7
TUGAS AKHIR
ANALISIS PROSEDUR PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI
KANTOR CABANG KABANJAHE
Oleh :
NABILAH ALFANJA 122102090
PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
i
Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih dan
rasa puji syukur sedalam-dalamnya kepada Allah SWT, karena atas penyertaan
dan berkatNya, peneliti dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan tepat dan
sesuai dengan waktu yang direncanakan. Judul yang dipilih penulis untuk tugas
akhir ini adalah “Analisis Prosedur Pembiayan Mudharabah padaPT. Bank
Syariah Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe”
Penulis menyadari adanya kekurangan dan kelemahan dalam penulisan
tugas akhir ini dikarenakan oleh terbatasnya waktu, informasi yang didapatkan,
serta pengetahuan peneliti sendiri. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya
kritikan dan masukan, serta saran yang membangun dari berbagai pihak guna
melengkapi dan menyempurnakan tugas akhir ini. Selama proses penyelesaian
tugas akhir ini banyak kendala yang dihadapi, namun semua itu dapat diatasi
karena bantuan yang tulus dari berbagai pihak yang kerap kali membantu peneliti
selama proses penulisan tugas akhir berlangsung
Untuk itu pada kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah terlibat.
1. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec, Ac, Ak, CA, selaku Dekan Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara atas dedikasinya demi
ii
2. Bapak Fahmi Natigor Nasution SE, M.Acc, Ak, selaku Pembantu Dekan I dan
sekaligus sebagai supervisi magang mahasiswa Program Diploma III Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA, selaku Ketua Program Studi Diploma III
Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara dan
sekaligus sebagai dosen pembimbing penulis yang telah berkenan meluangkan
waktunya untuk memberikan arahan dan bimbingan serta dukungan yang
sangat berharga bagi penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
4. Bapak Drs. Chairul Nazwar M.Si, Ak, selaku Sekretaris Program Studi
Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak dan Ibu Dosen/Pengajar, Pembimbing dan Penasehat Akademik di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah mengajarkan beragam mata kuliah
yang sangat bermanfaat.
6. Pimpinan Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe dan serta seluruh
staff/pegawai yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk
mengadakan penelitian.
7. Teristimewa kepada ayahanda tercinta Drs. Jamaluddin Panjaitan, ibunda
Dra. Nursalbiah Br Kembaren, dan tante-tante tersayang atas kasih sayang,
perhatian, serta nasihatnya yang telah membesarkan dan mendidik sehingga
penulis berhasil menyusun tugas akhir dan menyelesaikan studi di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Serta untuk kedua adik saya
Ahmad Najib Alfanja dan Nadien Khalifah Zahrah Alfanja atas dukungan dan
iii
saya Larasati Chairina, Dyah Puspita, Desy Jayanti, Ibu Kost saya Zairina
Nabila yang telah memberikan dukungan dan semangat sehingga penulis
dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.
Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih, semoga tulisan ini berguna
bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan, masyarakat luas pada umumnya dan
mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis pada khususnya.
Medan, 2015 Penulis
iv A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan Masalah... 3
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3
D. ,Rencana Penulisan.... ... 4
1. Jadwal Penelitian ... 4
2. Rencana Isi ... 5
BAB II : PT. BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG KABANJAHE A. Sejarah Ringkas ... 7
B. Struktur Organisasi dan Personalia ... 9
C. Job Description atau Uraian Tugas... 11
D. Jaringan Usaha atau Kegiatan ... 26
E. Kinerja Usaha Terkini ... 26
v
PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG KABANJAHE
A. Pembiayaan Mudharabah ... 28
B. Prosedur Pembiayaan Mudharabah... 30
1. Pengajuan Permohonan Pembiayaan Mudharabah ... 30
2. Syarat-Syarat Pembiayaan Mudharabah... 30
3. Analisis dan Evaluasi Pembiayaan Mudharabah ... 33
4. Perhitungan Kebutuhan Pembiayaan ... 40
5. Pencatatan Akuntansi Pembiayaan Mudharabah ... 42
C. Keputusan Permohonan Pembiayaan Mudharabah... 43
D. Analisis Hasil Penelitian Terhadap Prosedur Pembiayaan Mudharabah... 43
E. Flowchart Prosedur Pembiayaan Mudharabah ... 45
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 47
B. Saran ... 48
vi
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1 Jadwal Penelitian ……… 4
Tabel 3.1 Perhitungan Lamanya Perputaran
Masing-Masing Modal Kerja PT. “T” ……… 41
Tabel 3.3 Perhitungan Kebutuhan Modal Kerja ………. 41
vii
Halaman
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Praktek perbankan berdasarkan prinsip bagi hasil, di lakukan di Indonesia
setelah dikeluarkannya Undang-Undang No.72 tahun 1992 tentang perbankan
syariah serta dikeluarkannya fatwa bunga haram dari majelis ulama Indonesia
(MUI) tahun 2003. Banyak bank yang menjalankan operasionalnya secara prinsip
syariah. Dengan diperkenalkannya jenis bank dengan prinsip bagi hasil, maka
dalam sistem perbankan Indonesia selain bank umum yang kita kenal selama ini,
bank dapat pula memilih kegiatan usaha berdasarkan sistem bagi hasil.
Perbedaan prinsip perbankan umum dengan bank bagi hasil terletak pada
sistem bunga. Bank bagi hasil dalam menjalankan operasinya tidak menggunakan
sistem bunga sebagai dasar untuk menentukan imbalan yang akan diterima atas
jasa pembiayaan yang diberikan. Demikian pula imbalan yang diberikan kepada
nasabah atas dana yang dititipkan kepada bank. Penetuan imbalan yang
diinginkan dan yang akan diberikan tersebut semata-mata didasarkan pada prinsip
bagi hasil. Pada bank umum imbalan didalam penghimpunan dana dari
masyarakat dan menyalurkan dana kepada masyarakat dihitung dalam bentuk
bunga yang dinyatakan dalam persentase tertentu.
Berdasarkan hukum-hukum syariah tersebut bank syariah lebih
mengutamakan unsur kepercayaan didalam pemberian pembiayaan yang
mudharabah. Mudharabah suatu akad kerja sama antara penyedia dana usaha
(shahibul maal) menyediakan modal 100% dengan manajemen usaha (mudharib)
untuk memperoleh hasil usaha sesuai dengan pembagian hasil usaha sesuai porsi
(nisbah) yang disepakati bersama pada awal.
Secara teoritis, pemberian pembiayaan yang dilakukan oleh bank syariah
tidak memiliki resiko kredit macet yang cukup tinggi karena pembiayaan
dilakukan atas hukum-hukum syariah, namun sering kali dalam pelaksanaannya
sistem ini masih juga mengandung resiko kredit macet, yang disebabkan nasabah
yang mengajukan permohonan pembiayaan ternyata tidak layak diberikan
pembiayaan. Dengan demikian diperlukannya informasi yang mendukung
pengawasan serta analisa didalam prosedur pemberian pembiayaan. Bagaimana
penerapan prosedur pembiayaan yang dilakukan oleh PT. Bank Syariah Mandiri
Kantor Cabang Kabanjahe khususnya pembiayaan Mudharabah telah
dilaksanakan sebagaimana mestinya dalam menentukan kriteria layak atau tidak
layaknya Mudharib menerima pembiayaan, agar resiko kredit macet dapat
diminimalisasi.
Berdasarkan uraian penulis tertarik untuk menganalisis prosedur
pembiayaan pada Bank Syariah Mandiri, khususnya system pembiayaan
mudharabah, maka penulis mengambil judul “Analisis Prosedur Pembiayaan
Mudharabah Pada PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe”.
B. Rumusan Masalah
Setiap perusahaan pasti memiliki masalah, apalagi yang kita ketahui saat ini
3
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa yang menjadi topik permasalahan
yang akan dibahas dalam penulisan tugas akhir ini adalah: “ Bagaimanakah
Prosedur Pembiayaan Mudharabah Pada PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe? ”
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui
prosedur pembiayaan mudharabah yang dilakukan oleh PT. Bank Syariah Mandiri
Kantor Cabang Kabanjahe.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diperoleh dari penulis maupun perusahaan tempat
melakukan penelitian adalah sebagai berikut :
a. Bagi Peneliti
Penulisan tugas akhir ini berguna untuk memenuhi persyaratan Akademik
dalam menyelesaikan studi dari Fakultas Ekonomi Program Diploma III
Akuntansi Universitas Sumatera Utara dan sebagai bahan perbandingan bagi
penulis antara teori yang diperoleh selama pendidikan dengan penerapannya yang
dijumpai di dalam perusahaan.
