• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengukuran Kinerja Organisasi Berbasis Balanced Scorecard Pada Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kota Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Pengukuran Kinerja Organisasi Berbasis Balanced Scorecard Pada Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kota Bogor"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI

BERBASIS BALANCED SCORECARD PADA DINAS

BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR KOTA BOGOR

AHMAD KHAIRI

PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)
(3)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA*

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Analisis Pengukuran Kinerja Organisasi Berbasis Balanced Scorecard pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor adalah benar hasil karya saya dengan arahan dari dosen pembimbing dan belum pernah diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan di daftar pustaka pada bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari skripsi saya ini kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, Januari 2016

(4)
(5)

ABSTRAK

AHMAD KHAIRI

.

Analisis Pengukuran Kinerja Organisasi Berbasis Balanced Scorecard Pada Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kota Bogor. Dibimbing oleh LINDAWATI KARTIKA.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor merupakan perangkat daerah yang melaksanakan tugas urusan teknis di bidang bina marga dan sumber daya air. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menyusun sistem alignment organisasi pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor (2) Memformulasikan rancangan peta strategi berdasarkan pendekatan BSC. (3) Mengukur pencapaian kinerja dan inisiatif strategis pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor tahun 2014. Data primer bersumber dari kuesioner, wawancara dan data sekunder bersumber dari laporan kinerja instansi, tesis, dan jurnal. Metode pengambilan sampel yaitu nonprobabability sampling dengan teknik purposive sampling. Metode pengolahan dan analisis data berbasiskan BSC menggunakan bantuan Microsoft Excel 2007. Hasil penelitian mengindikasikan kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air masih rendah dengan nilai 36.87% diekspresikan dengan warna merah. Kinerja ini dapat diperbaiki dengan menerapkan program berupa inisiatif strategis terutama pada Indikator Kinerja Utama yang masih rendah.

Kata kunci : balance scorecard, microsoft excel, pengukuran kinerja

ABSTRACT

AHMAD KHAIRI

.

The Analysis on Measuring the Organization Performance Based on Balanced Scorecard at Bina Marga and Bogor Water Resources Department. Supervised by LINDAWATI KARTIKA.

Bina Marga and Bogor Water Resources is a regional department to implement technical duties on road and water resources management. The purposes of this study are : (1) Designing organizational alignment system at Bina Marga and Bogor Water Resources Department (2) Formulating strategy design map based on BSC approach (3) Measuring performance achievement and initiative strategic at Bina Marga and Bogor Water Resources department in 2014. The primary data was obtained from questionnaires, interviews and secondary data was obtained from performance reports, theses, and journal. This study used nonprobabability sampling method with purposive technique. Analysis tools and data processing based from balanced scorecard with the assistance microsoft excel 2007. The results of this studies indicated the performance of Bina Marga and Bogor Water Resources is still low with 36.87% value expressed in red. This performance can be improved by implementing a program of strategic initiatives, espesially at key performance indicator are still low.

(6)
(7)

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI

BERBASIS

BALANCED SCORECARD

PADA DINAS BINA

MARGA DAN SUMBER DAYA AIR KOTA BOGOR

AHMAD KHAIRI

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

pada

Program Sarjana Alih Jenis Manajemen Departemen Manajemen

PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(8)
(9)
(10)
(11)

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan April 2015 ialah Analisis Pengukuran Kinerja Organisasi Berbasis Balanced Scorecard pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor.

Terima kasih penulis ucapkan Ibu Lindawati Kartika, SE, MSi selaku pembimbing atas arahan dan bimbingannya, kepada Ibu Hardiana Widyastuti, SHut, MM serta Ibu Farida Ratna Dewi, SE, MM sebagai dosen penguji atas saran dan masukannya. Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada Ibu Dra Puji Astuti, MSi selaku kepala bagian umum dan kepegawaian, Ibu Ratu Vivi Silviani, ST MSi selaku kepala seksi pengendalian dan pengujian laboratorium, dan semua pihak dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor yang telah membantu selama pengumpulan data di lapangan. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada bapak, ibu, adik, keluarga, sahabat dan teman satu perjuangan skripsi atas segala doa, semangat dan kasih sayangnya.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

(12)
(13)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL vii

DAFTAR GAMBAR vii

DAFTAR LAMPIRAN vii

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Perumusan Masalah 3

Tujuan Penelitian 3

Manfaat Penelitian 3

Ruang Lingkup Penelitian 3

TINJAUAN PUSTAKA 3

Kinerja Organisasi 3

Konsep Indikator Kinerja Utama 4

Konsep Balanced Scorecard 4

Hasil Penelitian Relevan 4

METODE PENELITIAN 5

Kerangka Pemikiran Penelitian 5

Tahapan Penelitian 7

Lokasi dan Waktu Penelitian 9

Pengumpulan Data 9

Metode Pengambilan Sampel 9

Metode Pengolahan dan Analisis Data 9

HASIL DAN PEMBAHASAN 11

Gambaran Umum 11

Alignment/Penyelarasan Organisasi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 14

Pengukuran Kinerja perspektif Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 18

Perancangan Peta Strategi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 21

Pengukuran skor keseluruhan perspektif Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 22

SIMPULAN DAN SARAN 25

DAFTAR PUSTAKA 26

LAMPIRAN 28

(14)

DAFTAR TABEL

1 Capaian Kinerja Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor tahun 2013 1 2 Model Penilaian SMART-C 10 3 Skala pembobotan pada pairwise comparison 10 4 Kerangka Pengukuran Kinerja 11 5 Hasil pengukuran perspektif keuangan 18 6 Hasil pengukuran perspektif pelanggan 19 7 Hasil pengukuran Kinerja Perspektif Manajemen Internal 19 8 Hasil pengukuran perspektif pertumbuhan dan pembelajaran 20 9 Hasil skor keseluruhan perspektif Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 22 10 Inisiatif strategis perspektif keuangan 23 11 Inisiatif strategi perspektif pelanggan 23 12 Inisiatif strategi perspektif manajemen internal 24

DAFTAR GAMBAR

1 Kerangka pemikiran penelitian 6

2 Tahapan Penelitian 8

3 Struktur Organisasi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 12 4 Alignment visi ke misi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 14 5 Alignment misi ke tujuan Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 15 6 Alignment tujuan ke sasaran strategis Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 16 7 Alignment sasaran strategis dan IKU Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 17 8 Peta Strategi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 21

DAFTAR LAMPIRAN

1 Kuesioner Pembobotan IKU Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 29 2 Kartu Skor Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor 33

3 Penetapan IKU berdasarkan prinsip SMART-C 36

4 Pembobotan perspektif balanced scorecard 37

(15)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pengukuran kinerja merupakan kriteria kinerja yang mengacu pada penilaan kinerja secara langsung, sehingga formatnya lebih bersifat kuantitatif. Instrumen tersebut digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan. Pada instansi pemerintah yang menjadi alat pelaporan atas kinerja adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang dilaporkan secara periodik. LAKIP merupakan dokumen pengukuran kinerja untuk menilai tingkat kinerja yang dicapai sesuai dengan rencana atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Kinerja instansi pemerintahan adalah gambaran pencapaian sasaran ataupun tujuan instansi pemerintah sebagai penjabaran dari visi, misi, dan strategi instansi pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. LAKIP sebagai dokumen pengukuran kinerja harus memuat indikator keberhasilan kinerja instansi dalam mencapai sasaran strategi yang telah ditetapkan dalam rencana strategis.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor merupakan perangkat daerah yang melaksanakan tugas urusan teknis di bidang bina marga dan sumber daya air. Instansi pemerintah ini berfungsi membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana publik sistem transportasi dengan tujuan memenuhi ketersediaan sarana dan prasarana publik secara baik seperti : prasarana jalan, jembatan, irigasi, dan pengelolaan sumber daya air. Dalam penyelenggaraan tugasnya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air diatur dalam Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah serta Peraturan Walikota Bogor Nomor 53 Tahun 2014 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja dan Uraian Tugas Jabatan Struktural di Lingkungan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor sebagai salah satu instansi pemerintah dilingkungan Pemerintah Kota Bogor dituntut memiliki Laporan Akuntabilitas Kinerja yang merupakan tolak ukur dan evaluasi laporan dalam menjalankan serangkaian program dan kegiatan selama satu tahun. Berdasarkan LAKIP 2013 diketahui tingkat capaian kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Kota Bogor seperti yang terlihat pada Tabel 1 dibawah ini.

