Pe r e n ca n a a n Pe n e lit ia n
Tu j u a n in st r u k sion a l k h u su s:
Se t e la h m e n gik u t i k u lia h in i, m a h a sisw a a k a n da pa t m e r e n ca n a k a n da n
Su bpok ok ba h a sa n
~ Pe n ge r t ia n~ Ke r a n gk a be r pik ir ilm ia h ~ M e t ode ilm ia h
~ Pe n e m u a n da n pe r u m u sa n m a sa la h ~ Pe r u m u sa n da n pe n gu j ia n h ipot e sis
~
Pe n ge r t ia nI lm u: pengetahuan yang bersifat umum dan tersistem, yang dari ilmu tsb dapat diturunkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah
yang umum.
Pe n ge t a h u a n ilm ia h: kepercayaan yg dapat dibenarkan tentang alam nyata.
Ke be n a r a n ilm ia h: kepercayaan ilmiah
Tu j u a n ilm u
Tujuan ideal: memajukan pengetahuan manusia, termasuk memberikan deskripsi yang tepat tentang alam, mengembangkan teori dan hipotesis, membuat prediksi yang dapat dipercaya, menghilangkan kesalahan dan bias, mengajarkan sains kepada generasi ilmuwan berikutnya, dan menyampaikan
gagasan dan fakta ilmiah kepada masyarakat.
Tujuan praktis: mencari solusi terhadap
~
Ke r a n gk a be r pik ir ilm ia h
D ia gr a m sik lu s pe n ge m ba n ga n ilm u
MODEL
KEPUTUSAN
DATA
RAMALAN
deduksi induksi
~ Kerangka berpikir ilmiah (lanj ut an)
~
Kerangka berpikir ilmiah (
lanj ut an
)
Pengembangan argumen: Contoh bentuk deduksi
pernyat aan Prem is
pernyat aan
Mem bukt ikan
~
Kerangka berpikir ilmiah (
lanj ut an
)
Contoh deduksi
p q∩ q r∩
p r∩
Hewan A memiliki 3 ps tungkai pada bagian toraksnya Hewan yg memiliki 3 ps tungkai pd bag toraksnya
termasuk Hexapoda
~
Kerangka berpikir ilmiah (
lanj ut an
)
Pengembangan argumen:
Induksi
pernyat aan Prem is
pernyat aan
Menj am in
● Contoh induksi – 1
Lama perkembangan (hari) dari telur sampai imago kumbang gudang pada berbagai suhu (ºC)
Spe sie s 2 2 ,5 2 5 2 7 ,5 3 0 3 2 ,5 3 5 3 7 ,5
Cryp ferrug 53,4 37,0 28,1 23,2 20,6 19,0 18,2
Cryp pusillus 53,1 45,1 38,5 32,9 28,4 25,1 24,5
Oryz surinam 48,5 36,4 27,9 22,4 19,8 20,8 27,0
Sit o oryzae 43,2 35,9 30,6 27,4 26,7 29,1 36,7
Trib cast an - 41,8 32,7 28,4 26,3 23,4 21,7
Trib confus 56,2 44,6 35,6 28,5 23,0 20,0 34,1
Rhyz dom in - 58,8 49,9 42,4 36,1 30,0
● Contoh induksi – 1 (lanj ut an)
Kesimpulan:
Pada kisaran suhu 22,5-35 ºC, kumbang
gudang berkembang lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi. [periksa]
Nama spesies pada tabel (berurutan):
Crypt olest es ferrugineus, C. pusillus,
Oryzaephilus surinam ensis, Rhyzopert ha dom inica, Sit ophilus oryzae, Tribolium
~
Kerangka berpikir ilmiah (
lanj ut an
)
Pengembangan argumen:
Premis bukti
Kesimpulan
benar?
sahih?
Deduksi
~
M e t ode ilm ia h
Metode ilmiah:
cara berpikir dan beraktivitas mencari
pengetahuan menemukan kebenaran untuk mendapatkan jawaban terhadap suatu
~
Metode ilmiah (lanj ut an
)
Kr it e r ia
Dapat diuji orang lain dengan hasil yg sama
Dapat dipercaya
Pasti dan akurat
Koheren dan terstruktur secara sistematis
Kriteria metode ilmiah (lanj ut an)
Dapat diuji orang lain dgn hasil yg sama karena - objektif
- bebas dari bias personal maupun kultural - transparan
Dapat dipercaya
- Dapat membedakan opini dan pengetahuan - Pengetahuan didukung fakta
Pasti dan akurat
Kriteria metode ilmiah (lanj ut an)
Koheren dan terstruktur secara sistematis
Ilmu adalah informasi yang terorganisasikan dengan baik bukan hanya koleksi informasi tetapi merupakan fakta yang berhubungan satu sama lain.