Berguna sebagai bahan masukan bagi PT. Bank Syariah Mandiri Kantor
Cabang Kabanjahe dan dapat menjadi suatu bahan pertimbangan dalam pemberian
pembiayaan mudharabah dimasa yang akan datang.
c. Bagi Peneliti Lain
Peneliti berharap hasil penelitian ini nantinya dapat bermanfaat bagi
peneliti lain dan dapat menjadi bahan masukan apabila melakukan penelitian
mengenai analisis prosedur penbiayaan mudharabah di tahun-tahun mendatang.
D. Rencana Penulisan
Dalam penyusunan tugas akhir ini, peneliti mempunyai rencana penulisan
yang terdiri dari jadwal penelittian dan laporan penelitian.
1. Jadwal Survey/Observasi
Penelitian ini akan dilakukan di PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang
Kabanjahe JL. Selamat Ketaren
Tabel 1.1
Jadwal Survey/Observasi dan Penyusunan Tugas Akhir
No. Keterangan
Mei 2015 Juni 2015
I II III IV I II III IV
1 Pengesahan Penulisan Tugas
Akhir
2 Pengajuan Judul
3 Permohonan Izin Riset
5
5 Penunjukan Dosen Pembimbing
6 Pengumpulan Data
7 Penyusunan Tugas Akhir
8 Bimbingan Tugas Akhir
9 Penyelesaian Tugas Akhir
2. Rencana Isi
Untuk mempermudah dalam penulisan skripsi minor ini, penulis membuat
rencana isi dalam empat bab, yang masing-masing bab terdiri dari sub-sub bab
yang sesuai dengan kebutuhan penulis.
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini yang diuraikan tentang latar belakang masalah,
rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, rencana penulisan
yang terdiri dari jadwal penelitian dan rencana penulisan.
BAB II : PT. BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG KABANJAHE
Pada bab ini dijelaskan mengenai sejarah ringkas PT. Bank Syariah
Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe, struktur organisasi dan
personalia, job description dan uraian tugas,jaringan usaha atau
kegiatan, kinerja usaha terkini, dan rencana kegiatan.
Pada bab ini peneliti akan menguraikan hasil penelitian
pembiayaan mudharabah, prosedur pembiayaan mudaharabah,
keputusan permohonan pembiayaan mudharabah, analisis hasil
penelitian terhadap prosedur pembiayaan mudharabah, flowchart
prosedur pembiayaan mudharabah.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan berdasarkan
uraian pembahasan dan saran sebagai bahan masukan guna
meningkatkan kinerja perusahaan dalam upaya peningkatan
7 BAB II
PT. BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG KABANJAHE
A. Sejarah Ringkas
Kehadiran Bank Syariah Mandiri (BSM) sejak tahun 1999, sesungguhnya
merupakan hikmah sekaligus berkah pasca krisis ekonomi dan moneter
1997-1998. Sebagaimana diketahui, krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997,yang
disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk panggung politik nasioanal, telah
menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi
kehidupan masyarakat, tidak terkecuali di dunia usaha. Dalam kondisi tersebut,
industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional
mengalami krisis luar biasa. Pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan
merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia.
Salah satu bank konvensional, PT. Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki
oleh Yayasan Kesejahteraan Peagawai (YKP), PT. Bank Dagang Negara, dan PT.
Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. BSB berusaha keluar dari situasi
tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta
mengundang investor asing. Pada saat bersamaan, pemerintah melakukan
penggabungan empat bank ( Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim,
dan Bank Bepindo) menjadi satu bank baru menjadi PT. Bank Mandiri (Persero)
dan menetapkan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebagai pemilik mayoritas baru
BSB.
Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger, Bank Mandiri melakukan
konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Bank Syariah. Pembentukan
tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok
perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU No. 1 tahun
1998, yang memberikan peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah
(dual banking system).
Tim Pengembangan Bank Syariah memandang bahwa pemberlakuan UU
tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT. Bank
Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. Oleh karenanya, Tim
Pengembangan Bank Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastruktur,
sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensioan menjadi bank yang
beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT. Bank Syariah Mandiri
sebagaiman tercamtum dalam Akta Notaris: Sutjipto, SH No. 23 tanggal 23
September 1999.
Perubahan kegiatan BSB menjadi bank umum syariah dilakukan oleh
Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No. 1/24/ KEP.BI/1999, 25
Oktober 1999. Selanjutnya, melalui Surat Keptusan Deputi Gubernur Senior Bank
Indonesia No. 1/1/KEP.DSG/1999, BI meyetujui perubahan nama menjadi PT.
Bank Syariah Mandiri. Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut, PT.
Bank Syariah Mandiri secara resmi beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420
9
PT. Bank Syariah Mandiri hadir, tampil, dan tumbuh sebagai bank yang
mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai- rohani, yang melandasi
kegiata operasionalnya. Harmoni antara idealisme dan usaha dan nilai-nilai rohani
inilah yang menjadikan salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam
kiprahnya diperbankan Indonesia. BSM hadir untuk bersama membangun
Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik.
B. Struktur Organisasi dan Personalia
Struktur organisasi PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe
adalah berbentuk garis dan pada manajemen puncak telah dilakukan penataan
fungsi dan peran kerja yang lebih koordinatif.Upaya ini diikuti pula dengan
berbagai penyempurnaan struktur organisasi perusahaan.Penyempurnaan tata
laksana organisasi perusahaan ini dijabarkan melalui penyederhanaan maupun
peningkatan status, fungsi, dan tanggung jawab. Hal ini dapat dilihat pada bagan
struktur organisasi PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe adalah
Gambar 2.1
11 C. Job Description atau Uraian Tugas
PT. Bank Syariah Manidiri Kantor Cabang Kabanjahe memiliki
pembagian tujuan jabatan, tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan
bagiannya masing-masing, antara lain :
1. Kepala Cabang
1. Tujuan Jabatan
Memimpin, mengelola, mengawasi/mengendalikan, mengembangkan
kegiatan dan mendayagunakan sarana organisasi Cabang untuk
mencapai tingkat serta volume aktivitas pemasaran, operasional, dan
layanan Cabang yang efektif dan efesien sesuai dengan target yang
telah ditetapkan
2. Tanggung Jawab Utama Jabatan
a. Memastikan tercapainya target bisnis Cabang yang telah ditetapkan
berikut unit kerja dibawah koordinasinya, meliputi: pendanaan,
pembiayaan, fee based, dan laba bersih baik secara kuantitatif
maupun kualitatif.
b. Memastikan kepatuhan, tingkat, kesehatan dan prudensialitas
seluruh aktivitas cabang.
c. Memastikan pengendalian dan pembinaan Cabang dan jaringan
yang ada dibawah koordinasinya.
d. Memastikan terlaksananya Standar Layanan Nasabah di Cabang
e. Memastikan pelaporan (intern dan ekstern) dilakukan secara akurat
dan tepat waktu.
f. Memastikan kelengkapan, kerapihan dan keamanan dari
dokumentasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
g. Memastikan tndaklanjut hasil audit intern /ekstern.
3. Tanggung Jawab Umum Jabatan
a. Mengkoordinasi dan menetapkan rencana kerja dan anggaran
tahunan Cabang, agar selaras dengan visi, misi, dan strategi jangka
panjang Bank.
b. Mengkoordinasi dan menetapkan serta mengevaluasi target kerja
seluruh bagian di unit kerjanya, untuk mendukung tercapainya
tujuan Bank.
c. Mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja
Cabang untuk memastikan tercapainya target unit kerja yang telah
ditetapkan secara tepat waktu.
d. Memastikan terlaksananya IT Security Awareness, antara lain tidak
sharing password, standarisasi aplikasi yang telah ditetapkan.
e. Memastikan kepatuhan penggunaan wewenang limit transaksi
operasional oleh bawahannya sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
f. Melakukan analisa SWOT secara berkala untuk mengetahui posisi
13
g. Memastikan pemeliharaan dan keamanan harta tetap dan inventaris
unit kerja.
h. Mengevaluasi penggunaan jasa Pihak Ketiga sesuai dengan
wewenangnya.
i. Menetapkan kebutuhan dan strategi pengembangan SDM di
cabangnya masing-masing, untik memastikan jumlah dan
kualifikasi SDI sesuai dengan strategi Bank.
