PENGARUH
POSITIONING
PRODUK TERHADAP
LOYALITAS PELANGGAN DI MOMO MILK BOGOR
SALY ELVRIYANA
PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER
INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Pengaruh
Positioning Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan di Momo Milk, Bogor adalah
benar karya saya dengan arahan dari pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya ilmiah yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam bacaan dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka dibagian akhir skripsi ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.
Bogor, Agustus 2014
Saly Elvriyana
ABSTRAK
SALY ELVRIYANA. Pengaruh Positioning Porduk Terhadap Loyalitas Pelanggan di Momo Milk, Bogor. Dibimbing oleh EDWARD H SIREGAR.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik konsumen dan mengetahui pengaruh positioning produk terhadap loyalitas pelanggan. Variabel positioning dalam penelitian ini adalah atribut produk, manfaat produk, kategori produk, dan kompetitif produk. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dapat diketahui bahwa karakteristik pelanggan Momo Milk (MM) dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor budaya, sosial dan pribadi. Berdasarkan analisis regresi linear berganda dari hasil uji F dapat diketahui bahwa positioning
berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap loyalitas pelanggan. Hasil uji t menunjukan bahwa variabel kategori produk, kompetitif produk dan atribut produk berpengaruh secara signifikan positif terhadap loyalitas pelanggan sedangkan, manfaat produk tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Nilai R2 sebesar 0,503, menunjukan pengaruh yang diberikan oleh variabel positioning produk sebesar 51%.
Kata kunci : atribut produk, kategori produk, kompetitif produk,loyalitas pelanggan, positioning.
ABSTRACT
SALY ELVRIYANA. Influence Product Positioning of Customer Loyalty in Momo Milk Bogor. Supervised by EDWARD H SIREGAR.
The purpose of this research is to indentify consumer characteristics and determine the influence of product positioning on consumer loyalty. Variable positioning in this research are product atributes, product benefits, product categories and competitive products. The analytical method that used in this research is descriptive analysis and multiple linear regression. Based on the results of the descriptive analysis can be seen that the characteristics of customers Momo Milk (MM) can be influenced by several factors, including cultural factors, social and personal. Based on the result of multiple linear regression on F test, can be seen that the positioning have a significant influence jointly on customer loyalty. T test result showed that the product category, product competitive and product attributes that have significantly positive influence on customer loyalty while the benefits of the product are not significantly positive influence on customer loyalty. R2 value of 0,503 indicates the effect given by the variable positioning of the product by 50%.
PENGARUH
POSITIONING
PRODUK TERHADAP
LOYALITAS PELANGGAN DI MOMO MILK BOGOR
SALY ELVRIYANA
Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
pada
Program Sarjana Alih Jenis Manajemen Departemen Manajemen
PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Judul Skripsi : Pengaruh Positioning Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan di Momo Milk Bogor
Nama : Saly Elvriyana NIM : H24124107
Disetujui oleh
Drs Edward H Siregar, SE MM Pembimbing
Diketahui oleh
Dr Mukhamad Najib, STP Msi Ketua Departemen
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Judul Penelitian yang dipilih dalam penelitian yang diselesaikan sejak bulan Maret 2014 sampai bulan Mei 2014 ini ialah Pengaruh Positioning Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan di Momo Milk, Bogor.
Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Drs. Edward H Siregar, SE. MM. selaku dosen pembimbing dan ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada pihak manajemen Momo Milk serta kepada seluruh responden yang telah membantu selama proses penelitian. Ungkapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada ayah, ibu, serta seluruh keluarga, atas dukungan doa dan kasih sayang yang selalu menyertai penulis, tidak lupa kepada teman-teman satu bimbingan skripsi, teman-teman ekstensi manajemen angkatan 10, sahabat-sahabat yang selalu memberikan dukungan dan bantuan dalam pembuatan skripsi ini.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
Bogor, Agustus 2014
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL iv
DAFTAR GAMBAR iv
DAFTAR LAMPIRAN iv
PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Perumusan Masalah 2
Tujuan Penelitian 2
Manfaat Penelitian 2
Ruang Lingkup Penelitian 2
METODE 4
Kerangka Pemikiran Penelitian 4
Lokasi dan Waktu Penelitian 5
Metode Pengumpulan Data 5
Metode Penarikan Sampel 5
Metode Pengolahan dan Analisis Data 6
Analisis Regresi Linear Berganda 7
HASIL DAN PEMBAHASAN 9
Gambaran Umum Perusahaan 9
Bauran Pemasaran 9
Strategi Pemasaran 10
Karakteristik Responden 11
Uji Validitas 12
Uji Reliabilitas 12
Uji Asumsi Klasik 13
Analisis Regresi Linear Berganda 14
Pengujian Hipotesis 16
Implikasi Manajerial 17
SIMPULAN DAN SARAN 18
DAFTAR PUSTAKA 19
DAFTAR TABEL
1. Perkembangan konsumsi susu di Indonesia 1
2. Skala Likert pada penelitian 6
3. Hasil analisis karakteristik responden Momo Milk 11
4. Hasil uji reliabilitas 13
5. Hasil Uji multikolenearitas 13
6. Hasil analisis regresi linear berganda 14
7. Hasil koefisien determinasi 15
8. Hasil uji f 16
9. Hasil uji t 17
DAFTAR GAMBAR
1. Kerangka pemikiran penelitian 4
2. Uji normalitas 13
3. Hasil uji heteroskedastisitas 14
DAFTAR LAMPIRAN
1. Kuesioner penelitian 21
2. Hasil uji Validitas 25
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Konsumsi susu dari tahun 2002-2013 relatif berfluktuatif namun cenderung mengalami peningkatan sebesar 5,85%. Pada tahun 2002, konsumsi susu mencapai 1,2647 kg/kapita dan menjadi 2,0715 kg/kapita pada tahun 2013 atau naik sebesar 1,36%. perkembangan konsumsi susu dari tahun 2002-2013 serta prediksinya tahun 2014 disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Perkembangan konsumsi susu di Indonesia
Tahun
Konsumsi (kg/kapita/tahun) Susu **)
Susu murni Susu cair pabrik Susu kental manis Susu bubuk Susu bubuk bayi ( kg/kap/th ) Pertumb.
