Bagan Bagan Struktur Organisasi

16  65 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Bentuk Bentuk Struktur Organisasi

DISUSUN OLEH :

Mohamad Sugiarto (X AK

2

)

Muhammad Fadli Hermawan (X AK

2

)

Nurul Hidayah(X AK

2

)

Putri Nur Rahmawati(X AK

2

)

Suci Fitriani (X AK

2

)

Winda Sukmala Sari(X AK

2

)

(2)

A.

Bentuk Bentuk Struktur Organisasi

Bentuk organisasi pada suatu kantor umumnya memiliki kecendrungan yang sama yaitu organisasi berbentuk garis/lini (line organization), garis/lini dan staf (line staff organization), Fungsional (functional organization), Divisional, dan organisasi Matriks.

1. Organisasi Garis/lini (line Organization)

Organisasi ini adalah yang paling sering kita jumpai dan banyak digunakan, terutama diperusahaan kecil. Bentuk organisasi ini menjelaskan bahwa wewenang atasan kepada bawahannya terhubung langsung secara vertikal. Dalam organisasi garis/lini, pemimpin memiliki kekuasaan tunggal atas segala ketentuan. Keputusan ada di tangan satu orang yaitu pimpinan sehingga organisasi ini lebih bersifat otoriter.

Ciri paling terlihat dari organisasi ini adalah jabatan yang ada dalam organisasi ini terletak secara vertikal. Selain itu, organisasi ini memiliki ciri-ciri lain yang membedakannya dengan organisasi lainnya yakni sebagai berikut:

 Tujuan organisasi masih sederhana

 Jumlah karyawan masih sedikit

 Pemimpin dan bawahan hubungannya cukup dekat dan sering berkomunikasi

 Organisasi/perusahaan kecil

 Alat produksi belum terlalu canggih dan beraneka ragam

 Spesialisasi belum banyak dibutuhkan secara khusus

Kelebihan Organisasi Garis/Lini

1. Atasan dan bawahan berada dalam satu garis komando

2. Rasa solidaritas seluruh anggota organisasi tinggi

3. Proses pengambilan keputusan lebih cepat

4. Disiplin tinggi

(3)

Kekurangan Organisasi Garis/Lini

1. Kepemimpinan otoriter

2. Karyawan kurang berkembang

3. Ketergantungan pada pimpinan organisasi sangat tinggi

4. Kurang fleksibel karena kontrol pimpinan ketat

5. Jarang memberi kesempatan pada bawahan yang ingin naik pada jenjang pangkat berikutnya

2. Organisasi Garis/Lini dan Staf (Line and Staff Organization)

Pada bentuk organiasi ini, pucuk pimpinan mempunyai pejabat atau staf sebagai pembantu, namun tidak memiliki wewenang memberi perintah atau tugas. Pelimpahan wewenang dalalm organisasi ini berlangsung secara vertikal dan sepenuhnya dari pucuk pimpinan ke kepala bagian di bawahnya.

Ciri-ciri bentuk organisasi lini dan staf diantaranya adalah:

 Organisasi besar dan kompleks

 Daerah kerja yang luas

 Jumlah karyawan banyak

 Pemimpin dengan karyawan tidak kenal terlalu dekat

 Hubungan kerja tidak bersifat langsung

 Spesialisasi beragam

(4)

1. Pembagian tugas lebih jelas

2. Kerja sama terkordinir dengan baik

3. Pengembangan bakat anggota organisasi terjamin

4. Fleksibel untuk diterapkan

5. Pengambilan keputusan diambil dengan tepat karena diputuskan oleh orang yang ahli di bidangnya

Kekurangan Organisasi Garis/Lini dan Staf

1. Tugas pokok sering dinomorduakan

2. Pengambilan keputusan melalui beberapa tahap

3. Dapat menimbulkan nepotisme jika tidak terkontrol

4. Menimbulkan persaingan tidak sehat antar pejabat

5. Rasa solidaritas pegawai rendah karena tidak saling kenal akibat banyaknya pekerjaan

3. Organisasi Fungsional (Funcional Organization)

Organisasi fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam fungsi yang harus dilaksanakan. Bentuk organisasi ini mempunyai sistem pola kerja yang didasarkan kepada keahlian.