4. Wewenang
a. Memutus pembiayaan sesuai dengan wewenang dan ketentuan
yang berlaku.
b. Memberikan persetujuan / penolakan transaksi operasional sesuai
dengan wewenang dan ketentuan yang berlaku.
c. Mengesahkan dokumen berharga Bank.
d. Memberikan teguran lisan / tertulis terhadap pelanggaran peraturan.
e. Menetapkan hasil penilaian kinerja pegawai Cabang.
f. Menetapkan rotasi jabatan bawahannya dengan kondisi jabatan dan
jod grade yang sama.
g. Menyetujui pengeluaran sesuai anggaran.
h. Memberikan spesial nisbah dan penyesuaian pricing pembiayaan
sesuai dengan wewenang dan ketentuan yang berlaku.
i. Mewakili Direksi dalam berhubungan dengan pihak eksternal Bank
2. Marketing Manager
1. Tujuan Jabatan
Memastikan tercapainya terget-terget pembiyaaan, dana dan Fee
BasedIncome Cabang yang telah ditetapkan Kantor Pusat.
2. Tanggung Jawab Utama
a. Merumuskan strategi pemasaran Cabang.
b. Memastikan tercapainya target pembiayaan Cabang.
c. Memastikan tercapainya target pendaan Cabang.
d. Memastikan tercapainya terget fee based income Cabang.
e. Memastikan kelayakan nota analisa pembiyaan.
f. Memastikan kualitas aktiva produktif dalam kondisi terkendali dan
pelaksanaan pengawalan terhadap seluruh nasabah Cabang.
g. Memastikan penyelamatan seluruh pembiayaan bermasalah di
Cabang.
h. Memastikan ketetapan pembayaran seluruh kewajiban nasabah
Cabang.
i. Memastikan implementasi standar pelayanan prima kepada nasabah
prioritas.
3. Tanggung Jawab Umum
a. Membuat evaluasi pelaksanaan rencana kerja mingguan / bulanan
di bagiannya untuk memastikan kesesuaiannya dengan rencana
15
b. Mengkoordinasi dan menetapkan serta mengevaluasi target kerja
seluruh pegawai Bawahan Langsung, untuk memastikan
tercapainya target kerja bagiannya.
c. Melakukan supervisi terhadap proses pekerjaan di seluruh Sub-Unit
Bagian, untuk memastikan seluruh pekerjaan dilaksnakan sesuai
dengan rencana / target kerja dan SOP yang berlaku.
d. Membuat dan mengkaji laporan pelaksanaan rencana kerja
bagiannya untuk memastikan tersedianya data yang akurat dan
mutakhir sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan
atasan.
e. Memastikan kepatuhan penggunaan wewenang limit transaksi
operasional oleh bawahannya sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
f. Memastikan terlaksananya IT Security Awareness, antara lain tidak
sharing password, standarisasi aplikasi yang ditetapkan.
g. Mengusulkan kebutuhan penambahan pegawai di bagiannya sesuai
dengan hasil perhitungan Manning Analysis dan kebutuhan Bank.
h. Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan bawahan, agar
memenuhi persyaratan minimum jabatan sehingga dapat
melakukan pekerjaannya sesuai standar dan SOP.
i. Mengkaji dan mengusulkan permintaan barang atau peralatan kerja,
untuk memastikan penggunaan yang paling efektif terhadap seluruh
3. Operation Manager
1. Tujuan Jabatan
Memastikan aktivitas operasional Cabang terkelola sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dan target bidang operasional cabang tercapai
sesuai ketetapan Kantor Pusat.
2. Tanggung Jawab Utama
a. Memastikan terkendalinya biaya opersional Cabang dengan efesien
dan efektif.
b. Memastikan transaksi harian operasional telah sesuai dengan
ketentuan dan SOPyang telah ditetapkan.
c. Memastikan terlaksanya standar layanan nasabah yang optimal di
kantor Cabang.
d. Memastikan ketersediaan likuiditas Cabang yang memadai.
e. Memastikan pelaksaan seluruh kegiatan administrasi, dokumentasi
dan kearsipan sesuai dengan peraturan berlaku.
f. Memastikan pemenuhan kewajiban pelaporan sesuai dengan
peraturanyang berlaku (internal dan eksternal).
g. Memastikan kebenaran dan kewajaran pencatatan laporan keungan
cabang.
h. Mengelola fungsi-fungsi administrasi kepegawaian Cabang.
i. Mengelola saran dan prasarana Kantor Cabang.
17
3. Tanggung Jawab Umum
a. Membuat evaluasi pelaksanaan rencana kerja mingguan / bulanan
di bagiannya untuk memastikan kesesuaiannya dengan rencana
kerja unit kerjanya.
b. Mengkoordinasi dan menetapkam serta mengevaluasi target kerja
seluruh pegawai Bawahan Langsung, untuk memastikan
tercapainya target kerja bagiannya.
c. Melakukan supervisi terhadap proses pekerjaan di seluruh Sub-Unit
Bagian, untuk memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai
dengan rencana / target kerja dan SOP yang berlaku.
d. Membuat dan mengkaji laporan pelaksanaan rencana kerja
bagiannya untuk memastikan tersedinya data yang akurat dan
mutakhir sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan
atasan.
e. Memastikan kepatuhan pengunaan wewenang limit transaksi
operasional oleh bawahannya sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
f. Memastikan terlaksanya IT Security Awareness, antara lain tidak
sharing password, standarisasi aplikasi yang telah ditetapkan.
g. Mengusulkan kebutuhan penambahan pegawai di bagiannya sesuai
h. Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan bawahan, agar
memenuhi persyaratan minimum jabatan sehingga dapat
melakukan pekerjaannya sesuai stndar dan SOP.
i. Mengkaji dan mengusulkan permintaan barang atau peralatan kerja
untuk memastika penggunaan yang paling efektif terhadap seluruh
barang da peralatan kerja.
4. Account Officer
1. Tujuan Jabatan
Merealisasikan target pembiayaan dan fee based income yang
didistribusikan oleh Marketing Manager.
2. Tanggung Jawab Utama
a. Mendapatkan calon nasabah pembiayaan yang prospektif.
b. Memastikan kelengkapam dokumen aplikasi pembiyaan.
c. Menindaklanjuti permohonan pembiayaan nasabah dalam bentuk
NAP.
d. Memastikan persetujuan atau penolakan permohonan pembiayaan
yang diajukan.
e. Menindaklanjuti persetujuan atau penolakan permohonan
pembiayaan nasabah.
f. Memastikan proses pencairan poembiayaan sesuai dengan
keputusan Komite Pembiayaan.
19
h. Melaksanakan pengawalan terhadap seluruh nasabah yang dikelola
agar kolektibilitas lancar.
i. Menyelesaikan fasilitas pembiayaan bermasalah.
j. Merealisasikan pendapatan fee based income dari nasabah
pembiayaan
5. Funding Officer (FO)
1. Tujuan Jabatan
Merealisasikan target pendanaan dan fee based income yang
didistribusikan oleh Marketing Manager.
2. Tanggung Jawab Utama
a. Memasarkan produk pendanaan, treasury dan haji sesuai strategi
pemasaran yang telah ditetapkan.
b. Memasarkan produk bancassurance (produk asuransi yang
dipasarkan oleh Bank), produk investi dan jasa non-Bank lainnya.
c. Meningkatkan business relation antara Bank dengan nasabah sesuai
dengan target yang ditetapkan.
d. Memutakhirkan dokumen dan data nasabah pendanaan sesuai
kelolaan.
e. Memberikan pelayanan khusus dalam setiap interaksi dengan
nasabah prioritas.
6. Pelaksana Marketing Support (PMS)
Tercapainya pelaksana kegiatan administrasi pendanaan dan
pembiayaan.
