• Tidak ada hasil yang ditemukan

Frenektomi Dengan Menggunakan Laser

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Frenektomi Dengan Menggunakan Laser"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

1. Lee Daehyun. Application of laser in periodontics: a new approach in periodontal treatment. Dental Bulletin 2007;12(10):23-5.

2. The Research, Science and Therapy Comitte of the American Academy of Periodontology. Laser in periodontics. J Periodontol 2002;73:123 1-9. 3. Cobb CM. Lasers in periodontic : a review of the literature. J Periodontol

2006;77(4):545-564.

4. Goldstep F. Diode lasers for periodontal treatment : the story so far. Oral Health 2009 December;44-6.

5. Bader C, Krejci I. Indications and limitations of Er:YAG laser applications in dentistry. American Journal of Dentistry 2006;19(3):178-86.

6. Eldin EM. Use of diode laser (810) nm in frenectomy.

7. Prabhuji MLV, Preetha M, Moghe AG. Comparison of conventional techniques with diode laser. Laser 2010;3:14-8.

8. Haytack MC, Ozcelik O. Evaluation of patient perceptions after frenectomy operations : a comparison of carbon dioxide laser and scalpel techniques. J Periodontol 2006;77(11):1815-9.

(2)

10. Berrocal IL, Gonzalez JM, dkk. Sterilizing effects of the Erbium:Yag laser upon dental structures : an in vitro study. Med Oral Patol Oral Cir Bucal 2006;11:58-61.

11. Kafas P, Stavrianos C, dkk. Upper-lip laser frenectomy without infiltrated anaesthesia in a paediatric patient : a case report. Cases J 2009, 2:7138.

12. Reyhanian A, Fuhrman N, Ioannou C. Laser-assisted immediate implantation at infected site. Laser 2011;2:06-10.

(3)

BAB 3

APLIKASI LASER PADA TEKNIK FRENEKTOMI

Kata frenum berasal dari kata latin yaitu “fraenum”. Frenum adalah lipatan berbentuk segitiga yang ditemukan di rahang atas dan mukosa alveolar di rahang bawah,

dan terletak diantara gigi seri dan kaninus daerah premolar. Perlekatan frenulum yang

tinggi dapat menyebabkan masalah ortodonsia (diastema), masalah prostodonsia

(mengurangi retensi gigi tiruan), masalah periodonsia (resesi gingiva dan inflamasi), dan

masalah pada pengucapan.6,7 Frenektomi merupakan penyingkiran frenulum yang melekat

pada dasar tulang. Frenektomi terdiri dari 2 teknik yaitu teknik konvensional (V-plasty dan

Z-plasty) dengan skalpel dan pisau periodontal dan teknik dengan menggunakan laser

jaringan lunak.7

3.1 Jenis laser yang dapat digunakan

Laser yang dapat digunakan pada frenektomi yaitu laser CCb, Nd:YAG, Er:YAG

dan laser diode.6

3.1.1 Laser CO2

Laser CO2 dapat diserap oleh air. Jaringan lunak terdiri dari 75% sampai 90% air,

98% energi yang dihasilkan laser diubah menjadi panas dan hanya sedikit yang diserap

oleh permukaan jaringan. Permukaan yang lembab sangat penting untuk mendapatkan efek

yang maksimal. Mengingat afinitas laser CO2 pada jaringan lunak yang basah maka laser

CO2 lebih sering digunakan pada proses pembedahan jaringan lunak di rongga mulut

termasuk diantaranya frenektomi. Karena laser ini tidak berkontak dengan jaringan,

(4)

3.1.2 Laser Nd:YAG

Laser Nd:YAG dapat menembus air 60 mm, kemudian berkurang 10% dari

kekuatan aslinya, energi yang dihasilkan tersebar didalam jaringan bukan diserap pada

permukaan jaringan. Efek panas yang dihasilkan laser Nd:YAG ideal digunakan untuk

mengablasi jaringan abnormal yang berpotensi terjadinya perdarahan dan untuk hemostasis

kapiler dan vena.7

3.1.3 Laser Er:YAG

Dari semua jenis laser, Laser Er:YAG yang paling baik diserap oleh air. Secara

teoritis koefisien penyerapan air laser ErrYAG lebih besar 10.000 kali dari CO2 dan

15.000-20.000 kali laser Nd:YAG.7

Gambar 3. Frenektomi jaringan lunak maksila dengan laser Er:YAG

(http://www.kencomerdds.com/laser-dentistry-amarillo-tx.html) (10 februari 2011)

(5)

Laser diode sedikit diserap oleh air tetapi penyerapan paling baik pada hemoglobin

dan jaringan pigmentasi. Laser ini diindikasikan pemotongan dan pengkoagulasian gingiva

dan mukosa oral, serta untuk kuretase. Efek panas pada laser diode menggunakan efek

