• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelas 10 SMK Teknik Industri Analisa Perancangan Kerja 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kelas 10 SMK Teknik Industri Analisa Perancangan Kerja 2"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Lita Akhimelita
  • Pengajar:
    • Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA
    • Direktur Pembinaan SMK
  • Sekolah: Direktorat Pembinaan SMK
  • Mata Pelajaran: Teknik Tata Cara Kerja
  • Topik: Analisa Perancangan Kerja (APK)
  • Tipe: Buku Siswa
  • Tahun: 2014
  • Kota: Jakarta

I. Pendahuluan: Relevansi Analisa Perancangan Kerja (APK) di SMK Teknik Industri

Buku ajar 'Analisa Perancangan Kerja 2' untuk kelas 10 SMK Teknik Industri dirancang berdasarkan Kurikulum 2013, menekankan pembelajaran berbasis kompetensi yang mengintegrasikan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Buku ini bertujuan membekali siswa dengan kemampuan berpikir dan bertindak efektif dan kreatif dalam memecahkan masalah di ranah abstrak dan konkret, khususnya dalam konteks perancangan dan pengukuran kerja. Pendekatan pembelajaran yang digunakan meliputi discovery learning, project based learning, dan problem solving based learning, mendorong siswa aktif mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan temuan mereka. Kemampuan mencipta juga ditekankan, sejalan dengan tuntutan kompetensi lulusan SMK.

II. Kegiatan Pembelajaran: Pengertian dan Ruang Lingkup Teknik Tata Cara Kerja

Bagian ini memperkenalkan konsep Analisa Perancangan Kerja (APK) sebagai disiplin ilmu yang merancang sistem kerja optimal melibatkan manusia, mesin, material, dan lingkungan kerja. Sejarah APK dibahas, menelusuri kontribusi F.W. Taylor (studi waktu) dan F.B. Gilbreth (studi gerakan), yang karyanya membentuk dasar Methods Engineering. Ruang lingkup APK meliputi pengaturan kerja (faktor manusia, studi gerakan, ekonomi gerakan), pengukuran kerja (waktu, tenaga, aspek psikologis dan sosiologis), dan penerapannya dalam penurunan biaya produksi dan penentuan waktu baku upah. Buku ini juga menjelaskan tiga sistem pembayaran upah: berdasarkan waktu, unit hasil, dan insentif. Diagram siklus perbaikan kerja yang berulang menekankan pentingnya peningkatan berkelanjutan.

2.1 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran pada bagian ini difokuskan pada pemahaman definisi dan ruang lingkup Teknik Tata Cara Kerja. Siswa diharapkan mampu memahami prinsip-prinsip dasar APK, sejarah perkembangannya, serta penerapannya dalam konteks industri. Penjelasan yang diberikan menekankan pada kemampuan siswa untuk menganalisis dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam berbagai studi kasus dan simulasi. Hal ini sejalan dengan Kurikulum 2013 yang menekankan pada penguasaan kompetensi.

2.2 Uraian Materi

Uraian materi menjelaskan definisi APK, sistem kerja, dan bagaimana mencapai efisiensi dan produktivitas tinggi. Konsep efisiensi dan produktivitas dijelaskan secara komprehensif, meliputi aspek waktu, tenaga, dan dampak psikologis dan sosiologis. Ruang lingkup Teknik Tata Cara Kerja dijabarkan secara detail, termasuk pengaturan kerja, pengukuran kerja, dan aplikasi dalam penurunan biaya produksi serta penentuan upah. Bagian ini juga memberikan contoh penerapan dalam industri manufaktur.

2.3 Rangkuman, Tugas, Tes Formatif, dan Lembar Kerja

Bagian ini merangkum poin-poin penting yang dibahas, memberikan tugas untuk menguji pemahaman siswa, tes formatif untuk mengevaluasi penguasaan materi, dan lembar kerja untuk mempraktikkan konsep yang telah dipelajari. Integrasi ketiga komponen ini memastikan pemahaman konseptual dan aplikatif yang menyeluruh. Hal ini mendukung pendekatan pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa, sesuai dengan prinsip Kurikulum 2013.

III. Peta-Peta Kerja: Alat untuk Analisis dan Perbaikan Metode Kerja

Bab ini membahas peta-peta kerja sebagai alat komunikasi dan analisis sistematis untuk perbaikan metode kerja, khususnya dalam produksi. Berbagai jenis peta kerja dijelaskan, termasuk peta proses operasi, peta aliran proses, peta proses kelompok kerja, diagram aliran, peta pekerja dan mesin, serta peta tangan kiri dan kanan. Setiap peta dijelaskan fungsi dan kegunaannya dalam menganalisis dan memperbaiki efisiensi, misalnya menghilangkan operasi yang tidak perlu, menggabungkan operasi, atau menentukan urutan kerja yang lebih baik. Lambang-lambang standar ASME untuk peta kerja dijelaskan secara rinci, disertai contoh penerapannya. Buku ini juga menyajikan contoh diagram dan bagan untuk memperjelas pemahaman.