Sumber: Buletin konsumsi pangan Pusdatin, diolah (2013).
Hal tersebut dijadikan peluang bisnis bagi pelaku bisnis di Kota Bogor dibuktikan dengan mulai bermunculan resto atau kedai yang menyediakan produk utama minuman susu olahan. Trend produk minuman susu olahan dengan bentuk kemasan dan berbagai varian rasa semakin berkembang dikalangan masyarakat Bogor yang didukung oleh kota Bogor sebagai destinasi wisata kuliner para
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Dengan harapan dapat membantu Momo Milk (MM) dalam memandu strategi pemasaran yang tepat, peneliti
membuat judul penelitian “Pengaruh Positioning Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan di Momo Milk Bogor”.
Perumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan pada latar belakang, maka perumusan masalah dalam penelitian ini, dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana karakteristik konsumen di Momo Milk (MM) ?
2. Bagaimana pengaruh positioning produk terhadap loyalitas pelanggan di Momo Milk (MM) ?
Tujuan Penelitian
Dari permasalahan diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Menganalisis karakteristik konsumen
2. Menganalisis pengaruh positioning produk terhadap loyalitas pelanggan.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkandapat bermanfaat bagi :
1. Informasi dan bahan masukan bagi manajemen Momo Milk (MM) dalam melakukan strategi pemasaran.
2. Informasi, referensi, dan masukan bagi penelitian selanjutnya khususnya penelitian yang terkait dengan positioning dan loyalitas konsumen.
Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini dibatasi dengan pembahasan karakteristik konsumen dan pengaruh positioning produk terhadap loyalitas pelanggan. Indikator yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah atribut produk, manfaat produk, kategori produk, kompetitif produk dan loyalitas pelanggan.
TINJAUAN PUSTAKA
Bauran Pemasaran
pemasarannya di pasar sasaran. Bauran pemasaran diklasifikasikan menjadi empat besar kelompok yang disebut dengan 4P yaitu product, price, place dan
promotion.
Strategi Pemasaran
Menurut Kotler dan Amstrong (2008), strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana unit bisnis berharap untuk menciptakan nilai dan menapatkan keuntungan dari hubungannya dengan konsumen. Proses ini meliputi market
segmentation, market targeting, positioning, dan differentiation
Pengertian Positioning
Menurut Kotler dan Keller (2008), Positioning adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan agar mendapatkan tempat khusus dalam pikiran pasar sasaran. Indikator positioning dapat dilihat melalui asosiasi titik perbedaan dan asosiasi titik paritas yang tepat. Titik POD (point of difference) adalah atribut atau manfaat yang secara kuat diasosiasikan konsumen dengan suatu merek, dinilai positif, dan diyakini tidak dapat ditemukan kesamaannya pada merek pesaing. Titik POP (point of parity), adalah asosiasi-asosiasi yang tidak mesti untuk merek tetapi dapat dimiliki bersama dengan merek lain. Jenis asosiasi ini mempunyai dua bentuk dasar yaitu kategori dan kompetitif.
Loyalitas Pelanggan
Menurut Oliver dalam Kotler dan Keller (2008), loyalitas pelanggan didefinisikan sebagai komitmen yang dipegang secara mendalam untuk membeli atau mendukung kembali produk atau jasa yang disukai di masa depan meski pengaruh situasi dan usaha pemasaran berpotensi menyebabkan pelanggan beralih. Indikator dari loyalitas pelanggan adalah repeat purchase, retention dan
referalls.
Tinjauan Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Suryani (2010) didapatkan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel citra merek yang terdiri dari dimensi citra pembuat, citra pemakai dan citra produk secara bersama-sama (simultan uji f) memiliki pengaruh positif terhdap loyalitas konsumen. Berdasarkan uji t, citra pembuat berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhdap loyalitas konsumen. Hal ini ditunjukan dengan nilai R Square sebesar 41,5% sedangkan sisangya 58,5% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diketahui. Terkait dengan hasil penelitian terdahulu, peneliti menjadikan variabel independen penelitian terdahulu sebagai referensi sehingga peneliti menguji variabel independen lain yang belum diteliti sebelumnya agar didapatkan pengaruh variabel lain terhadap loyalitas pelanggan. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah atribut produk, manfaat produk, kategori produk dan kompetitif produk.
METODE
Kerangka Pemikiran Penelitian
Perencanaan strategi pemasaran harus dirancang sesuai dengan visi, misi, dan tujuan perusahaan. Permasalahan yang diambil dari penelitian ini adalah pada strategi pemasaran produk Momo Milk (MM) dengan menganalisis karakteristik konsumen dan analisis regresi linear berganda untuk melihat pengaruh positioning
terhadap loyalitas konsumen. Kerangka pemikiran dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Kerangka pemikiran penelitian Regresi Linear Berganda
UMKM MOMO MILK
Loyalitas Konsumen : 1. Repeat Purchase
2. Retention
3. Referalls
Pengaruh Positioning produk terhadap loyalitas pelanggan
Rekomendasi
Strategi Pemasaran Momo Milk
Positioning Produk Momo Milk Karakteristik
Konsumen
Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian yaitu di Momo Milk (MM) yang berada di Jl. Bukit Tunggul no. 11, Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan karena Momo Milk (MM) merupakan market challanging
dengan pesaing utamanya yaitu cimory sehingga Momo Milk (MM) memerlukan strategi pemasaran yang tepat untuk dapat bersaing di pasar. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2014.
