ANALISIS PENERAPAN TEORI ANTRIAN PADA
SUPERMARKET ROXY SQUARE–MANDIRI
LAND DI JALAN HAYAM
WURUK JEMBER
THE ANALYSIS QUEUING THEORY APPLICATION IN ROXY SQUARE-SUPERMARKET-MANDIRI LAND
IN HAYAM WURUK STREET JEMBER
SKRIPSI
Oleh: Dwi wulandari NIM. 100810201016
UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS EKONOMI
i
ANALISIS PENERAPAN TEORI ANTRIAN PADA
SUPERMARKET ROXY SQUARE–MANDIRI
LAND DI JALAN HAYAM
WURUK JEMBER
THE ANALYSIS QUEUING THEORY APPLICATION IN ROXY SQUARE-SUPERMARKET-MANDIRI LAND
IN HAYAM WURUK STREET JEMBER
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Fakultas Ekonomi Universitas Jember
Oleh:
Dwi wulandari NIM. 100810201016
UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS EKONOMI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JEMBER–FAKULTAS EKONOMI
SURAT PERNYATAAN
Nama : Dwi wulandari
NIM : 100810201016
Jurusan : Manajemen
Konsentrasi : Manajemen Operasional
Judul : Analisis Penerapan Teori Antrian Pada Supermarket Roxy
Square–Mandiri Land Di Jalan Hayam Wuruk Jember
Menyatakan dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya bahwa Skripsi
yang saya buat adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali apabila dalam
pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada
institusi manapun, serta bukan karya jiplakan milik orang lain. Saya bertanggung
jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus
dijunjung tinggi.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, tanpa adanya
paksaan dan tekanan dari pihak manapun serta bersedia mendapat sanksi
akademik jika ternyata dikemudian hari pernyataan yang saya buat ini tidak benar.
Jember, 28 Maret 2014
Yang menyatakan,
iii
TANDA PERSETUJUAN
Judul Skripsi : Analisis Teori Antrian Supermarket Roxy Square –
Mandiri Land Di Jalan Hayam Wuruk Jember
Nama Mahasiswa : Dwi Wulandari
NIM : 100810201016
Jurusan : Manajemen
Konsentrasi : Manajemen Operasional
Disetujui Tanggal : 28 Maret 2014
Dosen Pembimbing I
Dr. Handriyono, M. Si. NIP.1966208021990021001
Dosen Pembimbing II
Drs. HadiWahyono, MM NIP. 19540109 198203 1 003
Mengetahui,
Ketua Jurusan Manajemen
PENGESAHAN
ANALISIS PENERAPAN TEORI ANTRIAN PADA SUPERMARKET ROXY SQUARE–MANDIRI LAND DI JALAN
HAYAM WURUK JEMBER
Yang dipersiapkan dan disusun oleh:
Nama Mahasiswa : Dwi Wulandari NIM : 100810201016 Jurusan : Manajemen
telah dipertahankan di depan panitia penguji pada tanggal:
28 Maret 2014
dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima sebagai kelengkapan guna
memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Jember.
SUSUNAN TIM PENGUJI
Ketua : Dr. Diana Sulianti T. ,SE, M.Si : (……….)
NIP. 19741212 200012 2 001
Sekretaris : Drs. Hadi Wahyono, MM : (……….)
NIP. 19540109 198203 1 003
Anggota : Dr. Handriyono, M.Si : (……….)
NIP. 19620802 199002 1 001
Mengetahui
Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Jember
Dr. M. Fathorrazi, S.E., M.Si.
NIP. 19630614 199002 1 001 Pas Foto
4x6
PERSEMBAHAN
Alhamdulillah dengan sepenuh hati dan jiwa kupersembahkan skripsi ini
kepada:
1. Bapak Adi Suwito dan Ibu Darwati yang tercinta dan terhebat untuk
segala bentuk nasihat, doa, pengorbanan, dan dukungannya selama ini
untuk menyemangatiku menjalani hidup dengan ikhlas.
2. Kakakku Wahyu Zadmiko yang sudah memberi dukungan dan kasih
sayangnya buat aku.
3. Keluarga besar dari eyang Badjuri dan eyang Djamin
4. Guru-guruku terkasih SDN 4 Kedungrejo, SMP Negeri 1 Baron, SMA
Negeri 1 Kertosono dan Dosen Perguruan Tinggi Negeri Universitas
Jember yang telah memberikan curahan ilmu dan kesabarannya dalam
membimbingku selama ini.
5. Keluarga kecilku di Jalan Jawa 4b no 6 yang selalu dihati dan
terimakasih untuk kekuatan, semangat candaan, kegilaan, dan kehangatan
“Barang siapa menghendaki pahala di dunia maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar, Maha melihat”
( An-Nisa’ ayat 134)
“Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik”
(Ar-Ra’d ayat 29)
“barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu,
dan barang siapa yang menginginkan kehidupan keduanya
vii
RINGKASAN
Analisis Teori Antrian Supermarket Roxy Square – Mandiri Land Di Jalan Hayam Wuruk Jember; Dwi Wulandari; 100810201016; 2014; 76 halaman; Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jember
Pelayanan bagi perusahaan jasa adalah hal penting yang harus diperhatikan,
kesan baik atau buruknya suatu pelayanan jasa dapat dilihat dari segi kinerja para
karyawan dan jasa yang dihasilkan. Antrian adalah salah satu masalah kurang
optimalnya pelayanan dari segi kinerja para karyawan. Penggunaan model antrian
dapat membantu pihak manajemen dalam menentukan jumlah kasir yang optimal
pada Supermarket Roxy Square Jember supaya masalah antrian dapat dikurangi pada
saat ramai dan mengurangi waktu menganggur pada kasir sehingga pihak
Supermarket Roxy Square Jember dapat memberikan kinerja yang optimal dalam
pelayanan.
Dalam penelitian ini digunakan analisis sistem antrian jalur berganda
(M/M/S). Proses perhitungan data menggunakan program Exel. Berdasarkan hasil penelitian bahwa diketahui kinerja sistem antrian yang ada kurang optimal karena
mempunyai tingkat kegunaan fasilitas yang rendah untuk kondisi sepi (jam
10.00-12.00) banyaknya kasir optimal yang harus dibuka adalah 5 unit kasir dari 6 unit
kasir, sedangkan Pada kondisi normal (jam 14.00-16.00) banyaknya kasir optimal
yang harus dibuka adalah 7 unit kasir dari 6 unit kasir, dan Pada kondisi ramai (jam
18.00-21.00) banyaknya kasir optimal yang harus dibuka adalah 13 unit kasir dari 10
unit kasir.