3.1 Lambang-Lambang yang Digunakan

Bagian ini menjelaskan lambang-lambang standar ASME yang digunakan dalam peta-peta kerja, meliputi operasi, pemeriksaan, transportasi, menunggu, penyimpanan, dan aktivitas gabungan. Penjelasan disertai ilustrasi visual untuk mempermudah pemahaman. Pentingnya konsistensi penggunaan lambang ditekankan untuk memastikan kejelasan dan akurasi dalam analisis dan komunikasi.

3.2 Macam-Macam Peta Kerja

Bab ini mengklasifikasikan peta kerja menjadi dua kelompok: peta kerja untuk analisis kegiatan keseluruhan dan peta kerja untuk analisis kegiatan setempat. Keenam jenis peta kerja dijelaskan secara detail, termasuk fungsi, kegunaan, dan cara pembuatannya. Penjelasan yang diberikan mencakup contoh-contoh penerapan praktis, sehingga siswa dapat memahami cara menggunakan peta-peta tersebut dalam konteks riil.

3.3 Analisa Peta Kerja

Bagian ini menjelaskan bagaimana menganalisis peta kerja untuk mengidentifikasi area yang dapat diperbaiki. Teknik Dot and Check technique diperkenalkan untuk analisis peta aliran proses. Penjelasan meliputi cara mengidentifikasi dan mengatasi ketidakefisienan dalam proses kerja, serta bagaimana merancang perbaikan yang ekonomis dan efektif. Hal ini melatih siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah.

IV. Pengukuran Waktu Kerja: Teknik dan Analisis Data

Bab ini menjelaskan teknik pengukuran waktu kerja menggunakan jam henti (stop watch), termasuk langkah-langkah pengukuran, persiapan alat, dan pengolahan data. Buku ini menekankan pentingnya tingkat ketelitian dan keyakinan dalam pengukuran, serta metode untuk menjamin keseragaman data. Konsep penyesuaian waktu pengukuran untuk mengakomodasi variasi kinerja operator dijelaskan, meliputi berbagai metode penyesuaian seperti persentase, Shumard, Westinghouse, dan Objektif. Metode pengujian keseragaman data dijelaskan, termasuk perhitungan standar deviasi dan batas kontrol. Contoh perhitungan dan analisis data disertakan untuk memperkuat pemahaman.

4.1 Pengukuran Waktu dengan Jam Henti

Bagian ini memberikan panduan langkah demi langkah dalam melakukan pengukuran waktu kerja menggunakan stop watch. Ini mencakup penetapan tujuan pengukuran, penelitian pendahuluan, pemilihan operator, pelatihan operator, penguraian pekerjaan, persiapan alat, dan teknik pencatatan data. Penjelasan yang rinci memastikan siswa memahami prosedur pengukuran yang benar dan akurat.

4.2 Penyesuaian dan Pengujian Keseragaman Data

Bagian ini menjelaskan cara menormalkan data pengukuran untuk menghasilkan waktu normal yang mencerminkan kinerja operator yang wajar. Berbagai metode penyesuaian waktu dijelaskan, disertai contoh penerapan. Pengujian keseragaman data dijelaskan, meliputi perhitungan standar deviasi, batas kontrol, dan cara menentukan jumlah pengukuran yang diperlukan untuk mencapai tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan.

Gambar

Gambar 18. Contoh Hasil Kerja dan Pengendaliannya.
Gambar 19. Contoh Penerapan Anthropometri.
Gambar 20. Temperatur Rerja dan Pencahayaan.
Tabel 2. Perbedaan Manusia dan Mesin.
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII kompetensi keahlian Teknik Audio Video SMK N

Praktik Kerja Industri diharapkan mampu memberikan pengalaman dan ketrampilan serta dapat menumbuhkan Kesiapan Kerja yang dibutuhkan peserta didik untuk memasuki

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Hubungan antara: (1) Pengalaman Praktik Kerja Industri terhadap Kesiapan Kerja (2) Motivasi Memasuki Dunia Kerja terhadap

PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN MENTAL MENGHADAPI DUNIA KERJA SISWA. KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK NEGERI

Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas, supaya permasalahan menjadi jelas dan terpusat serta tujuan penelitian

Data untuk variabel Y diperoleh dari jawaban yang diberikan responden siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Garut terhadap pernyataan

Ha : “Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Kemampuan Mata Pelajaran Produktif dan Pengalaman Praktik Kerja Lapangansecara bersama-sama terhadap Kesiapan Menjadi

dan Ho : ” Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara informasi dunia kerja dan pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan mental