• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Morfometrik Anadara Granosa Linneaus 1758 Di Pantai Utara Jakarta Dan Pelabuhan Ratu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Morfometrik Anadara Granosa Linneaus 1758 Di Pantai Utara Jakarta Dan Pelabuhan Ratu"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI MORFOMETRIK

Anadara granosa

Linnaeus 1758

DI PANTAI UTARA JAKARTA DAN

PELABUHAN RATU

AGUNG WAHYU PURNOMO

DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

(2)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA*

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi Studi Morfometrik Anadara granosa di Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, Februari 2015

Agung Wahyu Purnomo

(3)

ABSTRAK

AGUNG WAHYU PURNOMO. Studi Morfometrik Anadara granosa Linneaus 1758 di Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu, dibimbing oleh NEVIATY PUTRI ZAMANI.

Wilayah pesisir merupakan tempat berbagai macam makhluk hidup berkembang biak. Kondisi yang dinamis dari wilayah pesisir menjadikan wilayah tersebut kaya akan nutrisi. Pertumbuhan kerang darah dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan membandingkan morfometrik kerang darah yang berasal dari perairan Pantai Utara Jakarta dan perairan Pelabuhan Ratu yang memiliki perbedaan tingkat pencemaran. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode analisis grafik untuk melihat hubungan antar parameter yang diukur. Uji statistik dan pengukuran morfometrik merupakan cara yang dilakukan untuk memproleh data dalam metode analisis grafik. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya perbedaan morfometrik yang nyata antara kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta dengan Pelabuhan Ratu.

Kata kunci : Wilayah pesisir, morfometrik, Lingkungan, Perairan, Pantai Utara Jakarta, Pelabuhan Ratu, Kerang darah (Anadara granosa).

ABSTRACT

AGUNG WAHYU PURNOMO. Morphometric Study of Anadara granosa

Linneaus 1758 in northern coast of jakarta and Pelabuhan ratu. supervised by NEVIATY PUTRI ZAMANI.

The coastal area is a wide variety of creatures breed. Dynamic conditions of coastal areas make the region is rich in nutrients. Northern coast of jakarta estuary waters and Pelabuhan Ratu are two waters with different degrees of contamination. A creature have different growth process based on the type of species. The growth of creature are influenced by environmental factors. Blood mussels (Anadara granosa) follow a certain pattern in the growth. Blood mussels produce hemoglobin in red liquid that it generates. Statistical tests and morphometric measurements are ways in which to have data in chart analysis method. The objective of present study is to observe the pattern which blood mussels growth and compare the difference between one place and another place, in present study Muara Angke and Pelabuhan Ratu. This study prove that there are differences in the pattern which blood mussels growth and significant differences in shells morphometric between blood mussels from northern coast of jakarta and blood mussels from Pelabuhan ratu.

(4)

STUDY MORFOMETRIK

Anadara granosa

Linnaeus 1758

DI PANTAI UTARA JAKARTA DAN

PELABUHAN RATU

AGUNG WAHYU PURNOMO

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Kelautan

pada

Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan

DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

(5)
(6)

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan September 2014 ini dengan judul Studi Morfometrik Anadara granosa di Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu Dr. Ir. Neviaty Putri Zamani M.Sc selaku dosen pembimbing, Ibu Risti dan Ibu Puji yang memberi saran dan masukan, dan Bapak Dr. Ir Jhonson lomban gaol selaku pembimbing GKM. Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada Roza Indah Pratiwi, S.Pd yang selalu mendukung baik moral maupun materi, Mba Elli, Mba Ani, dan Mba Yayoi yang selalu membantu di penelitian. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada ayah, ibu, serta seluruh keluarga, atas segala doa dan kasih sayangnya.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

Bogor, Februari 2015

(7)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL vi

DAFTAR GAMBAR vi

DAFTAR LAMPIRAN vi

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Tujuan Penelitian 2 METODE 2 Waktu dan Lokasi Penelitian 2 Alat dan Bahan 2

Prosedur Penelitian 3 HASIL DAN PEMBAHASAN 7 Hubungan Panjang Cangkang dengan Berat Cangkang 12

Hubungan Lebar Cangkang dan Berat Cangkang 14

Hubungan Tebal Umbo Cangkang dan Berat Cangkang 16

Rasio Panjang Cangkang dan Lebar Cangkang 17

Rasio Panjang Cangkang dan Tebal Umbo 18

Rasio Lebar Cangkang dan Tebal Umbo 19

Indeks Kondisi Kerang Darah 20

Data sekunder 21

Pembahasan 22

SIMPULAN DAN SARAN 25

Simpulan 25 Saran 25

(8)

DAFTAR GAMBAR

1. Ilustrasi pengukuran panjang,lebar dan tbal umbo kerang dengan

menggunakan vector x,y dan z 3 2. Diagram alir prosedur penelitian 6 3. Diagram pie persentase jumlah Anadara granosa yang di peroleh

dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu 7 4. Grafik pola sebaran data panjang Anadara granosa di Pantai Utara

Jakarta dan Pelabuhan Ratu 9 5. Grafik hubungan panjang cangkang dan berat cangkang kerang

darah (Anadara granosa) 12 6. Grafik hubungan lebar cangkang dan berat cangkang kerang darah

(Anadara granosa) 14

7. Grafik hubungan tebal umbo cangkang dan berat cangkang kerang

darah (Anadara granosa) 16

DAFTAR TABEL

1. Alat dan bahan yang digunakan 3 2. Rata-rata beberapa parameter morfometrik dan rasio Anadara

granosa dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu 10 3. Nilai R2 dan persamaan model pertumbuhan panjang cangkang dan

pertumbuhan berat cangkang kerang darah dengan beberapa

pengelompokan berdasarkan ukuran. 13 4. Nilai R2 dan persamaan model pertumbuhan lebar cangkang dan

pertumbuhan berat cangkang kerang darah dengan beberapa

pengelompokan berdasarkan ukuran. 15 5. Nilai R2 dan persamaan model pertumbuhan tebal umbo cangkang

dan pertumbuhan berat cangkang kerang darah dengan beberapa

pengelompokan berdasarkan ukuran. 17 6. Jumlah individu berdasarkan rasio panjang cangkang dan lebar

cangkang Anadara granosa Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan

Ratu 18.