2. Tanggung Jawab Utama
a. Memastikan kelengkapan persyaratan penandatanganan akad dan
pencairan pembiayaan nasabah.
b. Memdokumentasikan current file.
c. Menerbitkan surat peringatan pembayaran kewajiban nasabah.
d. Membuat pengajuan BI/Bank/ Trade Checcking.
e. Memantau pemenuhan dokumen TBO.
f. Membuat SP3 atau surat penolakan atas permohonan pembiyaan
nasabah yang ditolak.
g. Melakukan korespondensi berkaitan dengan pendanaan baik intern
dan ekstern.
h. Menyusun laporan portofolio dan profitability nasabah, baik
pembiayaan maupun pendanaan, sesuai dengan target Cabang.
i. Memelihara data profil nasabah pendanaan.
j. Menyusun laporan pencapaian target MM, AO, dan FO.
7. Customer Service Representatif (CSR)
1. Tujuan Jabatan
Melaksanakan kegiatan operasional dan pelayanan Nasabah sesuai
dengan ketentuan dan standar pelayanan.
2. Tanggung Jawab Utama
21
b. Memproses permohonan pembukaan dan penutupan rekening
tabungan, giro, dan deposito.
c. Memblokir Kartu ATM nasabah sesuai permintaan nasabah.
d. Melayani permintaan buku Cek/Bilyet Giro, surat referensi
bank/surat keterangan bank dan sebagainya.
e. Mendistribusikan salinan rekening koran kepada nasabah.
f. Menginput data customer dan loan facility yang lengkap dan
akurat.
g. Memelihara persediaan Kartu ATM sesuai kebutuhan.
h. Menyampaikan dokumen berharga Bank dan Kartu ATM kepada
nasabah.
i. Membuat laporan pembukaan dan penutupan rekening, keluhan
nasabah serta stock opname kartu ATM.
j. Memproses transaksi pengiriman dan pembayaran melalui western
union.
k. Memastikan tersedianya media promosi prosuk dan jasa BSM di
Cabang.
8. Teller
1. Tujuan Jabatan
Melayani kegiatan penyetoran dan penarikan uang tunai (rupiah dan
valuta asing), pengambilan/penyetoran non tunai dan surat-surat
bagian kas secara benar, cepat, dan sesuai dengan standar pelayanan
Bank.
2. Tanggung Jawab
a. Melakukan transaksi tunai dan tunai sesuai dengan SOP.
b. Mengelola saldo kas Teller sesuai limit yang ditentukan.
c. Mengelola uang yang layak dan tidak layak edar / uang palsu.
d. Menjaga keamana dan kerahasiaan kartu specimen tanda tangan.
e. Melakaukan cash account akhir hari.
f. Mengisi uang tunai di mesin ATM BSM.
g. Menyediakan laporan transaksi harian.
9. Pelaksana Admin Pembiayaan dan Trade Service
1. Tujuan Jabatan
Memenuhi komite Bank dan memelihara dokumen pencairan maupun
legal yang berkaitan dengan pencairan pembiayaan, transaksi ekspor /
impor di SKBDN.
2. Tanggung Jawab Utama
1. Loan Administration
a. Memastikan kelengkapan pemenuhan dokumen pembiayaan
sebelum fasilitas dicairkan berdasarkan prasyarat / syarat yang
telah disepakati.
b. Memelihara dokumen pencairan dan dokumen legal pembiayaan
23
c. Memutakhirkan data-data nasabah dan persyaratan pembiayaan
pasca pencairan.
d. Menyediakan informasi data nasabah.
e. Memenuhi data dan informasi jaminan.
f. Membebankan biaya administrasi pembiayaan dan biaya lainnya
yang terkait.
g. Menindaklanjuti proses pencairan pembiayaan kepada nasabah.
2. Ekspor dan SKBDN
a. Menertibkan notifikasi L/C kepada nasabah.
b. Membebankan advising commosion kepada nasabah.
c. Memastikan kelengkapan dan keabsahan dokumen sesuai dengan
L/C atau SKBN.
d. Memenuhi kewajiban penbayaran Wesel Ekspor.
e. Mengirimkan dokumen ekspor kepada Bank Koresponden.
f. Memlihara dokumen ekspor/SKBN dan dokumen legal.
g. Menyedikan laporan proses pengkreditan rekening nostro/Bank
Indonesi atas realisasi transaksi ekspor/SKBN.
h. Membebankan biaya Bank Luar Negeri.
10.Pelaksana Domestic dan Clearing (D & C)
1. Tujuan Jabatan
Memastikan kecepatan dan kebenaran pelayanan transfer, inkaso,
kliring dan aktivitas D & C lainnya untuk memenuhi kepuasan nasabah.
a. Melaksanakan transaksi transfer keluar dan masuk sesuai dengan
ketentuan dan SOP yang berlaku.
b. Melaksanakan transaksi kliring keluar masuk sesuai dengan
ketentuan dan SOP yang berlaku.
c. Melaksanakan transaksi inkaso keluar dan masuk sesuai dengan
ketentuan dan SOP yang berlaku.
d. Melaksanakan transaksi domestik dan kliring lainnya ( a.l. payroll,
payment point, pelimpahan transaksi valas ) sesuai ketentuan dan
SOP yang berlaku.
e. Memelihara administrasi san dokumentasi seluruh transaksi.
f. Menjaga kerahasiaan password yang menjadi wewenangnya.
g. Menggunakan wewenang limit transaksi operasional sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
11. Pelaksana SDI GA dan Accounting
1. Tujuan Jabatan
Terpenihnya kebutuhan pegawai sesuai kondisi Cabang dan
terlaksananya pengembangan karir pegawai sesuai dengan pengetahuan
dan kemampuan pegawai yag bersangkutan dan penyediaan kebutuhan
sarana dan prasana kantor untuk meadukung kegiatan operasional dan
marketing cabang.
2. Tanggung Jawab Utama
25
a. Menatausahakan gaji pegawai, data lembur pegawai, dan fasilitas
pegawai lainnya.
b. Menatausahakan absensi harian pegawai (pagi dan sore), cuti
pegawai dan pemberian pinjaman pegawai.
c. Melakukan proses administrasi kepegawaiaan ke Kantor Pusat.
d. Membuat proofing atas tiket-tiket KRR yang berada dalam
pengelolaannya yang berhubungan dengan personalia setiap kahir
bulan atau akhir periode.
e. Melaksanakan pengadaan dan pendistribusian sarana serta
prasana kantor.
f. Melakukan tugas kesekretariatan.
g. Mengadministrasikan seluruh aset milik Bank.
h. Melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasana kantor.
i. Melaksanakan penutupan asuransi seluruh aset milik bank.
j. Memastikan pengamanan gedung dan inventaris kantor Cabang.
k. Membuat laporan ralisasi biaya-biaya yang berkaitan dengan
logistik, a.l. biaya telepon, air, kendaraan bermotor, kebersihan,
alat tulis kantor, barang cetakan dan berupaya untuk menekannya.
l. Mengatur penggunaan kendaran dinas Cabang.
m.Melakukan penyusutan atas nilai buku inventaris kantor serta
n. Membuat Laporan Proof Sheef Bulanan atas Rekening Persediaan
Barang Catakan/Alat Tulis, Biaya Dibayar Dimuka, dan Biaya
yang akan Dibayar.
o. Melakukan pengurusan perizinan yang dikelola oleh Cabang.
2. Accounting
a. Melakukan pelaporan kepada BI.
b. Melakukan perhitungan, pelaporan, dan pembayaran perpajakan.
c. Melakukan penginputan data untuk pelaporan Kantor Pusat ke BI.
d. Menyusun laporan rician akun-akun tertentu dlam laporan
Keuangan (proofsheet)
e. Melakukan rekonsiliasi dan penyelesaian posisi open item.
f. Melakukan administrasi dan pengarsipan terhadap seluruh
dokumen terkait pelaporan.
D. Jaringan Usaha atau Kegiatan
Saat ini PT. Bank Syariah Mandiri memiliki jaringan outletyang luas,
mencakup 864 kantor yang tersebar di 33 provinsi seluruh Indonesia, terdapat 921
unit ATM Syariah Mandiri, 11.886 unit ATM Mandiri, 60.922 unit (include
ATM Mandiri dan ATM BSM), 74.050 unit ATM Prima, 196.870 unit EDC
BCA, 10.596 unit ATM BCA, dan 12.010 unit Malaysia Electronic Payment
System (MEPS).