‘hot-tip’ yang menyebabkan terjadinya akumulasi panas pada ujung fiber dan

menghasilkan koagulasi yang relatif tebal.7

3.2 Indikasi

Frenektomi dilakukan untuk penyingkiran frenulum yang dapat membatasi

pergerakan bibir dan lidah, penutupan diastema untuk keperluan perawatan ortodonti,

murni hanya karena masalah estetis, terlalu melekat pada edentulous ridge yang dapat

mengganggu pada perawatan prostodonsia, tertariknya gingiva cekat yang menyebabkan

inflamasi dan pembentukan saku dan lidah yang terbelit sehingga menyebabkan masalah

pengucapan, dan adanya tekanan pada margin gingiva.6,7

Tidak ada kotra indikasi penggunaan laser pada pasien. Perawatan harus dilakukan

dengan parameter dan teknik yang tepat, sehingga jaringan keras maupun jaringan lunak

disekitar frenulum tidak terablasi saat laser sedang di aplikasikan.12

33 Tahapan Prosedur

Frenektomi pada teknik konvensional dilakukan dengan cara menjepit frenulum

dengan sepasang hemostat kemudian dieksisi dengan skalpel. Setelah pembebasan ikatan

(6)

(A) (B)

Gambar 4. A.Frenulum dijepit dengan hemostat dan diinsisi oleh scalpel,

B.Penjahitan luka. (Prabhuji MLV, Preetha M, Moghe AG. Comparison of

conventional techniques with diode laser. Research Frenctomy 2010;3:14-8)

Sebelum frenektomi dengan teknik laser CO2 dilakukan, berikan anastesi lokal

kepada pasien kemudian jepit frenulum dengan sepasang hemostat dan beam fokus tidak

berkontak pada modus tekanan tinggi yang berulang-ulang digunakan untuk

menyingkirkan periekatan ke periosteum, dan sisa-sisa dari jaringan yang terablasi

disingkirkan menggunakan kain kasa steril yang dibasahi dengan larutan garam fisiologis.

Tidak diperlukan penjahitan pada luka setelah perawatan dengan laser CO2.7

Pada tahap prosedur frenektomi dengan laser diode semikonduktor sebelum

dilaksanakan operasi harus mengetahui riwayat medis dan riwayat dental dan pembuatan

inform consent kepada pasien mengenai perawatan yang akan dilakukan. Pada tahap

operasi anastesi yang diberikan yaitu spray atau anastesi topikal pada frenulum, jika pasien

masih merasakan sakit dapat diberikan anastesi lokal. Setelah eksisi selesai tidak dilakukan

penjahitan pada luka, luka tidak perlu dibersihkan dan tidak perlu diberikan tampon, serta

tidak perlu diberikan obat-obatan maupun analgesik. Contoh dari laser diode yaitu

(7)

dan dengan kekuatan out-put 20 watt.6 Ditambahkan bahwa frenektomi dengan laser diode

tidak perlu menjepit frenulum dengan sepasang hemostat.

Laser diode diserap oleh pigmen, frenulum itu termasuk tipikal jaringan fibros yang

tebal dan berpigmen sedikit. Karena alasan ini, penggunaan laser diode memerlukan energi

yang lebih tinggi dan waktu yang lebih lama untuk mengablasi frenulum. Laser Er:YAG

memiliki panjang gelombang yang lebih besar dari laser diode sehingga lebih cepat bila

digunakan untuk mengablasi frenulum dan tanpa adanya kontak, tetapi bila laser Er:YAG

dibandingkan dengan laser diode, laser ErtYAG lebih beresiko menyebabkan perdarahan.

Laser Er:YAG biasa digunakan untuk jaringan keras dan tidak diabsorbsi dengan baik oleh

hemoglobin seperti laser diode, jadi panjang gelombang yang dihasilkan laser Er:YAG

dapat menimbulkan masalah hemostasis.9

Laser diode memiliki beberapa keuntungan bila dibandingkan dengan alat

monopolar elektrosurgery untuk frenektomi. Laser diode menimbulkan kerusakan teraial

yang sedikit, sehingga proses penyembuhan lebih cepat dengan nyeri yang sedikit paska

operasi. Bahkan banyak pasien ditemukan meminta sedikit atau sama sekali tidak

memerlukan obat paska operasi. Selain itu, ada kesempatan untuk menggunakan topikal

anastesi seperti Cetacaine, TAC 20, Tricaine Blue untuk prosedur ini dan membutuhkan

injeksi yang minimal.9

Frenektomi dengan menggunakan laser sangat memerlukan evaluasi yang teliti

terhadap interaksi antara jaringan dan laser dengan meningkatkan ketajaman visual

