PADA UKM JAMUR KREZZ
PROYEK AKHIR
Nama
:ROMY ADISTYANTO
NIM
: 09.39090.0004
Nama
:WARIS SUGIANTORO
NIM
: 09.39090.0012
ProgramStudi
: DIII Komputer Grafis dan Cetak
SEKOLAH TINGGI
MANAJEMEN INFORMATIKA & TEKNIK KOMPUTER
SURABAYA
2012
PADA UKM JAMUR KREZZ
PROYEK AKHIR
Nama
:ROMY ADISTYANTO
NIM
: 09.39090.0004
Nama
:WARIS SUGIANTORO
NIM
: 09.39090.0012
ProgramStudi
: DIII Komputer Grafis dan Cetak
SEKOLAH TINGGI
MANAJEMEN INFORMATIKA & TEKNIK KOMPUTER
SURABAYA
2012
PADA UKM JAMUR KREZZ
PROYEK AKHIR
Nama
:ROMY ADISTYANTO
NIM
: 09.39090.0004
Nama
:WARIS SUGIANTORO
NIM
: 09.39090.0012
ProgramStudi
: DIII Komputer Grafis dan Cetak
SEKOLAH TINGGI
MANAJEMEN INFORMATIKA & TEKNIK KOMPUTER
SURABAYA
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.3 Batasan masalah ... 2
1.4 Tujuan... 3
1.5 Manfaat... 3
BAB II LANDASAN TEORI ... 5
2.1 Desain ... 5
2.3 Kemasan ... 8
BAB III METODOLOGI PENELITIAN & DESAIN... 11
3.1 Studi Eksisting... 11
3.1.1 Wawancara Pemilik usaha ... 11
3.1.2 Kompetitor ... 12
3.1.3 Analisa S.W.O.T ... 13
3.2 Ide dan Konsep ... 14
3.3 Analisa... 18
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN ... 27
4.1 Tahap Persiapan ... 27
4.2 Tahap Implementasi Konsep ke Dalam Desain... 27
4.3 Proses Pembuatan Plat... 30
4.4 Proses Cetak ... 30
4.5 Tahap Finishing ... 31
BAB V PENUTUP... 34
5.1 Kesimpulan... 34
5.2 Saran ... 34
DAFTAR PUSTAKA ... 36
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Teknologi yang terus berkembang, dan sumber daya manusia yang terus meningkat mempermudah manusia dalam bekerja dan kehidupan sehari-hari. Berbagai usaha dan kegiatan dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Pemanfaatan teknologi saat ini yang berkembang pesat membuat manusia semakin kreatif dalam berinovasi.
Kebanyakan konsumen akan melihat produk dari kemasannya pertama yang dilhatnya, kemasan yang menarik dapat memikat hati konsumen untuk membelinya meskipun mungkin saat itu konsumen tidak ingin membeli produk tersebut.
Kualitas dari produk utama itu sendiri juga sangat penting dan dengan ditambahnya kemasan yang menarik maka akan memberikan nilai tambah dari produk utama. Dengan begitu konsumen akan puas dengan barang yang dibeli dan itu membuat mereka akan membeli produk kita lagi.
Bersamaan dengan tugas yang didapat, maka proyek akhir ini memanfaatkan kebutuhan dari usaha penjualan makanan atau produk ukm yang membutuhkan kemasan. Dilihat dari kebutuhan akan kemasan yang diinginkan dari bisnis ini maka bisa dimanfaatkan teknologi cetak offset yang bisa memproduksi cetakan untuk memberikan desain yang sesuai keinginan untuk mencapai maksud peningkatan penjualan dan pendapatan.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana menarik minat konsumen dengan cara mendesain ulang kemasan Jamur Krezz ?
1.3 Batasan masalah
Batasan masalah yang dimuat berdasarkan batas pengerjaan proyek akhir diantaranya:
3
3. Proses finishing atau plong tidak menyangkut tentang peralatan secara detail.
4. Tidak menyangkut tentang pembuatan produk UKM Jamur Krezz Secara detail.
1.4 Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan tugas akhir pembuatan dan pengembangan kemasan bagi UKM adalah sebagai berikut :
1. Sebagai salah satu syarat kelulusan Program Studi DIII Komputer Grafis dan Cetak STIKOM Surabaya yaitu dengan melaksanakan mata kuliah Proyek Akhir.