E. Kinerja Usaha Terkini
Pada tahun 2013 BSM Kantor Cabang Kabanjahe mengalami peningkatan
27
dan bertekad untuk melanjutkan upaya dalam meningkatkan kemampuan dan
mendorong inovasi demi memperkokoh posisi serta lebih mempercepat kemajuan
demi mencapai visi kami untuk PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang
Kabanjahe.
F. Rencana Kegiatan
PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe merupakan
perusahaan yang bergerak di bidang perbankan dan merupakan salah satu bank
syariah di Indonesia.Visi dari perusahaan perbankan BSM ini adalah “Memimpin
Pengembangan Peradaban Ekonomi yang Mulia”.Misi dari PT. Bank Syariah
Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe adalah :
1. Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan di atas rata-rata industri yang
berkesinambungan.
2. Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyakuran pembiayaan
pada segmen UMKM.
3. Mengembangkan manajemen talenta dan lingkungan kerja yang sehat.
4. Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
28
ANALISIS PROSEDUR PEMBIAYAAN MUDHOROBAH PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI
KANTOR CABANG KABANJAHE
A. Pembiayaan Mudharabah
Pembiayaan merupakan salah satu tugas KJSK dalam mengelola dana yang
ada di KJSK. Pembiayaan yaitu pemberian fasilitas penyediaan dana untuk
memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang merupakan deficit unit. Pembiayaan dana
dalam KJSK adalah sutau transaksi penyediaan dana kepada anggota/calon
anggota yang tidak bertentangan dengan syariat Islam juga tidak termasuk jenis
penyaluran dana yang dilarang secara hukum positif. Pembiayaan dana syariah
mempunyai prinsip dasar berupa :
a. Pembiayaan syariah tidak berurusan dengan riba.
b. Pembiayaan syariah tidak boleh bertujuan mendanai asset atau kegiatan
haram (dilarang).
c. Pembiayaan syariah menekankan kewajiban untuk mengungkapkan
informasi yang lemah.
Sedangkan mudharabah berasal dari kata dharb artinya memukul atau
berjalan. Akad mudharabah secara fiqh disebut juga muqaradhah yang berati
berpegian untuk urusan dagang. Secara muamalah berarti pemilik modal (shahibul
maal) menyerahkan modalnya kepada pekerja/pedagang/pelaku usaha (mudharib)
29
pihak dimana pihak pertama (shahibul maal) menyediakan dana dan phak kedua
(mudharib) bertanggung jawab atas pengelola usaha.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Abdurrahman Al-Jaziri yang
memberikan arti mudharabah sebagai ungkapan pemberian harta dari seseorang
kepada orang lain sebagai modal usaha, yaitu keuntungan yang akan diperoleh
akan dibagi diantara mereka berdua dan jika rugi ditanggung oleh pemilik modal
selama bukan akibat kelainan si pengelola. Namun, seandainya kerugian tersebut
disebabkan oleh kelalaian atau kecurangan pengelola, maka pengelola harus
bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi . dalam akad mudharabah hal ini
dinamakan profit sharing.
Landasan hukum syariah yang digunakan dalam pembiayaan mudharabah
ini diatur dalam fatwa Dewan Syariah Nasional no : 07/DSN-MUI/IV/2000
tentang pembiayaan mudharabah. Jenis-jenis mudharabah yaitu :
a. Mudharabah Muthlaqah (investasi tidak terkait)
Yaitu bentuk kerja sama antara shahibul maal dan mudharib yang
cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha,
waktu dan daerah bisnis. Namun, shahibul maal boleh menetapkan
batasan-batasan atau syarat-syarat tertentu guna menyelamatkan modalnya dari
resiko kerugian.
b. Mudharabah Muqayyadah (investasi terkait)
Yaitu kebalikan dari mudharabah muthlaqah. Mudharib diberi batasan jenis
usaha, waktu dan daerah usaha. Adanya pembatasan ini seringkali
usaha. Syarat-syarat ini harus dipenuhi oleh si mudharib. Apabila mudharib
melanggar batasan/syarat-syarat ini, ia harus bertanggung jawab atas
kerugian yang timbul.
Ketentuan-ketentuan umum dari pembiayaan mudharabah adalah :
a. Jumlah modal yang disetor pada nasabah selaku pengelola modal harus
diserahkan tunai, dan dapat berupa uang atau barang yang dinyatakan
nilainya dalam satuan uang.
b. Hasil usaha yang dibagi sesuai dengan perhitungan dalam akad, pada setiap
bulan atau waktu yang disepakati. Bank selaku pemilik modal menanggung
kerugian kecuali akibat kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah.
c. Bank berhak melakukan pengawasan terhadap pekerjaan, namun tidak
berhak mencampuri urusan usaha nasabah.
B. Prosedur Pembiayaan Mudharabah
1. Pengajuan Permohonan Pembiayaan Mudharabah
Setiap permohonan pembiayaan mudharabah pada PT. Bank Syariah
Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe harus diajukan secara tertulis dengan mengisi
Formulir Surat Keterangan Permohonan Pembiayaan (SKPP) yang telah
disediakan serta dilengkapi data yang diperlukan untuk bahan penilaian afar dapat
diutuskan apakah pencairan dana dapt dilakukan kepada nasabah atau tidak
2. Syarat-Syarat Pembiayaan Mudharabah
Syarat-syarat penerima pembiayaan mudharabah yang dikeluarkan oleh PT.
31
1. Usaha nasabah telah sesuai dengan pasar sasaran yang telah ditetapkan PT.
Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe, yaitu :
a.Tidak termasuk dalam daftar hitam Bank Indonesia dan Bank Syariah
Mandiri.
b.Tidak termasuk dalam debitur pinjaman macet sesuai dengan informasi
dari Bank Indonesia dan Bank Syariah Mandiri.
c.Tidak termasuk jenis usaha yang dilarang dan dihindari untuk dibiayai.
2. Usaha nasabah tidak termasuk dalam jenis usaha pemberian kredit yang
perlu dihindari yang bersifat spekulatif atau mempunyai resiko tinggi.
3. Tidak melampaui Batas Maksimum Pembiayaan.
Syarat-syarat yang diperlukan untuk pengajuan permohonan pembiayaan
mudharabah adalah sebagai berikut :
1. Syarat-syarat Pembiayaan Implan (Pegawai) Bank Syariah Mandiri
a. Surat Permohonan Pembiayaan.
b. Photo Copy KTP Suami/Istri.
c. Photo Copy Kartu Keluarga.
d. Photo Copy Surat Nikah.
e. Photo Copy Rekening Bank 6 Bulan terakhir.
f. SK Pengangkatan Awal/CPNS (80%), SK PNS 100% dan SK terakhir.
g. Surat Keterangan Bekerja dari Keapala Instansi.
h. Slip Gaji 3 Bulan Terakhir (Asli).
i. Photo Copy NPWP.
k. Asuransi Jiwa Pembiayaan (sesuai ketentuan).
l. Biaya Notaris (sesuai ketentuan).
m. Materai.
2. Syarat-syarat Pembiayaan KPR/Griya (Konsumtif) Bank Syariah Mandiri.
a. Surat Permohonan Pembiayaan.
b. Photo Copy KTP Suami/Istri.
c. Photo Copy Kartu Keluarga.
d. Photo Copy Surat Nikah.
e. Photo Copy Rekening Bank 6 Bulan terakhir.
f. SK pengangkatan Awal dan Akhir.
g. Surat Keterangan Bekerja dari Kepala Instansi.
h. Slip Gaji 2 Bulan Terakhir (Asli).
i. Photo Copy SHM,PBB,IMB.
j. Biaya Administrasi 1% dari Plafood Pembiayaan.
k. Asuransi Jiwa Pembiayaan (sesuai ketentuan).
l. Asuransi Kebakaran (sesuai ketentuan).
m. Biaya Notaris (sesuai ketentuan).
