• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isolasi dan Identifikasi Escherichia coli 0157:H7 pada Daging Sapi di Kabupaten Badung Provinsi Bali

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Isolasi dan Identifikasi Escherichia coli 0157:H7 pada Daging Sapi di Kabupaten Badung Provinsi Bali"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN : 1411 - 8327

Isolasi

dan

Identifikasi Escherichia

coli

0157:H7

pada

Daging

Sapi di Kabupaten Badung Provinsi

Bali

(ISOLATION AND IDENTIFICATION Escherichia

coli

0157:H7

ON

BEEFAT

B m U N G

REGENCY

PROVINCE OF BALIl

I WAYAN

SUARDANA',

BAMBANG

SUMIARTO~

DAN

DENNY

WIDAYA

LUKMAN~

l 1

Laboratoriurn

Kesehatan Masyarakat

Veteriner

FKH-UNUD,

J1.

PB.Sudirman

Denpasar,

Denpasar- Bali.

Tlp.(0361)

223791.

E-mail

:

[email protected]

Laboratorium

Kesehatan Masyarakat Veteriner

FKH-UGM,

.

J1.

Olah Raga, Karang Malang,

Yogyakarta.Tlp.

(0274)

563083

Laboratorium

Kesehatan

Masyarakat Veteriner

FKH-IPB,

J1.

athis, Darmaga

Bogor. Tlp. (0251)

625588,

629470(285).

E-mail

:

dennylukman

0

hotmail.com

ABSTRAK

Keamanan bahan pangan merupakan masalah yang amat penting bagi konsumen dan industri pangan. Cemaran bakteri Escherichia coli dan Coliform indikator sanitasi dalam

proses pengolahan bahan pangan. Pelacakan bakteri

telah

diiakukan secara

rutin, temas.uk yang bersifat zoonosis seperti men hasilkan toksin ang dikenal dengan Shiga toxin. Toksin ini dapat menimbulkan diare

berdarah,

colitis

fa

enwrhagi dan Lmolitic uremic syndronte i HUS pada manusia. Dalam penelitian h i dipelajari hubungan antara tingkat cernaran dan insidensi Colifornz, E. coli, E. coli

0157

dan E.coli

0157:H7

pada d a g n g sapi. Bakteri

pertarna ditumbuhkan pada media

EMBA,

selanjutnya dipupuk pada media SMAC d m diakhiri dengan

uji aglutinasi lateks untuk memastikan keberadaan bakteri E.coii 0157 dan uji antiserum

H7

untuk

memastikan isolat yang diisolasi merupakan isolat

E.coli

0157:H7,

Hasil isolasi

dan

identiwasi terhadap

89 sampel da 'ng sapi diperoleh hasil rata-rata tingkat cemaran Coliform dan E.coli sebesar 93,Ol

2,64 x 10.' ef$ dan 47,82

+

32,34 n 10' cfulg. Pengujian dengan Spearman's rho rnenunjukkan bahwa

tingkat cemaran Colifor-m rnenunjukkan adanya korelasi yang

lemah (P>0.05)

terhadap munculnya cemaran E.coli, E.coli 0157 maupun terhadap

E.coli

0157 :

H7

dan

barn

terlihat adanya korelasi yang sangat kuat

(P<0.01)

bilamana telah berhasil ditemukan bakteri E,coli dengan kemunculan E.coli 0157

maupun E. coli 0 1 5

7:H7.

Pengujian dengan uji Wilcoxon menunjukkan tingkat cemaran

bakteri

coliform

sangat nyata (P<0.01) lebih besar jika dibandingkan

dengan

tingkat cemaran Coliform, E.coli, E.coli 0 1 5 7 dan E-coli 0 157337.

Kata-kata kunci : Coliforrn, E.uoli,

E ,

coli

0157:H7,

daging sapi

ABSTRACT

The food safety is an important for both consumers and industries. Coliform and Escherichiu coli

have been used as sanitary indicator of food processing industries.

The

detmtion of foodborne pathogens, including those capable of infecting human such

as

Escherichia coli

0157:H7

have also been conducted.

The bacteria produce toxin konown as Shiga toxin which can cause bloody diarrhea to

more

serious clinical conditions such as hemorrhagic col~tis and hemolytic uremic syndrome.

In

the this study the correlation of contamination levels with incidence of Coliform, E.coli, E.coli 01 57 and

0157:H7

in beef were examined.

The

bacteria were firstly cultured in Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) medium, then

in Sorbitol MacConkey Agar (SMAC) medium and finally tested by

Latex

agglutination test to confirm the presence of E.coli 0157. A complete assay was carried by

H7

antiserum for the presence of E.coli

0157:H7.

From 89 beef samples examined, it was shown that the average of Coliform and E.coli contaminations were 93,01

+

2,64 x 1 0 k f d g and 47,82 k 32,34 x lO'Wcfg repectively. Analysis by Spearman's rho test indicated that there

was

not

si ificant (P>0.05) correlation betwsen Coliform contamination levels and the presence of Kcoli, E.co

r

i

0157 and

0157:H7.

On

the

other hand,

E.coli

contamination levels correlated significantly (P<O.Ol) with the presence of E . d i 0 1 57 and E.coli

O157:H7.

Wilcoxon test indicated the percentage of Colifora was significantly

higher

(P<0.01) than the percentage E.coli, E.coli 0157 and E.coli 0 1 57 : H7 contamination.

Key

words : Coliform, E.coli,

E .

coli

0157:H7,

beef.
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

Referensi

Dokumen terkait

The susceptibility test of Escherichia coli O157:H7 against antibiotics Penicillin G, ampicillin, Sulfamethoxazole and Streptomycin.. The susceptibility test of five isolates

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala kasih dan berkatnya yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

Tesis dengan judul “ISOLASI DAN IDENTIFIKASI GEN RESISTENSI CIPROFLOXACIN PADA ISOLAT ESCHERICHIA COLI MULTIDRUGS RESISTANCE DARI PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH DI

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek bawang dayak sebagai zat antimikroba dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli (E. coli) serta berapa lama

coli O157:H7 mengacu pada prosedur Bridson (1998), yaitu hasil positif dari media EMBA yang ditanam pada media nutrien agar miring, selanjutnya ditanam pada media selektif

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 60 sampel feses sapi bali yang diambil di Kecamatan Mengwi, dua sampel (3,3%) positif E.. Berdasarkan hasil penelitian ini

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Hewan, penulis melakukan penelitian di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Hewan,