Kata Kunci: Kasir, Teori Antrian, Model antrian jalur berganda (M/M/S),
SUMMARY
Analisis Teori Antrian Supermarket Roxy Square – Mandiri Land Di Jalan Hayam Wuruk Jember; Dwi Wulandari; 100810201016; 2014; 76 pages ; Departmen of management Faculty of economics Jember University
Services for enterprise services is an important thing to note, a good or bad impression of services can be viewed in terms of the performance of the employees and services produced. Queue was one problem less optimal service performance in terms of employees. The use of queuing model can assist management in determining the optimal number of cashiers at the supermarket Roxy Square Jember queue so that the problem can be reduced at the time of crowded and reduce idle time at the supermarket cashier so Roxy Square Jember can deliver optimum performance in service.
In this research is used analyzeof mutiple lines queuing system (M/M/S). This analyze process is calculated the data using the program Exel. Based on the results of research that are known existing queuing system performance is less than optimal because it has a low level of utility facilities In quiet conditions (at 10:00 to 12:00) to be the optimal number of cashier opened the cash register is 5 units of 6 units cahsier, while the normal condition (at 14.00 to 16.00) to be the optimal number of cashier opened the cash register is 7 units for 6 units chasier, and In crowded conditions (at 18:00 to 21:00) to be the optimal number of cashier opened the cash register is 13 units of 10 units cashier.
ix
PRAKATA
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat dan
rahmatNya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi yang penulis ajukan
merupakan salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada
Fakultas Ekonomi Universitas Jember.
Skripsi ini tentu tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari
berbagai pihak, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis
menyampaikan rasa terima kasih kepada:
1. Dr. Moehammad Fathorrazi, S.E, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Jember.
2. Dr. Handriyono, M.Si. selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Jember.
3. Dr. Handriyono, M.Si dan Drs. Hadi Wahyono, MM, selaku dosen
pembimbing yang telah sabar dan banyak memberikan dorongan semangat,
bimbingan pengarahan, serta saran sehingga Skripsi ini mampu terselesaikan.
4. Ayah dan Ibu tercinta yang telah menjadi pahlawan yang super hebat dan
sumber motivasiku sehingga menjadikan aku perempuan yang bisa ikhlas
dalam menjalani hidup.
5. Seluruh teman-teman Program Studi S-1 Manajemen angkatan 2010.
6. Seluruh karyawan Supermarket Roxy Square Jember. Terima kasih untuk
kesediaan menjadi objek dalam penelitian Skripsi saya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna
baik yang menyangkut aspek materi maupun teknik penulisan. Oleh karena itu
kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Jember, 28 Maret 2014
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... ...i
HALAMAN PERNYATAAN ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ... v
MOTTO ... vi
RINGKASAN ... vii
SUMMARY ... viii
PRAKATA ... ix
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan Penelitian ... 4
1.4 Manfaat Penelitian ... 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5
2.1 Kajian Teoritis ... 5
2.1.1 Teori Antrian ... 5
2.1.2 Sistem Antrian ... 6
2.1.3 Struktur Antrian ... 8
2.1.4 Model Antrian ... 11
2.2 Penelitian Terdahulu ... 16
2.3 Kerangka Konseptual Penelitian... 19
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN ...20
x iii
3.2 Populasi ...20
3.3 Jenis dan Sumber Data...20
3.3.1 Jenis Data ...20
3.3.2 Sumber Data ...21
3.4 Metode Pengumpulan Data...21
3.5 Metode Analisis Data ...21
3.6 Kerangka Pemecahan Masalah ...23
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...25
4.1 Gambaran Umum Perusahaan ...25
4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan ...25
4.1.2 Visi Dan Misi Jember Roxy Square ...26
4.1.3 Struktur Organisasi Jember Roxy Square ...26
4.1.4 Struktur Dan Jumlah Fasilitas Sistem Pelayanan ...31
4.1.5 Karakteristik Antrian Supermarket Roxy Square Jember ...32
4.2 Hasil Analisis...33
4.2.1 Tingkat Kedatangan Pelanggan ...33
4.2.2 Tingkat Pelayanan Konsumen ...36
4.2.3 Sistem Antrian Dengan Model Antrian Jalur Berganda ...38
4.2.4 Kinerja Sistem Antrian Pada Supermarket Roxy Square Jember ...39
4.2.5 Penentuan Banyaknya Loket Kasir Optimal ...43
4.3 Pembahasan Hasil...49
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 52
5.1 Kesimpulan ... 52
5.2 Saran ... 54
DAFTAR PUSTAKA ...55
DAFTAR TABEL
Halaman
2.1 Model Antrian ...11
2.2 Penelitian Terdahulu ...18
4.1 Data Kedatangan Konsumen Per Hari ...34
4.2 Data Kedatangan Konsumen Per Hari Pada Setiap Jam Kerja...35
4.3 Rata-rata Tingkat Kedatangan Konsumen (λ) Per Kondisi ...36
4.4 Rata-rata Tingkat Pelayanan ( ) Per Jam ...37
4.5 Kinerja Sistem Antrian Pada Jam Sepi ...40
4.6 Kinerja Sistem Antrian Pada Jam Normal...41
4.7 Kinerja Sistem Antrian Pada Jam Ramai...42
4.8 Perbandingan Tingkat Pelayanan Pada Kondisi Sepi ...44
4.9 Perbandingan Tingkat Pelayanan Pada Kondisi Normal...46
x
v
DAFTAR GAMBAR
Halaman
2.1 ModelSingle Channel Single Phase ...09
2.2 ModelSingle Channel Multi Phase...09
2.3 ModelMulti Channel Single Phase...10
2.4 ModelMulti Channel Multi Phase ...10
2.5 Kerangka Konseptual ...19
3.1 Kerangka Pemecahan Masalah ...23
4.1 Struktur Organisasi CV Jember Roxy Square ...27
4.2 Struktur Sistem Pelayanan...31
4.3 Grafik Rata-rata Konsumen Yang Dilayani ...38
4.4 Waktu Layanan Dalam Sistem Antrian Pada Pukul 10.00-12.00...40
4.5 Waktu Layanan Dalam Sistem Antrian Pada Pukul 14.00-16.00...41
4.6 Waktu Layanan Dalam Sistem Antrian Pada Pukul 18.00-21.00...42
4.7 Perbandingan Waktu Layanan Dalam Antrian Pada Pukul 10.00-12.00...45
4.8 Perbandingan Waktu Layanan Dalam Antrian Pada Pukul 14.00-16.00...47
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1. Perhitungan garis tunggu pada Supermarket Roxy Square Jember ...56 2. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi sepi dengan
3 unit kasir ...57 3. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi sepi dengan
4 unit kasir ...58 4. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi sepi dengan
5 unit kasir ...59 5. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi sepi dengan
6 unit kasir ...60 6. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi sepi dengan
7 unit kasir ...61 7. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi sepi dengan
8 unit kasir ...62 8. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi normal dengan
3 unit kasir ...63 9. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi normal dengan
4 unit kasir ...64 10. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi normal dengan
5 unit kasir...65 11. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi normal dengan
6 unit kasir...66 12. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi normal dengan
7 unit kasir...67 13. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi normal dengan
8 unit kasir...68 14. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi ramai dengan
6 unit kasir...69 15. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi ramai dengan
7 unit kasir...70 16. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi ramai dengan
8 unit kasir...71 17. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi ramai dengan
9 unit kasir...72 18. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi ramai dengan
10 unit kasir...73 19. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi ramai dengan
x
vii
20. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi ramai dengan
12 unit kasir...75 21. Perhitungan menggunakanExeluntuk kondisi ramai dengan
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan manusia dari tahun ke tahun semakin bertambah, begitu juga
dengan kemajuan jaman disegala sektor. Seiring dengan kemajuan jaman maka
sektor industri mengalami perkembangan yang pesat, baik jasa maupun barang.