Organisasi ini jarang digunakan karena cukup banyak memiliki kekurangan, terutama dalam hal pengawasan dan pertanggungjawaban kinerja karyawan kepada pejabat-pejabat yang terkait. Salah satu contoh struktur organisasi fungsional adalah bentuk kepanitiaan.

Organisasi funsional memiliki ciri sebagai berikut:

(5)

 Adanya kelompok kerja staf ahli

 Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas

 Target organisasi jelas dan pasti

 Pengawasan ketat

Kelebihan Organisasi Fungsional

1. Program terarah, jelas dan cepat

2. Diisi oleh para ahli dalam bidangnya

3. Kordinasi terjalin dengan baik

4. Anggaran, Pegawai, dan alat tepat dan sesuai

5. Kenaikan pangkat pejabat cepat

6. Pembagian kerja lebih profesional

Kekurangan Organisasi Fungsional

1. Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi

2. Banyak mengeluarkan biaya tambahan

3. Koordinasi dan inspeksi sulit dilaksanakan

4. Keputusan berada pada pimpinan pusat hingga pengambilan keputusan lambat

4. Organisasi Divisional

Organisasi divisional sering di terapkan pada perusahaan yang berkembang pesat. Perusahaan tersebut semakin memajukan berbagai lini untuk mendesentralisasi kewenangannya dalam pengambilan keputusan.

(6)

Kelebihan Organisasi Divisional

1. Divisi yang dibentuk merupakan tempat melatih manajer muda

2. Meningkatkan jumlah pusat insiatif perusahaan

3. Kebutuhan konsumen semakin diperhatikan

4. Memiliki fleksibilitas pada struktur perusahaan

5. Kesempatan berkarir lebih terbuka

Kekurangan Organisasi Divisional

1. Koordinasi yang buruk antar divisi

2. Terjadi duplikasi sumberrdaya lintas divisi

3. Kurang kendali sumber daya manajemen puncak

4. Memungkinkan persaingan antar divisi

(7)

5. Organisasi Matriks

Struktur organisasi matriks merupakan gabungan struktur fungsi dan divisional. Kedua gabungan ini merupakan gabungan terbaik untuk membuat organisasi yang lebih efisien. Namun organisasi matriks inilah yang paling kompleks.

Kebaikan Organisasi Matriks

1. Penggunaan sumberdaya yang lebih efektif

2. Tujuan proyek menjadi lebih jelas

3. Banyak jalur untuk melakukan komunikasi

4. Pekerjaan dapat dipahami lebih jelas

5. Ketersediaan tenaga ahli untuk seluruh divisi

6. Pelebaran tugas-tugas bagi para karyawan

Kelemahan Organisasi Matriks

1. Mempunyai struktur yang rumit

2. Memungkinkan timbulnya dualisme kepemimpinan

3. Membutuhkan biaya yang relatif tinggi

4. Relatif sulit karena terdapat kepentingan ganda

(8)
(9)

B.

Alur Wewenang(Kekuasaan atau HAK) dan Tanggung Jawab

Jenis-jenis wewenang :

1. Wewenang garis, adalah kekuasaan, hak dan tanggung jawab langsung berada pada seseorang atas tercapainya tujuan. Ia berwewenang mengambil keputusan dan berkuasa, berhak serta bertanggung jawab langsung untuk merealisasi keputusan tersebut. Disimbolkan dengan garis (_______).

2. Wewenang staff, adalah kekuasaan dan hak, hanya untuk memeberikan data, informasi dan saran-saran saja untuk membantu lini, supaya bekerja efektif dalam mencapai tujuan.

Seseorang yang mempunyai wewenang staf, tidak berhak mengambil keputusan dan merealisasikan keputusan serta tidak bertanggung jawab langsung atas tercapainya tujuan.