(pembesaran dan pencahayaan) agar dapat membantu mengurangi waktu pekerjaan yang

dibutuhkan untuk menyelesaikan frenektomi. Perokok dan pasien diabetes memerlukan

(8)

mematuhi prinsip penggunaan energi terkecil untuk menyelesaikan frenektomi dan hanya

menggunakan topikal anastesi, tapi diperlukan kesabaran yang lebih dalam pengerjaannya

bila dibandingkan dengan penggunaan skalpel maupun alat elektrosurgery lain dengan

suntikan anastesi.9

Prosedur frenektomi pada maksila bertujuan untuk menyingkirkan perlekatan yang

terlalu dekat atau berada diantara gigi insisivus sentralis. Dokter seharusnya mencurigai

bahwa diastema dapat terjadi jika perlekatan frenulum melekat menutupi sulkus gingiva,

serat frenulum berjalan dari labial ke palatal diatas alur tulang. Dengan menarik bibir atas

kearah luar, dokter dapat mengidentifikasi hal tersebut. Jika kasus ini terjadi, serat dapat

disingkirkan dengan membuat insisi horizontal yang kecil keperiosteum hingga sedikit

mencakup palatal.9

Penyingkiran frenuium dapat dilakukan pada gelombang 0,8-1,4 watt. Bibir ditarik

keluar agar frenulum menggembung dan laser mulai mengikis perlekatan pada jaringan

gingiva tersebut. Sedikit gerakan horizontal dilateral akan memulai penyingkiran frenulum

dan luka yang berbentuk belah ketupat akan muncul. Laser diode tidak akan memotong

periosteum dan apabila dokter ingin memotong periosteum tersebut, mereka dapat

melakukan penyingkiran pada periosteum dengan menggunakan pisau bedah untuk

mencegah perlekatan yang terjadi. Hal ini tidak mudah dilakukan tanpa anastesi dan akan

menimbulkan perdarahan, dan kasus ini lebih diperlukan pada frenulum yang sangat tebal.

Jika frenulum tebal dan pasien itu cemas, beberapa tetes anastesi dapat diberikan pada

kedua sisi dari frenulum dan akan memberikan tingkat kenyamanan bagi pasien maupun

(9)

Secara ringkas prosedur frenektomi dengan menggunakan laser disajikan dalam

table berikut ini.

Tabel 1. Prosedur klinis pada frenektomi. (A Glenn Van. Frenectomies with the AMD

Picaso Lite Diode Laser. 2010)

Langkah Prosedur

1 Dengan hati-hati ditarik ujung fiber yang bergerak

2 Berikan topical anastesi atau beberapa tetes anastesi pada kedua sisi dari

perlekatan frenelum

3 Gunakan gelombang 0,8-1,4 watt (energy kecil tanpa anastesi)

4 Mulai ablasi dari perlekatan dan tarik bibir keluar untuk

“merengangkankan” perlekatan yang menghasilkan luka berbentuk “belah ketupat”

5 Ablasi hingga semua serat-serat vertical tersingkirkan dan sudah sampai

ke peristeum

6 Jika dibutuhkan “singkirkan” secara horizontal dengan pisau bedah atau periosteum elevator

7 Dengan hydrogen peroksida atau tisu basah untuk melepaskan jaringan

(10)

(A) (B) (C)

(D) (E)

Gambar 6. A. Frenektomi dengan laser diode, B. Gambaran setelah operasi, C. 2 hari

setelah operasi. D. 1 minggu setelah operasi, E. 2 bulan setelah operasi. (Prabhuji MLV,

Preetha M, Moghe AG. Comparison of conventional techniques with diode laser. Research

(11)

BAB 4

EVALUASI HASIL FRENEKTOMI DENGAN MENGGUNAKAN

LASER

Pada bab-bab sebelumnya telah dibahas mengenai langkah-langkah frenektomi

dengan laser, seperti jenis-jenis laser, teknik-teknik laser dan perbandingan frenektomi

menggunakan laser dengan frenektomi menggunakan skalpel.