Perkembangan pasar yang dinamis memicu perusahaan-perusahaan baru muncul
dengan cepat, sehingga menuntut pengusaha bersaing membuat strategi-strategi
yang jitu dalam segmen pasar agar perusahaan tidak ditinggalkan oleh pelanggan.
Pembuatan strategi yang jitu memerlukan berbagai macam ilmu, salah satunya
adalah manajemen operasional yang berkaitan dengan produksi barang dan jasa
karena manajemen produksi berusaha untuk mengolah secara optimal semua
sumber daya menjadi berbagai barang dan jasa.
Pada perusahaan jasa, mereka harus mampu memberikan pelayanan secara
optimal karena jasa hanya dapat dirasakan langsung oleh pelanggan. Kesan baik
atau buruknya suatu pelayanan jasa dapat dilihat dari segi kinerja para karyawan
dan jasa yang dihasilkan. Seringkali pelanggan merasa kecewa dengan pelayanan
yang diberikan oleh sebuah perusahaan. Pelanggan berharap begitu mereka datang
untuk mendapatkan pelayanan dengan segera dilayani. Akibatnya mereka harus
menunggu beberapa waktu dalam suatu antrian untuk menunggu giliranya
dilayani.
Pelanggan merupakan hal penting bagi perusahaan. Dengan adanya atrian
maka akan mengurangi loyalitas pelanggan. Untuk mempertahankan pelanggan
maka perusahaan harus memberikan pelayanan yang terbaik. Pelayanan yang baik
adalah pelayanan yang cepat dan memuaskan pelanggan sehingga pelanggan akan
merasa senang. Namun dengan memberikan layanan yang cepat dan memuaskan
akan berdampak menambahnya beban biaya bagi perusahaan karena harus
menyediakan fasilitas layanan tambahan. Oleh karena itu, diperlukan layanan
yang cepat dan dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang.
Dengan perkembangan jaman ini banyak bermunculan pasar modern,
Fasilitas yang lebih baik seperti kebersihan yang terjamin dan rasa nyaman
konsumen saat belanja di pasar modern mengakibatkan semakin banyak minat
konsumen untuk beralih di pasar modern. Salah satu contoh pasar modern
adalahsupermarket. Supermarket merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang
menawarkan tempat belanja yang lebih menyenangkan. Menurut Sigit Triyono
(2006:92), supermarket merupakan toko yang menyediakan barang-barang
kebutuhan harian, terutama makanan dan minuman. Supermarket di Jember salah
satunya adalah Jember Roxy Squareyang berada di jalan Hayam Wuruk Jember.
Kabupaten Jember ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten
Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Samudra Hindia di selatan,
dan Kabupaten Lumajang di barat, terdiri dari 31 kecamatan.
Jember Roxy Square merupakan perusahaan jasa yang menyediakan bahan
kebutuhan konsumen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga
menyediakan toko busana. Jember Roxy Square selalu di padati konsumen setiap
harinya apalagi di hari libur dan awal bulan pelanggan yang berkunjung semakin
banyak, Karena selain barang yang disediakan lebih banyak macamnya atau
variatif dan harga yang bersaing lebih murah dibanding supermarket lainnya yang
ada di jember. Jember Roxy Square juga sebagai salah satu iconJember, terbukti banyak masyarakat dari Banyuwangi, Sitobundo, dan Bondowoso sering
menyempatkan diri untuk belanja di Roxy Square, sehingga sering terjadi antrian
yang panjang di hari libur dan awal bulan, karena pada hari liburdan awal bulan
masyarakat memanfaatkan waktu luangnya untuk belanja kebutuhan sehari-hari.
Meskipun kasir sudah banyak disediakan oleh perusahaan tetapi tetap saja terjadi
antrian yang panjang khususnya di Supermarket Roxy Square, karena kasir
pembayaran yang ada di supermarket Roxy Square tidak semuanya dibuka oleh
perusahaan setiap harinya.
Supermarket Roxy Square mempunyai 20 kasir tetapi yang dibuka setiap
harinya hanya 6 sampai 10kasir. Antrian yang panjang sering terjadi di
Supermarket Roxy Square selain karena kasir yang dibuka tidak sebanding
dengan jumlah pengunjung yang datang dan barang yang dibeli para pengunjung
misalnya icekream harus mengantri lama kadang juga pelanggan menitipkan pembayaran ke pelanggan yang sedang dilayani di kasir antrian depan.Roxy
beroperasi 12 jam mulai pukul 09.00- 21.00 WIB, jika masih ada antrian kasir
lebih dari jam 21.00 tetap dilayani. Dengan demikian antrian yang terjadi di
Supermarket Jember Roxy Square akibat dari banyaknya pelanggan yang
berkunjung dengan jumlah kasir yang dibuka tiap harinya tidak sebanding.