Tabel 1 Capaian kinerja Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor tahun 2013

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran Kinerja 2013

Target Realisasi Ketercapaian

Terwujudnya sasaran dan

prasarana transportasi yang layak dan berkualitas

Ketersediaan dokumen perencanaan

pembangunan, peningkatan dan

pemeliharaan jalan, drainase, dan

jembatan

100% 100% √

Panjang jaringan jalan, drainase, dan

jembatan yang ditingkatkan 15.2 Km 12.817 Km X

Panjang lahan yang disediakan untuk

(16)

2

Lanjutan Tabel 1 Capaian kinerja Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor tahun 2013

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran Kinerja 2013

Target Realisasi Ketercapaian

Panjang jalan yang berkualitas baik 635 Km 321.1 Km X

Panjang pedestrian yang berkualitas

baik 20 Km 16.089 Km X

Jumlah jembatan yang berkualitas 30 unit 26 unit X

Tingkat penyediaan sarana prasarana

kebinamargaan 100% 98.33% X

Jumlah perencanaan pembangunan,

peningkatan dan pemeliharaan jalan, drainase, jembatan

100% 100% √

Panjang lahan yang disediakan untuk

pembangunan jalan dan jembatan 2.30 Km 0.61 Km X

Panjang jaringan jalan yang terbangun 2.3 Km 0.55 Km X

Panjang drainase yang disediakan 2.5 Km 2.25 Km X

Panjang jembatan yang disediakan 1 unit 1 unit √

Panjang trotoar yang tersedia 1.33 Km 1.15 Km X

Meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air

Ketersediaan dokumen perencanaan teknis pengembangan, pengelolaan dan konservasi danau/situ

100% 100% √

Luas lahan danau/situ dan kolam retensi 19.4 ha 16.4 ha X

Jumlah danau/situ dan kolam retensi

berkondisi baik 6 situ 3 situ X

Ketersediaan dokumen perencanaan teknis pengembangan, pengelolaan dan jaringan irigasi dan sungai

100% 100% √

Luas lahan untuk peningkatan kapasitas

saluran, sungai, dan jaringan irigasi 25.783 M

2

0 M2

X

Panjang saluran sungai dan jaringan

irigasi dengan kapasitas memadai

(peningkatan sepanjang 3 km)

2.25 Km 5.9 Km √

Panjang saluran dan sungai berkondisi

baik 292 km 174.54 km X

Penurunan luas kawasan rawan

genangan dan banjir 22 ha 32 ha √

a

Sumber : LAKIP Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor 2013 Keterangan : √ = Sudah Tercapai X = Belum Tercapai

(17)

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka rumusan masalah adalah sebagai berikut : (1) Bagaimana sistem alignment organisasi pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor ? (2) Bagaimana rancangan peta strategi dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor berdasarkan pendekatan BSC ? (3) Bagaimana pencapaian kinerja dan inisiatif strategis pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air tahun 2014 berdasarkan pendekatan BSC.

Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Menyusun sistem alignment organisasi pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor. (2) Memformulasikan rancangan peta strategi dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor menggunakan pendekatan BSC. (3) Mengukur pencapaian kinerja dan inisiatif strategis pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor tahun 2014 berdasarkan pendekatan BSC.

Manfaat Penelitian

Manfaat yang yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah: (1) Bagi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pengukuran kinerja yang lebih komprehensif dan seimbang. (2) Bagi pembaca, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan khususnya tentang Balanced Scorecard.

Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada penyusunan sistem alignment organisasi, memformulasikan rancangan peta strategi, dan pengukuran kinerja 2014 dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard.

TINJAUAN PUSTAKA

Kinerja Organisasi

(18)

4

Konsep Indikator Kinerja Utama

Menurut Moeheriono (2012), Indikator Kinerja Utama adalah sekumpulan indikator yang dianggap sebagai indikator kinerja kunci baik yang bersifat finansial maupun non finansial untuk melaksanakan operasional pada suatu organisasi. Balanced Scorecard harus menjelaskan strategi unit bisnis secara keseluruhan. Hal ini dilaksanakan dengan menggabungkan ukuran hasil atau Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan faktor pendorong kinerja melalui serangkaian hubungan sebab akibat. Ukuran hasil cenderung menjadi lagging indicator menjelaskan tujuan utama strategi dan merupakan upaya jangka pendek telah memberikan hasil yang diharapkan. Kemudian ukuran faktor pendorong kinerja merupakan leading indicator yang menjelaskan kepada seluruh partisipan perusahaan apa yang mereka harus lakukan hari ini untuk menciptakan nilai tambah di masa depan. (Kaplan dan Norton, 2000)

Konsep Balanced Scorecard

Menurut Kaplan dan Norton (2000), Balanced Scorecard merupakan alat analisis pengukuran kinerja yang mampu menterjemahkan misi dan strategi kedalam berbagai tujuan dan ukuran, yang tersusun kedalam 4 perspektif : finansial, pelanggan, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Scorecard memberi kerangka kerja, bahasa untuk mengkomunikasikan misi dan strategi serta menggunakan pengukuran untuk memberi informasi kepada para pekerja tentang tentang faktor yang mendorong keberhasilan saat ini dan masa yang akan datang. Kerangka balanced scorecard tidak hanya terbatas untuk organisasi bisnis, akan tetapi organisasi publik juga dapat menggunakannya dengan penempatan tumpuan yang berbeda. Jika dalam organisasi bisnis tumpuannya adalah perspektif keuangan, maka dalam organisasi sektor publik tumpuannya adalah perspektif pelanggan. Tujuan utama organisasi publik adalah bukan untuk maksimalisasi hasil finansial, tetapi menjaga keseimbangan pertanggungjawaban finansial (anggaran) melalui pelayanan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) sesuai dengan visi misi organisasi pemerintah

dengan pertimbangan organisasi pemerintah cenderung menekankan “pelayanan publik” yang berkualitas.

Hasil Penelitian Relevan

Prima (2014) melakukan penelitian dengan judul rancangan strategis pengukuran kinerja berbasis balanced scorecard pada Inspektorat Jenderal Kementerian Kehutanan. Hasil penelitian tersebut adalah peta strategi Inspektorat Jenderal Kementerian Kehutanan, urutan perspektif yang pertama yaitu pelanggan berikutnya adalah perspektif manajemen internal dan pada posisi terbawah terdapat perspektif keuangan dan pertumbuhan pembelajaran. Hal ini menggambarkan bahwa peran Inspektorat Jenderal terhadap stakeholder baik satuan kerja pusat maupun daerah serta masyarakat perlu diprioritaskan.

(19)

hubungan sebab akibat antar sasaran strategis pada setiap perspektif. Perspektif pelanggan berada di posisi teratas pada peta strategi Balitfo menyusul dibawahnya perspektif manajemen internal dan pada posisi paling bawah terdapat perspektif keuangan dan pertumbuhan pembelajaran.

Wayan (2013) dalam penelitian berjudul analisis pengukuran kinerja perusahaan dengan konsep balanced scorecard (studi kasus PT Wijaya Karya) hasil penelitian adalah kinerja keuangan WIKA lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kinerja kepuasan customer, proses bisnis internal dan kepuasan karyawan menunjukkan hasil yang baik. Manajemen yang baik adalah alasan WIKA mampu meningkatkan kinerjanya agar sesuai visi dan misi perusahaan.