Komprehensif
Ilmu mencakup informasi yang luas berbeda dengan “common sense” karena itu
~
Metode ilmiah (lanj ut an
)
La n gk a h - la n gk a h
Mengumpulkan fakta-fakta pendukung.
Mengajukan pertanyaan atau mengemukakan
masalah penelitian berdasarkan data awal
dan pengetahuan sebelumnya.
Mengembangkan hipotesis kerja.
Membuat prediksi dari hipotesis dan
pengetahuan sebelumnya.
Langkah-langkah metode ilmiah (lanj ut an):
Menguji hipotesis; mengumpulkan data
tambahan.
Menganalisis data.
Menafsirkan data.
Memastikan atau menolak hipotesis.
~ Pe n e m u a n da n Pe r u m u sa n M a sa la h
Masalah: adanya tantangan, kesangsian thd suatu hal, halangan dan rintangan, serta kesenjangan antarkejadian.
Rasa ingin tahu
Berpikir ilmiah
Masalah
~ Penemuan dan Perumusan Masalah (lanj ut an)
Ciri-ciri masalah penelitian (research problem) yang baik:
Bermakna
- Sumbangan gagasan, metode, sistem, atau produk baru.
Relevan
- Sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau persyaratan penyandang dana.
Layak
~ Penemuan dan Perumusan Masalah (lanj ut an)
Kelayakan masalah penelitian:
Metode untuk mencari solusi tersedia
Sesuai dengan kualifikasi peneliti
Prasarana dan sarana memadai
Biaya harus dalam batas kemampuan & tersedia
Waktu untuk mencari solusi harus wajar
~ Penemuan dan Perumusan Masalah (lanj ut an)
Sumber utk menemukan masalah penelitian: • Pengamatan thd kegiatan manusia & alam
sekitar
• Pengalaman dan catatan pribadi
• Pelajaran yg sedang diikuti
• Studi pustaka
• Praktik dan keinginan masyarakat
Sumber utk menemukan masalah penelitian (lanj ut an):
• Penelitian yg sedang dikerjakan
• Perluasan penelitian
• Diskusi ilmiah (seminar, konsultasi, dll.)
Agenda Riset Nasional 2010-2014
Keputusan Menteri Ristek No. 193/M/Kp/IV/2010:
Tujuh bidang fokus pembangunan iptek berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nahional 2005-2025 dan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014.
[1] bidang ketahanan pangan [2] bidang energi
[3] bidang teknologi informasi dan komunikasi [4] bidang teknologi dan manajemen transportasi [5] bidang teknologi pertahanan dan keamanan [6] bidang teknologi kesehatan dan obat
Agenda Riset Nasional 2010-2014
Keputusan Menteri Ristek No. 193/M/Kp/IV/2010:
Lima tema utama riset bidang ketahanan pangan: (1) perluasan lahan produksi
(2) pengurangan kehilangan hasil (yield loss)
(3) peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat perdesaan
(4) peningkatan kualitas gizi dan keanekaragaman pangan
Tema riset: Pengurangan Kehilangan Hasil
Topik 1:
Pengembangan teknologi untuk memperkecil
kehilangan hasil pada tahap budidaya tanaman, ternak, dan ikan
Sasaran 2014 (yang terkait bidang proteksi tanaman):
Paket teknologi pengendalian hama dan patogen pada tanaman padi, jagung, kedelai, dan tanaman
hortikultura
Indikator keberhasilan (yang terkait bidang proteksi tanaman):
Berkurangnya serangan hama dan patogen tanaman melalui pemanfaatan pestisida hayati dan
~ Penemuan dan Perumusan Masalah (lanj ut an)
Perumusan masalah:
Biasanya dirumuskan dlm bentuk pertanyaan
Jelas dan padat
Berisi implikasi adanya keterangan untuk solusi masalah
Merupakan dasar untuk membuat hipotesis
~ Pe r u m u sa n da n Pe n gu j ia n H ipot e sis
~ Perumusan dan Pengujian Hipotesis (lanj ut an)
Kegunaan hipotesis:
Memberikan batasan serta memperkecil ruang lingkup penelitian
Mengingatkan peneliti tentang kondisi fakta dan hubungan antarfakta
Alat untuk memfokuskan fakta ke dalam suatu kesatuan
~ Perumusan dan Pengujian Hipotesis (lanj ut an)
Ciri-ciri hipotesis yg baik:
• Menyatakan hubungan yg logis
• Sesuai dengan fakta
• Harus dapat diuji
• Sesuai dengan pengetahuan ilmiah yg ada
• Jelas dan ringkas
• Cakupan luas
~ Perumusan dan Pengujian Hipotesis (lanj ut an)
Pengujian hipotesis:
Berdasarkan konsistensi logis
Inferensia statistika
• Pengujian hipotesis dengan konsistensi logis
Syarat cukup (sufficient condit ion) dan syarat perlu (necessary condit ion)
“P merupakan penyebab Q jika dan hanya jika
(1) P merupakan syarat cukup bagi Q dan
(2) P merupakan syarat perlu bagi Q”
- Syarat cukup: Jika P benar, maka Q benar
(P Q)
- Syarat perlu: Jika P salah, maka Q salah (~P ~Q)
U
U
Contoh:
Park et al. (2002)
- Penghapusan gen et h (gen yang mengode ecdysis t rigerring horm one [ETH] pada Drosophila)
mengakibatkan kelainan perilaku dan fisiologi yang berakhir pada kematian.