Metode Pengumpulan Data
Menurut Kotler dan Keller (2008), data yang digunakan dalam suatu penelitian ada dua macam yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data baru yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu atau untuk proyek riset tertentu. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan untuk tujuan lain dan sudah ada di suatu tempat. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer yang didapat dari wawancara langsung kepada CEO Momo Milk (MM) dan Manajer Momo Milk (MM), data sekunder didapat dari hasil studi literatur.
Metode Penarikan Sampel
Menurut Rangkuti (2011), teknik pengambilan sampel terbagi menjadi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non probability sampling (pengambilan sampel non acak atau disengaja) yang menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang dijadikan responden diambil berdasarkan metode purposive
sampling. Populasi penelitian ini adalah pengunjung Momo Milk (MM) per bulan
yang berada di Jl. Bukit Tunggal no.11 taman kencana dan warung tenda Momo Milk (MM). Kriteria yang dijadikan responden adalah :
a. Pelanggan yang pernah membeli produk Momo Milk b. Pelanggan yang mengkonsumsi produk
Dalam penentuan jumlah sampel peneliti menggunakan rumus Slovin menurut Rangkuti (2011), sebagai berikut :
n =
...(1)
Keterangan : n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi
e = Batas toleransi kesalahan Dari perhitungan rumus diperoleh :
n =
= 96
Metode Pengolahan dan Analisis Data
Analisis Deskriptif
Statistika deskriptif berusaha menjelaskan atau menggambarkan berbagai karakteristik data seperti rata-rata, median, maupun variasi data. Data yang akan dianalisis deskriptif dikumpulkan dari hasil pengisian kuesioner oleh pengunjung Momo Milk (MM) dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert adalah teknik skala untuk mendapatkan variabel baru (Rangkuti, 2011). Pembobotan skala
Likert pada kuesioner tertera pada Tabel 2.
Tabel 2. Skala Likert pada penelitian Keterangan Skala Likert Sangat Setuju 5
Setuju 4
Netral 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
Dalam tahap pengolahan data, jawaban diganti dengan angka 1 sampai 5 supaya dapat dijumlahkan. Total nilai yang semakin besar menandakan seringnya responden merespon dan mengenal produk, dan sebaliknya.
Uji Validitas
Menurut Umar (2011), uji validitas di gunakan untuk mengetahui sejauh mana alat ukur (instrumen) mengukur apa yang ingin di ukur. Penelitian ini akan menghitung nilai korelasi data pada masing-masing pertanyaan dengan skor total dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Rumusnya adalah sebagai berikut :
R =
√ ] ]...(2)
Keterangan :
r = Koefisien korelasi Pearson n = Jumlah responden
Uji Realibilitas
Menurut Umar (2011), realibilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur didalam mengukur gejala yang sama. Teknik reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Alpha Cronbach.
Rumusnya sebagai berikut :
=
...(3)
Keterangan :
= Realibilitas instrumen
k = Banyak butir pernyataan
= Varian total
= Jumlah varian pernyataan
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Menurut Santoso (2014), uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal yakni distribusi data dengan bentuk lonceng. Data yang baik adalah data yang mempunyai pola seperti distribusi normal, yakni distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan.
Uji Multikolenearitas
Menurut Santoso (2014), uji multikolenearitas berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya korelasi linear secara sempurna atau mendekati sempurna antar variabel independen dalam model regresi dengan menggunakan nilai tolerance
dan VIF (Varian InflantionFactor). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.
Uji Heteroskedastisitas
Menurut Santoso (2014), uji heteroskedastisitas berfungsi untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Analisis regresi liniear ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS 21 (StastiticalPackage for Social Sciences).
Analisis Regresi Linear Berganda
nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio. Model regresi linear berganda yang digunakan sebagai berikut:
Y= a + b1 + b2 + b3 + b4 + e ...(4) b1, b1, b1, b1 = Koefisien regresi
e = Faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas yang tidak terdapat dalam persamaan linear.
Penggunaan regresi linear berganda memerlukan uji persyaratan terlebih dahulu, yaitu uji penyimpangan asumsi dasar yang terdiri dari uji normalitas, uji multikoleniaritas, dan uji heteroskedastisitas. Ketiga uji tersebut perlu dilakukan karena akan berpengaruh besar terhadap pola perubahan variabel terikat. Apabila ketiga uji tersebut telah terpenuhi maka regresi linear berganda dapat digunakan.
Pengujian Hipotesis
Uji T
Menurut Umar (2011), kriteria pengambilan keputusan pengujian hipotesis secara statistik dalam rangka pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan hipotesis adalah sebagai berikut :
a. Jika thitung < ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak b. Jika thitung < ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
H0 : bi, b2, b3, ba = 0 (tidak ada pengaruh Xi terhadap Y), atribut produk, manfaat produk, kategori produk, dan kompetitif produk tidak berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan.
H1 :bi, b2, b3, ba ≠ 0 (ada pengaruh Xi terhadap Y), atribut produk, manfaat produk, kategori produk, dan kompetitif produk berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan.