Tegasnya pemegang wewenang staf hanya merupakan pembantu lini untuk menyediakan data, informasi, dan saran-saran dipakai tidaknya tergantung manajer lini. Disimbolkan dengan garis terputus-putus

(---).

3. Wewenang fungsional, kekuasaan seorang manajer adalah karena proses-proses, praktek-praktek, kebijakan-kebijakan tertentu atau soal-soal lain yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan oleh pegawai-pegawai lain dalam bagian-bagian lain pula. Disimbolkan dengan garis terputus-putus dan titik-titik (-●-●-●-●-●-●-).

4. Wewenang wibawa, kewibawaan seseorang adalah karena kecakapan, perilaku, ketangkasan, dan kemampuan, sehingga ia disegani.

Bagan Struktur Organisasi Universitas Gunadarma

(10)

TANGGUNG JAWAB

Tanggung Jawab adalah keharusan untuk melakukan semua kewajiban/tugas-tugas yang dibebankan kepadanya sebagai akibat dari wewenang yang diterima atau dimilikinya.

Tanggung jawab tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain. Wewenang diterima maka tanggung jawab harus juga diterima dengan sebaik-baiknya. Inilah sebabnya top manager yang menjadi penangun

Struktur Organisasi Perusahaan PT.ABADI

Penjelasan Tanggung Jawab dan Tugas setiap bagian

1. Dewan Direksi :

Dewan direksi terdiri dari satu orang direktur utama, tiga orang wakil direktur utama dan enam orang direktur.

Tugas utama dari direksi :

1. Menentukan usaha sebagai pimpinan umum dalam mengelola perusahaan.

2. Memegang kekuasaan secara penuh dan bertanggung jawab terhadap pengembangan perusahaan secara keseluruhan.

(11)

Tanggung jawab dari direksi:

Untuk mengelola usaha perseroan sesuai anggaran dasar. Pada tahun 2006 secara formal direksi mengadakan tiga kali rapat direksi untuk mengevaluasi kinerja operasional dan keuangan perseroan, serta meninjau strategi dan hal-hal penting lainnya. Selain itu beberapa pertemuan informal juga dilaksanakan untuk membahas dan menyetujui hal-hal yang membutuhkan perhatian dengan segera.

2. DIREKTUR UTAMA :

1. Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan di bidang administrasi keuangan,kepegawaian dan kesekretarian.

2. Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan peralatan perlengkapan.

3. Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.

4. Mengendalikan uang pendapatan, hasil penagihan rekening penggunaan air dari langganan.

5. Melaksanakan tugas-tugas yang di berikan Dewan Direksi.

6. Dalam melaksanakan tugas-tugas Direktur Umum bertanggung jawab kepada Dewan direksi.

7. Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif.

8. Menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi (biasanya bekerja sama dengan MD atau CEO)

9. Memimpin rapat umum, dalam hal; untuk memastikan pelaksanaan tata tertib: keadilan dan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi secara tepat; mengarahkan diskusi kea rah consensus; menjelaskan dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan. 10. Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungannya dengan dunia luar. 11. Memainkan bagian terkemuka dalam menentukan komposisi dari board dan

sub-komite, sehingga tercapai keselarasan dan efektivitas.

12. Mengambil keputusan sebagaimana di delegasikan oleh BOD atau pada situasi tertentu yang dianggap perlu, yang diputuskan dalam meeting-meeting BOD.

(12)

3. Direktur :

1. Menetapkan Prosedur kegiatan perusahaan ditiap-tiap manajer untuk mencapai sasaran yang ditetapkan perusahaan.

2. Menetapkan tujuan dari tiap-tiap manajer yang ada.

3. Mengawasi dan mengkoordinir kegiatan-kegiatan dari manajer secara periodik dan pertanggungjawabannya.

4. Mengadakan pengangkatan, mutasi dan pemberhentian karyawan beserta gajinya. 5. Menetapkan kebijakan operasional perusahaan untuk jangka pendek.

