• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Pemanfaatan Kemenyan (Styrax sumatrana) Untuk Pembuatan Aromaterapi Elektrik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Kajian Pemanfaatan Kemenyan (Styrax sumatrana) Untuk Pembuatan Aromaterapi Elektrik"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan skripsi ini membahas latar belakang pemilihan topik, yaitu pemanfaatan kemenyan (Styrax sumatrana) sebagai bahan baku aromaterapi elektrik. Latar belakang ini dikaitkan dengan potensi hasil hutan non-kayu di Sumatera Utara, khususnya kemenyan, serta tren penggunaan aromaterapi alami sebagai alternatif pengharum ruangan yang lebih sehat dibandingkan produk sintetis. Di sini juga dijelaskan tentang masalah yang dihadapi, yaitu keterbatasan pemanfaatan kemenyan dan potensi pengembangannya sebagai aromaterapi elektrik yang lebih aman dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian dijabarkan secara rinci, mencakup identifikasi karakteristik kemenyan, formulasi bahan baku terbaik, dan analisis tingkat kesukaan konsumen. Manfaat penelitian juga diuraikan, meliputi informasi terapan baru, perluasan akses bagi masyarakat, dan peluang usaha baru di industri aromaterapi. Secara keseluruhan, bagian ini membangun landasan teoritis dan praktis yang kuat untuk penelitian.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menekankan pentingnya diversifikasi pemanfaatan hasil hutan non-kayu (HHNK) di Sumatera Utara, khususnya kemenyan. Kemenyan, yang selama ini lebih dikaitkan dengan ritual, memiliki potensi besar sebagai bahan baku aromaterapi alami. Perbandingan antara aromaterapi alami dan sintetis ditekankan, menyoroti aspek kesehatan dan keamanan. Kekurangan riset terkait pemanfaatan kemenyan dalam aromaterapi elektrik menjadi justifikasi utama penelitian. Bagian ini mengintegrasikan aspek ekonomi, budaya, dan kesehatan, membentuk kerangka yang komprehensif untuk penelitian.

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian diuraikan dengan jelas dan terukur, meliputi tiga aspek utama: identifikasi karakteristik kemenyan (Styrax sumatrana) sebagai bahan baku; pengembangan formulasi bahan baku terbaik untuk aromaterapi elektrik, melibatkan percobaan dan optimasi komposisi; dan analisis tingkat kesukaan konsumen terhadap produk aromaterapi elektrik melalui uji organoleptik dan pembakaran elektrik. Ketiga tujuan ini saling berkaitan dan membentuk kesatuan metodologi penelitian yang komprehensif, terarah, dan memungkinkan pengukuran hasil secara objektif.

1.3 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian dijelaskan dalam konteks akademis dan praktis. Secara akademis, penelitian ini memberikan kontribusi pengetahuan baru mengenai pengolahan kemenyan menjadi aromaterapi elektrik. Secara praktis, penelitian memberikan solusi alternatif pengharum ruangan yang lebih sehat dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha baru berbasis kemenyan. Manfaat ini bersifat multidimensi, mencakup aspek kesehatan masyarakat, ekonomi, dan pengembangan industri lokal. Manfaat diuraikan secara detail dan terukur, menunjukkan dampak potensial dari penelitian.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian tinjauan pustaka menyajikan landasan teori yang relevan dengan penelitian. Penjelasan komprehensif mengenai aromaterapi, termasuk definisi, manfaat, dan metode ekstraksi minyak atsiri, diberikan. Karakteristik kemenyan (Styrax sumatrana), termasuk komposisi kimia, manfaat kesehatan, dan metode penyadapan, dibahas secara detail. Informasi tentang tanaman pelengkap, seperti akar wangi (Vetivera zizanoides) dan melati (Jasminum spp), beserta manfaatnya, juga disertakan. Integrasi berbagai sumber pustaka menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap topik penelitian dan konteks ilmiahnya. Kajian literatur yang komprehensif ini mendukung metodologi dan analisis data dalam penelitian.