- Injeksi hormon DmETH1 sintetik memulihkan terjadinya ekdisis secara normal.
- Syarat cukup: (ETH ekdisis normal)
Syarat perlu: (~ETH ~ekdisis normal)
Kesimpulan: ETH berperan dalam proses ekdisis.
U
~
Et ik a ilm ia h
1 Kejujuran
Ilmuwan harus objektif, tidak bias, dan
bertindak dengan benar dlm semua segi proses penelitian.
2 Kecermatan
Ilmuwan harus meminimumkan kesalahan percobaan, metodologi, dan manusia serta
menghindari kecurangan, bias, dan perbedaan kepentingan.
~
Etika ilmiah (lanj ut an
)
3 Keterbukaan
Ilmuwan harus membolehkan ilmuwan lain untuk menelaah pekerjaannya dan terbuka terhadap kritik dan gagasan baru.
4 Kebebasan
Ilmuwan harus diberi kebebasan untuk meneliti suatu masalah atau hipotesis.
5 Penghargaan
Penghargaan harus diberikan secara tepat.
~
Etika ilmiah (lanj ut an
)
6 Pendidikan
Ilmuwan harus mendidik calon ilmuwan lain dan menjamin bahwa mereka dapat belajar cara
mengerjakan sains dengan baik, serta mendidik dan memberitahu masyarakat tentang sains.
7 Tanggung jawab sosial
Ilmuwan harus menghindari hal-hal yang meru-gikan masyarakat dan berupaya menghasilkan manfaat sosial.
~
Etika ilmiah (lanj ut an
)
8 Legalitas
Dalam proses penelitian, ilmuwan harus menaati hukum yg terkait dengan pekerjaannya.
9 Kesempatan
Ilmuwan tidak boleh menghalangi secara tidak
fair kesempatan untuk menggunakan sumber daya penelitian atau kemajuan dalam profesi keilmuan.
~
Etika ilmiah (lanj ut an
)
Saling menghormati
Ilmuwan harus menghormati sesama ilmuwan.
Efisiensi
Ilmuwan harus menggunakan sumber daya secara efisien.
Menghormati subjek penelitian
Ilmuwan tidak boleh melanggar hak asasi atau kemuliaan bila manusia digunakan dalam
percobaan. Ilmuwan harus memperlakukan hewan percobaan dengan baik.
11 10
~
Etika ilmiah (lanj ut an
)
Tiga jenis pelanggaran etika ilmiah yg umum: Fabrikasi
Falsifikasi Plagiarisme
~
Etika ilmiah (lanj ut an
)
Fabrikasi
menyajikan data/hasil yang fiktif. Falsifikasi
mengubah atau menghilangkan data atau hasil.
Plagiarisme
~
Etika ilmiah (lanj ut an
)
Beberapa contoh plagiarisme:
Penulis menyitir pernyataan seolah-olah dari sumber asli padahal diambil dari
sumber sekunder.
Penulis mengambil materi tanpa menyebutkan sumbernya.
Cuplikan pasal 12 Permendiknas No. 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi:
Sanksi bagi mahasiswa yang terbukti melakukan plagiat, secara berurutan dari yang paling ringan sampai dengan yang paling berat, terdiri atas:
a. teguran;
b. peringatan tertulis;
c. penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa; d. pembatalan nilai satu atau beberapa mata kuliah
yang diperoleh mahasiswa;
e. pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa;
f. pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa; atau
Pe r e n ca n a a n Pe n e lit ia n
Su bpok ok ba h a sa n
~ H a k ik a t pe n e lit ia n
~ Pe n ggolon ga n pe n e lit ia n
~ Pe r e n ca n a a n pe r coba a n
~
H a k ik a t pe n e lit ia n
Penelit ian = research
re = kem bali, t o search = m encari
Penelit ian: penyelidikan yang cerm at dan t ersist em m engenai subj ek t ert ent u dalam m encari fakt a unt uk m engem bangkan at au m em perbaiki t eori dan asas- asas.