METODE PENELITIAN

Kerangka Pemikiran Penelitian

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor merupakan perangkat daerah yang melaksanakan tugas urusan teknis di bidang Bina Marga dan Sumber Daya Air. Instansi pemerintah ini berfungsi membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana publik, dengan tujuan memenuhi ketersediaan sarana dan prasarana publik seperti : prasarana jalan, jembatan, dan pengelolaan sumber daya air. Berdasarkan laporan kinerja tahun 2013 Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor menetapkan dua sasaran strategis diantaranya terwujudnya sarana dan prasarana transportasi yang layak dan berkualitas, serta sasaran srategis selanjutnya yaitu meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air. Sedangkan untuk indikator kinerja sasarannya diantaranya terdiri dari ketersediaan dokumen perencanaan pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jalan, drainase, dan jembatan, ketersediaan dokumen perencanaan teknis pengembangan, pengelolaan dan konservasi danau/situ, ketersediaan dokumen perencanaan teknis pengembangan, pengelolaan jaringan irigasi dan sungai.

Balanced scorecard merupakan salah satu alat manajemen untuk merancang strategi dan mengukur kinerja secara komprehensif melalui empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan untuk mencapai tujuan organisasi berdasarkan visi dan misi organisasi.

(20)

6

Peta Strategi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor

Hasil Pengukuran Kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor

Inisiatif Strategi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

Visi dan Misi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor

Pendekatan Balanced Scorecard

Perspektif Keuangan

Perspektif Pelanggan

Perspektif Manajemen

Internal

Perspektif Pertumbuhan dan

pembelajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor

Feed

b

ac

k

(21)

Tahapan Penelitian

Pada tahap awal penelitian ini dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam organisasi, kemudian menentukan tema penelitian yaitu pengukuran kinerja berbasiskan pendekatan balanced scorecard. Tahapan selanjutnya melakukan studi perpustakaan dan menentukan batasan permasalahan dan tujuan penelitian. Setelah ditentukan tujuan penelitian maka diketahui apa yang diperlukan untuk melakukan penelitian yaitu rancangan pengumpulan dan analisis data serta rancangan kuesioner pembobotan.

Tahapan selanjutnya yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari data internal organisasi, literatur dan sumber lain. Hasil dari kedua data tersebut menjadi bahan untuk melakukan alignment antara visi ke misi, misi ke tujuan dan tujuan ke sasaran kemudian sasaran ke Indikator Kinerja Utama serta menilai IKU yang ada pada organisasi dilakukan dengan prinsip SMART-C. Hasil dari analisis tersebut untuk merumuskan visi, misi, tujuan dan sasaran serta empat perspektif Balanced Scorecard (BSC).

Rancangan sistem pengukuran kinerja/kartu skor dibentuk melalui studi literatur kemudian melakukan analisis sasaran strategis, menentukan indikator pemicu dan penyempurnaan indikator kinerja utama yang tercantum dalam LAKIP dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor. Selanjutnya melakukan pembobotan pada keempat perspektif BSC dan setiap Indikator Kinerja Utama (IKU) dan pengukuran kinerja setiap perspektif BSC serta menghitung pencapaian setiap IKU pada tahun 2014 yang akan dijadikan sebagai baseline. Setelah standar dan baseline terbentuk selanjutnya dibuat target hingga 2019 sebagai bahan penyusunan renstra 2015-2019 seperti yang terdapat pada Lampiran 2.

(22)

8

Tahapan Penelitian

Gambar 2 Tahapan Penelitian

Batasan Masalah

Membuat Rancangan Pengumpulan dan Analisis Data

Kesimpulan dan Saran

Melakukan Alignment/Penyelarasan Pembobotan IKU dan pengukuran kinerja Setiap

Perspektif BSC Pengumpulan Data

Data Primer : Kuesioner, wawancara

Data Sekunder : Studi literatur, jurnal yang relevan

Menyusun Inisiatif Strategis Merancang Kuesioner Pembobotan

Mengukur Kinerja Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

Perancangan Peta Strategi

Menentukan Tema Penelitian : Pengukuran Kinerja Organisasi berdasarkan pendekatan Balance Scorecard

Menentukan Tujuan Penelitian Mengindentifikasi Permasalahan

Melakukan Studi Kepustakaan

d

u

ri

n

g

p

ra

p

o

(23)

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor dengan alamat Jalan Pemuda No.30A Bogor 16153. Penelitian ini dilakukan selama 5 (lima) bulan yaitu mulai bulan April 2015 sampai dengan bulan September 2015.

Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan melalui kuesioner yang terdapat pada Lampiran 1. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dengan cara menganalisis laporan kinerja instansi, Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang terdapat pada Rencana Strategis 2010-2014 Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor, skripsi, tesis dan jurnal nasional yang relevan dengan penelitian ini.

Metode Pengambilan Sampel

Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobabability sampling dengan teknik purposive sampling atau penetapan sampel dengan pertimbangan tertentu. Peneliti menggunakan penilaian pakar mengetahui situasi dan kondisi instansi tersebut. Selain itu sampel yang dipilih untuk penilaian perspektif BSC pakar internal karena sampel merumuskan kebijakan teknis dan melaksanakan urusan di bidang bina marga dan sumber daya air Kota Bogor diantaranya (1) Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor, (2) Kepala Sub Bagian Keuangan, (3) Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, (4) Kepala Bidang Sumber Daya Air, (5) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, (6) Kepala Bidang Preservasi jalan dan jembatan.

Metode Pengolahan dan Analisis Data

Metode pengolahan dan analisis data yang dilakukan dalam menyusun pengukuran kinerja berdasarkan pendekatan Balanced Scorecard dan pembobotan pakar mengunakan bantuan Microsoft Excel 2007.

Analisis Pengukuran Kinerja dengan Pendekatan Balanced Scorecard

Adapun tahapan untuk membangun dan mengimplementasikan Balanced Scorecard pada organisasi mengacu pada teori Kaplan dan Norton adalah sebagai berikut :

1. Alignment

Alignment merupakan proses untuk menjamin bahwa visi, misi, sasaran strategis (SS), dan Indikator Kinerja Utama (IKU) telah selaras. Untuk memperoleh gambaran sebuah keadaan secara objektif mengenai keselarasan tersebut maka dilakukan wawancara bersama dari pihak instansi.

2. Pembuatan Kartu Skor

(24)

10

(target), dan Initiative (inisiatif). Template BSC diklasifikasikan kedalam 4 perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan, manajemen internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Untuk mengetahui karakteristik indikator kinerja yang baik dan cukup memadai. Masing-masing indikator Kinerja Utama dinilai, model penilaian SMART-C terlihat pada Tabel 2 dibawah ini.

Tabel 2 Model penilaian SMART-C

No Sasaran strategis Indikator Kinerja Utama Kriteria

S M A R T C

a

Sumber : Moeheriono (2012)

Berdasarkan Tabel 2 pengukuran kinerja unit organisasi yang bersangkutan menggunakan prinsip SMART-C yaitu: Spesific (S) yaitu IKU mampu menyatakan sesuatu yang unik dalam menilai kinerja, Measurable (M) yaitu IKU dirancang harus dapat diukur dengan jelas, Achievable (A) yaitu IKU yang dipilih dapat dicapai dan bermanfaat, Relevant (R) berarti IKU yang ditetapkan harus sesuai dengan visi, misi tujuan strategis organisasi, Time Bound (T) berarti memiliki batas waktu pencapaian dan Continuously improve (C) berarti IKU mampu menyesuaikan dengan perkembangan organisasi.

3. Perhitungan Bobot setiap Perspektif BSC dan Indikator Kinerja Utama Pembobotan dilakukan dengan mengunakan metode pairwise comparison. Penentuan bobot pada setiap elemen dibandingkan menggunakan skala seperti pada Tabel 3 dibawah ini.

Tabel 3 Skala pembobotan pada pairwise comparison

Tingkat Kepentingan Definisi

9 Satu elemen mutlak lebih penting dibanding elemen lainnya.

7 Satu elemen sangat jelas lebih penting dibandingkan elemen lainnya.

5 Elemen yang satu jelas lebih penting dibandingkan elemen lainnya.

3 Elemen yang satu sedikit lebih penting dari lainnya 1 Kedua elemen sama pentingnya

2,4,6,8 Apabila terdapat sedikit saja perbedaan kagu-raguan antar dua nilai faktor yang berdekatan

a

Sumber : Saaty (1993 )

(25)

4. Penyusunan Peta Strategi

Peta strategi disusun berdasarkan perspektif BSC dan mempertimbangkan hubungan sebab akibat dari setiap strategi. Dalam tahapan ini terdiri dari beberapa tahapan yakni menjelaskan visi dan misi serta sasaran strategi organisasi dari masing-masing perspektif balanced scorecard.

