• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Aktivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) dalam Proses Persembuhan Luka pada Mencit sebagai Model Penderita Diabetes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kajian Aktivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) dalam Proses Persembuhan Luka pada Mencit sebagai Model Penderita Diabetes"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

KAJIAN AKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) DALAM PROSES PERSEMBUHAN LUKA PADA MENCIT SEBAGAI MODEL

PENDERITA DIABETES

Wiwin Winarsih,1), Ietje Wientarsih, Ekowati Handharyani

1)

Staf Pengajar Dep, Klnik, Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB

Abstrak

Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme karbohidrat yang berlangsung kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Kaki diabetik adalah luka pada kaki yang sulit disembuhkan dan merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada penderita diabetes. Disamping itu kejadian luka baik pada manusia maupun hewan sangat tinggi prevalensinya, sehigga diperlukan obat luka yang mudah diperoleh dan harga yang terjangkau dengan memanfaatkan tanaman obat yang banyak tersedia di Indonesia. Luka pada kulit adalah kerusakan morfologi jaringan kulit atau jaringan yang lebih dalam. Kehilangan integritas kulit akibat luka atau cedera dapat menimbulkan berbagai komplikasi bahkan kematian. Kunyit telah lama dikenal berkhasiat dan digunakan sebagai obat tradisional antara lain sebagai obat luka. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh ekstrak rimpang kunyit, kandungan fitokimianya dan jenis ekstrak yang berpotensi sebagai obat luka. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi, fraksinasi rimpang kunyit dan uji fitokimia yang kemudian diuji pada 90 ekor mencit untuk mengetahui pengaruhnya dalam persembuhan luka. Pengamatan dilakukan secara patologi anatomi dan histopatologi menggunakan pewarnaan hematoksilin dan eosin (HE) pada hari ke 2, 4, 7, 14 dan 21 hari pasca perlukaan. Hasil uji fitokimia diketahui ekstrak etanol mengandung senyawa kuinon dan alkaloid, fraksi air mengandung kuinon, fraksi etil asetat mengandung flavonoid dan kuinon serta fraksi hexan mengandung saponin, kuinon, dan alkaloid. Secara patologi anatomi dan hispatologi proses persembuhan luka kelompok kontrol positif (diberi obat komersial) dan kelompok yang diberi ekstrak dan fraksi rimpang kunyit menunjukkan proses persembuhan luka yang lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan kontrol negatif (tidak diobati). Berdasarkan patologi anatomi dan hispatologgi fraksi etil asesat menunjukkan hasil yang paling baik diikuti secara berurutan oleh fraksi hexan, ekstrak etanol dan fraksi air. Secara umum pemberian ekstrak rimpang kunyit efektif untuk mempercepat proses persembuhan luka.

Referensi

Dokumen terkait

Kunyit mempercepat penyembuhan luka. 2) Kunyit meningkatkan derajat re-epitelialisasi. 3) Kunyit menurunkan densitas neutrofil subepitelial. 5) Kunyit meningkatkan densitas kolagen.

Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) dengan konsentrasi 5% dan 10% mempunyai efek dalam penyembuhan luka dilihat dari waktu (hari)

Skripsi dengan judul “ Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka SayatpadaMencit (Mus Musculus) Jantan ” ini

Aktivitas Inhibisi DPP IV dari Ekstrak Rimpang Kunyit ( Curcuma domestica Val) pada Luka Tikus Diabetes Melitus yang Diinduksi Aloksan dapat

Hasil pengamatan patologi anatomi terhadap proses persembuhan luka pada hewan coba mencit untuk kelompok perlakuan dengan salep placebo (kontrol negatif), kelompok

Hasil pengamatan patologi anatomi terhadap proses persembuhan luka pada hewan coba mencit untuk kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, serta kelompok

Hasil pengamatan proses penyembuhan luka pada hewan uji pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan 2 yang diberi gentamisin, diketahui bahwa tidak terdapat infeksi lokal dan reaksi

Pada penelitian ini pemberian ekstrak rim pang kunyit dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB memiliki efektivitas yang sa- ma dengan levodopa dalam meningkatkan in- dera penciuman pada