• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Penggunaan Limbah Plastik Pet Sebagai Agregat Kasar Pada Beton Ringan Struktural

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Penggunaan Limbah Plastik Pet Sebagai Agregat Kasar Pada Beton Ringan Struktural"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Pengaruh Penggunaan Limbah Plastik Pet Sebagai Agregat Kasar Pada Beton Ringan Struktural
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2023
  • Kota: Medan

I. MIX DESIGN (SNI 03-3449-2002)

Bagian ini menjelaskan perencanaan umum untuk beton ringan dengan menggunakan agregat plastik PET. Kuat tekan rencana ditetapkan pada 17 MPa, dengan tambahan kuat tekan sebesar 12 MPa, sehingga total kuat tekan menjadi 29 MPa. Jenis semen yang digunakan adalah semen Portland tipe 1. Dari perbandingan berat isi agregat, volume fraksi agregat kasar untuk setiap sampel ditentukan sebesar 0,6. Berat agregat kasar plastik PET yang diperlukan untuk membuat sampel benda uji adalah 501,21 kg/m3. Untuk 1 m3 beton, komposisi yang diperlukan termasuk semen, air, pasir, dan agregat plastik PET, yang masing-masing memiliki takaran spesifik.

II. ANALISA AYAKAN AGREGAT PLASTIK PET

Analisis ayakan agregat plastik PET dilakukan dengan menggunakan beberapa ukuran ayakan untuk menentukan distribusi ukuran butiran agregat. Hasil analisa menunjukkan bahwa modulus kehalusan (FM) dari agregat plastik PET bervariasi, dengan FM 1, FM 2, dan FM 3 yang masing-masing menunjukkan nilai yang berbeda. Data ini penting untuk memastikan bahwa agregat memenuhi spesifikasi untuk digunakan dalam campuran beton ringan.

2.1. Fineness Modulus 1 (FM 1)

FM 1 menunjukkan hasil analisis ayakan dengan diameter ayakan yang berbeda. Berat fraksi dan persentase rata-rata dihitung untuk masing-masing ukuran ayakan. Data ini memberikan gambaran tentang distribusi ukuran butiran yang ada dalam agregat plastik PET.

2.2. Fineness Modulus 2 (FM 2)

FM 2 juga dianalisis dengan cara yang sama seperti FM 1, menunjukkan hasil yang berbeda dalam berat fraksi dan persentase kumulatif tertahan. Ini menunjukkan variasi dalam ukuran butiran agregat yang dapat mempengaruhi sifat mekanik beton.

2.3. Fineness Modulus 3 (FM 3)

FM 3 memberikan hasil analisis yang lebih halus dengan fokus pada ukuran butiran yang lebih kecil. Hasil ini penting untuk menentukan proporsi agregat yang tepat dalam campuran beton.

III. DATA PEMERIKSAAN MATERIAL

Bagian ini mencakup pemeriksaan material yang digunakan dalam penelitian, termasuk kadar lumpur agregat halus dan analisa ayakan pasir. Data yang diperoleh dari pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa material memenuhi standar yang ditetapkan dan tidak mengandung bahan yang dapat merusak kualitas beton.

3.1. Kadar Lumpur Agregat Halus

Pemeriksaan kadar lumpur dilakukan untuk mengetahui persentase kandungan lumpur dalam agregat halus. Hasil menunjukkan bahwa kadar lumpur berada di bawah batas maksimum yang diizinkan, menjamin kualitas agregat.

3.2. Analisa Ayakan Pasir

Analisa ayakan pasir dilakukan untuk menentukan distribusi ukuran butiran pasir yang digunakan dalam campuran beton. Hasil analisa menunjukkan bahwa pasir memenuhi syarat untuk digunakan dalam beton ringan.

IV. METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, yang mencakup pembuatan dan pengolahan agregat kasar dari limbah plastik PET, pencampuran material, dan pengujian sampel. Proses penelitian dijelaskan dalam diagram alir yang menunjukkan langkah-langkah dari penyediaan bahan hingga pengujian benda uji.

4.1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bahan Konstruksi FT USU untuk pencampuran dan pengujian sampel, serta di lokasi pengolahan limbah plastik PET.

4.2. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian dibagi menjadi tiga bagian utama: pembuatan agregat kasar, pencampuran material, dan pengujian sampel, yang diilustrasikan dalam diagram alir.

V. HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat plastik PET dapat digunakan sebagai substitusi agregat kasar dalam beton ringan. Kekuatan tekan dan tarik beton dengan agregat plastik PET diuji dan dibahas berdasarkan data yang diperoleh. Hasil menunjukkan bahwa meskipun kuat tekan beton dengan agregat plastik PET belum memenuhi syarat untuk beton struktural, beton ini masih dapat digunakan untuk konstruksi ringan.

5.1. Pengujian Kuat Tekan

Pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa rata-rata kuat tekan beton dengan agregat plastik PET bervariasi tergantung pada FM yang digunakan. Hasil ini menunjukkan potensi penggunaan agregat plastik dalam campuran beton.

5.2. Pengujian Kuat Tarik Belah

Hasil pengujian kuat tarik belah menunjukkan bahwa beton dengan agregat plastik PET memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan beton normal, namun masih dalam kategori yang dapat diterima untuk aplikasi tertentu.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa limbah plastik PET dapat digunakan sebagai substitusi agregat kasar dalam pembuatan beton ringan. Namun, disarankan untuk tidak menggunakan foam agent dalam campuran karena dapat mengurangi kekuatan beton. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi kombinasi agregat yang lebih baik untuk meningkatkan kekuatan beton.

6.1. Kesimpulan

Limbah plastik PET dapat digunakan sebagai agregat kasar dalam beton ringan, dengan kuat tekan dan tarik yang bervariasi tergantung pada FM.

6.2. Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi penggunaan aditif lain untuk meningkatkan kekuatan beton dan melakukan pengujian lebih lanjut terhadap variasi agregat.

Gambar

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian
Tabel 3.1. Jenis agregat ringan yang dipilih berdasarkan tujuan konstruksi (SNI 03-3449-2002)
Grafik 4.1. Grafik Gradasi Split Ukuran Maksimum 40 mm (SNI 03-2834-2000)
Tabel 4.1. Hasil pengujian agregat kasar plastik PET
+6

Referensi

Dokumen terkait

Tugas akhir ini merupakan syarat utama yang harus dipenuhi untuk mencapai gelar sarjana teknik dari Universitas Sumatera Utara dengan judul “PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PLASTIK

tambahan yang digunakan adalah foaming agent yang mana dapat memperingan

Agregat adalah material pada campuran beton yang tidak bereaksi, hanya diikat oleh..

1. Limbah botol plastic jenis PET dapat dijadikan sebagai pengganti agregat kasar beton ringan struktural yaitu melalui proses pemanasan, pendinginan dan pemecahan. Pada

Gradasi agregat kasar dari limbah plastik PET ditinjau untuk 3 variasi yang. dicampur secara manual, dengan syarat modulus kehalusannya dalam

Agregat memilki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan semen, maka akan lebih ekonomis jika dalam campuran beton digunakan banyak agregat yang tentunya akan

1. Limbah botol plastic jenis PET dapat dijadikan sebagai pengganti agregat kasar beton ringan struktural yaitu melalui proses pemanasan, pendinginan dan pemecahan. Pada

Limbah keramik dapat digunakan sebagai pengganti agregat kasar pada campuran beton untuk mengurangi limbah dan masalah