5. Pengukuran Kinerja

Setelah dilakukan pembobotan pada keempat perspektif BSC dan indikator kinerja utama dari masing-masing perspektif. Selanjutnya dibuat kerangka pengukuran kinerja BSC seperti Tabel 4 dibawah ini.

Tabel 4 Kerangka pengukuran kinerja Bobot

IKU (a)

Penentuan Standar

Nilai Ekspresi

Warna

Baseline (%)

Target (%)

Pencapaian (%)

(f)

Nilai KRI (%) (g)=(a*f) Sangat baik

Baik Sedang Rendah

a

Sumber : Sirait et al (2010)

Berdasarkan Tabel 4 penentuan standar dibagi menjadi empat sangat baik diekspresikan warna biru, baik diekspresikan warna kuning sedangkan sedang diekspresikan warna kuning serta rendah diekspresikan warna merah. Secara teknis metode pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan pencapaian aktual terhadap target yang telah ditetapkan dikalikan dengan bobot IKU. Pengukuran kinerja dengan pendekatan BSC dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007. Pengaturan nilai ekspresi warna dilakukan dengan menggunakan conditional formatting. Excel akan memberi warna pada sel di tabel sesuai dengan informasi/rule yang telah ditentukan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum

(26)

12

tugas dan fungsinya. Berikut merupakan Struktur organisasi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Bogor seperti Gambar 3 dibawah ini.

Berdasarkan Gambar 3 diatas, Kepala Dinas mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah di bidang bina marga dan sumber daya air. Untuk melaksanakan tugas pokok kepala dinas mempunyai fungsi : (1) perumusan kebijakan teknis di bidang kebinamargaan dan sumber daya air. (2) penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang kebinamargaan dan sumber daya air. (3) pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kebinamargaan dan sumber daya air.

Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi dinas di bidang pengelolaan kesekretariatan. Untuk melaksanakan tugas pokok sekretariat mempunyai fungsi : (1) pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dilingkungan dinas. (2) pelaksanaan tugas administrasi umum dan administrasi kepegawaian, perlengkapan, alat berat, keuangan, kearsipan, dan kerumah tangaan serta pengadaan aset tanah. Sekretariat terdiri dari : (1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, (2) Sub Bagian Keuangan (3) Sub bagian Perlengkapan.

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan dinas secara profesional sesuai keahlian, keterampilan, dan kebutuhan. Dalam melaksanakan tugas pokoknya bertanggung jawab kepada kepala dinas, melaksanakan koordinasi dengan satuan organisasi dalam lingkup dinas, memiliki kewajiban yang sama dengan satuan organisasi dalam lingkup dinas.

Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan

Wilayah I

Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan

Wilayah II

Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan

Wilayah III

Seksi Sumber Daya Air Wilayah I

Seksi Sumber Daya Air Wilayah II Kepala Dinas

Kelompok Jabatan Fungsional Sekretaris

Subbag

Bidang Sumber Daya Air

Seksi Perencanaan dan

(27)

Bidang Perencanaan dan Pengawasan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagaian fungsi dinas di bidang perencanaan dan pengawasan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut bidang perencanaan dan pengawasan mempunyai fungsi : (1) perumusan kebijakan teknis di bidang perencanaan dan pengawasan. (2) pelaksanaan dan pengoordinasian kegiatan di bidang perencanaan dan pengawasan. (3) pelaksanaan monitoring, evaluasi, pengawasan dan pelaporan.

Bidang Perencanaan dan Pengawasan terdiri dari : 1. Seksi Perencanaan dan Pengawasan Kebinamargaan 2. Seksi Perencanaan dan pengawasan Sumber Daya Air 3. Seksi Pengendalian dan Pengujian Laboratorium

Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi dinas di bidang pembangunan jalan dan jembatan. Untuk melaksanakan tugas pokoknya Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi : (1) perumusan kebijakan teknis di bidang pembangunan jalan dan jembatan. (2) pelaksanaan dan pengkoordinasiian kegiatan di bidang pembangunan jalan dan jembatan. (3) pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan.

Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan terdiri dari : 1. Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Wilayah I 2. Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Wilayah II 3. Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Wilayah III

Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi dinas di preservasi jalan dan jembatan. Untuk melaksanakan tugas pokoknya Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi : (1) perumusan kebijakan teknis di bidang preservasi jalan dan jembatan. (2) pelaksanaan dan pengkoordinasian kegiatan di bidang preservasi jalan dan jembatan. (3) pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan.

Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan terdiri dari : 1. Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I 2. Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II 3. Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah III

Bidang Sumber Daya Air mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagaian fungsi dinas di bidang sumber daya air. Untuk melaksanakan tugas pokok bidang sumber daya air mempunyai fungsi : perumusan kebijakan teknis di bidang sumber daya air. (2) pelaksanaan dan pengkoordinasian kegiatan di bidang sumber daya air. (3) pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan.

(28)

14

Alignment/Penyelarasan Organisasi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

Bagian tahap awal dari penyusunan balanced scorecard yang akan dilakukan disini adalah alignment/penyelarasan visi ke misi, misi ke tujuan, tujuan ke sasaran strategis serta sasaran strategis ke indikator kinerja utama dimana masing-masing penyelarasan tersebut akan dijelaskan pada sub judul berikut.

Alignment/Penyelarasan Visi ke Misi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

Visi merupakan suatu pernyataan ringkas tentang cita-cita organisasi yang berikan arahan yang jelas dan apa yang akan diperbuat oleh organisasi di masa yang akan datang (Moeheriono 2012).

Pernyataan visi dan misi yang dirancang dengan baik sangat penting untuk merumuskan, menerapkan dan mengevaluasi strategi. Oleh karena itu, perlu dilakukan alignment untuk mengetahui keselarasan antara visi dan misi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor seperti pada Gambar 4 dibawah ini.

Visi Misi

Keterangan :

Menunjukkan keselarasan Pendukung

a

Sumber : Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor pada tahun 2010-2014

Berdasarkan Gambar 4 keselarasan visi terhadap misi dimana visinya. Untuk mewujudkan visi tersebut maka ada empat misi yang dilakukan. Misi pertama meningkatkan tata kelola penyelenggaraan prasarana dan sumber daya air merupakan penjabaran dari visi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor berdasarkan keyword diatas. Misi kedua mendayagunakan sumber daya air juga merupakan penjabaran terwujudnya prasarana sumber daya air yang mantap,

Gambar 4 Alignment visi ke misi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor Terwujudnya prasarana kota dan

prasarana sumber daya air yang

mantap, selaras, terpadu dan

berkesinambungan

1. Meningkatkan tata kelola penyelanggaraan prasarana jalan kota dan sumber daya air

2. Mendayagunakan air dan sumber daya air

3. Meningkatkan pengendalian dan

pengawasan prasarana jalan dan sumber daya air

(29)

selaras, terpadu dan berkesinambungan berdasarkan keyword diatas. Misi ketiga dan misi keempat berdasarkan keyword diatas merupakan pendukung dalam proses mewujudkan visi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor yaitu terwujudnya prasarana kota dan prasarana sumber daya air yang mantap, selaras, terpadu dan berkesinambungan. Untuk perbaikan alignment pada misi pendukung, rekomendasi dari peneliti agar mengeksplisitkan bahasa pada misi pendukung agar terwujud visi prasarana kota dan prasarana sumber daya air yang mantap, selaras, terpadu dan berkesinambungan berdasarkan prinsip good dan clean goverment.

Alignment/Penyelarasan Misi ke Tujuan Dinas Bina Marga dan SDA Kota

Bogor

Tahapan selanjutnya setelah dilakukan alignment antara visi ke misi adalah menganalisis keselarasan antara misi dan tujuan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Kota Bogor. Tujuan merupakan realisasi dari misi yang spesifik dan dapat dilakukan dalam jangka pendek. Keselarasan antara misi dan tujuan perlu dianalisis dengan proses alignment dibawah ini seperti Gambar 5.