( Kam us Webst er) .
Penelit ian ilm iah:
~
Hakikat penelit ian (
lanj ut an
)
Hubungan ant ara penelit ian dan ilm u
I l m u
Pr ose s
Ke be n a r a n ilm ia h
H a sil Pe n e lit ia n
~
Pe n ggolon ga n pe n e lit ia n
Berdasarkan m anfaat hasil penelit ian:
y Penelit ian dasar: penelit ian unt uk m enem ukan
penget ahuan baru t anpa m em ikirkan
hubungannya dengan keperluan m asyarakat
dalam kehidupan sehari- hari.
y Penelit ian t erapan: penelit ian unt uk m encari
cara dalam penerapan asas- asas ilm iah unt uk
m em enuhi keperluan m asyarakat dalam
kehidupan sehari- hari.
~
Penggolongan penelit ian (
lanj ut an
)
Berdasarkan cara pengum pulan dat a:
y Penelit ian m elalui survei:
- obj ek dan kondisi pengam at an t idak diat ur
- dat a dikum pulkan apa adanya
- perlu m et ode pengum pulan dat a yang t epat
y Penelit ian m elalui percobaan:
- obj ek percobaan diat ur t erlebih dahulu
- kondisi percobaan diat ur
- dengan rancangan percobaan t ert ent u
y Penelit ian m elalui percobaan ( lanj ut an) :
- Fixed- effect m odel: berbagai kondisi percobaan
yang relevan bisa diat ur
Cont oh: percobaan lab dan lapangan dengan
perlakuan dan beberapa kondisi
percobaan yg diat ur t erlebih dahulu
- Random - effect m odel: sebagian peubah
t idak diat ur t erlebih dahulu; kondisi lapangan
biasanya dikelom pokkan sebagai perlakuan
Cont oh: pengaruh t ingkat pencem aran sungai
~ Pe r e n ca n a a n Pe r coba a n
Tuj uan percobaan
y m enent ukan penyebab ut am a keragam an
dalam respons yang diukur
y m encari kondisi yang m enghasilkan respons
m aksim um / m inim um
y m em bandingkan respons pada keadaan yang
berbeda dari peubah yang dapat diat ur
y m endapat kan m odel m at em at ika unt uk
~ Perencanaan Percobaan (lanj ut an)
Pem bangkit an dat a
y percobaan
y pengam at an lapangan
y survei
Ulangan
y bukan pengukuran yang diulang
y m enghasilkan pengam at an bebas
~ Perencanaan Percobaan (lanj ut an)
Pengacakan
y m enghindari bias
y pem ilihan t idak sist em at is
y pem berian perlakuan diacak
y pengam at an ut k sem ua perlakuan
per ulangan
Perancangan Percobaan
y m enent ukan j udul percobaan
y m engum pulkan pust aka pendukung
y m erum uskan m asalah/ m engaj ukan pert anyaan ilm iah
y m enent ukan t uj uan percobaan
y m erum uskan hipot esis
y m enent ukan sum ber keragam an:
- fakt or perlakuan dan t arafnya
- sat uan percobaan dan sat uan cont oh - ulangan/ kelom pok
Perancangan Percobaan (lanj ut an)
y m enent ukan cara pem berian perlakuan pada sat uan percobaan
y m enent ukan pengukuran yang akan dilakukan, prosedur percobaan, dan kem ungkinan
ham bat an yang t erj adi
y m enent ukan j um lah pengam at an yang akan dilakukan
y m elakukan percobaan pendahuluan
Perancangan percobaan (lanj ut an)
y m enent ukan m odel dan rancangan percobaan:
- fixed- effect m odel
- random - effect m odel
y m enent ukan cara analisis dat a
Penyiapan kom ponen pendukung
y bahan dan peralat an
y SDM pendukung ( penelit i, t eknisi, t enaga lapangan)
y anggaran
y kuesioner ( bila diperlukan)
~ Pe r e k a m a n Ke gia t a n Pe n e lit ia n
Penanganan dat a
y pencat at an dat a dalam log book
( buku cat at an harian penelit ian [ BCHP] )
y penat aan dat a
y t ransform asi dat a
y analisis dat a
Dokum ent asi gam bar
y pengam bilan gam bar
~ Perekam an Kegiat an Penelit ian (lanj ut an)
Pencat at an kegiat an harian penelit ian
$ pencat at an kegiat an & dat a secara t erperinci dalam BCHP (log book)