7. Jumlah individu berdasarkan rasio panjang cangkang dan tebal umbo cangkang Anadara granosa Pantai Utara Jakarta dan

Pelabuhan Ratu 19

8. Jumlah individu berdasarkan rasio lebar cangkang dan tebal umbo cangkang Anadara granosa Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan

Ratu 20

9. Nilai rata-rata indeks kondisi Anadara granosa yang berasal dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu dengan pengelompokan

berdasarkan ukuran cangkang 21 10.Data sekunder beberapa kualitas perairan Teluk Jakarta dan

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Data Morfometrik Kerang Darah (Anadara granosa) Berasal dari

(10)
(11)

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya ditutupi oleh perairan. Beberapa perairan tersebut adalah Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu. Muara Angke merupakan perairan yang terletak di utara Jakarta dan salah satu perairan yang padat dengan berbagai kegiatan manusia. Muara-muara di Jakarta merupakan tempat penampungan akhir dari badan sungai yang berada di daerah Jakarta dan sekitarnya. Penampungan akhir dan banyaknya aktifitas manusia di Muara Angke menjadi faktor utama terjadinya pencemaran diperairan tersebut. Kegiatan manusia yang memberikan peluang masuknya logam berat ke dalam perairan di antaranya adalah limbah industri, buangan kapal, dan juga limbah rumah tangga Putri et al (2011). Perkembangan industri di daerah DKI dan sekitarnya dewasa ini cukup pesat. Peningkatan jumlah industri ini akan selalu diikuti oleh pertambahan jumlah limbah, baik berupa limbah padat, cair maupun gas. Limbah tersebut mengandung bahan kimia yang beracun dan berbahaya (B3) dan masuk ke teluk Jakarta melalui 13 DAS yang bermuara ke perairan ini (Lestari dan Edward 2004).

Pelabuhan Ratu merupakan ibu kota Kabupaten Sukabumi., Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Letaknya berada di pesisir Samudra Hindia. Teluk Pelabuhan Ratu merupakan salah satu teluk yang terletak di Selatan Jawa yang memiliki fasilitas berupa pelabuhan perikanan dengan berbagai kegiatan yang berlangsung didalamnya. Penelitian Anindita (2002) dan Desmawati (2006) mengenai logam berat menunjukkan bahwa logam berat Cd, Cu, Ni, Pb, dan Zn di Pelabuhan ratu masih di bawah baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Pencemaran yang terjadi di pantai Pelabuhan Ratu masih dibawah pencemaran yang terjadi di Muara Angke.

Perairan di Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, salah satu kekayaan alam yang berlimpah yakni jenis kerang. Kerang merupakan biota yang mampu bertahan hidup di dalam perairan yang tercemar, salah satu jenis kerang tersebt yakni kerang darah (Anadara granosa). Kerang darah (Anadara granosa) memiliki daging dengan warna merah kecoklatan. Warna ini terjadi karena adanya hemoglobia dalam darah kerang tersebut. Kerang Anadara granosa termasuk ke dalam phylum mollusca, kelas bivalvia, Ordo Arcoida, Familia Arcidae dan merupakan salah satu spesies dari Genus Anadara (Broom 1985). Spesies ini menyebar di kawasan Indo-Pasifik. Dari Afrika sampai Australia, Polynesia dan Jepang. Anadara granosa hidup terutama di zona intertidal laut sampai kedalaman air dua meter, menyelam ke dalam pasir atau Lumpur (Pathansali 1966). Sebagaimana kerang pada umumnya, Anadara granosa memiliki pertumbuhan relatif lambat atau sekitar 4,5-31,5 mm pada tahun pertama (Broom 1982). Kerang ini hidup di pantai yang bersubstrat pasir berlumpur, selain itu juga ditemukan pada ekosistem estuary, mangrove dan padang lamun.

(12)

2

Muara Angke, sedangkan sampel kerang darah Pelabuhan Ratu berasal tidak jauh dari sungai cimandiri dimana lokasi tersebut memiliki subtract yang cocok untuk habitat kerang darah. Kerang merupakan bio-indikator untuk polusi logam berat. Kerang darah salah satu yang termasuk di dalamnya. Pertumbuhan kerang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sehingga studi morfometrik mengenai kerang perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, studi mengenai cangkang Anadara granosa perlu dilakukan.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan membandingkan morfometrik cangkang Anadara granosa di pantai Utara Jakarta dan perairan Pelabuhan Ratu sehingga dapat memberikan informasi mengenai perbedaan morfometrik cangkang kerang darah dari kedua perairan tersebut.

METODE

Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian mengenai morfometrik kerang darah Anadara granosa dimulai sejak bulan September hingga November 2014 bertempat di Laboratorium Penelitian Biokimia, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Sampel biota diperoleh dari dua tempat yang berbeda yakni: Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu.

(13)

3

Alat dan Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Anadara granosa yang berasal dari dua lokasi yang berbeda, yaitu Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan ratu. Total sampel yang diambil dari masing masing tempat adalah 200 untuk Pelabuhan ratu dan 200 untuk Pantai Utara Jakarta. Sampel yang diambil berasal dari rentang usia 5-6 bulan. Pada Tabel 1 tertera alat dan bahan yang digunakan selama penelitian.

Tabel 1 Alat dan bahan yang digunakan.

Nomor Alat Bahan

1 Laptop (MS Office, MS Excel) Kerang darah (Anadara granosa)

2 Alat tulis -

3 Jangka sorong -

4 timbangan digital Adam HCB 1002 -

5 Penggaris -

6 Pisau -

7 Kertas minyak -

Prosedur Penelitian

Pada Gambar 1 tertera contoh pengukuran morfometrik cangkang kerang darah Anadaara granosa yang dilakukan selama penelitian berlangsung.

Gambar 1 Ilustrasi pengukuran panjang, lebar dan tebal umbo kerang dengan menggunakan vektor x, y dan z

(14)

4

IK = Indeks Kondisi

Bc = Berat Cangkang

Bk = Berat Kering

Hasil perhitungan morfometrik diuji secara statistika dengan menggunakan

uji t untuk mengetahui perbedaan morfometrik yang nyata antara Anadara granosa yang berasal dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan ratu.