Misi Tujuan

Menunjukkan keselarasan Pendukung

Berdasarkan Gambar 5 secara alignment misi terhadap tujuan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Kota Bogor. Misi pertama meningkatkan tata kelola prasarana dan sumber daya air berdasarkan keyword diatas memiliki keselarasan dengan tujuan meningkatkan fungsi sumber daya air secara berkelanjutan. Misi

Gambar 5 Alignment misi ke tujuan Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

a

Sumber : Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor pada tahun 2010-2014

Meningkatkan tata kelola penyelanggaraan prasarana jalan kota

dan sumber daya air

Mendayagunakan air dan sumber daya air

Meningkatkan pengendalian dan

pengawasan prasarana jalan dan sumber daya air

Meningkatkan sumber daya aparatur yang profesional dan bertanggung jawab.

Meningkatkan tingkat pelayanan jalan dan penyediaan akses jalan

penghubung

Meningkatkan fungsi situ atau

kolam retensi sebagai sumber daya

(30)

16

kedua mendayagunakan sumber daya air berdasarkan keyword diatas menunjukkan keselarasan dengan tujuan meningkatkan fungsi situ atau kolam retensi sebagai sumber daya air dan meningkatkan ketersediaan air secara berkelanjutan. Misi ketiga berdasarkan keyword diatas merupakan pendukung terhadap tujuan yaitu meningkatkan fungsi sumber daya air secara berkelanjutan. Selanjutnya misi ketika terhadap tujuan kedua yaitu meningkatkan tingkat pelayanan jalan dan penyediaan akses jalan penghubung selaras. Sementara itu misi keempat berdasarkan keyword diatas merupakan pendukung terhadap tujuan yaitu meningkatkan tingkat pelayanan jalan dan penyediaan akses jalan penghubung pada Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor.

Alignment/ PenyelarasanTujuan ke Sasaran Strategis Dinas Bina Marga dan

SDA Kota Bogor

Tahap ketiga dari proses alignment yaitu menganalisis keselarasan antara tujuan dan sasaran strategis Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor. Sasaran adalah suatu keadaan atau kondisi yang ingin dicapai oleh organisasi, baik tujuan jangka pendek atau jangka panjang mencangkup organisasi keseluruhan. Tujuan bersifat luas dan umum sedangkan sasaran bersifat lebih rinci dan memperlihatkan langkah menuju pencapaian tujuan. Keselarasan tujuan Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor ke sasaran dapat dilihat pada Gambar 6.

Tujuan Sasaran Strategis

Menunjukkan keselarasan

Gambar 6 Alignment tujuan ke sasaran strategis Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

a

Sumber : Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor tahun 2010-2014

Berdasarkan Gambar 6 alignment tujuan terhadap sasaran strategis yang terdapat pada Restra Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor tahun 2010-2014. Sasaran strategis yang pertama yaitu terwujudnya sarana dan prasarana yang layak dan berkualitas menunjukkan penjabaran point dari tujuan pertama Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor yaitu agar meningkatkan tingkat pelayanan jalan dan penyediaan akses jalan penghubung. Sasaran strategis yang kedua yaitu meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air menunjukkan keselaran dari tujuan untuk meningkatkan fungsi sumber daya air secara berkelanjutan.

Meningkatkan tingkat pelayanan jalan dan penyediaan akses jalan

penghubung

Meningkatkan fungsi situ atau kolam

retensi sebagai sumber air dan

meningkatkan ketersediaan air secara

berkelanjutan Meningkatkan kondisi infrastruktur

sumber daya air

Terwujudnya sarana dan prasarana transportasi yang layak dan

(31)

Alignment/Penyelarasan Sasaran Strategis ke Indikator Kinerja Utama Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

Tahap selanjutnya proses alignment yaitu mendiagnosis keselarasan antara sasaran strategis dan indikator kinerja utama yang terdapat pada rencana strategis Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor tahun 2010-2014 Indikator Kinerja Utama terdiri dari persentase panjang jalan, drainase, trotoar dan jembatan dengan kapasitas memadai dan berkondisi baik, tersedia jalan yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan dalam wilayah kota, jumlah danau atau situ dan kolam retensi berkondisi baik dan panjang saluran, sungai dan jaringan irigasi dengan kapasitas memadai dan berkondisi baik. Hasil diagnosis dapat dilihat pada Gambar 7 dibawah ini.

Sasaran Strategis IKU

Menunjukkan keselarasan

Gambar 7 Alignment sasaran strategis dan IKU Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

a

Sumber : Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor tahun 2010-2014

Gambar 7 menunjukkan bahwa sasaran strategi pertama yaitu terwujudnya sarana dan prasarana transportasi yang layak dan berkualitas selaras dengan IKU yang ditetapkan yaitu persentase panjang jalan, trotoar dan jembatan dan tersedianya jalan yang menghubungkan dalam wilayah kota. Sementara itu sasaran strategis yang kedua meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air sudah selaras dengan IKU yang ditetapkan yaitu jumlah danau atau situ dan kolam retensi, panjang saluran, sungai jaringan irigasi penjabaran dari sasaran strategi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor tetapi berdasarkan analisis ditemukan bahwa indikator kinerja utama secara umum belum memenuhi prinsip SMART-C seperti yang terdapat pada Lampiran 3.

Meningkatkan kondisi infrastruktur

sumber daya air

Terwujudnya sarana dan prasarana transportasi yang layak dan

berkualitas

Persentase panjang jalan, drainase,

trotoar dan jembatan dengan kapasitas memadai dan berkondisi baik

Tersedia jalan yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan dalam wilayah kota

Jumlah danau atau situ dan kolam

retensi berkondisi baik

Panjang saluran, sungai dan

jaringan irigasi dengan kapasitas

(32)

18

Pengukuran Kinerja perspektif Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor Berdasarkan empat perspektif pada balanced scorecard yang terdiri dari 12 (dua belas) Indikator Kinerja Utama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor, terdapat 4 (empat) indikator telah mencapai target yang ditetapkan, sedangkan 8 (delapan) IKU belum mencapai target diantaranya : 2 (dua) berada pada kategori rendah yang diekspresikan dengan warna merah, 5 (lima) berada pada kategori sedang yang diekspresikan dengan warna kuning dan 1 (satu) Indikator Kinerja Utama non available, dua Indikator Kinerja Utama berada pada kategori baik yang diekspresikan dengan warna hijau dan 2 (dua) Indikator Kinerja Utama berada pada kategori sangat baik yang diekspresikan dengan warna biru. Untuk selengkapnya akan dijelaskan sub judul berikut ini.

Pengukuran Kinerja Perspektif Keuangan

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor menetapkan sasaran strategis yaitu peningkatan pengelolaan anggaran secara optimal. Indikator Kinerja Utama dan pemicu indikator pemicu digunakan untuk mengukur pencapaian dari sasaran strategis tersebut tercantum dalam pengukuran perspektif keuangan yang dapat dilihat pada Tabel 5 dibawah ini.

Tabel 5 Hasil pengukuran perspektif keuangan Indikator Pemicu Indikator Kinerja

Utama daya Air kota Bogor

0.083

Sangat Baik >95-100

73.51 85.01 25 2.07 Baik >85-95

Sedang 75-85 Rendah <75

Total skor perspektif keuangan 2.07 a

Sumber : LAKIP Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor (data diolah)

Berdasarkan Tabel 5 persentase daya serap anggaran terhadap kegiatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor tahun 2014 hanya mencapai 73.51% masih jauh dari yang ditargetkan yaitu sebesar 85.01%. Sementara itu hasil pembobotan IKU perspektif keuangan dengan mengunakan pairwise comparison yaitu sebesar 0.083 seperti yang terdapat pada Lampiran 4. Bobot tersebut termasuk rendah karena sesuai dengan tujuan instansi pemerintah yang tidak berorientasi pada profit. Rendahnya nilai bobot IKU berpengaruh pada nilai Key Result Indicator yaitu sebesar 2.07% yang diekspresikan dengan warna merah. Tabel perhitungan kinerja perspektif keuangan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 5.