Insisi jaringan lunak mulut dengan laser rasa nyerinya lebih sedikit bila

menggunakan skalpel dan memerlukan lokal anastesi yang lebih sedikit walaupun secara

ilmiah hal ini belum dapat dibuktikan. Pada penelitian Haytac dan Ozcelik (2006)

menyatakan pasien yang dilakukan frenektomi dengan laser CO2 nyeri yang ditimbulkan

pasca operasi dan komplikasinya lebih sedikit bila dibandingkan firenektomi dengan

menggunakan skalpel. Frenektomi dengan menggunaan skalpel, biasanya timbul

perdarahan, nyeri paska operasi, dan nyeri ketika berkontak dengan makanan. Di sisi lain

teknik frenektomi dengan menggunakan laser mempunyai beberapa keunggulan seperti

perdarahan yang sedikit ketika pembedahan dan setelah pembedahan, kemampuan

koagulasi yang cepat, luka yang ditimbulkan steril, pembengkakan dan parut yang

ditimbulkan minimal, tidak memerlukan penjahitan, trauma mekanik yang ditimbulkan

sedikit, waktu kerjanya singkat, dan mengurangi nyeri paska operasi.7

Instruksi paska frenektomi dengan mengunakan laser sangat perlu dilakukan seperti

tidak boleh makan makanan yang pedas dan keras dan minuman yang asam sampai 72 jam

pertama, gunakan obat anti inflamasi secukupnya, akan timbul bercak putih pada 7-10 hari

tetapi tidak menyebabkan infeksi dan akan membentuk jaringan lunak yang baru,

(12)

jam pertama untuk meminimalisasi pembengkakan, sikat gigi dengan hati-hati pada daerah

luka, pasien harus kembali dalam 7-10 hari untuk evaluasi penyembuhan.9

Gambar 7. Penyembuhan setelah 7 hari (belum sempurna). (A Glenn Van. Frenectomies with the AMD Picasso Lite Diode Laser. 2010)

(13)

Beberapa keuntungan penggunaan laser bila dibandingkan dengan teknik konvensional adalah:8

1. Tidak membutuhkan anastesi lokal.

2. Perdarahan yang sedikit pada daerah kerja sehingga memudahkan pekerjaan.

3. Tidak membutuhkan tampon sehingga pasien tidak merasakan ketidaknyamanan yang ditimbulkan tampon tersebut.

4. Penyembuhan lebih baik dan hanya menimbulkan sedikit parut. 5. Waktu kerja sedikit.

Pada penelitian yang dilakukan M. Cenk H dan Onur O, yang membandingkan persepsi pasien paska frenektomi menggunakan laser CO2 dengan menggunakan skalpel, hasilnya didapatkan bahwa pasien yang dilakukan perawatan dengan menggunakan laser, nyeri dan komplikasi fungsional (berbicara dan mengunyah) yang ditimbulkan paska operasi lebih sedikit, serta penggunaan anastesi yang digunakan juga lebih sedikit bila dibandingkan dengan perawatan menggunakan skalpel (tabel 2).

Tabel 2. Perbandingan skor visual analog scale (VAS) dari persepsi pasien paska operasi dengan konvensional dan laser CO2. (Haytacj MC. Ozcelik O. Evaluation of patient perceptions after frenectomy operations : a comparison of carbon dioxide and scalpel techniques. J Periodontol, 2006;77)

Teknik

Nilai p Konvensional

(mean + SD)

Laser CO2 (mean + SD)

Nyeri pada hari ke-1 6,2 + 1,8 3,4 + 1,1 0,0001

Nyeri pada hari ke-7 3,3 + 1,5 0,1 + 0,3 0,0001

Mengunyah pada hari ke-1 2,4 + 1,4 1,7 + 0,9 0,0001 Mengunyah pada hari ke-7 2,4 + 1,0 0,1 + 0,3 0,0001 Berbicara pada hari ke-7 4,0 + 1,4 0,8 + 0,7 0,0001

(14)
(15)

BAB 5

DISKUSI DAN KESIMPULAN

5.1 Diskusi

Frenektomi merupakan penyingkiran frenulum yang melekat pada dasar tulang.

Frenektomi terdiri dari 2 teknik yaitu teknik konvensional (V-plasty dan Z-plasty) dengan

skalpel dan pisau periodontal dan teknik dengan menggunakan laser jaringan lunak.7

Adapun laser yang dapat digunakan dalam frenektomi ialah CO2, Nd:YAG, Er:YAG dan

laser diode.6 Laser CO2 dapat diserap oleh air, laser Nd: YAG menghasilkan efek panas

yang ideal bila digunakan untuk mengablasi jaringan abnormal yang berpotensi terjadinya

perdarahan dan untuk hemostasis kapiler dan vena, laser Er:YAG yang paling baik diserap

oleh air, dan laser diode sedikit diserap oleh air tetapi penyerapan paling baik pada

hemoglobin dan jaringan pigmentasi.6,8 Mengingat afinitas laser CO2 pada jaringan lunak

yang basah maka laser CO2 lebih sering digunakan pada proses pembedahan jaringan lunak

di rongga mulut termasukdiantaranya frenektomi.7,8

Pada laporan kasus Eldin EM, frenektomi dengan laser diode (810) nm didapatkan

hasil, tidak ada perdarahan yang terjadi pada saat pembedahan dan mengurangi komplikasi

paska operasi minimal, jika dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional

(skalpel) menimbulkan nyeri paska operasi dan udem didaerah penjahitan luka.