3. Syarat-syarat Pembiayaaan Warung Mikro (Produktif) Bank Syariah
Mandiri
a. Photo Copy KTP Suami/Istri.
b. Photo Copy Kartu Keluarga dan Photo Copy Surat Nikah.
c. Photo Copy Jaminan (sertifikat/PBKB) + Photo Copy PBB Bila Jaminan
33
d. Photo Copy Izin Usaha (SIUP/ Surat Keterangan Usaha dari Kelurahan).
e. Pas Foto Suami/Istri 1 Lembar Ukuran 4x6.
f. Photo Copy Rekening Bnak 3 Bulan terakhir.
g. NPWP untuk Penjaman di atas 50 Juta.
h. Surat Keterangan Bekerja + Slip Gaji 2 Bulan terakhir (untuk
karyawan).
i. Laporan Penghasilan Usaha.
j. Biaya Administrasi.
k. Asuransi Jiwa Pembiayaan.
l. Asuransi Jaminan dan Biaya Notaris (sesuai ketentuan).
3. Analisis dan Evaluasi Pembiayaan Mudharabah
Jika Account Officer dan Pimpinan Cabang menilai bahwa permohonan
pembiayaan mudharabah layak diproses lebih lanjut, maka Account Officer akan
menghubungi calon mudharib untuk menentukan kapan akan dilakukan
peninjauan langsung kelokasi usaha lokasi jaminan. Jenis-jenis Jaminan
Pembiayaan Mudharabah antara lain :
1. Jaminan Materil
Jaminan materil atau agunan dapat berupa benda bergerak dan tidak
bergerak.
a) Benda Bergerak
Kendaraan bermotor yang memiliki nilai marketability.
Marketability adalah kekuatan barang jaminan itu untuk dijual /
Surat Berharga yakni Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Tabungan pada PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang
Kabanjahe.
Simpanan Giro pada PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang
Kabanjahe.
Benda bergerak lainnya yang dapat diterima sebagai jaminan
pembiayaan sesuai dengan ketentuan PT. Bank Syariah Mandiri
Kantor Cabang Kabanjahe.
b) Benda Tidak Bergerak
Tanah berikut bangunan, status hak atas tanahnya adalah hak milik,
hak guna bangunan atau hak pakai yang mempunyai masa berlaku
disesuaikan dengan jangka waktu pembiayaan.
Benda tidak bergerak lainnya yang dapat diterima sebagai jaminan
kredit sesuai dengan ketentuan PT. Bank Syariah Mandiri Kantor
Cabang Kabanjahe.
2. Jaminan Immateril
Jaminan immateril dapat berupa jaminan perseorangan (personal guarantee)
atau jaminan perusahaan (corporate gurantee). Jaminan immateril
mengandung resiko yang sangat tinggi untuk dipergunakan sebagai jaminan
pembiayaan dan hanya dapat diterima sebagai jaminan tambahan.
Syarat-syarat agunan yang dijadikan sebagai jaminan pembiayaan adalah :
a) Mempunyai nilai ekonomis (dapat diperjualbelikan secara umum dan
35
b) Nilai agunan harus lebih besar dari jumlah pembiayaan yang diberikan.
c) Agunan tersebut tidak berada dalam persengketaan dengan pihak lain.
d) Agunan tersebut tidak ada ikatan jaminan dengan pihak lain.
Setelah diadakan peninjauan lokasi, maka account officer menyusun laporan
analisis pembiayaan, laporan data hasil kunjungan, dan laporan hasil peninjauan
agunan tanah/kios/kendaraan, dan laporan analisis rasio keuangan calon
mudharib. Laporan-laporan tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk
memutuskan apakah permohonan pembiayaan tersebut layak atau tidak dibiayai
pejabat pemutus. Laporan keuangan calon mudharib beserta analisis yang
dilaksanakan oleh pihak bank pada permohonan pembiayaan mudharabah antara
lain adalah sebagai berikut :
a) Identitas dan status perusahaan.
b) Analisis Kualitatif.
1. Karakter
Karakter dan kredibilitas pemohon yang cukup baik.
2. Aspek Pemasaran
Posisi pasar pemohon menunjukkan hasil yang cukup baik, hal ini
terlihat dari jenis produk / barang dagangan memenuhi kebutuhan
konsumen, harga jual lebih murah dibanding pesaing, personil
terampil dan cepat, pemohon memiliki strategi pemasaran yang
3. Situasi Pasar dan Persaingan.
Orientasi pemasaran adalah lokal. Perkembangan pasar
diperkirakan tetap stabil, tingkat persaingan cukup kompetitif, dan
target market perusahaan ini adalah kalangan menengah kebawah.
4. Manajemen.
Pengalaman manajemen di nilai baik, walaupun sistem manajemen
yang diterapkan masih sederhana berupa catatan pemasukan dan
penjualan namun telah cukup menggambarkan kondisi usaha yang
sebenarnya.
5. Pemenuhan Bahan Baku Oleh Perusahaan.
Perusahaan mempunyai supplier tetap sehingga pemenuhan
kebutuhan bahan baku terjamin.
6. Kendala yang Dihadapi.
Kendala yang dihadapi saat ini adalah tingkat produksi yang
rendah sedangkan permintaan pasar terus meningkat hal ini
diakibatkan oleh kekurangan modal perusahaan.
c) Analisis Kuantitatif.
Pada analisis kuantitatif oleh PT. Bank Negara Indonesia Syariah
Cabang Medan digunakan laporan keuangan calon mudharib sebagai
berikut :
1. Laporan Laba / Rugi
Penjualan tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya,
37
informasi yang menunjukkan terjadinya penuruna atau kenaikan
penjualan.
2. Neraca
Membandingkan neraca 3 tahun terakhir untuk menegtahui kondisi
keuangan dan kondisi usaha.
3. Rekonsiliasi Aktiva Tetap
Pada dasarnya aktiva tetap nilainya tetap dan tidak berubah. Aktiva
tetap mengalami perubahan apabila terjadi pembelian aktiva tetap
ataupun penjualan aktiva tetap.
4. Rekonsiliasi Modal
Modal awal yang disetorkan besarnya relatif tergantung jenis usaha
yang akan dijalankan / kemampuan didalam penyertaan modal.
5. Pernyataan Kas
Posisi kas ada dua:
- Uang di brankas
- Uang di bank/direkening bank
Kelemahan-kelemahan atau resiko yang mungkin ada pada calon mudharib :
Resiko Umum
Secara umum, resiko yang mungkin dapat dihadapi mudharib adalah
persaingan dimana banyak terdapat usaha sejenis dikota Medan, namun dengan
sistem penjualan mudharib dengan menggunakan agen penjualan, serta
memberikan fee kepada tenaga kerja marketer tersebut dinilai cukup efektif untuk
Resiko Khusus
Sistem penjualan dengan menggunakan tenaga marketer yang profesional,
yang sewaktu-waktu dapat berpindah ke perusahaan lain. Namun hal ini dapat
diatasi dengan memberikan fee kepada tenaga marketer sesuai dengan jumlah
omset yang didapat oleh tenaga marketer tersebut.
Resiko Pembayaran Pembiayaan
Resiko ini dapat ditanggulangi dari jaminan yang diserahkan, contoh : satu
bidang tanah dengan kepemilikan SHM No. xxx tanggal xx-xx-xxxx atas nama
Tn. X diikat HT pertama Rp. 250.000.000,-.
Kesimpulan Atas Analisis Kualitatif dan Kuantitatif :
1.Analisis Watak (Character)
- Dikenal di sekitar lokasi usaha.
- Mitra usaha cukup baik.
- Kondisi keuangan dan usaha yang dijalankan bejalan lancar.
- Tidak terdapat daftar hitam berdasarkan informasi BI checking
di BI.
2.Analisis Kemampuan (Capacity)
Kemampuan yang bersangkutan dalam menjalankan usaha cukup baik
karena dibekali dengan pengalaman usaha dalam mengelola bisnisnya
hal ini dibuktikan dengan usahanya yang masih berjalan dan semakin
meningkat baik dari sisi jumlah barang dan omset penjualan.
39
- Rasio likuiditas adalah perhitungan laporan keuangan nasabah
yang dijelaskan dengan current ratio tahun ini yang
dibandingkan dengan current ratio tahun sebelumnya. Untuk
mengetahui adanya penurunan atau kenaikan current ratio
antara tahun ini dengan tahun sebelumnya. Jika terjadi
penurunan presentasi CR disebabkan adanya penurunan
piutang usaha, persediaan barang, atau piutang lainnya yang
termasuk dalam aktiva lancar. Kondisi likuiditas nasabah harus
diatas 100%. Current ratio diatas 100% artinya bahwa aktiva
lancar yang dimili cukup mampu menutupi kewajiban lancar.