Pengukuran Kinerja Perspektif Pelanggan

(33)

Tabel 6 Hasil pengukuran perspektif pelanggan Indikator Pemicu Indikator Kinerja

Utama pelayanan oleh Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

0.341

Sangat Baik >90-100

72.50 80.01 25 8.54 Marga dan SDA Kota Bogor

Total Skor perspektif pelanggan 8.54 a

Sumber : LAKIP Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor (data diolah)

Berdasarkan Tabel 6 IKU perspektif pelanggan persentase realisasi kegiatan dalam rangka peningkatan pelayanan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor mencapai 72.50% dari yang ditargetkan yaitu sebesar 80.01%. Sementara itu, hasil pembobotan IKU yaitu 0.341 seperti yang dapat pada Lampiran 4, lebih tinggi dibandingkan dengan bobot peningkatan kepuasan pengguna sarana publik yang menjadi tanggung jawab Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor sehingga perlu memprioritaskan perbaikan IKU tersebut. Nilai Key Result Indicator yaitu sebesar 8.54% diekspresikan dengan warna merah atau masih rendah. Tabel perhitungan kinerja perspektif pelanggan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 5.

Pengukuran Kinerja Perspektif Manajemen Internal

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor menetapkan sasaran strategis pada perspektif manajemen internal yaitu terwujudnya sarana dan prasarana transportasi yang layak dan berkualitas sedangkan sasaran strategis selanjutnya adalah meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air. Indikator pemicu dan indikator hasil yang digunakan untuk mengukur pencapaian dari sasaran strategis tersebut tercantum dalam pengukuran perspektif keuangan yang dapat dilihat pada Tabel 7 dibawah ini.

Tabel 7 Hasil pengukuran kinerja perspektif manajemen internal Indikator Pemicu Indikator Kinerja Utama

Bobot

jaringan irigas, rawa, dan jaringan pengairan lainnya

Realisasi Pengembangan dan pengeloaan jaringan irigasi, rawa, dan jaringan pengairan lainnya

0.065

Sangat Baik >95-100

79.07 85.01 50 3.24 Baik >85-95

Sedang >75-85 Rendah <75 Peningkatan dan

konservasi sungai danau dan sumber daya air lainnya

Realisasi pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air

(34)

20

Lanjutan Tabel 8 Hasil pengukuran kinerja perspektif manajemen internal Indikator Pemicu Indikator Kinerja Utama

Bobot

sarana dan prasarana pegawai Dinas Bina

Sangat Baik >95-100

100 85.01 100 1.06 Baik >85-95

Sedang >75-85 Rendah <75

Total Skor perspektif manajemen internal 14.93 a

Sumber : LAKIP Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor (data diolah)

Berdasarkan Tabel 7 perspektif manajemen internal terdapat 2 (dua) IKU kategori sangat baik yang diekspresikan dengan biru, ada 4 (empat) kategori sedang yang diekspresikan oleh warna kuning hal tersebut disebabkan karena ada beberapa kegiatan yang belum mencapai target di tetapkan seperti pembebasan lahan untuk pembangunan jalan, drainase dan jembatan, pengadaan lahan untuk pengembangan, pengelolaan jaringan irigasi dan sungai pembangunan kolam retensi, serta pemutakhiran data jalan, jembatan dan drainase sedangkan satu IKU rendah yang diekspresikan warna merah disebabkan tingakat penyediaan dan pemeliharaan sarana atau alat kebinamargaan yang belum tercapai sesuai target yang ditetapkan. Total nilai key result indicator yaitu sebesar 14.93% kategori sedang yang diekspresikan dengan warna kuning. Tabel perhitungan kinerja perspektif manajemen internal selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 5. Pengukuran Kinerja Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor menetapkan sasaran strategis pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yaitu Meningkatkan kualitas dan kuantitas pegawai Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor. Indikator pemicu dan indikator hasil yang digunakan untuk mengukur pencapaian dari sasaran strategis tersebut tercantum dalam pengukuran perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang dapat dilihat pada Tabel 8 dibawah ini. Tabel 9 Hasil pengukuran perspektif pertumbuhan dan pembelajaran

Indikator Pemicu Indikator Kinerja Utama Bobot

Persentase pegawai sesuai dengan kebutuhan

Total Skor pertumbuhan dan Pembelajaran 11.33 a

Sumber : LAKIP Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor (data diolah)

(35)

Bogor pencapaiannya 85.6% dari total pegawai yang direncanakan sebanyak 125 orang sesuai Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota. Tabel perhitungan kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 5.

Hasil Perancangan Peta Strategi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor Pembobotan perspektif menggunakan pairwise comparison merupakan dasar untuk menyusun peta strategi. Penyusunan peta strategi dilakukan secara hieraki dimulai dari bobot yang paling rendah yaitu perspektif keuangan (0.083) dan pertumbuhan pembelajaran (0.151) kemudian manajemen internal (0.288) hingga yang paling tinggi yaitu perspektif pelanggan (0.478). Perspektif keuangan dan pertumbuhan pembelajaran diposisikan paling bawah karena fungsinya mendukung bagi perspektif manajemen internal. Peta strategi seperti yang terlihat pada Gambar 8 yang terdapat dibawah ini.

Gambar 8 Peta Strategi Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

Berdasarkan Gambar 8 peta strategi dibentuk melalui hubungan sebab akibat antar sasaran strategi pada setiap perspektif. Perspektif keuangan dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran mengambarkan strategi yang

Visi : Terwujudnya Prasarana Kota dan Prasarana Sumber Daya Air yang mantap, selaras, terpadu dan berkesinambungan Berkesinambungan

Misi : (1) Meningkatkan tata kelola penyelanggaraan prasarana jalan kota dan sumber daya air. (2) Mendayagunakan air dan sumber daya air. (3) Meningkatkan pengendalian dan pengawasan prasarana jalan dan sumber daya air. (4) Meningkatkan sumber daya aparatur yang profesional dan bertanggung jawab.

Peta Strategi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor

P

Peningkatan pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor

(0.478)

Peningkatan pengelolaan anggaran secara optimal Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor

(0.083)

Meningkatkan kualitas dan

kuantitas pegawai Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor

(0.151) Terwujudnya sarana dan prasarana

transportasi yang layak dan

(36)

22

mendorong dalam melakukan manajemen internal. Perspektif keuangan memiliki sasaran strategi yaitu peningkatan pengelolaan anggaran secara optimal pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor. Sedangkan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran memiliki sasaran strategis meningkatkan kualitas dan kuantitas pegawai Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor. Kedua perspektif tersebut bertujuan untuk mendorong terwujudnya sarana dan prasarana transportasi yang layak dan berkualitas dan peningkatan kondisi infrastruktur sumber daya air. Perspektif manajemen internal mengambarkan proses organisasi dalam memenuhi harapan pelanggan atau tugas pokok dan fungsi dinas bina marga dan sumber daya air dalam mewujudkan prasarana kota dan prasarana sumber daya air yang mantap, selaras, terpadu dan berkesinambungan berkesinambungan.

Hasil Pengukuran skor keseluruhan perspektif Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

Berdasarkan perhitungan kinerja berbasis BSC, diperoleh hasil keseluruhan dari masing-masing perspektif Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor yaitu 36.87% dengan interpretasi warna merah atau berada pada kategori rendah seperti yang terdapa pada Tabel 9 dibawah ini.