Sehingga perlu dilakukan penelitian ini untuk membantu perusahaan berapa
kasiryang harus dibuka pada masing-masing kondisi yaitu kondisi sepi pada pukul
10.00-12.00, kondisi normal pada pukul 14.00-16.00, dan kondisi ramai pada
pukul 18.00-21.00agar antrian panjang yang terjadi dapat dikurangi dan pelanggan
dapat meninggalkan supermarket sesuai dengan jam operasi Jember Roxy Square.
1.2 Perumusan Masalah
Permasalahan yang terjadi pada Supermarket Roxy Square yaitu banyaknya
jumlah pelanggan yang berkunjung dengan banyaknya kasir yang dibuka tiap
harinya tidak sebanding, dengan perbandingan masing-masing kondisi yaitu untuk
kondisi sepi pada pukul 10.00-12.00, kondisi normal pada pukul 14.00-16.00, dan
pada kondisi ramai pada pukul 18.00-21.00. Maka dari itu dirumuskan
permasalahan sebagai berikut:
a. Berapa jumlah kasir yangoptimalpadaSupermarket Roxy Square
Mandiri-Land di Jalan Hayam Wuruk Jemberpada masing-masing kondisi
sehinggakinerjasistemantrianadapadatingkat optimal?
b. BagaimanakinerjasistempelayananantrianpadaSupermarket Roxy Square
Mandiri-Land di Jalan Hayam Wuruk Jemberpada masing-masing kondisi
dalamhal.
1) Jumlah pelanggan rata-ratadalamsistem
2) Waktu rata-rata pelanggandalamsistem
3) Jumlahpelanggan rata-rata dalamantrian
1.3 Tujuan Penelitian
a. Untuk menganalisis jumlah kasir optimal yang
seharusnyadisediakanpadaSupermarket Roxy Square Mandiri-Land di Jalan
Hayam WurukJember pada masing-masing kondisi.
b. UntukmengetahuikinerjasistempelayananpadaSupermarket Roxy Square
Mandiri-Land di Jalan Hayam WurukJember pada masing-masing kondisi
dalamhal.
1) Jumlah pelanggan rata-ratadalamsistem
2) Waktu rata-rata pelanggandalamsistem
3) Jumlahpelanggan rata-rata dalamantrian
4) Waktu rata-rata pelanggandalamantrian
1.4 Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian, maka penelitian ini diharapkan memberikan
manfaat secara langsung dan tidak langsung bagi:
a. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan wawasan dan pengalaman
mengenai masalah antrian terhadap penerapan suatu teori antrian di
perusahaan.
b. Bagi Perusahaan
Sebagai bahan informasi dan masukan yang positif bagi perusahaan dalam
menerapkan Sistem Antrian sebagai upaya untuk penentuan fasilitas
pelayanan yang optimal
c. Bagi Akademis
Diharapakan dapat dijadikan sebagai perbandingan untuk penelitian dalam
tema yang sama dan juga bisa sebagai bahan informasi untuk penelitian
BAB 2.TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teoritis
2.1.1 Teori Antrian
Antrian merupakan suatu fenomena yang dihadapi pelanggan pada industri
jasa. Antrian tidak dikehendaki oleh pelanggan maupun penyedia jasa. Pelanggan
menilai waktunya cukup berharga, sehingga mereka mungkin akan memilih
melakukan perjalanan yang lebih jauh atau mengeluarkan biaya yang lebih besar
untuk mendapatkan pelayanan yang tidak menyebabkan antrian yang panjang.
Tidak jarang juga ditemukan pelanggan membatalkan niatnya bergabung dengan
antrian dan tidak pernah kembali karena menemukan antrian cukup panjang.
Menurut Heizer dan Render (2006:658) antrian adalah ilmu pengetahuan
tentang bentuk antrian dan merupakan orang-orang atau barang dalam barisan
yang sedang menunggu untuk dilayani atau meliputi bagaimana perusahaan dapat
menentukan waktu dan fasilitas yang sebaik-baiknya agar dapat melayani
pelanggan dengan efisien.
Menurut Thomas J. Kakiay (2004), dalam bukunya yang berjudul “Dasar
Teori Antrian”. Dikatakan teori antrian adalah meneliti kegiatan dari fasilitas
pelayanan dalam rangkaian kondisi random dari suatu sistem antrian yang terjadi.
Teori antrian (Queuring Theory) merupakan studi matematika dari kejadian garis antrian atau garis tunggu (waiting lines), yakni suatu garis tunggu dari pelanggan yang memerlukan layanan dari sistem yang ada. Sering kita melihat
antrian panjang di pusat pelayanan umum seperti: di bank saat nasabah akan
melakukan transaksi, di SPBU saat pengendara kendaraan bermotor akan
melakukan pengisian ulang, di supermarket saat konsumen akan melakukan
pembayaran. Bagi sebagian orang antri atau menunggu merupakan hal yang tidak
disukai sehingga mereka lebih suka beralih ke tempat lain untuk mencapai
2.1.2 Sistem Antrian
Sistem antrian adalah himpunan pelanggan, pelayan, dan aturan yang
mengatur kedatangan pada pelanggan dan pemrosesan masalahnya. Apabila
pelanggan yang tiba dapat langsung masuk kedalam sistem pelayanan maka
pelanggan tersebut dapat langsung dilayani, sebaliknya apabila pelanggan tersebut
tidak bisa langsung masuk kedalam sistem pelayanan dan harus menunggu maka
pelanggan tersebut harus membentuk antrian hingga tiba waktu pelayanan.
Ada tiga komponen dalam sistem antrian yaitu:
a. Kedatangan Populasi(Calling Population)
karakteristik dari kedatangan populasi (calling population) dapat dilihat menurut ukurannya, pola kedatangan, serta perilaku dari populasi yang akan
dilayani.
1) Ukuran Populasi
Menurut ukurannya, populasi yang akan dilayani bisa terbatas (finite) bisa juga tidak terbatas (infinite). Contoh populasi terbatas (finite) yaitu: mahasiswa yang antri untuk melakukan registrasi ulang sudah dapat diketahui
jumlah mahasiswanya. Sedangkan contoh populasi tidak terbatas (infinite) yaitu: konsumen yang hendak melakukan transaksi pembayaran di pusat
pembelanjaan.