Pada saat operasi jaringan-jaringan yang ada pada frenulum mempunyai aspek yang

terang tetapi secara signifikan kurang terlihat. Semua pasien menunjukkan koagulasi yang

cukup pada daerah pemotongan. Tidak terjadi perdarahan selama prosedur operasi, juga

(16)

Sedangkan pada paska operasi semua pasien dilaporkan tidak atau hanya sedikit

merasakan rasa sakit atau tidak merasa nyaman selama operasi berlangsung kecuali dua

pasien, dimana pasien pertama mengeluhkan rasa sakit pada hari pertama paska operasi dan rasa sakit dan bengkak pada pasien yang lainnya. Setelah 3 hari semua luka tertutup oleh lapisan fibrin. Dari dua kasus diatas menunjukkan bahwa ada warna kemerahan pada pinggiran luka. Setelah satu minggu dilanjutkan dengan penyembuhan luka dengan lebih

cepat.6 Hasil mi hampir sama dengan penelitian yang dilakukan Haytac dan Ozcelik, yang menyatakan pasien yang dilakukan frenektomi dengan laser CO2 nyeri yang ditimbulkan

paska operasi dan komplikasinya lebih sedikit bila dibandingkan frenektomi dengan menggunakan skalpel. Frenektomi dengan menggunaan skalpel, biasanya timbul perdarahan, nyeri pasca operasi, dan nyeri ketika berkontak dengan makanan.7

5.2 Kesimpulan

Dari semua uraian yang telah dijabarkan sebelumnya, dapat diambil kesimpulan

bahwa banyaknya keuntungan frenektomi dengan menggunakan laser bila dibandingkan

dengan penggunaan metode konvensional (skalpel), maka perbedaan prosedur frenektomi

menjadi lebih mudah dilakukan, memuaskan,dan bahkan menyenangkan bagi operator dan

pasien.

Walaupun banyak dilaporkan keunggulan dari frenektomi dengan menggunakan

laser, penelitian lebih lanjut masih sangat dibutuhkan untuk pemahaman yang lebih baik

(17)

BAB 2

DESKRIPSI LASER DAN PENGGUNAAN LASER DI BIDANG PERIODONSIA

Penggunaan laser sebagai pengobatan medis telah menjadi tren atau fenomenal di dunia kedokteran, khususnya kedokteran gigi. Laser pertama dibuat oleh Maiman pada tahun 1960, aplikasi laser kejaringan gigi dapat menggambarkan efek dari ruby laser ke enamel dan dentin dengan hasil yang mengecewakan. Tetapi seiring dengan berkembangnya zaman tentang adanya peningkatan berbagai panjang gelombang laser dan perbedaan sistem hantaran, maka laser dapat diaplikasikan dalam perawatan gigi termasuk periodontal, restorasi dan perawatan bedah.

2.1 Pengenalan dan Jenis-jenis Laser yang di gunakan di bidang Feriodonsia

(18)

A. Laser Karbon dioksida (CO2)

Laser CO2 pertama kali ditemukan oleh Patel dkk pada tahun 1964. Laser ini memiliki panjang gelombang 10.600 nm, berwujud gas dan dimasukkan ke dalam jajaran infra merah jauh dari spektrum elektromagnetik. Dengan menggunakan laser CO2, terjadi peningkatan suhu dan tekanan pada intraseluler yang bisa menyebabkan pecahnya seluler.2

B. Laser Neodymium-doped: Yittrium-Aluminium-Garnet (Nd: Yag)

Laser Nd: Yag pertama kali di demonstrasikan oleh Geusic dkk pada tahun 1964. Laser ini memiliki panjang gelombang 1064 nm dimana laser tersebut akan menembus air dengan kedalaman 60 mm sebelum di kurangi 10% dari kekuatan aslinya. Dan laser ini lebih bagus di gunakan pada jaringan lunak daripada laser CO2 karena laser Nd: YAG lebih mudah di scrap oleh jaringan lunak seperti mukosa maupun jaringan periodonsium. Laser Nd:YAG juga sangat ideal dalam mengablasi jaringan abnormal yang berpotensi hemoragik dan hemostasis yang kecil pada pembuluh kapiler dan pembuluh vena.2

C. Laser Er,Cr: YSGG

Pada akhir 1990an Er,Cr:YSGG telah diterima penggunaanya dibidang kedokteran gigi. Laser ini umumnya digunakan pada jaringan keras dan jaringan lunak, dan memiliki panjang gelombang 2780 nm. Dari semua jenis laser, Er: YAG dan Er,Cr: YSGG paling tinggi mengabsorbsi air. Laser-laser ini paling efektif mengablasi semua jaringan biologis yang terdiri dari molekul-mplekul air.1,5

