Kajian Perilaku Proses Pengeringan Kemoreaksi dengan Kapur Api (CaO) untuk Pengeringan Materi Hidup (Kasus ; Benih Cabai Merah)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Pada pengeringan kemoreaksi dengan menggunakan kapur api, efisiensi pengeringan dapat dilihat dari perbandingan antara besarnya energi yang dibutuhkan untuk penguapan
panan tanpa berpengaruh buruk terhadap viabilitas benih. Rancangan percobaan yang digunakan untuk analisis.. viabilitas benih adalah Rancangan Acak
tidak menggunakan snhu tinggi dalam prosesnya Salah satu alternatif yang bisa. dilakukan adalah pengeringan secara
Laju peugeringau lebih cepat bila kapur tohor terletak diatas beuib tomat saja, sepeiti pada perlakuan satu dau empat masiug-masiug yaitu 2,93 dau 3,14 %bk/jam.. Hal
Menurut Watson dan Harper (1988), titik B yang merupakan titik kadar air kritis bukan semata-mata sifat dari bahan pangan tersebut, tetapi juga tergantung pada kondisi
[r]
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kapasitas pengeringan kemoreaksi dengan kapur api dan pengaruh ketebalan irisan pada pengeringan jahe, terhadap
Dari percobaan dengan 3 ukuran partikel kapur api menunjukkan bahwa besarnya energi untuk penguapan air dari benih (115 - 122 kJ) sedikit lebih kecil daripada untuk air murni (121