PEMANFAATAN TEKNOLOGI DASAR KOLAM BUATAN PADA PEMBESARAN LELE MASAMO (Clariasgariepinus) DENGAN PEMBERIAN PROBIOTIK
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh penambahan dasar kolam buatan terhadap kadar hematokrit, total leukosit, diferensial leukosit: limfosit, monosit
Kebanyakan petani pembudidaya ikan lele saat ini dalam melakukan budidaya mengacu pada sistem lama yang ternyata tidak ramah lingkungan, mereka masih berorientasi
Pengamatan limfosit pada hari ke-0 sampai hari ke- 45 menunjukkan bahwa perlakuan A yaitu kolam tanpa dasar kolam buatan memiliki kadar limfosit tertinggi dan kadar
Pemberian probiotik dengan carrier zeolit sebanyak 5mg/L dapat menekan konsentarsi amonia (0,17-0,22 ppm) dan dapat meningkatkan laju pertumbuhan serta kelangsungan
Pemberian probiotik dengan carrier zeolit sebanyak 5mg/L dapat menekan konsentarsi amonia (0,17-0,22 ppm) dan dapat meningkatkan laju pertumbuhan serta kelangsungan
Efisiensi pemanfaatan pakan tertinggi terdapat pada perlakuan P2F2 yaitu 44,5% dimana ikan lele lebih mampu memanfaatkan ekstrak nanas dengan dosis 1,5 % yang
Kelebihan dari budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok yaitu ikan lele memiliki pangsa pasar yang luas, mudah diterapkan dan dilakukan oleh semua orang,
kesesuaian dengan kebutuhan daerah, dan peluang mendapat kontribusi pendanaan dari pemerintah daerah. Memiliki akses teknologi dan mengetahui prospek informasi