2. Sebagai sarana penerapan dan pengaplikasian ilmu yang telah diberi dan diajarkan pada jurusan DIII Komputer Grafis dan Cetak STIKOM Surabaya terhadap UKM
3. Sebagai sarana mempelajari dan memahami bagaimana manfaat langsung packaging atau kemasan terhadap peningkatan nilai jual produk dari UKM Jamur Krezz.
4. Sebagai sarana untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak dan bermanfaat pada industri percetakan.
1.5 Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diambil dari kegiatan proyek akhir ini adalah : a. Untuk pribadi/kelompok
2. Dapat menerapkan pembelajaran yang telah diperoleh.
3. Dapat menambah pengalaman dan pembelajaran tentang pemasaran. 4. Dapat menambah pengalaman bagaimana melihat pasar bisnis.
b. Untuk UKM
1. Dapat memberikan identitas yang lebih kuat untuk promosi produknya. 2. Dapat membandingkan situasi dimana kemasan yang dipakai mengalami
perubahan
5
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Desain
Menurut Wikipedia Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan,
arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya.Dalam sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata
kerja, "desain" memiliki arti "proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata benda, "desain" digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk
obyek nyata.
Desain yang dikerjakan sebagai kemasan tersier atau terluar dari produk
sebagai tanda pengenal produk itu sendiri kepada konsumen. Pengumpulan data untuk menghimpun informasi yang akan ditampilkan desain sangat diperlukan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Usaha yang bernama Jamur Krezz
merupakan usaha pembuatan dan penjualan jamurgoreng yang hendak mengembangkan desain kemasan produk tersebut.
Usaha pembuatan sekaligus penjualan produk berupa jamur goreng yang bernama Jamur Krezz berada di jalan Klampis Ngasem nomor 12 Surabaya. Selain jamur goreng, Jamur Krezz juga menyediakan makanan berupa tahu
goreng. Makanan ini diproduksi dalam tempat yang sama dengan tempat penjualan. Penjualan produk hanya menggunakan 2 kemasan saja, kemasan
Penjualan Produk hanya menggunakan kertas kado yang dilipatdan di
lemsecara manual olehpemiliksendiri, kertas kado tidak terdapat logo atau nama produk sehingga kemasan sangat kurang baik karena tidak memiliki identitas jelas
mengenai produk dan identitas usaha yang menjualnya. Kami diberi kesempatan oleh pemilik Jamur Krezz untuk mengembangkan desain kemasan baru yang berawal dari kemasan yang ada menjadi kemasan yang mempunyai identitas
tersendiri dan nilai jual yang lebih.
Tidak semua kemasan yang digunakan dikembangkan, kemasan yang dikembangkan hanya satu yaitu untuk ukuran sedang, karena konsumen lebih
banyak untuk memilih kemasan ini. Pemilihan jenis kemasan yang dikembangkan merupakan kemasan yang paling sering digunakan dan juga ukuranya cukup
untuk dicetak pada mesin Heidelberg GTO-52 yang merupakan mesin yang digunakan untuk mencetak di SDPC Stikom.
2.2 Warna
Menurut artikel di http://www.digitalbintaro.com proses cetak separasi umumnya menggunakan warna-warna proses (proses color), yaitu cyan (C),
magenta (M), yellow (Y), dan Black (K) sehingga biasa disebut dengan warna
CMYK. Dari perpaduan (kombinasi, percampuran) keempat warna tersebutlah
sebenarnya dapat dihasilkan berbagai wacam warna yang menyusun suatu image.
Misalnya untuk menghasilkan warna merah dilakukan dengan memadukan warna
7
Perbandingan persentase antara yellow dan magenta atau dengan
tambahan warna lain akan menentukan warna merah seperti apa yang dihasilkan.