2) Pola Kedatangan
Pola kedatangan terbagi menjadi dua, pola kedatangan teratur dan pola
kedatangan tidak teratur atau acak (random). Kedatangan yang teratur sering dijumpai pada proses pembuatan produk yang sudah di standarisasi. Pada
proses ini, kedatangan produk untuk diproses pada bagian selanjutnya
biasanya sudah ditentukan waktunya, misalnya setiap 30 detik. Sedangkan
untuk pola kedatangan yang bersifat acak (random) banyak dijumpai misalnya kedatangan konsumen di pusat pembelanjaan.
3) Perilaku Kedatangan
Setiap konsumen berperilaku berbeda-beda dalam memperoleh pelayanan,
ada tiga karakteristik perilaku kedatangan yaitu : pelanggan yang sabar,
membelot. Pelanggan yang sabar adalah pelanggan yang menunggu dalam
antrian sampai mereka dilayani dan tidak berpindah garis antrian, pelanggan
menolak bergabung dalam antrian karena merasa waktu yang dibutuhkan
terlalu lama untuk memenuhi kebutuhan mereka, pelanggan yang membelot
adalah pelanggan yang masuk antrian tetapi menjadi tidak sabar dan
meninggalkan antrian tampa menyelesaikan transaksi mereka.
b. Disiplin antrian
Disiplin antrian merupakan aturan antrian yang mengacu pada peraturan
pelanggan yang ada dalam barisan untuk menerima pelayanan. Dalam disiplin
antrian terdapat beberapa klasifikasi yaitu :
1) PreemptivedanNon Preemptive
Disiplin preemptive menggambarkan dimana pelayan sedang melayani
pelanggan kemudian beralih kepada pelanggan yang diprioritaskan meskipun
belum selesai melayani pelanggan sebelumnya. Sedangkan disiplin non
preemptive menggambarkan dimana pelayan sedang melayani pelanggan
kemudian beralih kepada pelanggan yang diprioritaskan setelah selesai
melayani pelanggan sebelumnya.
2) First-In, First-Out(FIFO)
FIFO adalah aturan antrian dimana pelanggan yang pertama datang dalam
antrian berhak menerima pelayanan yang pertama.
3) Last Come First Serve(LCFS)
LCFS adalah aturan antrian dimana pelanggan yang datang terakhir justru
menerima pelayanan yang pertama.
4) Shortest Operation Time(SOT)
SOT adalah aturan antrian dimana pelanggan yang membutuhkan waktu
pelayanan tersingkat mendapatkan pelayanan pertama.
5) Service In Random Order(SIRO)
SIRO adalah aturan antrian dimana pelanggan akan dilayani secara acak,
c. Pelayanan
karakteristik pelayanan dapat dijelaskan dari dua hal yaitu, tata letak, dan
waktu pelayanan.
1) Tata letak
Tata letak pelayanan pada umumnya digolongkan menurut jumlah saluran
yang ada dan jumlah tahapan.
a) Menurut jumlah saluran yang ada tata letak terbagi dua, yaitu, sistem
antrian jalur tunggal dan sistem antrian jalur berganda. Sistem antrian jalur
tunggal adalah sistem pelayanan yang memiliki satu saluran pelayanan,
sedangkan sistem antrian jalur berganda adalah sistem pelayanan yang
memiliki beberapa saluran pelayanan dan saluran tersebut beroperasi
secara bersamaan.
b) Menurut jumlah tahapan yang ada, diantaranya adalah sistem satu tahap
dan sistem tahapan berganda. Sistem satu tahap adalah sistem dimana
pelanggan menerima pelayanan dari satu stasiun kemudian pergi
meninggalkan sistem. Sedangkan sistem tahapan berganda adalah sistem
dimana pelanggan menerima pelayanan dari beberapa stasiun sebelum
meninggalkan sistem.
2) Waktu pelayanan
Waktu pelayanan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu, waktu konstan dan
waktu acak. Waktu konstan jika waktu yang dibutuhkan untuk melayani
pelanggan sama dengan pelanggan yang lain. sedangkan waktu acak jika
waktu yang dibutuhkan berbeda untuk setiap pelanggan.
2.1.3 Struktur Antrian
Struktur antrian adalah susunan mengenai bagaimana seseorang memenuhi
kebutuhannya akan pelayanan dimulai dari ketika ia memasuki area pelayanan
sampai keluar, didalamnya ia juga mengalami antri untuk mendapatkan pelayanan.
Ada empat model struktur antrian dasar yang umum terjadi dalam seluruh
a. Single chanel- Single Phase
Single chanel, single phase berarti dalam sistem antrian terdapat satu jalur fasilitas pelayanan dan satu tempat/station pelayanan. Jadi pelanggan setelah menerima pelayanan akan langsung keluar dari sistem. Contoh: pada
pembelian tiket bus yang dilayani oleh satu loket. Perhatikan gambar 1
Antrian
Kedatangan keluar
Gambar 2.1Model Single Chanel Single Phase
Didalam model ini hanya terdapat satu loket pelayanan, sehingga berapa
pun panjangnya antrian tidak ada kemungkinan untuk dibuka loket pelayanan
yang lain. Setelah pelanggan mendapatkan pelayanan maka akan langsung
keluar dari sistem.
b. Single chanel multi phase
Single chanel multi phase berarti dalam sistem atrian tersebut terdapat lebih dari satu tempat/station layanan yang diberikan, tetapi dalam setiap station layanan hanya terdapat satu jalur pelayanan. Contoh: pada proses pencucian
mobil. Perhatikan gambar 2
Antrian
Kedatangan keluar
Gambar 2.2Model Single Chanel Multi Phase
Disini terdapat dua sistem proses pelayanan, kedua proses tersebut saling
berkaitan sehingga harus dilalui sebelum proses pelayanan tersebut dikatakan
sempurna. Ketika memasuki sistem yang pertama jika mereka segera dilayani,
maka mereka bisa langsung mendapatkan pelayanan tetapi jika tidak maka harus
mengantri terlebih dahulu. setelah selesai pada sistem yang pertama maka harus Fasilitas
pelayanan
Fasilitas pelayanan
tahap 1
menuju pada sistem yang kedua dan begitu seterusnya sampai proses pelayanan
sempurna.
