Karakteristik dan pedogenesis andisol dataran rendah dan dataran tinggi di Sumatera Utara

480  Download (0)

Full text

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)
(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)
(111)
(112)
(113)
(114)
(115)
(116)
(117)
(118)
(119)
(120)
(121)
(122)
(123)
(124)
(125)
(126)
(127)
(128)
(129)
(130)
(131)
(132)
(133)
(134)
(135)
(136)
(137)
(138)
(139)
(140)
(141)
(142)
(143)
(144)
(145)
(146)
(147)
(148)
(149)
(150)
(151)
(152)
(153)
(154)
(155)
(156)
(157)
(158)
(159)
(160)
(161)
(162)
(163)
(164)
(165)
(166)
(167)
(168)
(169)
(170)
(171)
(172)
(173)
(174)
(175)
(176)
(177)
(178)
(179)
(180)
(181)
(182)
(183)
(184)
(185)
(186)
(187)
(188)
(189)
(190)
(191)
(192)
(193)
(194)
(195)
(196)
(197)
(198)
(199)
(200)

Figure

Tabel Teks

Tabel Teks

p.260
Gambar Judul

Gambar Judul

p.262
Gambar 1. Tanah yang tennasuk ke dalam daerah bayangan mempunyai sifat andik jika fraksi < 2,O mm mempunyai retensi P > 25 % dan Efaksi 0,02-2,O mm paling sedikit 30 % dari fraksi berukuran < 2,O mm

Gambar 1.

Tanah yang tennasuk ke dalam daerah bayangan mempunyai sifat andik jika fraksi < 2,O mm mempunyai retensi P > 25 % dan Efaksi 0,02-2,O mm paling sedikit 30 % dari fraksi berukuran < 2,O mm p.269
Tabel 1. Deskripi kondisi iklim dataran rcndah dan dataran tinggi

Tabel 1.

Deskripi kondisi iklim dataran rcndah dan dataran tinggi p.277
Gambar 2. Genesis mineral liat pada Andisol (FitzI'atrick, 1983; Allw dan Fanning, 1983; Pariitt ef al., 1904; Wada 1909)

Gambar 2.

Genesis mineral liat pada Andisol (FitzI'atrick, 1983; Allw dan Fanning, 1983; Pariitt ef al., 1904; Wada 1909) p.281
Tabel 2. Ciri bebaapa mineral liat yang umum pada Andis01 (Tan, 1982)

Tabel 2.

Ciri bebaapa mineral liat yang umum pada Andis01 (Tan, 1982) p.284
Gambar 3. Peta Lokasi Penelitian

Gambar 3.

Peta Lokasi Penelitian p.295
Tabel 4. Jaris dan Jumlah contoh tanah dan bahan induk yang diteliti

Tabel 4.

Jaris dan Jumlah contoh tanah dan bahan induk yang diteliti p.306
Gambar 1 1 .  Posisi pedon-pedon menurut ketinggian tempat 0).

Gambar 1

1 . Posisi pedon-pedon menurut ketinggian tempat 0). p.309
Tabel 5. Sifat-sifat tanah yang

Tabel 5.

Sifat-sifat tanah yang p.313
Tabel 6. Susunan mineral pasir beberapa pedon yang diteliti. [ HOWMI I I I I I I I I 1 I I

Tabel 6.

Susunan mineral pasir beberapa pedon yang diteliti. [ HOWMI I I I I I I I I 1 I I p.325
Tabel 6. Lanjulan

Tabel 6.

Lanjulan p.326
Tabel 7. Pengaruh topografi terhadap susunan mineral dan indeks pelapukan I I

Tabel 7.

Pengaruh topografi terhadap susunan mineral dan indeks pelapukan I I p.328
Tabel 8 dan Gambar 20 menunjukkan bahwa eaksi liat pedon di dataran rendah Pancur

Tabel 8

dan Gambar 20 menunjukkan bahwa eaksi liat pedon di dataran rendah Pancur p.337
Gambar 1-2 . Tcmiogram DTA fraksi liat pcdon Kuta Gadung (KG$)

Gambar 1-2 .