Tabel 10 Hasil nilai keseluruhan perspektif Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

Perspektif Pencapaian (%) Bobot Nilai KRI (%) Pertumbuhan dan pembelajaran 75.03 0.151 11.33

Manajemen Internal 51.84 0.288 14.93

Keuangan 24.94 0.083 2.07

Pelanggan 17.86 0.478 8.54

Total 1 36.87

a

Sumber : data diolah (2014)

Berdasarkan Tabel 9 tersebut menunjukkan nilai kinerja keseluruhan yang diakumulasikan dari nilai kinerja empat perspektif BSC yaitu sebesar 36.87%. seperi yang terdapat pada Lampiran 6. Rendahnya skor kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dipengaruhi oleh nilai kinerja perspektif pelanggan yang hanya mencapai 8.54% hal tersebut disebabkan oleh pelayanan yang menjadi tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor masih ada kegiatan yang belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Inisiatif Strategi masing-masing perspektif BSC Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

(37)

Inisiatif Strategi perspektif Keuangan

Perspektif keuangan mendapat skor paling rendah yaitu sebesar 2.07% yang diekspresikan dengan dengan warna merah, oleh karena itu perbaikan kinerja dilakukan dilakukan dengan meningkatkan kinerja IKU yang masih rendah dengan membuat inisiatif strategis seperti yang tercantum pada Tabel 10 dibawah ini.

Tabel 11 Inisiatif strategis perspektif keuangan

Nilai Ekspresi

Warna Indikator Kinerja Utama Inisiatif Strategis

2.07%

Persentase daya serap anggaran terhadap kegiatan Dinas Bina Marga dan Sumber daya Air kota Bogor

1. Menyusun rencana penyerapan anggaran Dinas

Bina Marga dan Sumber daya Air kota Bogor.

2. Percepatan pelaksanaan kegiatan pengadaan

lahan dan pembagunan yang mempunyai daya serap rendah oleh Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

3. Menghindari penyimpangan pelaksanaan

serapan anggaran yang tidak sesuai waktu.

a

Sumber : Data diolah (2014)

Berdasarkan Tabel 10 ada tiga inisiatif strategis yang akan dilakukan agar kinerja IKU keuangan yang masih rendah agar menjadi baik. Inisiatif strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya serap anggaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan target yang telah ditetapkan supaya anggaran terserap lebih tinggi dari sebelumnya.

Inisiatif Strategi perspektif Pelanggan

Perspektif pelanggan memperoleh skor kinerja sebesar 8.54 % tersebut masuk kedalam kategori rendah yang diekspresikan dengan warna merah. Kinerja perspektif pelanggan perlu diperbaiki dengan melakukan inisiatif strategis seperti yang tercantum pada Tabel 11 dibawah ini.

Tabel 12 Inisiatif strategi perspektif pelanggan

Nilai Ekspresi

Warna Indikator Kinerja Utama Inisiatif Strategis

8.54 %

Realisasi kegiatan dalam rangka

peningkatan pelayanan oleh Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

1. Melaksanakan kegiatan pembangunan,

pemeliharaan, peningkatan jaringan jalan, jembatan, drainase sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

2. Melaksanakan kegiatan pengembangan dan

pengeloaan jaringan irigasi, rawa, dan jaringan pengairan lainnya sesuai target

3. Melaksanakan kegiatan pengembangan,

pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air lainnya sesuai target

NA

Peningkatan kepuasan pengguna sarana publik yang menjadi tanggung jawab Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

1. Melaksanakan program yang menjadi

tanggung jawab tanggung jawab Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

2. Penilaian tingkat kepuasan pengguna sarana dan prasarana Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor

a

Sumber : Data diolah (2014)

(38)

24

Untuk perbaikan dapat dilakukan dengan melaksanakan inisiatif strategis seperti yang terlihat diatas.

Inisiatif Strategi perspektif Manajemen Internal

Perspektif manajemen internal memperoleh skor kinerja sebesar 14.93% tersebut masuk kedalam kategori sedang yang diekspresikan dengan warna kuning. Kinerja perspektif manajemen internal perlu ditingkatan dengan memperbaiki kinerja IKU berupa inisiatif strategis seperti yang tercantum pada Tabel 12 dibawah ini.

Tabel 13 Inisiatif strategi perspektif manajemen internal

Nilai Ekspresi

Warna Indikator Kinerja Utama Inisiatif Strategis

0.59

Peningkatan sarana dan prasarana

kebinamargaan

1. Penyediaan dan pemeliharaan sarana atau alat kebinamargaan

2. Optimalisasi laboratorium pengujian tanah dan material

4.75%

Realisasi pembangunan, pemeliharaan, peningkatan jaringan jalan, jembatan, drainase

1. Melakukan pelaksanaan kegiatan

pembebasan lahan untuk pembangunan dan peningkatan jalan, drainase, dan jembatan sesuai target.

2. Pemeliharaan jalan secara rutin, perbaikan dan pemeliharaan jembatan dan drainase

3. Pembangunan jembatan sesuai dengan

rencana yang telah ditetapkan

4. Pembangunan ruas jalan seperti Inner Ring

Road (muara-Wangun), pembangunan

lanjutan jalan R3 (Villa Duta-Tajur) sesuai target

5. Perbaikan dan pemeliharaan trotoar

3.24%

Realisasi Pengembangan dan pengeloaan jaringan irigasi, rawa, dan jaringan pengairan lainnya

1. Pengadaan lahan untuk pengembangan dan

pengeloaan jaringan irigasi, dan jaringan pengairan lainnya

2. Pemeliharaan rutin jaringan irigasi, rawa, dan jaringan pengairan lainnya

3. Pembangunan, rekonstruksi dan rehabilitasi jaringan irigasi, rawa, dan jaringan pengairan lainnya

2.74%

Realisasi pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air lainnya

1. Melakukan pengadaan lahan untuk

pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau/situ, dan kolam retensi

2. Pengamanan dan pengembalian fungsi

danau/situ, kolam retensi

3. Pembangunan kolam retensi

4. Pemeliharaan sungai, danau/situ, kolam

retensi

1.38%

Realisasi Pembangunan sistem informasi atau database Jalan, jembatan dan drainase

1. Meningkatkan kualitas data jalan, jembatan dan drainase

2. Pemutakhiran data jalan,jembatan dan

drainase a

Sumber : data diolah (2014)

(39)

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

1. Proses alignment visi ke misi dimana misi pertama dan kedua menunjukkan penjabaran poin terhadap visi. Misi ketiga dan keempat merupakan pendukung terhadap visinya. Untuk alignment misi ke tujuan terdapat dua pendukung misi ke tujuan dan tujuan ke sasaran strategis dan sasaran strategis sudah IKU yang ditetapkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor sudah menunjukkan keselarasan.

2. Rancangan peta strategi dilakukan secara hieraki dimulai dari bobot yang paling rendah yaitu perspektif keuangan dan pertumbuhan pembelajaran kemudian manajemen internal hingga yang paling tinggi yaitu perspektif pelanggan. Perspektif keuangan dan pertumbuhan pembelajaran diposisikan paling bawah karena fungsinya mendukung bagi perspektif manajemen internal.

3. Hasil pengukuran kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor dengan pendekatan BSC secara keseluruhan yaitu sebesar 36.87% nilai termasuk kedalam kategori rendah atau diekspresikan dengan warna merah. Terdapat delapan IKU belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor diantaranya : dua IKU berada pada kategori rendah, lima IKU berada pada kategori sedang serta satu IKU non available, untuk IKU yang telah mencapai target yaitu dua berada pada kategori baik dan dua Indikator Kinerja Utama berada pada kategori sangat baik.

Saran

1. Pada perspektif pelanggan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor memprioritaskan perbaikan kinerja pada IKU dengan melaksanakan kegiatan pembagunan, peningkatan jaringan jalan, jembatan drainase, melaksanakan kegiatan pengelolaan jaringan irigasi dan jaringan pengairan lain, melaksanakan konservasi sungai dan danau sesuai target.

2. Perspektif manajemen internal memprioritaskan perbaikan kinerja pada IKU dengan nilai kinerja masih rendah yaitu peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan dengan penyediaan dan pemeliharaan sarana atau alat kebinamargaan, optimalisasi laboratorium pengujian tanah dan material. 3. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran mempertahankan dan

meningkatkan IKU persentase pegawai Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor yang mengikuti Diklat dan Persentase pegawai sesuai dengan kebutuhan Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor.