Misal 100% magenta dipadukan dengan 100% yellow (perbandingan 1:1) akan
menghasilkan warna red (merah). Sedangkan perpaduan 60% magenta dan 100%
yellow (perbandingan 3:5) akan menghasilkan warna orange. Atau perpaduan
antara 20% magenta, 20% yellow dan 60% black (perbandingan 1:1:3) akan
menghasilkan warna dark brown. dst. Warna-warna lain yang tidak bisa
dihasilkan dari perpaduan warna CMYK (misalnya
biru/merah/kuning/cokelat/emas/dsb tertentu) akan dicetak menggunakan warna
khusus (biasanya warna panthone). Meskipun ada juga proses cetak yang warna
dasarnya bukan CMYK, tetapi menggunakan enam warna dasar (hexachrome)
yang terdiri atas hexachrome yellow, orange, magenta, cyan, green, dan black.
Tetapi umumnya yang digunakan adalah warna CMYK.
Warna yang digunakan dalam kemasan Jmaur Krezz adalah warna merah
percampuran dari warn magenta 100% dimbah dengan yellow100%. Warna merah dipilih karena merupakan ide dan konsep awal yang terinspirasi dari kemasan fast foodproduk-produk terkenal seperti Mc Donal. KFC, dan Chubby. Selain itu warna merah dipilih karena sangat cocok dengan warna kertas yang digunakan yaitu berwarna coklat, sehingga diharapakan dengan perpaduan warmna kertas yang
2.3 Kemasan
Menurut Djaslim Saladin (2003:87), “Kemasan adalah segala kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus suatu produk”. Hal tersebut
sejalan dengan pendapat Kotler (2006:230) yang menyatakan bahwa “kemasan adalah semua kegiatan merancang dan memproduksi wadah untuk produk”.
Kemasan/pembungkus tersebut terdapat terdiri dari 3 tingkat bahan, yaitu:
1. Kemasan dasar (primary package) yaitu bungkus langsung dari suatu produk.
2. Kemasan tambahan (secondary package) yaitu bahan yang melindungi kemasan dasar dan dibuang bila produk tersebut akan digunakan.
3. Kemasan pengiriman (shipping package) yaitu setiap kemasan yang diperlukan waktu penyimpanan/ pengangkutan diidentifikasi.
Fungsi kemasan sekarang tidak hanya untuk melindungi produk dari kerusakan, namun kemasan pun harus mampu menarik perhatian konsumen baik
kenyaman dalam membawa, menutup, menyimpan kemasan tersebut.
Untuk itu fungsi kemasan menurut Buchari Alma (2002:116) adalah sebagai
berikut :
1. Melindungi barang-barang ysng dibungkusnya sewaktu barang-barang tersebut bergerak melalui proses-proses marketing.
2. Memudahkan pedagang-pedagang eceran dalam membagi-bagi atau memisahkan barang tersebut.
9
4. Untuk identifikasi mudah dikenal karena adanya label atau merek yang
tertera dalam pembungkus.
5. Pembungkus dapat digunakan sebagai alat komunikasi karena membawa
berita atau catatan mengenai produk tersebut .
6. Pembungkus sebagai penjual diam atau salesmen diam.
Kemasan yang didesain khusus untuk mengenalkan produk lebih baik dari pada kemasan yang umum, dikarenakan kemasan bisa mempromosikan produk
yang dikemas guna memberikan pengenalan kepada konsumen yang bisa mempengaruhi nilai jual.
Kemasan yang digunakan oleh Jamur Krezz merupakan kemasan dengan
jenis kertas Samson yang mempunyai warna coklat. Bentuk dari kemasan ini adalah menyerupai paperbag. Dilakukan pengembangan tampilan kemasan yang pada awalnya mempunyai tampilan umum tanpa nama dan tidak mempunyai ciri
khusus untuk mengetahui identitas, menjadi kemasan yang mempunyai tampilan yang menarik dan dikenal.