Prosedur Analisis Data Uji Statistika

Hasil perhitungan morfometrik diuji secara statistika dengan menggunakan uji-t untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan morfometrik yang nyata antara

Anadara granosa yang berasal dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhanratu. Uji t dilakukan dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 21. Data yang diuji dengan menggunakan uji t adalah panjang cangkang, lebar cangkang, tebal umbo, berat cangkang, berat kering jaringan, indeks kondisi, rasio panjang cangkang dengan lebar cangkang (P/L), rasio panjang cangkang dengan tebal umbo (P/T), rasio lebar cangkang dengan tebal umbo (L/T), rasio panjang cangkang dengan berat cangkang (P/Bc), rasio indeks kondisi dengan berat cangkang (IK/Bc), dan rasio panjang cangkang dengan indeks kondisi (P/IK).

Hubungan Morfometrik

Penelitian dilakukan dengan pengambilan data morfometrik yang terdiri: Panjang cangkang, Lebar cangkang, tinggi cangkang, tebal cangkang, dan berat cangkang. Panjang, lebar,tinggi dan tebal cangkang diukur dengan menggunakan jangka sorong. Berat (berat kering dan berat cangkang) diukur dengan menggunakan timbangan digital. Pada pengambilan data morfometrik, kerang darah Anadara granosa dibagi menjadi tiga keriteria yakni: kecil(1,80-2,19), sedang (2,20-2,60) dan besar (2,61-3,23) cm. Kriteria tersebut didasarkan pada ukuran panjang yang diikuti oleh lebar, tinggi, berat cangkang, berat kering, indeks kondisi, panjang dibagi lebar, panjang dibagi tinggi, lebar dibagi tinggi, panjang dibagi berat cangkang, indeks kondisi dibagi berat cangkang , dan panjang dibagi indeks kondisi.

(15)

5

cangkang. Nilai b=3 menyatakan bahwa pertambahan panjang dan pertambahan berat memiliki pola yang isometrik atau memiliki pertambahan panjang dan pertambahan berat dengan pola yang sama.

Rasio Morfometrik

(16)

6

Gambar 2 di bawah ini merupakan diagram alir yang menggambarkan langkah kerja penelitian.

Gambar 2. Diagram Alir Prosedur Penelitian Transportasi

Biota Mulai

Pengambilan sampel biota dari Muara Angke dan Pelabuhan Ratu

Analisis data

Hasil Analisis

Selesai Analisis Panjang, Tinggi,

Lebar dan tebal cangkang

Analisis biota

(17)

7 dasar kerang darah yaitu putih kemerahan (merah darah), bagian daging berwarna merah dan ukuran lebar cangkang dapat mencapai 4 cm (Umbara dan Suseno 2006).

Kerang Anadara terdapat di pantai laut pada substrat lumpur berpasir dengan kedalaman 10 m sampai 30 m. Lokasi budidaya kerang darah yang baik adalah lokasi yang terlindung dari arus kencang ,terhindar dari fluktuasi salinitas yang tinggi, dasar perairan lumpur berpasir, dan jauh dari pengaruh sungai besar. (Alpatih 2010). Contoh perairan yang digunakan untuk budidaya kerang darah adalah perairan pelabuhan ratu dan muara angke.

Gambar 3 tertera diagram pie yang menunjukan persentase jumlah Anadara granosa di perairan Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu. Diagram pie tersebut menggunakan data yang diperoleh selama kegiatan penelitian.

Persentase jumlah kerang darah yang diperoleh dari Pantai Utara Jakarta adalah 47% untuk kerang ukuran kecil berjumlah 99 individu, 53% untuk kerang berukuran sedang berjumlah 111 individu. Total sampel yang diproleh dari Pantai Utara Jakarta adalah 200 individu.

Persentase jumlah kerang darah yang diperoleh dari Pelabuhan Ratu adalah 3% untuk kerang ukuran kecil berjumlah 6 individu, 55% untuk kerang ukuran sedang berjumlah 111 individu, dan 42% untuk kerang ukuran besar dengan jumlah 83 individu. Total sampel yang diperoleh dari Pelabuhan Ratu adalah 200 individu.

Berdasarkan diagram pie dapat kita lihat bahwa untuk kerang darah

(Anadara granosa) yang berasal dari Pantai Utara Jakarta hanya ditemukan dalam Gambar 3 Diagram pie persentase jumlah Anadara granosa yang diperoleh dari

(18)

8

ukuran kecil dan sedang, sedangkan ukuran dengan keriteria besar tidak ditemukan. Perbedaan yang terdapat di dalam diagram pie Pantai Utara Jakarta sangat signifikan dimana jumlah terbanyak dimiliki oleh kerang dengan kriteria sedang kemudian kecil.

Diagram pie Pelabuhan Ratu menunjukan data bahwa kerang darah dibedakan menjadi tiga kriteria berdasarkan ukuran kecil, sedang , dan besar. Perbedaan didalam diagram pie Pelabuhan Ratu cukup signifikan dimana jumlah terbanyak dimiliki kerang dengan kriteria sedang kemudian disusul keriteria besar dan kecil.

Perbedaan data yang terdapat diantara kedua data tersebut dikarena faktor lingkungan dimana kerang darah tersebut hidup. Kerang darah yang digunakan sebagai sampel penelitian memiliki usia yang sama yakni 5-6 bulan, akan tetapi dengan rentang usia yang sama kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta memiliki pertumbuhan jauh lebih lambat dibandingkan dengan kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu. Perbedaan tersebut bisa dikarenakan lingkungan tempat hidup kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta jauh lebih tercemar dibandingan dengan Pelabuhan Ratu sehingga pencemaran tersebut mempengaruhi pertumbuhan morfometrik kerang darah.

Gambar 4 menunjukan pola sebaran data panjang kerang darah di Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu. Perbedaan terdapat pada pola sebaran kerang darah, yaitu pada perairan Pantai Utara Jakarta kerang darah yang paling banyak ditemukan adalah kerang darah dengan ukuran panjang 2,03-2,13 cm dan 2,14-2,24 cm sedangkan pada perairan Pelabuhan Ratu kerang darah yang paling cukup berbeda dengan kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu walaupun memiliki kisaran relatif lebih bervariasi tetapi merata dan memiliki ukuran panjang yang melebihi Pantai Utara Jakarta yaitu sebesar 2,03-3,12 mm. Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor pertumbuhan seperti suhu, salinitas, oksigen terlarut, cahaya, ketersediaan bahan makanan, usia, dan ukuran kerang (bayne 1976).