- Rasio solvabilitas, DER (Dept Equity Ratio) dari usaha tahun
ini dibandingkan dengan DER dengan tahun sebelumnya
apakah terjadi kenaikan atau penurunan persentase.
- Rasio profabilitas adalah kemampuan untuk menghasilkan
profit (keuntungan). Rasio profabilitas usaha yaitu gross profit
margin, net profitmargin, ROE, dan ROA.
4.Analisis Kondisi dan Prospek Usaha (Condition)
- Untuk kondisi usaha cukup baik karena ditopang oleh supplier
besar sehingga kebutuhan akan barang dagangnya tercukupi.
- Prospek usaha yang dijalankan sebagai usaha grosir cukup baik
walaupun banyak persaingan dari usaha yang sejenis namun
nasabah mampu menjalankan usaha dengan baik hingga saat
usaha yang dijalankannya, baik dalam hal membeli barang
dagang maupun dalam mengorderkan barang kebeberapa mitra
usahanya.
- Potensi yang bersangkutan cukup luas dimulai dari masyarakat
pengguna langsung meupun mitra usaha yang bertambah.
5.Analisis Agunan (Collateral)
- Jaminan kebendaan berupa tanah dan bangunan tempat tinggal
harus selusa tanah 124 m2 dan luas bangunan 626 m2.
- Collateral goverage atas pembiayaan diterima lebih besar sama
dengan 100%. Apabila collateral goverage atas pembiayaan
yang diberikan < 100% maka tidak dapat dijadikan agunan
pembiayaan.
- Pengikatan objek agunan harus sempurna yaitu berupa hak
tanggungan.
4. Perhitungan Kebutuhan Pembiayaan (dalam 000)
PT. “T”
41
1. LAMANYA PERPUTARAN MASING-MASING MODAL KERJA : Tabel 3.1
Perhitungan Lamanya Perputaran Masing-Masing Modal Kerja PT.”T”
Keterangan Rasio Keuangan Hasil
Kas&Bank 71.063 x 360 hari
Dari tabel diatas,dapat kita ketahui bahwa pihak jumlah perputaran
masing-masing modal kerja yang ada pada PT. “T” adalah selama 117,61 hari.
2. PERPUTARAN MODAL KERJA KESELURUHAN Tabel 3.2
Perhitungan Lamanya Perputaran Masing-Masing Modal Kerja PT.”T”
Perputaran Modal Kerja 360 hari
117,61 hari 3,06 kali
Dari tabel diatas, dapat kita ketahui jumlah perputaran keseluruhan modal
3. KEBUTUHAN MODAL KERJA
Tabel 3.3
Perhitungan Kebutuhan Modal Kerja
a. Pada Tingkat Omset Sekarang 668.350
3,06 Rp 218.354
b. c.
Peningkatan Penjualan yad
Kebutuhan Modal Kerja 120%
Rp 262.025
e Pembayaran Kredit yang Ada
(Pemasok/Bank Lain) Rp 85.557
f. Kekurangan Modal Kerja Rp 304.167
Dari tabel diatas, dapat kita ketahui perhitungan kebutuhan modal kerja yang
ada pada PT.”T” adalah sebanyak Rp 304.167,-.
5. Pencatatan Akuntansi Pembiayaan Mudharabah Tabel 3.4
Jurnal Pembiayaan Mudharabah Pada PT.”T”
No. Keterangan Debit Kredit
1. Pada saat pencairan dana mudharabah
Pembiayaan Mudharabah Kredit rek. Mudharib
Rp250.000.000
Rp250.000.000
2. Pada saat menerima pembayaran bagi hasil
Debet rek. Mudharib Kredit pendapatan
Rp xxx
Rp xxx
3. Pada saat pengembalian modal
Debet rek/giro mudharib
Kredit pembiayaan mudharabah
Rp xxx
43
Dari tabel diatas dapat kita ketahui cara pencatatan jurnal yang dilakukan
oleh PT.”T”.
C. Keputusan Permohonan Pembiayaan Mudharabah
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka calon mudharib
direkomendasikan untuk mendapatkan pembiayaan sebesar kebutuhan modal
kerja. Rekomendasi permohonan pembiayaan disusun dalam bentuk memorandum
pengusulan pembiayaan (MPP).
Bagian pemasaran bertanggung jawab meneliti dan memastikan bahwa
dokumen paket permohonan pembiayaan telah lengkap, masih berlaku, sah dan
berkekuatan hukum. Selanjutnya paket dokumen permohonan pembiayaan
diajukan kepada pejabat pemutus sesuai dengan kewenangannya.
Dari hasil analisis setelah melalui proses pengusulan pembiyaan, maka
pejabat bank akan memberikan pendapat keputusan pembiayaan diterima atau
ditolak. Bila disetujui maka akan dibuat surat penegasan atau surat persetujuan
dan jika ditolak akan dibuat surat penolakan oleh bagian administrasi pembiayaan.
D. Analisis Hasil Penelitian Terhadap Prosedur Pembiayaan Mudharabah Setiap tahapan proses pembiayaan mudharabah pada PT. Bank Syariah
Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe senantiasa dilaksanakan sebagaimana
mestinya dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Hal ini disebabkan karena
pembiayaan mudharabah merupakan salah satu produk BSM yang mengandung
resiko yang akan merugikan bank dan dapat mempengaruhi kepentingan
dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah. Prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan
terdapat pada analisis kualitatif dan kuantitatif, dan termasuk dalam melakukan
peninjauan langsung ke lapangan atas kelayakan usaha mudharib untuk dibiayai.
Analisis kualitatif dilakukan terhadap karakter pemohon, latar belakang
dan kualitas manajemennya. Selain itu juga dilakukan penilaian terhadap kualitas
dan stabilitas usaha dengan mempertimbangkan posisi pasar, persaingan serta
prospek usaha. Analisis kuantitatif digunakan untuk melakukan analisa kelayakan
modal dan kapasitas perusahaan yang akan dibiayai dan jaminan yang diserahkan
mudharib untuk mendukung permohonan pembiayaan mudharabah. Agar analisis
lebih akurat kedua metode analisis dikombinasikan.
Pemberian pembiayaan mudharabah harus melalui prosedur yang telah
ditetapkan oleh bank untuk menghindari resiko pembiayaan. Prosedur
pembiayaan mudharabah ada tiga tahap penting yaitu analisis dan evaluasi
pembiayaan, pengusulan pembiayaan, putusan / persetujuan pembiayaan. Pejabat
pemutus persetujuan pembiayaan mudharabah adalah Account Officer, Pelaksana
Admin Pembiayaan & Trade Service dan Pelaksana Marketing Support (PMS)
sebagai penganalisa, pengevaluasi dan pembuat memorandum pengusulan
pembiayaan, dan Pimpinan Cabang (PC) yang bertidak sebagai pemutus.
Prosedur pembiayaan mudharabah yang telah dibahas sebelum untuk
menentukan apakah calon mudharib layak atau tidak layak menerima pembiayaan
analisis dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh bank.
Permohonan pembiayaan mudharabah yang diajukan oleh calon mudharib ditolak
45
repayment capacity, calon debitur dinilai belum mampu mengembalikan angsuran
pembiayaan mudharabah.
Kriteria mudharib yang dianggap layak menerima pembiayaan
mudharabah adalah sebagai berikut :
1. Melengkapi data-data yang diperlukan untuk pengajuan pembiayaan
mudharabah baik untuk calon mudharib perorangan atau untuk badan usaha.
2. Usaha mudharib telah sesuai dengan pasar sasaran yang telah ditetapkan PT.
Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe yaitu :
a) Tidak termasuk dalam daftar hitam Bank Indonesia dan Bank Mandiri
syariah.
b) Tidak termasuk debitur pinjaman kredit macet sesuai dengan informasi
Bank Indonesia dan Bank Syariah Mandiri.
c) Tidak termasuk jenis usaha yang dilarang dan dihindari untuk dibiayai.
3. Apabila calon mudharib telah menjadi nasabah, selama berhubungan dengan
Bank Syariah Mandiri mempunyai reputasi baik.
4. Analisis rasio keuangan calon mudharib sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan oleh Bank Syariah Mandiri.
5. Nilai agunan/jaminan harus lebih besar dari jumlah pembiayaan yang
diberikan serta memiki nilai marketability.