Tcmiogram DTA fraksi liat pcdon Kuta Gadung (KG$) p.340
Gambar 3.1 . Tcrmogram DTA fraksi liat pdocl di dungan Sei

Gambar 3.1 .

Tcrmogram DTA fraksi liat pdocl di dungan Sei p.342
Gambar 25 . Termogram DTA fraksi liat (< 0 . 2 ~ )  padon di Namuterasi

Gambar 25 .

Termogram DTA fraksi liat (< 0 . 2 ~ ) padon di Namuterasi p.343
Gambar 32. Sebaran ferihidrit menurut ketinggian pada fonnasi Qvbs

Gambar 32.

Sebaran ferihidrit menurut ketinggian pada fonnasi Qvbs p.354
Gambar 34. Sebaran Eerihidrit

Gambar 34.

Sebaran Eerihidrit p.356
Gambar 37. Sebaran goetitrhematit rnenurut transek lereng (Pb:punggung bukit; TL:tengah lereng; Lb:lembah)

Gambar 37.

Sebaran goetitrhematit rnenurut transek lereng (Pb:punggung bukit; TL:tengah lereng; Lb:lembah) p.359
Tabel 9. Sebaran bcsar butir pedon pcw&11 dataran Fcndah dan dataran thggi formrui Qvbs

Tabel 9.

Sebaran bcsar butir pedon pcw&11 dataran Fcndah dan dataran thggi formrui Qvbs p.361
Tabel 10. Koefisien korelasi antara bobot isi dengan bebaapa sifat tanah.

Tabel 10.

Koefisien korelasi antara bobot isi dengan bebaapa sifat tanah. p.365
Tabel 13. Hubungan tingkat kekerasan tanah dengan beberapa sifat tanah

Tabel 13.

Hubungan tingkat kekerasan tanah dengan beberapa sifat tanah p.368
Tabel 14. Kandungan air tanah alami horimn A dan B pada pedon yang diteliti (%)

Tabel 14.

Kandungan air tanah alami horimn A dan B pada pedon yang diteliti (%) p.369
Tabel 16 kandungan air halus. juga menunjukkan bahwa hampir semua s a t  tanah berkorelasi nyata dengan 15 bar (tanah kering udara clan lembab), kecuali kandungan liat dan pasir Tidak nyatanya korelasi antara jumlah liat dengan kandungan air 15 bar dapat

Tabel 16

kandungan air halus. juga menunjukkan bahwa hampir semua s a t tanah berkorelasi nyata dengan 15 bar (tanah kering udara clan lembab), kecuali kandungan liat dan pasir Tidak nyatanya korelasi antara jumlah liat dengan kandungan air 15 bar dapat p.372
Tabel 1 7. Kandungm air tJMh IS bar horizon A dan B pada pedon yang diteliti

Tabel 1

7. Kandungm air tJMh IS bar horizon A dan B pada pedon yang diteliti p.374
Gambar 39 Hubungan ketinggian tempat dengan kandungan air alami dan 15 bar pada formasi Qvbj [tlb:tanah lembab; tku:tanah kering udara]

Gambar 39

Hubungan ketinggian tempat dengan kandungan air alami dan 15 bar pada formasi Qvbj [tlb:tanah lembab; tku:tanah kering udara] p.375
Gambar 38 . Hubungan ketinggian d & a n  kandungan air alami dan 15 bar pada fonnasi Qvbs [tlb:tanah lembab; tku:tanah kering udara]

Gambar 38 .

Hubungan ketinggian d & a n kandungan air alami dan 15 bar pada fonnasi Qvbs [tlb:tanah lembab; tku:tanah kering udara] p.375
Gambar 43. Hubungan ketinggian dengan pHw pada formasi Qvbj

Gambar 43.

Hubungan ketinggian dengan pHw pada formasi Qvbj p.383
Gambar 42. Hubungan ketinggian dengan pHw pada fomasi Qvbs

Gambar 42.

Hubungan ketinggian dengan pHw pada fomasi Qvbs p.383

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in