(19)

9

Gambar 4 Grafik Pola Sebaran Data Panjang Anadara granosa di Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu

Kerang darah yang bersal dari Pantai Utara Jakarta memiliki ukuran panjang yang relative lebih pendek dibandingkan kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu. Perbedaan kedua ukuran tersebut dapat di sebabkan oleh pengaruh factor lingkungan atau habitat tempat kerang darah tersebut hidup. Kerang darah(Anadara granosa) yang berasal darii perairan Pelabuhan Ratu memiliki keunggulan dari segi panjang di bandingkan dengan kerang darah yang berasal dari perairan pantai Utara Jakarta. Perbedaan tersebut dapat dikarenakan oleh berbagia macam factor yang mempengaruhinya. Kerang darah sendiri merupakan biota perairan yang dapat hidup diberbagai kondisi perairan baik periran tercemara maujpun perairan yang bersih. Kerang darah Merupakan biota yang memiliki kemampuan dalam menyaring air dimana hal tersebut dilakukan oleh kerang dara untuk mendapatkan makanan yang terlarut didalam air, dengan sifat kerang darah tersebut yang mencari makan dengan cara menyaring air disekitarnya menyebabkan kerang darah menyaring semua bahan yang terkandung didalam air tersebut baik itu makanan maupun logam atau kotoran yang tercampur dengan air disekitarnya. Perairan yang tercemar tentu akan sangat berbahaya bagi kerang darah baik dari segi pertumbuhan maupun kandungan dagingnya apabila dikonsumsi oleh manusia. Perairan yang tercemar walaupun kerang darah dapat hidup didalamnya tetapi akan mempengaruhi kerang darah (Anadara granosa).

Tabel 2 dibawah ini merupakan parameter morfometrik dan rasio kerang darah

(20)

10

Tabel 2 Rata-rata beberapa parameter morfometrik dan rasio Anadara granosa dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu

Variabel Kecil Sedang Besar

(21)

11

Anadara granosa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan ukuran panjang.Ukuran kecil dengan ukuran 1,8 - 2,19 cm, ukuran sedang dengan ukuran 2,20 – 2,60 cm, dan ukuran besar dengan ukuran 2,61 -3,23 cm. Uji t mandiri dengan selang kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kerang yang berasal dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu pada beberapa variabel. Perbedaan yang ada pada kerang ukuran kecil terdapat pada variabel panjang, L dibagi T, IK dibagi bc dan P dibagi IK. Perbedaan pada kerang ukuran sedang terdapat pada variabel tinggi, P dibagi L, P dibagi T, dan L dibagi T. Kerang ukuran besar antara Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu memiliki perbedaan yang sangat mencolok dimana pada Muara Angke tidak ditemukan kerang darah yang memiliki keriteria besar walaupun memiliki usia yang sama dengan kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu. Secara total, perbedaan secara signifikan terdapat pada panjang, lebar, tinggi, berat cangkang, berat kering,P dibagi L, P dibgi T,L dibagi T, dan P dibagi IK. Perbedaan tersebut dapat dikarenakan oleh berbagai faktor utama seperti halnya lingkungan periran kerang darah (Anadara granosa) hidup. Pantai Utara Jakarta secara tidak langsung memiliki kualitas air yang jauh lebih tercemar apabila dibandingkan dengan Pelabuhan Ratu. Pencemaran yang terjadi dapat dikarenakan pada Pantai Utara Jakarta memiliki tingkat aktifitas kegiatan manusia yang jauh lebih tinggi dari Pelabuhan Ratu.

Hubungan Panjang Cangkang dengan Berat Cangkang

(22)

12

Gambar 5 Grafik hubungan panjang cangkang dan berat cangkang kerang darah (Anadara granosa) yang berasal dari Pantai Utara Jakarta dan pelabuhan ratu.

: Pelabuhan Ratu : Pantai Utara Jakarta

Pertumbuhan cangkang kerang darah berhubungan erat dengan pertambahan berat cangkang. Pertumbuhan cangkang kerang darah mengikuti garis kecenderungan model power. Pertumbuhan panjang cangkang akan meningkat pesat diukuran sedang dan besar, akan tetapi diukuran kecil pertumbuhan cangkang kerang darah tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta tidak ditemukan sampel berukuran besar walaupun dengan sampel yang memiliki usia sama dengan sampel kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu.

(23)

13

Tabel 3 Nilai R2 dan persamaan model pertumbuhan panjang cangkang dan pertumbuhan berat cangkang kerang darah dengan beberapa

pengelompokan berdasarkan ukuran.

Besar Pelabuhan Ratu 1.8551P2.4908 0,0193

Gabung Pantai Utara Jakarta 0.0003P 2.4406

0,7628

Pelabuhan Ratu 0.128P1.2968 0,2892

Pertumbuhan Anadara granosa mengikuti garis kecenderungan tipe power. Grafik pada Gambar 4 menunjukkan bahwa Anadara granosa berukuran kecil yang berasal dari Pelabuhan Ratu menyebar jauh dari garis kecenderungan tipe

power dengan nilai R2=0,2198. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara berat cangkang dan panjang cangkang untuk Anadara granosa berukuran kecil yang berasal dari Pelabuhan Ratu memiliki keeratan hubungan yang kurang kuat. Berbeda dari Anadara granosa yang berukuran sama yang berasal dari Pantai Utara Jakarta yang memiliki keeratan yang tinggi antara berat cangkang dan panjang cangkang dengan nilai R2=0,4578. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan berat dan cangkang Anadara granosa mengikuti kecenderungan model dengan persamaan pada tabel 3.

Pertumbuhan Anadara granosa ukuran sedang yang berasal dari Pantai Utara Jakarta memiliki nilai R2=0,5066. Pelabuhan Ratu sendiri memiliki nilai R2=0,0792. Nilai ini menunjukkan bahwa pada ukuran sedang Anadara granosa

yang berasal dari Pelabuhan Ratu memiliki jumlah yang lebih kecil dari Pantai Utara Jakarta, sehingga Pantai Utara Jakarta memiliki tingkat keeratan jauh lebih tinggi. Anadara granosa yang berukuran besar tidak ditemukan dalam jumlah banyak pada Pantai Utara Jakarta sehingga tidak dilakukan perhitungan koefisien determinasinya. Nilai koefisien determinasi kerang darah berukuran besar yang berasal dari Pelabuhan Ratu sebesar 0,0193, nilai ini menunjukkan keeratan hubungan antara panjang cangkang dengan berat cangkang Anadara granosa

berukuran besar dari Pelabuhan Ratu.