c. Multi Chanel Single Phase
Multi chanel single phase berarti dalam sistem atrian tersebut terdapat lebih dari satu jalur layanan yang diberikan, tetapi dalam setiap jalur layanan hanya
terdapat satu tempat/station pelayanan. Contoh: pelayanan nasabah di bank. Perhatikan gambar 3
Antrian
Kedatangan keluar
Gambar 2.3Multi Chanel Single Phase d. Multi Chanel Multi Phase
Multi Chanel Multi Phase adalah sistem antrian yang mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahap, sehingga dapat melayani lebih dari satu
pelanggan pada satu waktu. Contoh: pelayanan pada pasien di rumah sakit,
beberapa perawat akan mendatangi pasien secara teratur dan memberikan
pelayanan dengan continue, mulai dari pendaftaran, diagnose, penyembuhan, sampai pada pembayaran. Perhatikan gambar 4
Antrian
Kedatangan keluar
Gambar 2.4Multi Chanel Multi Phase Fasilitas pelayanan jalur 1
Fasilitas pelayanan jalur 2
Fasilitas pelayanan jalur 3
Dengan Multi Chanel Multi Phase pelanggan dapat memilih mengikuti jalur mana untuk segera mendapatkan pelayanan. Begitu setelah selesai memasuki
sistem pelayanan maka ia diharuskan melanjutkan proses berikutnya, karena ada
ketergantungan dengan proses berikutnya, begitu seterusnya sampai proses
pelayanan itu sempurna.
2.1.4 Model Antrian
Ada empat model antrian dasar yang umum terjadi dalam seluruh sistem
antrian. Berikut ini tabel dari empat mdel antrian yang bisa digunakan:
Tabel 2.1 Model antrian
Sumber: (Heizer dan Render, 2005:666)
Model
Tunggal Tunggal Poisson Eksponensial Tidak
terbatas
Tunggal Poisson Eksponensial Tidak
terbatas
Tunggal Tunggal Poisson Konstan Tidak
terbatas
FIFO
D Populasi
terbatas
Tunggal Tunggal Poisson Eksponensial Terbatas FIFO
Keterangan dari keempat model diatas adalah sebagai berikut:
dilayani oleh stasiun tunggal. Contoh : Meja informasi di
Supermarket.Diasumsikan sistem berada pada kondisi sebagi berikut:
1) Kedatangan dilayani atas dasar first-in, first out (FIFO) dan setiap kedatangan menunggu untuk dilayani , terlepas dari panjang antrian.
2) Kedatangan tidak terikat pada kedatangan sebelumnya, hanya saja jumlah
kedatangan sebelumnya, hanya saja jumlah rata-rata kedatangan tidak
berubah.
3) Kedatangan digambarkan dengan distribusi probabilitas poisson dan
datang dari sebuah populasi yang tidak terbatas (atau sangat besar)
4) Waktu pelayanan bervariasi dari satu pelanggan dengan pelanggan yang
berikutnya dan tidak terikat satu sama lain, tetapi tingkat rata-rata
pelayanan watu pelayanan diketahui.
5) Tingkat pelayanan lebih cepat dari pada tingkat kedatangan.
Rumus antrian untuk model A adalah sebagai berikut:
λ
λ = Jumlah kedatangan rata-rata per satuan waktu
µ = Jumlah rata-rata yang dilayani per satuan waktu pada setiap jalur
Ls= Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem
a) Jumlah waktu rata-rata yang dihabiskan dalam sistem (waktu
menunggu diutambah waktu pelayanan)
λ µ 1 Ws
b) Jumlah unit rata-rata yang menunggu dalam antrian
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan untuk menunggu dalam antrian
d) Faktor utilisasi sistem
µ λ ρ
e) Probabilitas terdapat 0 unit dalam sistem (yaitu unit pelayanan kosong)
µ λ
ρ 2
0
f) Probabilitas terdapat lebih dari sejumlah k unit dalam sistem, dimana n
adalah jumlah unit dalam sistem
1
b. Model B : Model antrian jalur berganda (M/M/S)Sistem ini memiliki dua atau
lebih jalur stasiun pelayanan yang tersedia untuk menangani pelanggan yang
datang. Contoh : Stan tiker penerbangan. Rumus antrian untuk model B adalah:
1) Probabilitas terdapat 0 orang dalam sistem (tidak adanya pelanggan dalam
sistem).
M = Jumlah jalur yang terbuka
λ = Jumlah kedatangan rata-rata per satuan waktu
μ = Jumlah rata-rata yang dilayani per satuan waktu pada setiap jalur n = Jumlah pelanggan
2) Jumlah permintaan rata-rata dalam sistem
M = Jumlah jalur yang terbuka
λ = Jumlah kedatangan rata-rata per satuan waktu
μ = Jumlah rata-rata yang dilayani per satuan waktu pada setiap jalur Po = Probabilitas terdapatr 0 orang dalam sistem
3) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh seorang pelanggan dalam antrian
atau sedang dilayani dalam sistem.
λ
Ls Ws
Ls = Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem
λ = Jumah kedatangan rata-rata per satuan waktu
4) Jumlah orang atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian.
µ λ Ls Lq
Ls = Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem
λ = Jumah kedatangan rata-rata per satuan waktu
μ = Jumlah rata-rata yang dilayani per satuan waktu pada setiap jalur 5) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh seorang pelanggan atau unit untuk
menunggu dalam antrian.
λ
Lq Wq
Lq= Jumlah unit rata-rata yang menunggu dalam antrian
λ= Jumah kedatangan rata-rata per satuan waktu c. Model C: Model waktu pelayanan konstan (M/D/I).
Beberapa sistem pelayanan memiliki waktu pelayanan yang tetap, dan bukan
berdistribusi eksponensial seperti biasanya. Contoh: tempat penyucian mobil
otomatis. Rumus antrian untuk model C adalah:
1) Panjang antrian rata-rata
= 2
2) Waktu menunggu dalam antrian
3) Jumlah pelanggan dalam sistem rata-rata
= +
4) Waktu tunggu rata-rata dalam sistem
= + 1
d. Model D: Model populasi terbatas.
Ketika terdapat sebuah populasi pelanggan potensial yang terbatas bagi sebuah
fasilitas pelayanan, maka model antrian berbeda harus dipertimbangkan.