D. Laser Er: YAG (Erbium-doped:Yittrium-Aluminium-Garnet)

(19)

menyebabkan rasa sakit dan bising akibat suara bur pada pasien. Pada tahun 1997, laser Er:YAG digunakan sebagai perawatan jaringan keras seperti enamel, sementum dan tulang. Laser ini digunakan dengan panjang gelombang 2940 nm, dimana laser ini mudah diabsorbsi oleh hidroksiapatit dan air. Laser ini diabsorbsi oleh air 15.000 kali lebih banyak dari laser Nd:YAG, sehingga destruksi jaringan yang disebabkan oleh Er:YAG memungkinkan tidak menghasilkan efek panas seperti laser-laser lainnya.2,4,5

E. Laser Diode Semikonduktor

Laser diode memiliki panjang gelombang 819 nm. Energy tersebut diabsorbsi oleh pigmentasi jaringan lunak dan membuat laser diode sebagai hemostatik agent yang terbaik. Laser diode sangat efektif dalam perawatan jaringan lunak seperti insisi, hemostasis, dan koagulasi.3

(20)

2.2 Aplikasi laser dalam perawatan periodontal

Skeling dan penyerutan akar merupakan suatu metode tradisional dari pengontrolan mikroflora subgingiva dalam manajemen penyakit periodontal. Tujuan dari debridemen subgingiva adalah mengeliminasi tidak hanya plak bakteri yang tidak melekat, tetapi juga deposit kalkulus. Namun, penyingkiran kalkulus menggunakan instrumentasi konvensional dilaporkan tidak sempurna dan agak memakan waktu. Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi debridemen permukaan akar, bermacam-macam alat seperti skeler sonik dan ultrasonik, dan sistem laser terbaru telah digunakan.1

Dalam bidang periodonsia, laser digunakan terhadap jaringan lunak maunun jaringan keras dengan tujuan yang berbeda.

2.2.1 Aplikasi laser pada jaringan lunak

Secara sederhana laser digunakan iintuk mengablasi jaringan lunak seperti gingivektomi frenektomi, penyingkiran pigmen melanin pada gingiva, penyingkiran lesi-lesi mukoloitans yang dihubungkan dengan terapi implan dan bedah mukoginggiva. Saat ini beberapa peneliti telah menemukan bahwa laser juga dapat digunakan untuk perawatan pembesaran gingiva karena pengaruh obat-obatan.2

(21)

penyembuhan luka pasca pembedahan dimana tidak diperlukannya penjahitan luka pada daerah yang di bedah.4

2.2.2 Aplikasi jaringan keras

Beberapa uji klinis melaporkan aplikasi laser Er:YAG terhadap perawatan periodontal. Watanabe dkk memperlihatkan efisiensi penyingkiran kalkulus tanpa efek samping dan pengurangan poket periodontal setelah skeling dengan menggunakan laser Er:YAG. Schwarz dkk melaporkan hasil yang lebih baik pada perawatan poket periodontal dengan menggunakan laser Er:YAG daripada perawatan poket periodontal secara manual, dan juga ditemukan perdarahan yang lebih sedikit jika dilakukan probing setelah perawatan menggunakan laser.1

Laser Er:YAG juga dapat diaplikasikan pada area seperti preparasi kavitas, penyingkiran karies dan restorasi, dan etsaenamel.namun keuntungan dari perawatan dengan laser Er: YAG belum sepenuhnya dapat di dokumentasikan dimana laser Er: YAG juga dapat diaplikasikan dalam berbagai aplikasi gigi.13

(22)

BAB 1 PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi laser sebagai suatu instrumentasi pendukung dalam perawatan periodontal semakin meningkat, dimana terdapat banyak jenis-jenis laser yang dapat digunakan seperti laser CO2, laser Er:YAG, laser Nd:YAG, laser Er,Cr:YSGG, dan laser diode semikonduktor. Prosedur bedah pada jaringan lunak mulut seperti frenektomi dan biasanya dilakukan dengan teknik konvensional dengan menggunakan skalpel seringkali menimbulkan banyak perdarahan sehingga dapat mengganggu penglihatan operator terhadap daerah kerja yang pada akhirnya akan menambah waktu pembedahan. Oleh karena itu, penggunaan laser pada frenektomi sangat membantu dan menguntungkan bagi operator dan pasien.