y persyarat an kont rak penelit ian
y m enerapkan prakt ik m anaj em en penelit ian yg baik (good research m anagem ent
pract ice [ GRMP] )
$ pencat at an ... dalam BCHP (lanj ut an)
y sarana pem belaj aran bagi anggot a lab m engenai GRMP
y m enghindari kecurangan ( penerapan unsur kej uj uran, kecerm at an, dan ket erbukaan dari et ika ilm iah)
$ penggunaan BCHP yg baik
● buku yg dij ilid perm anen dg nom or & t gl berurut an sert a t em pat t anda t angan
● cat at kegiat an dan dat a secara berurut an
$ penggunaan BCHP yg baik (lanj ut an)
● susun cat at an dgn j udul bagian
● t ulis spesifikasi bahan- bahan percob dgn j elas, t erm asuk asalnya
● cat at nom or seri peralat an dan t gl kalibrasi
● nam a orang yg m engerj akan perlu disebut dgn j elas
● j elaskan singkat an yg t idak um um
● gunakan t int a dan j angan m enim pa t ulisan; j angan m em buang halam an at au bag hlm
$ penggunaan BCHP yg baik (lanj ut an)
● t em pelkan lam piran ( grafik at au cet akan dari kom put er) pada halam an buku cat at an, beri t anggal dan t anda t angani hlm buku cat at an dan lam pirannya
● j elaskan percob baru, t erm asuk t uj uan dan lat ar belakangnya
● cat at fakt a yg diperoleh secara berkala,
ringkasan kem aj uan dan t em uan penelit ian
$ hal- hal yg dicat at dlm BCHP
y Hari, t anggal
y Nam a kegiat an/ subkegiat an
y Tuj uan kegiat an/ subkegiat an
y Uraian kegiat an
- sesuai urut an kegiat an
- t em pat / lokasi dan wakt u
- bahan dan alat
- prosedur percobaan
$ hal- hal yg dicat at dlm BCHP (lanj ut an)
y Hasil percobaan
- dat a asli dan hasil analisis dat a
y Ham bat an dan cara m engat asinya
y Kesim pulan dan saran
y Rencana kegiat an selanj ut nya
Peneliti harus mengelola, melaksanakan, dan melaporkan hasil penelitian ilmiahnya secara bertanggung jawab, cermat, dan saksama.
Bagian dari penelitian yang rawan pelanggaran:
$ Teknik percobaan
y Pengamatan ilmiah yang dilakukan harus dapat
diverifikasi untuk mengurangi bias yang mungkin terjadi
y Hasil pengamatan yang diperoleh harus dapat diulang kembali (replikasi)
y Metode yang digunakan harus cermat dibangun sehingga tidak menyulitkan pembedaan antara sinyal dan bising
(noise)
Bagian dari penelitian yg rawan pelanggaran (lanjutan):
$ Penanganan data
Validitas data bergantung pada validitas dan akurasi metode yang digunakan. Peneliti harus mengerti sifat (nature) data yang dikumpulkan, oleh karena itu
peneliti harus terlibat langsung dalam setiap proses yang dijalankan. Kejanggalan pada data yang berasal dari dua atau lebih sumber pengukuran harus
dicermati dan diatasi.
$ Benturan kepentingan
Benturan kepentingan rawan terjadi pada penelitian yang dibiayai oleh sponsor tertentu atau pemberi
bahan penelitian. Dalam pelaksanaan suatu penelitian, sponsor sering lebih mengutamakan pencapaian
Cara mengatasi kecenderungan plagiarisme dalam penelitian:
y Meningkatkan kejujuran dan rasa bertanggung jawab
y Meningkatkan pemahaman bahwa plagiarisme akan berimplikasi moral
y Meningkatkan kecermatan dan kesaksamaan untuk memilah dan menentukan pustaka acuan
y Mempunyai rasa percaya diri bahwa rencana penelitiannya bukan sontekan
Cara mengatasi kecenderungan plagiarisme dalam penelitian (lanjutan):
y Menghargai sumbangan data atau informasi dari peneliti lain dengan menyatakan terima kasih atau menyebutkan sumber tulisan yang dikutipnya
y Membuat catatan penelitian (log book) agar semua yang dilakukannya terekam dengan baik untuk