Koefisisen determinasi data gabungan yang berasal dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu juga dilakukan penghitungan. Data gabungan Anadara granosa yang berasal dari Pantai Utara Jakarta didapatkan nilai R2 sebesar 0,7628 dengan Bc = 0.0003P2.4406. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara panjang cangkang dan berat cangkang memiliki hubungan yang sangat erat. Data gabungan Anadara granosa yang berasal dari Pelabuhan Ratu memiliki nilai koefisien determinasi sebesar 0,2892 dengan nilai Bc = 0.128P1.2968. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Panjang dan Berat cangkang Anadara granosa

(24)

14

hal tersebut dinyatakan sebagai pertumbuhan allometrik negative. Apabila nilai b<3, ini menandakan bahwa pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat (Ricker 1970 dalam Effendie 1997).

Hubungan Lebar Cangkang dan Berat Cangkang

Di bawah ini merupakan grafik yang menghubungkan lebar cangkang dengan berat cangkang kerang darah (Anadara granosa).

Gambar 6 Grafik hubungan lebar cangkang dan berat cangkang kerang darah (Anadara granosa).

: Pelabuhan Ratu : Pantai Utara Jakarta

(25)

15

dengan ukuran besar yang berasal dari Pantai Utara Jakarta hanya ditemukan satu sampel sehingga tidak dapat digunakan.

Tabel 4 merupakan tabel nilai R2 hasil dari persamaan model pertumbuhan lebar cangkang dan pertumbuhan berat cangkang kerang darah dengan beberapa pengelompokan berdasarkan ukuran.

Tabel 4 Nilai R2 dan persamaan model pertumbuhan lebar cangkang dan pertumbuhan berat cangkang kerang darah dengan beberapa pengelompokan berdasarkan ukuran.

Ukuran Asal Kerang Bc R2

Kecil Pantai Utara Jakarta 2.4301L0.7244 0,132

Pelabuhan Ratu 1.8725L1.0362 0,1257

Sedang Pantai Utara Jakarta 2.7756L0.8079 0.1794

Pelabuhan Ratu 6.8973L0.1165 0.0034

Besar Pelabuhan Ratu 7.2042L0.2256 0.0171

Gabung Pantai Utara Jakarta 1.2329L1.5147 0.4266

Pelabuhan Ratu 6.0876L0.2826 0.0166

Nilai koeefisien determinasi dari lebar cangkang serta berat cangkang dan persamaan garis kecenderungan dengan fungsi pangkat. Kerang darah ukuran kecil yang berasal dari Pantai Utara Jakarta memiliki nilai R2 sebesar 0.132 yang berarti bahwa hubungan antara lebar cangkang dan berat cangkang memiliki kaitan yang cukup erat. Kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu memiliki nilai R2 sebesar 0.1257 yang berarti bahwa hubungan antara lebar cangkang dan berat cangkang memiliki kaitan yang cukup juga erat.

Kerang darah dengan ukuran sedang yang berasal dari Pantai Utara Jakarta memiliki kaitan lebar cangkang dan berat cangkang yang cukup erat dengan nilai R2 sebesar 0.1794 dan 0.0034 untuk Pelabuhan Ratu yang artinya kurang erat. Kerang darah dengan ukuran besar memiliki nilai R2 sebesar 0.0171 untuk Pelabuhan Ratu, sedangkan untuk Pantai Utara Jakarta tidak dapat ditarik kesimpulan karena jumlah sampel yang kurang dan tidak ditemukan kriteria besar. Secara keseluruhan, kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta memiliki lebar cangkang dan berat cangkang yang memiliki hubungan lebih erat dengan nilai R2 sebesar 0.4266 dibandingkan kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu yang memiliki nilai R2 sebesar 0.0166 .

Nilai b pada persamaan Bc=1.2329L1.5147 memiliki nilai lebih kecil dari 3 sehingga menurut hukum kubik pola pertumbuhan berat cangkang dan lebar cangkang kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta memiliki sifat allometrik negatif sehingga pola pertambahan lebar lebih besar dibandingkan dengan pola pertambahan berat.

Hubungan Tebal Umbo Cangkang dan Berat Cangkang

(26)

16

Gambar 7 Grafik hubungan tebal umbo cangkang dan berat cangkang kerang darah (Anadara granosa).

: Pelabuhan Ratu : Pantai Utara Jakarta

Hubungan antara tebal umbo cangkang dan berat cangkang mengikuti garis kecenderungan model fungsi pangkat. Kerang darah dari Pantai Utara Jakarta dengan ukuran kecil memiliki tebal umbo yang lebih besar dibandingkan kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu dengan berat yang sama. Kerang darah dengan ukuran sedang dan gabungan dari ketiga data yang ada menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada hubungan berat cangkang dan tebal cangkang tersebut, hanya saja kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu ada beberapa yang menjauhi garis kecendrungan.

(27)

17

Tabel 5 Nilai R2 dan persamaan model pertumbuhan tebal umbo cangkang dan pertumbuhan berat cangkang kerang darah dengan beberapa pengelompokan berdasarkan ukuran.

Sedang Pantai Utara Jakarta 2.275 T 1.4255

0.4505

Pelabuhan Ratu 2.8522T1.2012 0.2679

Besar Pelabuhan Ratu 4.5587T0.7791 0.1744

Gabung Pantai Utara Jakarta 1.9146T

1.5921

0.5691

Pelabuhan Ratu 6.2495T0.3456 0.1174

Fungsi garis kecenderungan fungsi pangkat dan nilai koeefisien determinan kerang darah dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu. Kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta dengan ukuran kecil memiliki keeratan yang lebih besar dibandingkan dengan kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu dengan nilai koefisien determinan sebesar 0.2055 untuk Pantai Utara Jakarta dan 0.0092 untuk Pelabuhan Ratu. Kerang darah dengan ukuran sedang memiliki keeratan yang cukup tinggi dengan koefisien determinan sebesar 0.4505 untuk Pantai Utara Jakarta dan 0.2679 untuk Pelabuhan Ratu. Kerang darah dengan ukuran besar memiliki koefisien determinan sebesar 0.1744 untuk Pelabuhan Ratu. Nilai koefisien total kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta sebesar 0.5691 dan kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu sebesar 0.1174.