Untuk memahami lebih mendalam mengenai penggunaan laser pada frenektomi, maka terlebih dahulu pada bab 2 akan dibahas mengenai deskripsi laser dan jenis-jenis laser secara umum serta penggunaan laser di bidang periodonsia,

Selanjutnya pada bab 3 akan dibahas mengenai aplikasi pemakaian laser pada frenektomi, jenis-jenis laser yang dapat digunakan pada frenektomi serta indikasi frenektomi dengan menggunakan laser.

Pada bab 4 dibahas mengenai evaluasi pemakaian laser pada frenektomi, keuntungan dari penggunaan laser pada frenektomi serta perbandingan teknik frenektomi konvensional dengan teknik frenektomi dengan menggunakan laser.

(23)
(24)

Fakultas Kedokteran Gigi Departemen Periodonsia Tahun 2013

Ryan Hanafi Pane

Frenektomi dengan menggunakan Laser Viii + 27 halaman

Kata frenum berasal dari kata latin yaitu “fraenum”. Frenum adalah lipatan

berbentuk segitiga yang ditemukan di rahang atas dan mukosa alveolar di rahang bawah, dan terletak diantara gigi seri dan kaninus daerah premolar. Frenektomi merupakan penyingkiran frenulum yang melekat pada dasar tulang. Frenektomi terdiri dari 2 teknik yaitu teknikj konvensional (V-plasty dan Z-palsty) dengan skalpel dan pisau periodontal dan teknik dengan menggunakan laser jaringan lunak.

Frenektomi dengan menggunakan laser sangat menjanjikan bila dibandingkan frenektomi dengan menggunakan skalpel karena tidak membutuhkan anantesi local, perdarahan yang sedikit pada daerah kerja sehingga memudahkan pekerjaan, tidak membutuhkan tampon sehingga pasien tidak merasakan ketidaknyamanan yang ditimbulkan tampon tersebut, penyembuhan lebih baik dan sedikit parut serta waktu kerja yang singkat.

(25)

ditimbulkan pasca operasi lebih sedikit, serta penggunaan anastesi yang digunakan juga lebih sedikit bila dibandingkan dengan perawatan menggunakan skalpel.

(26)

FRENEKTOMI DENGAN MENGGUNAKAN LASER

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi Syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi

Oleh : Ryan Hanafi Pane NIM : 060600043

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(27)

Fakultas Kedokteran Gigi Departemen Periodonsia Tahun 2013

Ryan Hanafi Pane

Frenektomi dengan menggunakan Laser Viii + 27 halaman

Kata frenum berasal dari kata latin yaitu “fraenum”. Frenum adalah lipatan

berbentuk segitiga yang ditemukan di rahang atas dan mukosa alveolar di rahang bawah, dan terletak diantara gigi seri dan kaninus daerah premolar. Frenektomi merupakan penyingkiran frenulum yang melekat pada dasar tulang. Frenektomi terdiri dari 2 teknik yaitu teknikj konvensional (V-plasty dan Z-palsty) dengan skalpel dan pisau periodontal dan teknik dengan menggunakan laser jaringan lunak.

Frenektomi dengan menggunakan laser sangat menjanjikan bila dibandingkan frenektomi dengan menggunakan skalpel karena tidak membutuhkan anantesi local, perdarahan yang sedikit pada daerah kerja sehingga memudahkan pekerjaan, tidak membutuhkan tampon sehingga pasien tidak merasakan ketidaknyamanan yang ditimbulkan tampon tersebut, penyembuhan lebih baik dan sedikit parut serta waktu kerja yang singkat.

(28)

ditimbulkan pasca operasi lebih sedikit, serta penggunaan anastesi yang digunakan juga lebih sedikit bila dibandingkan dengan perawatan menggunakan skalpel.

(29)

FRENEKTOMI DENGAN MENGGUNAKAN LASER

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi Syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi

Oleh : Ryan Hanafi Pane NIM : 060600043

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(30)

PERNYATAAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk mempertahankan Di hadapan tim penguji

Medan, 2013

Pembimbing : Tanda Tangan

Irmansyah, drg., Ph.D ………

(31)

TIM PENGUJI SKRIPSI

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan tim penguji Pada tanggal 25 Maret 2011

TIM PENGUJI

KETUA : Tanda Tangan

Irmansyah, drg., Ph.D ………

NIP. 19540210 198303 1 002 ANGGOTA :

1. Pitu Wulandari, drg., S.Psi, Sp.Perio

(32)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan ridho-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi pada Fakultas KEdokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Prof. Nazruddin, drg., Sp. Ort, Ph.D selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.

2. Irmansyah, drg., Ph.D selaku Ketua Departemen Periodonsia dan dosen pembimbing yang telah membantu penulis selama penyusunan skripsi.

3. Pitu Wulandari, drg., S. Psi, Sp. Perio selaku tim penguji skripsi yang telah banyak membantu dalam perbaikan skripsi ini.