2.3.1 Spesifikasi
1. Ukuran kemasan jadi Tinggi : 19,8 cm
Panjang :10,5 cm Lebar : 6 cm
2. Kertas
Gramatur : 90 gram/m2
Ukuran asli : 90 cm x 120 cm
27
BAB IV
IMPLEMENTASI DESAIN
Dalam implementasi desain, kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahapan
sebagai berikut:
1. Tahap Pesiapan
2. Tahap Implementasi Konsep ke Dalam Desain
3. PembuatanPlatemenggunakan CTCP
4. Proses cetak
5. PrsoseFinishing
4.1 Tahap Persiapan
Pada tahap ini yang dilakukan adalah :
1. Pengumpulan data kemasan pada dari UKM.
2. Proses penyusunan data dari data UKM dan data yang dibutuhkan.
4.2 Tahap Implementasi Konsep ke Dalam Desain
1. Setelah membuat konsep dan ide dalam bentuk sketsa kasar di kertas,
langkah berikutnya adalah mengimplementasikan desain kasar ke
dalam desain yang nantinya akan diproofing yang nantinya akan
dicetak. Pembuatan desain dalam bagian ini menggunakan software
design Corel Draw X5. Berikut adalah tahap pembuatan desain yang
2. Pembuatan kerangka kemasan
Kerangka kemasan Jamur Krezz mempunyai bentuk seperti paper
bag, dengan pemberian pegangan pada bagian atas kemasan. Dengan
desain kemasan seperti ini akan memudahkan konsumen untuk
[image:15.595.97.507.219.525.2]membawa jamur krezz.
Gambar 4.1 Komputerisasi kerangka kemasan Jamur Krezz
3. Setelah proses pembuatan kerangka kemasan selesai, maka tahap
selanjutnya adalah pembuatan desain berdasarkan ilustrasi desain yang
telah dibuat.
[image:15.595.171.500.577.717.2]29
4. Setelah tahap pembuatan kerangka dan pembuatan desain selesai,
maka tahap berikutnya adalah penggabungan kerangka kemasan
[image:16.595.96.506.171.497.2]dengan desain.
Gambar 4.3. Komputerisasi desain yang telah digabungkan dengan
kerangka kemasan
5. Setelah tahap pembuatan desain kemasan selesai, tahap berikutnya
adalah proses print out di digital printing, untuk nantinya dibawa ke
pemilik UKM untuk dilakukanproofingdesain dan bentuk kemasan.
6. Proses proofing ke pihak pemilik UKM, jika ada revisi dari pihak
UKM maka segera direvisi, dan bila sudah merevisi sesuai dengan
keinginan pemilik UKM, maka desain siap untuk ke proses
4.3 Proses Pembuatan Plat
Untuk Proses pembuatan plat CTCP (Computer To Convenyional Plate)
ini perlu diperhatikan agar file yang dibawah ke jasa pembuatan plate sudah
melalui tahap koreksi yaitu:
Pemeriksaan sudah dalam bentukcurveagar tidakmissing.
Pemeriksaan gambar agar gambar tidakmissing image,atau bisa juga
mencantumkan gambar padafolderyang sama dengan desain.
Pemeriksaan format bitmap atau gambar lainya untuk menjadi format
CMYK.
Pemeriksaan atribut cetak.
Pemeriksaan area bebasobjectdiluar area cetak
Pemeriksaan permberianoverprintdanoverlappada area potong.
4.4 Proses Cetak
Proses cetak adalah proses mentransfer image yang terdapat pada plate
untuk ditransfer pada acuan cetak dalma hal ini kertas sesuai dengan ukuran yang
diinginkan. Caranya yaitu dengan memasang plate terlebih dahulu ke dalam
mesin dan diatur sesuai dengan keinginan.
Proses penyetelan sebelum dilakukan cetak :
- Menyetel mejafeederpada bagian depan mesin cetak.
- Menyetelunleg
- MenyetelStopper
- Menyeteldouble sheet detector
31
- Menyetel mejadelivery
- Menyetelinkzonetinta
Langkah-langkah sebelum dilakukan cetak
- Mengocok kertas
- Mencampur tinta magenta dengan tinta yellow untuk mendapatan warna
merah.
- Jalan kertas (untuk mengecek apakah ada kertas yang double atau tidak).
- Tuas rol air di tempelkan pada silinderplatesupaya tidak kotor.
-Drugtinta ditempelkan
- Pengeluaran padadelivery
Prinsip cetak
- Round to Round(bundar ke bundar)
- Prinsip cetak menggunakan sistem cetak putar
- Baik pembawa materi cetak maupun bahan.
