• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis input-output peranan industri minyak goreng dalam perekonomian indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis input-output peranan industri minyak goreng dalam perekonomian indonesia"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.1.  Produk Domestik Bruto Indonesia Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Yang Berlaku (dalam  milliar rupiah)
Tabel 1.2  Neraca Perdagangan Luar Negeri Minyak Goreng 1996-2002
Gambar 1.2. Grafik Konsumsi Per Kapita Minyak Goreng Indonesia (kg)
Tabel 2.1 Klasifikasi Minyak Goreng Nabati Menurut Klasifiskasi Komoditi Indonesia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan sektor industri TPT menganalisis dampak keterkaitan dan dampak penyebaran, dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh

Sedangkan pada tahun 2004, sektor industri pengilangan minyak merupakan sektor yang memiliki nilai indeks keterkaitan ke belakang yang paling tinggi yaitu sebesar 2,30278,

Daryanto (2010) menyatakan bahwa konsep dasar Model Input-Output Leontief didasarkan atas: (1) struktur perekonomian tersusun dari berbagai sektor (industri) yang satu sama

Sedangkan pada tahun 2004, sektor industri pengilangan minyak merupakan sektor yang memiliki nilai indeks keterkaitan ke belakang yang paling tinggi yaitu sebesar 2,30278,

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan sektor industri TPT menganalisis dampak keterkaitan dan dampak penyebaran, dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa sektor industri merupakan sektor yang memiliki nilai keterkaitan ke depan secara langsung paling besar dibandingkan dengan sektor-sektor

Hasil estimasi fungsi produksi Cobb-Douglass diperoleh bahwa faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap output industri minyak goreng sawit adalah bahan baku, yakni

Sedangkan pada tahun 2004, sektor industri pengilangan minyak merupakan sektor yang memiliki nilai indeks keterkaitan ke belakang yang paling tinggi yaitu sebesar 2,30278,