• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Karakteristik Emulsi Campuran Minyak Sawit dan Minyak Jarak sebagal Bahan Dasar Rolling Oil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Karakteristik Emulsi Campuran Minyak Sawit dan Minyak Jarak sebagal Bahan Dasar Rolling Oil"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Kumpulan Abstrak Kelompok Tribologi__________________________________________

28 ________________________________Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia Studi Karakteristik Emulsi Campuran Minyak Sawit dan Minyak Jarak

sebagal Bahan Dasar Rolling Oil

Fitria Yusfani

Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor

ABSTRAK

Rolling oil adalah pelumas yang digunakan dalam proses pengerjaan logam (metalworking) dalam bentuk emulsi minyak dalam air. Karakter rolling oil tergantung pada 1) jenis minyak sebagai bahan dasar pelumas (basic lubricant), 2) aditif dan 3) proses pengolahan Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan emulsi campuran minyak sawit dan minyak jarak yanc memiliki karakter emulsi yang paling stabil. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah penentuan konsentrasi emulsifier Emulfluid A dan POE Sorbitan Monostearatyang terbaik. Taraf konsentrasi yang dicobakan 1%, 2%, 5%, 10%, dan 20%. Proses emulsifikasi dilakukan dengan pengadukan selama 15 menit. Kemudian dilakukan pengujian stabilitas emulsi visual. Tahap kedua adalah pencampuran minyak jarak (0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% (bb)) dan minyak sawit (suhu pencampuran + 40 oC selama 15 menit) Kemudianl campuran tersebut dikarakterisasi yang meliputi bilangan iod, bilangan penyabunan, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida dan bilangan asetil hidroksil. Tahap terakhir adalah pembuatan emulsi campuran minyak sawi dan minyak jarak yaitu pencampuran emulsifier ke dalam minyak (pengadukan) pada suhu 50 °C selama ± 1 jam

(4)

Kumpulan Abstrak Kelompok Tribologi__________________________________________

29 ________________________________Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia

sebagai rolling oil Kendala tersebut diharapkan dapat diatasi dengan menambahkan aditif anti busa pada formula rolling oil.

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang diguanakan pada, pencampuran bahan dilakukan pada alat internal mixer laboplatomil dengan suhu 150 o C dengan laju 60 rpm selama 10 menit dengan

Hasil uji stabilitas emulsi oil in water minyak sawit merah terhadap nilai L pada berbagai konsentrasi emulsifier terpilih selama 4 minggu penyimpanan .... Hasil

Dari hasil pengujian diperoleh bahwa tegangan tembus minyak biji karet pada kenaikan suhu sampai 60 o C mengalami kenaikan yaitu pada suhu 28,3 o C

Hasil analisis FT-IR menunjukkan terbentuknya gugus hidroksil pada senyawa epoksida minyak kelapa sawit, reaksi berlangsung selama 5 jam pada suhu 60 o C yang dibuktikan

Berdasarkan hasil uji beda, emisi formaldehida terbaik dicapai pada papan partikel yang menggunakan campuran arang aktif yang diperoleh pada suhu aktivasi 800 C selama 60 menit ke

Cawan kosong dan tutupnya dikeringkan dalam oven pada suhu 103 o C selama 15 menit dan didinginkan dalam desikator, kemudian cawan tersebut ditimbang.. Sebanyak 5

permukaaan kontak knaalpot dengan minyak jarak dapat mengurangi waktu pemanasan awal menjadi 14.2 menit dari sebelumnya selama 26.4 menit pada saat suhu permukaan luar. knaalpot

Pada penelitian yang dilakukan dengan kondisi reaksi yang sama, proses pembuatan pelumas rolling oil dari minyak jarak yang didehidrasi tanpa penambahan kitosan oksidasi memiliki nilai