4. Ameta Primasari, drg., MDSc., Mkes sebagai dosen penasehat akademik penulis yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama ini.

5. Seluruh staf pengajar di Departemen Periodonsia dan staf pengajar di FKG USU yang telah mendidik dan membimbing penulis selama pendidikan.

6. Rasa hormat dan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua tercinta Ibunda Nurchairiyah Siregar dan Ayahanda Alinafiah Pane serta kakak dan adik penulis yang telah memberikan dorongan, semangat, doa, serta kasih saying kepada penulis

(33)

Akhirnya, penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan pikiran dan ilmu yang berguna bagi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara khususnya dan masyarakat umumnya.

Medan, 2013

Penulis,

(34)

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ... HALAMAN PERSETUJUAN ... HALAMAN PENGUJI SKRIPSI ...

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN BAB 2 DESKRIPSI LASER DAN PENGGUNAAN LASER DI BIDANG PERIODONSIA 2.1 Pengenalan dan Jenis-Jenis Laser yang digunakan di Bidang Periodonsia ... 3

1.2 Aplikasi Laser dalam Perawatan Periodontal ... 6

BAB 3 APLIKASI LASER PADA TEKNIK FRENEKTOMI 3.1 Jenis Laser yang dapat Digunakan ... 9

3.2 Indikasi ... 12

3.3 Tahapan Prosedur ... 12

BAB 4 EVALUASI HASIL FRENEKTOMI DENGAN MENGGUNAKAN LASER ... 18

BAB 5 DISKUSI DAN KESIMPULAN 5.1 Diskusi ... 23

5.2 Kesimpulan ... 24

(35)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman 1. Prosedur Klinis pada Frenektomi……… 16 2. Perbandingan Skor Visual Analog Scale (VAS) dari Persepsi Pasien Paska

(36)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman 1. Macam-macam Peralatan Laser Nd:YAG, Er: YAG Kombinasi Diode

Dan Er: YAG dan Laser CO2 ... 6 2. Skeling Subgingival dengan Laser Er: YAG ... 8 3. Frenektomi Jaringan Lunak Maksimal dengan Laser Er : YAG ... 10

4. Frenulun Dijepit dengan Hemostat dan Diinsisi oleh Skalpel,

penjahitan Luka ... 12

5. Diode Laser dengan Tekanan 20 Watt – buatan Jerman ... 13

6. Frenektomi dengan Laser Diode, Gambaran segera setelah Operasi 2 hari setelah Operasi, 1 Minggu setelah Operasi, 2 Bulan setelah Operasi ... 17

7. Penyembuhan setelah 7 hari (belum sempurna) ... 19

8. Penyembuhan setelah 14 hari ... 20

Gambar

Gambar 3. Frenektomi jaringan lunak maksila dengan laser Er:YAG
Gambar 4. A.Frenulum dijepit dengan hemostat dan diinsisi oleh scalpel,
Tabel 1. Prosedur klinis pada frenektomi. (A Glenn Van. Frenectomies with the AMD
Gambar 6. A. Frenektomi dengan laser diode, B. Gambaran setelah operasi, C. 2 hari
+5

Referensi

Dokumen terkait

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah ini yang berjudul “ Akurasi Pengukuran Diameter Rambut Menggunakan Laser He-Ne dengan Metode Difraksi” adalah benar-benar

Beberapa cara dapat digunakan untuk membuat daya keluaran pada laser CO2 menjadi optimum, yaitu dengan cara mengatur komposisi dari campuran gas yang digunakan pada laser atau

Sebaiknya digunakan pengembangan lebih lanjut untuk menggunakan laser CO2 dan DPSS kontinyu yang berdaya tinggi, agar dapat dilihat lebih jelas hasil interaksi lasernya dan

Evaluation of patient perceptions after frenectomy operations : a comparison of carbon dioxide laser and scalpel techniques.. Koora K, Muthu MS,

Dengan nilai yang didapat, dapat dibandingkan hasilnya dengan menggunakan metode spesifikasi histogram dan lokal histogram, sehingga didapatkan kesimpulan penggunaan

Selisih tekanan intraokuler dengan menggunakan laser iridotomi kurang dari 700mW, selisih setelah 7 hari didapatkan hasil uji normalitasnya p=0,001 sedangkan

Pada tahun 2016 Sutton dan rekan- rekannya membandingkan hasil pasien paska bedah orthopedi yang dipulangkan dalam waktu 2 hari dengan pasien yang dipulangkan pada hari ke 3–4

Pada pasien, tekanan intra okular paska operasi 1 hari dan 1 minggu cukup baik, yaitu didapatkan 16 mmHg dan 12 mmHg, tidak terdapat adanya komplikasi hipotoni pada periode awal paska