Uji F
Menurut Umar (2011), uji f adalah pengujian hipotesis serentak bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat.
H0 : β1 = β2 = β3 = β4 = 0, berarti atribut produk, manfaat produk, kategori produk, dan kompetitif produk secara bersama-sama tidak ada pengaruh terhadap loyalitas pelanggan.
Ha : β1≠ β2 ≠ β3≠ β4 = 0, berarti atribut produk, manfaat produk, kategori produk, dan kompetitif produk secara bersama-sama ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Perusahaan
Momo Milk (MM) merupakan kedai susu yang menyediakan minuman susu dengan berbagai jenis rasa. Momo Milk (MM) berdiri pertama kali pada tanggal 1 Januari 2011 yang berlokasi di Regina Pacis dan Bogor Junction
didirikan oleh Haidhar Wurjanto. Lalu pada tanggal 18 Maret Momo Milk (MM) membuka cabang baru di SMAN 1 Bogor. Produk yang ditawarkan adalah produk susu sapi dan susu kambing namun, karena rendahnya permintaan pasar terhadap susu kambing maka produk susu kambing ditiadakan. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar Momo Milk (MM) membuka kembali cabang di Jln. Bukit Tunggal No.11 Taman Kencana pada tanggal 5 Juni 2013 dengan konsep restoran yang berkesan seperti suasana di peternakan sapi. Hal tersebut dapat dilihat dari cara para pelayan menyambut setiap pelanggan yang datang
dengan sapaan “susu mooo”, sehingga pelanggan dapat merasakan suasana seperti
di peternakan sapi sungguhan. Momo Milk (MM) mengembangkan dan menambah variasi produk seperti yoghurt dan makanan pelengkap lain.
Bauran Pemasaran
Produk (Product)
Produk utama yaitu susu olahan yang disediakan oleh Momo Milk (MM) diantaranya, fresh milk, milkshake, yoghurt, juicy fruitty milk dan smoothies.
Menu makanan pelengkap di Momo Milk (MM) yaitu light meal, chinesse food
dan western food. Makanan pelengkap ini berperan sebagai pelengkap dalam
menikmati produk utama Momo Milk (MM) yaitu produk susu olahan. Harga (Price)
dengan variasi rasa yang tersedia. Penetapan harga tersebut menurut pertimbangan harga pesaing dan break down cost. Namun menurut hasil penelitian penetapan harga produk di atas dianggap mahal oleh sebagian konsumen karena rata-rata konsumen yang berkunjung ke Momo Milk (MM) adalah pelajar/mahasiswa. Tempat (Place)
Momo Milk (MM) memiliki tiga cabang yang terdapat di Kota Bogor yaitu di Jalan Bukit Tunggal No. 11 Taman Kencana, Food court Bogor Junction
dan Kantin FEM IPB Dramaga. Pusat Momo Milk (MM) beserta manajemennya berada di Jalan Bukit Tunggal No. 11 Taman Kencana, Bogor. Bahan baku produk susu olahan berasal dari peternakan sapi di daerah Cibungbulang, Bogor. Bahan baku di pasok setiap hari agar kualitas susu tetap terjaga kesegarannya. Sistem penyimpanan produk dalam lemari pendingin (freezer). Saluran distribusi yang dilakukan oleh Momo Milk (MM) adalah langsung ke pengguna akhir yaitu konsumen yang langsung mengkonsumsi produk.
Promosi (Promotion)
Strategi promosi yang dilakukan oleh Momo Milk (MM) yaitu melalui media sosial seperti twitter, instagram, dan facebook. Strategi ini dipilih oleh manajemen Momo Milk (MM) karena potensi penggunaan media sosial dikalangan remaja/mahasiswa yang sesuai dengan target pasar Momo Milk (MM).
Strategi Pemasaran
Segmentasi
Segmentasi berdasarkan faktor geografis yaitu pelanggan yang berdomisili di Kota Bogor dan pelanggan yang berada di sekitar wilayah Jabodetabek. Kota Bogor dipilih karena letak Kota Bogor sebagai jalur transit dan destinasi wisata kuliner yang telah terkenal dikalangan masyarakat. Sedangkan segmentasi berdasarkan faktor demografis yaitu remaja/mahasiswa dan keluarga dengan segmen pelanggan menengah ke bawah.
Targeting
Target pasar yang pertama dibidik Momo Milk (MM) adalah kalangan remaja/mahasiswa dan target yang kedua adalah keluarga. Penetapan target dipilih oleh Momo Milk (MM) berdasarkan pertimbangan bahwa kalangan remaja/mahasiswa adalah kalangan yang potensial untuk dapat membantu promosi produk Momo Milk (MM).
Positioning
Momo Milk (MM) menempatkan posisi produknya sebagai produk yang mengesankan trendy, hal ini dimaksudkan apabila mengkonsumsi susu produk Momo Milk (MM) akan menimbulkan kesan “trendy” dan konsumen akan merasa
Indonesia karena Momo Milk (MM) ingin meningkatkan kesadaran untuk mengkonsumsi susu dikalangan anak muda dengan harga yang sangat terjangkau oleh target konsumen. Selain itu konsumen juga disajikan dengan konsep tempat yang sesuai dengan anak muda. Nama Momo Milk memiliki arti “Moo Moo”
seperti suara sapi dan “Milk” yang berarti susu, pemberian nama dengan keunikan
tersebut bertujuan agar mudah diingat oleh konsumen. Sedangkan tagline Momo Milk (MM) adalah “fresh from the cow” memiliki arti susu sapi yang selalu segar. Logo Momo Milk (MM) bergambarkan garisan kepala sapi.