Berdasarkan perolehan data di atas mengenai hubungan panjang cangkang dengan berat cangkang, lebar cangkang dengan berat cangkang, tebal umbo dengan berat cangkang dapat kita lihat bahwa terdapat perbedaan yang cukup nyata dari keduanya. Hubungan panjang cangkang dengan berat cangkang kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta jauh lebih erat dibandingkang dengan kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu. Kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu dalam hubungan lebar cangkang dan berat cangkang memiliki hubungan yang kurang erat dari pada Pantai Utara Jakarta. Tebal umbo cangkang dan berat cangkang Muara Angke memiliki hubungan lebih erat dari Pelabuhan Ratu. Perolehan grafik diatas menunjukan bahwa pola sebaran kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu lebih menyebar. Penyebaran kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu bisa dikarenakan kondisi perairan yang memiliki sumber makanan yang melimpah tetapi tidak tersebar secara merata, sehingga menyebabkan perbedaan pertumbuhan kerang.

Rasio Panjang Cangkang dan Lebar Cangkang

(28)

18

Tabel 6 Jumlah individu berdasarkan rasio panjang cangkang dan lebar cangkang Anadara granosa Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu.

Asal Anadara granosa Kelas Jumlah

Pelabuhan Ratu

Rasio panjang cangkang dan lebar cangkang pada Pelabuhan Ratu tersebar dari rasio 5.489 - 11.908. Jumlah individu terbanyak terdapat pada rasio 8.057 - 9.340 dengan jumlah individu sebanyak 94 individu. Rasio panjang cangkang dan lebar cangkang pada Pantai Utara Jakarta tersebar dari rasio 6.677 - 13.105. Kisaran rasio di Pantai Utara Jakarta lebih besar dibandingkan kisaran rasio di Pelabuhan Ratu. Jumlah individu terbanyak terdapat pada kisaran rasio 7.963 - 9.248.

Data di atas menunjukkan bahwa rasio panjang dan lebar pada Pelabuhan Ratu memiliki individu yang lebih tersebar merata, sedangkan pada Pantai Utara Jakarta lebih terfokus. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kerang darah di Pantai Utara Jakarta memiliki rasio pertambahan panjang dan lebar yang hampir sama yaitu berkisar antara 7.963 - 9.248.

Rasio Panjang Cangkang dan Tebal Umbo

(29)

19

Tabel 7 Jumlah individu berdasarkan rasio panjang cangkang dan tebal umbo cangkang Anadara granosa Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu.

Asal Anadara granosa Kelas Jumlah

Pantai Utara Jakarta berasal dari Pantai Utara Jakarta tidak terdapat individu yang mewakili dikarenakan tidak terdapat kerang darah yang terdapat diantara selang tersebut. Rasio panjang cangkang dan tebal umbo Anadara granosa yang berasal dari Pelabuhan Ratu tersebar pada kisaran 7.297 - 13.886, dan tersebar mendekati pola sebaran normal dengan jumlah individu terbanyak pada kisaran 9.932-11.250. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rasio panjang dan tebal umbo cangkang kerang darah dikedua tempat.

Rasio Lebar Cangkang dan Tebal Umbo

(30)

20

Tabel 8 Jumlah individu berdasarkan rasio lebar cangkang dan tebal umbo cangkang Anadara granosa Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu.

Asal Anadara granosa Kelas Jumlah

Pantai Utara Jakarta Pelabuhan Ratu memiliki kisaran 0.784-1.767, dengan jumlah individu terbanyak terdapat pada kisaran rasio 1.060-1.413.

Kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu tidak memiliki kecenderungan untuk tumbuh mengikuti rasio tetapi terfokus pada beberapa selang.

Berdasarkan data rasio diatas dapat kita lihat bahwa kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu memiliki nilai rasio yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta. Kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu memiliki tingkat penyebaran yang merata sedangkan kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta lebih terfokus. Perbedaan tersebut bisa dikarenakan perbedaan tingkat kandungan bahan makanan kerang darah di kedua perairan. Perairan Pelabuhan Ratu memiliki kandungan bahan makanan yang merata dikarenakan tingkat pencemaranya yang rendah, sedangkan perairan Pantai Utara Jakarta memiliki tingkat pencemaran yang lebih tinggi sehingga memiliki kandungan bahan makanya yang rendah dan hanya terfokus pada titik tertentu saja.

Indeks Kondisi Kerang Darah

(31)

21

menggunakan indeks kondisi yang menggunakan berat daging dan berat cangkang. Tabel 9 merupakan rata-rata indeks kondisi Anadara granosa yang berasal dari dua perairan berdasarkan ukuran cangkang.

Tabel 9 Nilai rata-rata indeks kondisi Anadara granosa yang berasal dari Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu dengan pengelompokan berdasarkan ukuran cangkang. dan Pelabuhan Ratu tertera diatas. Nilai indeks kondisi kerang darah pada Pantai Utara Jakarta memiliki rata rata lebih kecil dibandingkan nilai indeks kondisi di Pelabuhan Ratu. Pada ukuran kecil nilai indeks kondisi kerang darah di Pantai Utara Jakarta memiliki rata rata sebesar 4,103, sedangkan di Pelabuhan Ratu memiliki nilai rata rata indeks kondisi sebesar 8,065. Pada ukuran sedang nilai rata-rata indeks kondisi di Pantai Utara Jakarta sebesar 5,427 dan pada Pelabuhan Ratu sebesar 5,721. Pada ukuran besar nilai rata-rata indeks kondisi kerang darah Pantai Utara Jakarta tidak ditemukan karena tidak terdapat biota dengan kriteria besar dan pada Pelabuhan Ratu sebesar 5,721.