- Cetakannya diletakan di media silinder.
- Plat yang digunakan positif terbaca
4.5 Tahap Finishing
Tahap finishing merupakan tahap akhir dimana pada tahap ini dilakukan
tahap plong atau disebut die cut, proses ini memberikan garis lipatan dan plong
kertas berdasarkan skema pisau.
Pada proses plong Jamur Krezz ini, menggunakan mesin degel sistem
Degel sistem galey, sitem jenis ini menggerakkan degelnya dengan
poros kiri dan kanan, sebelum mencapai bidang cetaknya degel
tersebut akan sejajar dan menempel pada bidang cetaknya dengan rata,
tanpa ada bagian yang tiba lebih dulu. Ukurannya 48 x 65 cm.
Bahan yang digunakan pada proses ini:
- Pisau plong
- Pisaucreasing
- Karet
- Papan kayu
Papan kayu lokal.
Jenis ini digunakan sebagai papan plong jika memesan plong tidak terlau
banyak dan bukan merupakan cetakan yang repeat order. Kemampuan
dari papan jenis ini kurang lebih dapat di gunakan untuk memproses
plong sebanyak kurang lebih 10000 pcs. Jika kayu jenis ini digunakan
untuk pesanan yang lebih banyak, dikhawatirkan pada saat proses
dilakukan, kayu tidak kuat menahan tekanan yang berlebihan dan akan
rusak.
Pisau
Secara umum pisau yang digunakan pada saat proses plong atau die cutdi
bedakan menjadi 2 jenis atau bentuk pisau. Dimana ketiga jenis tersebut
memiliki fungsinya masing – masing. Berikut adalah jenis atau bentuk
33
-Model tumpul.
Pisau dengan model seperti ini digunakan sebagai pisaucreasing yang
berfungsi untuk membuat lipatan pada kemasan.
- Model runcing.
Pisau dengan model seperti ini digunakan sebagai pisau cutting yang
berfungsi untuk memotong bagian pada kemasan yang dibuat putus.
Kerangka pisau dimensi kemasan 34,5 x cm
Pembuatan kerangka pisau ini mengacu pada kerangka yang kami buat,
hanya tinggal menempatkan pisau sesuai dengan tempat gariscreasingdan
cuttingnya. Pemberian karet dilakukan oleh pembuat kerangka sesuai
dengan ilmu yang mereka miliki.
[image:20.595.89.507.278.598.2]Berikut adalah gambar kerangka pisau yang siap dipakai :
34
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari pengerjaan tugas akhir pembuatan kemasan UKM Jamur Krezz didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Dengan adanya kemasan Jamur Krezz yang baru ini, jamur goreng yang dikemas lebih memiliki nilai jual dan memiliki ciri khas (dalam hal kemasan) yang akan membuat konsumen senang melihatnya.
2. Dengan adanya kemasan Jamur Krezz yang baru ini memudahkan pembeli untuk memilih rasa yang akan dipesan, karena pembeli tinggal mencontreng varian rasa yang ada di kemasan yang baru ini.
3. Dan diharapkan dengan adanya kemasan yang baru ini akan meningkatkan minat konsumen dan menambah konsumen untuk membeli jamur goreng.
5.2 Saran
1. Koordinasi dan kerjasama yang baik dengan pemilik UKM harus dilakukan agar informasi yang didapat maksimal dan kemasan yang dibuat sesuai dengan keinginan pemilik.
35 3. Pengontrolan terhadap biaya bahan baku, karena harga bahan baku setiap waktu bisa naik, sehingga akan membantu pada saat menentukan anggaran cetak.
4. Efisisensi waktu produksi dan material yang dibutuhkan.
Wattimena, Kristian.S. 2009. Materi Kuliah Pengantar Teknologi Grafis dan Cetak, STIKOM. Surabaya.
Nugroho, Teodorus.S. 2010.Materi Kuliah Pracetak I, STIKOM. Surabaya. http://www.scribd.com/doc/57525436/8/Pengertian-Kemasan
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Istimewa%3APencarian&profile=defaul
t&search=desain&fulltext=Search