran : 42 inchi × 32 inchi × 37 inchi (108 mm × 82 mm × 95 mm)

Tegangan : 380 V

Frekuensi : 50 Hz

Putaran : 1400 rpm

Fungsi : Untuk menghancurkan hasil cetakan termoplastik dan bram untuk

digunakan sebagai bahan baku kembali.

11.Mesin Pengering

Buatan : RRC

Jumlah : 3 unit

(59)

Tegangan : 380 V

Arus : 3 A

Frekuensi : 50 Hz

Putaran : 1400 rpm

Fungsi : Untuk mengeringkan logam pada proses penyepuhan.

12.Kipas Angin

Merk : Maspion

Buatan : Indonesia

Jumlah : 1 unit

Ukuran : 350 mm × 100 mm × 350 mm

Fungsi : untuk mendinginkan per yang telah dipanaskan dengan oven.

2.6.3.2.Peralatan (Equipment)

Peralatan yang digunakan dalam kegiatan produksi beserta dengan

spesifikasinya adalah sebagai berikut:

1. Hand Press

Kode No. : JB 04

Buatan : Hong Kong

Jumlah : 167 unit

Ukuran : 460 mm × 305 mm × 450 mm

Fungsi : Untuk membantu perakitan antara beberapa artikel.

2. Keranjang

(60)

3. Troli

(61)

BAB III

LANDASAN TEORI

3.1. Perancangan Produk1

Merancang produk atau desain produk merupakan prasyarat untuk

kegiatan produksi. Hasil keputusan desain produk selanjutnya ditransmisikan ke

operasi sebagai spesifikasi produksi, dan spesifikasi produksi merumuskan

karakteristik produk dan memungkinkan pelaksanaan produksi. Desain produk

merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup

perusahaan. Berbagai desain produk baru diciptakan karena pelanggan percaya

bahwa ada kebutuhan akan produk tersebut.

Kemajuan teknologi berdampak pada desain-desain produk yang secara

terus menerus mengalami perkembangan pesat. Sebagian besar perusahaan secara

kontinyu melakukan perubahan, perbaikan, dan pengembangan terhadap

produk-produk lama yang telah usang dan ketinggalan zaman yang tentu saja mempunyai

kualitas lebih baik. Dalam hal ini dibutuhkan perancang produk yang mempunyai

kepekaan dan ide-ide yang dapat terus dikembangkan.

Kunci pertumbuhan dan kelangsungan hidup perusahaan adalah dengan

mengembangkan produk dan perbaikan produk secara terus menerus. Perusahaan

mempunyai resiko akan kehilangan pasar jika tidak melakukan inovasi, karena

pada dasarnya produk-produk baru dan produk yang mempunyai kualitas lebih

baik yang dapat memenuhi kepuasan pelanggan.

(62)

3.2. QFD (Quality Function Deployment)2

QFD adalah suatu cara untuk meningkatkan kualitas barang atau jasa

dengan memahami kebutuhan konsumen kemudian menghubungkannya dengan

karakteristik teknis untuk menghasilkan suatu barang atau jasa pada setiap tahap

pembuatan barang atau jasa yang dihasilkan. QFD digunakan untuk membantu

bisnis memusatkan perhatian pada kebutuhan para pelanggan mereka ketika

menyusun spesifikasi desain dan pabrikasi.

Quality Function Deployment (QFD) dikembangkan pertama kali pada

tahun 1972 oleh Mitsubishi’s Shipyard di Kobe, Jepang. Inti dari QFD adalah

suatu matriks besar yang akan menghubungkan apa keinginan pelanggan (What)

dan bagaimana suatu produk akan didesaian dan diproduksi agar memenuhi

kebutuhan pelanggan (How).

Fokus utama dari QFD adalah melibatkan pelanggan pada proses

pengembangan produk sedini mungkin, yang mana kebutuhan dan keinginan

mereka dijadikan sebagai titik awal (starting point) dari proses QFD. Oleh karena

itu maka QFD disebut sebagai voice of customer. Filosofi yang mendasarinya

adalah bahwa pelanggan tidak selalu puas dengan suatu produk meskipun produk

tersebut telah dihasilkan dengan sempurna.3

QFD memiliki beberapa manfaat antara lain:

a. Memusatkan rancangan produk dan jasa baru pada kebutuhan pelanggan.

Memastikan bahwa kebutuhan pelanggan dipahami dan proses desain

didorong oleh kebutuhan pelanggan yang objektif dari teknologi.

2

Rosnani Ginting, Perancangan Produk. (Cet. I; Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010), h. 135 3

(63)

b. Mengutamakan kegiatan-kegiatan desain. Hal ini memastikan bahwa proses

desain dipusatkan pada kebutuhan pelanggan yang paling berarti.

c. Menganalisis kinerja produk perusahaan yang utama untuk memenuhi

kebutuhan para pelanggan utama.

d. Dengan berfokus pada upaya rancangan, hal tersebut akan mengurangi

lamanya waktu yang diperlukan untuk daur rancangan secara keseluruhan

sehingga dapat mengurangi waktu untuk memasarkan produk-produk baru.

Perkiraan-perkiraan terbaru memperlihatkan adanya penghematan antara

sepertiga sampai setengah dibandingkan sebelum dilakukan QFD.

e. Mengurangi banyaknya perubahan desain setelah dikeluarkan dengan

memastikan upaya yang difokuskan pada tahap perencanaan. Hal penting ini

mengurangi biaya mengenalkan desain baru.

f. Mendorong terselenggaranya tim kerja dan melewati rintangan antar bagian

dengan melibatkan pemasaran, rekayasa teknik, dan pabrikasi sejak awal

proyek. Masing-masing anggota tim kerja sama pentingnya dan memiliki

sesuatu untuk disumbangkan kepada proses.

g. Menyediakan suatu cara untuk membuat dokumentasi proses dan

menyediakan suatu dasar yang kukuh untuk mengambil keputusan rancangan.

Hal ini sangat membantu menjaga proyek tehadap perubahan-perubahan

personalia yang tidak dapat diperkirakan lebih dulu.

QFD mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:

a. Memperbaiki kualitas.

(64)

c. Biaya lebih rendah dalam desain dan manufaktur.

d. Menaikkan reliabilitas produk.

e. Menurunkan waktu perencanaan.

f. Menaikkan produktivitas teknikal dan staf lain.

g. Menurunkan jaminan klaim.

h. Mena

Gambar

Tabel 2.1.   Jenis Produk yang Diproduksi PT Voltama Vista Megah
Tabel 2.1.   Jenis Produk yang Diproduksi PT Voltama Vista Megah
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Bagian Pabrik PT Voltama Vista Megah Electric Industry
Tabel 2.3. Pembagian Jam Kerja di PT.Voltama Vista
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bab VI Analisis Pemecahan Masalah, meliputi analisis pengolahan kuesioner, pengolahan data waktu normal, analisis pembuatan QFD ( quality function deployment ), analisis produk