Nilai rata-rata indeks kondisi pada Pantai Utara Jakarta memiliki kecenderungan untuk terus meningkat pada setiap ukuran, tidak sebanding dengan nilai rata-rata indeks kondisi pada Pelabuhan Ratu yang mengalamai penurunan. Nilai indeks kondisi umumnya terus meningkat seiiring pertambahan usia (Peig & Green 2010). Pada Pantai Utara Jakarta nilai indeks kondisi terus meningkat seiiring dengan bertambahnya usia, namun hal yang sebaliknya terjadi pada kerang darah Pelabuhan Ratu yang nilai indeks kondisinya menurun dengan semakin besarnya ukuran kerang tersebut. Lebih tingginya nilai indeks kondisi pada Pelabuhan Ratu dapat terjadi dikarenakan pencemaran di Pantai Utara Jakarta jauh melebihi Pelabuhan Ratu.

(32)

22

Data Sekunder Kualitas Perairan

Tabel 10 dibawah ini tertera data sekunder kualitas perairan yang di jadikan acuan dalam penelitian.

Tabel 10 Data sekunder beberapa kualitas perairan Teluk Jakarta dan Pelabuhan Ratu. Teluk Jakarta dan di Pelabuhan ratu memiliki nilai yang berbeda untuk parameter suhu, salinitas dan oksigen terlarut, akan tetapi perbedaan tersebut tidak terlalu jauh sehingga dapat dikatakan bahwa ketiga parameter kualitas perairan tersebut tidak memengaruhi secara dominan pertumbuhan kerang darah. Faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan kerang darah adalah ketersediaan bahan makanan, usia dan ukuran kerang.

Pembahasan

Kerang Anadara granosa hidup mengelompok dan umumnya banyak ditemukan pada substrat yang kaya kadar organik Marzuki et al (2006). Kerang

Anadara granosa termasuk ke dalam phylum mollusca, kelas bivalvia, Ordo Arcoida, Familia Arcidae dan merupakan salah satu spesies dari Genus Anadara

(33)

23

perairan di Pelabuhan Ratu memiliki tingkat kualitas perairan yang jauh lebih tinggi dari Pantai Utara Jakarta.

Pencemaran lingkungan oleh limbah non organik dan logam berat dapat menyebabkan pengaruh negatif bagi mahkluk hidup didalamnya baik tumbuhan maupun hewan. Pencemaran yang terjadi dapat menurunkan kadar oksigen terlarut di dalam suatu perairan, oksigen sangat dibutuhkan oleh biota laut baik hewan maupun tumbuhan. Kerang dapat mengakumulasi logam lebih besar daripada hewan air lainnya karena sifatnya yang menetap dan menyaring makanannya (filter

feeder) serta lambat untuk dapat menghindarkan diri dari pengaruh polusi(Astri Reza

Fauziah et all). Faktor biologi yang mempengaruhi kehidupan kerang laut adalah

fitoplankton, zooplankton, zat organik tersuspensi dan makhluk hidup di lingkungannya (Debenay & Tack 1994). Fitoplankton dan zooplankton

merupakan salah satu tumbuhan dan hewan didalam suatu perairan yang memanfaat oksigen terlarut. Fitoplankton merupakan salah satu makanan kerang darah, sehingga dengan rendahnyakadar oksigen terlarut akan mempengaruhi jumlah fitoplankton yang hidup di perairan sehingga mengakibatkan rendahnya ketersediaan bahan makanan bagi kerang darah. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadi perbedaan ukuran kerang darah pada sampel yang berasal dari Pelabuhan ratu dan Pantai Utara Jakarta.

Kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu memiliki keunggulan baik dari segi: panjang, lebar, tinggi, berat cangkang, maupun berat kering dari kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta. Perbedaan tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor utama seperti kondisi lingkungan tempat hidup. Kondisi lingkungan tempat hidup kerang darah sangat mempengaruhi pertumbuhanya. Perairan yang merupakan tempat hidupnya apabila tercemar maka akan sangat mempengaruhi pertumbuhanya. Perairan pelabuhan ratu memiliki kualitas perairan yang jauh lebih baik dari perairan Pantai Utara Jakarta. Kualitas perairan sangat mempengaruhi faktor pertumbuhan mahluk hidup yang ada di dalamnya. Faktor pertumbuhan itu sendiri berupa suhu, salinitas, oksigen terlarut dan ketersedian bahan makanan.

Berat cangkang dan berat kering kerang darah pada Pantai Utara Jakarta dan Pelabuhan Ratu memiliki perbedaan yang cukup terlihat. Berat cangkang dan berat kering Pelabuhan Ratu memiliki nilai lebih besar dari Pantai Utara Jakarta, selain itu nilai indeks kondisi di Pelabuhan Ratu juga lebih besar dibandingkan dengan di Pantai Utara Jakarta. Hal ini dapat terjadi dimungkinkan karena perairan di Pantai Utara Jakarta banyak mengandung logam berat (Yap dan Al-Barwani 2012). Persamaan berat cangkang pada hubungan berat cangkang dengan panjang cangkang (Bc=Apb) menunjukkan nilai b<3. nilai b<3, hal tersebut dinyatakan sebagai pertumbuhan allometrik negatif. Apabila nilai b<3, ini menandakan bahwa pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat (Ricker 1970 dalam Effendie 1997).

(34)

24

yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan kerang darah adalah ketersediaan bahan makanan dan kualitas perairan karena dari data sekunder yang diperoleh perbedaan faktor lingkungan yang paling besar ada pada kedua parameter tersebut. Perairan Pelabuhan Ratu memiliki tingkat pencemaran yang jauh lebih rendah dibandingkan perairan Pantai Utara Jakarta sehingga menyebabkan jumlah

fitoplankton yang terdapat di perairan tersebut jauh lebih tinggi. Fitoplankaton itu sendiri merupakan makanan pokok kerang darah di alam, sehingga dengan berlimpahnya jumlah fitoplankton menyebabkan kerang darah di Pelabuhan Ratu memiliki ukuran yang jauh lebih besar.

(35)

25

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan morfometrik Anadara granosa yang berasal dari Pelabuhan Ratu dan Pantai Utara Jakarta. Kerang darah yang berasal dari Pelabuhan Ratu memiliki ukuran morfometrik melebihi kerang darah yang berasal dari Pantai Utara Jakarta. Struktur morfometrik kerang darah dari kedua perairan menunjukan perbedaan yang dapat disebabkan oleh faktor lingkungan atau habitat. Perairan Pantai Utara Jakarta memiliki kualitas perairan yang lebih rendah dari Pelabuhan Ratu sehingga hal tersebut mempengaruhi pertumbuhan kerang darah Anadara granosa yang berada ditempat tersebut. Perbedaan morfometrik itu dapat disebabkan oleh dua faktor utama, diantaranya adalah faktor genetik (keturunan) dari indukan awal dan faktor lingkungan.