Contoh: Bengkel yang hanya memiliki selusin mesin yang rusak. Rumus
antrian model D adalah:
1) Factor pelayanan
= +
X = factor pelayanan
T = waktu pelayanan rata-rata
U = waktu rata-rata antara unit yang membutuhkan pelayanan
2) Jumlah antrian rata-rata
= 1
L = rata-rata jumlah unit yang menunggu untuk dilayani
N = jumlah pelanggan potensial
F = factor efisiensi
3) Waktu tunggu rata-rata
= + = 1
W = waktu rata-rata sebuah unit menunggu dalam antrian
L = rata-rata jumlah unit yang menunggu untuk dilayani
T = waktu pelayanan rata-rata
U = waktu rata-rata antara unit yang membutuhkan pelayanan
N = jumlah pelanggan potensial
X = factor pelayanan
4) Jumlah pelayanan rata-rata
= 1
J = rata-rata jumlah unit tidak berada dalam antrian
N = jumlah pelanggan potensial
F = factor efisiensi
X = factor pelayanan
5) Jumlah dalam pelayanan rata-rata
=
H = rata-rata jumlah unit yang sedang dilayani
F = factor efisiensi
X = factor pelayanan
6) Jumlah populasi
= + +
N = jumlah pelanggan potensial
J = rata-rata jumlah unit tidak berada dalam antrian
L = rata-rata jumlah unit yang menunggu untuk dilayani
H = rata-rata jumlah unit yang sedang dilayani
2.2 Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian tentang analisis antrian dengan Model antrian Berganda
(Multiple Channel Query System ) dilakukan oleh Eva Kharisma Yudha (2011) dan Novela Sekar Sari (2013)
Eva Kharisma Yudha (2011) dengan judul “Penerapan Teori Antrian Pada
Sistem Pembayaran TELISA JL. PB. Soerdiman Jember”. Bertujuan untuk
mengetahui jumlah loket pembayaran yang optimal dan untukmengetahui
bagaimana kinerja waktu pelayanan loket pembayaran pada tingkatoptimal di
kinerja sistem pelayanan pada proses pembayaran di TELISA JL. PB.Soedirman
Jember dengan 4 loket kurang baik, setelah dianalisa bahwa denganadanya 5 loket
dapat meningkatkan kinerja sistem pelayanan proses pembayarandi TELISA Jl.
PB. Sudirman Jember. Waktu pelayanan yang diperlukan sebelumanalisa adalah
5,142 menit dan waktu pelayanan yang diperlukan setelah analisadengan cara
menambah satu loket adalah 3,243 menit.
Novela Sekar Sari (2013) dengan judul “Analisis Teori Antrian Pada
StasiunPengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)Gajah Mada Jember. Hasil yang
diperoleh dari perhitungan tingkat pelayanan yaituterdapat peningkatan tingkat
pelayanan ketika jumlah jalur fasilitas ditambah 1(menjadi 5 jalur fasilitas). Pada
periode jam 06.00-07.00 waktu pelayananyang dibutuhkan sebelum penambahan
jalur fasilitas sebesar 0,305 menitsedangkan sesudah penambahan jalur fasilitas
waktu yang diperlukan sebesar0,304 menit. Pada jam 07.00-08.00 waktu
pelayanan yang dibutuhkan sebelumpenambahan jalur fasilitas sebesar 0,310
menit sedangkan sesudahpenambahan jalur fasilitas waktu yang diperlukan
sebesar 0,306 menit. Padajam 12.00-13.00 waktu pelayanan yang dibutuhkan
sebelum penambahan jalurfasilitas sebesar 0,3046 menit sedangkan sesudah
penambahan jalur fasilitaswaktu yang diperlukan sebesar 0,3041 menit. Pada jam
13.00-14.00 waktupelayanan yang dibutuhkan sebelum penambahan jalur fasilitas
sebesar 0,305menit sedangkan sesudah penambahan jalur fasilitas waktu yang
diperlukan sebesar 0,304 menit. Pada jam 20.00-21.00 waktu pelayanan yang
dibutuhkansebelum penambahan jalur fasilitas sebesar 0,305 menit sedangkan
sesudahpenambahan jalur fasilitas waktu yang diperlukan sebesar 0,304 menit.
Padajam 21.00 - 22.00 waktu pelayanan yang dibutuhkan sebelum
penambahanfasilitas waktu yang diperlukan sebesar 0,304 menit. Biaya yang
harusdikeluarkan untuk penambahan 1 jalur fasilitas adalah 0 rupiah, karena
SPBUGajah Mada Jember tidak perlu membangun fasilitas dan juga
tidakmemerlukan penambahan sumber daya manusia untuk mengoperasikan 1
jalurfasilitas tambahan pada periode jam sibuk.
Rini Hardiyani (2013) dengan judul “Analisis Penerapan Teori Antrian
diperoleh dari perhitungan tingkat pelayanan yaitu pengurangan jumlah loket yang
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu
Nama
Penelitian ini mengungkapkan bahwa kinerja
sistem pelayanan pada TELISA Jl. PB. Sudirman
Jember lebih meningkat waktu pelayanan yang
dilakukan dengan menambah satu loket (menjadi
5 loket) maka waktu yang diperlukan menjadi
lebih cepat yaitu 3.243 menit.
Novela
Penelitian ini menghasilkan kinerja Jumlah jalur
fasilitas yang optimal pada SPBU Gajah Mada
Jember adalah 5jalur fasilitas. Waktu pelayanan
sesudahpenambahan jalur fasilitas (menjadi 5
jalur fasilitas) waktu yang diperlukan sebesar
0,306 menitdengan rata-rata kedatangan
pelanggannya sebesar 284 orang..
Rini
Penelitian ini mengahasilkan jumlah loket yang
optimal yaitu adanya pengurangan loket pada
kondisi sepi yaitu 2 loket dengan tingkat utilitas
dan normal dengan membuka 2 kasir pada
kondisi sepi dan 3 kasir pada kondisi normal,
dan penambahan 1 loket pada kondisi ramai
2.3 Kerangka Konseptual Penelitian
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian
yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dilakukan untuk
menganalisis teori antrian pada supermarket Roxy Square Jember.