Karakteristik Responden
Analisis karakteristik responden bertujuan untuk mengetahui bagaimana dan siapa konsumen Momo Milk (MM). Pada penelitian ini analisis karakteristik responden dilakukan dengan mengelompokkan konsumen berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan per bulan, dan sumber informasi. Hasil analisis karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 3.
Karakteristik responden pada Tabel 3, terlihat dari 54% konsumen berjenis kelamin laki-laki, dan 46% konsumen berjenis kelamin perempuan. Persentase menunjukan bahwa konsumen berjenis kelamin laki-laki lebih banyak yang berkunjung ke Momo Milk (MM).
Karakteristik usia pada konsumen Momo Milk (MM) menunjukkan bahwa usia 20-25 tahun memiliki persentase paling tinggi (64%). Hal ini menunjukan bahwa pada usia tersebut konsumen memiliki perilaku yang gemar untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama kerabatnya sehingga sesuai dengan target Momo Milk (MM) yaitu remaja/mahasiswa.
Karakteristik pendidikan terakhir konsumen Momo Milk (MM) tertinggi adalah berpendidikan diploma (54%). Hal ini sesuai dengan karakteristik usia yaitu pada rentang usia 20-25 tahun.
Karakteristik pekerjaan pada konsumen Momo Milk (MM), didominasi oleh pelajar/mahasiswa (66%). Hal ini menunjukan bahwa perilaku konsumen dengan pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa cenderung mudah didapat karena letak Momo Milk (MM) yang berada dekat dengan institusi pendidikan.
Karakteristik responden pada besarnya pendapatan per bulan, persentase tertinggi adalah konsumen yang memiliki pendapatan sebesar Rp. 2.000.000 - Rp. 3.000.000 per bulan (30%). Hal ini menunjukan bahwa pendapatan konsumen per bulan sesuai dengan UMR (upah minimum rata-rata) di Kota Bogor.
Karakteristik responden Momo Milk (MM) memperoleh informasi dari pribadi (84%). Hal ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang paling efektif dilakukan adalah strategi pemasaran dengan word of mouth.
Karakteristik responden Momo Milk (MM) dari segi domisili menunjukan bahwa rata-rata pengunjung Momo Milk (MM) berasal dari kota Bogor (85%). Hasil tersebut sesuai dengan segmentasi berdasarkan faktor geografis yang ditetapkan oleh Momo Milk (MM) yaitu konsumen yang berdomisili di Kota Bogor.
Uji Validitas
Pengujian ini dilakukan melalui data yang didapat dari 30 responden atau sampel dengan tingkat signifikansi 0,05 maka diperoleh rtabel sebesar 0,361. Hasil penelitian dari data yang diperoleh menunjukan rhitung pada setiap variabel lebih besar dari 0,361 yang berarti bahwa semua pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner sah. Hasil uji validitas dapat dilihat di Lampiran 2.
Uji Reliabilitas
Berdasarkan data yang diperoleh didapatkan hasil nilai Alpha Cronbach
Tabel 4. Hasil uji reliabilitas Cronbach's Alpha N of Items
.933 30
Sumber : data diolah, mei 2014
Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Uji normalitas pada penelitian dapat dilihat melalui diagram P plot yang dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Uji normalitas
Sumber : data diolah, mei 2014
Berdasarkan Gambar 2, diketahui bahwa hasil uji normalitas dengan P Plot terlihat sebaran data dari variabel bebas bergerombol di sekitar garis uji yang mengarah ke kanan atas, dan tidak ada data yang terletak jauh dari sebaran data. Dengan demikian, data tersebut bisa dikatakan normal.
Uji Multikolnearitas
Berdasarkan data yang diperoleh, hasil uji multikolnearitas dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Hasil Uji multikolenearitas
Model Collinearity Statistics Tolerance VIF
1
(Constant)
Hasil dari uji multikolenearitas pada Tabel 5, menunjukan nilai tolerance
lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF < 10, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat multikolnearitas.
Uji Heteroskedastisitas
Output scatterplot digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya
penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas pada penelitian ini. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Hasil uji heteroskedastisitas
Gambar 3, menunjukan bahwa sebaran titik-titik tidak membentuk pola yang jelas dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y. Dapat dikatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi.
Analisis Regresi Linear Berganda
Berikut adalah hasil dari analisis regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS 21.0 sebagai berikut :
Tabel 6. Hasil analisis regresi linear berganda Coefficientsa
Model UnstandardizedCoefficients StandardizedC oefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) -.359 1.358 -.264 .792 Atribut Produk .139 .064 .222 2.183 .032 Manfaat Produk .069 .112 .053 .616 .539 Kategori Produk .337 .100 .310 3.359 .001 Kompetitif Produk .345 .113 .281 3.060 .003 a Dependent variabel : loyalitas pelanggan
Sumber : data diolah,mei 2014
tabel nilai beta yang keseluruhan variabel bebas bernilai positif. Persamaan regresi linear berganda dapat dirumuskan sebagai berikut :
Loyalitas Pelanggan (Y) = - 0,359 + 0,139 X1 + 0,069 X2 + 0,337 X3 + 0,345 X4
Penjelasan :
a. Konstanta (a)
Jika variabel atribut produk, manfaat produk, kategori produk dan kompetitif produk memiliki nilai nol, maka nilai loyalitas (beta) sebesar – 0,359.
b. Koefisien regresi variabel X1 (atribut produk)
Jika variabel atribut produk seperti keragaman rasa produk bertambah satu ragam rasa maka loyalitas pelanggan mengalami peningkatan 0,139 satuan dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap.
c. Koefisien regresi variabel X2 (manfaat produk)
Jika variabel manfaat produk seperti keterangan kandungan dalam susu yang berdampak baik bagi kesehatan ditambahkan dalam kemasan produk maka loyalitas pelanggan mengalami peningkatan 0,069 satuan dengan asumsi variabel independen bernilai tetap.
d. Koefisien regresi variabel X3 (kategori produk)
Jika variabel kategori produk seperti bentuk promosi yang menarik ditambah satu jenis promosi dengan media lain maka loyalitas pelanggan mengalami peningkatan 0,337 satuan dengan asumsi variabel independen bernilai tetap.
e. Koefisien regresi variabel X4 (kompetitif produk)
Jika variabel kompetitif produk seperti nama produk yang unik ditambahkan dengan warna logo yang menarik maka loyalitas pelanggan mengalami peningkatan 0,345 satuan dengan asumsi variabel independen bernilai tetap.
Tabel 7. Hasil koefisien determinasi
Model SuMomo Milk (MM)aryb Sumber : data diolah, mei 2014
atribut produk, manfaat produk, kategori produk, dan kompetitif produk terhadap loyalitas pelanggan sebesar 0,709.
Nilai R square (R2) pada tabel diatas menunjukan koefisien determinasi. Angka ini diubah kedalam bentuk persentase, yang berarti sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai R square sebesar 0,503, menunjukan pengaruh yang diberikan oleh variabel positioning produk sebesar 51% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan pada penelitian ini. Nilai R square sebesar 51% menunjukan bahwa positioning
produk memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap loyalitas pelanggan. Menurut Rangkuti (2008), variabel lain yang memiliki kemungkinan memberikan pengaruh terhadap loyalitas yaitu brand equity yang terdiri dari beberapa faktor yaitu brand awareness, perceived quality dan asosiasi terhadap merek.
Pengujian Hipotesis
Uji F
Dalam penelitian ini uji F menguji signifikansi pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap loyalitas pelanggan. Apabila nilai Fhitung > Ftabel, dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, α = 5% dengan menentukan derajat bebas atau df 1 (jumlah variabel bebas – 1 = 4-1 = 3) dan df 2 (jumlah sampel-jumlah variabel bebas = 100-4 = 96). Didapat nilai Ftabel sebesar 3,09. Hasil uji F dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Hasil uji f
Model Sum of Squares Dr Mean Square F Sig.
1
Regression 185.049 4 46.262 23.991 .000b Residual 183.191 95 1.928
Total 368.240 99 Sumber : data diolah, mei 2014
Berdasarkan hasil uji F pada Tabel 8, didapatkan nilai Fhitung lebih besar daripada Ftabel, yaitu 3,09 oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap loyalitas pelanggan.
Uji T
Tabel 9. Hasil uji t
Kategori Produk 3.359 .001 Kompetitif Produk 3.060 .003 Sumber : data diolah, mei 2014
Berdasarkan Tabel 9, didapatkan nilai T hitung masing-masing variabel adalah :
a. Variabel atribut produk sebesar 2.183 yaitu lebih besar daripada Ttabel (1,661), maka dapat disimpulkan atribut produk berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan Momo Milk (MM).
b. Variabel manfaat produk sebesar 0,616 yaitu lebih kecil daripada T tabel (1,661), maka dapat disimpulkan manfaat produk tidak berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan Momo Milk (MM).
c. Variabel kategori produk sebesar 3.359 yaitu lebih besar daripada t tabel (1,661), maka dapat disimpulkan kategori produk berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan Momo Milk (MM).
d. Variabel kompetitif produk sebesar 3.060 yaitu lebih besar daripada t tabel (1,661), maka dapat disimpulkan kompetitif produk berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan Momo Milk (MM).
Implikasi Manajerial
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, maka implikasi manajerial yang dapat diberikan kepada pihak manajemen Momo Milk (MM) yang didapat dari hasil analisis konsumen. Sumber informasi yang paling banyak didapat melalui sumber informasi pribadi yaitu diantaranya melalui teman, saudara dan tetangga. Dengan demikian dapat diketahui bahwa strategi pemasaran
word of mouth paling efektif yang dapat dilakukan oleh Momo Milk (MM). Oleh
karena itu Momo Milk (MM) harus melakukan strategi mengikat pelanggan (customer bonding) dengan cara adding financial benefits misalnya dengan memberikan reward kepada pelanggan yang sering melakukan pembelian ulang,
adding Social Benefits yaitu memperlakukan pelanggan sebagai partner dalam
berkala mengumpulkan data mengenai pembelian konsumen serta mencatat dan memantau perilaku pembelian konsumen.
Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, pengaruh terbesar terdapat pada variabel kompetitif yang termasuk dalam titik paritas kompetitif yaitu asosiasi yang dirancang untuk menegasikan titik perbedaan pesaing. Oleh karena itu Momo Milk (MM) harus merancang strategi positioning untuk menciptakan diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan sasaran sehingga terbentuk citra produk yang lebih unggul dibandingkan produk pesaing. Strategi yang dapat digunakan Momo Milk (MM) diantarannya yaitu: Functional concept
yaitu posisi produk dirancang lebih menonjolkan pemenuhan kebutuhan fungsional, misalnya segar dan sehat, experience concept yaitu posisi produk dirancang lebih menonjolkan bentuk pemenuhan kebutuhan pengalaman mencoba produk misalnya pelayanan yang ramah, tempat yang nyaman dan sebagainya,
health concept yaitu posisi produk dirancang dengan menonjolkan aspek
kesehatan misalnya susu adalah minuman yang memiliki kandungan gizi yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan. Selanjutnya variabel kategori produk atau titik paritas kategori yaitu asosiasi-asosiasi yang dipandang esensial oleh konsumen untuk satu penawaran yang sah dan kredibel dalam kategori produk maupun jasa tertentu. Oleh karena itu strategi positioning yang harus dilakukan Momo Milk (MM) diantaranya dengan strategi Atribute concept yaitu posisi produk dirancang dengan menonjolkan satu atau beberapa atribut, features,
customer benefits yang dihubungkan dengan merek, manfaat bagi pelanggan.
Momo Milk (MM) harus dapat merepresentasikan produk yang diperlukan konsumen dengan cara menyediakan kotak kritik dan saran untuk perbaikan produk dan untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen yang selalu mengalami perubahan.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
oleh faktor pribadi seperti pekerjaan dan ekonomi hal tersebut dapat dibuktikan dengan pendapatan perbulan yang sesuai dengan harga yang ditawarkan oleh Momo Milk (MM). Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda yang diolah dengan perangkat lunak SPSS 21.0 didapatkan hasil pengaruh positif dan signifikan positioning produk terhadap loyalitas pelanggan. Pengaruh yang paling dominan terhdap loyalitas yaitu dimensi kompetitif produk seperti nama produk yang unik yang mengandung unsur pembeda dengan produk lain dan kompetisi produk dengan produk lain, kemudian diikiuti oleh kategori produk seperti bentuk promosi yang menarik. Atribut produk seperti keragaman rasa produk dan manfaat produk seperti manfaat produk bagi kesehatan berpengaruh signifikan rendah terhadap loyalitas pelanggan. Dari keempat variabel positioning (atribut produk, manfaat produk, kategori produk, dan kompetitif produk), hanya dua dimensi yang memiliki pengaruh terbesar terhadap loyalitas pelanggan yaitu dimensi kategori produk dan kompetitif produk yang termasuk kedalam titik paritas pada positioning produk.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dirumuskan beberapa saran seperti berikut :
1. Berdasarkan hasil penelitian analisis deskriptif dapat diketahui karakteristik pelanggan Momo Milk (MM) adalah gemar berkumpul sehingga Momo Milk (MM) harus meningkatkan fasilitas seperti menambahkan meja dan kursi yang lebih banyak serta memperluas area resto untuk menghindari waiting list apabila pelanggan datang dalam jumlah yang banyak.
2. Berdasarkan hasil penelitian variabel positioning yang paling berpengaruh adalah variabel kompetitif produk dan diikuti dengan variabel kategori produk yang termasuk dalam titik paritas. Titik paritas merupakan asosiasi-asosiasi yang tidak mesti unik tetapi dapat dimiliki bersama dengan merek lain. Oleh karena itu Momo Milk (MM) harus dapat mempertahankan asosisasi-asosiasi yang dipandang esensial oleh konsumen dan asosiasi yang dirancang untuk menegasikan titik perbedaan pesaing dengan cara mempertahankan citra produk di mata konsumen dengan cara meningkatkan kualitas produk dan menjaga konsistensi rasa produk serta meningkatkan pelayanan dengan cara menyediakan kotak kritik dan saran dan membuat program keluhan pelanggan di media sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Buletin Konsumsi Pangan. [Internet]. [diunduh 2013]. Tersedia pada: http:pusdatin.setjen.deptan.go.id
Ghozali I, 2009. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.Semarang (ID) : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hasan A. 2013. Marketing dan Kasus-kasus Pilihan. Jakarta (ID) : CAPS (Center For Academic Publishing Service)
Hurriyati R. 2010. Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. Jakarta (ID) : Cv Alphabeta
Konsumsi Susu di Indonesia. [Internet]. [diunduh 2013]. Tersedia pada:seafast.ipb.ac.id
Kotler P, Keller. 2008. Manajemen Pemasaran Jilid 1. Jakarta (ID): Erlangga Kotler P, Amstrong G. 2004. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid 1. Edisi 8. Jakarta
(ID): Erlangga
Nurdiana S. 2007. Pengaruh Positioning Terhadap Keunggulan Bersaing dan Keputusan Pembelian SGM 1 PT. Sari Husada Tbk (Studi kasus pada ADA swalayan cabang Siliwangi Semarang). Jurnal Administrasi Bisnis.
Pradipta A. 2012. Pengaruh citra Merek (Brand Image) Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Oli Pelumas PT. Pertamina (Persero) Enduro 4T di Makasar [skripsi]. Makasar (ID): Universitas Hasanudin.
Rangkuti F. 2008. The Power Of Brand. Jakarta (ID): PT. Gramedia Pustaka Utama
Rangkuti F. 2011. Riset Pemasaran. Jakarta (ID): PT. Gramedia
Santoso S. 2000. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Jakarta (ID): PT. Elek Media Komputindo
Santoso S. 2014. Statistik Multivariat. Jakarta (ID): PT. Gramedia
Setiadi J. 2003. Prilaku Konsumen Konsep dan Implikasi Untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta (ID): Prenada Media
Suryani. 2010. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Citra Merek Terhadap Kepuasan dan Dampaknya Terhadap Loyalitas (Studi Kasus Pada Nasabah BNI 46 Cabang UIN Syarif Hidayatullah Ciputat) [skripsi]. Jakarta (ID). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Suswardji, Rismayadi, Nurasa. 2013. Analisis Positioning Pada Rumah Makan KampoengAbah di Karawang. Jurnal Manajemen Volume 10 No.3
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuesioner penelitian
KUESIONER PENGARUH POSITIONING PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI MOMO MILK,
BOGOR
Kepada Yth Saudara/Saudari Responden Di Tempat
Dengan hormat, penyusunan skripsi dalam rangka memenuhi syarat untuk menyelesaikan program sarjana (S1) pada Institut Pertanian Bogor memerlukan data-data dan informasi yang mendukung penelitian ini. Demi tercapainya tujuan penelitian maka saya memohon kesediaan dari Saudara/i untuk mengisi daftar pertanyaan yang telah disediakan (terlampir berikut ini). Atas kesediaan Saudara/i yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner penelitian ini, saya mengucapkan banyak terimakasih dan mohon maaf apabila ada pertanyaan yang tidak berkenan di hati Saudara/i.
SCREENING
1. Apakah Anda pernah membeli produk Momo Milk ? a. Ya b. Tidak
2. Apakah Anda pernah berkunjung lebih dari dua kali di Momo Milk ? a. Ya b. Tidak
I. IDENTITAS RESPONDEN
Nama (Jika berkenan) :
No. HP/ Telp (Jika berkenan) :
Jenis Kelamin :
Usia :
Tempat tinggal/domisili :
Hormat Saya
Lanjutan Lampiran 1.
Berilah tanda (x) yang menjadi jawaban pilihan Anda.
Pendidikan terakhir : a. SMA/SMK b. D3 c. S1
d. S2 e. S3 f. Lain-lain... Pekerjaan : a. Pelajar/Mahasiswa b. PegawaiNegeri/PNS
c. Pegawai Swasta d. Wiraswasta e. Lain-lain ...
Pendapatan /Bulan : a. < Rp. 1.000.000
b. Rp. 1.000.000 - Rp. 2.000.000 c. Rp. 2.000.000 - Rp. 3.000.000 d. Rp. 3.000.000 - Rp. 5.000.000 e. > Rp. 5.000.000
Sumber informasi tentang Momo Milk didapat dari :
a.Keluarga,teman, tetangga b. Iklan, website, spanduk c. Media massa d. Menggunakan produk secara langsung tanpa rekomendasi
Produk susu olahan apa yang paling Anda sukai di Momo Milk ...
II. PERTANYAAN
Pilihlah jawaban yang sesuai dengan pilihan anda dengan cara memberikan
tanda (√) pada kolom yang tersedia. Penilaian dapat Anda lakukan pada Skala
berikut :
Score Keterangan
5 Sangat setuju
4 Setuju
3 Netral
2 Tidak setuju
Lanjutan Lampiran 1.
Penilaian titik perbedaan menurut atribut produk (X1)
Kode Pertanyaan
Momo Milk
(Bogor Junction)
1 2 3 4 5
AP01 Memiliki keragaman varian rasa produk
AP02 Produk memiliki kualitas yang baik (rasa, aroma, dan tekstur)
AP03 Gelas/botol penyajian menarik
AP04 Logo produk unik dan menarik
AP05 Memiliki prosuk pelengkap yang dapat memenuhi keinginan konsumen AP06 Harga produk terjangkau
Penilaian titik perbedaan menurut manfaat (X2)
Kode Pertanyaan
Momo Milk
(Bogor junction)
1 2 3 4 5
PM01 Mengkonsumsi produk secara rutin berdampak baik terhadap kesehatan PM02 Produk memiliki manfaat bagi tubuh
PM03 Varian rasa yang beragam dapat memenuhi keinginan konsumen
Penilaian titik paritas kategori (X3)
Kode Pertanyaan
Momo Milk
(Bogor Junction)
1 2 3 4 5
PK01 Mengenal produk karena kualitas dan rasa bukan karena tempat penjualan yang nyaman
PK02 Penyajian produk yang baik sehingga berkesan higienis
Lanjutan Lampiran 1.
Penilaian titik paritas kompetitif (X4)
Kode Pertanyaan
Momo Milk
(Bogor Junction)
1 2 3 4 5
PC03 Nama produk mudah diingat dan unik
PC04 Nama produk dapat menggambarkan produk apa yang ditawarkan
PC05 Nama produk sesuai dengan produk yang ditawarkan
Loyalitas Pelanggan (Y)
Kode Pertanyaan
Momo Milk
(Bogor Junction)
1 2 3 4 5
LP01 Saya akan merekomendasikan produk ke orang lain
LP02 Saya akan menyatakan hal-hal yang positif mengenai produk
LP03 Saya akan melakukan pembelian ulang
III. Berikan komentar Anda tentang kritik dan saran untuk produk Momo Milk Kritik :
Saran :
Lampiran 2. Hasil uji Validitas
Variabel Indikator r
tabel
Lampiran 3. Hasil Analisis Regresi Liniear Berganda
Variables Entered/Removeda
Lanjutan Lampiran 2.
a. Predictors: (Constant), Kompetitif Produk, Manfaat Produk, Kategori Produk, Atribut Produk b. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan
ANOVAa
a. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan
b. Predictors: (Constant), Kompetitif Produk, Manfaat Produk, Kategori Produk, Atribut Produk
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients
a. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan
Collinearity Diagnosticsa
Model Dimension Eigenvalue Condition
Index
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Sukabumi pada tanggal 12 Juni 1991 dari pasangan Drs. Maruli Sahat Simatupang dan Neng Marlina, SE. Penulis adalah anak pertama dari tiga bersaudara.