E. Flowchart Prosedur Pembiayaan Mudharabah
Pada PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kabanjahe, prosedur
pembiayaan mudharabah kepada calon mudharib dapat dilihat dari
Prosedur pembiayaan mudharabah yang dilakukan oleh PT. Bank Syariah Mandiri
Kantor Cabang Kabanjahe diawali dengan adanya calon mudharib yang harus
mengajukan surat permohonan pembiayaan mudharabah dan data-data
kelengkapan permohonan pembiayaan mudharabah terlebih dahulu. Setelah itu,
seluruh data-data yang telah diajukan diterima pihak bank dan pihak bank
meneliti apakah data-data tersebut telah lengkap diberikan oleh calon mudharib.
Setelah pihak bank menerima dan memeriksa kelengkapan data-data calon
mudharib, maka pihak bank menganalisis tempat tinggal dan tempat usaha calon
mudharib apakah telah sesuai dengan data-data yang diterima pihak bank dan
memutuskan apakah calon mudharib layak atau tidak menerima pembiayaan
mudharabah. Jika pada kenyataannya telah sesuai dengan data-data yang
diberikan oleh calon mudharib, maka pihak bank sekali lagi akan memberikan
pendapat layak atau tidaknya calon mudharib tersebut memperoleh pembiayaan
mudharabah.
Selanjutnya, data-data permohonan pembiayaan mudharabah akan
diteruskan. Jika terdapat kekurangan dokumen, maka pihak bank akan
memberikan informasi kepada calon mudharib agar segera melengkapi
kekurangan data tersebut. Pihak bank akan mengeluarkan surat keputusan
pembiayaan mudharabah sesuai dengan fasilitas dan jumlah pembiayaan yang
diinginkan oleh calon mudharib jika tidak ada lagi data-data dari calon mudharib
yang kurang. Calon mudharib resmi menjadi mudharib Bank Syariah Mandiri dan
dana pembiayaan mudharabah segera dapat dicairkan oleh mudharib dan
48
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, maka penulis dapat menarik
beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Bank Syariah Mandiri adalah sebuah bank yang beroperasi sesuai
dengan prinsip syariah yaitu Al-Quran dan Al-Hadits, sehingga BSM
jauh dari praktek-praktek yang mengandung riba.
2. Adanya perbedaan pembiayaan di bank syariah dengan bank
konvensional. Perbedaan terletak pada penetapan sistem bagi hasil pada
pembiayaan bank syariah dan sistem bunga pada kredit bank
konvensional.
3. Prosedur pembiayaan di bank syariah tidak jauh berbeda dengan
prosedur pemberian kredit pada bank konvensional, yaitu menerapkan
pinsip-prinsip pembiayaan atau kredit yang kuat serta analisis
pembiayaan atau kredit yang cermat dengan pertimbangan berbagai
aspek namun tetap disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah.
4. Prosedur aplikasi pembiayaan mudharabah di BSM telah dilaksanakan
sebagaimana mestinya dan menerapkan prinsip kehati-hatian ini dapat
dilihat dari adanya pemisahan tugas yang memadai, dilakukannya
49
adanya dokumen dan catatan yang cukup dalam proses aplikasi
pembiayaan mudharabah.
Adapun kelemahan dari pembiayaan mudharabah yaitu:
a. Secara spesifik dalam pembiayaan mudharabah sangat diperlukan
unsur kepercayaan yang tinggi dari bank terhadap nasabah. Hal ini
menyebabkan timbulnya kesulitan dalam mencari nasabah yang
potensial sehingga secara otomatis bagi hasil yang ditawarkan pada
penyimpanan dana lebih rendah dari tingkat bunga bank
konvensional sehingga peningkatan kuantitas nasabah sulit di capai.
b. Masih terdapatnya jaminan atau agunan dari nasabah yang
diterapkan oleh Bank Syariah Mandiri dalam proses pembiayaan
mudharabah yang diberikan karena tingkat resiko yang tinggi dalam
pembiayaan mudharabah dan kondisi perekonomian saat ini, serta
karena sulitnya untuk mencari nasabah yang potensial untuk
dibiayai, hal ini sebenarnya tidak terdapat dalam prinsip syariah
yang sebenarnya.
B. Saran
Adapun saran yang diberikan penulis kepada PT. Bank Syariah Mandiri
Kantor Cabang Kabanjahe dalam mensejahterakan perekonomian dimasyarakat
dan meningkatkan keinginan masyarakat untuk menyimpan uangnya dalam
1. Analisis pembiayaan harus lebih selektif dalam menentukan fasilitas
pembiayaan yang akan diberikan dalam menentukan maksimal pembiayaan.
Agar pembiayaan yang diberikan tepat fasilitas dan maksimal pembiayaannya,
maka pemberian pembiayaan harus disesuaikan pada jenis usaha,
kondisi usaha dan rencana bisnis calon mudharib. Apabila pembiayaan
yang diberikan terlalu rendah dengan kebutuhan mudharib tidak mencapai
sasaran dan pembiayaanpun tidak dapat dikembalikan.
2. Sebaiknya calon-calon mudharib diberikan proses / prosedur pembiayaan
yang lebih cepat dan ringkas sehingga tercapai kepuasan nasabah dan
efisiensi dalam pelayanan perbankan sehingga tingkat profitabilitas dapat
ditingkatkan, namun tetap memperhatikan tingkat safety. Perlakuan tersebut
hendak memperhatikan kondisi calon mudharib yang relatif heterogen,
baik dari segi karakter, kemampuan, kondisi usaha dan angunan yang ada.
Selain itu, pengelompokan pembiayaan berdasarkan maksimal pembiayaan
hendaknya memerlukan teknik yang berbeda guna mempermudah calon
mudharib memperoleh pembiayaan. Untuk pembiayaan dengan maksimal
pembiayaan yang rendah hendaknya calon mudharib diberi keringanan
dalam melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan pada tahap
permohonan pembiayaan mudharabah.
3. Melakukan peninjauan secara langsung terhadap operasioanal perusahaan
yang akan dibiayai sehingga memperoleh informasi yang akurat tentang
kelayakan calon mudharib menerima pembiayaan, selain itu inspeksi
51
dilakukan secara mendadak. Hal ini disebabkan tujuan peninjauan
kelapangan adalah untuk memastikan bahwa objek yang dibiayai sesuai
dengan laporan calon mudharib.
4. Bank Syariah Mandiri harus meningkatkan mutu karyawan, terutama
karyawan yang ada dalam unit pemasaran, karena unit pemasaran
memegang peranan penting sehubungan pengkoordinasian seluruh kegiatan
yang ada dalam proses pembiayaan terutama pembiayaan mudharabah
sekaligus dalam menseleksi dan mencari nasabah-nasabah yang potensial.
Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi hasil yang besar bagi
penyimpan dana dan diharapkan lebih kompetitif dengan tingkat bunga bank
konvensional, sehingga penyimpan dana lebih tertarik untuk menyimpan
dananya di Bank Syariah Mandiri dibandingkan dengan bank konvensional
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Faisal, 2005. Manajemen Perbankan, Edisi Pertama, Cetakan Ketiga, Universitas Muhammadiah Malang, Malang.
Ali, Zainuddin, 2008. Hukum Perbankan Syariah, Penerbit Sinar Grafika, Jakarta.
Antonio, Syafi’i, 2001. Bank Syariah ; Dari Teori ke Praktek, Gema Insani Press, Jakarta.
Arifin, Zainul, 2002. Dasar-Dasar Manajemen Syariah, Cetakan Pertama,
Alvabet, Jakarta.
Irmayanto, Juli, 2004. Bank dan Lembaga Keuangan, Edisi Revisi, Penerbit Universitas Trisakti, Jakarta.
Muhammad, 2000. Sistem dan Prosedur Operasional Bank Syariah, Penerbit UII Press, Yogyakarta.
Saeed, Abdullah, 2003. Bank Islam dan Bunga, Cetakan Pertama, Penerbit Pusaka Pelajar, Yogyakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), 2003. Pedoman Akuntansi Syariah Indonesia, Cetakan Pertama, Penerbit Biro Perbankan Syariah Bank Indonesia, Jakarta.
Institut Bankir Indonesia, 2003. Bank Syariah : Konsep Produk dan