6. Sebagai pimpinan dari perusahaan.

7. Direktur bertanggung jawab atas kerugian PT yang disebabkan direktur tidak menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Atas kerugian PT, direktur akan dimintakan pertanggungjawabannya secara perdata.

Apabila kerugian PT disebabkan kerugian bisnis dan direktur telah menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, maka direktur tidak dapat dipersalahkan atas kerugian PT.

4. Direktur Keuangan:

a. Direktur keuangan dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Dewan Direksi.

b. Mengawasi Operasional mengenai keuangan perusahaan. c. Melakukan pengecekan lapangan mengenai bagian keuangan

d. Meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap bagian yang ada dibawahnya e. Mempertanggungjawabkan kegiatan yang ada mengenai bagian keuangan f. Menetapkan prosedur pelaksanaan secara rinci tentang keuangan

g. Menetapkan standar pekerjaan lapangan untuk menjamin tidak adanya kebocoran dalam bagian keuangan.

5. Direktur Personalia :

(13)

b. Melaksanakan Kebutuhan administrasi dan kepagawaian. c. Membina pengembangan staff administrasi

6. Manager :

Tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.

Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:

1. Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.

2. Rancangan organisasi dan pekerjaan.

3. Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan. 4. Sistem komunikasi dan pengendalian.

5. Sistem reward.

7. Manager Personalia :

A. Buat Pengorganisasian, perencanaan program & pengendalian Unit Personalia B. Buat Flow Process Administrasi seluruh kegiatan Personalia

– Proses & Prosedur Rekrutmen : searching, interview, test and selection.

– Remuneration Management : Struktur dan Skala Gaji, Basic Salary, Allowance, Incentive & Overtime.

– System Penilaian Kinerja Karyawan – Seluruh Perizinan Ketenaga Kerjaan – Promosi, Mutasi & Demosi serta PHK

– Handling karyawan Tetap, Kontrak & Harian serta PKL – Perjalanan Dinas dalam/luar negeri serta fasilitasnya – Training & Evaluasi

– Medical, Hospital, Asuransi & Dana Pensiun karyawan – Benefit & Fasilitas Lainnya

C. System Penyediaan Data Karyawan, Surat-surat serta Form Administrasi kegiatan personalia

(14)

8. Manager Pemasaran :

1. Menetapkan prosedur operasional Informasi yang lebih efisien 2. Melaporkan hasil kerja kepada direktur secara berkala.

3. Bertanggungjawab penuh tentang fungsi dan tugas sebagai kepala bagian pemasaran secara berkala kepada direktur.

9. Manager Pabrik :

1) Berkaitan Kepada Direktur :

· Bertanggung jawab kepada direktur perusahaan langsung.

· Melakukan konsultasi berkala supaya tercapai keselarasan pelaksanaan tugas. 2) Berkaitan Dengan Produksi :

· Bersama-sama dengan bagian lain untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai persoalan produksi

· Mengarahkan setiap bagian yang di tunjuk oleh direktur perusahaan. · Bersama-sama dengan supervisor menangani masalah pabrik.

· Manajer pabrik membawahi PPC, Produksi, Pembelian, dan Gusang Bahan Buku.

10. ADM & Gudang :

Bagian ini akan mengecek semua administrasi dan transaksi berhubungan dengan jalannya perusahaan. Bagian ini terdiri dari CMT dan Acounting.

· CMT bertugas untuk mengurus hal hal berkaitan dengan pihak Outsourcing. · Accounting bertugas untuk melakukan membukukan transaksi yang terjadi.

11. Divisi regional :

· Mengelola asset untuk menjalankan bisnis secara benar sesuai arah perusahaan. · Menyepakati target kinerja dengan direksi.

· Beroperasi sebagai badan usaha yang member keuntungan kepada pemilik modal. · Menjalankan kebijakan dan prosedur baku yang di tetapkan oleh Kantor Pusat.

(15)

C.

Bagan Struktur Organisasi

1)

Bentuk Vertikal.

(16)

2)

Bentuk Horizontal.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...