(40)

26

DAFTAR PUSTAKA

Awan. 2011. Pengukuran Kinerja Dengan Pendekatan Balanced Scorecard Pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Bogor [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Bunga. 2014. Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Perusahaan dengan Balanced Scorecard Pada Lembaga pendidikan Xtion My Creative Station [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

David FR. 2009. Manajemen Strategis (Terjemahan). Jakarta (ID) : Salemba Empat.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor. 2011. Rencana Strategis 2010-2014. Bogor (ID) : Disbima dan Sda Kota Bogor.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor. 2014. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan Tahun 2014. Bogor (ID) : Disbima dan Sda Kota Bogor.

Imam. 2014. Pengukuran Kinerja Dengan Metode Balanced Scorecard Di PT Agri Halba [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Kaplan RS dan Norton DP. 2000. The Balanced Scorecard : Menerapkan Strategi Menjadi Aksi (Terjemahan). Jakarta (ID) : Erlangga.

Mesak. 2013. Analisis Kinerja Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan Dengan Pendekatan Balance Scorecad [tesis]. Jakarta (ID) : Universitas Terbuka.

Moeheriono. 2009. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Bogor (ID) : Ghalia Indonesia.

Moeheriono. 2012. Perencanaa, Aplikasi dan Pengembangan Indikator Kinerja Utama (IKU) Bisnis dan Publik. Jakarta (ID) : Rajawali Pers. Indonesia. Mulyadi. 2014. Sistem Terpadu Pengelolaan Kinerja Personel Berbasis Balanced

Scorecard. Yogyakarta (ID) : UPP STIM YKPN.

Nugroho, A. 2009. Pengukuran Kinerja Inspektorat Khusus Pada Inspektorat Jenderal Departemen Kehutanan Tahun 2007 dan 2008 Dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard [tesis]. Jakarta (ID): ABFI Institute Perbanas.

Okviyesha. 2014. Analisis Pengukuran Kinerja Organisasi Menggunakan Balanced Scorecard (Studi Kasus Badan Penelitian Pengembangan dan Informasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Pemerintah Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Jakarta (ID): Sekretariat Negara.

Prima. 2014. Rancangan Strategis Pengukuran Kinerja Berbasis Balanced Scorecard pada Inspektorat Jenderal Kementerian Kehutanan [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Purnawanto, Budy. 2010. Manajemen SDM Berbasis Proses. Jakarta (ID) : PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

(41)

Saaty TL. 1993. Pengambilan Keputusan bagi para Pemimpin, Proses Hirarki Analitik untuk Pengambilan Keputusan dalam Situasi yang Kompleks. Jakarta (ID) : Pustaka Binama Pressindo.

Sedarmayanti. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bandung (ID) : PT Refika Aditama. Sirait et al. 2010. Panduan Pengelolaan Kinerja Berbasis Balanced Scorecard di

Lingkungan Kementerian Keuangan. Jakarta (ID) : Kemenkeu.

Sugiyono. 2010. Statistika untuk penelitian. Cetakan Kelima Belas. Bandung (ID): CV. ALFABETA.

Sumarsono, Sonny. 2004. Metode Riset Sumber Daya Manusia. Jogyakarta (ID) : Graha Ilmu.

Swasto, Bambang. 2011. Manajemen Sumberdaya Manusia. Malang (ID) : UB Press.

Tunggal, Amri Widjaja. 2009. Pokok-pokok Balanced Scorecard. Jakarta (ID) : Harvarindo.

(42)

28

(43)

Lampiran 1 Kuesioner Pembobotan IKU Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor KUESIONER PEMBOBOTAN

INDIKATOR KINERJA UTAMA

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR KOTA BOGOR BERBASIS BALANCED SCORECARD

Responden yang Terhormat

Dalam rangka penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor berbasis Balanced Scorecard (BSC), maka diperlukan dukungan dari Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner yang bertujuan mengetahui bobot dari setiap perspektif BSC dan IKU yang telah ditetapkan.

Informasi yang jujur, objektif dan akurat sangat diharapkan, agar informasi ilmiah yang disajikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Terima kasih atas bantuan dan kesediaannya Bapak/Ibu dalam mengisi kuesioner ini.

Ahmad Khairi H24134073

Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB

PETUNJUK UMUM

1. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh Bapak/atau Ibu yang menjadi responden.

2. Bapak/Ibu diharapkan melakukan pengisian kuesioner pada satu waktu secara tuntas, untuk menghindari inkonsistensi antar jawaban.

3. Bapak/Ibu diperbolehkan menambah hal-hal yang belum tercantum dalam kuesioner ini dengan alasan jelas dan akurat

PETUNJUK PENGISIAN

Bapak/Ibu reponden diminta untuk mengisikan nilai dengan keterangan skala 1-9 sebagai berikut :

Nilai Komparasi (A dibanding dengan B)

Definisi

1 A dan B Sama Penting

3 A Sedikit Lebih penting dari B 5 A Lebih Penting dari B

(44)

30

Lanjutan lampiran 1 Contoh :

Bapak/Ibu diminta untuk membandingkan tingkat kepentingan antara “perspektif pelanggan” dengan “perspektif keuangan”

1. Jika Bapak/Ibu menganggap „perspektif pelanggan‟ sedikit lebih penting

dari „perspektif keuangan‟ maka : Bapak/Ibu akan memberi tanda (√) atau

(X) pada nomor 3 sebelah kiri (ke arah pelanggan).

A Nilai Perbandingan B

Pelanggan 9 8 7 6 5 4 √ 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keuangan

2. Jika Bapak/Ibu menganggap „perspektif keuangan‟ sangat jelas lebih

penting dari „perspektif pelanggan‟ maka : Bapak/Ibu akan memberi tanda

(√) atau (X) pada nomor 3 sebelah kiri (ke arah keuangan).

A Nilai Perbandingan B

Pelanggan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 √ 8 9 Keuangan

Pembobotan Perspektif

Balanced Scorecard memiliki empat perspektif yaitu : 1. Perspektif Pelanggan

2. Perspektif Manajemen Internal

3. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran 4. Perspektif Keuangan

Bandingkan berdasarkan tingkat kepentingan antara satu alternatif dengan alternatif perspektif lainya.

Perspektif Skala Tingkat Kepentingan Perspektif

Lebih Penting Lebih Penting

Pelanggan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Majemen

Pembobotan Indikator Kinerja Utama Perspektif Pelanggan

Perspektif Skala Tingkat Kepentingan Perspektif

Lebih Penting Lebih Penting

(45)

Lanjutan lampiran 1 perspektif manajemen internal

Perspektif Skala Tingkat Kepentingan Perspektif

Lebih Penting Lebih Penting

(46)

32

Lanjutan lampiran 1 perspektif manajemen internal

Perspektif Skala Tingkat Kepentingan Perspektif

Lebih Penting Lebih Penting

Realisasi Marga dan SDA Kota Bogor Marga dan SDA Kota Bogor

Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran

Perspektif Skala Tingkat Kepentingan Perspektif

Lebih Penting Lebih Penting

Gambar

Gambaran Umum
Gambar 1 Kerangka pemikiran penelitian
Gambar 2 Tahapan Penelitian
Tabel 3 Skala pembobotan  pada pairwise comparison
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini memfokuskan pada pengukuran kinerja PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Bogor pada tahun 2009 dengan metode Balanced Scorecard yang dapat

Metode Balanced Scorecard (BSC) merupakan metode pengukuran yang menitikberatkan empat perspektif yaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, proses

Salah satu metode dari sistem pengukuran kinerja yang baik tersebut adalah dengan menggunakan Balanced Scorecard yang mengukur kinerja perusahaan berdasarkan empat

Oleh karena itu, diterapkan sistem pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard yang dilihat dari empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal,

Pada implementasi balanced scorecard perspektif pelanggan pada masing-masing standar menggunakan output nilai persentase yang dihasilkan oleh pengukuran kinerja

Untuk merancang sistem pengukuran kinerja yang baik harus sesuai dengan visi, misi, strategi dan tujuan perusahaan, sesuai dengan perspektif dari Balanced

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja perusahaan berdasarkan balanced scorecard pada PDAM Kota Magelang yang terdiri dari empat perspektif yaitu keuangan,

Merujuk pada pemaparan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kondisi motivasi kerja dan kinerja pegawai Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor