PADA CV. LANGGENG JAYA
KERJA PRAKTEK
Oleh :
NIM : 09.41010.0276 Nama : DWI CAHYONO Program : S1 (Strata Satu) Jurusan : Sistem Informasi
SEKOLAH TINGGI
MANAJEMEN INFORMATIKA & TEKNIK KOMPUTER SURABAYA
viii
Halaman
ABSTRAK ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 2
1.3 Pembatasan Masalah ... 3
1.4 Tujuan ... 3
1.5 Manfaat Penelitian ... 3
1.6 Sistematika Penulisan ... 4
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 6
2.1 Sejarah dan Perkembangan CV. Langgeng Jaya ... 6
2.2 Visi ... 6
2.3 Misi ... 7
2.4 Stuktur Organisasi ... 7
BAB III LANDASAN TEORI ... 10
3.1 Konsep Dasar Sistem Informasi ... 10
3.2 Analisis dan Perancangan Sistem ... 11
ix
3.2.4 Entity Relational Diagram... 13
3.3 Konsep Dasar Basis Data ... 14
3.3.1 Basis Data ... 14
3.3.2 Database Management System ... 15
3.4 Interaksi Manusia dan Komputer ... 15
3.5 Visual Basic .Net 2010 ... 16
3.6 Sistem Penjualan ... 17
3.7 Pemasaran ... 18
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN ... 20
4.1 Analisis Sistem ... 20
4.2 Perancangan Sistem ... 20
4.2.1 Document Flow ... 20
4.2.2 Data Flow Diagram ... 22
4.2.3 Entity Relationship Diagram ... 32
4.2.4 Struktur Tabel ... 34
4.2.5 Desain I/O ... 38
4.3 Implementasi Sistem ... 44
4.3.1 Kebutuhan Sistem ... 44
4.3.2 Cara Instalasi Program ... 45
x
5.2 Saran ... 59
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
CV. Langgeng Jaya merupakan suatu usaha dagang yang bergerak dalam bidang penjualan minyak goreng kemasan dengan merk “Iga Mas”. Perusahaan
ini memulai usahanya dari pertengahan tahun 2012 yang terletak di driyorejo gresik. CV. Langgeng Jaya memproduksi minyak goreng dalam berbagai macam
ukuran dan untuk mendukung proses bisnisnya CV. Langgeng Jaya juga memperkerjakan 20 (dua puluh) pegawai Dalam Proses bisnis di perusahaan CV. Langgeng Jaya yaitu membeli minyak curah kepada supplier setelah itu dikemas
ke dalam botol dengan berbagai macam ukuran setelah itu dipasarkan ke pelanggan di gresik dan sekitarnya , antara lain surabaya, mojokerto, sidoarjo, dll.
Penjualan pada CV. Langgeng Jaya dapat dikategorikan sebagai penjualan yang konvensional. Pelanggan membeli barang kemudian dicatat pada nota penjualan. Hal ini yang dicatat adalah jumlah, nama barang, dan harga. Nota ini
dicatat pada buku nota rangkap dua. Satu lembar diserahkan ke pelanggan dan satu lembar lagi disimpan untuk arsip karena ditulis manual, nota penjualan
seringkali susah terbaca, bahkan tidak jarang hilang atau rusak. Padahal ada proses pencatatan berikutnya yaitu merekap nota penjualan ke dalam buku rekap harian. Dari pengamatan penulis di lapangan, banyak ditemukan ketidak sesuaian
antara nota dan buku rekap harian. Hal ini tentu sangat disesalkan, mengingat dampak dari pencatatan yang kacau ini pemilik perusahaan tidak bisa mengetahui
omzet perusahaan secara tepat. Omzet perusahaan digunakan pemilik untuk
mengetahui kekayaan perusahaan dan di gunakan sebagai dasar pengambilan
keputusan kinerja perusahaan di masa yang akan datang.
Berdasarkan uraian di atas, perusahaan mengalami kesulitan dalam
menagani proses penjualan dan untuk meningkatkan daya saing terhadap perusahaan pesaing disini penulis ingin menambahkan suatu sistem penjualan yang dapat memberikan manfaat lebih bagi pelanggan yang sudah menjadi
pelanggan tetap atau member mereka akan mendapatkan poin yaitu setiap member melakukan transaksi akan mendapatkan poin yang dapat di ambil pada akhir
tahun. Poin sini dapat diartikan yaitu satu poin bernilai seribu, setiap pembelian miniman dua ratus ribu akan mendapatkan satu poin. Dengan sistem poin ini diharapkan dapat miningkatkan penjualan.
Dengan adanya aplikasi Penjualan ini diharapkan aplikasi yang di bangun dapat membantu semua proses transaksi perusahaan yang dapat dilakukan dengan
mudah sehingga dapat membantu bagian penjualan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang sedang dihadapi oleh CV. Langgeng Jaya saat ini,
yaitu :
1.3 Batasan Masalah
Batasan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Dalam aplikasi ini tidak memperhitungkan biaya minimum pemesanan.
2. Aplikasi ini hanya membahas transaksi penjualan.
3. Proses pembayaran dilakukan secara manual, melalui transfer antar bank.
1.4 Tujuan
Dengan mengacu pada perumusan masalah maka tujuan dari
pembuatan aplikasi ini adalah sebagai berikut :
1. Menghasilkan Aplikasi Penjualan yang mampu memberikan informasi mengenai stok barang, diskon, dan informasi point member.
2. Menghasilkan Aplikasi Penjualan yang mampu memberikan laporan secara tepat, cepat dan detail.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dalam pembuatan aplikasi penjualan ini adalah sebagai berikut :
1. Bagian penjualan
a. Dapat mengetahui data-data pelanggan dengan cepat dan mudah.
b. Dapat mengetahui data-data produk yang kurang dari stok minimal. c. Dapat mengetahui laporan dari penjualan secara cepat dan akurat.
2. Bagian Gudang
3. Pelanggan
Dapat melakukan transaksi pemesanan hingga pembelian produk
secara cepat dan mudah serta pembayarannya. 4. Pemilik
Pemilik yang berwenang untuk menentukan kebijakan perusahan.
a. Dapat mengetahui laporan-laporan yang ada yaitu stok barang, stok produk, dan penjualan
b. Dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan perusahaan.
1.6 Sistematika Penulisan
Di dalam penulisan Laporan Kerja Praktek ini secara sistematika diatur dan disusun dalam lima bab, yaitu :
BAB I : PENDAHULUAN
Berisi Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan, Kontribusi, dan Sistematika Penulisan.
BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Pada bab ini membahas tentang gambaran umum CV. Langgeng
Jaya, Struktur Organisasi, Visi, dan Misi Perusahaan. BAB III : LANDASAN TEORI
Pada bab ini ditulis teori yang berhubungan dengan pembuatan
Data, Interaksi Manusia dan Komputer, Visual Basic .NET 2010,
definisi Sistem Penjualan, dan definisi Pemasaran. BAB IV : DESKRIPSI SISTEM
Pada bab ini dibahas mengenai gambaran sistem yang sedang berjalan dalam bentuk Document Flow serta dalam bentuk System
Flow, Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram mengenai
perancangan sistem yang dibuat. Selain itu, pada bab ini disertai struktur tabel dan desain input/output serta detil Aplikasi Penjualan
dari hardware dan software pendukung. BAB V : PENUTUP
Berisi kesimpulan serta saran sehubungan dengan adanya
5 BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejarah dan Perkembangan CV. Langgeng Jaya
CV. Langgeng Jaya, berdiri mulai tahun 2012 dan usaha tersebut bergerak
dibidang Minyak Goreng Kemasan dengan merk “Iga Mas”. Tujuan usaha ini
adalah menyediakan Minyak goreng yang Sehat dan Ekonomis untuk memuaskan kebutuhan masyarakat dari segala segi sehingga mereka bisa mendapatkan
Minyak goreng yang lebih berkualitas, lebih sehat dengan harga terjangkau. Minyak goreng “Iga Mas” terbuat dari buah Kelapa Sawit Murni dimana didalam minyak sawit terdapat kandungan alami Omega 9 atau asam oleat
sebanyak 40%-45% dan lebih tahan terhadap panas tinggi. Minyak goreng “Iga Mas” diproses dengan tahap Multi Proses penyaringan sehingga tetap bisa
mempertahankan kebaikan dari Omega 9 walaupun dimasak dalam suhu tinggi dan dapat mempertahankan secara optimal zat-zat yang bermanfaat bagi kesehatan.
2.2 Visi
2.3 Misi
Demi mencapai visi tersebut, CV. Langgeng Jaya merumuskan visi, yaitu:
1. Secara konsisten selalu mengutamakan Pelayanan Terbaik, Harmonis, dan saling menguntungkan diantara 4 (empat) pilar yaitu Pelanggan, Karyawan, Suplier dan Perusahaan.
2. Penyediaan Distribusi yang efektif dan efisien.
3. Secara konsisten selalu mengutamakan pelayanan sesuai keperluan
pelanggan.
4. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan tanggung jawab sosial.
2.4 Struktur Organisasi
Gambar 2.1. Struktur Organisasi CV. Langgeng Jaya
Berikut ini dijabarkan secara garis besar pekerjaan yang dilakukan oleh
masing – masing bagian di CV. Langgeng Jaya : a. Pemilik
Tugas dan tanggung jawab :
1. Membuat kebijakan-kebijakan yang berguna untuk mencapai tujuan
perusahaan
Pemilik
Bagian Gudang Bagian Pengiriman
Bagian Administrasi
2. Membina dan mengkoordinasi unit-unit kerja dibawahnya untuk mencapai
target yang telah ditetapkan.
3. Mengawasi dan mengendalikan kelancaran operasional perusahaan untuk
meningkatkan kinerja dalam mengembangkan usaha b. Bagian Pengiriman
Tugas dan tanggung jawab :
1. Mengirim barang yang dipesan oleh konsumen. 2. Mengambil barang yang dibeli dari supplier.
3. Melakukan penagihan piutang kepada pelanggan. c. Bagian Administrasi
Tugas dan tanggung jawab :
1. Mencatat kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pimpinan. 2. Mengatur dan mencatat jadwal kerja pimpinan.
3. Menerima dan mencatat nota pembelian dan penjualan yang diberikan oleh Bag.Penjualan.
4. Membuat laporan keuangan yang diberikan kepada pimpinan.
5. Mengatur keuangan perusahaan, seperti pembayaran hutang kepada supplier, pembayaran gaji karyawan, dan lain-lain.
d. Bagian Penjualan
Tugas dan tanggung jawab :
1. Melayani konsumen yang hendak melakukan transaksi pembelian.
2. Membuat nota pembelian dan penjualan, serta memberikan laporannya kepada Bag.Keuangan.
e. Bagian Gudang
Tugas dan tanggung jawab :
1. Melakukan pengecekan dan mencatat stok barang.
12 BAB III LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai dasar-dasar teori yang berhubungan
dengan permasalahan yang dibahas pada kerja praktek ini. Hal ini sangat penting karena
teori-teori tersebut digunakan sebagai landasan pemikiran dalam kerja praktek ini.
Adapun teori-teori yang digunakan sebagai berikut :
3.1 Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi secara umum memiliki tiga kegiatan utama, yaitu menerima
data sebagai masukan/input, kemudian memprosesnya dengan penggabungan unsur data
dan akhirnya memperoleh informasi/output (Jogiyanto, 1990).
Sistem Informasi Manajemen berfungsi untuk mengelola suatu sistem dengan
penerapan manajemen yang baik sehingga menghasilkan suatu informasi yang
dibutuhkan. Data-data yang sudah terkumpul kemudian diproses secara matang sehingga
akan dihasilkan informasi yang baik. Informasi yang dikeluarkan berupa laporan-laporan
yang lengkap seputar data yang ada dan melalui beberapa proses sistem informasi, seperti
pengumpulan data, pemrosesan data, dan sampai menghasilkan suatu output data yang
diinginkan sesuai dengan tujuan akhir dari sistem informasi yang dikerjakan (McLeod,
1998).
Namun komputer sebagai suatu sarana penunjang memiliki pula keterbatasan,
karena hanya berfungsi sebagai pengolah data berdasarkan program atau instruksi yang
diberikan. Dalam hal ini peranan manusia masih tetap penting yaitu sebagai pengendali
3.2 Analisa dan Perancangan Sistem
Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem
informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang
terjadi, dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.
Analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap
perancangan sistem. Langkah-langkah dasar dalam melakukan analisa sistem :
1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah.
2. Understand, yaitu memahami kinerja dari sistem yang ada.
3. Analyze, yaitu menganalisa sistem.
4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
Setelah analisis sistem dilakukan, tahap selanjutnya adalah perancangan sistem.
Perancangan sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu untuk memenuhi kebutuhan
kepada pemakai serta memberikan gambaran yang jelas dan lengkap kepada pemrogram
dan ahli teknik lainnya yang terlibat (Jogiyanto, 1990).
3.1 3.2.1 Document Flow
Bagan alur atau flowchart adalah bagan yang menunjukkan alur atau flow
dalam program ataupun prosedur sistem secara fisik. Bagan alur digunakan terutama
untuk alat bantu komunikasi dan dokumentasi (Jogiyanto, 1990). Bagan alur sistem
digambar dengan menggunakan simbol-simbol yang tampak antara lain berikut ini.
Tabel 3.1. Simbol Document Flow
Simbol Keterangan
Simbol dokumen, menunjukkan dokumen input dan output baik untuk proses manual atau komputer.
Simbol Keterangan
Simbol garis alur, menunjukkan arus dari proses.
Simbol proses manual, menunjukkan kegiatan yang masih diproses secara manual.
Simbol data file, menunjukkan tempat penyimpana data.
3.2.2 System Flow
Sistem Flow adalah bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara
menyeluruh dari suatu sistem dimana bagan ini menjelaskan urutan prosedur-prosedur
yang ada di dalam sistem (Jogiyanto, 1990). Dalam membuat Sistem Flow sebaiknya
ditentukan pula fungsi-fungsi yang melaksanakan atau bertanggung jawab terhadap
sub-sub sistem. Simbol-simbol yang digunakan dalam System Flow antara lain adalah :
Tabel 3.2. Simbol System Flow
Simbol Keterangan
Simbol proses, menunjukkan kegiatan proses dari operasi komputer.
Simbol inputan keyboard, menunjukkan data yang diinputkan melalui keyboard.
Simbol decission (keputusan).
Simbol Database.
3.2.3 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram digunakan untuk menggambarkan arus data di dalam sistem
baik (Jogiyanto, 1990). Beberapa simbol yang digunakan di DFD untuk maksud mewakili
adalah :
Tabel 3.3. Simbol Data Flow Diagram
Simbol Keterangan
Simbol ini digunakan sebagai sumber dari inputan sistem atau tujuan dari output sistem.
Simbol ini digunakan untuk melakukan suatu perubahan berdasarkan data yang diinputkan dan menghasilkan data dari perubahan tersebut.
Simbol ini digunakan sebagai simpanan dari data yang dapat berupa suatu file atau basis data.
Simbol ini digunakan untuk menghubungkan proses dengan proses, proses dengan sumber dan proses dengan tujuan. Anak panah menunjukkan arah aliran data.
3.2.4 Entity Relational Diagram (ERD)
Entity Relational Diagram digunakan untuk menggambarkan hubungan antar
entity yang terlibat dalam sistem yang akan di buat (Jogiyanto, 1990). Jenis relationship
diagram dapat berbentuk:
Tabel 3.4. Simbol Entity Relational Diagram
Simbol Keterangan
One to One yaitu relasi satu lawan satu yang terjadi bila satu record yang ada pada satu entity/tabel hanya punya satu relasi pada file lain.
One to Many yaitu relasi satu lawan banyak yang terjadi bila record dengan kunci tertentu pada satu file mempunyai relasi banyak record pada file lain.
3.3 Konsep Dasar Basis Data
3.3.1 Basis Data
Basis data terdiri atas 2 kata, yaitu Basis dan Data. Basis kurang lebih dapat
diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan data
adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suaatu objek seperti manusia
(pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan
sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi, atau
kombinasinya (Fathansyah, 2002).
Basis data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti :
Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi
sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian
rupa dan tanpa pengulangan (redundansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai
kebutuhan.
Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media
penyimpanan elektronis.
3.3.2 Database Management System
Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara
langsung, tetapi ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak (Sistem) yang khusus/spesifik.
Perangkat lunak ini disebut Database Management System (DBMS), dimana Database
Management System (DBMS) akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan,
diubah, dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data,
pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dan sebagainya,
Perangkat lunak yang termasuk DBMS seperti, dBase III+, dBase IV, FoxBase,
Rbase, Ms. Access, dan Borland Paradox (untuk kelas sederhana) atau Borland Interbase,
Ms. SQL Server, CA Open Ingres, Oracle, Informix, dan Sybase (untuk kelas
kompleks/berat).
3.4 Interaksi Manusia Dan Komputer
Interaksi manusia-komputer merupakan satu disiplin ilmu yang mengkaji
komunikasi atau interaksi di antara pengguna dengan sistem (Sudarmawan dan Ariyus,
2007). Definisi dari interaksi manusia-komputer adalah sebagai berikut :
1. Sekumpulan proses, dialog, dan kegiatan dimana melaluinya pengguna memanfaatkan dan berinteraksi dengan komputer.
2. Suatu disiplin ilmu yang menekankan pada aspek desain, evaluasi, dan
implementasi dari sistem komputer interaktif untuk kegunaan manusia dengan mempertimbangkan fenomena-fenomena di sekitar manusia itu sendiri.
3. Suatu studi ilmiah tentang masyarakat di dalam lingkungan kerjanya.
3.5 Visual Basic .NET 2010
Visual Basic .NET 2010 adalah salah satu bahasa pemrograman yang tergabung
dalam Microsoft Visual Studio 2010. Microsoft Visual Studio 2010 diperkenalkan
pertama kali ke masyarakat umum pertengahan Mei 2009 (Yuswanto dan Subari, 2010).
Dalam Visual Studio 2010 diperkenalkan beberapa kelebihan, diantaranya :
1. Teknologi yang ada mendukung “parallel programming” untuk manajemen developer dengan hadirnya fitur proyek manajemen, work item tracking, simple
server reporting service, dan version control.
2. Visual Studio 2010 sudah mendukung analisis dan desain UML bukan hanya coding,
3. Visual Studio 2010 dapat bekerja dengan baik pada platform windows untuk 32 bit
dan 64 bit khusus Vista.
4. Visual Studio 2010 dan Microsoft .NET Framework 4.0 membantu developer
menghasilkan performansi yang lebih dan menhasilkan aplikasi-aplikasi yang
scalable.
3.6 Sistem Penjualan
Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan
keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba. Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk
mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasilkan. Pada waktu menjual, kadang-kadang perusahaan harus menerima
pengembalian barang atau memberi potongan harga. Hal ini terjadi kalau barang yang dijual tidak sesuai dengan permintaan pembali. Penerimaan kembali barang yang telah dijual disebut retur (sales return), sedangkan pemberian potongan
harga disebut pengurangan harga (sales allowances). Pada umumnya penjualan retur dan pengurangan harga dicatat dalam satu perkiraan (Mulyadi, 2008).
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan antara lain : 1. Kualitas barang
Turunnya mutu barang dapat mempengaruhi volume penjualan, jika barang
2. Selera konsumen
Selera konsumen tidaklah tetap dan dia dapat berubah setiap saat, bilamana selera konsumen terhadap barang-barang yang kita perjualkan berubah maka
volume penjualan akan menurun. 3. Servis terhadap pelanggan
Merupakan faktor penting dalam usaha memperlancar penjualan terhadap
usaha dimana tingkat persaingan semakin tajam. Dengan adanya servis yang baik terhadap para pelanggan sehingga dapat meningkatkan volume penjualan.
4. Persaingan menurunkan harga jual
Potongan harga dapat diberikan dengan tujuan agar penjualan dan keuntungan perusahaan dapat ditingkatkan dari sebelumnya. Potongan harga tersebut dapat
diberikan kepada pihak tertntu dengan syarat-syarat tertentu pula.
3.7 Pemasaran
Menurut Kottler (2008 :5) pemasaran adalah proses mengelola hubungan
pelangan yang menguntungkan dengan menciptakan nilai bagi pelanggan dan menangkap nilai kembali dari pelanggan. Sasaran dari pemasaran adalah menarik
pelanggan baru dengan menyajikan keunggulan nilai serta menjaga dan menumbuhkan nilai pelanggan yang ada dengan memberikan kepuasan. Pemasaaran juga merupakan sebuah pemahaman pelanggan, dimana dalam
prosesnya pemasar akan menciptakan nila bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan untuk menangkap nilai dari pelanggan
konteks bisnis yang lebih sempit menjelaskan bahwa pemasaran merupakan
sebuah penciptaan hubungan pertukaran nilai pelanggan yang saling menguntungkan. Dengan menciptakan nilai-nilai bagi pelanggan, sebagai
imbalannya perusahaan akan menangkap nilai dari pelangan berupa penjualan, laba, dan ekuitas pelanggan dalam jangka panjang.
Pemasaran yang baik bukanlah nmerupakan suatu kebetulan, melainkan
merupakan hasil perhitungan yang cermat serta strategi yang telah di pikirkan terlebih dahulu. Konsep yang paling dasar yang mendasari pemasaran adalah
kebutuhan manusia, dimana keadaan dan perasaan kekurangan dari manusia. Adapun kebutuhan manusia meliputi kebutuhan fisik akan makanan, minuman, pakaian, kebutuhan sosial seperti kebersamaan dan perhatian, serta kebutuhan
50 BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari pembuatan aplikasi Sistem Informasi Penjualan pada CV. Langgeng Jaya adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan Sistem Informasi dari manual ke proses yang terkomputerisasi membuat kinerja sistem menjadi lebih baik sehingga kesalahan dari pihak
pengguna (human error) dapat diminimalkan khususnya dalam hal pencatatan arus material yang terjadi setiap harinya serta dalam hal pelaporan.
2. Implementasi dari sistem ini dapat menghasilkan laporan-laporan yang
diperlukan seperti laporan stok barang, laporan penjualan, laporan pembelian. 3. Dengan adanya sistem yang terkomputerisasi ini proses pencarian data dapat
dilakukan dengan cepat dan mudah.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang sudah dibuat, ada beberapa saran untuk
pengembangan sistem selanjutnya :
1. Pembuatan aplikasi tidak terbatas hanya pada ruang lingkup pembelian dan penjualan barang, dikembangkan lebih luas dengan merancang sistem
informasi pemasaran produk minyak goreng sehingga dapat membantu pekerjaan user secara keseluruhan.
DAFTAR PUSTAKA
Fathansyah. 2002. Basis Data. Informatika : Bandung.
Jogiyanto. 1990. Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur. Andi Offset : Yogyakarta.
Kottler dan Amstrong.2006.Prinsip-Prinsip Pemasaran Edisi 12 Jilid 1, Penerbit
Erlangga.Jakarta.
McLeod, Raymond Jr. 1998. Sistem Informasi Manajemen Jilid Pertama,
Prenhallindo, Jakarta.
Mulyadi, 2008, Sistem Akuntansi, Salem Empat, Jakarta.
Sudarmawan, ST, MT. dan Ariyus Dony. 2007. Interaksi Manusia dan Komputer.
Andi : Yogyakarta.
Yuswanto dan Subari. 2010. BOOM..! Visual Basic .NET 2010 Meledak. Cerdas
25 BAB IV
DESKRIPSI PEKERJAAN
4.1 Analisa Sistem
Berdasarkan hasil analisis sistem yang sedang berjalan saat ini pada CV. Langgeng Jaya, sistem yang ada di CV. Langgeng Jaya ini belum
terkomputerisasi dengan baik. Oleh karena itu dirancanglah sebuah sistem yang merupakan hasil pembahasan mengenai sistem yang seperti apa yang diinginkan
oleh CV. Langgeng Jaya, yaitu Aplikasi Penjualan yang menangani traksaksi penjualan.
4.2 Perancangan Sistem
Perancangan sistem dimaksudkan untuk membantu menyelesaikan masalah pada sistem yang sedang berjalan saat ini sehingga dapat menjadi lebih
baik dengan adanya sistem terkomputerisasi. Perancangan sistem menggunakan beberapa bahasa pemodelan untuk mempermudah analisa terhadap sistem. Pemodelan sistem yang digunakan adalah Document Flow, System Flow, Data
Flow Diagram, dan Entity Relationship Diagram.
3.1 4.2.1 Document Flow
Berikut ini adalah document flow dari aplikasi penjualan minyak goreng.
Document flow pertama menjelaskan tentang penjualan minyak goreng ke pada
diarsipkan. Lalu bagian kasir membuat laporan yang akan diserahkan pemilik
perusahaan. Untuk lebih detailnya dapat dilihat pada gambar 4.1.
Penjualan
Kasir
Konsumen Pemilik
Ph
ase
MULAI
Pesan Barang
Catat Pesanan
Buat Nota
Nota Pesanan
Nota Pesanan 1
Melakukan Pembayaran
Menerima Pembayaran
Mendapatkan Barang
Mencatat Penjualan di Jurnal Penjualan
Jurnal Penjualan
Jurnal Penjualan
SELESAI
3.24.2.2 Data Flow Diagram
Data Flow Diagram (DFD) menggambarkan aliran data yang terjadi di dalam sistem, sehingga dengan dibuatnya data flow diagram ini akan terlihat arus
data yang mengalir dalam sistem. Data flow diagram dimulai dari pembuatan
context diagram, kemudian data flow diagram level 0 hingga level terendah dari proses yang dibutuhkan. Pada data flow diagram tergambar proses-proses yang
berlangsung terhadap sistem. Selain itu, dapat juga terlihat entity luar yang berhubungan dengan sistem dengan memberikan input kepada sistem lalu sistem
juga akan memberikan output kepada entity tersebut. Terdapat juga data store
yang digunakan sistem untuk menyimpan dan membaca data untuk kebutuhan
input dan output terhadap proses yang berjalan.
a. Context Diagram
Context diagram sistem informasi penjualan terdapat empat entitas yaitu :
pelanggan, gudang, pemilik dan kasir. Masing – masing dari entity tersebut memberikan input dan sistem mengeluarkan output yang berupa laporan. Pada proses rancang bangun sistem informasi penjualan dimulai dari proses
pemesanan dari pelanggan, kemudian sistem melakukan cek barang yang ada di gudang dan apabila barang tersebut ada di gudang maka akan terjadi proses
Gambar 4.2 Context Diagram Aplikasi Penjualan
b. Diagram Berjenjang
Diagram berjenjang merupakan alat perancangan sistem yang dapat menampilkan seluruh proses yang terdapat pada suatu aplikasi tertentu dengan jelas dan terstruktur. Pada rancangan sistem informasi penjualan barang ini
terdiri dari 5 (lima) proses utama yaitu maintenance, penjualan, cek barang, pembuatan nota penjualan dan pembuatan laporan. Masing-masing dari
proses tersebut akan dijabarkan kembali ke dalam beberapa sub proses. Dari diagram berjenjang berikut ini akan terlihat masing-masing sub level dari Data
Flow Diagram (DFD). Seluruh proses yang terbentuk merupakan penjabaran dari masing-masing proses diatasnya dimana proses mengelola data master, melakukan transaksi dan mencetak laporan dapat diturunkan (decomposition)
lagi jadi beberapa sub proses. Adapun secara garis besar, diagram berjenjang
yang membangun rancangan aplikasi digambarkan seperti pada Gambar 4.3.
0
Gambar 4.3 Diagram Berjenjang Penjualan
c. Data Flow Diagram Level 0
Setelah Context Diagram sistem informasi penjualan didekomposisikan maka akan didapat DFD level 0 yang terdiri dari lima
subproses, yaitu :
1. Proses maintenance proses ini digunakan untuk input pelanggan, input
2. Proses Transaksi Penjualan, entitas dalam proses ini adalah pelanggan
memberukan inputan berupa data pesanan yang akan dibeli. Dari data-data tersebut sistem memproses transaksi penjualan ke pada kasir. Kemudian
sistem memproses pemesanan dari kasir ke bagian gudang, kemudian bagian pembelian melakukan pengurangan stok barang.
3. Proses pembuatan nota pembayaran pemesanan merupakan proses untuk
mencetak nota pembayaran per transaksi penjualan.
4. Proses cek stok barang merupakan proses perhitungan stok sebelum
dilakukan transaksi pembelian dan penjualan serta verifikasi stok barang yang habis.
5. Proses Pelaporan Proses Pembuatan Laporan yaitu berupa Proses Laporan
d. DFD Level 1 Sub Proses Maintenance
Gambar 4.5. DFD Level 1 Subproses Maintenance
Pada DFD Level 1 subproses maintenance data terdapat lima proses, yaitu
maintenance data pelanggan, maintenance data supplier, maintenance data barang, mengecek penjualan dana mengecek pembelian. Dalam proses pengolahan data awal yang di maksud adalah pengolahan untuk mengisi tabel
master. Data-data master yang telah terbentuk tetap dapat dilakukan update
e. DFD Level 1 Subproses Transaksi Penjualan
Gambar 4.6. DFD Level 1 Subproses Transaksi Penjualan
Berikut merupakan subsistem transaksi penjualan. Terdapat beberapa proses di dalam subsistem transaksi penjualan yaitu :
1. Proses pemesanan barang merupakan proses yang mencaatat pemesanan
pelanggan kemudian mengirimkannya ke bagian penjualan. Dalam proses ini terdapat proses pemesanan dan proses penyampaian data pesanan
2. Proses input transaksi penjualan merupakan proses yang mengelola data
transaksi penjualan untuk diproses dan disimpan dalam data store data transaksi penjualan.
3. Proses input detail transaksi penjualan merupakan proses yang mengelola inputen data detail transaksi penjualan untuk diproses dan disimpan dalam
data store data detail transaksi penjualan
4. Proses pengurangan stok barang merupakan proses pengurangan stok barang berdasarkan pesanan barang dari pelanggan
f. DFD Level 1 Subproses Pembelian
Berikut merupakan subsistem transaksi pembelian barang. Terdapat empat proses di dalam subsistem pembelian barang yaitu :
1. Proses pemesanan barang merupakan proses yang menentukan dan jenis jumlah stok barang yang dipesan kepada supplier.
2. Proses input data transaksi pembelian stok barang merupakan proses
yang mengelola data transaksi pembelian stok barang untuk diproses dan disimpan dalam data store transaksi pembelian barang.
3. Proses input data detail transaksi pembelian merupakan prose yang mengelola data detail transaksi pembelian bahan baku diproses dan disimpan dalam data store data detail transaksi pembelian.
4. Proses penambahan stok barang merupakan proses penambahan jumlah stok barang berdasarkan barang yang dibeli. Pada proses ini terjadi stok
Gambar 4.7. DFD Level 1 Subproses Pembelian [DtSupplier]
[Data Barang]
Data Pembelia Data Transaks i Pembelian
Data Pemesanan
[DtDetailPembelian]
[DtBarang] [DtPembelian] Gudang
4 DtPembelian
5 DtDetailPembelian
2 dt_barang
3.1
Pemes anan Barang
3.2
Input Data Transaksi Pembelian
3.3
Input Data Detail Transaksi Pembelian
3.4
Menambah Stoc k
g. DFD Level 1 Subproses Pembuatan Nota Penjualan
Gambar 4.8. DFD Level 1 Subproses Pembuatan Nota Penjualan
Subsistem pembuatan nota. Terdapat tiga proses di dalam subsistem
pembuatan laporan yaitu :
1. Proses cek data transaksi penjualan merupakan proses cek kesamaan data
penjualan dengan data pesanan
2. Proses menghitung pembayaran transaksi penjualan merupakan proses yang menghitung jumlah pesanan barang yang di pesan pelanggan. Hasil
perhitungan juga termasuk diskon
data pembayaran
[dt detil penjualan]
[Nota Penjualan] [Nota Pembayaran Penjualan]
[Data Bayar]
[dt_penjualan]
Pelanggan Kasir
Kasir
3 dt_penjualan
4.1
Cek Data Transaksi Penjualan
4.2
Menghitung Pembayaran Transaksi Penjualan
4.3
Mencetak Nota
3. Proses mencetak nota pembayaran pemesanan merupakan proses yang
menghitung stok setelah proses transaksi penjualan
h. DFD Level 1 Subprooses Pembuatan Laporan
Berikut ini adalah DFD level 1 sub proses pembuatan laporan yang
terdiri dari beberapa proses yaitu yaitu pembuatan laporan penjualan, pembuatan laporan stok barang dan pembuatan laporan pembelian.
Gambar 4.9. DFD Level 1 Subproses Pembuatan Laporan 3.3 4.2.3 Entity Relationship Diagram
Entity relationship diagram (ERD) dari Aplikasi Penjualan yang terdiri
dari Conceptual Data Model (CDM) dan Physical Data Model (PDM) dijelaskan pada gambar 4.24 dan gambar 4.25.
a. Conceptual Data Model (CDM)
Sebuah Conceptual Data Model (CDM) menggambarkan secara keseluruhan konsep struktur basis data yang di rancang untuk aplikasi sebagaimana terlihat
dibawah ini.
Gambar 4.10. Conceptual Data Model Aplikasi Penjualan
b. Physical Data Model (PDM)
Sebuah Physical Data Model (PDM) menggambarkan secara detil konsep rancangan struktur basis data yang dirancang untuk suatu aplikasi. PDM
merupakan hasil generate dari CDM. Pada PDM tergambar jelas tabel-tabel penyusun basis data beserta field-field yang terdapat pada setiap tabel sebagai mana pada gambar di bawah ini.
Gambar 4.11. Physical Data Model Aplikasi Penjualan 3.4 4.2.4 Struktur Tabel
Suatu rancangan database harus disesuaikan dengan DFD dan ERD yang telah dibuat, dimana database tersebut harus sesuai dengan kebutuhan informasi
yang diperlukan oleh user.
Adapun tabel-tabel yang digunakan dalam aplikasi ini adalah sebagai berikut :
a. Nama Tabel : IDSupplier Primary Key : IDSupplier
Foreign Key : -
Tabel 4.1. Tabel Supplier
No. Field Type Length Description
1 IDSupplier Int Identitas
2 NamaSupplier Varchar Nama Supplier
3 Alamat Varchar 50 Alamat Supplier
4 Kota varchar 20 Asal Kota
5 NoTelp varchar 15 Komunikasi
6 NoHp varchar 15 Komunikasi
7 ContactPerson varchar 15 Komusikasi
b. Nama Tabel : Pelanggan Primary Key : IDPelanggan
Foreign Key : -
Fungsi : Untuk menyimpan data Pelanggan.
Tabel 4.2. Tabel Pelanggan
No. Field Type Length Description
1 IDPelanggan Int Identitas
2 NamaPelanggan Varchar 20 Nama Pelanggan
3 Alamat Varchar 30 Alamat Pelanggan
4 Kota Varchar 20 Asal Kota
5 NoTelp varchar 15 Komunikasi
6 NoHp Varchar 15 Komunikasi
c. Nama Tabel : Barang Primary Key : IDBarang Foreign Key : -
Tabel 4.3. Tabel Barang
No. Field Type Length Description
1 IDBarang Int Identitas Barang
2 NamaBarang Varchar 20 Nama Barang
3 Jumlah Numeric Jumlah Barang
4 Keterangan varchar 50 Keterangan
5 HargaBeli money Harga Beli
6 HargaJual money Harga Jual
7 Supplier Varchar 20 Nama Supplier
d. Nama Tabel : Penjualan
Primary Key : IDPenjualan, IDPelanggan
Foreign Key : -
Fungsi : Untuk menyimpan Data Penjualan Barang.
Tabel 4.4. Tabel Penjualan
No. Field Type Length Description
1 IDPenjualan Int Identitas Penjualan
2 IDPelanggan Int Identitas
Pelanggan
3 TglJual Date Tanggal
4 TotalJual Numeric Total Bayar
e. Nama Tabel : Detil Penjualan
Primary key : IDPenjualan, IDBarang Foreign Key : -
Fungsi : Untuk menyimpan semua Detail Penjualan.
Tabel 4.5. Tabel Detail Penjualan
No. Field Type Length Description
1 IDPenjualan int Identitas Penjualan
2 IDBarang int Identitas Barang
3 IDPenjualan int Identitas Penjualan
4 JumlahJual numeric Jumlah Barang yang
dibeli
f. Nama Tabel : Pembelian Primary Key : IDPembelian, IDSupplier
Foreign Key :
Fungsi : Untuk menyimpan Data Pembelian.
Tabel 4.6. Tabel Pembelian
No. Field Type Length Description
1 IDPembelian int Identitas Pembeli
2 IDSupplier int Identitas Supplier
3 TanggalPembelian date Tanggal Pembelian
4 TotalBeli int Total Bayar
g. Nama tabel : Detail Pembelian
Primary Key : IDPembelian, IDBarang, IDSupplier Foreign Key : -
Fungsi : Untuk menyimpan Data Detail Pembelian.
Tabel 4.7. Tabel Detail Pembelian
No. Field Type Length Description
1 IDPembelian int Identitas Pembelian
2 IDBarang int Identitas Barang
3 IDSupplier int Identitas Supplier
4 HargaBeli money Harga Beli
5 JumlahBeli numeric Jumlah Barang yg
dibeli
h. Nama tabel : Retur Penjualan Primary Key : IDRetuPenjualan, IDPenjualan Foreign Key : -
Tabel 4.8. Tabel Retur Penjualan
No. Field Type Length Description
1 IDReturPenjualan int Identitas Retur
Penjualan
2 IDPenjualan int Identitas Penjualan
3 IDPelanggan int Identitas Pelanggan
4 Tanggal Date Tanggal
i. Nama Tabel : Detil Retur Penjualan
Primary Key : IDReturJual, IDPenjualan, IDBarang Foreign Key : -
Fungsi : Untuk menyimpan data detil retur penjualan.
Tabel 4.9. Tabel Detil Retur Penjualan
No. Field Type Length Description
1 IDReturJual int Identitas Retur
2 IDPenjualan int Identitas Penjualan
3 IDBarang int Identitas Barang
4 JumlahReturJual numeric Jumlah Barang
yang diretur 5 KeteranganReturJual varchar Keterangan barang
retur
3.5 4.2.5 Desain I/O (Input/Output)
Berikut ini merupakan rancangan desain input/output dari Sistem
Informasi Penjualan pada CV. Langgeng Jaya. a. Form Menu Utama
Form Menu Utama
Penjualan Pembelian
Master Laporan
Menu
Gambar 4.12. Desain Form Menu Utama
b. Form Login
Form Login digunakan sebagai autentifikasi user yang ingin masuk ke dalam sistem, dimana user dibagai ke dalam 2 group, yaitu : Administrator, dan Manajer. Masing-masing group memiliki hak akses yang berbeda-beda.
Desain Form Login dapat dilihat pada gambar 4.13.
Form Login
User ID
Password
OK CANCEL
c. Form Satuan
Form Satuan digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data kode dan nama satuan. Desain Form Satuan mempunyai lima button yaitu
new, edit, delete, preview dan close. Form Satuan dapat dilihat pada Gambar 4.14.
Form Satuan
Nama Kode
Find Clear
New Edit Delete Preview Close
Gambar 4.14. Desain Form Satuan
d. Form Kategori
Form Kategori digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data kode, nama satuan dan keterangan. Desain Form Kategori mempunyai lima
Form Kategori
Nama
Kode Keterangan
Find Clear
New Edit Delete Preview Close
Gambar 4.15. Desain Form Kategori
e. Form Kontak
Form Kontak digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data
kontak Supplier, Customer, Pegawai. Desain Form Kontak mempunyai lima
button yaitu new, edit, delete, preview dan close. Form Kontak dapat dilihat pada Gambar 4.16.
Form Kontak
Nama
Kode Alamat Telp
Find Clear
New Edit Delete Preview Close
f. Form Daftar Barang
Form Daftar Barang digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data kode, nama, kategori dan supplier. Desain Form Daftar Barang
mempunyai lima button yaitu new, edit, delete, preview dan close. Form Daftar Barang dapat dilihat pada Gambar 4.17.
Form Daftar Barang
Nama
Kode Kategori Supplier
Find Clear
New Edit Delete Preview Close
Gambar 4.17. Desain Form Daftar Barang
g. Form Daftar Pembelian
Form Daftar Pembelian digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data kode, supplier, tanggal, total dan keterangan. Desain Form
Daftar Pembelian mempunyai enam button yaitu new, edit, delete, print faktur,
Form Daftar Pembelian
Supplier
Kode Tanggal Total Keterangan
Find Clear
New Edit Delete Print Faktur Close
01-05-2014 01-06-2014
Tanggal S/D
Refresh
Gambar 4.18. Desain Form Daftar Pembelian
h. Form Daftar Penjualan
Form Daftar Penjualan digunakan untuk menambah, mengubah, dan
menghapus data kode penjualan, tanggal penjualan, tanggal tempo pembayaran, customer dan total penjualan. Desain Form Daftar Penjualan mempunyai enam button yaitu new, edit, delete, print faktur, refresh dan
Form Daftar Penjualan
Tanggal
Kode Tgl Tempo Customer Total
Find Clear
New Edit Delete Print Faktur Close
01-05-2014 01-06-2014
Tanggal S/D
Refresh
Gambar 4.19. Desain Form Daftar Penjualan
4.3 Implementasi Sistem
Implementasi sistem ini akan menjelaskan detil dari aplikasi Sistem Informasi Penjualan, mulai dari spesifikasi hardware / software pendukung, cara
installasi program, serta fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi.
3.6 4.3.1 Kebutuhan Sistem
Sistem yang digunakan untuk menjalankan aplikasi ini terdiri dari
hardware dan software pendukung. Adapun hardware dan software pendukung yang digunakan adalah sebagai berikut :
Spesifikasi hardware pendukung terdiri dari : 1. Processor Core 2 Duo atau lebih tinggi.
Spesikasi software pendukung terdiri dari :
1. Sistem Operasi Microsoft Windows 7 Professional Edition / Ultimate. 2. Microsoft Visual Studio .NET 2010.
3. CRRuntime 32 bit.
4. Microsoft SQL Server 2008 Express Editon. 5. .NET Framework 4.0 atau lebih tinggi.
4.3.2 Cara Instalasi Program
Langkah pertama untuk melakukan instalasi program ini adalah
melakukan instalasi .NET Framework 4.0 dan CRRuntime 32 bit agar program dapat berjalan tanpa perlu melakukan instalasi Microsoft Visual Studio 2010. Selanjutnya adalah melakukan instalasi Microsoft SQL Server 2010 Express
Edition sebagai akses database. Tahap terakhir adalah melakukan instalasi program aplikasi Sistem Informasi Penjualan (setup.exe). Setelah semua tahap
selesai dilakukan maka program telah siap untuk digunakan.
4.3.3 Implementasi Sistem
Dibawah ini merupakan petunjuk penggunaan fitur-fitur yang terdapat
pada Sistem Informasi Penjualan pada CV. Langgeng Jaya. a. Form Utama
Inilah halaman yang pertama kali akan ditampilkan ketika user membuka sistem informasi penjualan. Status pertama kali ketika belum masuk kedalam
Gambar 4.20. Form Utama
Agar bisa masuk ke dalam sistem informasi penjualan. User harus melakukan
login dengan memasukkan username dan password di dalam tampilan login. Untuk menampilkan tampilan login, harus menekan tombol login di tampilan
status sehingga tampilannya akan menjadi seperti Gambar 4.21.
b. Form Satuan
Form Satuan digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data Satuan. Tampilan Form Satuan dapat dilihat pada gambar 4.22.
Gambar 4.22. Form Satuan
Untuk dapat mengisi Data Satuan, terlebih dahulu user menekan tombol “New” untuk mengaktifkan groupbox Data Satuan. textbox “Kode”. Untuk
menyimpan Satuan, textbox“Nama” harus diisi terlebih dahulu kemudian tekan
tombol “Simpan”.
Untuk mengubah Data Satuan, user harus memilih terlebih dahulu data yang akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada
datagridview yang akan diubah. Setelah field input terisi data sesuai dengan data yang terpilih pada datagridview, tekan tombol “Edit” kemudian user dapat
melakukan perubahan data pada Pengaturan Data Satuan. Setelah perubahan data selesai dilakukan, tekan tombol “Simpan” untuk melakukan perubahan
yang akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris
pada datagridview yang akan dihapus. Setelah field input terisi data sesuai dengan data yang terpilih pada datagridview, user dapat melakukan
penghapusan data pada Data Satuan dengan menekan tombol “Delete”. Tombol “Close” berfungsi untuk menutup Form Data Satuan.
c. Form Kategori
Form Kategori digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data Kategori. Tampilan Form Kategori dapat dilihat pada gambar 4.23.
Gambar 4.23. Form Kategori
Untuk dapat mengisi Data Kategori, terlebih dahulu user menekan tombol “New” untuk mengaktifkan groupbox Data Kategori. textbox “Kode”. Untuk
menyimpan kode kategori, textbox “Nama” dan textbox “Keterangan” harus diisi terlebih dahulu kemudian tekan tombol “Simpan”.
datagridview yang akan diubah. Setelah field input terisi data sesuai dengan
data yang terpilih pada datagridview, tekan tombol “Edit” kemudian user dapat melakukan perubahan data pada Data Kategori. Setelah perubahan data selesai dilakukan, tekan tombol “Simpan” untuk melakukan perubahan data. Untuk
menghapus Data Kategori, user harus memilih terlebih dahulu data yang akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada
datagridview yang akan dihapus. Setelah field input terisi data sesuai dengan data yang terpilih pada datagridview, user dapat melakukan penghapusan data
pada Data Kategori dengan menekan tombol “Delete”. Tombol “Close” berfungsi untuk menutup Form Data Kategori.
d. Form Kontak
Form Kontak digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data Kontak supplier, customer, sales. Tampilan Form Kategori dapat dilihat pada
gambar 4.24.
Untuk dapat mengisi Data Kontak, terlebih dahulu user menekan tombol “New” untuk mengaktifkan groupbox Data Kontak. textbox “Kode”. Untuk
menyimpan kode kategori, textbox “Nama” untuk menyimpan nama kontak,
textbox “Alamat” untuk menyimpan data alamat, textbox “Kota” untuk
menyimpan kota, textbox “NoTelp” untuk menyimpan no telp , textbox
“NoHP” untuk menyimpan no hp dan textbox “Keterangan” harus diisi terlebih dahulu kemudian tekan tombol “Simpan”.
Untuk mengubah Data Kontak, user harus memilih terlebih dahulu data yang
akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada
datagridview yang akan diubah. Setelah field input terisi data sesuai dengan data yang terpilih pada datagridview, tekan tombol “Edit” kemudian user
dapat melakukan perubahan data pada Data Kontak. Setelah perubahan data selesai dilakukan, tekan tombol “Simpan” untuk melakukan perubahan data.
Untuk menghapus Data Kontak, user harus memilih terlebih dahulu data yang akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada
datagridview yang akan dihapus. Setelah field input terisi data sesuai dengan data yang terpilih pada datagridview, user dapat melakukan penghapusan data pada Data Kontak dengan menekan tombol “Delete”. Tombol “Close”
e. Form Barang
Form Barang digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data
Barang. Tampilan Form Barang dapat dilihat pada gambar 4.25.
Gambar 4.25. Form Barang
Untuk dapat mengisi Data Barang, terlebih dahulu user menekan tombol “New” untuk mengaktifkan groupbox Data Barang. textbox “Kode”. Untuk
menyimpan kode barang, textbox “Nama”, textbox “Kategori” untuk menyimpan data kategori barang , textbox “Supplier” untuk menyimpan data
supplier, textbox “Harga Jual” untuk menyimpan harga jual, dan textbox
“Keterangan” harus diisi terlebih dahulu kemudian tekan tombol “Simpan”.
Untuk mengubah Data Barang, user harus memilih terlebih dahulu data yang akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada
dilakukan, tekan tombol “Simpan” untuk melakukan perubahan data. Untuk
menghapus Data Barang, user harus memilih terlebih dahulu data yang akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada
datagridview yang akan dihapus. Setelah field input terisi data sesuai dengan data yang terpilih pada datagridview, user dapat melakukan penghapusan data pada Data Barang dengan menekan tombol “Delete”. Tombol “Close”
berfungsi untuk menutup Form Data Barang. f. Form Gudang
Form Gudang digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data Gudang. Tampilan Form Gudang dapat dilihat pada gambar 4.26.
Gambar 4.26. Form Gudang
Untuk dapat mengisi Data Gudang, terlebih dahulu user menekan tombol “New” untuk mengaktifkan groupbox Data Gudang. textbox “Kode”. Untuk
textbox “Alamat” untuk menyimpan alamat gudang dan textbox “Penanggung
Jawab” harus diisi terlebih dahulu kemudian tekan tombol “Simpan”.
Untuk mengubah Data Gudang, user harus memilih terlebih dahulu data yang
akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada
datagridview yang akan diubah. Setelah field input terisi data sesuai dengan data yang terpilih pada datagridview, tekan tombol “Edit” kemudian user dapat
melakukan perubahan data pada Data Gudang. Setelah perubahan data selesai dilakukan, tekan tombol “Simpan” untuk melakukan perubahan data. Untuk
menghapus Data Gudang, user harus memilih terlebih dahulu data yang akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada
datagridview yang akan dihapus. Setelah field input terisi data sesuai dengan data yang terpilih pada datagridview, user dapat melakukan penghapusan data pada Data Gudang dengan menekan tombol “Delete”. Tombol “Close”
berfungsi untuk menutup Form Data Gudang. g. Form Pembelian
Form Pembelian digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data
Gambar 4.27. Form Pembelian
Untuk dapat mengisi Data Pembelian, terlebih dahulu user menekan tombol “New” untuk mengaktifkan groupbox Data Pembelian. textbox “Kode”. Untuk
menyimpan kode barang, textbox “Supplier”, textbox“Tangal”, textbox “Total”
dan textbox “Keterangan” harus diisi terlebih dahulu kemudian tekan tombol “Simpan”.
Untuk mengubah Data Pembelian, user harus memilih terlebih dahulu data yang akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada datagridview yang akan diubah. Setelah field input terisi data sesuai
dengan data yang terpilih pada datagridview, tekan tombol “Edit” kemudian
user dapat melakukan perubahan data pada Data Pembelian. Setelah perubahan data selesai dilakukan, tekan tombol “Simpan” untuk melakukan perubahan
data. Untuk menghapus Data Pembelian, user harus memilih terlebih dahulu
pada datagridview yang akan dihapus. Setelah field input terisi data sesuai
dengan data yang terpilih pada datagridview, user dapat melakukan penghapusan data pada Data Pembelian dengan menekan tombol “Delete”. Tombol “Print Faktur” berfungsi untuk mencetak faktur pembelian dan
terdapat tombol “Close” berfungsi untuk menutup Form Data Pembelian.
h. Form Penjualan Customer
Form Penjualan digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus data Penjualan. Tampilan Form Penjualann dapat dilihat pada gambar 4.28.
Gambar 4.28. Form Penjualan Customer
Untuk dapat mengisi Data Penjualan, terlebih dahulu user menekan tombol “New” untuk mengaktifkan groupbox Data Pembelian. textbox “Kode”. Untuk
menyimpan kode barang, textbox “Tanggal”, textbox “Customer”, combobox
“Sales” textbox “Total” dan textbox “Keterangan” harus diisi terlebih dahulu
Untuk mengubah Data Penjualan, user harus memilih terlebih dahulu data yang
akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada
datagridview yang akan diubah. Setelah field input terisi data sesuai dengan
data yang terpilih pada datagridview, tekan tombol “Edit” kemudian user dapat melakukan perubahan data pada Data Penjualan. Setelah perubahan data selesai dilakukan, tekan tombol “Simpan” untuk melakukan perubahan data. Untuk
menghapus Data Penjualan, user harus memilih terlebih dahulu data yang akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada
datagridview yang akan dihapus. Setelah field input terisi data sesuai dengan data yang terpilih pada datagridview, user dapat melakukan penghapusan data pada Data Penjualan dengan menekan tombol “Delete”. Tombol “Print Faktur”
berfungsi untuk mencetak faktur Penjualan dan terdapat tombol “Close” berfungsi untuk menutup Form Data Penjualan.
i. Form Retur Penjualan
Form Retur Penjualan digunakan untuk menambah, mengubah, dan menghapus
Gambar 4.29. Form Retur Penjualan
Untuk dapat mengisi Data Retur Penjualan, terlebih dahulu user menekan tombol “New” untuk mengaktifkan groupbox Data Retur Penjualan. textbox
“Kode”. Untuk menyimpan kode barang, textbox “Customer”, textbox
“Tanggal”, textbox “Total” dan textbox “Keterangan” harus diisi terlebih
dahulu kemudian tekan tombol “Simpan”.
Untuk mengubah Data Retur Penjualan, user harus memilih terlebih dahulu data yang akan diubah pada datagridview. Pilih data dengan cara memilih baris pada datagridview yang akan diubah. Setelah field input terisi data sesuai
dengan data yang terpilih pada datagridview, tekan tombol “Edit” kemudian
user dapat melakukan perubahan data pada Data Retur Penjualan. Setelah perubahan data selesai dilakukan, tekan tombol “Simpan” untuk melakukan
perubahan data. Untuk menghapus Data Retur Penjualan, user harus memilih
terisi data sesuai dengan data yang terpilih pada datagridview, user dapat
melakukan penghapusan data pada Data Retur Penjualan dengan menekan tombol “Delete”. Tombol “Print Faktur” berfungsi untuk mencetak faktur
Retur Penjualan dan terdapat tombol “Close” berfungsi untuk menutup Form Data Retur Penjualan.
j. Faktur Penjualan
Faktur Penjualan digunakan untuk mencetak Faktur atau Nota yang diberikan
kepada Customer sebagai tanda terima telah melakukan pembelian barang. Tampilan Faktur Penjualan dapat dilihat pada gambar 4.30.