Saran

Penelitian ini merupakan penelitian dasar yang perlu dilakukan beberapa penelitian lebih lanjut dari penelitian ini. Penelitian lebih lanjut yang dapat dilakukan di antaranya :

Penelitian mengenai laju pertumbuhan kerang darah Anadara granosa,

(36)

26

DAFTAR PUSTAKA

Anindita AD. 2002. Kandungan logam berat Cd, Cu, Ni, dan Zn terlarut dalam badan air dan sedimen pada perairan sekitar pelabuhan perikanan Pelabuhanratu, Sukabumi [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Astri Reza Fauziah.et al.2012. Korelasi Ukuran Kerang Darah (Anadara granosa)

dengan Konsentrasi Logam Berat Merkuri (Hg) di Muara Sungai Ketingan,Sidoarjo,Jwa Timur. Journal of Marine and Coastal Science, 1(1), 34 – 44.

Bayne BL. 1976. Marine Mussels, Their Ecology and Physiology.

Cambridge(GB): Cambridge University Press.

Bhagde RV. 2013. Study of Condition Indices of the green mussel Perna viridis from Mandi Shore in Ratnagiri district of Maharashtra state, India. Trends in Fisheries Research. 2(1):27-28.

Bayne BL. 1976. Marine Mussels, Their Ecology and Physiology.

Cambridge(GB): Cambridge University Press.

Broom MJ. 1985. The biology and culture of Marine Bivalva Mollusca of the Genus Anadara. International Centre for Living Aquatic Resources Management. Manilla.37.

Debenay JP, Tack DL. 1994. Environmental conditions, growth and production of

Anadara senilis (Linnaeus, 1758) in a Senegal Lagoon. JOURNAL Mollusca

Study. 60: 113-121.

Desmawati. 2006. Konsentrasi Logam Berat Fe, Cu, Mn, dan Ni terlarut dan pola sebarannya pada kondisi surut di perairan Muara Cimandiri, Pelabuhanratu [skripsi]. Bogor(ID) : Institut Pertanian Bogor.

King M. 2007. Fisheries biology, asesment and management. Second editon. Oxford(GB): Blackwel scientific publications.

Lestari, Edward. 2004. Dampak pencemaran logam berat terhadap kualitas air laut dan sumber daya perikanan,(studi kasus kematian massal ikan-ikan di teluk Jakarta) . Jakarta : Kelompok Penelitian Pencemaran Laut, Balai Dinamika Laut, Pusat Penelitian Oseanografi.

Marzuki, et al. 2006. Kepadatan Populasi Dan Pertumbuhan Kerang Darah Anadara antiquata L. (Bivalvia: Arcidae) di teluk sungai pisang, kota Padang,

Sumatera Barat. Makara,sains.vol. 10,no. 2. Peig Jordi, Green Andy J. 2010. The Paradigm of Body Condition: A Critical

Reappraisal of Current Methods Based on Mass and Length.British Ecological Society. doi: 10.1111/j.1365-2435.2010.01.751.

(37)

27

LAMPIRAN

(38)

28

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 07 July 1990 di Wonosobo dari ayah yang bernama Tugino Sutopo dan ibu Siti Sundari. Penulis merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Kehidupan penulis sejak SD sampai Kuliah sudah berpisah dari orang tua kandung dengan mengikuti paman di Jakarta. Tahun 2009 penulis menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Chendrawasih II,Pondok Aren, Tangerang dan pada tahun yang sama penulis lulus seleksi masuk Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan diterima di Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah mengikuti Program Kreatifitas Mahasiswa yang diadakan oleh Bank Indonesia dalam kegiatan Bank Indonesia Entrepreneur (BI-PRENEUR) tingkat nasional tahun 2012 dan menjadi salah satu pemenang sehingga penulis mendapat pendidikan mengenai bisnis dan pendanaan sampai tahun 2013. Penulis juga pernah mengikut forum pencinta lingkungan (KCL) dan menjadi narasumber mengenai pengolahan sampah ramah lingkungan pada tahun 2010 di IPB.

Penulis aktif dalam kegiatan pelatihan bisnis yang diadakan oleh berbagai forum seperti BI,Pengusaha Kampus dan TDA (Tangan Diatas) sejak tahun 2013 sampai 2015. Dalam rangka penyelesaian studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, penulis melaksanakan penelitian dengan judul “Studi Morfometrik

Gambar

Tabel 1  Alat dan bahan yang digunakan.
Gambar 2. Diagram Alir Prosedur Penelitian
Gambar 4 Grafik Pola Sebaran Data Panjang Anadara granosa di Pantai Utara
Tabel 2 Rata-rata beberapa parameter morfometrik dan rasio Anadara granosa
+6

Referensi

Dokumen terkait

Pada awal kegiatan pembelajaran, guru (Disna) melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai materi jarak dan waktu yang telah mereka pelajari sebelumnya

Penerapan silabus dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). silabus yang digunakan oleh guru sudah sesuai dengan

Izin usaha pertambangan adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi tahapan kegiatan penyelidikan

lulusan S1 430 430 Meningkatnya kapasitas kelembagaan dalam penyelenggaraan kegiatan penelitian dan peningkatan publikasi Dokumen pedoman tata kelola penelitian

Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis yaitu Studi Penggunaan Layar sebagai Sumber Utama Penggerak Kapal, maka dapat disimpulkan bahwa dengan

Pengadilan Negeri Pangkalpinang dalam memeriksa dan mengadili perkara atas nama Terdakwa Terdakwa I Andi Rozano bin Bastian dan Terdakwa II Rudi Burnama bin Nurdin

Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis yaitu Perancangan Kapal wisata, yang mana difungsikan sebagai sarana penunjang pariwisata Menjangan Besar,

1) Lakukan tes senam ritmik berupa variasi dan kombinasi rangkaian gerak yang telah disusun mengenai gerakan langkah kaki serta ayunan lengan, dalam rangkaian senam irama tanpa