Gambar 2.5 Kerangka Konseptual Supermarket Roxy
Square Jember
Operasional
Antrian
Jumlah pelanggan
rata-rata
Waktu rata-rata
Jumlah orang rata-rata yang menunggu dalam antrian
Waktu rata-rata seseorang menunggu
dalam antrian
Jumlah fasilitas
Kinerja
BAB 3. METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian merupakan suatu rencana kegiatan yang dibuat oleh
peneliti untuk memecahkan masalah, sehingga akan diperoleh data yang sesuai
dengan tujuan penelitian . penelitian ini berbasis deskritif, yaitu suatu bentuk
penelitian yang ditunjukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada.
Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan,
kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya
(Sukmadinata, 2006:72).
Pemilihan jenis penelitian ini didasarkan pada judul penelitian yang mengarah
pada studi kasus, penelitian deskriptif yang menjelaskan bagaimana penerapan
teori antrian pada sistem pembayaran di Supermarket Roxy Square dengan
perhitungan rumus antrian untuk model B (M/M/S), Sehingga tepat bila peneliti
ini menggunakan jenis penelitian deskriptif.
3.2 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang datang
padaSupermarket Roxy Square Mandiri Land Di Jalan Hayam WurukJember
untuk melakukan pembayaran barang belanjaan pada pukul 10.00-12.00, pukul
14.00-16.00, dan pukul 18.00-21.00.
3.3 Jenis dan Sumber data
3.3.1 Jenis Data
Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu
data yang merupakan perhitungan statistik yang digunakan untuk menghitung
jumlah jalur fasilitas yang optimal dan kinerja waktu pelayanan fasilitas
padatingkat optimal loket pembayaran Di Supermarket Roxy Square- Mandiri
3.3.2 Sumber Data
Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti
langsung dari sumber datanya, contoh data primer adalah jumlah kedatangan
konsumen atau orang yang mengantri untuk melakukan pembayaran di kasir
Supermarket Roxy Square.
3.4 Metode Pengumpulan Data
a. Penelitian Lapangan (field research)
Dalam pengumpulan data dilapangan penulis menganalisis secara langsung
pada objek yang sedang diteliti dengan maksud untuk mendapatkan data primer
tentang sesuatu yang berhubungan dengan masalah pelaksanaan antrian dimana
pengumpulan datanya dilakukan dengan Pengamatan atau observasi
(observation) Teknik pengumpulan data dengan mengamati secara langsung objek penelitian yang bersangkutan. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai
data pendukung dalam menganalisis dan mengambil keputusan.
b. Penelitian Kepustakaan (library research)
Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dengan cara membaca pustaka
yang memiliki hubungan objek yang diteliti.
3.5 Metode Analisis Data
Dalam proses pelayanan guna melayani konsumen, Supermarket Roxy Square
Mandiri Land Di Jalan Hayam WurukJember menggunakan model antrian jalur
berganda artinya terdapat lebih dari satu loket dan hanya ada satu tahapan
pelayanan yang harus dilalui oleh pelanggan untuk menyelesaikan pembayaran.
Waktu yang dibutuhkan oleh pelanggan bersifat acak (random), karena jumlah kebutuhan setiap pelanggan berbeda-beda. Roxy Market Square Mandiri Land Di
Jalan Hayam WurukJembermenerapkan pelayananfirst-come, first-served (FCFS) dimana pelanggan yang datang pertama akan dilayani dahulu.
Rumus antrian model M/M/S (Model Antrian Jalur Berganda) menurut
a. Probabilitas terdapat 0 orang dalam sistem.
= 1
!
= jumlah loket pembayaran di Supermarket Roxy yang terbuka
=jumlah kedatangan rata-rata pelanggan Supermarket Roxy persatuan waktu
n =jumlah rata-rata pelanggan Supermarket Roxy yang dilayani persatuan
waktu pada setiap jalur
b. Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem
=
M 1 ! M +
= jumlah loket pembayaran di Supermarket Roxy yang terbuka
=jumlah kedatangan rata-rata pelanggan Supermarket Roxy persatuan waktu
Po= probabilitas terdapat 0 orang dalam sistem
c. Waktu rata-rata yang dihabiskan seorang pelanggan dalam antrian atau sedang
dilayani (dalam melayani)
=
Ls= jumlah pelanggan rata-rata pelanggan Supermarket Roxy dalam sistem
= jumlah kedatangan rata-rata pelanggan Supermarket Roxy persatuan waktu
d. Jumlah atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian
= =
Ls= jumlah pelanggan rata-rata pelanggan Supermarket Roxy dalam sistem
= jumlah kedatangan rata-rata pelanggan Supermarket Roxy persatuan waktu
=jumlah rata-rata pelanggan Supermarket Roxy yang dilayani persatuan waktu
pada setiap jalur
e. Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh seorang pelanggan atau unit untuk
menunggu dalam antrian.
=
= jumlah kedatangan rata-rata pelanggan Supermarket Roxy persatuan waktu
3.6 Kerangka Pemecahan Masalah
Kerangka pemecahan masalah diperlukan untuk memberikan gambaran
sistematika yang digunakan dalam menjawab permasalahan dari penelitian ini.
Kerangka pemecahan masalah pada penelitian ini diuraikan sebagai berikut:
Gambar 3.1 Kerangka Pemecahan Masalah
START
gu uData
Model Antrian Jalur Berganda (M/M/S)
Po Ls Ws Lq Wq
Kinerja Pelayanan Tingkat Pelayanan Optimal
Kesimpulan
STOP
Keterangan:
1. Start, yaitu tahap awal atau persiapan sebelum melakukan penelitian terhadap masalah yang dihadapi.
2. Pengumpulan data, yaitu tahap dimana peneliti melakukan pengumpulan data
yang diperlukan untuk mendukung kelengkapan sebuah penelitian.
3. Model antrian jalur berganda, yaitu tahap untuk mengetahui probabilitas 0
orang dalam sistem (Po), tingkat utilitas kegunaan kasir ( ),jumlah pelanggan
rata-rata dalam sistem (Ls), waktu rata-rata yang dihabiskan dalam antrian
(Ws), jumlah rata-rata orang yang menunggu dalam antrian (Lq), dan waktu
rata-rata yang dihabiskan oleh pelanggan untukk menunggu dalam antrian
(Wq).
4. Kinerja pelayanan pada tingkat optimal dan berpengaruh pada tingkat
pelayanan yang optimal.
5. Mengambil kesimpulan dari hasil penelitian berdasarkan analisis yang
dilakukan.