2.1 Aromaterapi

Tinjauan pustaka membahas definisi aromaterapi, manfaatnya bagi kesehatan (fisik dan mental), dan berbagai metode ekstraksi minyak atsiri dari tumbuhan. Berbagai teknik penyulingan minyak atsiri dijelaskan secara rinci, termasuk metode penyulingan dengan air, air dan uap, serta uap. Pentingnya minyak atsiri dalam aromaterapi dan mekanisme kerjanya dijelaskan secara ilmiah. Bagian ini memberikan landasan teori yang kuat untuk memahami konsep aromaterapi dan kaitannya dengan penelitian.

2.2 Kemenyan (Styrax sumatrana)

Bagian ini membahas secara rinci karakteristik kemenyan, termasuk klasifikasi botani, komposisi kimia (asam sinamat, asam benzoat, dan senyawa lainnya), serta berbagai manfaatnya, baik secara tradisional maupun dalam industri farmasi dan kosmetika. Penggolongan kualitas kemenyan dan teknik penyadapan juga dijelaskan. Pentingnya sinamil alkohol dalam kemenyan dan perannya sebagai bahan baku parfum dibahas secara mendalam. Integrasi berbagai sumber pustaka menunjukkan pemahaman yang menyeluruh tentang kemenyan dan potensinya.

2.3 Tanaman Akar Wangi (Vetivera zizanoides) dan Melati (Jasminum spp)

Tinjauan pustaka mencakup karakteristik botani, komposisi kimia, dan manfaat akar wangi dan melati sebagai bahan tambahan dalam aromaterapi. Sifat-sifat aroma dan potensi sinergisnya dengan kemenyan dijelaskan. Manfaat aromaterapi dari kedua tanaman ini dijelaskan secara rinci dan dikaitkan dengan tujuan penelitian. Bagian ini memperkaya wawasan teoritis dan mendukung pemilihan bahan tambahan dalam formulasi aromaterapi.

III. Metode Penelitian

Bagian metode penelitian menjelaskan secara detail prosedur dan teknik yang digunakan dalam penelitian. Tempat dan waktu penelitian dijelaskan secara spesifik. Alat dan bahan yang digunakan diuraikan secara komprehensif, mencakup alat-alat laboratorium dan bahan baku. Prosedur ekstraksi kemenyan dijelaskan langkah demi langkah, termasuk tahapan pemurnian dan identifikasi senyawa. Prosedur pembuatan aromaterapi elektrik, termasuk formulasi dan pengujian pendahuluan, diuraikan dengan jelas. Metode pengumpulan data, baik primer maupun sekunder, dijelaskan secara rinci, termasuk teknik pengambilan sampel, kriteria responden, dan metode analisis data. Bagian ini menjamin transparansi dan reproduksibilitas penelitian.

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Bagian ini menspesifikasikan lokasi dan durasi penelitian, menjamin keberulangan dan verifikasi temuan. Lokasi penelitian (Laboratorium Kimia Anorganik, FMIPA, USU) dan jangka waktu penelitian (Maret-Juni 2013) dijelaskan secara tepat dan detail, memastikan kejelasan dan keterlacakan penelitian.

3.2 Alat dan Bahan Penelitian

Daftar lengkap alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian tercantum di sini, meliputi alat-alat laboratorium, bahan baku (kemenyan, melati, akar wangi), dan pelarut. Detail spesifikasi alat dan bahan (misalnya, jenis dan kualitas) memungkinkan replikasi penelitian. Daftar ini menjamin transparansi dan akurasi metode yang digunakan.

3.3 Prosedur Penelitian

Penjelasan rinci mengenai prosedur penelitian, meliputi tahap ekstraksi kemenyan, pembuatan formulasi aromaterapi, dan uji organoleptik, disajikan. Diagram alur (flowsheet) yang jelas mempermudah pemahaman. Setiap langkah dijelaskan secara detail, memastikan ketelitian dan reproduksibilitas penelitian. Bagian ini menunjukkan ketelitian dan kehati-hatian peneliti dalam menjalankan penelitian.

3.4 Metode Pengumpulan dan Analisis Data

Metode pengumpulan data, baik primer (uji organoleptik) maupun sekunder (karakteristik responden), dijelaskan secara rinci. Teknik sampling (purposive sampling) dan kriteria responden diuraikan. Metode analisis data (deskriptif) dijelaskan secara jelas, termasuk cara perhitungan dan interpretasi data. Bagian ini menjamin validitas dan reliabilitas data yang dikumpulkan dan dianalisis.

IV. Hasil dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil penelitian dan interpretasinya. Hasil observasi terhadap kemenyan (Styrax sumatrana), termasuk karakteristik fisik dan kimia, dijelaskan secara detail dan dikaitkan dengan literatur yang telah dikaji sebelumnya. Hasil pengujian pendahuluan formulasi aromaterapi, termasuk analisis tingkat kekuatan aroma dan daya bakar, diuraikan. Hasil uji organoleptik yang menunjukkan tingkat kesukaan konsumen terhadap berbagai formulasi aromaterapi disajikan dan dianalisis secara statistik. Pembahasan mengkaji implikasi hasil penelitian terhadap tujuan penelitian dan landasan teori yang telah diuraikan sebelumnya. Hubungan antara hasil penelitian dengan teori yang sudah ada dijelaskan secara komprehensif. Bagian ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam menginterpretasi data dan menarik kesimpulan yang valid.

4.1 Observasi Terhadap Kemenyan (Styrax sumatrana)

Hasil observasi karakteristik fisik dan kimia kemenyan, termasuk kualitas dan aroma, diuraikan secara rinci dan dikaitkan dengan literatur yang relevan. Penggunaan kemenyan Toba kualitas 1 sebagai bahan baku dijelaskan dan dijustifikasi. Data komposisi kimia kemenyan yang diperoleh dibandingkan dengan data literatur. Bagian ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam menganalisis dan menginterpretasi data kualitatif dan kuantitatif.

4.2 Observasi Awal Formula Aromaterapi

Hasil uji coba berbagai formulasi aromaterapi, termasuk analisis tingkat aroma dan daya bakar, disajikan dan dibahas. Pemilihan formulasi terbaik dijelaskan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Proses optimasi formulasi dan alasan pemilihan formulasi terbaik diuraikan secara jelas. Bagian ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam melakukan eksperimen dan memilih formulasi yang optimal.

4.3 Analisis Tingkat Kesukaan Konsumen

Hasil uji organoleptik, yang menunjukkan tingkat kesukaan konsumen terhadap berbagai formulasi aromaterapi, disajikan dan dianalisis secara deskriptif. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yang mudah dipahami. Interpretasi hasil uji organoleptik dikaitkan dengan karakteristik aroma dan formulasi masing-masing produk. Bagian ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid berdasarkan preferensi konsumen.

V. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini merangkum temuan utama penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan yang ditarik harus konsisten dengan tujuan penelitian dan hasil yang telah diuraikan sebelumnya. Saran yang diberikan harus relevan dengan temuan penelitian dan dapat memberikan arah pengembangan lebih lanjut. Bagian ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam menyimpulkan temuan dan memberikan rekomendasi yang konstruktif.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dirumuskan berdasarkan temuan penelitian, menjawab pertanyaan penelitian, dan konsisten dengan tujuan penelitian. Kesimpulan yang ditarik harus singkat, padat, dan jelas. Bagian ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam mensintesis temuan penelitian dan menarik kesimpulan yang valid.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya dan pengembangan produk aromaterapi diberikan, yang relevan dengan temuan penelitian dan konteks yang lebih luas. Saran yang diberikan harus spesifik, terukur, dan dapat dicapai. Bagian ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam memberikan arahan untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut.

Gambar

Gambar 1. Flowsheet isolasi sinamil alkohol dari kemenyan
Tabel 1. Uji pendahuluan kombinasi formula yang diduga memiliki tingkat wangi terbaik
Gambar 2. Flowsheet proses produksi aromaterapi kemenyan
Tabel 2. Uji Organoleptik
+7

Referensi

Dokumen terkait